~::* NOVEL SANDIWARA LANGIT *::~
BAG 9
(Saat 'Dunia' Mulai Menyapa)
Genap sudah 2 tahun Rizqaan berumah tangga.Kini ia sudah dikaruniai seorang anak berusia 2 bulan setengah.Usahanya berjualan roti makin maju pesat menurut penuturannya kepada saya suatu kali hasil yg ia capai semakin memuaskan bahkan sangat memuaskan bayangkan,Rizqaan saja penjaja roti dipabrik itu yg bisa mencapai rata2 penjualan sehari antara 800-900 potong roti!
Roti yg habis dijajakan keliling saja lebih dari 300 potong perharinya,belum lagi langganan2 khusus,warung2,toko dan juga koperasi2 diperkantoran yg setiap harinya secara keseluruhan bisa ia pasok tak kurang dari 500-600 potong.Dihari-hari tertentu bahkan bisa lebih.Itu sudah berlangsung semenjak 5 bulan terakir ini.
Sehingga dapat dikalkulasikan bahwa setiap harinya Rizqaan bisa meraup keuntungan kotor Rp 200.000-225.000,- terkadang bisa lebih dari itu.Sebuah pencapaian fantastic untuk penjual roti keliling seperti dia.
Dengan uang bersih ditangan 200-225 ribu perhari Rizqaan dan istrinya semakin leluasa mengatur budget rumah tangganya.Mereka semakin banyak bisa menyisihkan uang untuk ditabung.
Rizqaan sudah bisa membeli sebuah sepeda motor baru.Cash.Mereka juga pindah kerumah kontrakan lebih bagus,lebih besar.Selain untuk menambah kenyamanan bila harus menerima tamu juga untuk tempat bermain anak mereka agar lebih leluasa merangkak-rangkak.
Mereka juga sudah berniat akan membuat pengajian dirumah mereka.Rizqaan sendiri yg akan mengisi pengajian itu.Ia akan mulai dari pengajian untuk kalangan orang tua semacam pengajian keluarga,Ia bekerja sama dg RT setempat dan juga seksi kerohanian di RT tersebut.Niat itu sudah lama mengendap dalam diri Rizqaan namun baru setelah 2 tahun ia berumah tangga itu bisa direalisasikan.Betapa senangnya mereka,bertambahnya karunia rezeki yg mereka nikmati.Semakin mendorong mereka untuk menambah amal ibadah dari sumbangsih mereka terhadap dakwah islam.Mereka ingin menjadi hamba2 Allah yg bersyukur seperti yg kerap kali saya nasehatkan kepada mereka,bahkan cara mereka merealisasikan nasihat itu membuat saya kagum karena saya tidak hidup dalam ketegangan seperti yg mereka alami.Mereka berjuang mempertahankan Iman,mempertahankan hidup sekaligus mempertahankan rumah tangga mereka dari ancaman perceraian.
Perceraian yg bukan terjadi karena ketidakharmonisan antara mereka berdua tapi karena sebuah kesepakatan aneh yg apabila mereka gagal memenuhi tuntutan dalam kesepakatan itu,secara tegar mereka harus menerima untuk dipisahkan.Saya sendiri tak mampu membayangkan nuasa kehidupan mereka.Dahulu saya melihatnya sebagai sebuah tantangan menarik tapi sekarang saya sendiri sering bergidik bila membayangkan kemungkinan2 yg bisa saja terjadi.
Dan saya bukan hanya harus jadi saksi tapi juga akan sangat menyesali bila kemungkinan terburuk itu benar2 terjadi karena sedikit banyak saya terlibat didalamnya.Di dalam 'perjudian' aneh itu yg meski termasuk dalam syarat yg mubah tapi konsekuensinya bisa jauh dari sederhana bahkan mengerikan.
