Sabtu, 30 Maret 2013

NOVEL SANDIWARA LANGIT BAG 10


~::* NOVEL SANDIWARA LANGIT *::~

BAG 10

(Membuka Jendela Dunia)

Bila Allah berkehendak,tak satu pun mahluk mampu menahannya.Kaya dan miskin adalah fenomena tak berumts.Kerja keras tak selalu berujung kaya.Kemalasan juga tak selalu berujung miskin tapi Allah menghargai orang yg berusaha,bekerja keras dan memeras keringat demi mencapai apa yg dia inginkan.Pekerja keras amat dihargai dalam islam.Di luar apakah hasil yg dicapai secara materi kadang sesuai dg kepayahan yg diterima dan terkadang terlihat tidak sesuai sama sekali yg dinilai oleh Allah adalah jerih payah,kegigihan dan ketulusan niat sebaliknya seorang pemalas sesungguhnya telah keluar dari fitrah dirinya.Apapun hasil yg dicapainya dg sikap malasnya itu.


"Nama yg paling jujur adalah Harits (si pekerja keras) dan Hammam (si pengejar cita2)"(Diriwayatkan oleh Abu Dawud,Ahmad,At-Tabrani dikeluarkan oleh Bukhari dari hadits Hudzaifah dan yg lainnya)


Rizqaan adalah tipikal pekerja keras namun ia bukan hamba dunia.Ia bekerja keras untuk memperoleh dunia namun ia berniat menundukan dunia itu agar menjadi ladang akhiratnya.Masa 4 tahun tidaklah terlalu lama,anak hasil pernikahannya dg Halimah sudah berusia 2,5 tahun.Ia sudah mampu berlari-lari dan sudah bisa menyeloteh ungkapan2 lucu.Saat itu juga kemapanan ekonomi mereka bertambah.Hasil berjualan selama nyaris 3 tahun membuat mereka mampu mengumpukan dan menyimpan uang yg cukup lumayan.


Separuh uangnya bisa mereka belikan tanah berukuran 200 meter dipinggiran kota sisanya untuk membangun sebuah rumah mungil namun dibelakang rumah itu,dibuat sebuah ruangan besar berdinding gedek saja sangat sederhana tapi itu sebuah pencapaian yg fantastik dari seorang penjaja roti sepertinya.Itu hasil kerja keras mereka berdua tanpa istrinya Halimah,yg mampu menahan diri dari hidup bermewah-mewah dan piawai mengatur uang belanja tentu Rizqaan tak akan mampu mencapai semua itu.Betapa banyak pria berpenghasilan besar namun sebagian besar penghasilannya ludes diruang dapur,salon dan shoping centre maka keberhasilan Rizqaan tak lepas dari peran serta istrinya,Halimah sebagai ibu rumah tangga yg cerdas dalam memenej keuangan rumah tangga.


Ruangan dibelakang rumah itu disiapkan untuk membuat pabrik roti.Yah,beberapa bulan ini rencananya mereka akan mengumpulkan uang agar bisa mandiri bukan saja menjajakan roti keliling tapi membuat pabrik sendiri.


Untuk membuatnya diwilayah perkotbn tentu sangat sulit selain tanag sangat mahal,persaingan dagang juga tinggi kalau harus mengontrak rumah besar nyaris tak mungkin terlalu mahal apalagi bila akan digunakan sebagai pabrik yg berarti harus siap menjadi kotor dan dinding2 nya menggosong kehitaman.Siapa yg mau rumahnya diperlakukan demikian kalaupun ada akan sangat mahal sekali harga sewanya.Itulah kenapa ia memilih lokasi dipinggiran kota bukan didesa yg jauh dari kota karena ia tetap memilih lokasi yg strategis untuk memasarkan roti2 hasil produksinya nanti.


Penjualannya sekarang setiap hari sudah mencapai 1000 potong roti.Per potong roti sekarang memberinya keuntungan 350 rupiah.Harga roti rata2 seribu sehingga untung yg didapat rata2 perharinya 350 ribu kalau dari jumlah itu ia bisa menyimpan per harinya 250 ribu saja maka dalam sebulan ia bisa menyimpan Rp 7.500.000 dalam 4 bulan saja,ia bisa mengumpulkan 30 juta padahal sebenarnya ia bisa menyimpan lebih dari 250 ribu perharinya.


Beberapa bulan terakhir ia sudah banyak belajar cara membuat roti dari pengalamannya melihat roti2 itu diproduksi setiap harinya dari berbagai pengalaman dg teman2 hingga hasil memba2 buku semuanya ia aduk menjadi sebuah wawasan dan keterampilan yg mampu membuatnya mandiri,membuat usaha produksi roti sendiri.Untuk membuat tungku standar (menyerupai oven,dibuat dari bata,pasir dan semen),berikut mesin pengadon roti yg ditukangi sendiri lempengan pembakaran roti belasan buah dan alat2 lain plus modal awal dibutuhkan 30 juta maka mereka menargetkan dalam 4-5 bulan inh,sudah mampu memulai usaha.


Dan Alhamdulillah,5 bulan kemudian obsesi itu terwujud.Rizqaan berhasil membuat usaha roti sendiri.Pabriknya hanya berupa ruangan selebar 10 x 10 meter,berdinding tepas/gedeg.Hanya ada tungku ditengah yg dibuat permanen bentuknya seperti roti tawar panjang dibagian tengah didepannya ada rongga,lubang bergaris tengah setengah meter saja,memanjang hingga hampir ke ujung tungku.Didalamnya di isi dg kayu2 yg dibakar hingga membara.Di situlah adonan roti yg sudah jadi dibakar selama beberapa menit dan diproses menjadi roti.


Di awal usaha,Rizqaan hanya memproduksi 2000 potong roti saja karena ia juga hanya memiliki tak lebih dari 7 gerobak roti salah satunya bahkan masih ia bawa sendiri,menjajakan roti ke para pelanggannya selama ini.Dari 6 gerobak itu diharapkan dapat laku minimal 1000 roti.'Biarlah permintaan lebih banyak dari produksi,'pikirnya.Itu teori dasar ilmu perdagangan ketimbang ia harus menanggung kerugian karena roti tak habis terjual.Alhamdulillah,mulai dari start pertama roti terjual habis keuntungannya memang tak jauh beda dari yg ia capai setiap harinya karena ia masih harus membayar para pekerja dan menyisihkan sebagian untuk modal dihari berikutnya tapi Rizqaan sangat puas karena sekarang ia bisa berdiri sendiri tak lagi bergantung pada orang lain.Selain itu,dg cara mandiri ia berharap akan bisa berkembang jauh lebih pesat.Sekaligus membuka lahan pekerjaan buat banyak orang dan ini sesungguhnya salah satu cita2 Rizqaan yg terpendam semenjak dulu:membantu dan menyantuni sesama muslim.Ia ingin hidupnya tak hanya berguna buat keluarganya tapi juga untuk islam dan kaum muslimin.


"Allah senantiasa menolong hamba Ku,selama sihamba menolong sesamanya..."(Diriwayatkan Muslim,Ahmad,At-Tirmidzi dari hadist Abu Hurairah)


Betapa inginnya ia selama ini membantu orang lain bukan sekadar sedekah,atau dg uang yg akan mudah habis.Seberapa pun besarnya namun dg bentuk lain seperti lahan pekerjaan yg membuat orang mampu mencukupi kebutuhannya sendiri.Ia lebih suka memberikan kail dan mata pancing ketimbang sekadar ikan hasil pancingan.


Baginya itu lebih mendidik,lebih bermanfaat,dan sekaligus jauh lebih mampu memberikan pertolongan secara lebih permanen.Sedekah yg paling utama adalah yg paling berguna yg produktif dan fungsional itulah kenapa sedekah jariah,doa anak shalih untuk orang tuanya dan ilmu yg bermanfaat terhitung sebagai amal ibadah yg tak putus-putus pahalanya meski pelakunya sudah lama meninggal dunia.


Rizqaan dan Halimah merasa senang sekali.Dirumah mungil itu mereka berkumpul bersama sekarang ke 2 orangtua Rizqaan yg sudah sepuh bahkan sering menginap dirumah mereka.Kedua orangtua sepuh itu merasa sangat bahagia atas keberhasilan usaha anak dan menantu mereka.Ia memang sengaja menyuruh Rizqaan mencari kontrakan didaerah kota dulu karena berharap Rizqaan akan lebih mudah mencari usaha dan mengembangkan usahanya.Ternyata perkiraannya itu benar kini putra kesayangan mereka itu bahkan sudah memiliki usaha pabrik roti sendiri sebuah kenyataan yg sama sekali tak pernah mereka bayangkan.Sang Ayah bersama sang Ibu akhirnya meneteskan air mata.Bila dahulu mereka pun menangis karena kedukaan dan kekhawatiran sekarang air mata pun menangis justru karena kebahagiaan yg membuncah mereka tak peduli apa yg akan terjadi esok hari,mereka merasa berkewajiban mensyukuri apa yg sudah mereka dapatkan hari ini.


Sepertinya ini adalah masa membuka jendela dunia.Di saat2 seperti inilah,bisikan hati nurani harus lebih dicermati.Kebeningan jiwa harus lebih dijaga karena orang bisa terjatuh dari posisi yg tinggi semakin tinggi,semakin hebat rasa sakit bila orang harus terjatuh.


Rizqaan amat khawatir,kalau dibukanya jendela dunia itu baginya adalah musibah.Seperti yg terungkap dalam firman Allah yg suci,

"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yg telah diberikan kepada mereka,kami pun membukakan semua pintu2 kesenangan untuk mereka;sehingga apabila mereka gembira dg apa yg telah diberikan kepada mereka,kami siksa mereka dg sekonyong-konyong,maka ketika itu mereka terdiam berputus asa."(AL-AN'AM:44)


Dalam sebuah hadits,Rasulullah mengingatkan,

"Apabila engkau melihat seorang hamba masih mendapatkan karunia dunia dari Allah sesuka hatinya,sementara ia masih gemar melakukan maksiat,sesungguhnya karunia itu tidak lain adalah istidraaj.(Diriwayatkan oleh Ahmad) "Kemudian Rasulullah membaca ayat diatas.


Kini jendela dunia itu mulai terkuak dari sisi yg terkuak ini,Rizqaan dapat melihat dan memandangi pelbagai keindahan.Hal2 yg selama ini hanya dapat diimpikannya,banyak yg sudah menjadi kenyataan.Sisanya,sudah membayang-bayang dipelupuk mata.Tapi Rizqaan tak mau terbuai oleh angan2,lalu jatuh terpuruk sebagai hamba dunia.


"Dan janganlah kamu tunjukan ke 2 matamu kepada apa yg telah kami berikan kepada golongan2 dari mereka,sebagai bunga kehidupan didunia untuk kami coba mereka dengannya.Dan karunia Rabbmu adalah lebih baik dan lebih kekal..."(THAHA:131)


***


Usaha rotinya makin maju,hari demi hari,bulan demi bulan,tahun demi tahun.Genap sudah 6 tahun mereka menikah sudah hampir 2 tahun pula usahanya berjalan.Kemajuannya cukup pesat sekarang Rizqaan tak lagi berjualan keliling.Tapi minimal 7-8 potong roti dapat dijualnya sehari hari.Pada hari2 libur atau hari2 besar bahkan bisa menembus 10 ribu lebih keuntungan bersih setiap harinya diatas 1,5 juta.Dari hasil itu mereka sudah bisa membangun rumah lebih besar lagi bahkan baru sebulan yg lalu mereka bisa membeli sebuah mobil baru,sebuah mobil keluarga tidak mewah tapi baru dan dibeli secara cash dg mobil itu mereka lebih leluasa lagi menghadiri pengajian,belajar dan berkonsentrasi menimba ilmu apalagi waktu mereka sudah semakin banyak yg kosong.Kedua orangtua Rizqaan bahkan sekarang sudah menetap dirumah mereka,berikut seorang adik Rizqaan yg masih duduk dibangku kuliah hanya orangtua Halimah mertua Rizqaan yg hingga saat itu belum pernah mengunjungi mereka.Adapun Rizqaan sendiri dan istrinya Halimah,pernah beberapa kali mengunjungi orangtua sang istri.


Meski sebetulnya kedua orangtua Halimah itu menolak dikunjungi sebelum mereka betul2 sukses dan mapan namun keduanya tak dapat menolak kunjungan mereka.Kebetulan orangtua Halimah sekarang sudah semakin kaya.Bisnis properti yg digelutinya mengalami kemajuan pesat.Rumahnya sudah dibangun begitu besar dan mewah ada kolam renangnya,ada sport centre nya,ada ruang saunanya,ruang tamunya memuat 5 lingkaran sofa,masing2 dg satu meja dan sofa berjejer panjang berbentuk setengah lingkaran.Mereka betul2 sudah bergaya High Class sehingga sang Ayah masih memandang begitu rendah terhadap Rizqaan.Usaha roti dianggapnya tidak berkualitas,kurang menjanjikan dan punya resiko bangkrut yg cukup tinggi.Ayahnya tak yakin Halimah dan Rizqaan akan bisa bertahan lama hidup dan berkembang dg usaha itu.


Kenyataan itu tak membuat Rizqaan dan Halimah pupus harapan bukan harapan mengejar kekayaan tapi untuk mempertahankan rumah tangga mereka.Dalam 'perjudian' ini mereka memang sering dibuat ketar-ketir.Sebelum berumah tangga hal itu tak banyak menyedot perhatian mereka tapi saat cinta antara keduanya tumbuh bersemi,berkembang dan semakin mengakar dalam jiwa seiring dg semakin lama mereka berumah tangga betapa bayang2 perceraian itu menjadi amat menakutkan.Jujur,mereka kini sering dihantui oleh kekhawatiran karena ketidaktahuan mereka akan nasib dan peruntungan dimasa depan.


Tapi mereka tak sudi kebahagiaan mereka terenggut oleh bayangan2 kekhawatiran itu maka mereka pun banyak menenggelamkan diri dalam belajar,menuntut ilmu,beribadah,dan bersedekah sebanyak mungkin dari semua itu,sejuta bahagia menyelinap dalam jiwa mereka.Menimbun segala kekhawatiran yg kadang masih muncul sejenak dalam diri mereka tanpa mereka sadari.


Sebelum berpikir lebih jauh mereka ingin menghadapi segala yg ada dihadapan mereka dg tenang,dg pikiran jerng karena segala kenyamanan dan kebahagiaan yg sudah mereka kecap selama ini,bukanlah jaminan bagi kebahagiaan dimasa mendatang apabila kebahagiaan dan kesejahteraan hidup diakhirat.Kini yg mereka hadapi adalah perjuangan2 yg lebih berat seiring dg bertambahnya kekuatan,kemampuan dan kapasitas diri,bertambah pula tanggung jawab,amanah dan kewajiban yg harus diemban.Rizqaan amat menyadari itu.Beruntung,bahwa Halimah sangat memahami segala yg menjadi beban pikiran Rizqaan.Baginya kepatuhan adalah modal terbesar mencari keridhaan suami.Padahal hanya dg keridhaan itu -tentunya sesudah keridhaan yg maha kuasa-,sebagai istri ia bisa menggapai kebahagiaan surga.


"Wanita manapun yg meninggal dunia sementara suaminya ridha kepadanya,ia pasti masuk surga."(At-Tirmidzi dalam kitab Ar Radhaa,bab Riwayat tentang hak suami terhadap istrinya 'hadits ini hasan gharib).


Bersambung..,

Tidak ada komentar :

Posting Komentar