~::* SANDIWARA LANGIT *::~
BAG 19
~ Catatan-Catatan Kelam ~
Berbeda dg Rizqaan yg berusaha menata hatinya,menahan gejolak jiwanya dg banyak pekerjaan.Halimah lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca dan mengurung diri dalam kamar bersama putranya Nabhaan.
Setelah hampir setengah bulan akhirnya tahu faktor apa yg menyebabkan orang tuanya terutama Bapaknya begitu gigih memperjuangkan perceraiannya dg suaminya Rizqaan.
Beberapa bulan sebelum kejadian naas yg menimpa dirinya sekeluarga rupanya ada salah seorang rekan bisnis Bapaknya datang kerumah orang tuanya.Ia seorang duda tanpa anak istrinya belum lama meninggal dunia akibat penyakit kanker yg dideritanya lebih dari 2 tahun,ia pria berusia 35 tahun masih cukup muda tetapi ia sangat kaya bahkan tergolong salah satu konglomerat terpandang di tanah air ini bukan hanya kaya ternyata ia juga putra dari salah seorang petinggi pemerintahan saat ini.
Ia kadang untuk bekerjasama dg Bapaknya sebagai investor dalam sebuah usaha baru yg baru dirintis oleh Bapak.Dalam pertemuan itu,ia mengeluhkan kesendiriannya ia ingin mencari istri lagi.Saat itulah secara tiba2 Asyraf kakaknya muncul ia memberikan masukan yg sebenarnya juga mengejutkan kedua orangtuanya.Ia mengatakan bahwa usaha Rizqaan tak akan mungkin bisa bertahan bila dikembalikan pada perjanjian apabila 10 tahun berlalu ternyata Halimah tidak hidup secara berkecukupan maka suaminya wajib menceraikannya.
Pendapatnya itu dibantah oleh orangtuanya Bapak dan Ibunya.Mereka berpandangan bahwa kehidupan Halimah saat ini sudah layak.Meski tidak terlalu kaya tapi boleh dibilang berkecukupan tapi Asyraf seperti memberi sebuah harapan bahwa segalanya belum berakhir beberapa bulan lagi pada hari 'H' baru bisa diketahui keputusannya karena saat itulah akan dilihat apakah Halimah masih hidup berkecukupan atau tidak.
Harapan yg diberikan oleh Asyraf sungguh melegakan hati pemuda itu ia sudah mendengar tentang kecantikan Halimah selain itu ia juga mendengar bahwa Halimah adalah seorang wanita yg shalihah memakai jilbab dan taat kepada suami betapa ingin dirinya mempersunting wanita seperti itu wanita yg akan rela bersikap patuh kepada suaminya akan selalu bisa menjaga dirinya.
Namun pertemuan itu berakhir dg kering tanpa keputusan apapun selain keputusan soal kerjasama antara Bapaknya dg pemuda kaya itu.
***
Saat Bapaknya mendengar soal musibah yg menimpa putrinya Halimah bersama keluarganya dan saat tahu bahwa putrinya selamat sang Bapak seperti bersorak kegirangan bukan bergembira semata-mata putrinya selamat tapi karena bila perjanjian itu berakhir pada perceraian putrinya Halimah maka ia bisa menikahkan putrinya itu dg pemuda yg kaya tadi betapa bahagianya andai ia memiliki menantu sekaya pemuda tersebut dan alangkah bahagianya bila ia berbesan dg salah seorang pejabat sekaligus petinggi tanah air ini ia akan sangat berbahagia dan itulah yg diharapkannya selama ini.
Maka,begitu mendengar berita duka itu Bapaknya langsung mengajak ibunya kerumah sakit selain menengok putri dan cucunya ia ingin langsung memberikan kartu mati kepada Rizqaan menuntutnya agar menceraikan istrinya saat itu juga maka terjadilah apa yg sudah terjadi.
Halimah mendengar cerita itu mula pertama dari Ibunya selanjutnya ia juga mendengar obrolan kakaknya Asyraf dg Bapaknya beberapa kali.Kesemuanya berkutat seputar kapan Halimah akan dinikahkan dg pria yg ternyata bermama Budiman tersebut bahkan Budiman sendiri beberapa kaki datang kerumah dan sempat berpapasan dg Halimah itu semakin mengukuhkan tekad Budiman menikahi Halimah secepatnya.
