~:: KERUDUNG MERAH DARI MAKKAH ::~
BAG. 12
Seorang dokter keluar dari ruang operasi itu lalu ia menjelaskan bagaimana keadaan Mila kepada Faris.Faris mengucapkan hamdalah berkali-kali karena Allah telah menyelamatkan Mila dari kecelakaan itu meski helm yg dipakai Mila pecah tapi kepala Mila hanya sedikit lecet,tapi tangan dan kaki Mila terluka parah bahkan lutut Mila sedikit bergeser meski sempat pingsan tapi kini Mila telah siuman.Mila selamat dari kecelakaan dahyat yg nyaris merenggut nyawanya.Faris ingin memaksa melihat langsung keadaan Mila tapi dokter tak mengijinkannya.
Sedangkan Mahardiansyah sendiri merasa bersalah karena tak mengantar adiknya kembali ke Malang.Pagi tadi,Mila sengaja ke Junggo untuk menemui Mahardiansyah.Kesempatan itu digunakan Mahardiansyah untuk menceritakan Faris yg telah mencintai gadis lain. Tapi begitu Mila mendengar Mahardiansyah bercerita tentang gadis berkerudung merah Mila malah tersenyum bahagia karena Mila yakin bahwa gadis yg dimaksud Faris itu adalah dirinya.Mila adalah gadis berkerudung merah yg 3 tahun lalu sering kemasjid Ketawanggede ketika itu ia masih kos belum dipesantren mahasiswa karena mahasiswi yg satu kos dengannya jarang yg mau diajak berjamaah maka Mila memilih untuk berjamaah dimasjid kebetulan jarak kos nya dg masjid juga tidak terlalu jauh.
"Benarkah Mas Faris cerita begitu,Mas?"tanya Mila pada Mahardiansyah pagi tadi di Junggo.
"Iya.Kenapa?" kamu kenal siapa gadis itu?"
"Ah,nggak apa2 tapi mungkin Mila kenal siapa gadis itu"
Mila terbuyar dari lamunannya Saat Chessa coba memeluk Mila.Mila malah menjerit kesakitan,"Mbak Mila cepat sembuh,ya!”
Esoknya Faris kembali kerumah sakit tidak saja menjenguk Mila tapi juga berencana menjenguk Pak Burhan yg kebetulan juga sedang dirawat di RS.Dr.Saiful Anwar.Setelah bertanya pada resepsionis rumah sakit dan beberapa perawat akhirnya Faris menemukan dimana kamar Pak Burhan dirawat.
Dijalan menuju kamar Pak Burhan Faris bersimpangan dg putri Pak Burhan yg sedang asyik membaca buku sambil berjalan.Ia berjalan menuju tempat dimana mobilnya diparkir.Faris tak memerhatikannya karena ia ingin segera menemui Pak Burhan yg sedang berbaring sakit.
Pak Burhan terlihat bahagia sekali melihat kedatangan Faris.Pak Burhan menceritakan keadaan kesehatannya yg mulai membaik lalu Faris mengeluarkan sebuah bungkusan plastik dari dalam tasnya.
"Ini adalah ekstrak pegagan.Insya Allah,pegagan ini dapat mengobati stroke nanti Pak Burhan bisa menanyakan langsung kepada dokter tentang khasiat pegagan ini.Tadi pagi saya ke Balai Pengobatan Materia Medica Batu,saya mendapat sebungkus ekstrak pegagan ini untuk Bapak.Kebetulan dulu saya pernah praktik kerja lapang dibalai yg masih dibawah naungan dinas kesehatan itu,Pak. Jadi dg mudah saya bisa memperoleh ekstrak pegagan ini.Mereka membudidayakan pegagan ini sendiri secara organik. Jadi,Insya Allah kandungan zat didalamnya masih terjaga.Insya Allah bisa membantu memulihkan kesehatan,Bapak"
"Terima kasih,Ris.Insya Allah nanti Bapak akan meminumnya dg petujuk dokter tapi Ris,ada yg ingin Bapak bicarakan denganmu?"
"Tentang apa,Pak?"
"Apa kamu tak ingin segera menikah?"
Faris tersenyum "Tentu,Pak.Usia saya sekarang juga sudah 27 tahun tapi,Pak.Ada hal yg lebih penting bagi saya saat ini daripada menikah"
"Apa itu,Ris?" tanya Pak Burhan penasaran
Kemudian Faris menjelaskan dg penuh semangat tentang rencananya untuk segera berhaji dg Ibunya tahun depan dan bagaimana usahanya untuk mewujudkannya Azzam nya itu.Pak Burhan berkali-kali berdecak kagum atas kegigihan Faris mewujudkan keinginannya untuk berhaji selagi masih muda.
"Aku ingin sekali putriku menikah dengan mu,Ris.Apa kamu bersedia?"
Faris tersentak luar biasa mendengar permintaan Pak Burhan perkataan Pak Burhan sama sekali tak diduganya.Langsung dan menohok tepat dijantung hatinya.
Faris tertunduk belum selesai kasus Mila kini ia harus menghadapi permintaan langsung Pak Burhan yg ingin menikahkan putrinya dengannya tapi Azzam yg kuat pada dirinya untuk segera berhaji dan menunda pernikahan membuat Faris kukuh pada pendiriannya.Faris pun menolak permintaan Pak Burhan dg halus,dan menjelaskan bahwa ia tlah mencintai seorang gadis.
Gadis yg bisa membuat hatinya bergetar hebat sejak pertemuan dimasjid Ketawanggede 3tahun silam.Akankah Faris bertemu kembali dg gadis berkerudung merah itu? Dan siapakah sebenarnya gadis berkerudung merah itu?
* * *
Bersambung.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar