~::* SANDIWARA LANGIT *::~
BAG 22
~ Ungkapan Penyejuk Hati ~
Hari itu ja'far datang kerumah,ia datang seorang diri tidak disertai istri dan anaknya.Ia merasa menyesal karena terlambat mendengar berita duka yg menimpa Halimah sekeluarga,ia datang dg wajah yg begitu pekat kesenduan.
Kebetulan saat itu Halimah sedang berduaan dg putranya,Nabhaan.Kedua orangtuanya sedang pergi keluar mengurus bisnis mereka.Ja'far mengucapkan salam dari dalam terdengar Halimah membalas salamnya.
"Siapa diluar?""Aku Ja'far.""Oh,abang Ja'far.Silahkan masuk aja bang." Halimah bergembira menerima kehadiran abangnya itu.Hanya dg abangnya ini selain dg suaminya ia bisa berbagi cerita secara detil menumpahkan segala uneg2 dan gejolak perasaan dalam jiwanya.Ja'far sangat mengerti dirinya meskipun ia tergolong pria yg lemah berbeda dg saudaranya Asyraf yg justru terlihat lebih garang dan kasar.Namun disisi lain Ja'far adalah sosok pria murlim yg teguh pada pendiriannya,ia tak banyak berbicara bahkan sulit bersilat lidah membela keyakinan dan prinsipnya melalui kata2 namun ia pantang beringsut dari kebenaran yg ia yakini itulah kenapa antara dirinya dg saudara laki2 yg satu ini ada keterkaitan yg erat ada keseragaman prinsip dan gaya hidup,ada kesamaan persepsi dalam memandang hidup dari kehidupan.
Ja'far masuk dan langsung memeluk adik tersayangnya.Halimah kembali menangis,ia mencoba melebur segala duka dan kesedihannya dg berbagi rasa bersama Ja'far kakak kandung yg amat dicintai dan juga amat mencintainya.
"Sabar dik,kehidupan orang beriman yg tak pernah lepas dari musibah dan cobaan.Beruntung,Allah masih berkenan melebur dosa2 kita lewat beragam cobaan yg Allah timpakan kepada kita..." tiba2 saja Ja'far berubah menadi pengkhutbah yg fasih.Biasanya,ia sulit bertutur dg kata2 teratur.
"Insya Allah Bang,doakan saja kami sekeluarga.""Aku amat terpukul mendengar berita perceraianmu dik,bagiku itu lebih menikam jiwa ketimbang harta benda kalian berdua yg luluh lantak dimakan api."
"Aku pun tak jauh berbeda bang,aku amat terpukul dg perceraian itu karena kami bercerai dalam balutan kasih sayang tak setitikpun berkurang bahkan semakin bertambah kala perceraian itu terucap itu justru jauh lebih menyakitkan,dg apabila kami bercerai dg suasana hati yg saling membenci...""Tapi,kecintaan seorang muslim atau muslimah terhadap saudaranya memang tak pernah memberi kerugian apa2 dik." ungkap Ja'far bijak.
"Teman2 akrab pada hari itu sebagainya menjadi musuh bagi sebagian yg lain kecuali orang2 yg bertakwa."(AZ-ZUKHUF:67)
Cintamu terhadap mantan suamimu,bukanlah sekadar cinta seorang wanita terhadap pria tapi cinta seorang muslim terhadap saudaranya seiman itulah cinta yg kekal,itulah cinta yg tulus cinta yg tidak bisa pudar atau binasa.Cinta yg akan hidup slama-lamanya tak lenyap atau memudar merki engkau sudah bercerai dgnya sebagai suami istri karena kalian tetaplah 2 orang beriman yg saling mencintai dan menyayangi sebagai sesama hamba Allah."
"Ucapanmu seperti pujangga aja bang,sejak kapan kamu bisa berbicara fasih dan indah seperti itu?" tanya Halimah.Geli dan haru."Wah,aku cuma mencomotnya dari buku2 yg aku baca,mudah-mudahan saja aku tidak salah ucap."Halimah tertawa ringan.
Ja'far senang melihatnya,adiknya itu sesungguhnya cantik.Jiwa dan batinnya bahkan jauh lebih cantik dari lahiriahnya.Ia memang pantas menjadi istri Rizqaan yg juga tampan,shalih,berilmu,dan bertanggung jawab.'Sungguh perceraian yg tak pantas' gerutunya dalam hati.
"Aku mungkin mudah menepis segala sedih dan duka ini bang tapi bila si Nabhaan ini sudah berceloteh sering kali aku larut dalam kesedihan kembali."
"Kalau engkau tidak bersedih,engkau bukan manusia dik.Engkau lebih layak disebut malaikat,siapapun akan bersedih bila mengalami apa yg telah engkau alami.Islam tak sedikitpun melarang kita besedih yg penting ucapan dan sikap kita terjaga jiwa kita tetap tertata jangan sampai bersikap keliru dan mengundang dosa dan jangan juga terlarut dalam kesedihan.Orang yg beriman adalah orang yg tidak akan terpuruk karena rasa sedih dan ketakutan itulah tanda kedekatan Allah dg kita.Yakinlah,bahwa Allah senantiasa menyayangi hamba Nya yg taat dan setia.'
Ungkapan Ja'far itu bagai siraman air surga yg menyejukan hati Halimah.Memang sungguh berbeda ungkapan yg keluar dari hati yg tulus dan jiwa yg terbangun oleh iman,dg ucapan yg mengalir tanpa ketulusan dari mulut sefasik-fasiknya manusia.Ucapan yg tak ubahnya hasil ekspresi seorang aktor kawakan yg betapapun indah dan memikatnya tetap kering dg makna.
Ungkapan Ja'far itu sederhana bahkan terlalu sederhana.Halimah sudah beratus kali mendengar dan membaca nasihat itu namun saat ini ungkapan yg simpel dan sederhana itu terdengar sangat indah,sangat menggugah perasaannya menyentuh hingga lubuk hati yg memang sudah berhias ketabahan.Menyelimuti jiwanya yg memang sedang bersimpuh dihadapan kasih Allah dg sgala kepasrahan.Betapa indahnya
Bersambung..

Tidak ada komentar :
Posting Komentar