"Dan bersabarlah kamu bersama dg orang2 yg menyeru Rabbnya dipagi dan senja hari dg mengharap keridhaan Nya;dan janganlah ke 2 matamu berpaling dari mereka (karena) mengharap perhiasaan kehidupan dunia ini ; dan janganlah kamu mengikuti orang yg hatinya telah kami lalaikan dari mengingat kami,serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaanya itu melewati batas."(AL KAHFI:28)
Meski semakin giat mengaji bahkan mulai aktif berdakwah,Rizqaan tetap menyadari akan betapa sulitnya menghadapi godaan2 duniawi.Dengan semakin besarnya penghasilan semakin banyak uang yg ia miliki,yg ia pegang,yg ia masukkan ke dalam dompet,dan juga yg ia simpan sebagai tabungan maka semakin banyak hal yg bisa ia lakukan.Padahal dimasa sekarang ini banyak kenikmatan fana yg diperjual belikan secara mudah sementara diantara nikmat2 itu ada yg halal,syubhat dan haram.Kebanyakan orang terjebak dalam dilema kebiasaan belaka saat suatu yg haram sudah menjadi kebiasaan umumnya tak lagi dipandang buruk bahkan banyak yg sengaja dipromosikan ke orang2 terdekat.
Coba saja ingat dahulu ketika orang2 baru mengenal televisi ketika sebagian orang di wilayah pedalaman sumatra barat ada yg berpandangan bahwa televisi itu kotak sihir karena begitu aneh dan menakjubkannya saat itu,orang dianggap sudah berkemampuan bila sudah memiliki pesawat televisi.Lagu,musik,film dan seabrek tontonan mulai banyak dikenal khalayak hingga di pedesaan2.Saat muncul ditelevisi berwarna,orang mulai bilang 'Eh,jual aja TV bobrokmu itu beli televisi berwarna nanti kamu bisa membedakan warna daun dg warna genteng rumah...' ungkapan seperti itu amat populer dahulu.
Media televisi berkembang muncul pula era video,acara televisi juga makin berkembang banyak stasiun swasta bermunculan,masing2 menyajikan beragam acara yg menghibur.Video digantikan dg VCD akhirnya DVD segala bentuk hiburan yg dulu hanya bisa dinikmati dibioskop2 sekarang sudah bisa dinikmati dalam rumah bahkan dalam kamar seorang diri.Komputer pun bisa dimultigunakan sebagai alat menulis,bermain game bahkan menonton acara televisi ketika HP menawarkan kemampuan multimedianya hiburan2 semakin mudah dan murah saja harganya tapi apa semua itu sehat? Apa semua itu halal? Orang yg sudah mengenal baik ajaran islam yg mulia ini,tentu mampu menjawabnya tapi,seberapa banyak orang islam yg mampu memilah-milah antara hiburan yg haram dg yg mubah? Jumlahnya terlalu sedikit.
Rizqaan amat khawatir bila ia tak bisa kebahagian jatah yg sedikit itu.Itulah maka ia memilih mengosongkah rumahnya dari media2 hiburan semacam itu meski ia mampu membelinya lalu meletakannya disetiap kamar atau bahkan disetiap sudut rumah kontrakannya.Barang2 hiburan itu memang semakin murah saja harganya dari hari ke hari tapi hati siapa pun menjadi semakin mudah tergoda menikmatinya sepuas hati.
Kolo? Mungkin ya tapi bagi Rizqbn itu lebih selamat.Lantunan ayat2 Al Quran ditape recoder yg ia punya,senandung dzikir yg ia lantunkan sendiri.Bacaan Al Quran yg begitu syahdu yg kerap ia dengar dari mulut istrinya,Halimah.Juga canda ria bersama istri dan anak.Semuanya sudah menjadi hiburan yg sehat buat dirinya betapa banyak kaum muslimin yg sudah tak lagi mampu menikmati indahnya bacaan Al Qur'an karena hati mereka sudah terisi oleh lirik2 lagu pop dan dangdut terbaru nyaris tak ada sisa untuk ayat2 Allah,ada dzikis2 sunnah untuk melekat disana.Bersyukur Rizqaan masih merasakan keindahan pada setiap lantunan ayat2 suci yg ia dengar.
"Sesungguhnya orang2 yg beriman itu adalah mereka yg apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat2 Nya,bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabblah mereka bertawakkal..."(AL ANFAL:2)
***
Rizqaan juga sadar bahwa diantara harta yg dimilikinya terdapat hak bagi kaum fakir miskin diantara para tetangganya banyak yg miskin dan kekurangan.Rizqaan sering menekan rasa kikir dan bakhil yg terkadang merasuk ke hatinya sebisa mungkin,ia memberi bantuan ala kadarnya kepada para tetangga yg membutuhkan terkadang berupa beras,makanan,buah-buahan terkadang ia memberinya secara cuma2 terkadang ada diantara mereka yg datang meminjam uang padanya dan selagi ia bisa dan mampu ia jarang menolak memberikan pinjaman kecuali ia tak melihat adanya maslahat meminjamkan uang kepada seseorang.
"Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia Nya,mereka kikir dg karunia itu dan berpaling,dan mereka memanglah orang2 yg selalu membelakangi (kebenaran).Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai pada waktu mereka menemui Allah,karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yg telah mereka ikrarkan kepada Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta."(AT-TAUBAH:76-77)
Mereka memang belum menjadi orang kaya,minimal menurut ukuran masyarat moderen sekarang ini.Di mana kekayaan senantiasa dihubungkan dg hak kepemilikan terhadap materi2 mewah seperti rumah,kendaraan roda 4,perabot2 mewah,aset2 usaha yg mapan dan sejenis itu tapi sinyal2 kedunian yg menjanjikan kemapanan dan kekayaan materi sudah membayang dipelupuk mata maka Rizqbn memandang itu sebagai sebuah peringatan bahwa godaan dan rayuan setan yg kerap melambungkan angan2 banyak orang itu sudah menghampiri dirinya.Ia jadi teringat pernyataan seorang sahabat Nabi yg mulia,'Amir bin Sa'ad ketika khalifah Umar memberikan sekantong uang berisi 4000 dirham sebagai santunan atas kemiskinannya saat sang istri menyerahkan kantung uang itu padanya lalu dibuka dan dilongok isinya bibirnya berguman lirih,
"Dunia telah datang,dan mulai akan merusak akhiratku!"
Subhanallah! Maha suci Allah dari segala cacat dan kehinaan.Betapa banyak manusia yg memandang kekayaan dunia sebagai awal dari kebahagiannya.Sedikit yg menyadari bahwa godaan dunia dg segala kegemerlapan itu jauh lebih berat bahkan dari siksaan kemiskinan yg paling mencekik leher sekalipun.
Benar,bahwa karena miskin banyak orang yg terjebak dalam dosa.Mencuri,mencopet atau melakukan tindakan2 kriminal lain meski hadits yg berbunyi "Nyaris kemiskinan berubah menjadi kekafiran" adalah hadits lemah dan munkar menurut pernyataan pakar hadits tapi islam mengajak kaum muslimin untuk melepaskan diri dari belenggu kemiskinan.
Namun saat kekayaan datang bukan berarti berakhir segala kesulitan.Kekayaan materi dalam islam dicari untuk menyempurnakan agama agar seseorang bisa melaksanakan haji,berzakat,bersedekah,bisa menghadiri pengajian dimana pun diadakan,bisa mencukupi kebutuhan anak istri secara layak,dan berbagai kebaikan dan keutamaan lain namun saat kekayaan itu datang godaan lain yg jauh lebih besar dibandingkan kemiskinan datang menghadang.Orang kaya yg tak mampu menyukuri hartanya jauh lebih banyak daripada orang miskin yg tak mampu bersabar atas kemiskinanya karena seringkali orang menjadi tabah dan penyabar saat sudah dibatas keterpaksaan.Saat tak memiliki lagi pilihan apa2 selain bersabar tapi betapa banyaknya orang yg tengah bersyukur saat sudah berenang dalam lautan kenikmatan karena merasa bahwa dg uang mereka dapat melakukan segalanya membeli segalanya,batasan2 agama pun kerap diabaikan.
Rizqaan sadar akan bahaya itu maka ia pun memperbanyak istighfar dan dzikir semoga Allah berkenan menyelamatkan dirinya dan keluarganya dari tipu daya dunia agar mereka tak cuma kaya harta namun juga kaya iman,kaya ketakwaan hanya kepada Nya kita semua bertawakkal.
Bersambung...

Tidak ada komentar :
Posting Komentar