Bapaknya menjanjikan setelah 3 bulan setelah masa iddah Halimah padahal masa iddah bisa berlanjut hingga Halimah melahirkan karena ia kini sedang hamil.
Saat perceraian kemarin,ia dan Rizqaan tidak teringat akan kondisi Halimah yg sedang hamil.Menceraikan istri saat sedang hamil baginya sungguh tidak pantas tapi mana sempat ia memikirkan hal itu.Saat itu,ia sungguh panik begitu juga istrinya.
Semula Halimah kurang memedulikan soal keinginan Budiman melamarnya tapi setelah beberapa kali Bapaknya mendesaknya untuk mau menerima pinangan Budiman nanti Halimah menjadi merasa tersudutkan ia tentu saja tak bisa menerima pinangan itu begitu saja.
Pertama dan yg paling utama bahwa ia masih belum mampu melupakan Rizqbn mantan suaminya,ia masih sulit menerima pria lain sebagai suaminya.
Kedua,ia juga belum mengerti soal agama dan akhlak Budiman namun yg ia tahu Budiman tak memiliki latar belakang keluarga yg taat beragama ia tahu dari sosok pejabat yg merupakan ayah kandung dari pria tersebut.Budiman juga tak memiliki latar belakang pendidikan agama atau minimal sebagai pemuda yg aktif dibidang keagamaan,aktif menghadiri pemgajian dan kajian2 ilmiah yg bermutu,ia hanya dikenal sebagai bisnisman pewaris perusahaan Ayahnya itu tidak lebih dari itu.
Hari demi hari berlalu,bulan demi bulan berganti akhirnya berakhirlah masa iddah Halimah.Saat itu desakan demi desakan semakin kuat dari pihak Bapaknya.Ibunya bahkan sesekali juga membujuknya agar menuruti keinginan Bapaknya karena ia yakin setelah menikah Halimah akan berusaha mencintai Budiman seperti dahulu Halimah belajar mencintai Rizqaan sebelum menikah dan banyaknya kesamaan dalam soal keyakinan prinsip dan idealisme antara dirinya dg Rizqaan telah membuat Halimah jatuh cinta kepada Rizqaan.Menikah adalah media dimana rasa cintanya itu dilebur menjadi sebuah ketaatan,kepatuhan dan kesetiaan itu mungkin dilakukan oleh Halimah terhadap seorang pria seperti Budiman.
Akhirnya,Halimah hanya mampu pasrah dan menyerahkan urusannya kepada Allah.
"Ya Allah,aku berserah diri kepada Mu,aku menyerahkan segala urusanku kepada Mu.
Aku hadapkan wajahku kepada Mu dan kusandarkan punggungku kepada Mu (memulai tidur dg pertolongan Mu),dalam suka dan senang.
Tidak ada tempat berlindung dan tidak ada tempat menyelamatkan diri dari siska Mu melainkan kepada Mu.
Aku beriman kepada kitab Mu yg Engkau turunkan dan Nabi Mu yg Engkau utus."(Rasulullah bersabda kepada orang yg mengucapkan dzikir itu,"Bila engkau meninggal dunia maka engkau meninggal dalam fitrah"Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)
Ditengah keheningan malam,sering kali Halimah berdoa,"Ya Rabbi,pertemukanlah diriku dg orang yg layak menjadi suamiku.Dimana aku bisa mati dg keridhaanya,setelah Engkau meridhaiku.
Ya Rabbi,hindarilah aku dari menikahi pria yg tak bisa menjadi pendampingku diakhirat.Ciptakanlah jurang yg memisahkan tubuhku ini dari sentuhan tangannya.
Ya Rabbi,tunjukkanlah kekuasaan Mu.Perlihatkanlah kecintaan Mu.Jadikanlah kami sebagai saksi atas keagungan Mu......"
Bersambung....

Tidak ada komentar :
Posting Komentar