~::* AIR MATA DAN MUKENA KERINDUAN *::~
Karya;MUHAMMAD TAUFIQ
BAG(1)
Selepas isya,jamaah shalat isya meninggalkan masjid satu persatu sebagian lampu masjid telah padam pintu2 telah terkunci kesunyian mulai merayap angin bertasbih pada dedaunan pohon ketepeng dan diantara gemericik air,bulan bersaput awan tewaram,sayup2 terdengar tilawah Al Quran dari kamar ta'mir masjid suaranya mendayu-dayu terasa syahdu dalam kalbu.
Pada shaf putri seorang ibu terbalut mukena suci yg sedikit kusam jemari tuanya tak henti memilin biji tasbih sementara bibirnya berlumur tasbih dan tahmid memuja Rabb,Allah Azza Wajalla.
Sementara itu seorang remaja putri berada disampingnya dalam sujud panjangnya terdengar gemuruh doa dari kedalaman hati hingga sajadahnya bersimbah airmata seusai salam ia menepis airmatanya dg ujung mukena putihnya.
"Mengapa kamu menangis,putriku?"
Perempuan muda tersebut hanya menunduk dan menggeleng.sang ibu membelai putrinya dg hangat.
"Ummi,apakah Ruqaiyah harus menikah dg Mas Din?"
"Ya,putriku.Insya Allah,Syamsuddin adalah jodohmu meski ia hanya seorang guru di Madrasah aliyah ia memiliki bekal yg cukup untuk menjadi suami yg baik bagimu dan ayah yg santun untuk anak2mu kelak.Syamsuddin putra Pak Abdurrahman Badawi sahabat karib abi ketika dipesantren Al Fadholi Malang.Abi dan Ummi tahu betul kesehariannya kami telah mengenalnya sedari kecil bahkan kalian telah akrab seperti kakak dan adik meskipun sekarang ia masih kuliah di IKAHA Tebuireng sedangkan kamu telah menjadi dosen di STKIP PGRI Jombang tapi Ummi yakin Syamsuddin mampu membimbingmu kejalan yg lurus milik Allah"
"Selama ini,Ruqaiya menganggap Mas Din seperti kakak Ruqaiyah sendiri Ruqaiyah tidak berani mencintainya Ummi."
"Tapi Syamsuddin mencintaimu,putriku ia telah bicara banyak pada Ummi tentang perasaannya selama ini kepadamu karena itulah selama ini ia sangat menjaga jarak dg mu agar keakraban kalian tak melampui batas karena Syamsudin mencintaimu,putriku."
"Tapi Ummi,Ruqaiyah telah mencintai Mas Fahmi meskipun ia telah mencintai wanita lain Ruqaiyah mencintainya secara diamc agar konsentrari mengajar kami tidak terganggu.Ruqaiyah jatuh cinta pada Mas Fahmi,saat bimbingan skripsi dulu kebetulan dosen pembimbing kami sama Ruqaiyah tak pernah pacaran dg Mas Fahmi hanya mencintainya meski Mas Fahmi suka berganti-ganti pacar."
"Astaghfirullah! Putriku,pacaran adalah hal yg nista mendekati zina,haram hukumnya "Dan janganlah kamu mendekati zina,sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yg keji dan suatu jalan buruk" tinggalkan kesesatan putriku,menuju cahaya Nya" ibu tersebut meninggikan suaranya,bergetar seluruh tubuhnya keriput diwajahnya kian tegas sorot matanya menyala-nyala namun rona ayu wajahnya tetap terjaga.
"Ruqaiyah sudah berusaha melupakan Mas Fahmi tapi selalu gagal cinta Ruqaiyah terlalu besar tuk Mas Fahmi,Ummi."
"Berlindunglah pada Allah,putriku tak ada yg patut kita cintai kecuali Allah dan Rasul Nya percayalah Fahmi bukan lelaki baik2.Ummi paham sekali sifat Fahmi yg berandalan itu ia memang tampan,pintar dan kaya tapi Ummi tahu hatinya busuk! Percayalah pada Ummi,putriku."
"Ummi tidak boleh suudzon pada Mas Fahmi!"
"Apakah Ruqaiyah lebih memercayai Fahmi dari pada Ummi?"
"Bukan begitu,Ummi,"Ruqaiyah merajuk manja pada ibunya sementara Nusaiba membelai putri semata wayangnya dg cinta.
"Mungkin sudah saatnya Ummi bercerita kepadamu bagaimana Ummi menjalani kegetiran hidup terperosok ke jurang nista karena pergaulan keliru hari2 yg kelam penuh airmata dan penyesalan hingga Ummi menemukan cahaya cinta sejaji,cinta yg menuntun Ummi ke cahaya kebahagiaan surga. Insya Allah
"Astaghfirullah! Benarkah,Ummi? Mengapa Ummi selama ini menyembunyikannya?
Malam semakin pekat tanpa rembulan tak berbintang hanya angin malam yg semakin liar bertasbih,beradu dg lantunan ayat2 suci dari kamar ta'mir masjid hingga menembus langit.
Ruqaiyah menutup pintu masjid agar angin tak menerpa mereka dalam pelukan Nusaiba dalam balutan mukena penuh cinta Ruqaiyah mendengar Ummi berkisah untuknya.
Bersambung.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar