Sabtu, 30 Maret 2013

NOVEL SANDIWARA LANGIT BAG 8


~::* SANDIWARA LANGIT *::~


BAG 8

~ Rambu-Rambu Setan ~

Benar kata orang,berdagang dijaman sekarang ini ibarat berlari-lari disekitar perangkap2 setan.Siapapun yg lengah atau teledor akan terjebak didalamnya bisa jadi semenjak dahulu dunia niaga memang sudah dipenuhi trik2 setan.Tapi zaman sekarang ini fasilitas serba canggih segala yg sulit diusahakan kini bisa begitu mudah disulap menjadi kenyataan termasuk bagaimana menipu dan memperdaya orang lain secara cepat dan meyakinkan agar bisnis tetap lancar dan menguntungkan resiko ketahuan juga menjadi sangat kecil sehingga jerat2 setan menjadi semakin kuat daya jeratnya.

Sabda Nabi sungguh mukjizat.Rizqaan merasakan sentuhan mukjizat itu sedemikian kentaranya,setiap kali merenungi sabda Beliau

"Seorang pedagang yg jujur dan dapat dipercaya akan dikumpulkan bersama para Nabi,para Shiddieq dan orang2 yg mati syahid..."(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Al Hakim)


Seorang pedagang bisa bersanding dg para Nabi,orang2 Shiddiq dan para syuhada? Benar.Karena ternyata betapa rumitnya menjadi seorang pedagang yg tulus dan jujur terutama dimasa sekarang ini.

Saat jualannya masih sepi pelanggan,Rizqaan mungkin kurang merasakan godaan itu tapi saat ia sudah memiliki banyak pelanggan jualannya mulai laku banyak persoalan muncul ia dikepung oleh beragam godaan yg selama ini kerap membutakan banyak orang.

Dimulai dari persaingan dagang yg kadang jauh dari sehat,ia pernah hampir terlibat perkelahian karena masuk ke lokasi yg sudah dimasuki beberapa penjaja roti lain dagangannya ditendang hingga beberapa potong roti jatuh berhamburan beruntung ia masih sabar sehingga perkelahian dapat dihindari.Ia sendiri yg akhirnya meminta maaf dg alasan belum tahu padahal ia tahu bahwa para penjaja itu mana peduli dg lokasi nganggur biarpun sekian penjaja roti sudah biasa masuk disitu,siapa yg bisa mencegah pedagang lain berjualan tapi ia memilih mengalah saja.

Dilain kesempatan ia minta memasok roti dikafe dan beberapa warung remang2 tempat dimana banyak wanita nakal dan para pelacur berkeliaran bahkan menjajakan diri terang-terangan.Kesempatan bagus,harga rotinya juga bisa ditawarkan lebih mahal tapi ia menolaknya ia melihat setidaknya adalah syubhat disitu karena rotinya otomatis hanya disantap oleh para wanita malam dan para lelaki hidung belang.


Baginya jujur dalam berdagang bukan hanya menghindari tipu menipu atau sejenis itu saja tapi juga termasuk jujur pada diri sendiri,jujur dihadapan Allah,jujur terhadap ilmu yg dimiliki.Bila jelas haram,harus segera dihindari bila tidak berarti kita tidak jujur terhadap yg kita yakini.

Suatu saat ia pernah diajak rekan jualannya untuk menjajakan roti dikawasan elit sebuah perumahan mewah disitu ia bisa menjualkan rotinya dg harga mahal tapi ia menolak karna pihak pabrik melarang roti dijual diluar harga pasaran selama ini belum ada pengecualian misalnya untuk didaerah elit bisa dijual lebih mahal.Itu amanah yg harus dijaga,orang yg tidak amanah berarti tidak memiliki agamanya.Punya agama tapi tak mampu memiliki seutuhnya memegang amanah namun tak mampu menjaganya kalau ia ingin menjual rotinya dg harga diatas normal mungkin tak seorang pun akan tahu namun justru disitulah letak kejujuran sesungguhnya yg harus dijaga.Amanah itu sering kali dikhianati karena banyak celah bisa digunakan untuk menutup-nutupinya itulah sebabnya sebagian orang bilang 'kalau mau kaya,harus jadi koruptor ulung jangan hanya jadi maling jemuran' mengorupsi uang dalam jumlah besar ternyata resiko dunianya lebih kecil ketimbang nyolong ayam tetangga.Jadi Rizqaan menjaga diri dari cara dagang seperti itu bukan karena resiko dunia tapi lebih kepada amanah kejujurannya dihadapan Allah.


Pelbagai macam godaan saat berjualan seperti tak henti-hentinya menghadang didepan Rizqaan,bentuknya macam2 kadang terkait dg berjualan terkadang tidak sama sekali tapi semuanya itu maujud (ada) diruang lingkar aktivitas kesehariannya sebagai penjual roti keliling kadang begitu aneh dan sulit dinalar contohnya saja kejadian berikut ini.

"Berapa rotinya bang." tanya seorang gadis muda,usia SMU saat Rizqaan masuk kesebuah perumahan elit.
"Rata2 750.Kecuali roti sobek,roti tawar dan roti manis besar." jelas Rizqaan
"Tolong bungkusin 3 yg isi coklat aja." pinta pemudi itu halus.

Rizqaan mengambil roti pesanan gadis itu,bungkusan berisi 3 potong roti itu diserahkan kepada sigadis.Saat bungkusan diambil,ganti gadis itu yg menyodorkan lembaran 5 ribuan sebagai pembayarannya masih ada kembali Rp 2.750,- tapi Rizqaan terkejut saat ia mengambil uang tersebut tangannya ditangkap lalu digenggam erat oleh gadis tersebut!

"Bang,mau cium saya gak? Gak papa,gratis kok!" ungkap gadis itu tiba2.
"Eh,ti..tidak..." Rizqaan tergagap-gagap
"Cium aja.Gapapa kok" gadis itu mendesak dg suara manja.
"Enggak.Enggak dik.Maaf"

"Mas.Cium.Jangan pura2 alim.Kalau gak mau,saya teriak.Saya akan bilang,abang mau memperkosa saya." tiba2 saja gadis muda itu mengucapkan kata2 itu,sambil memandang kearah Rizqaan.Senyumnya mengembang sentosa.


Rizqaan kaget,ia tak pernah menduga kejadian aneh seperti ini.Gadis itu entah kenapa,aneh sekali waras atau tidak pun Rizqaan tak bisa menebak baru kali ini ia melihat gadis muda,remaja seberani itu.Padahal Rizqaan berjualan dg mengenakan pakaian muslim,baju koko dg celana model sirwaal yg gombrong semua orang tahu bahwa ia pasti pemuda yg akrab dg dunia mengaji.

"Mbak,takutlah sama Allah.Saya kesini mau berjualan tolong jangan ganggu saya"
"Cium saya,atau sekarang saya teriak."

Slepp,plakkk! Rizqaan tak bisa menjawab lagi tapi secara spontanitas saja,ia menarik tangannya dg cepat dan keras,lalu secara reflek ia menampar wajah gadis itu.Gadis itu meraung keras,Rizqaan memang tak sempat berpikir lagi karena kejadian itu berlangsung begitu cepat dan ia pun melakukan pembelaan diri secara tiba2 saja.

Rizqaan sudah membayangkan bahwa gadis itu akan berteriak.Akan meneriakinya sebagai pemerkosa seperti ancamannya tadi apabila kini ia meraung kesakitan karena wajahnya ditampar tapi tanpa diduga gadis itu cuma tertunduk,lalu menangis.Rizqaan segera mengambil uang dan kembaliannya dilemparkan ke pangkuan gadis itu.Sebelum segalanya berubah menjadi buruk,ia memilih tancap gas.Dikayuhnya gerobak rotinya dg cepat keluar dari perumahan itu.


Rizqaan tak habis pikir,apa motif gadis itu berbuat demikian.Bila sekadar menuruti nafsu rasanya keterlaluan.Kayaknya gak ada wanita waras yg bertindak segila itu.Tapi yg jelas,sejak saat itu Rizqaan tak pernah lagi berjualan memasuki perumahan tersebut.Ia khawatir akan terulang kejadian serupa atau yg lebih buruk lagi.

Belakangan Rizqaan tahu setelah mendapatkan kabar dari beberapa orang temannya bahwa gadis itu memang wanita panggilan.Dia punya ciri khas menawarkan diri bukan kepada para lelaki hidung belang atau kepada pria2 berkantong tebal tapi justru kepada para pedagang keliling,sopir taksi dan para pekerja yg terkesan lugu.Ada tantangan sendiri katanya,awalnya ia menjebak dg cara seperti itu sebagian penjaja makanan yg memang gila perempuan,mata keranjang biasanya menganggap itu sebuah kebetulan.Jarang2 ada cewek muda dan cantik boleh dicium gratis tapi akibatnya sungguh mengenaskan.Setiap hari penjual keliling itu lewat diwilayah itu saja tanpa memedulikan apakah jualannya akan laku atau tidak.Dan si gadis akan terus menunggu,awalnya mereka sekedar cium-ciuman,pegang2 tangan akhirnya gadis itu menawarkan diri untuk ditiduri tapi kali ini tentu dg imbalan sejumlah uang tertentu.


Banyak pedagang keliling yg bangkrut,sopir taksi yg tidak bisa lagi member setoran berbulan-bulan,akibat ketagihan menggauli gadis2 seperti itu.Beruntung,Rizqaan tak tergoda bahkan ia malah merasa takut dan jijik.Ia bersyukur tak terbujuk oleh rayuan setan betapa didunia bisnis yg begitu sederhana,hanya menjajakan roti keliling jerat2 setan masih saja bertebaran.

Setan memang sudah mengumandangkan tantangannya,semenjak diusir dari langit.

"Demi kekuasaan Engkau,aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hamba2 Mu yg ikhlas diantara mereka..."(SHAD:82-83)

"Sesungguhnya setan mengalir dalam tubuh manusia,tak ubahnya aliran darah"(Diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim)

Berjualan berarti berinteraksi dg orang banyak.Orang2 dg berbagai tipikal,kebiasaan dan keunikan2 nya.Melihat manusia2 zaman sekarang terkadang kita sulit menebak isi otak seseorang sehingga kejahatan sering terjadi dari arah,pada situasi,dalam kondisi dan pada sudut perkiraan yg tidak diduga-duga antara kewarasan dg kegilaan kadang nyaris tak ada garis pemisah.


Beruntung,memasuki tahun ke 2,Halimah hamil hal itu mampu menyuntikan semangat dalam diri Rizqaan untuk semakin waspada.Semakin menjaga diri dari hal2 yg dapat menyebabkan kemurkaan Allah dan mencemari keindahan rumah tangganya.

"Hidup saya seharian dijalan2.Berjualan,bergaul dg orang banyak melihat dan menyaksikan banyak keharaman.Saya khawatir terjebak dalam kecintaan terhadap dunia." ujar Rizqaan kepada saya usai pengajian hari ahad,saat itu menjelang zhuhur hari ahad Rizqaan sering kali libur menjajakan rotinya.

"Yang menentukan soal ada atau tidaknya rasa cinta terhadap dunia,bukan sebentar atau lamanya kamu bekerja dipasar atau di jalan2 tapi sejauh mana hatimu tenggelam dalam kesibukan dunia itu,yg murni hanya untuk dunia." jelas saya.

"Coba amati hadits berikut yg tentu kamu juga pernah mendengarnya, "Orang yg cita2 nya tertuju pada dunia saja,urusannya akan Allah cerai beraikan,kemiskinan senantiasa terbayang dipelupuk matanya,sementara dunia yg mendatanginya hanya sebatas yg telah Allah tetapkan baginya saja.Dan siapa saja yg cita2 nya tertuju akherat pasti Allah beri keteguhan pada kesatuan jiwanya,kekayaan selalu melekat hatinya,sementara dunia justru mendatanginya secara pasrah."(Diriwayatkan oldh Ibnu Majah dinyatakan shahih oleh Al Albani)

Kalau pikiranmu lebih banyak diisi oleh kesibukan dunia-sesekali lagi,yg murni untuk dunia-,maka kamu akan sangat takut miskin.Dan itu bukan berarti kamu akan jadi kaya takdirmu tetap berlaku,sebesar apapun upayamu menghindarinya tapi ketika hatimu hanya diisi oleh akhirat.Dan kalaupun kamu memikirkan hal dunia,selalu saja kamu kaitkan dg kebutuhan akheratmu bukan murni dunia,maka hatimu akan tenang.


Kamu takan terjebak rasa khawatir terhadap kemiskinan.Takdir tetap akan berlaku" agak panjang,saya menjelaskan itu kepada Rizqaan.Ia mengangguk-angguk tanda mengerti.

"Ada orang yg bekerja sejenak saja dalam satu hari,hanya setengah jam misalnya dan dg itu ia bisa memperoleh banyak uang.Kerjanya sedikit,waktu yg dia butuhkan amat sedikit tapi bisa jadi nyaris sehari penuh pikirannya disibukkan oleh hitung-hitungan dagang,menyusun konsep dan perencanaan ke depan,memikirkan hutang piutang dan berbagai hal lain.Sehingga hidupnya sangat sarat dg memikirkan keduniaan.Ia menjadi murni keduniaan,karena tak menumbuhkan semangat akhirat bahkan menyebabkan seseorang malas berdzikir,berdoa,membaca Al Quran,bahkan untuk shalat wajib pun kadang masih keteter itulah ciri orang yg cinta dunia.Ia boleh disebut sebagai hamba dunia.

Tapi ada pula yg seharian bekerja mencari rezeki namun di waktu2 yg tersisa ia masih mampu banyak berdzikir,beribadah,bermunajat kepada Allah bahkan saat berjualan atau bekerja pun ia tak lepas dari mengingat Allah.Lisannya senantiasa basah oleh dzikir.Ia bekerja seharian,mencari uang,mencari dunia namun bukan murni untuk dunia.Ia mencari dunia untuk mengejar akherat,ia ingin membangun sebuah kebun yg luas didunia ini sebagai ladang yg hasilnya akan dipetik diakhirat nanti..."


"Tapi godaan dan rayuan setan sangat banyak diperjalanan..." tukas Rizqaan.

"Semakin baik jalan yg kamu pilih,anak muda,akan semakin banyak rintangan dan godaannya.Semakin hebat kepenatan yg kamu rasakan.Namun hanya orang yg berjiwa kerdil yg memilih hidup tanpa pendakian."

Saya menegaskan hal itu dg nada lebih berat.Saya ingin Rizqaan betul2 meresapi pesan2 tersebut karena saya tahu,ia tengah berjuang keras bukan saja untuk mengumpulkan materi keduniaan tapi juga menata hati,memenej perasaannya.Ia ingin selamat dunia dan akhirat.Perasaan khawatirnya terhadap godaan dunia menunjukan bahwa ia masih selalu mampu mengontrol jiwanya.Saya semakin kagum kepada Rizqaan.Waktu muda pun dahulu,saya tak bisa sebaik dia.

Bersambung.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar