- SKETSA CINTA DI UJUNG SUJUD
Sesampai dirumah kubaringkan tubuhku ditempat tidur,kupikirkan ucapan Mas Zacky ♈ªϞƍ menolak menikahi Sakura kembali,Kέ♌āPå harus menjadi penyebab mereka tidak rujuk? Meskipun kusadari aku memang masih belum bisa membuang perasaanku karena Ia memang pria pertama ♈ªϞƍ menerobos kukuhnya dinding hatiku.
أَسْتَغفِرُاللهَ الْعَظيِمْ
Aku segera menepis angan-angan burukku,tidak lama kemudian kudengar adzan dzuhur bergema.Adzan ♈ªϞƍ bergema mengingatkanku akan panggilan hari kiamat kala manusia bak setitik debu.
Ya rahman,apa pun keputusan Mu adalah ♈ªϞƍ terbaik untukku.Engkau lebih tahu dari makhluk ♈ªϞƍ Engkau ciptakan," begitulah sepenggal doaku siang itu.
Seperti biasa ♈ªϞƍ kulakukan seusai melaksanakan shalat kubaca Al-quran demi mendekatkan diri dg sang Pencipta.Surat Al-kahfi kualunkan dg pelan dan kuresapi maknanya.Hingga akhirnya kubaca sebuah ayat ♈ªϞƍ berbunyi: Katakanlah,kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku,sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku meskipun kami datangkan sebanyak itu (pula). (Qs.Al-Kahfi:109)
Selang beberapa menit usai kututup kitab suciku,Kei memasuki kamar dan mengajakku ke ruang tamu.
"Tidak Kei,aku masih ingin dikamar," tolakku.
"Ayah ♈ªϞƍ menyuruhmu," Desak Kei.
Mendengar penjelasan Kei,Aku pun melepas mukena dan pakaian ♈ªϞƍ baru kugunakan untuk menghadap Sang Kekasih tertinggi.Kupakai jilbab putih ♈ªϞƍ biasa kugunakan dg baju coklat ♈ªϞƍ amat sederhana.Kemudian aku berjalan disamping Kei menuju ruang tamu.
Diruang tamu tersebut kulihat Ayah,Sakura,dan Kak Rafli telah menantikanku dg ditemani teh panas.Aku pun duduk bersebelahan dg Kei menghadap ke arah Ayah ♈ªϞƍ ada diseberang meja.
"Kalian semua adalah putra putri Ayah,meskipun Bunda telah pergi kalian tetap kebanggaan Bagi Ayah namun demikian Ayah tidak akan memaksa langkah ke depan ♈ªϞƍ akan kalian tempuh.Terutama Sakura dan Rafli jika memang setelah ini kalian ingin pindah ke Jerman maka Ayah tidak akan melarang Ayah akan tetap menyayangi kalian.Doa Ayah tetap mengalir untuk kalian," Ayah membuka pembicaraan.
"Aku tidak akan pindah ke Jerman,Yah.Izinkan Rafli tetap tinggal bersama Ayah,Rafli hanya ingin menjaga Ayah.Rafli ingin membalas semua kebaikan Ayah.Rafli Ş̲̣̥ayǍ̜̣̍♌Ǧ dengan Ayah," kata Kak Rafli tulus,matanya berkaca-kaca.
"Terima kasih putraku," jawab Ayah dg senang sambil menepuk pundak Kak Rafli,Aku begitu terharu mendengar ucapan Kak Rafli.
"Yah,Sakura ingin meraih cita-cita Sakura.Sebenarnya,Sakura amat sayang pada Ayah tapi Sakura ingin kuliah ƪά̲̣ƍϊ di Mesir.Sakura ingin mencari pengalaman baru dan menimba ilmu disana.Maafkan Sakura jika harus meninggalkan Ayah," ucap Sakura sambil memandang Ayah.
"Tentu,Nak,Ayah akan mendoakanmu," tanggap Ayah.
"Namun sebelum itu Sakura meminta Agar Ayah merestui Kak Iffa dan Mas Zacky," kata Sakura.Aku hampir tak percaya dg apa ♈ªϞƍ baru ªåĴĴäª diucapkannya.
"Sakura,bicara apa kamu ini,Dek?" Tanyaku bingung,Ayah pun memandangku dg melempar senyum.
"Kak Iffa memang orang ♈ªϞƍ paling pantas mendampingi Mas Zacky.Kak Iffa adalah cinta sejatinya.Kak,terima kasih banyak Kak Iffa telah mengorbankan cinta Kakak demi aku,demi menyelamatkanku.Sekarang kumohon,Kak terimalah kembali Mas Zacky," ucap Sakura tulus.
Ingin rasanya aku menjawab,"Ya,aku berkenan mendampingi ikhwan seshalih dan setabah Mas Zacky." Namun aku takut hati adikku kan sakit.Sesakit saat aku harus mengorbankan cintaku pada Mas Zacky demi dirinya.
Belum sempat aku menjawab permintaan Sakura tiba-tiba kedua orang tua Mas Zacky datang seperti ♈ªϞƍ telah dibicarakan sebelumnya ternyata kedatangan mereka untuk melamarku.Hatiku pun penuh dilema,aku tak mengerti apa ♈ªϞƍ harus kuucapkan saat itu.Meski hatiku berbunga-bunga karena bahagia namun aku Ĵμƍα memikirkan perasaan adikku.
"Kak,terimalah Mas Zacky,Ia memang hanya pantas bersanding dg wanita sebaik Kak Iffa.Aku akan merasa sangat bersalah jika Kak Iffa tak ♏äƱ menikah dg Mas Zacky.Aku ♈ªϞƍ telah merusak jalinan kasih antara kalian.Kak,menikahlah dg Mas Zacky dan tetap tinggallah di Ngawi bersama adik-adik panti,bersama Ayah dan bersama Kak Rafli," ucap Sakura setengah mendesak.
"Kamu tahu nggak,Fa umurmu Ʊϑaђ hampir 24 tahun.Entar kalu jadi perawan tua,Gimana?" Kebiasaan bercanda Kak Rafli mulai muncul.
"Sudahlah,Kalian tidak usah memaksa Nak Hanifa,biarkan Ia memutuskan sendiri.Nak Hanifa sudah cukup dewasa dalam menyingkapi masalah," sahut Abi Yoso.
Aku pun memandang Ayah,kulihat sepertinya Ayah berharap aku menerima.Aku masih ªåĴĴäª diam namun hanya dg melihat seutas senyumku seolah semua tahu ♈ªϞƍ kurasakan bahwa aku menerima lamaran tersebut.
اَلْحَمْدُلِلّهِ
Ucap syukur Ayah hampir serentak dg kedua orang tua Mas Zacky.
"Selamat ya,Kak," Sakura mengucapkan selamat.Kei sahabatku pun memelukku.
"Nggak akan ada perawan tua,to..." Ejek Kak Rafli.
"Jika memang demikian,kita tidak usah mengulur waktu lebih baik 2/3 hari ƪά̲̣ƍϊ akad nikah dilaksanakan.Mumpung kami semua belum kembali ke Kuala lumpur," saran Ummi dg semangat.
"Ide ♈ªϞƍ sangat cemerlang,aku akan menemani Kak Iffa mencari gaun terindah," sahut Sakura.
"Benar lebih cepat lebih baik," tambah Ayahku.
**
Esok adalah acara pernikahanku dg Mas Zacky.Mataku sulit terpejam,pikiranku bercampur aduk antara senang,bimbang dan takut.Aku takut jika aku tak bisa membahagiakannya namun aku tak munafik jika hatiku memang mengaguminya.Aku kagum akan kedewasaannya,aku kagum dg ketabahannya dalam menghadapi cobaan.Pria itu sungguh terlalu jempolan untukku bukan hanya fisiknya ♈ªϞƍ tampan namun akhlaknya pun aku suka,bukan hanya tubuhnya ♈ªϞƍ tinggi tegap dg dada bidang namun kekukuhannya dalam menghadapi cobaan Ĵμƍα kucinta,aku mencintainya tulus karena Sang Khaliq,aku pun siap jika memang Sang Khaliq hendak memisahkanku dg nya karena cinta sejatiku hanya untuk Sang Khaliq.
"Ya... اَللّهُ jika memang Mas Zacky telah Engkau tulis sebagai jodohku maka berikanlah aku kekuatan untuk membahagiakannya.Ia sangat sempurna untuk ukuran seorang gadis sepertiku namun kumohon pada Mu,ya... Tuhanku,berikan hambamu ini kekuatan untuk membahagiakan pria shalih itu," demikianlah sepenggal doaku malam ini.
Malam itu pula Ayah memberiku nasihat terindah ♈ªϞƍ belum pernah diberikan Ayah sebelumnya.
"Mulai esok pagi,engkau bukan ƪά̲̣ƍϊ milik Ayah.Ayah akan melepaskanmu dan kau kan menemukan teman baru ♈ªϞƍ kan menjadi imammu.Jauhilah rasa cemburu karena cemburu adalah sebab utama talak.Sering-seringlah meminta maaf padanya niscaya cintanya akan terus bersemi untukmu,seberapa tinggi engkau mengagungkan suamimu maka tinggi itu pula ia akan memuliakan dirimu,wahai putriku.Utamakan segala sesuatu ♈ªϞƍ ia sukai dan kalahkan apa ♈ªϞƍ kau sukai.Jangan berkata-kata dan jangan membalas ucapan suamimu ketika Ia sedang marah cukuplah kau diam dan dengarkan apa ♈ªϞƍ dikatakannya.Jangan pernah engkau mengeluh karena itu dapat mematikan cintanya cukuplah kau rasakan lezatnya Qana'ah dg nya.Jika kau melakukan apa nasihat Ayah,insya اَللّهُ cintamu kan abadi hingga akhir nanti."
Bulu kudukku merinding mendengar nasihat Ayah namun hati kecilku berbunga-bunga.Bahagiaku kala itu seakan-akan ada seberkas sinar terang menerangi gelapnya relung hatiku.Aku tak pernah tahu bagaimana jalan hidupku selanjutnya,nasihat Ayah itu adalah bekalku menatap masa depan.
***
Ngawi,26 September 2008
Kicauan burung menyambut indahnya pagi ini,suara kaset dg lagu "Duhai senangnya pengantin baru,duduk bersanding...," menyambut kebahagianku hari itu.Sungguh aku sedang tidak bermimpi.Pria ♈ªϞƍ duduk disampingku dan baru ªåĴĴäª mengucapkan ijab kabul adalah Mas Zacky seorang pria ♈ªϞƍ selama ini kukagumi akan kebaikannya.
Hatiku berdesir kencang tatkala aku duduk dipelaminan bersama pria ♈ªϞƍ kucinta,aku tak bisa melukiskan betapa bahagia diriku saat ini.Bersyukur,bersyukur dan bersyukur itulah ♈ªϞƍ harus kulakukan hingga nyawa lepas dari raga karena kini aku mendapatkan cinta dari sujud malamku.
Mas Zacky ♈ªϞƍ duduk tepat sampingku sedang menatapku dg tajam,memenuhi tubuhku dg tusukan panah asmara yg menggelora,jantungku seolah menyentakkan darah hangat ketika kurasakan sentuhan halus ditelapak tanganku seolah tak ingin melepaskannya.Jantungku berdebar-debar menahan genggaman hangatnya ditengah suasana menegangkan diatas kursi pelaminan.Suasana semacam ini tak pernah kualami sebelumnya.
Wajah Mas Zacky ♈ªϞƍ berisi dan liputi kebahagian mengingatkan kepada seorang ♈ªϞƍ amat kusayang yaitu Mas Bintang.Semoga saat ini Bunda Fatimah,Bunda Laras dan Mas Bintang menyaksikan kebahagianku.Semoga semua ini membawa berkah.Aamiin....
Hari ini pertama kalinya kurasakan kebahagiaan ♈ªϞƍ sungguh luar biasa,indahnya hari ini laksana permadani surga.Pernikahanku memang tak diadakan dg acara ♈ªϞƍ mewah,akan tetapi bagiku ini sudah lebih dari cukup.Tak ada ♈ªϞƍ kupinta kecuali agar aku dapat mengabdikan diriku untuk suamiku.Kebahagianan suamiku adalah surga bagiku,kepedihannya adalah neraka bagiku.
***
Usai acara akad pernikahan,hari itu Ĵμƍα Mas Zacky memboyongku kerumahnya ♈ªϞƍ ada disamping panti asuhan.Di hari itu pula tiba tiga surat dari pondok pesantren dan 2 Universitas ♈ªϞƍ berisi permintaan agar Mas Zacky mengajar kembali.
"Di tempat inilah,permaisuriku,kita kan membuka lembaran baru,Kita akan habiskan sisa usia bersama anak-anak kita dan kita Ĵμƍα kan curahkan kasih sayang untuk anak-anak panti asuhan," ucapnya sambil membelaiku.
Kusandarkan kepalaku didadanya ♈ªϞƍ bidang,Ia pun menggenggam jemari tanganku ♈ªϞƍ teramat dingin.
"♧ȋγa,suamiku.Dimana pun suamiku tinggal aku akan setia mendampingimu,aku adalah hakmu.Kan kuabdikan diriku untukmu,duhai suamiku.Bawalah aku kemana pun engkau pergi," jawabku tulus dan sok romantis.
"Aku akan tetap tinggal disini agar permaisuriku bisa tetap dekat dg Ayahanda,aku tidak akan ƪά̲̣ƍϊ menerima tawaran mengajar diSolo ataupun Boyolali.Kita kan membesarkan anak kita disini dekat eyang kakungnya dg Paman dan Bibinya.Kita Ĵμƍα kan bersama-sama mengasuh anak-anak panti.Ingatlah Permaisuriku,aku bukan ƪά̲̣ƍϊ seorang dosen dg gaji ♈ªϞƍ tinggi namun aku adalah seorang guru Aliyah dg gaji pas-pasan karena mulai besok aku akan mengajar di Pesantren.Semoga ini dalah keputusan terbaik bagi kita...," ucap suamiku.
"Suamiku,aku akan menikmati manisnya kesederhanaan bersamamu," tanggapku.
Wahai permaisuriku,
Engkau wanita terindah ♈ªϞƍ kutemui
Engkau pengobat lukaku
Kau hias hatiku dg senyum indahmu
Engkau memang mutiara hatiku
Duhai putri Paman Syadzily,
Kehadiranmu disisiku adalah penghilang segala duka dan lara
Wangi tubuhmu membuatku tak berdaya
Engkau memang pantas untuk kucinta
Tiada pernah kurasakan cinta ♈ªϞƍ menggelora kecuali dg mu,permaisuriku...
Puisi cinta ♈ªϞƍ keluar dg spontan dari bibir suamiku membuatku terdiam dipeluknya,saking senangnya hati ini aku tak dapat mengeluarkan kata-kata mulutku terkunci.Kutatap wajah tampan suamiku tanpa kedipan mata.سُبْحَانَ اللّه tiada pernah kutemui deorang pria ♈ªϞƍ berwajah tampan sepertinya,wajahnya teduh seolah memancarkan seberkas cahaya keimanan.
"Syukran ya... Rahman,telah Engkau jadikan Ia bagian dari hidupku,telah Engkau jadikan aku bagian dari hidupnya namun Engakau tetap kekasih terbaikku.
Ya.... Tuhanku,jangan lalaikan aku karena kehadirannya namun jadikan kehadirannya sebagai sarana ibadahku,jangan jadikan kehadirannya sebagai penghalang antara aku dg Mu namun jadikan kehadirannya sebagai imamku untuk lebih dekat dengan Mu.
Ya... اَللّهُ sang pemilik nyawaku,tiada ♈ªϞƍ lebih baik selain rencana Mu.
Allahu akhbar."
TAMAT
Minggu, 19 Mei 2013
SUJUD HATI DI UJUNG SUBUH BAG 9 (TAMAT)
SUJUD HATI DI UJUNG SUBUH BAG 8
- KARYA INDAH EL HAFIDZ
UJUNG DERITA SEORANG IKHWAN YG S̤̈Ά̲BΆ̲Я̲Я̲
Solo,15 Agustus 2008
Allahu akbar.سُبْحَانَ اللّه ,hari ini aku telah resmi menjadi sarjana pendidikan agama Islam.Ayah,Bunda,Kak Rafli,Sakura dan Mas Zacky menghadiri acara wisudaku di Solo,Jawa Tengah.Ayahku orang ♈ªϞƍ paling tidak kuasa menahan air mata,melihat air mata bangga menitik diwajah beliau kurangkul Ayahku.Aku sungguh bahagia tiada dapat kugambarkan betapa bahagia aku saat itu hal ini membuatku tak kuasa menahan air mata haru tiada henti-hentinya kuucapkan syukur ke hadirat ♈ªϞƍ Maha Esa sang pemilik Alam
.
Di hari itu pula aku bersama Kei mengepak barang-barang.Aku akan menapak lembaran baru di Ngawi kan kutinggalkan semua kenangan indah di UMS.Biarlah masa lalu menjadi sepotong episode ♈ªϞƍ tak kan pernah terlupakan akan kufokuskan hidupku untuk mengajar disebuah madrasah ibtidaiyah dan mengurus adik-adik panti asuhan. Amanah Bunda untuk mengelola kafe tetap kujalani,aku Ĵμƍα tak boleh seenaknya mengurus kafe sebab tidak kurang dari sepuluh karyawan menggantungkan nasibnya dikafe tersebut.
***
Ngawi,13 September 2008
Sekarang aktivitasku setiap pagi mengajar di madrasah ibtidaiyah,pulang dari mengajar aku kan langsung melangkah kaki menuju panti asuhan.Disana aku mengajar anak-anak panti asuhan bersama para Ustadz dan Ustadzah.Aku malah lebih sering bermalam di panti asuhan bersama anak-anak panti agar dapat mencurahkan kasih sayang kepada mereka.
Tepat hari ini Kak Rafli dan Kei melangsungkan ijab Qabul.Kadang aku tertawa jika melihat Kak Rafli dan Kei,mereka berdua sama-sama korban cinta bertepuk sebelah tangan sebab aku baru tahu jika ternyata selama ini Kak Rafli menyukai Maryam sementara Kei memang menyukai Razif sejak dulu.Meski demikian aku melihat bahwa mereka mampu menghadapi semua itu.Apa ♈ªϞƍ dialami mereka bukan sesuatu ♈ªϞƍ kebetulan melainkan sesuatu ♈ªϞƍ sudah tertulis.Dihari bahagia ini tiada pesta meriah untuk merayakan pernikahan Kak Rafli dan Kei melainkan hanya syukuran kecil-kecilan dg mengundang tetangga dekat.
Ayah memberi banyak nasihat pada Kak Rafli dan Kei agar hubungan mereka langgeng.Aku tahu mereka menikah bukan atas dasar cinta melainkan karena keinginan Bunda Laras.Entah mengapa akhir-akhir ini Bunda Laras mendesak Kak Rafli agar segera menikah.Bunda memberi pilihan pada Kak Rafli menikah dg Kei atau dg seorang gadis berjilbab ♈ªϞƍ Ĵμƍα tinggal didesaku dan pilihan Kak Rafli jatuh pada Kei sahabatku meski dijodohkan aku percaya kebahagiaan akan selalu menyertai mereka.
***
Ngawi,16 September 2008
Baru 3 hari berlalu setelah pernikahan Kak Rafli dan Kei kesedihan kembali menimpa keluargaku.Saat kami sekeluarga sedang berkumpul diruang tengah,Mbol Tariyem berteriak histeris dari dapur.Dengan langkah cekatan kami menuju dapur.
Dengan mata kepalaku sendiri kulihat Bunda Laras terkapar tak berdaya dilantai dapur.Badan Bunda Laras kaku dan bibirnya mengeluarkan busa ♈ªϞƍ berbau racun.Aku gemetar,aku tak kuat melihat Bunda Laras ♈ªϞƍ saat itu sudah sangat lemah.
"Cepat bawa Bunda ke rumah sakit!" Kata Kei dg panik.
Ayah dan Kak Rafli ♈ªϞƍ tadi paling cepat melihat bagaimana keadaan Bunda segera berusaha menolong Bunda.Mereka berdua berusaha memindahkan Bunda dari dapur untuk dibawa kerumah sakit tapi sudah tidak ada harapan karena tidak lama kemudian Bunda terlihat sudah tidak bergerak.
"Bunda... Bunda jangan pergi," teriak Sakura sejadi-jadinya.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un,Bunda pergi sebelum sempat kami bawa kerumah sakit.
"Jika ªåĴĴäª aku datang lebih cepat pasti Bunda dapat terselamatkan,sungguh bodoh diriku ini," ucap Kak Rafli dg penuh sesal.
"Kak,jangan seperti itu.Hidup mati seorang telah ditulis Yang Esa kita harus S̤̈ά̲Bά̲я̲я̲,Kak.Keimanan seseorang bukan hanya perlu diucapkan tapi harus dibuktikan dg cara bersabar dalam menghadapi segala cobaan," nasihatku pada Kak Rafli.
Aku berusaha kuat menerima kenyataan ini meski aku Ĵμƍα terpukul dg kepergian Bunda ♈ªϞƍ mendadak.
Kubersihkan busa ♈ªϞƍ keluar dari bibir Bunda,Ayah telah mengangkat jasad Bunda dan membaringkannya diruang tengah lalu kami semua berkumpul mengelilingi jasad Bunda.
"Bunda...!!!" Sakura kembali berteriak-teriak meratapi Bunda ♈ªϞƍ sudah tak bernyawa.Mas Zacky ♈ªϞƍ disebelahnya berusaha menenangkan Sakura dg mengusap-usap punggungnya.
Kulihat Kak Rafli tersungkur dalam kesedihan,ia terus ªåĴĴäª memeluk jasad Bunda sementara Ayah tampak jauh lebih tegar dari kami semua.Aku pun berusaha meneladani sikap Ayah ♈ªϞƍ begitu S̤̈ά̲Bά̲я̲я̲.
"O̲̣̣̥o̲̣̥o̲̣̥°˚˚˚°H̲̣̣̣̥н̲̣̣̣̥н̲̣̣̣̥,,,..,Bunda Laras,engkau adalah seorang ♈ªϞƍ mampu menghilangkan kerinduanku pada Bunda Fatimah.Kau temani malam-malam panjangku,engkau inspirasiku namun kini engkau Ĵμƍα harus menyusul Bunda Fatimah.Sungguh aku tak akan pernah melupakan semua kasih sayang tulus darimu,Bunda.Beristirahatlah dg tenang doaku selalu mengalir untukmu," ucapku disamping jasad Bunda.
"Sudahlah,Fa kita harus kuat menghadapi semua ini jangan tangisi kepergian Bunda.Kerinduan Bunda bertemu dg Sang Khaliq jauh lebih besar dari kerinduan Bunda Bersama kita," nasihat Kai.
Tak lama kemudian para tetangga datang untuk takziah.aku,Sakura,Kak Rafli dan saudara dekat Bunda memandikan jasad Bunda.Hatiku terasa sangat perih melihat keadaan Bunda Laras.
"Kέ♌āPå Bunda harus pergi dg jalan seperti ini?" Ucap Sakura ♈ªϞƍ dilanda kesedihan amat dalam.
Aku tak kuat melihat adikku ♈ªϞƍ matanya bengkak karena isak tangis,aku tak tahu apa ♈ªϞƍ harus kuucapkan kala itu hanya kalimat singkat ♈ªϞƍ mampu keluar dari bibirku," S̤̈ά̲Bά̲я̲я̲,Dik,اَللّهُ sedang menguji kesabaran kita."
Tiada ♈ªϞƍ lebih indah selain bersabar menghadapi segala cobaan," tambah Mas Zacky.
Biarlah kusimpan kenangan manis bersama Bunda.Aku harus S̤̈ά̲Bά̲я̲я̲ menghadapi cobaan dari Ilahi,aku percaya dg firmannya,Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan;Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan (QS Alam Nasyrah:5-6)
***
Tak tahu siapa ♈ªϞƍ melaporkan semua ini ke kantor polisi,tatkala Bunda telah dimakamkan 5 orang polisi datang kerumah kami mereka menggeledah isi rumah kami dan menemukan racun ♈ªϞƍ diminum Bunda Laras disebuah jaket kulit.
أَسْتَغفِرُاللهَ الْعَظيِمْ
Ternyata jaket tersebut milik Mas Zacky.Aku sangat kaget bercampur tak percaya dg penemuan racun didalam jaket Mas Zacky.Tak mungkin orang sebaik ia bisa membunuh Bunda Laras.Sakura ♈ªϞƍ saat itu sedang dalam kesedihan begitu emosi kala tahu jaket tersebut milik Mas Zacky.
"Kamu pria berhati binatang,bisa-bisanya kamu bunuh Bundaku.Aku berjanji demi Bundaku,aku takan pernah memaafkanmu!" Ucap Sakura dg emosi.
Tanpa komando,Kak Rafli langsung memukul Mas Zacky ♈ªϞƍ saat itu telah diborgol polisi.Aku ♈ªϞƍ tak mengingingkan keributan terjadi menutup kedua daun telingaku dan berteriak,"Hentikan,Kak Rafli."
Sungguh seujung rambut pun aku tak percaya jika Mas Zacky adalah orang ♈ªϞƍ telah membunuh Bunda namun aku masih belum bisa berbuat apa-apa.Aku hanya bisa melihat kelima polisi tersebut menyeret Mas Zacky dg kejam,melihat perlakuan kasar polisi pada Mas Zacky tersebut membuatku seakan-akan ikut merasakan sakitnya.Aku langsung berlari kedalam kamar.Kuhapus air mataku,kuambil Al-Quran dan kubaca dg seksama,dg demikian jiwaku menjadi jauh lebih tenang.
***
Ngawi,18 September 2008
2 hari telah berlalu sejak kepergian Bunda kini semua telah berbeda tiada seindah dulu.Kesedihan ♈ªϞƍ menyelimuti keluargaku masih begitu kental.
Pagi ini tidak seperti biasanya jika dulu Bunda selalu menyediakan makanan setiap pagi kali ini meja makan kosong tanpa makanan,§ª♏ª seperti hatiku ♈ªϞƍ terasa kosong tanpa Bunda Laras.Kupandang Ayah saat itu sedang termenung diruang tamu dg ditemani secangkir kopi.
Aku tidak ingin mengganggu Ayah ♈ªϞƍ mungkin sedang mengingat masa indahnya dg Bunda Laras,aku pun berlalu menuju dapur ♈ªϞƍ masih berantakan.Kulihat Mbok Tariyem dan Kei sedang memasak.
"Maaf,Neng agak kesiangan," Mbok Tariyem minta maaf.
"Tak apa-apa Mbok.Oh ya,Kei dimana Sakura dan Kak Rafli,aku tak melihat mereka," tanyaku sambil membantu mengelap piring.
"Sakura masih dikamarnya,sejak kemarin Ia belum makan sesuap nasi pun,Ia tak ♏äƱ keluar dari kamar.Ketika aku menemuinya ia masih ªåĴĴäª terisak lebih baik kamu temui Ia," saran Kei.
"Jadi,Sakura belum keluar dari kamarnya? Mungkin beban ini terlalu berat untuknya apalagi ia begitu manja pada Bunda.Baiklah aku akan menemuinya.Lalu dimana Kak Rafli?" Tanyaku kembali.
"Tadi Ia pamit hendak mencari pengacara agar Zacky dapat dihukum seberat-beratnya," jelas Kei.
أَسْتَغفِرُاللهَ الْعَظيِمْ
Mendengar penjelasan Kei aku beristighfar dalam hati padahal belum tentu Mas Zacky ♈ªϞƍ bersalah.Jaket itu bukan bukti ♈ªϞƍ kuat.Bisa ªåĴĴäª seseorang memasukkan racun ♈ªϞƍ digunakan untuk membunuh Bunda kedalam saku jaket Mas Zacky.Sungguh tiada ♈ªϞƍ lebih tahu selain اَللّهُ.
Aku pun beranjak dari dapur dan menuju kamar Sakura,kulihat adikku masih ªåĴĴäª menangis hingga matanya bengkak.
"Dek,S̤̈ά̲Bά̲я̲я̲.... Sesungguhnya dibalik kesulitan itu ada kemudahan.Dibalik semua ini pasti ada hikmah ♈ªϞƍ dapat kita ambil jangan berlarut-larut dalam kesedihan itu tidak baik.Ayolah bangkit,Dek," ucapku.
"Kak,cobaan ini teramat sulit untukku,aku telah kehilangan orang ♈ªϞƍ paling dekat dg ku,aku kehilangan Bunda.Dan semua itu gara-gara Mas Zacky,demi nama Bunda aku berjanji akan membuat pria jahat tersebut menderita didalam penjara.Hari ini Ĵμƍα aku akan menuntut cerai darinya.Aku tak sudi hidup bersamanya," ucap Sakura sambil sesenggukan.
أَسْتَغفِرُاللهَ الْعَظيِمْ
Kau jangan seperti itu adikku.Sesungguhnya perceraian itu tidak disukai اَللّهُ,ingatlah penggalan hadits ♈ªϞƍ diriwayatkan dari Umar nabi Muhammad bersabda,Perkara ♈ªϞƍ paling dibenci اَللّهُ azza wa jalla ialah talak (HR ABU DAWUD,IBNU HIBBAN dan AL HAKIM ♈ªϞƍ menyatakan hadits itu shahih).
ƪά̲̣ƍϊ pula Mas Zacky belum tentu bersalah,bisa ªåĴĴäª orang ♈ªϞƍ telah membunuh Bunda menaruh racunnya dijaket Mas Zacky," kataku ♈ªϞƍ khawatir Sakura benar-benar akan menuntut cerai.
"Itu tidak masuk akal,Kak.Aku sudah benar-benar membencinya hati ini tak mampu memaafkannya ƪά̲̣ƍϊ.Jika benci dan cinta berkumpul menjadi satu didalam hati maka cinta akan sirna,Kak dan cintaku padanya memang telah sina karena kebencianku padanya jauh lebih menggebu-gebu."
"Tidak adikku,kamu tetap tidak boleh bercerai dg nya.Percayalah padaku Ia pria ♈ªϞƍ sangat baik,ia berhati mulia,ia tidak mungkin melakukan perbuatan serendah itu.Tiada alasan Baginya untuk menyaliti keluarga kita," aku meyakinkan Sakura agar tidak menuntut cerai.
"Dek,sebagai istri ♈ªϞƍ baik seharusnya adik menemani masa-masa sulitnya.Adik tak bisa menghakimi sebelum terbukti ia bersalah,ingatlah nasihat Bunda jangan mudah berpikir buruk pada orang lain.Apalagi Mas Zacky suamimu,sudah tentu engkau mengenalnya baik luar atau dalam.Jangan sampai kau menyesal jika ia telah memilih wanita lain.Sekali ƪά̲̣ƍϊ kumohon,Dek,jangan engkau menuntut cerai darinya sebelum terbukti bersalah.Demi اَللّهُ,aku tidak akan menghalangi niatmu untuk menuntut cerai darinya jika nanti Ia benar-benar terbukti bersalah," lanjutku.
"Kak Iffa bisa berbicara seperti itu karena Kak Iffa bukan anak kandung Bunda jadi Kak Iffa tak bisa merasakan kehilangan ♈ªϞƍ menyayat hati seperti ♈ªϞƍ kurasakan atau mungkin Kak Iffa selalu membelana Karena Kakak masih menyimpan perasaan padanya.Bunda sangat menyayangi Kak Iffa,tapi Kέ♌āPå Kakak malah lebih membela Mas Zacky dari pada Bunda.Kakak memang jahat,Kak Iffa nggak tahu ♈ªϞƍ namanya balas budi,ingatlah kataku baik-baik aku tak akan pernah menyesal bercerai darinya," ucap Sakura dg emosi.
Air mataku pun meleleh mendengar ucapan Sakura.Sungguh aku tak mengenalnya,Ia bukan Sakura ♈ªϞƍ selama ini kukenal hatinya keras bak batu,ucapannya kasar dan menyakitkan.
"Dek,terserah kamu hendak berkata apa tentangku saat ini Bunda menunggu doamu bukan tangisanmu,jangan pernah ratapi kepergian Bunda.Ingatlah jenazah Itu akan disiksa didalam kuburnya jika diratapi.Dek,tetaplah S̤̈ά̲Bά̲я̲я̲ sebab S̤̈ά̲Bά̲я̲я̲ adalah kunci utama menghadapi cobaan dan coba pikirkan baik-baik betapa besar kebaikan suamimu selama ini," itulah ♈ªϞƍ kuucapkan pada Sakura sebelum melangkah meninggalkan kamar.
***
Sungguh aku tak menginginkan adikku bercerai dari suaminya,aku ingin melihat adikku hidup bahagia bersama Mas Zacky.Aku tak percaya jika Mas Zacky mampu melakukan tindakan ♈ªϞƍ sangat rendah.Mas acky adalah sosok pria berhati emas,aku tetap percaya padanya dg naik angkot ♈ªϞƍ biasa lewat depan rumahku aku dan Kei menemui Mas Zacky dikantor polisi.Cerahnya hari ini tak secerah hatiku,birunya langit hari ini tak sebirunya hati ini.
Kulangkahkan kaki menuju kantor polisi,sipir penjara pun mempertemukanku dg Mas Zacky,Usai mengucapkan salam aku tertunduk didepannya.Kulihat Ia jauh lebih tegar dariku.Ia tetap tersenyum meski derita menghampirinya,aku kagum dg ketegaran ♈ªϞƍ sungguh luar biasa.
"Kamu percaya dg tuduhan semua orang kepadaku?" Tanyanya dg tenang.Kugelengkan kepalaku dg mantap.
"اَلْحَمْدُلِلّهِ
Masih ada orang ♈ªϞƍ percaya dg ku,bolehkan aku meminta bantuan pada kalian berdua?" Tanya Mas Zacky padaku dan Kei.
"Tentu ªåĴĴäª ,kami akan membantumu jika kami mampu," jawab Kei.
"Terima kasih banyak,aku ingin kalian merahasiakan semua ini dari Maryam dan sekuruh keluargaku ♈ªϞƍ ada di Kuala lumpur.Aku tak ingin mereka merasakan kesedihan,aku ingin hadapi semua ini tanpa harus membuat Abi,Ummi dan saudara-saudaraku ikut bersedih dan satu ƪά̲̣ƍϊ permintaanku tolong bawa kesembilan anak asuhku ♈ªϞƍ ada di Boyolali.Kumohon sayangilah mereka dg sepenuh hati,untuk biaya pendidikan mereka aku telah menjual rumahku ♈ªϞƍ di Boyolali.Ajaklah anak-anak asuhku tinggal di panti asuhan Al-Zafa jika memang sudah tidak ada kamar untuk mereka maka ajaklah mereka tinggal dirumah ♈ªϞƍ terletak disamping panti.Kuncinya dibawa Pak Anwar penjaga rumah tersebut," jelas Mas Zacky.
Sungguh Ia adalah seorang Ikhwan sejati meski kesulitan menghimpitnya anak-anak asuhnya tetap menjadi prioritas utama.
"Selama kita mampu dg sekuat tenaga kami akan menjalankan amanah,Mas tenang ªåĴĴäª ya,aku kan membantu Mas,aku percaya Mas Zacky tidak bersalah.Aku akan mencarikan pengacara," jelasku.
"Sungguh beruntung aku mengenalmu tapi kamu tak usah mencari pengacara sebab cukup bagiku bantuan dari اَللّهُ ,aku percaya dg sepenuh hati jika اَللّهُ mempunyai rencana ♈ªϞƍ indah dibalik semua ini tiada ♈ªϞƍ lebih indah selain S̤̈ά̲Bά̲я̲я̲ menghadapi cobaan dari Nya.Semua ♈ªϞƍ terjadi padaku adalah tanda kasih sayang اَللّهُ ." Untaian kata mutiara indah itu terlontar dari bibirnya.
"Jadi benar... Selama ini Kak Iffa menyukai suamiku,kan?! Sungguh kedatanganku kemari bukan untuk mengganggu kalian.Aku justru ingin memberi kebebasan.Tolong Mas tanda tangani surat perceraian ini," sambung Sakura ♈ªϞƍ baru datang.
أَسْتَغفِرُاللهَ الْعَظيِمْ
Jaga mulutmu,Sa.Kakakmu bukan orang seperti itu,ia hanya ingin menegakkan kebenaran dan membantumu mempertahankan rumah tangga," sahut Kei ♈ªϞƍ tampak kesal dg perkataan Sakura.
"Tidak,Dek.Aku menikahimu dg cara baik-baik maka aku akan menceraikanmu Ĵμƍα dg cara baik-baik bukan dg cara emosi seperti ini.Kita bicarakan terlebih dulu," kata Mas Zacky dg bijak.
"Maafkan aku,Mas,aku sungguh tidak bisa meneruskan peranku menjadi istrimu,aku lebih menyayangi Bundaku dari pada kamu,aku lebih rela kehilanganmu dari pada Ibuku," kata Sakura sambil menyodorkan surat permohonan cerai.
"Tidak,jangan lakukan hal itu.perceraian itu tidak disukai اَللّهُ ,Sakura.Jangan gegabah mengambil keputusan,tunggulah sampai sidang kasus ini selesai baru kamu bisa ambil kesimpulan,jangan tambah beban suamimu," nasihatku.Aku benar-benar tak menginginkan Sakura bercerai dg Mas Zacky.
- "Ini adalah keputusanku,hatiku terlanjur sakit.Kumohon ceraikan aku...! Kumohon,ceraikan aku...! Kumohon,ceraikan aku...!" Sakura terisak sambil berlutut didepan Mas Zacky.
"Buat apa kau pertahankan istri ♈ªϞƍ tak setia seperti dia,aku tahu ia sering membuatmu sakit hati dg perkataannya ♈ªϞƍ kasar,ia lebih mementingkan urusannya dari pada urusanmu.Ia gadis ♈ªϞƍ manja,kembalikan såĴa ia kepada Ayahnya ♈ªϞƍ di Jerman agar bisa bermanja-manja dg Ayahnya," celetuk Kei ♈ªϞƍ saat itu sangat kesal.
"Kei,hentikan ucapanmu.Kalian berdua tidak boleh bercerai," kataku untuk kesekian kali.
"Kak Iffa,Kak Kei,kumohon kalian diam såĴa dan jangan campuri urusan rumah tanggaku.Aku tak butuh nasehat dari kalian ♈ªϞƍ kubutuhkan adalah perceraian,aku tak ♏äƱ bersanding dg seorang pria ♈ªϞƍ telah membunuh Bundaku tanpa alasan," jawab Sakura.
Tanpa banyak bicara Mas Zacky ♈ªϞƍ mungkin sudah jengkel dg sikap Sakura langsung mengambil pena dan menandatangani surat perceraian tersebut.
"Jangan!" Teriakku
Namun Mas Zacky telah menandatangani dokumen tersebut dan Ia telah mengucapkan talaq 3 hari itu Ĵμƍα .Aku benar-benar tak percaya dg semua ini,belum kering air mataku karena kehilangan Bunda dan kini...,aku harus menyaksikan perceraian adikku dg suaminya didepan mataku,air mataku pun kembali menetes.
"Kέ♌āPå adikku harus kehilangan pria sebaik Mas Zacky? Kέ♌āPå Mas Zacky harus kehilangan wanita sebaik adikku?" Ucapku lirih.
"Sudahlah,Fa,ini adalah jalan hidup mereka,penyesalan tidak akan mengembalikan sesuatu ♈ªϞƍ telah berlalu," nasehat Kei.
Sakura pun meninggalkan kami bertiga ♈ªϞƍ saat itu sedang terpukul.Kulihat air mata adikku meleleh,mungkin hati kecilnya menangis dg keputusan ♈ªϞƍ sudah terlanjur diambilnya.
***
Selang beberapa menit kemudian seorang sipir penjara memberi Mas Zacky 3 lembar surat.Sepertinya surat tersebut sangat penting,kuamati ekspresi Mas Zacky.
Saat membuka amplop pertama,Ia berkata,"اَللّهُ maha besar,mungkin ini bukan jalanku untuk mengamalkan ilmu."
Saat amplop ♈ªϞƍ kedua dibukanya ia Ĵμƍα berkata §ª♏ª "allahu akbar,mungkin ini bukan jalanku untuk mengamalkan ilmu اَللّهُ mempunyai rencana ♈ªϞƍ lebih indah."
Begitu pula ♈ªϞƍ diucapkannya saat amplop ketiga dibuka.Aku dan Kei saling berpandangan dg perasaan penasaran.
"Amplop apa itu?" Kuberanikan untuk bertanya.
"Ini dari kedua Universitas dan ponpes tempatku mengajar,aku dinonaktifkan sebagai pengajar," jawabnya diiringi dg senyum tulus tanpa kesedihan sedikit pun.
سُبْحَانَ اللّه
Sungguh Ia seorang ♈ªϞƍ S̤̈ά̲Bά̲я̲я̲.Ya اَللّهُ berikan Ia kebahagiaan didunia dan akherat,doaku dalam hati.
***
Meski lelah melandaku hari itu sepulang dari polres aku bergegas menuju panti asuhan Al-zafa.Sementara Kei langsung pulang sebab Ia harus membantu Mbok Tariyem memasak.Ketika kumasuki pintu utama menuju panti beberapa pengurus panti langsung menghujaniku dg berbagai pertanyaan mengenai keadaan Mas Zacky.
"Doakan Ia kan baik-baik ªåĴĴäª .Doa kalian adalah kekuatan untuknya,kita tidak boleh menuduhnya ♈ªϞƍ tidak-tidak sebelum ia benar-benar terbukti bersalah,'' jelasku pada Bu Anisa,salah satu pengurus panti asuhan.
"Kamu benar,Mbak.Aku sudah lama mengenalnya dan aku percaya ia bukan pelakunya," tanggap Mbok Hindun juru masak di panti asuhan.
"Bu Nissa,Mbok Hindun kita akan kedatangan sembilan anak asuh Mas Zacky ♈ªϞƍ dari Boyolali mereka akan tinggal disini untuk itu kita harus menyiapkan sembilan tempat tidur," jelasku.Ketika mendengar penjelasanku mereka saling memandang seolah kebingungan.
"Maaf Mbak,tempatnya sudah sangat sempit mungkin hanya cukup untuk ditempati 3 orang ªåĴĴäª ," jawab Mbok Hindun dg nada sedikit kecewa.
Mendengar jawaban Mbok Hindun aku pun memutar otakku tidak mungkin jika aku harus menyuruh kesembilan anak asuh Mas Zacky tinggal di rumah sebelah panti sebab hal itu akan menimbulkan kecemburuan sosial diantara mereka.
"Begini ªåĴĴäª ,Mbok semua buku ♈ªϞƍ ada diruang perpustakaan kita pindah ke rumah Mas Zacky ♈ªϞƍ ada disebelah panti ini lalu ruang perpustakaan kita gunakan untuk kamar anak-anak jadi tidak akan terjadi kecemburuan sosial antara mereka.O̲̣̣̥o̲̣̥o̲̣̥°˚˚˚°H̲̣̣̣̥н̲̣̣̣̥н̲̣̣̣̥,,, ya,sembilan anak tadi jangan dijadikan satu kamar agar mereka dapat berbaur dg anak-anak ♈ªϞƍ ada disini," jelasku sambil tersenyum.Aku senang karena dapat menemukan solusinya.
"Tolong siapkan,ya Mbok.aku akan ikut membantu nanti sekarang aku harus mencari Pak Anwar dulu.Aku ingin meminta bantuannya untuk menjemput. Kesembilan anak asuh Mas Zacky.
"Tak perlu,Dek.Aku lah ♈ªϞƍ akan menjemput mereka," sahut Kak Rafli ♈ªϞƍ baru datang dan masih berdiri didekat pintu bersama Kei.Alangkah senangnya hati kala itu,aku berharap Kak Rafli Ĵμƍα tidak akan berpikir buruk tentang Mas Zacky.
"Kak Rafli,benarkah apa ♈ªϞƍ kudengar?" Tanyaku tak percaya.
"Benar dek,meski hatiku masih sakit dg kelakuan biadab Zacky namun aku tahu anak-anak asuhnya tak bersalah.Mereka tidak tahu apa-apa nanti sore aku akan menjemput mereka.Besok pagi istriku akan mengurus kepindahan sekolah mereka semua," jelas Kak Rafli membuatku begitu lega.
Ngawi 22 September 2008
Malam ini mataku sulit terpejam,bibirku basah dg lantunan nada indah dari Al-Quran ♈ªϞƍ begitu menyejukkan jiwa,aku masih belum menemukan bukti ♈ªϞƍ kuat jika Mas Zacky tidak bersalah.Pikiranku pun buntu,otakku sudah tak bisa ƪά̲̣ƍϊ kuputar namun aku percaya dg kekuatan Doa,aku percaya dg sepenuh hati jika اَللّهُ akan memberi jalan.Di malam ♈ªϞƍ mengurai kegelisahan aku pun larut dalam munajat.
Seusai kurapikan alat shalatku sekitar pukul 02.30 dini hari terdengar seseorang mengetuk pintu rumahku.Siapa ya,♈ªϞƍ bertamu larut malam seperti ini? Gumanku dalam hati.Aku pun segera keluar dari kamar dan menuju ruang tamu untuk membukakan pintu.
"السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Suara seorang wanita mengucapkan salam dari luar ruamah.
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاته
Jawabku sambil membuka daun pintu.
"Mbak," sapa seorang wanita berjilbab hitam ♈ªϞƍ berdiri didepan pintu rumahku.
"Moressa....?!" Ucapku setengah tak percaya,ternyata gadis ♈ªϞƍ pernah kukenal.Kini ia tampak lebih cantik dg balutan jilbab dikepalanya dg senang hati kupersilahkan Ia masuk.
"Terima kasih,Dek telah berkenan mengunjungi gubukku," kataku setelah menyuguhkan kopi susu untuknya.
"Mbak,maafkan aku jika saat ibumu meninggal aku tak bertakziah kemari,aku baru mendengarnya tadi malam dari orang ♈ªϞƍ menerorku oleh sebab itu aku langsung kemari."
"Peneror?" Tanyaku singkat.
"Benar,Mbak.Sekitar jam 11 malam seorang pria menelepon dan mengancamku untunglah aku sempat merekam pembicaraan kami.Coba dengarlah rekaman ini,Mbak," kata Moressa sambil menyerahkan ponselnya padaku dan rekaman pembicaraannya dg sang peneror pun diperdengarkan.
Peneror : "Moressa Cintami,sebuah nama ♈ªϞƍ indah namun sayangnya namamu tidak disertai nasib ♈ªϞƍ indah,hahaha...."
Moressa : "Siapa kamu?"
Peneror : "Kamu tak perlu tahu siapa diriku ♈ªϞƍ jelas aku adalah orang ♈ªϞƍ akan membuat keluargamu hancur.Kamu dan Sakura akan masuk dalam permainanku.Kamu tahu? Suami Sakura sudah masuk penjara dan Ibunya telah mati kubunuh,hahaha... Sebentar ƪά̲̣ƍϊ giliranmu.Satu persatu keluargamu akan mati dan menderita,hahaha..."
Moressa : "Apa maksudmu? Kamu siapa?"
Peneror : "Tenang...tenang,Nona.Kamu akan bertemu dg ku dipengadilan kota Ngawi besok sekitar jam 9 pagi,jangan lupa datang sebab ditempat itu kau akan melihat Sakura hancur dan ditempat itu pula kau Ĵμƍα akan mengalami hal ♈ªϞƍ §ª♏ª dg Sakura."
Tut...tut..tut
"Itulah rekaman pembicaraanku dg peneror Mbak.Sepertinya aku mengenal suara tersebut kalu tidak salah itu adalah suara Dekka Mahardika," jelas Moressa.
"Entahlah Sa, aku belum bisa pastikan itu suara siapa karena kita belum mempunyai bukti ♈ªϞƍ kuat tapi aku sudah sangat lega Mas Zacky terbukti tidak bersalah sebab peneror tersebut sudah mengakui jika Ia ♈ªϞƍ membunuh Bunda.Sungguh kejam pria itu Ia tak punya hati nurani semoga اَللّهُ membuka hatinya.Sa,♏ªKª§Ǐ♓ Ya... Berkat kamu kita bisa jadikan rekaman ini bukti dipengadilan nanti," ucapku ♈ªϞƍ begitu optimis Mas Zacky dapat terbebas dari penjara.
"Sayangnya,nomor tersebut sudah tidak aktif," ucap Moressa dg nada menyesal.
"Sudahlah,kita tenang ªåĴĴäª .Mungkin masih ada jalan lain ♈ªϞƍ bisa memberi petunjuk siapa pelaku pembunuhan Bunda.Percayalah,اَللّهُ tidak akan pernah memberikan hamba Nya menderita.Sekarang,coba kamu telepon operator dan tanyakan nomor peneror tersebut berada diwilayah mana," saranku.Dengan tanggap Moressa segera menghubungi operator.
Usai menghubungi operatoria berkata," dugaanku benar Mbak ini nomornya Dekka sebab operator bilang nomor ini area Ngawi sementara aku tak punya kenalan di Ngawi kecuali Mbak Hanifa dan Mas Dekka ƪά̲̣ƍϊ pula Ia Ĵμƍα menyebut-nyebut nama Sakura.Bukankah aku,Sakura dan Mas Dekka pernah terlibat dalam satu masalah?"
Kupikirkan apa ♈ªϞƍ diucapkan Moressa,memang ada benarnya akan tetapi semua itu harus dibuktikan terlebih dulu.
"Saat ini aku bingung mencari jejak Dekka,Mbak.Sewaktu aku pergi ke kosnya ternyata Ia telah lama pindah kos kata salah satu teman kosnya sekitar 2 hari ♈ªϞƍ lalu ia bertemu dg Dekka sedang mangkal dijalan Soedirman.Simana kalau kita kesana aja,Mbak?" Usul Moressa.
"Itu ide ♈ªϞƍ Bagus akan tetapi ini sudah hampir jam 4 pagi kita tunggu sampai usai adzan subuh dan shalat dulu," saranku.
***
Sekitar pukul 04.15 tatkala sang surya belum menampakan diri dan dingin pun masih mencekam,Ά̲̣̣̣̥k̶̲̥̅̊υ̲̣̥ dan Moressa langsung tancap gas menuju jalan Soedirman,kulawan rasa dingin demi mencari kebenaran.
Kurang dari setengah jam kemudian sampailah kami dijalan Soedirman dalam suasana masih remang-remang terlihat puluhan anak jalanan ♈ªϞƍ tidur dipinggir kios banyak diantara mereka ♈ªϞƍ berbaring dg alas koran bekas bahkan ada ♈ªϞƍ tanpa alas sebenarnya disekitar tempat itu ada panti asuhan hanya ªåĴĴäª mungkin mereka itu enggan tinggal dipanti karena ingin hidup bebas.Sudahlah itu sudah jalan hidup mereka,Ά̲̣̣̣̥k̶̲̥̅̊υ̲̣̥ hanya bisa mendoakan mereka anak-anak jalanan.
Didepan segerombolan musisi jalanan ♈ªϞƍ sedang memainkan gitar kuhentikan motorku.Kuucapkan salam kepada mereka dan Ά̲̣̣̣̥k̶̲̥̅̊υ̲̣̥ pun bertanya,"Maaf jika kedatangan kami mengganggu kalian,apakah kalian mengenal orang ♈ªϞƍ bernama Dekka Mahardika? Jika kalian mengenalnya bisakah kalian memberi tahu kepada kami dimana ia tinggal?"
"Apakah Dekka ♈ªϞƍ kalian cari berbadan tinggi tegap,kulitnya sawo matang dan ada tato naga ditangan kanannya?" Seorang pemuda ♈ªϞƍ membawa gitar menyebutkan ciri-ciri Dekka.
"Benar,itulah Dekka ♈ªϞƍ kami cari," ucap Moressa mantap.
"Kalau tidak salah,ia tinggal disitu." Sahut pemuda ♈ªϞƍ lain sambil menunjuk kesebuah rumah kecil ♈ªϞƍ bercat gelap.
"Terima kasih banyak atas informasinya semoga اَللّهُ membalas kebaikan kalian," ucapku ♈ªϞƍ kemudian bergegas menuju rumah ♈ªϞƍ ditunjukkan para musisi jalanan tadi.
***
Dengan langkah penuh harapan,aku dan Moressa bertamu kerumah bercat gelap tersebut.Seorang wanita setengah baya membukakan pintu rumah,Ia menyambut kedatangan kami dg ramah.Wanita ♈ªϞƍ merupakan pemilik kos tersebut mempersilahkan kami duduk.Aku dan Moressa pun mengutarakan kedatanganku untuk mencari Dekka.
Ibu kos menjelaskan,"Dekka memang kos ditempat saya namun sejak 2 hari ♈ªϞƍ lalu Dekka belum pulang ke kos bahkan Ia memimjam uang saya sebanyak tiga setengah juta dan belum dikembalikan,"
"Kέ♌āPå Ibu meminjamkan uang sebanyak itu pada Dekka?" Sahut Moressa dg sesal.
"Lha,♏äƱ gimana ƪά̲̣ƍϊ,Mbak.Waktu itu Dekka bilang Ibunya masuk rumah sakit.Sekitar tanggal 15 itu,Ia tampak sangat aneh.Ia ibunya harus menginap dirumah sakit tapi Ia malah memintaku membelikan racun serangga untuk membunuh serangga dirumahnya kala ia memintaku membelikannya.Ia memohon-mohon padaku agar aku membelikan racun serangga.Saat itu,aku merasa kasihan padanya.Ia terlihat seperti sedang dalam keadaan tertekan karena ibunya sakit maka aku menuruti keinginannya untuk membeli racun serangga dan kupinjami Ia uang," jelas Ibu Kos.
Penjelasan Ibu itu membuatku dan Moressa sangat kaget.Itu artinya Dekka membeli racun serangga bukan dg tangannya sendiri.Moressa memandangku seraya berbisik,"Mungkin Ibu kos dapat menjadi saksi dipengadilan nanti."
Apa ♈ªϞƍ dikatakan Moressa benar maka aku dan Moressa meminta bantuan pada Ibu kos untuk membari keterangan dipengadilan awalnya Ibu kos enggan membantu kami.
"Maaf Mbak,aku tidak kenal siapa kalian.Kalian datang kemari secara tiba-tiba dan langsung meminta bantuan ♈ªϞƍ urusannya dg pengadilan.Aku tidak berani tanggung resiko,Mbak." Tolak Ibu kos dg sopan.
"Bu,kami hanya butuh keterangan Ibu.Ibu cukup ceritakan apa ♈ªϞƍ Ibu alami dg jujur tak usah menambah atau mengurangi cerita.Tolonglah bu,semua ini demi menegakkan kebenaran," pintaku.
Setelah berpikir sejenak akhirnya beliau menyanggupi untuk datang ke pengadilan nanti sekitar jam 9 pagi.
***
Ngawi,23 September 2008
Dipengadilan ini,kebenaran akan terungkap.Semua keluarga besarku menghadiri persidangan tersebut.Aku duduk dibarisan nomor 2 dari depan,disamping kananku ada Moressa dan pembantu Mbok Tariyem.Dibarisan depan ada Ayah didampingi Kei,Sakura,dan Kak Rafli.Aku dan Moressa melirik pria berkaca mata hitam dg topi putih ♈ªϞƍ duduk dipojok belakang.
"Ia Dekka," bisik Moressa pelan.
"Iya,Kamu tenang aja,aku sudah serahkan rekaman itu pada pengadilan.Lihat,Sa polisi sudah berjaga disamping Dekka.Sepertinya Ia tak menyadarinya," bisikku.Moressa pun tersenyum mantap.
Beberapa menit sebelum sidang dimulai Kyai Ghozi datang bersama keluarga besar Mas Zacky.Kulihat Abi,Ummi,Maryam,Razif dan kedua Kakak perempuan Mas Zacky ♈ªϞƍ baru datang dari Kuala lumpur.Mata Ummi sembab kala melihat putranya duduk sebagai tersangka.Entah dari siapa mereka tahu jika Mas Zacky hari ini akan disidang,Aku pun menyambut kedatangan mereka ♈ªϞƍ kemudian duduk dibarisan sebelah kiri.
Kutemui Maryam ♈ªϞƍ sudah sangat akrab dg ku,kuajak Ia keluar gedung persidangan kuyakinkan padanya jika Mas Zacky tak bersalah dan bisa terbebas.
"Kamu tenang ªåĴĴäª ,aku sudah mendapat bukti ♈ªϞƍ kuat.Tolong tenangkan Ummi," ucapku.
"Terima kasih,Kak," Maryam sesenggukan menahan tangis karena mengkhawatirkan nasib Kakak laki-lakinya.
"Hanifa," sahut Ummi ♈ªϞƍ ikut keluar ruangan.Ummi langsung memelukku dg deraian air mata,aku pun tak kuasa menahan air mataku.
"Kέ♌āPå kamu tidak memberitahu pada kami.Kέ♌āPå,Fa? Paling tidak kami bisa mencari pengacara untuk Zacky," kata Ummi sambil terisak.
Dengan tenang aku pun menjelaskan kepada Ummi duduk permasalahan ♈ªϞƍ membuatku tak bisa memberi tahu keluarga besar Ummi.Setelah tu kuyakinkan pada Ummi jika kebenaran akan berpihak pada Mas Zacky.
"Kumohon kalian jangan menangis.Mas Zacky sudah cukup kuat menghadapi semua ini,jangan buat hatinya sedih karena melihat tangisan Ummi dan Maryam.Kuatlah dihadapan Mas Zacky meski hati ini menangis.Maryam dan Ummis sekarang masuklah,beri Mas Zacky dorongan," bujukku.Kemudian Maryam bersama Ummi masuk ruang sidang.
Semua tuduhan telah dibacakan.Rekaman pun hendak diperdengarkan namun Ibu kos ♈ªϞƍ berjanji akan memberi keterangan belum Ĵμƍα datang.Aku dan Moressa sangat khawatir.Berkali-kali kuhubungi ponselnya namun mailbox.Wajah Moressa tampak sangat panik,akhirnya Ia memutuskan untuk menjemput Ibu kos.
Baru ªåĴĴäª Moressa berdiri dari tempat duduk,Ibu kos menampakkan diri dg ditemani seorang wanita.Aku dan Moressa sangat lega melihat kehadiran Ibu kos.
"Maaf Mbak,agak telat," Ibu kos meminta maaf.
"Tidak apa-apa,Bu.Kami malah sangat berterima kasih karena Ibu sudah berkenan datang," ucapku.
Semua mata tertuju pada Ibu Kos.Setelah Ibu kos memberi keterangan didepan semua orang,rekaman pun diperdengarkan.Saat rekaman diperdengarkan polisi telah memborgol kedua tangan pria berkaca mata tadi yaitu Dekka.
أَسْتَغفِرُاللهَ الْعَظيِمْ
Maafkan aku,Mas.. Maafkan aku,Mas," terdengar suara Sakura penuh penyesalan.
"Tunggu bukan hanya Dekka ♈ªϞƍ bersalah.Aku Ĵμƍα terlibat,sebenarnya aku ♈ªϞƍ memasukkan racun serangga diminuman Bu Laras dan menaruhnya dijaket Mas Zacky.Aku ditawari uang sebanyak 3 setengah juta oleh Dekka.Aku pun tergiur dg uang tersebut karena saat itu utangku sudah jatuh tempo," ucap Mbok Tariyem ♈ªϞƍ lengsung tersungkur didepan Mas Zacky.
Namun dg tenang Mas Zacky menyuruh Mbok Tariyem berdiri," Mbok,mintalah ampun pada اَللّهُ dan jangan pernah berhenti doakan Bunda Laras," nasehat Mas Zacky dg bijak.
"Allahu akhbar,allahu akhbar," ucap Mas Zacky.Kemudian Ia bertakbi dg penuh kebahagiaan.
Aku benar-benar tak pernah menyangka jika Mbok Tariyem ♈ªϞƍ sudah dianggap keluarga oleh Bunda bisa menyakiti Bunda,air mataku meleleh kala teringat begitu banyak kebaikan Bunda selama ini.
"Hukum ªåĴĴäª seberat-beratnya kedua penjahat itu,Pak," teriak Kakak sulung Mas Zacky dg emosi.
Kulihat Ayah,Abi,Ummi dan Maryam segera sujud syukur saat itu pula sementara Sakura terlihat lemas dipangkuan Kak Rafli.Jiwanya tampak gelisah,Kei mengambilkan air minum untuk Sakurm
Kuhampiri Sakura ♈ªϞƍ saat itu tampak sangat terpukul karena telah terburu-buru menuduh Mas Zacky bersalah,tampak penyesalan telah menuntut cerai Mas Zacky.Kak Rafli Ĵμƍα langsung menemui Mas Zacky untuk meminta maaf.
"Kei,kemari kita ajak Sakura pulang," ajakku.
"Tidak Kak,aku akan menemui Mas Zacky dan meminta maaf padanya," ucap Sakura Lirih.
Namun ternyata justru Mas Zacky ♈ªϞƍ terlebih dulu menghampirinya,Sakura pun mengucapkan permintaan maafnya.
Setelah itu Sakura berkata," Mas,andaikan kutahu semua ini tentunya....," Sakura terdiam dan tak melanjutkan perkataannya.
"Maafkan aku,Dek.Hanya ada satu orang ♈ªϞƍ singgah dihatiku.Ia tetap percaya padaku saat semua orang menuduhku,Ia membantuku saat semua orang lepas tangan dari keadaanku.Ia telah menyayangi anak-anak asuhku saat istriku membiarkan mereka terlantar.Ia adalah Hanifa.Maafkan aku,Sakura cintaku padamu telah mati," ucap Mas Zacky dg mata berkaca-kaca.
Aku benar-benar tak menyangka jika Mas Zacky kan mengatakan hal itu dihadapan semua keluarga kami,aku ♈ªϞƍ saat itu sedang dalam keadaan menentu langsung pamit keluar ruang sidang dan menuju rumah.Tak kupungkiri jika rasa cintaku padanya masih begitu besar namun disisi lain aku tak sanggup melihat adikku menangis diatas kebahagiaanku.
SUJUD HATI DI UJUNG SUBUH BAG 7
Karya INDAH EL-HAFIDZ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ya... Hanifa
5 bulan telah berlalu,adikku telah sehat dan dapat menjalankan aktivitasnya dg penuh kebahagiaan.Operasinya berhasil dan ia dapat menikah dg seseorang ♈ªϞƍ dicintainya Mas Zacky.Sakura tinggal di Boyolali bersama suaminya,Άkυ jarang sekali menemui Sakura,Άkυ takut jika kutemui Sakura Άkυ Ĵμƍα akan bertemu dg Mas Zacky.Hal itu mungkin akan merusak pikiranku ♈ªϞƍ hingga kini masih sulit menghilangkan bayangan Mas Zacky dari anganku.
Tadinya kupikir Sakura dan Mas Zacky akan tinggal di Ngawi dan bersama-sama akan mengurus Panti asuhan Al-Zafa ♈ªϞƍ baru dibangun Mas Zacky.Ternyata dugaanku salah,rumah tersebut ditempati Maryam sambil mengelola panti asuhan Al-Zafa dan membuka praktik.Kupanggil dia dokter Maryam karena Ia telah menyelesaikan study kedokterannya.Meskipun Maryam seoang wanita ♈ªϞƍ selalu menggunakan kursi roda hal itu tak menghalangi niatnya untuk menjadi seorang dokter.
Sementara itu Kak Rafli Ĵμƍα telah menyelesaikan pendidikannya di Timur Tengah sekarang Ia tinggal di Ngawi bersama Ayah dan Bunda.Kak Rafli Ĵμƍα telah mengajar disebuah Universitas dikotaku dan menjadi pengajar dipondok Salaf An-Nur Magetan.Meski Paman Alfiano telah mewariskan sebagian sahamnya untuk Kak Rafli namun Kak Rafli memilih hidup sederhana di Indonesia.Ia enggan untuk tinggal di Jerman ♈ªϞƍ begitu glamour.
Itulah sepenggal kehidupan orang-orang ♈ªϞƍ kusayang,sementara Άkυ saat ini masih sibk mengurusi bisnis kafe dan kuliah.Jika tidak terbengkalai 1 tahun ƪά̲̣ƍϊ Άkυ akan menyelesaikan S1.
Satu hal ♈ªϞƍ masih mengganjal dipikiranku,Kak Reihan.Dimana Ia sekarang? Apakah benar,Ia akan datang untuk menikahiku? Lalu,mengapa ia tak pernah memberiku kabar? Pikirku.5 bulan telah berlalu namun ucapan Kak Reihan pada Ayah bahwa Ia akan membawa Ayahnya untuk melamarku belum Ĵμƍα terbukti.
***
20 April 2007
Malam ini Άkυ termangu dalam kamar kos sendiri.Saat ini Mbak Nay sedang apa ya...? Apakah ia mengingatku? Pikirku dalam hati.
Saat Άkυ hendak mengiring sms untuk Mbak Nay,di Hpku terdapat tulisan 3 messages received.Kubuka Sms itu satu persatu.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
K'Rafli menunggumu didepan kost,keluar adikku.
Sender:
+6281359312XXX
Received:
19:13:22
20 06 2007
Hae... Hae nona ♈ªϞƍ bernama "HANIFA',cpat kluar.K'Rafli bwa sswtu untkmu
Sender:
+6281359312XXX
Received:
19:34:27
20 06 2007
"Nona Hanifa" anda telah dikepung,cepat keluar,serahkan diri anda jika anda tidak ♏äƱ menyerahkan diri maka.... Kakak pulang.
(*_*)
Sender:
+6281359312XXX
Received:
19:53:11
20 06 2007
O°˚˚˚°H,,.. Ternyata dari Kak Rafli mengirimkan sms untukku.Segera kubalas pesan dari Kak Rafli.
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاته
K'Rafli tunggu Iffa,kakak jngan plang dlu yach...
To:Kak Rafli +6281359312XXX
Send: 20:18:07
20 06 2007
Kupercepat langkahku untuk menemui Kak Rafli berharap ia masih menantiku diteras depan kos.Kubuka pintu kos,kutengok kekanan dan kekiri namun tak kulihat Kak Rafli mungkin Kak Rafli terlalu lama menunggu hingga Ia pergi.Άkυ merasa bersalah pada Kak Rafli.
Dengan masih menaruh harapan Kak Rafli akan menemuiku Άkυ duduk diteras sambil menghadap kejalan.Kusandarkan kepalaku ditembok,mataku menatap langit ♈ªϞƍ malam itu tampak terang benderang.
Akhirnya sosok pria ♈ªϞƍ kunanti pun hadir didepanku,pria berwajah indo dg alis tebal,kulit putih dan badan agak kurus tapi kejantanan seorang pria bukanlah terlihat dari tubuhnya ♈ªϞƍ kekar melainkan keteguhan iman dan rasa tanggung jawab.
" Kak Rafli ?!" Ucapku terkejut campur senang karena Kak Rafli belum pulang.
" Iyɑ,ini Kak Rafli,lama ߪªngέ† sih,ampe garing pangeran dari keraton Solo,nih.... Hahaha."
"Emang dasarnya Kak Rafli Ʊϑaђ garing aja,Hëhëhëhë ... Maafin Iffa ϑέëђђ ,tadi tu Άkυ nggak liat Hp."
"Nggak apa-apa garing,malah gurih ko.Ђαϑϱђ.,Fa,sebenarnya tadi Kakak bawain sate ayam tapi karena nunggu kamu kelamaan jadi ayamnya...."
"Ayamnya Kέ♌āPå,Kak? Ʊϑaђ masuk perut Kak Rafli?" Tanyaku.
" †ɑυ aja kamu.Ini ϑέëђђ ,Kakak masih sisain sate buat kamu," kata Kak Rafli sambil menyerahkan sebungkus sate untukku.
"Sate apa ini,Kak?" Tanyaku.
"Sate cecak,hahaha..."
"Ih,Kakak jorok.Άkυ pengennya sate kecoak aja,hahaha....," candaku.
Kehadiran Kak Rafli malam itu dapat menghiburku,menghilangkan rasa rindu pada Mbak Nayla.Dulu aku mengenal Kak Rafli sebagai sosok pria manja dan temperamen namun sekarang jika bersamanya rasanya hilang semua duka dan lara.Ia pintar sekali membuat lelucon jadi kuanggap ªåĴĴäª ia sebagai badut ♈ªϞƍ bisa membuat aku terhibur tanpa harus bayar uang manggung.
"Kak,jika Kakak Rindu §ª♏ª seseorang apa ♈ªϞƍ akan Kakak lakukan?"
"Apa ya...,gampang ߪªngέ† .Kalo emang ƘaηGen temui aja orang ♈ªϞƍ dikangenin."
"Gampang dari Hongkong? Lha kalo orang ♈ªϞƍ kita kangenin jauh,gimana?"
"Iffa....,Iffa...sudah,jangan kayak gitu.Kak Rafli tahu kok siapa ♈ªϞƍ kamu kangenin," kata Kak Rafli sok tahu.
"Siapa?"
"Kambing tetangga sebelah rumah ♈ªϞƍ tempo hari sudah dijual,kan? Hahaha....," canda Kak Rafli.
"Serius dikit Kέ♌āPå,sih Kak?"
"Gini aja Dek,kamu berdiri ditengah-tengah lapangan dan teriakkan nama orang atau kambing ♈ªϞƍ kamu kangenin maka angin kan menyampaikan salam rindumu untuknya.Gimana?"
"Ide bagus tapi konyol.Lha,kalau aku teriak-teriak ntar disangka orang gila bisa-bisa aku ditangkep ama warga terus dibuang ke laut Spayol."
"Wah...,seru tu,Dek.Kalau gitu nggak perlu naik pesawat Ʊϑaђ nyampe Spayol,bisa jalan-jalan gratis bisa liat pemandangan indah disana.Weleh-weleh...,wenak tenan." "Enak gimana? Lah,kalo dibuang ke laut mana bisa liat pemandangan indah ♈ªϞƍ ada aku ditelen ma iakan hiu," jawabku konyol.
Semenjak Kak Rafli tinggal di Ngawi seolah ia telah mengubah duniaku ♈ªϞƍ dulu sering kali diselimuti kesedihan kini ia mengajariku cara menyingkapi hidup,ia selalu ªåĴĴäª tersenyum,ia selalu ceria meski begitu banyak masalah ♈ªϞƍ mendatangi ia membuatku kuat meski derita sering menyapa.Ia menyakinkanku jika Kak Reihan suatu saat akan datang untukku dan ucapannya memang benar.Malam itu Kei berlari menuju kearahku dan Kak Rafli.
"Fa,ada surat untukmu," kata Kei dg Nafas terengah-engah.
"Dari siapa?" Tanyaku dan Kak Rafli bebarengan.
"Kak Reihan," jawabnya sambil menyerahkan surat tersebut.
Aku pun tersenyum dan merasa sangat lega ternyata Kak Reihan tak pernah melupakanku dan benar-benar kan membuktikan ucapannya.
"Cie...,cepet dibuka,gih!" Suruh Kak Rafli.
Hatiku diliputi dg tanda tanya besar,apa isi surat dari Kak Reihan? Dg diawali bacaan basmallah kubuka amplop tersebut sambil berharap sesuatu ♈ªϞƍ indah kan kubaca.
Kepada seorang putri ♈ªϞƍ berhati putih seputih salju
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Putri Hanifa
Surat ini aku tulis untuk seorang putri ♈ªϞƍ berhati cantik laksana permata.Engkau memang permata bagiku dan bagi semua ♈ªϞƍ mengenalmu.Wahai permata,izinkanlah aku meminta maaf kepadamu jika coretan pena dikertas ini membuatmu menitikkan air mata ♈ªϞƍ tak seharusnya terjadi.Mungkin coretan pena dikertas ini akan membuat hatimu tergores luka namun bukan maksudku hendak menggoreskan luka dihatimu aku hanya ingin menyatakan sesuatu fakta.
Dengarlah duhai permata kisahku kala mengagumimu,aku menyukai akhlakmu akhlak mulia ♈ªϞƍ tersirat dari wajahmu.Kuperhatikan kamu,kucari tahu siapa dirimu hingga akhirnya aku dapat berkenalan dg mu.Engkaulah wanita pertama ♈ªϞƍ dapat menerobos dinding hatiku ♈ªϞƍ selama ini terkunci rapat dan terpatri.Tak kan terbuka kecuali karena kehadiranmu.
Tiada dapat kugambarkan betapa bahagia hatiku kala Ayahmu mengizinkanku untuk meminangmu.Ingin kukabarkan berita bahagia ini kepada seseorang ♈ªϞƍ sangat kusayangi yaitu Ayahandaku.Sayang,hatiku justru hancur berkeping-keping.Sebelum sempat kusampaikan pada beliau jika aku telah menemukan tambatan hati ternyata Ayahku telah menyebar undangan pernikahanku dg Tata Salimarsia putri angkat sahabat Ayah.Ingin rasanya kubatalkan pernikahanku dg gadis itu akan tetapi aku tak sanggup melukai hati Ayah.Tak dapat kubayangkan betapa malu nanti Ayah dihadapan teman-temannya dan aku takut hal buruk akan menimpa Ayah jika aku menolak menikahi Tata sebab Ayahku mempunyai penyakit jantung
.Aku benar-benar takut kehilangan beliau hanya Ayah ♈ªϞƍ kupunya didunia ini.Kakak laki-lakiku telah meninggal saat aku masih SMA kemuian Ibundaku menyusul.Kini...., hanya Ayah ♈ªϞƍ kupunya hanya Ayah karena Dia aku dapat bertahan karena Dia aku mempunyai kekuatan untuk menapak masa depan.
Jika memang kita tidak berjodoh didunia mungkin ♈ªϞƍ Esa mempunyai jalan lain untuk kita.Sekali ƪά̲̣ƍϊ maafkan aku,Dik.aku percaya suatu saat nanti lelaki shalih kan melamarmu dg rangkaian khitbah nan indah.
Aku tak pernah melupakanmu,aku kan selalu mendoakan ♈ªϞƍ terbaik untukmu karena engkau telah memberi warna dihidupku ♈ªϞƍ hitam nan kelam ini.Terima kasih,permata.Terima kasih banyak telah engkau luangkan waktu untuk membaca selembar kertas tak bernyawa ini.
Dariku,
(Reihan Prayoga)
Seseorang ♈ªϞƍ telah mengecewakanmu.
Selembar surat tersebut membuatku sakit benar-benar sakit.Ia mengkhianati janji-janjinya.aku tak mampu menggerakkan bibirku,saat hendak kuserahkan kertas surat tersebut pada Kak Rafli sebuah foto pernikahan jatuh dari dalam amplop.Kak Rafli membaca surat tersebut sementara Kei mengambil foto ♈ªϞƍ terjatuh.
"أَسْتَغفِرُاللهَ الْعَظيِمْ
Bukankah ini Tata sahabat kecil kita.Benar sekali,Fa ♈ªϞƍ dinikahi Kak Reihan adalah Tata.Lihatlah ini ada Ibu dan adiknya Tata." Ucap Kei.
Kuamati foto tersebut dan ternyata benar wanita ♈ªϞƍ duduk disamping Kak Reihan adalah Tata sahabat kecilku dulu,air mataku semakin menjadi-jadi.
Belum selesai Kak Rafli membaca surat tersebut air matanya Ĵμƍα turut menetes.Kak Rafli menarik foto pernikahan Kak Reihan bersama Tata dari tangan Kei dan merobeknya.
"Aku tidak terima semua ini,aku harus membuat perhitungan dg orang ♈ªϞƍ berani menyakiti adikku," ucapnya sambil beranjak dari tempat duduk.
"Jangan,Kak," cegahku.
"Fa,Ia telah menyakitimu.Kakak tak kan membiarkan ia hidup bahagia.Kakak sayang padamu seperti kakak menyayangi Sakura jadi Kakak akan membuat perhitungan dg siapa pun ♈ªϞƍ berani menyakitimu," ucap Kak Rafli dg mata merah berkaca-kaca.
"Kak,selama ini Kak Rafli ♈ªϞƍ selalu menguatkanku,selama ini Kak Rafli menasehatiku jika apa ♈ªϞƍ kita inginkan tidak selalu terpenuhi tapi rencana اَللّهُ itu indah,indah sekali.Di balik semua ini aku percaya jika اَللّهُ telah mengukir sesuatu ♈ªϞƍ indah untuk jalan hidupku.Biarlah Kak Reihan berbahagia dg Tata doaku selalu untuknya.Jangan pernah salahkan Kak Reihan menikah dg Tata demi Ayahnya," ucapku berusaha tegar meski hatiku robek dan terluka perih.
Perihnya hatiku kala itu bagaikan luka ♈ªϞƍ ♈ªϞƍ ditaburi air garam bahkan rasa perihnya jauh melebihi itu.Perih sekali,air mata ♈ªϞƍ menetes dipipiku terasa panas laksana air ♈ªϞƍ mendidih.Entah kapan luka ini dapat disembuhkan,luka ini terlalu sakit,teramat sakit.Andai dapat kuulang waktu aku kan memilih tak mengenal Kak Reihan tapi sudahlah ini memang skenario hidupku ♈ªϞƍ harus kujalani.
***
29 April 2007
Hari ini aku dan Kei pergi ke panti asuhan Al-Zafa untuk menemui Maryam.
"Fa,ada acara apa ya? Kok,dipanti asuhan ini banyak remaja putra," kata Kei setengah berbisik.
"Kata Maryam semenjak panti ini sudah diresmikan Bapak Camat setiap seminggu sekali Mas Zacky mengadakan pengajian rutin untuk pemuda dikampung disini," jelasku.
"Pantes ªåĴĴäª ada mobilnya Mas Zacky," ucap Kei sambil menunjuk sebuah mobil ♈ªϞƍ biasa dipakai Mas Zacky.
"Aku kagum padanya,Ia sosok ♈ªϞƍ istimewa beruntung ߪªngέ† ya Sakura bisa menjadinya.Melihat Mas Zacky aku jadi teringat dg sosok Razif cucu pertama Kyai Ghozi ia seorang ♈ªϞƍ zuhud aku benar-benar seorang wanita ♈ªϞƍ paling bahagia jika Razif memilihku menjadi pendamping hidupnya," lanjut Kei ♈ªϞƍ sejak kecil begitu mengagumi Razif al-Mazi.
"Sudahlah,lebih baik kita masuk ªåĴĴäª ," ajakku.
Aku dan Kei melanjutkan melangkah hingga masuk dipanti asuhan namun langkah kakiku terhenti didepan sebuah ruangan mataku tertuju pada penghuni ruangan tersebut.Disana ada sekitar 30 pemuda putra ♈ªϞƍ sedang serius mendengar ceramah dari seorang pria berbaju koko putih dg sarung hitam.Pria itu adalah Mas Zacky dari ruangan samar-samar kudengar sepenggal petuah indah ♈ªϞƍ keluar dari bibir Mas Zacky.
"Tatkala kita dilahirkan didunia ini kita kan disambut dg azan ♈ªϞƍ menggema indah ditelinga kemudian tatkala kita pulang ke Sang Khaliq kita kan dishalatkan terlebih dahulu.Wahai kaum muda pikirkanlah sedekat jarak antara azan dan shalat sedekat itu pulalah jarak antara saat kita dilahirkan dg kematian.Ya....,kematian memang sesuatu ♈ªϞƍ sangat dekat dg kita."
"سُبْحَانَ اللّه
Petuah indah ♈ªϞƍ disampaikannya terus ªåĴĴäª terngiang diotakku,aku tercengang mendengarnya.
"السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sapa sicantik Maryam.
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاته
Jawabku dan Kei serentak.
Maryam pun mengajak kami masuk keruang kerjanya.
"Kak Iffa,maksudku mengundang Kakak kemari sebab aku ingin menyerahkan tanggung jawab besar padamu.Kak,bukankah tahun depan Kak Iffa sudah lulus kuliah? Jadi aku berharap Kak Iffa menjadi pengasuh utama panti asuhan Al-Zafa ini karena bulan depan aku akan pindah ke kalimantan," jelas Maryam.Aku kaget dan hampir tak percaya dg apa ♈ªϞƍ dikatakannya,mataku memandang sebuah dokumen ♈ªϞƍ baru ªåĴĴäª diserahkan Maryam.
"Apa? Kamu ♏äƱ tinggal dikalimantan?" Tanya Kei ♈ªϞƍ seolah tak percaya.
"Benar,oleh sebab itu kuserahkan panti ini pada Kak Iffa.Kak,di dokumen ini telah tertulis pengasuh utama Hanifa Asy-syadzily.Untuk sementara Kak Iffa bisa meminta bantuan pada Kak Rafli," jelas Maryam.Ucapannya membuatku terdiam.
Ini sungguh amanah ♈ªϞƍ sangat berat untukku lebih berat menjadi pimpinan kafe,lebih berat dari masalah ♈ªϞƍ perah kuhadapi selama ini sebab ini menyangkut nasib 33 anak yatim piatu ♈ªϞƍ menggantungkan nasibnya disini.
Kubuka dokumen ♈ªϞƍ baru ♈ªϞƍ diberikan Maryam setelah kata pengantar tertulis susunan pengurus tidak salah ƪά̲̣ƍϊ pengasuh utama panti asuhan Al-Zafa adalah namaku.Nama penasihat ♈ªϞƍ tercantum adalah Kyai Ghozi al-Mazi dan Bapak Syadzily.Nama Rafli Alfiano tercantum sebagai ketua.Pada posisi wakil 1 dan wakil 2 tertulis nama Ustadz Ma'sum bin Ghofar dan Ustadz Arifin bin Mas'ud begitulah seterusnya nama-nama orang penting dikampungku tercatat sebagai pengurus panti dan nama Kei tercatat sebagai seketaris 1.
"Kέ♌āPå kau pilih aku? Kέ♌āPå bukan Mas Zacky?" Tanyaku.
"Kak Iffa kan tahu,di Boyolali Mas Zacky mempunyai sembilan anak asuh belum ƪά̲̣ƍϊ ia adalah pengurus inti sebuah ponpes,ia Ĵμƍα mengajar di UMS dan STAIN.Aku percaya Kak Iffa.Aku,Mas Zacky dan seluruh pengurus panti sudah memikirkan matang-matang mengenai keputusan ini.Mas Zacky Ĵμƍα akan membantu,kok paling tidak seminggu sekalu ia akan kemari untuk mengisi pengajian pemuda kampung.O˚˚˚°H,,, ya,Kak berapa pemuda kampung Ĵμƍα aku libatkan menjadi pengurus agar tertanam rasa tanggung jawab pada diri mereka.Aku percaya Kalau Kak Iffa,Kak Rafli dan Kak Kei bisa menjadikan panti ini menjadi jauh lebih baik.
insya اَللّهُ,Άku akan curahkan segala ♈ªϞƍ kupunya demi anak-anak disini.Cita-citaku selama ini mempunyai sebuah panti asuhan dan mendidik penghuninya menjadi bibit unggul ♈ªϞƍ berakhlak.Terima kasih Maryam engkau telah membuka ladang beramal bagiku," tanggapku ♈ªϞƍ seolah masih tak percaya jika aku memikul beban ♈ªϞƍ begitu berat.
"Kamu tenang ªåĴĴäª ,Fa,aku kan setia membantumu,kok."
" tapi ngomong-ngomong Maryam hendak ke Kalimantan ngapain? Dg siapa?" Tanya Kei pada Maryam.
"Aku kesana untuk mengamalkan apa ♈ªϞƍ kupunya.aku ingin membuka praktik disana,sementara suamiku akan membuka sebuah pondok pesantren kecil disana.Sejak setahun ♈ªϞƍ lalu tempat paktrik dan pondok pesantren sudah mulai dibangun dan bilan depan sudah bisa diresmikan," cerita Maryam.
Sontak aku dan Kei kaget dg cerita Maryam ♈ªϞƍ ternyata sudah memiliki suami.
"Suami? Jadi kamu sudah menikah,kapan? Lalu,siapa suamimu?" Kei menghujani Maryam dg berbagai pertanyaan.
"ȋγɑ,aku sudah menikah sejak lulus SMA,aku melangsungkan pernikahanku di Kuala lumpur.Sebenarnya suamiku orang Ngawi tapi ia kuliah di Malaysia,aku bertemu dg suamiku kira-kira 3 bulan sekali.Ia Ĵμƍα baru menyelesaikan studynya tahun ini oleh sebab itu kami ingin mengamalkan ilmu ♈ªϞƍ kami punya sebenarnya suamiku ingin membuka ponpes di Sumatra tapi Eyang Ghozi menyarankan di Kalimantan saĴĴa ," jelas Maryam.
Penjelasan Maryam justru membuatku semakin penasaran apalagi setelah Maryam memanggil Kyai Ghozi dg sebutan Eyang namun belum sempat aku bertanya Kei sudah mendahuluiku.
"Siapa suamimu?" Tanya Kei setengah mendesak.
"Suamiku Razif al-Mazi cucu pertama Kyai Ghozi.Itu guru kalian ngaji sewaktu kecil.Kata Eyang dulu kalian hobi ߪªngέ† menyembunyikan sandal para jamaah,Hëhëhëhë ..." Jawab Maryam diiringi tawa renyah.
Tawa renyah ♈ªϞƍ terpancar dari bibir Maryam membuat hati Kei menangis.Wajahnya pucat,kesedihan di matanya tak dapat disembunyikan.Melihat perubahan itu aku berusaha mencari alasan ketika Maryam bertanya mengenai keadaan Kei.Aku hanya tak ingin Maryam ikut bersedih,aku tak ingin merusak Kebahagiaan Maryam bersama Razif
BERSAMBUNG......
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ya... Hanifa
5 bulan telah berlalu,adikku telah sehat dan dapat menjalankan aktivitasnya dg penuh kebahagiaan.Operasinya berhasil dan ia dapat menikah dg seseorang ♈ªϞƍ dicintainya Mas Zacky.Sakura tinggal di Boyolali bersama suaminya,Άkυ jarang sekali menemui Sakura,Άkυ takut jika kutemui Sakura Άkυ Ĵμƍα akan bertemu dg Mas Zacky.Hal itu mungkin akan merusak pikiranku ♈ªϞƍ hingga kini masih sulit menghilangkan bayangan Mas Zacky dari anganku.
Tadinya kupikir Sakura dan Mas Zacky akan tinggal di Ngawi dan bersama-sama akan mengurus Panti asuhan Al-Zafa ♈ªϞƍ baru dibangun Mas Zacky.Ternyata dugaanku salah,rumah tersebut ditempati Maryam sambil mengelola panti asuhan Al-Zafa dan membuka praktik.Kupanggil dia dokter Maryam karena Ia telah menyelesaikan study kedokterannya.Meskipun Maryam seoang wanita ♈ªϞƍ selalu menggunakan kursi roda hal itu tak menghalangi niatnya untuk menjadi seorang dokter.
Sementara itu Kak Rafli Ĵμƍα telah menyelesaikan pendidikannya di Timur Tengah sekarang Ia tinggal di Ngawi bersama Ayah dan Bunda.Kak Rafli Ĵμƍα telah mengajar disebuah Universitas dikotaku dan menjadi pengajar dipondok Salaf An-Nur Magetan.Meski Paman Alfiano telah mewariskan sebagian sahamnya untuk Kak Rafli namun Kak Rafli memilih hidup sederhana di Indonesia.Ia enggan untuk tinggal di Jerman ♈ªϞƍ begitu glamour.
Itulah sepenggal kehidupan orang-orang ♈ªϞƍ kusayang,sementara Άkυ saat ini masih sibk mengurusi bisnis kafe dan kuliah.Jika tidak terbengkalai 1 tahun ƪά̲̣ƍϊ Άkυ akan menyelesaikan S1.
Satu hal ♈ªϞƍ masih mengganjal dipikiranku,Kak Reihan.Dimana Ia sekarang? Apakah benar,Ia akan datang untuk menikahiku? Lalu,mengapa ia tak pernah memberiku kabar? Pikirku.5 bulan telah berlalu namun ucapan Kak Reihan pada Ayah bahwa Ia akan membawa Ayahnya untuk melamarku belum Ĵμƍα terbukti.
***
20 April 2007
Malam ini Άkυ termangu dalam kamar kos sendiri.Saat ini Mbak Nay sedang apa ya...? Apakah ia mengingatku? Pikirku dalam hati.
Saat Άkυ hendak mengiring sms untuk Mbak Nay,di Hpku terdapat tulisan 3 messages received.Kubuka Sms itu satu persatu.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
K'Rafli menunggumu didepan kost,keluar adikku.
Sender:
+6281359312XXX
Received:
19:13:22
20 06 2007
Hae... Hae nona ♈ªϞƍ bernama "HANIFA',cpat kluar.K'Rafli bwa sswtu untkmu
Sender:
+6281359312XXX
Received:
19:34:27
20 06 2007
"Nona Hanifa" anda telah dikepung,cepat keluar,serahkan diri anda jika anda tidak ♏äƱ menyerahkan diri maka.... Kakak pulang.
(*_*)
Sender:
+6281359312XXX
Received:
19:53:11
20 06 2007
O°˚˚˚°H,,.. Ternyata dari Kak Rafli mengirimkan sms untukku.Segera kubalas pesan dari Kak Rafli.
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاته
K'Rafli tunggu Iffa,kakak jngan plang dlu yach...
To:Kak Rafli +6281359312XXX
Send: 20:18:07
20 06 2007
Kupercepat langkahku untuk menemui Kak Rafli berharap ia masih menantiku diteras depan kos.Kubuka pintu kos,kutengok kekanan dan kekiri namun tak kulihat Kak Rafli mungkin Kak Rafli terlalu lama menunggu hingga Ia pergi.Άkυ merasa bersalah pada Kak Rafli.
Dengan masih menaruh harapan Kak Rafli akan menemuiku Άkυ duduk diteras sambil menghadap kejalan.Kusandarkan kepalaku ditembok,mataku menatap langit ♈ªϞƍ malam itu tampak terang benderang.
Akhirnya sosok pria ♈ªϞƍ kunanti pun hadir didepanku,pria berwajah indo dg alis tebal,kulit putih dan badan agak kurus tapi kejantanan seorang pria bukanlah terlihat dari tubuhnya ♈ªϞƍ kekar melainkan keteguhan iman dan rasa tanggung jawab.
" Kak Rafli ?!" Ucapku terkejut campur senang karena Kak Rafli belum pulang.
" Iyɑ,ini Kak Rafli,lama ߪªngέ† sih,ampe garing pangeran dari keraton Solo,nih.... Hahaha."
"Emang dasarnya Kak Rafli Ʊϑaђ garing aja,Hëhëhëhë ... Maafin Iffa ϑέëђђ ,tadi tu Άkυ nggak liat Hp."
"Nggak apa-apa garing,malah gurih ko.Ђαϑϱђ.,Fa,sebenarnya tadi Kakak bawain sate ayam tapi karena nunggu kamu kelamaan jadi ayamnya...."
"Ayamnya Kέ♌āPå,Kak? Ʊϑaђ masuk perut Kak Rafli?" Tanyaku.
" †ɑυ aja kamu.Ini ϑέëђђ ,Kakak masih sisain sate buat kamu," kata Kak Rafli sambil menyerahkan sebungkus sate untukku.
"Sate apa ini,Kak?" Tanyaku.
"Sate cecak,hahaha..."
"Ih,Kakak jorok.Άkυ pengennya sate kecoak aja,hahaha....," candaku.
Kehadiran Kak Rafli malam itu dapat menghiburku,menghilangkan rasa rindu pada Mbak Nayla.Dulu aku mengenal Kak Rafli sebagai sosok pria manja dan temperamen namun sekarang jika bersamanya rasanya hilang semua duka dan lara.Ia pintar sekali membuat lelucon jadi kuanggap ªåĴĴäª ia sebagai badut ♈ªϞƍ bisa membuat aku terhibur tanpa harus bayar uang manggung.
"Kak,jika Kakak Rindu §ª♏ª seseorang apa ♈ªϞƍ akan Kakak lakukan?"
"Apa ya...,gampang ߪªngέ† .Kalo emang ƘaηGen temui aja orang ♈ªϞƍ dikangenin."
"Gampang dari Hongkong? Lha kalo orang ♈ªϞƍ kita kangenin jauh,gimana?"
"Iffa....,Iffa...sudah,jangan kayak gitu.Kak Rafli tahu kok siapa ♈ªϞƍ kamu kangenin," kata Kak Rafli sok tahu.
"Siapa?"
"Kambing tetangga sebelah rumah ♈ªϞƍ tempo hari sudah dijual,kan? Hahaha....," canda Kak Rafli.
"Serius dikit Kέ♌āPå,sih Kak?"
"Gini aja Dek,kamu berdiri ditengah-tengah lapangan dan teriakkan nama orang atau kambing ♈ªϞƍ kamu kangenin maka angin kan menyampaikan salam rindumu untuknya.Gimana?"
"Ide bagus tapi konyol.Lha,kalau aku teriak-teriak ntar disangka orang gila bisa-bisa aku ditangkep ama warga terus dibuang ke laut Spayol."
"Wah...,seru tu,Dek.Kalau gitu nggak perlu naik pesawat Ʊϑaђ nyampe Spayol,bisa jalan-jalan gratis bisa liat pemandangan indah disana.Weleh-weleh...,wenak tenan." "Enak gimana? Lah,kalo dibuang ke laut mana bisa liat pemandangan indah ♈ªϞƍ ada aku ditelen ma iakan hiu," jawabku konyol.
Semenjak Kak Rafli tinggal di Ngawi seolah ia telah mengubah duniaku ♈ªϞƍ dulu sering kali diselimuti kesedihan kini ia mengajariku cara menyingkapi hidup,ia selalu ªåĴĴäª tersenyum,ia selalu ceria meski begitu banyak masalah ♈ªϞƍ mendatangi ia membuatku kuat meski derita sering menyapa.Ia menyakinkanku jika Kak Reihan suatu saat akan datang untukku dan ucapannya memang benar.Malam itu Kei berlari menuju kearahku dan Kak Rafli.
"Fa,ada surat untukmu," kata Kei dg Nafas terengah-engah.
"Dari siapa?" Tanyaku dan Kak Rafli bebarengan.
"Kak Reihan," jawabnya sambil menyerahkan surat tersebut.
Aku pun tersenyum dan merasa sangat lega ternyata Kak Reihan tak pernah melupakanku dan benar-benar kan membuktikan ucapannya.
"Cie...,cepet dibuka,gih!" Suruh Kak Rafli.
Hatiku diliputi dg tanda tanya besar,apa isi surat dari Kak Reihan? Dg diawali bacaan basmallah kubuka amplop tersebut sambil berharap sesuatu ♈ªϞƍ indah kan kubaca.
Kepada seorang putri ♈ªϞƍ berhati putih seputih salju
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Putri Hanifa
Surat ini aku tulis untuk seorang putri ♈ªϞƍ berhati cantik laksana permata.Engkau memang permata bagiku dan bagi semua ♈ªϞƍ mengenalmu.Wahai permata,izinkanlah aku meminta maaf kepadamu jika coretan pena dikertas ini membuatmu menitikkan air mata ♈ªϞƍ tak seharusnya terjadi.Mungkin coretan pena dikertas ini akan membuat hatimu tergores luka namun bukan maksudku hendak menggoreskan luka dihatimu aku hanya ingin menyatakan sesuatu fakta.
Dengarlah duhai permata kisahku kala mengagumimu,aku menyukai akhlakmu akhlak mulia ♈ªϞƍ tersirat dari wajahmu.Kuperhatikan kamu,kucari tahu siapa dirimu hingga akhirnya aku dapat berkenalan dg mu.Engkaulah wanita pertama ♈ªϞƍ dapat menerobos dinding hatiku ♈ªϞƍ selama ini terkunci rapat dan terpatri.Tak kan terbuka kecuali karena kehadiranmu.
Tiada dapat kugambarkan betapa bahagia hatiku kala Ayahmu mengizinkanku untuk meminangmu.Ingin kukabarkan berita bahagia ini kepada seseorang ♈ªϞƍ sangat kusayangi yaitu Ayahandaku.Sayang,hatiku justru hancur berkeping-keping.Sebelum sempat kusampaikan pada beliau jika aku telah menemukan tambatan hati ternyata Ayahku telah menyebar undangan pernikahanku dg Tata Salimarsia putri angkat sahabat Ayah.Ingin rasanya kubatalkan pernikahanku dg gadis itu akan tetapi aku tak sanggup melukai hati Ayah.Tak dapat kubayangkan betapa malu nanti Ayah dihadapan teman-temannya dan aku takut hal buruk akan menimpa Ayah jika aku menolak menikahi Tata sebab Ayahku mempunyai penyakit jantung
.Aku benar-benar takut kehilangan beliau hanya Ayah ♈ªϞƍ kupunya didunia ini.Kakak laki-lakiku telah meninggal saat aku masih SMA kemuian Ibundaku menyusul.Kini...., hanya Ayah ♈ªϞƍ kupunya hanya Ayah karena Dia aku dapat bertahan karena Dia aku mempunyai kekuatan untuk menapak masa depan.
Jika memang kita tidak berjodoh didunia mungkin ♈ªϞƍ Esa mempunyai jalan lain untuk kita.Sekali ƪά̲̣ƍϊ maafkan aku,Dik.aku percaya suatu saat nanti lelaki shalih kan melamarmu dg rangkaian khitbah nan indah.
Aku tak pernah melupakanmu,aku kan selalu mendoakan ♈ªϞƍ terbaik untukmu karena engkau telah memberi warna dihidupku ♈ªϞƍ hitam nan kelam ini.Terima kasih,permata.Terima kasih banyak telah engkau luangkan waktu untuk membaca selembar kertas tak bernyawa ini.
Dariku,
(Reihan Prayoga)
Seseorang ♈ªϞƍ telah mengecewakanmu.
Selembar surat tersebut membuatku sakit benar-benar sakit.Ia mengkhianati janji-janjinya.aku tak mampu menggerakkan bibirku,saat hendak kuserahkan kertas surat tersebut pada Kak Rafli sebuah foto pernikahan jatuh dari dalam amplop.Kak Rafli membaca surat tersebut sementara Kei mengambil foto ♈ªϞƍ terjatuh.
"أَسْتَغفِرُاللهَ الْعَظيِمْ
Bukankah ini Tata sahabat kecil kita.Benar sekali,Fa ♈ªϞƍ dinikahi Kak Reihan adalah Tata.Lihatlah ini ada Ibu dan adiknya Tata." Ucap Kei.
Kuamati foto tersebut dan ternyata benar wanita ♈ªϞƍ duduk disamping Kak Reihan adalah Tata sahabat kecilku dulu,air mataku semakin menjadi-jadi.
Belum selesai Kak Rafli membaca surat tersebut air matanya Ĵμƍα turut menetes.Kak Rafli menarik foto pernikahan Kak Reihan bersama Tata dari tangan Kei dan merobeknya.
"Aku tidak terima semua ini,aku harus membuat perhitungan dg orang ♈ªϞƍ berani menyakiti adikku," ucapnya sambil beranjak dari tempat duduk.
"Jangan,Kak," cegahku.
"Fa,Ia telah menyakitimu.Kakak tak kan membiarkan ia hidup bahagia.Kakak sayang padamu seperti kakak menyayangi Sakura jadi Kakak akan membuat perhitungan dg siapa pun ♈ªϞƍ berani menyakitimu," ucap Kak Rafli dg mata merah berkaca-kaca.
"Kak,selama ini Kak Rafli ♈ªϞƍ selalu menguatkanku,selama ini Kak Rafli menasehatiku jika apa ♈ªϞƍ kita inginkan tidak selalu terpenuhi tapi rencana اَللّهُ itu indah,indah sekali.Di balik semua ini aku percaya jika اَللّهُ telah mengukir sesuatu ♈ªϞƍ indah untuk jalan hidupku.Biarlah Kak Reihan berbahagia dg Tata doaku selalu untuknya.Jangan pernah salahkan Kak Reihan menikah dg Tata demi Ayahnya," ucapku berusaha tegar meski hatiku robek dan terluka perih.
Perihnya hatiku kala itu bagaikan luka ♈ªϞƍ ♈ªϞƍ ditaburi air garam bahkan rasa perihnya jauh melebihi itu.Perih sekali,air mata ♈ªϞƍ menetes dipipiku terasa panas laksana air ♈ªϞƍ mendidih.Entah kapan luka ini dapat disembuhkan,luka ini terlalu sakit,teramat sakit.Andai dapat kuulang waktu aku kan memilih tak mengenal Kak Reihan tapi sudahlah ini memang skenario hidupku ♈ªϞƍ harus kujalani.
***
29 April 2007
Hari ini aku dan Kei pergi ke panti asuhan Al-Zafa untuk menemui Maryam.
"Fa,ada acara apa ya? Kok,dipanti asuhan ini banyak remaja putra," kata Kei setengah berbisik.
"Kata Maryam semenjak panti ini sudah diresmikan Bapak Camat setiap seminggu sekali Mas Zacky mengadakan pengajian rutin untuk pemuda dikampung disini," jelasku.
"Pantes ªåĴĴäª ada mobilnya Mas Zacky," ucap Kei sambil menunjuk sebuah mobil ♈ªϞƍ biasa dipakai Mas Zacky.
"Aku kagum padanya,Ia sosok ♈ªϞƍ istimewa beruntung ߪªngέ† ya Sakura bisa menjadinya.Melihat Mas Zacky aku jadi teringat dg sosok Razif cucu pertama Kyai Ghozi ia seorang ♈ªϞƍ zuhud aku benar-benar seorang wanita ♈ªϞƍ paling bahagia jika Razif memilihku menjadi pendamping hidupnya," lanjut Kei ♈ªϞƍ sejak kecil begitu mengagumi Razif al-Mazi.
"Sudahlah,lebih baik kita masuk ªåĴĴäª ," ajakku.
Aku dan Kei melanjutkan melangkah hingga masuk dipanti asuhan namun langkah kakiku terhenti didepan sebuah ruangan mataku tertuju pada penghuni ruangan tersebut.Disana ada sekitar 30 pemuda putra ♈ªϞƍ sedang serius mendengar ceramah dari seorang pria berbaju koko putih dg sarung hitam.Pria itu adalah Mas Zacky dari ruangan samar-samar kudengar sepenggal petuah indah ♈ªϞƍ keluar dari bibir Mas Zacky.
"Tatkala kita dilahirkan didunia ini kita kan disambut dg azan ♈ªϞƍ menggema indah ditelinga kemudian tatkala kita pulang ke Sang Khaliq kita kan dishalatkan terlebih dahulu.Wahai kaum muda pikirkanlah sedekat jarak antara azan dan shalat sedekat itu pulalah jarak antara saat kita dilahirkan dg kematian.Ya....,kematian memang sesuatu ♈ªϞƍ sangat dekat dg kita."
"سُبْحَانَ اللّه
Petuah indah ♈ªϞƍ disampaikannya terus ªåĴĴäª terngiang diotakku,aku tercengang mendengarnya.
"السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sapa sicantik Maryam.
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاته
Jawabku dan Kei serentak.
Maryam pun mengajak kami masuk keruang kerjanya.
"Kak Iffa,maksudku mengundang Kakak kemari sebab aku ingin menyerahkan tanggung jawab besar padamu.Kak,bukankah tahun depan Kak Iffa sudah lulus kuliah? Jadi aku berharap Kak Iffa menjadi pengasuh utama panti asuhan Al-Zafa ini karena bulan depan aku akan pindah ke kalimantan," jelas Maryam.Aku kaget dan hampir tak percaya dg apa ♈ªϞƍ dikatakannya,mataku memandang sebuah dokumen ♈ªϞƍ baru ªåĴĴäª diserahkan Maryam.
"Apa? Kamu ♏äƱ tinggal dikalimantan?" Tanya Kei ♈ªϞƍ seolah tak percaya.
"Benar,oleh sebab itu kuserahkan panti ini pada Kak Iffa.Kak,di dokumen ini telah tertulis pengasuh utama Hanifa Asy-syadzily.Untuk sementara Kak Iffa bisa meminta bantuan pada Kak Rafli," jelas Maryam.Ucapannya membuatku terdiam.
Ini sungguh amanah ♈ªϞƍ sangat berat untukku lebih berat menjadi pimpinan kafe,lebih berat dari masalah ♈ªϞƍ perah kuhadapi selama ini sebab ini menyangkut nasib 33 anak yatim piatu ♈ªϞƍ menggantungkan nasibnya disini.
Kubuka dokumen ♈ªϞƍ baru ♈ªϞƍ diberikan Maryam setelah kata pengantar tertulis susunan pengurus tidak salah ƪά̲̣ƍϊ pengasuh utama panti asuhan Al-Zafa adalah namaku.Nama penasihat ♈ªϞƍ tercantum adalah Kyai Ghozi al-Mazi dan Bapak Syadzily.Nama Rafli Alfiano tercantum sebagai ketua.Pada posisi wakil 1 dan wakil 2 tertulis nama Ustadz Ma'sum bin Ghofar dan Ustadz Arifin bin Mas'ud begitulah seterusnya nama-nama orang penting dikampungku tercatat sebagai pengurus panti dan nama Kei tercatat sebagai seketaris 1.
"Kέ♌āPå kau pilih aku? Kέ♌āPå bukan Mas Zacky?" Tanyaku.
"Kak Iffa kan tahu,di Boyolali Mas Zacky mempunyai sembilan anak asuh belum ƪά̲̣ƍϊ ia adalah pengurus inti sebuah ponpes,ia Ĵμƍα mengajar di UMS dan STAIN.Aku percaya Kak Iffa.Aku,Mas Zacky dan seluruh pengurus panti sudah memikirkan matang-matang mengenai keputusan ini.Mas Zacky Ĵμƍα akan membantu,kok paling tidak seminggu sekalu ia akan kemari untuk mengisi pengajian pemuda kampung.O˚˚˚°H,,, ya,Kak berapa pemuda kampung Ĵμƍα aku libatkan menjadi pengurus agar tertanam rasa tanggung jawab pada diri mereka.Aku percaya Kalau Kak Iffa,Kak Rafli dan Kak Kei bisa menjadikan panti ini menjadi jauh lebih baik.
insya اَللّهُ,Άku akan curahkan segala ♈ªϞƍ kupunya demi anak-anak disini.Cita-citaku selama ini mempunyai sebuah panti asuhan dan mendidik penghuninya menjadi bibit unggul ♈ªϞƍ berakhlak.Terima kasih Maryam engkau telah membuka ladang beramal bagiku," tanggapku ♈ªϞƍ seolah masih tak percaya jika aku memikul beban ♈ªϞƍ begitu berat.
"Kamu tenang ªåĴĴäª ,Fa,aku kan setia membantumu,kok."
" tapi ngomong-ngomong Maryam hendak ke Kalimantan ngapain? Dg siapa?" Tanya Kei pada Maryam.
"Aku kesana untuk mengamalkan apa ♈ªϞƍ kupunya.aku ingin membuka praktik disana,sementara suamiku akan membuka sebuah pondok pesantren kecil disana.Sejak setahun ♈ªϞƍ lalu tempat paktrik dan pondok pesantren sudah mulai dibangun dan bilan depan sudah bisa diresmikan," cerita Maryam.
Sontak aku dan Kei kaget dg cerita Maryam ♈ªϞƍ ternyata sudah memiliki suami.
"Suami? Jadi kamu sudah menikah,kapan? Lalu,siapa suamimu?" Kei menghujani Maryam dg berbagai pertanyaan.
"ȋγɑ,aku sudah menikah sejak lulus SMA,aku melangsungkan pernikahanku di Kuala lumpur.Sebenarnya suamiku orang Ngawi tapi ia kuliah di Malaysia,aku bertemu dg suamiku kira-kira 3 bulan sekali.Ia Ĵμƍα baru menyelesaikan studynya tahun ini oleh sebab itu kami ingin mengamalkan ilmu ♈ªϞƍ kami punya sebenarnya suamiku ingin membuka ponpes di Sumatra tapi Eyang Ghozi menyarankan di Kalimantan saĴĴa ," jelas Maryam.
Penjelasan Maryam justru membuatku semakin penasaran apalagi setelah Maryam memanggil Kyai Ghozi dg sebutan Eyang namun belum sempat aku bertanya Kei sudah mendahuluiku.
"Siapa suamimu?" Tanya Kei setengah mendesak.
"Suamiku Razif al-Mazi cucu pertama Kyai Ghozi.Itu guru kalian ngaji sewaktu kecil.Kata Eyang dulu kalian hobi ߪªngέ† menyembunyikan sandal para jamaah,Hëhëhëhë ..." Jawab Maryam diiringi tawa renyah.
Tawa renyah ♈ªϞƍ terpancar dari bibir Maryam membuat hati Kei menangis.Wajahnya pucat,kesedihan di matanya tak dapat disembunyikan.Melihat perubahan itu aku berusaha mencari alasan ketika Maryam bertanya mengenai keadaan Kei.Aku hanya tak ingin Maryam ikut bersedih,aku tak ingin merusak Kebahagiaan Maryam bersama Razif
BERSAMBUNG......
SUJUD HATI DI UJUNG SUBUH BAG 6
Karya INDAH EL-HAFIDZ
KELAMKU
14 November 2006
Esok pagi adikku akan menjalani operasi namun sayangnya Mas Zacky belum Ĵμƍα berkenan menikah dg Sakura sebenarnya aku ingin sekali menjaga dan menemani adikku didetik-detik menjelang operasi namun hari ini aku bersama teman-teman kos harus mengantar Mbak Nay ke Yogyakarta untuk pembekalan sebelum berangkat ke Paris.
Aku lebih memilih mengantar Mbak Nay sebab setelah hari ini Mbak Nay tidak kembali ƪά̲̣ƍϊ ke Solo.Sewaktu-waktu Ia bisa segera dikirim ke Jakarta dan tanggal 3 Desember nanti Ia akan terbang ke Paris bersama rekan-rekannya sesama penerima beasiswa.
Perjalananku menuju Yogyakarta kurasakan tidak begitu indah,sepanjang perjalanan pikiranku dipenuhi tentang operasi ♈ªϞƍ akan dijalani adikku.
"Pak sopir,nanti pulangnya kita mampir ke Parang Tritis,ya," ajak Zorra penuh semangat.
"♧ȋγα ,Ra,Aku setuju denganmu," tambah teman ♈ªϞƍ lain.Aku hanya diam mendengar pembicaraan teman-temanku.
"Gimana kalau kita menginap? Pulangnya besok sore aja," Dahlia mengajukan ide.Hampir semua menyetujui ide Dahlia untuk menginap didaerah Parang Tritis kecuali Mbak Mirra ♈ªϞƍ sudah tidur lelap sejak tadi.
Aku bingung,apa ♈ªϞƍ harus kukatakan kepada teman-temanku? Kupandangi hamparan jalan raya ♈ªϞƍ dipenuhi kendaraan ♈ªϞƍ sedang lalu lalang.Aku belum pernah pergi kekota ini sendirian,aku tak punya sanak saudara ditempat ini namun aku harus tetap pulang malam ini Ĵμƍα sebab esok pagi adikku operasi.aku tidak mungkin memaksakan keinginan untuk mengajak rombongan pulang sebab sepertinya mereka sedang sangat ingin berlibur disini.
"Entar kita nginapnya dihotel tanteku aja,pasti diberi diskon," Susan menambahkan semangat teman-teman ♈ªϞƍ berkeinginan untuk menginap.
"Kamu minta gratisan wae,hahaha...," sambung Dahlia.
"Gile kamu.Emang listrik,air dan karyawan tanteku ƍ∂άк butuh duit kecuali kalau kamu statusnya calon mantu tanteku mungkin bisa dikasih gratisan.hahaha..." Tanggap sigokil Susan.
"♏äƱ dong,kayaknya tantemu kaya,tuh...." Kata Dahlia dg semangat.
"Hahaha...,tapi umur anaknya baru 5 §ª♏ª 3 tahun." Jelas Flora ♈ªϞƍ sudah berkenalan dg tantenya Susan.
Bus pun dipenuhi dg suasana tawa renyah sementara Dahlia memasang wajah cemberut begitu sadar kalau dirinya menjadi korban gurauan Susan.
"Kamu sakit?" Tanya Mbak Nay ♈ªϞƍ duduk disampingku,kugelengkan kepala dan aku pun menunduk lesu.
"Iffa,sudahlah hilangkan semua duka dan lara,hilangkan semua penat didada nanti kita akan have fun," sambung Lingga memberiku semangat.
"Sepertinya aku tidak ikut menginap di Parang Tritis," jelasku.
"Kέ♌āPå??" Tanya teman-teman hampir bersamaan.
"Tapi aku Ʊϑaђ booking hotel.Barusan aku nelpon tanteku," potong Susan.
"Kalian kan bisa tetap menginap,aku tidak bisa karena besok pagi adikku operasi.Aku harus menemaninya," jawabku sambil menahan sesak didada karena teringat Sakura.
Semua memandangku dg pilu,Mbak Nay memelukku sambil berkata," Kuatkan hatimu,Dik."
"Lalu gimana?" Tanya Susan ♈ªϞƍ bingung.
"Kalian tetap menginap dan aku akan pulang ke Ngawi naik bus," jelasku.
"Tidak,usai acara habis Magrib.Mbak nggak mungkin tega melepasmu malam-malam sendirian," cegah Mbak Nay.
"Sudahlah,Mbak.Insya اَللّهُ aku bisa jaga diri,kok.Aku nggak sendirian karena اَللّهُ selalu bersamaku."
***
Disebuah hotel bintang 5 bus pun berhenti.Aku bersama teman-teman berhamburan keluar bus menuju hotel.Sang pemandu telah menunggu kami didepan hotel.
"Disinilah acara perpisahan nanti akan dilaksanakan," jelas pemandu kepada kami."Tapi,kalian tidak bisa masuk semua.Nona Nay hanya bisa mengajak 2 orang ªåĴĴäª ," lanjut pemandu.
"Aku aja...., aku....," teman-teman berebut menawarkan diri.
Namun Mbak Nay malah memandangku.Kutundukan kepala berharap bukan aku ♈ªϞƍ dipilih sebab aku harus segera pulang untuk menemani Sakura.
"Pak tolong antar gadis ini menuju terminal," pinta Mbak Nay kepada pemandu.Mbak Nay seakan dapat membaca pikiranku.Semua kaget mendengar apa ♈ªϞƍ dikatakan Mbak Nay.
"Fa,terima kasih telah mengantar Mbak Nay sampai disini.Mbak Tahu saat ini kamu sangat khawatir dg keadaan adikmu lebih baik pulanglah.Temui adikmu beri ia semangat sampaikan salamku untuk adikmu.Sekali ƪά̲̣ƍϊ Mbak ucapkan terima kasih banyak telah mengantar hingga ke Yogya," ucap Mbak Nay sambil merangkulku.Aku pun menitikan air mata haru.
"Terima kasih,Mbak Nay,terima kasih banyak doaku selalu untukmu," ucapku.Kuambil syal cantik ♈ªϞƍ kurajut sendiri lalu kulilitkan dilehernya.
"Hanifa,aku sangat menyayangimu.Kamu adalah adikku," ucapnya dg sesenggukan.
"Nona Nay saya disini diminta untuk memandu Nona.Maaf saya tidak bisa mengantar sahabat Nona ke terminal sebab akan menyalahi aturan ♈ªϞƍ ada," jelas pemandu.
"Tidak apa-apa Pak,saya bisa naik angkot menuju terminal ƪά̲̣ƍϊ pula ini masih jam 4 jadi tidak masalah bagi saya untuk pulang sendirian," jawabku.
"Fa,aku akan menemanimu," jawab Dahlia
"Tidak usah terima kasih,Dahlia."
"Tapi Fa,paling tidak kami akan menemanimu sampai terminal," tambah Susan.
"Sudahlah,kalian masuk ªåĴĴäª dan istirahat," jawabku sambil beranjak meninggalkan mereka.
***
Dengan langkah ♈ªϞƍ terasa berat aku menuju pangkalan ankot.Kupilih angkot ♈ªϞƍ menuju terminal,mungkin karena aku sangat lelah dan perutku belum terisi makanan sehingga kepalaku terasa amat pusing.Kusandarkan kepalaku hingga aku sempat tertidur sebentar.
"Mabak,sudah sampai diterminal.Hati-hati,jaga barang berharga baik-baik apalagi Mbak sendirian," jelas sopir angkot.
"Terima kasih banyak,Pak," jawabku sambil membayar ongkos angkot.
Aku kembali berjalan menuju bus jurusan Surabaya saat mataku sedang mencari-cari bus jurusan Surabaya seorang pria bertato menarik tanganku dan menutup mulutku dg sapu tangan,aku ditariknya menuju belakang terminal,aku tak dapat berkutik,tubuhku gemetar karena takut.
"Serahkan semua uang dan Hpmu," paksanya.Aku hanya diam,air mataku meleleh,aku terus beristighfar menyebut sang Esa.
"Hei! Cepat serahkan uang dan Hpmu," Ia kembali memaksa kali ini sambil menarik jilbabku.
"Jangan tarik jilbabku dan jangan sentuh aku," ucapku lemah,ia pun tak ƪά̲̣ƍϊ menarik jilbabku dan ganti menarik tas ranselku,ia membongkar-bongkar isi tasku untuk mencari dompet.Salah seorang temannya datang memegang kuat kedua tanganku.
"Lepaskan....! Lepaskan...! Kamu bukan mahramku! Silahkan ambil semua uang dan hartaku tapi jangan pernah sentuh tubuhku!!" Bentakku.
"Dasar gadis sok suci,aku akan ambil semua hartamu biar kamu jadi gelandangan dan tak ada orang ♈ªϞƍ akan mengasihinimu," kata salah satu preman tersebut sambil melotot kearahku.
"Terserah kalian hendak berbicara apa,terserah kalian hendak mengambil uangku.Semua itu tak berarti bagiku tapi jangan pernah kalian sentuh aku.Ingatlah aku tidak akan jadi gelandangan,aku tidak akan sendirian karena اَللّهُ selalu bersamaku,اَللّهُ menemaniku,اَللّهُ melindungiku,اَللّهُ maha tahu apa ♈ªϞƍ kalian lakukan," ucapku.Kedua preman tersebut tertegun memandang kearahku,tidak lama kemudian mereka meninggalkanku tanpa mengambil sedikitpun uang milikku.Aku tak mengerti apa ♈ªϞƍ ada dipikiran kedua preman tersebut.
Setelah kejadian itu tubuhku benar-benar lemas.Saat aku hendak kembali keterminal aku terjatuh dan kakiku terkilir,kusandarkan tubuhku dibawah sebuah pohon ♈ªϞƍ cukup besar kucoba untuk menahan sakit.
Seorang pria muda berseragam TNI menghentikan langkahnya didepanku,kuangkat kepalaku untuk memastikan jika pria itu bukan preman ♈ªϞƍ memakai seragam TNI.Ternyata pria itu adalah orang ♈ªϞƍ pernah memberi obat sakit kepala untukku.Tidak salah ƪά̲̣ƍϊ... Semoga ia berkenan menolongku kembali.
"Kamu...," ucapnya seolah mengenalku."Kamu Kέ♌āPå?" Tanyanya kembali.
"Kakiku terkilir,Kak," jawabku.
"Sini,kubantu," ucapnya.
"Jangan,cegahku ketika ia hendak memegang pergelangan kakiku.
"Kέ♌āPå?" Tanyanya seraya menghentikan tangannya ♈ªϞƍ belum sempat menyentuhku.
"Kamu bukan Mahramku,Jika memang hendak menolongku,tolong antarkan aku kepuskesmas terdekat," pintaku.Ia hanya terdiam.
"Kamu marah?' Tanyaku.
"Aku kagum padamu," jawabnya singkat.Kemudian ia menelepon seseorang,selama kurang lebih 2 menit ia dan aku duduk dibawah pohon.Kami sama-sama membisu tanpa kata.Hatiku berdesir,badanku panas dingin.Tak kuberanikan diri mengangkat kepala.
Akhirnya ♈ªϞƍ ditunggu pun datang seorang perawat mendatangiku dg kursi roda dibantu perawat tersebut aku duduk dikursi roda dan diantar menuju rumah sakit.
***
Tak berapa lama kemudian,sampailah aku di rumah sakit Aisyah.Perawat tersebut mengobati kakiku diruang perawatan,kutengok melalui jendela masih kulihat pria ♈ªϞƍ tadi menolongku.Dia sedang duduk sambil membaca buku diluar.
"Mbak pacarnya Kak Reihan,Ya? Sepertinya Kak Reihan sangat khawatirkan Mbak," sindir perawat tersebut sambil tersenyum.
"Bukan.Jadi nama pria tersebut Reihan?" Tanyaku.
"Masak,sih Mbak nggak tahu? Benar sekali namanya Reihan Prayoga,putra tunggal Dokter Prayoga.Tidak sedikit gadis ♈ªϞƍ berusaha mencuri hatinya namun ia selalu menutup hatinya rapat-rapat.Sebenarnya Dokter Prayoga menjodohkannya dg putri angkat Dokter Hilman tapi Kak Reihan menolak.Andaikan aku belum menikah mungkin aku Ĵμƍα sudah tergila-gila padanya," jelas perawat tersebut sambil cengengesan.Kutanggapi pembicaraannya dg senyum kecil disudut pipi.
Usai melaksanakan shalat,aku pun menuju ruang administrasi untuk melunasi pembayaran.
"Semua biaya sudah dilunasi oleh Reihan," jelas petugas Administrasi.Aku bingung dg apa ♈ªϞƍ dilakukan pria tersebut,mengapa ia begitu baik padaku? Padahal aku baru mengenalnya.
"Mbak,ada pesan dari Reihan.Lebih baik Mbak bermalam disini aja sebab tidak baik melakukan perjalanan sendirian.Apalagi Mbak seorang gadis." Sambung salah satu petugas administrasi.
"Aku tidak sendirian,اَللّهُ bersamaku.Aku harus tetap pulang,adikku membutuhkanku.O°˚˚˚°H,,,,ya mbak tolong serahkan uang ini dan ucapkan terima kasih pada Kak Reihan." Kataku sambil menitipkan uang pada petugas administrasi.
"Uang apa ini,Mbak?" Tanyanya.
"Ini utang saya pada Kak Reihan karena telah membayar biaya perawatan," jelasku.
"Demi اَللّهُ,aku ikhlas.Aku tidak mengharapkan imbalan apa pun,jika malam ini kamu tidak bisa bermalam disini izinkan aku untuk mengantarmu hingga kerumah," sambung Kak Reihan ♈ªϞƍ baru datang.
"Terima kasih Kak,tapi Kak Reihan tak perlu mengantarku.Aku dapat pulang dg bus," jawabku sambil menunduk.
"Aku telah menyiapkan itu untukmu," jawabnya sambil menunjuk sebuah mobil berwarna hitam ♈ªϞƍ telah terparkir tepat didepan pintu masuk menuju rumah sakit.
Kugelengkan kepala sambil berkata," kamu terlalu Baik,Kak."
"Terima ªåĴĴäª bantuan Kak Rei.Ia memang pria ♈ªϞƍ baik tapi ia tak pernah seperti itu kepada gadis mana pun kecuali padamu.Jangan kecewakan Kak Rei," bisik pegawai administrasi.
"Kumohon,izinkanlah aku mengantarkanmu,jika kamu tak ♏äƱ diantar dg mobil itu aku akan tetap mengikutimu sampai kupastikan kau baik-baik ªåĴĴäª ," ucap Kak Reihan.Aku tertunduk lesu bingung membuat keputusan.
Sementara itu Hpku berbunyi,sebuah sms dari Bunda Laras,beliau memintaku segera pulang sebab Sakura tidak sadarkan diri sejak tadi sore.Aku bingung dan panik sehingga akhirnya kuterima tawaran Kak Reihan.
***
Kak Reihan membukakan pintu mobilnya,aku diperlakukan istimewa bak putri raja.Sopirnya telah siap didepan untuk menyopir.
"Aku duduk didepan saja,Kak," jawabku.
"Mengapa demikian? Kamu dibelakang denganku,ya?" Tawarnya.
Kugelengkan kepala seraya berkata," Hal itu tidak pantas."
Kak Reihan memandangku,aku pun segera menundukan pandangan.
"Baiklah,aku mengerti maksudmu.Kamu memang gadis ♈ªϞƍ teramat istimewa,kamu tetap duduk dibelakang dan aku akan duduk didepan dg sopir," jelasnya.
"Tapi,Kak..."
"Kumohon," pintanya,aku pun memasuki mobil tersebut sebab sudah tidak ada pilihan lain dari pada harus berdebat ƪά̲̣ƍϊ.
***
"Hem... Kalau tidak salah namamu Hanifa asy-syadzily kamu lahir di Ngawi 10 Mei 1985.Kuliah di UMS mengambil jurusan pendidikan Islam,kamu Ĵμƍα menjadi pengelola kafe Asy-Syadzily ♈ªϞƍ ada dikawasan puncak.Benar kan,apa ♈ªϞƍ kukatakan?" Tanya Kak Reihan diperjalanan pulang.
Aku diam,aku tak mengerti dari mana Kak Reihan bisa tahu tentangku padahal aku tak memiliki facebook,twiter atau Priendster seperti teman-temanku ♈ªϞƍ lain.
"Hei princess,Kέ♌āPå kamu diam?" Ucapnya.Lagi-lagi aku tak mengerti mengapa Ia memanggilku Princess.
Beberapa kilometer kemudian mobil berhenti disebuah swalayan.
"Ayo kita masuk dan mencari oleh-oleh kesukaan Ayah,Bunda,dan adikmu," ajaknya namun aku menolak dg sopan.
"Baiklah jika Princess tak bersedia turun,aku sendiri ♈ªϞƍ akan mencari oleh-oleh," ucapnya lalu ia turun dan bergegas masuk swalayan.
"Aku tidak pernah melihat Den Reihan sebahagia ini," ucap sopir Kak Reihan.
"Apa maksud Bapak?" Tanyaku.
"Sebenarnya Den Reihan mempunyai seorang Kakak bernama Ridho mereka berdua begitu dekat namun sebulan setelah Den Ridho menikah Den Ridho meninggal karena diracun istrinya.Kemudian istrinya pergi membawa semua harta Den Ridho.Setelah kematian Den Ridho,Ibunya hilang ingatan dan 2 tahun ♈ªϞƍ lalu meninggal karena sakit.Semenjak kematian sang Kakak,Den Ridho nggak pernah jatuh cinta sebab Ia pikir semua cewek itu matre namun berbeda tatkala Den Reihan bertemu dg mu,Ia dapat tersenyum kepada seorang wanita tanpa sengaja Den Reihan pernah melihatmu memakain wewangian dan perhiasaan saat hendak melakukan shalat dan kamu melepaskan semua perhiasaanmu setelah shalat lalu Den Reihan menyuruh salah satu karyawan disana untuk menanyakan maksudmu dan jawabanmu,Kamu seperti itu karena hendak menghadap Sang Khaliq.Mulai saat itu Den Reihan aktif mempelajari ilmu agama dan sulit melupakanmu dari angannya," jelas sopir itu.
"Sungguh aku tak menginginkan orang lain melihatku berhias apalagi orang itu bukan mahramku karena aku berhias hanya untuk Nya dan untuk suamiku kelak.Pak,dimana Ia pernah melihat aku shalat?" Tanyaku.Aku tak ingin ƪά̲̣ƍϊ ada orang ♈ªϞƍ melihatku berhias saat hendak shalat.
"Satu tahun ♈ªϞƍ lalu,saat Den Reihan liburan di Puncak,Ia jalan-jalan kekafemu.Ia hampir memasuki semua sudut kafemu sebab Ia kagum dg desain Timur tengah disana.Saat itu tanpa sengaja Ia melihatmu sedang berwudhu.Setelah itu,Ia mengamatimu hingga engkau selesai shalat," jelasnya.Mendengar penjelasan itu aku pun segera beristighfar.
***
Ngawi,15 November 2006
Sekitar pukul 02.00 dini hari aku dirumah sakit umum tempat adikku dirawat.Kak Reihan memaksa menemui Ayah dan Bundaku.Aku pun tak mungkin menolak setelah begitu banyak kebaikan ♈ªϞƍ dilakukannya untukku.Seperti biasanya,Bunda Laras telah menantiku dilorong rumah sakit,kupeluk Bunda ♈ªϞƍ saat itu sedang menangis tersendu.
"Adikmu belum sadar Ĵμƍα ,sejak tadi ia selalu menyebut nama Zacky.Dokter tak akan melakukan operasi jika adikmu belum sadar," jelas Ayah dg tenang.
Kutengok adikku melalui sebuah celah kecil,Ia bernafas dg alat bantu bibirnya ♈ªϞƍ pucat bergerak menyebut sebuah nama,Hasan Al-Izacky.Disamping adikku kulihat Kak Rafli dan Paman Alfiano setia menjaga adikku.Ayah sedang mencoba menenangkan Bunda Laras.Dengan penuh deraian air mata aku memasuki ruang rawat.
Kutatap wajah pucat adikku,matanya tertutup,bibirnya terus ªåĴĴäª bergerak.Kucium keningnya dan kubisikan kalimat Ilahi ditelinganya.Kak Rafli menatapku dg deraian air mata,Ia terus menggenggam erat tangan Sakura.Paman Alfiano tampak lebih tegar menghadapi semua ini.
"Dek,Kέ♌āPå....? Kέ♌āPå ? Semua orang tak ♏äƱ cerita tentang keadaan Sakura ♈ªϞƍ sebenarnya.Aku benci diriku ♈ªϞƍ selalu menyakiti Sakura,aku sebenarnya sangat menyayangi Sakura,aku tak pernah membenci Sakura," ucap Kak Rafli.
"Maafkan Hanifa," jawabku singkat.
"Sudahlah Nak,saat ini ♈ªϞƍ harus kita lakukan adalah berdoa untuk kesembuhan Sakura,jangan sesali sesuatu ♈ªϞƍ telah berlalu," nasehat Paman Alfiano
"Paman,apakah Mas Zacky tak berkenan menengok Sakura?" Tanyaku sambil sesenggukan
"Sejak tadi sore keluarga besar Pak Yoso telah disini,namun mereka semua sudah pulang kecuali Zacky dan Maryam," jelas Paman Alfiano.
"Lalu,dimana dia,Paman?" Kak Reihan mendahuluiku bertanya.
Paman Alfiano menunjuk sebuah masjid ♈ªϞƍ ada dirumah sakit sambil menepuk pundak Kak Reihan,seolah-olah mereka telah kenal baik.
***
Dengan menahan tangis aku ditemani Kak Rafli dan Kak Reihan menemui Mas Zacky dan Maryam ♈ªϞƍ sedang hanyut dalam munajat.Kami Ĵμƍα segera mengambil air wudhu untuk shalat lail.
Usai shalat aku pun duduk berjajar dg Maryam,kutundukan kepalaku air mataku mengalir bagaikan derasnya aliran sungai.
"Maafkan aku,Kak Iffa.Aku tak dapat membujuk Mas Zacky untuk menikahi Sakura," ucap Maryam sambil merangkulku.
Mendengar ucapan Maryam kuyakinkan pada diriku sendiri jika aku pasti kuat menghadapi semua ini.Meskipun aku mencintai Mas Zacky aku harus memaksanya menikahi Sakura.
Disaat kami berlima hanya diam dan menunduk tanpa saling bicara,datanglah Ayahku.Aku dan Maryam tetap duduk berjajar,didepan kami Kak Rafli,Mas Zacky dan Kak Reihan Ĵμƍα duduk sejajr menghadap kearahku dan Maryam.Ayah berada ditengah,Ayah mulai membuka pembicaraan.
"Nak Zacky,Paman tahu jika hidup mati seseorang ada ditangan ♈ªϞƍ Esa akan tetapi kita tetap harus berusaha demi kesembuhan Sakura.Paman rasa kamulah orang ♈ªϞƍ bisa menyelamatkan Sakura,Paman tahu jika menyentuh dan membisikkan sesuatu pada Sakura haram bagimu karena kalian bukan Mahram oleh sebab itu Paman memintamu menikahi Sakura demi menyelamatkan nyawanya."
Ayahku menyerahkan selembar kertas ♈ªϞƍ berisi curahan hati Sakura,aku tidak tahu dari mana Ayah mendapat kertas tersebut akan tetapi aku berharap Mas Zacky akan luluh setelah membaca tulisan itu.
Dalam keadaan tetap menunduk aku berkata," Kumohon wahai Mas Zacky ♈ªϞƍ berhati lembut menikahlah dg adikku,Sakura.Ia gadis ♈ªϞƍ cantik nan elok matanya indah,senyumnya mempesona.Jika operasinya nanti berhasil berarti Mas Zacky telah menyelamatkan Sakura.Mas Zacky pahlawan bagi kami dan seumur hidup aku tak akan melupakan kebaikanmu.Dengan cara apapun aku akan membalas semua kebaikanmu namun jika hal buruk terjadi pada Sakura anggaplah pernikahanmu dg Sakura adalah hadiah terindah diakhir hayatnya," ucapku dg dada sesak.
"Afwan...,ana tahu jika Sakura adalah gadis ♈ªϞƍ cantik namun bukan kecantikan ♈ªϞƍ ana cari.Ana hendak menikahi seseorang karena keimanan.Sekali ƪά̲̣ƍϊ karena keimanan bukan karena kecantikan dan gadis itu adalah ukhti Hanifa tapi ana berjanji akan selalu mendoakan Sakura," jelasnya dg terbata-bata.
Mendengar ucapannya hatiku menangis.Aku tak sanggup ƪά̲̣ƍϊ memaksa Mas Zacky menikahi Sakura namun entah mengapa tanpa kusadari bibirku bergerak," Maafkan Hanifa,Mas hatiku telah bersandar pada Kak Reihan.Mungkin jalan kita berbeda."
Semua mata tertuju padaku,aku pun sangat kaget dg apa ♈ªϞƍ baru ªåĴĴäª kuucapkan.Semua itu keluar dari bibirku tanpa kusadari.
"Benar,kami saling mencintai dan kami akan membuktikan cinta kami," sambung Kak Reihan membuatku semakin tak mengerti.Ingin rasanya kuulang waktu dan mencabut ucapanku tapi sudahlah aku tak ingin menyaksikan Sakura ♈ªϞƍ kusayang mengalami keterpurukan.
Semua terdiam dalam suasana mencekam,rasa perih didadaku tiada kuasa kutahan.Aku benar-benar tak sanggup melihat Mas Zacky menikah dg orang lain tapi itu adalah jalan ♈ªϞƍ terbaik.
Ya Tuhanku,sang pemilik alam kuatkanlah diriku dari putus asa," doaku dalam hati
"Mas,sekarang sudah jelas jika hati Kak Iffa telah bersandar pada Kak Reihan jadi Kakak tak boleh mengharapkan Kak Iffa.Menikahlah dg Sakura,Ia membutuhkanmu,Mas," bujuk Maryam.
"Baiklah," jawab Mas Zacky singkat.
Semua orang seolah dapat bernafas lega mendengar jawaban Mas Zacky namun hatiku sangat kacau,pikiranku buntu tanpa sadar air mataku menetes dg sendirinya.Ayah merangkulku dan menghapus air mataku.
"Terima kasih," ucap Kak Rafli.
"Nyawa adikmu jauh lebih berharga,kuatkan hatimu,Nak," Ayah mencoba menasehatiku.Sementara kulihat Mas Zacky keluar masjid dg deraian air mata.Maryam mengikutinya dg kursi roda.
"Ayah,hubungi ªåĴĴäª Kei.Ayahnya seorang penghulu jadi Paman Arif bisa menikahkan Sakura dan Mas Zacky malam ini Ĵμƍα ," pintaku pada Ayah sambil menyerahkan Hpku,aku tak sanggup menghubungi Kei.
***
Satu jam kemudian Kei datang bersama Ayahnya,kedatangan Paman Arif membuat dadaku teramat sesak,meski perasaan sakit menggelayut dalam diri kucoba menghilangkan semua itu.Kucoba kuat menghadapi semua ini,kupalingkan badanku kearah Maryam dan Kei dua orang wanita cantik ♈ªϞƍ seakan mengerti perasaanku.
Kei menuntunku keluar ruangan,aku pun menangis sejadinya terisak dipangkuan sahabatku.
"Aku tahu perasaamu,aku tak akan melarangmu menangis," ucap sahabatku dg sesenggukan.
"Cobalah kuatkan hatimu,mungkin inilah ♈ªϞƍ terbaik semoga اَللّهُ mempertemukanmu dg seorang ikhwan ♈ªϞƍ jauh lebih baik darinya," lanjut Kei.
"Tatkala kita meminta sebuah bunga ♈ªϞƍ indah nan cantik اَللّهُ memberi kita sebuah kaktus ♈ªϞƍ berduri,tatkala kita meminta sebuah kupu-kupu ♈ªϞƍ indah nan mempesona اَللّهُ memberi kita seekor ulat ♈ªϞƍ berbulu seiring berjalannya waktu sebuah kaktus ♈ªϞƍ berduri akan berbunga indah nan cantik,seekor lat ♈ªϞƍ berbulu akan berubah menjadi kupu-kupu ♈ªϞƍ indah nan mempesona.اَللّهُ tidak memberi yg kita harapkan tapi اَللّهُ memberi ♈ªϞƍ kita butuhkan.adikku bersabarlah sebab اَللّهُ telah merajut ♈ªϞƍ terbaik untuk kehidupanmu," sahut Kak Rafli.
Benar sekali apa ♈ªϞƍ diucapakan Kak Rafli,aku sungguh tak menyangka waktu telah mengubah Kak Rafli.Kini Ia jauh lebih bijaksana,Ia jauh lebih dewasa.
"Kak Rafli percaya jika kelak engkau kan mendapatkan seorang ikhwan ♈ªϞƍ baik sebab kau laksana perhiasan ♈ªϞƍ paling berharga.Aku tak mampu menyamakanmu dg perhiasan terindah sekalipun," lanjutnya.Mendengar ucapannya ♈ªϞƍ menghibur,kuurai senyumku malam itu.
***
Tatkala itu terdengar suara Mas Zacky," Ana terima nikahnya Sakura binti Alfiano dg mas kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai."
"Sah....,sah..." Sambung Ayahku dan Paman Alfiano.
Mendengar ijab kabul tersebut hatiku kembali berantakan,hatiku laksana kayu bakar ♈ªϞƍ habis termakan api meskipun demikian saat itu cinta tulusku pada Mas Zacky tetap kuat dan kokoh.Tak ikut berguguran seperti dedauan ♈ªϞƍ kering tetapi kemudian aku pun ingat kembali kata-kata Kak Rafli.
Aku tak kan larut dalam kesedihan,aku percaya aku kuat menghadapi semua ini," gumanku dalam hati.
"Fa,kamu ♏äƱ kemana?" Tanya Kei saat melihatku beranjak dari tempat duduk.
Kei hendak mengikutiku dari belakang namun Kak Rafli mencegahnya.
Aku beranjak dari tempat duduk menuju daun pintu dimana Sakura dirawat.Kulihat Mas Zacky membisikkan sesuatu ditelingga adikku hingga adikku dapat membuka kedua bola matanya.Bibirnya ♈ªϞƍ pucat tersenyum manis laksana madu.Kakiku berhenti didaun pintu kamar inap Sakura,kuurungkan niatku untuk menemui Sakura.Biarlah Ia menikmati masa-masa indah bersama suaminya.Kubalikkan badan dan berjalan menghampiri Kei.
"Dimana Kak Reihan?" Tanyaku pada Kei.Aku hampir ªåĴĴäª melupakan Kak Reihan,aku belum sempat mengucapkan terima kasih padanya.
"Ia pergi," jawab Kak Rafli.
Aku tertunduk lesu,aku menyesal Kέ♌āPå tak segera kuucapkan terima kasih padanya paling tidak aku bisa mengantarnya hingga pintu keluar.Mungkin Ia belum jauh,aku segera berlari menuju tempat parkir.
Akan tetapi tak kutemukan mobil Kak Reihan,kusandarkan kepalaku disebuah tiang." Kak Reihan,maafkan aku," gumanku menyesal.
"Sudahlah adikku,aku percaya ia akan kembali untukmu," sahut Kak Rafli ♈ªϞƍ ternyata mengikutiku.
***
Pagi itu 2 jam setelah operasi adikku dinyatakan berhasil,Kak Reihan kembali dan menemuiku dilorng rumah sakit umum Ngawi.Ucapan Kak Rafli terbukti sangat tepat.
"السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Putri Hanifn" sapa Kak Reihan.
"وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاته
Jawabku sambil menoleh ke arah Kak Reihan,kulihat ia membawa sebuah kotak kecil berwarna merah muda dg hiasan pita kecil nan indah.
"Kak Rei,terima kasih banyak atas bantuan Kak Reian selama ini," kataku sebelum terlambat seperti kemarin.
"Never mind,My Princess," jawabnya santai.
"Kamu sudah kembali?" Tanya Kak Rafli seperti sudah akrab dg Kak Reihan.
"Iya,sob dan kedatanganku kesini untuk membuktikan kata-kata ♈ªϞƍ semalam keluar dari mulutku.Paman Syadzily ♈ªϞƍ sangat kuhormati izinkan saya Reihan meminang putri paman.Saya berjanji akan membahagiakan dan menyayangi putri Paman," kata Kak Reihan dg sangat sopan.
Mendengar apa ♈ªϞƍ baru diucapkannya badanku menjadi panas dingin.aku kalut dalam suasana hati ♈ªϞƍ tak menentu,perasaan ini rasanya berbeda dari ♈ªϞƍ kurasakan saat Mas Zacky hendak meminangku dulu.Aku diam terpatri dalam suasana mencekam,aku menunduk tubuhku kaku.Semua mata tertuju padaku.Kurasa bukan hanya aku ♈ªϞƍ kaget Ayah,Kak Rafli,Kei,Maryam,Bunda dan Mas Zacky Ĵμƍα terlihat heran dg apa ♈ªϞƍ baru diucapkan Kak Reihan.
"Nak,Paman baru mengenalmu.Paman tak bisa menjawabnya sekarang,Paman dan putri Paman butuh waktu untuk mengambil keputusan ♈ªϞƍ teramat berat ini.Bukannya Paman tak percaya dg mu hanya ªåĴĴäª Paman takut melangkah lebih jauh sebelum mengenalmu," jelas Ayahku dg bijaksana.
"Iya,Paman aku mengerti meski Paman baru mengenalku namun aku telah lama mengenal keluarga Paman," jawabnya dg tenang.
"Ayah,Bunda,dan adikku Iffa.Aku mengenal Reihan sejak kami masih duduk dibangku sekolah menengah kami sama-sama duduk di JHS santosca 033 Jerman.Aku tahu siapa Reihan.Percayalah Yah,Reihan adalah anak ♈ªϞƍ baik.Percayalah Reihan dapat membahagiakan Hanifa," sambung Kak Rafli ♈ªϞƍ ternyata sudah kenal dg Kak Reihan.
"Benar,Reihan dan Pak Prayoga telah kuanggap sebagai keluarga.Jika Hanifa putriku,sungguh bahagia dapat menjadi pilihan bagi Reihan." Lanjut Paman Alfiano.
Ucapan Paman Alfiano dan Kak Rafli membuat Ayah memandangku dg harapan aku akan menerima lamaran Kak Reihan.
"Paman aku tak menginginkan pernikahan dilakukan secepatnya,aku hanya ingin kepastian jika Paman merestui kami," kata Kak Reihan.
Ayah kembali memandangku,aku hanya tertunduk tanpa mengeluarkan satu kalimat pun.
"Putriku?" Tanya Ayah singkat.
"Hanifa terserah pada Ayah," jawabku Ĵμƍα singkat.
"Baiklah Nak,Paman merestui kalian tapi ingat jangan pernah kecewakan putriku,Ia adalah permata hatiku,ia adalah kebanggaanku." Mendengar jawaban Ayah,Kak Reihan langsung berlutut didepan Ayahku.
"Paman,3 bulan ƪά̲̣ƍϊ aku akan kemari bersama Ayahku namun sebelum itu kumohon Hanifa menerima cincin ini," pintanya.
Kugelenggkan kepala seraya berkata," Tidak,Kak. Aku belum pantas menerima pemberian Kak Reihan.Bawa dulu Ayahmu kemari,pinanglah aku dg rangkaiana khitbah baru aku bisa menerima cincin tersebut."
"Jangan sampai kau sakiti adikku atau kamu akan berhadapan dg ku," ucap Kak Rafli sambil menepuk pundak Kak Reihan
Entah perasaan apa ♈ªϞƍ melandaku kala itu,aku baru mengenal Kak Reihan.semudah itukah kuterima Ia? Tapi,Ia memang sosok pria ♈ªϞƍ baik dan menyenangkan. Dulu ia pernah menolongku sewaktu aku pusing dalam bus,ia Ĵμƍα ♈ªϞƍ menolongku sewaktu kakiku terkilir dan membayar semua biaya perawatan.Dalam perjalananku dari Yogyakarta hingga Ngawi ai ♈ªϞƍ mengantarku dan ♈ªϞƍ terakhir karena kehadirannya Mas Zacky ♏äƱ menikah dg Sakura sehingga nyawa adikku terselamatkan.
BERSAMBUNG.....

KELAMKU
14 November 2006
Esok pagi adikku akan menjalani operasi namun sayangnya Mas Zacky belum Ĵμƍα berkenan menikah dg Sakura sebenarnya aku ingin sekali menjaga dan menemani adikku didetik-detik menjelang operasi namun hari ini aku bersama teman-teman kos harus mengantar Mbak Nay ke Yogyakarta untuk pembekalan sebelum berangkat ke Paris.
Aku lebih memilih mengantar Mbak Nay sebab setelah hari ini Mbak Nay tidak kembali ƪά̲̣ƍϊ ke Solo.Sewaktu-waktu Ia bisa segera dikirim ke Jakarta dan tanggal 3 Desember nanti Ia akan terbang ke Paris bersama rekan-rekannya sesama penerima beasiswa.
Perjalananku menuju Yogyakarta kurasakan tidak begitu indah,sepanjang perjalanan pikiranku dipenuhi tentang operasi ♈ªϞƍ akan dijalani adikku.
"Pak sopir,nanti pulangnya kita mampir ke Parang Tritis,ya," ajak Zorra penuh semangat.
"♧ȋγα ,Ra,Aku setuju denganmu," tambah teman ♈ªϞƍ lain.Aku hanya diam mendengar pembicaraan teman-temanku.
"Gimana kalau kita menginap? Pulangnya besok sore aja," Dahlia mengajukan ide.Hampir semua menyetujui ide Dahlia untuk menginap didaerah Parang Tritis kecuali Mbak Mirra ♈ªϞƍ sudah tidur lelap sejak tadi.
Aku bingung,apa ♈ªϞƍ harus kukatakan kepada teman-temanku? Kupandangi hamparan jalan raya ♈ªϞƍ dipenuhi kendaraan ♈ªϞƍ sedang lalu lalang.Aku belum pernah pergi kekota ini sendirian,aku tak punya sanak saudara ditempat ini namun aku harus tetap pulang malam ini Ĵμƍα sebab esok pagi adikku operasi.aku tidak mungkin memaksakan keinginan untuk mengajak rombongan pulang sebab sepertinya mereka sedang sangat ingin berlibur disini.
"Entar kita nginapnya dihotel tanteku aja,pasti diberi diskon," Susan menambahkan semangat teman-teman ♈ªϞƍ berkeinginan untuk menginap.
"Kamu minta gratisan wae,hahaha...," sambung Dahlia.
"Gile kamu.Emang listrik,air dan karyawan tanteku ƍ∂άк butuh duit kecuali kalau kamu statusnya calon mantu tanteku mungkin bisa dikasih gratisan.hahaha..." Tanggap sigokil Susan.
"♏äƱ dong,kayaknya tantemu kaya,tuh...." Kata Dahlia dg semangat.
"Hahaha...,tapi umur anaknya baru 5 §ª♏ª 3 tahun." Jelas Flora ♈ªϞƍ sudah berkenalan dg tantenya Susan.
Bus pun dipenuhi dg suasana tawa renyah sementara Dahlia memasang wajah cemberut begitu sadar kalau dirinya menjadi korban gurauan Susan.
"Kamu sakit?" Tanya Mbak Nay ♈ªϞƍ duduk disampingku,kugelengkan kepala dan aku pun menunduk lesu.
"Iffa,sudahlah hilangkan semua duka dan lara,hilangkan semua penat didada nanti kita akan have fun," sambung Lingga memberiku semangat.
"Sepertinya aku tidak ikut menginap di Parang Tritis," jelasku.
"Kέ♌āPå??" Tanya teman-teman hampir bersamaan.
"Tapi aku Ʊϑaђ booking hotel.Barusan aku nelpon tanteku," potong Susan.
"Kalian kan bisa tetap menginap,aku tidak bisa karena besok pagi adikku operasi.Aku harus menemaninya," jawabku sambil menahan sesak didada karena teringat Sakura.
Semua memandangku dg pilu,Mbak Nay memelukku sambil berkata," Kuatkan hatimu,Dik."
"Lalu gimana?" Tanya Susan ♈ªϞƍ bingung.
"Kalian tetap menginap dan aku akan pulang ke Ngawi naik bus," jelasku.
"Tidak,usai acara habis Magrib.Mbak nggak mungkin tega melepasmu malam-malam sendirian," cegah Mbak Nay.
"Sudahlah,Mbak.Insya اَللّهُ aku bisa jaga diri,kok.Aku nggak sendirian karena اَللّهُ selalu bersamaku."
***
Disebuah hotel bintang 5 bus pun berhenti.Aku bersama teman-teman berhamburan keluar bus menuju hotel.Sang pemandu telah menunggu kami didepan hotel.
"Disinilah acara perpisahan nanti akan dilaksanakan," jelas pemandu kepada kami."Tapi,kalian tidak bisa masuk semua.Nona Nay hanya bisa mengajak 2 orang ªåĴĴäª ," lanjut pemandu.
"Aku aja...., aku....," teman-teman berebut menawarkan diri.
Namun Mbak Nay malah memandangku.Kutundukan kepala berharap bukan aku ♈ªϞƍ dipilih sebab aku harus segera pulang untuk menemani Sakura.
"Pak tolong antar gadis ini menuju terminal," pinta Mbak Nay kepada pemandu.Mbak Nay seakan dapat membaca pikiranku.Semua kaget mendengar apa ♈ªϞƍ dikatakan Mbak Nay.
"Fa,terima kasih telah mengantar Mbak Nay sampai disini.Mbak Tahu saat ini kamu sangat khawatir dg keadaan adikmu lebih baik pulanglah.Temui adikmu beri ia semangat sampaikan salamku untuk adikmu.Sekali ƪά̲̣ƍϊ Mbak ucapkan terima kasih banyak telah mengantar hingga ke Yogya," ucap Mbak Nay sambil merangkulku.Aku pun menitikan air mata haru.
"Terima kasih,Mbak Nay,terima kasih banyak doaku selalu untukmu," ucapku.Kuambil syal cantik ♈ªϞƍ kurajut sendiri lalu kulilitkan dilehernya.
"Hanifa,aku sangat menyayangimu.Kamu adalah adikku," ucapnya dg sesenggukan.
"Nona Nay saya disini diminta untuk memandu Nona.Maaf saya tidak bisa mengantar sahabat Nona ke terminal sebab akan menyalahi aturan ♈ªϞƍ ada," jelas pemandu.
"Tidak apa-apa Pak,saya bisa naik angkot menuju terminal ƪά̲̣ƍϊ pula ini masih jam 4 jadi tidak masalah bagi saya untuk pulang sendirian," jawabku.
"Fa,aku akan menemanimu," jawab Dahlia
"Tidak usah terima kasih,Dahlia."
"Tapi Fa,paling tidak kami akan menemanimu sampai terminal," tambah Susan.
"Sudahlah,kalian masuk ªåĴĴäª dan istirahat," jawabku sambil beranjak meninggalkan mereka.
***
Dengan langkah ♈ªϞƍ terasa berat aku menuju pangkalan ankot.Kupilih angkot ♈ªϞƍ menuju terminal,mungkin karena aku sangat lelah dan perutku belum terisi makanan sehingga kepalaku terasa amat pusing.Kusandarkan kepalaku hingga aku sempat tertidur sebentar.
"Mabak,sudah sampai diterminal.Hati-hati,jaga barang berharga baik-baik apalagi Mbak sendirian," jelas sopir angkot.
"Terima kasih banyak,Pak," jawabku sambil membayar ongkos angkot.
Aku kembali berjalan menuju bus jurusan Surabaya saat mataku sedang mencari-cari bus jurusan Surabaya seorang pria bertato menarik tanganku dan menutup mulutku dg sapu tangan,aku ditariknya menuju belakang terminal,aku tak dapat berkutik,tubuhku gemetar karena takut.
"Serahkan semua uang dan Hpmu," paksanya.Aku hanya diam,air mataku meleleh,aku terus beristighfar menyebut sang Esa.
"Hei! Cepat serahkan uang dan Hpmu," Ia kembali memaksa kali ini sambil menarik jilbabku.
"Jangan tarik jilbabku dan jangan sentuh aku," ucapku lemah,ia pun tak ƪά̲̣ƍϊ menarik jilbabku dan ganti menarik tas ranselku,ia membongkar-bongkar isi tasku untuk mencari dompet.Salah seorang temannya datang memegang kuat kedua tanganku.
"Lepaskan....! Lepaskan...! Kamu bukan mahramku! Silahkan ambil semua uang dan hartaku tapi jangan pernah sentuh tubuhku!!" Bentakku.
"Dasar gadis sok suci,aku akan ambil semua hartamu biar kamu jadi gelandangan dan tak ada orang ♈ªϞƍ akan mengasihinimu," kata salah satu preman tersebut sambil melotot kearahku.
"Terserah kalian hendak berbicara apa,terserah kalian hendak mengambil uangku.Semua itu tak berarti bagiku tapi jangan pernah kalian sentuh aku.Ingatlah aku tidak akan jadi gelandangan,aku tidak akan sendirian karena اَللّهُ selalu bersamaku,اَللّهُ menemaniku,اَللّهُ melindungiku,اَللّهُ maha tahu apa ♈ªϞƍ kalian lakukan," ucapku.Kedua preman tersebut tertegun memandang kearahku,tidak lama kemudian mereka meninggalkanku tanpa mengambil sedikitpun uang milikku.Aku tak mengerti apa ♈ªϞƍ ada dipikiran kedua preman tersebut.
Setelah kejadian itu tubuhku benar-benar lemas.Saat aku hendak kembali keterminal aku terjatuh dan kakiku terkilir,kusandarkan tubuhku dibawah sebuah pohon ♈ªϞƍ cukup besar kucoba untuk menahan sakit.
Seorang pria muda berseragam TNI menghentikan langkahnya didepanku,kuangkat kepalaku untuk memastikan jika pria itu bukan preman ♈ªϞƍ memakai seragam TNI.Ternyata pria itu adalah orang ♈ªϞƍ pernah memberi obat sakit kepala untukku.Tidak salah ƪά̲̣ƍϊ... Semoga ia berkenan menolongku kembali.
"Kamu...," ucapnya seolah mengenalku."Kamu Kέ♌āPå?" Tanyanya kembali.
"Kakiku terkilir,Kak," jawabku.
"Sini,kubantu," ucapnya.
"Jangan,cegahku ketika ia hendak memegang pergelangan kakiku.
"Kέ♌āPå?" Tanyanya seraya menghentikan tangannya ♈ªϞƍ belum sempat menyentuhku.
"Kamu bukan Mahramku,Jika memang hendak menolongku,tolong antarkan aku kepuskesmas terdekat," pintaku.Ia hanya terdiam.
"Kamu marah?' Tanyaku.
"Aku kagum padamu," jawabnya singkat.Kemudian ia menelepon seseorang,selama kurang lebih 2 menit ia dan aku duduk dibawah pohon.Kami sama-sama membisu tanpa kata.Hatiku berdesir,badanku panas dingin.Tak kuberanikan diri mengangkat kepala.
Akhirnya ♈ªϞƍ ditunggu pun datang seorang perawat mendatangiku dg kursi roda dibantu perawat tersebut aku duduk dikursi roda dan diantar menuju rumah sakit.
***
Tak berapa lama kemudian,sampailah aku di rumah sakit Aisyah.Perawat tersebut mengobati kakiku diruang perawatan,kutengok melalui jendela masih kulihat pria ♈ªϞƍ tadi menolongku.Dia sedang duduk sambil membaca buku diluar.
"Mbak pacarnya Kak Reihan,Ya? Sepertinya Kak Reihan sangat khawatirkan Mbak," sindir perawat tersebut sambil tersenyum.
"Bukan.Jadi nama pria tersebut Reihan?" Tanyaku.
"Masak,sih Mbak nggak tahu? Benar sekali namanya Reihan Prayoga,putra tunggal Dokter Prayoga.Tidak sedikit gadis ♈ªϞƍ berusaha mencuri hatinya namun ia selalu menutup hatinya rapat-rapat.Sebenarnya Dokter Prayoga menjodohkannya dg putri angkat Dokter Hilman tapi Kak Reihan menolak.Andaikan aku belum menikah mungkin aku Ĵμƍα sudah tergila-gila padanya," jelas perawat tersebut sambil cengengesan.Kutanggapi pembicaraannya dg senyum kecil disudut pipi.
Usai melaksanakan shalat,aku pun menuju ruang administrasi untuk melunasi pembayaran.
"Semua biaya sudah dilunasi oleh Reihan," jelas petugas Administrasi.Aku bingung dg apa ♈ªϞƍ dilakukan pria tersebut,mengapa ia begitu baik padaku? Padahal aku baru mengenalnya.
"Mbak,ada pesan dari Reihan.Lebih baik Mbak bermalam disini aja sebab tidak baik melakukan perjalanan sendirian.Apalagi Mbak seorang gadis." Sambung salah satu petugas administrasi.
"Aku tidak sendirian,اَللّهُ bersamaku.Aku harus tetap pulang,adikku membutuhkanku.O°˚˚˚°H,,,,ya mbak tolong serahkan uang ini dan ucapkan terima kasih pada Kak Reihan." Kataku sambil menitipkan uang pada petugas administrasi.
"Uang apa ini,Mbak?" Tanyanya.
"Ini utang saya pada Kak Reihan karena telah membayar biaya perawatan," jelasku.
"Demi اَللّهُ,aku ikhlas.Aku tidak mengharapkan imbalan apa pun,jika malam ini kamu tidak bisa bermalam disini izinkan aku untuk mengantarmu hingga kerumah," sambung Kak Reihan ♈ªϞƍ baru datang.
"Terima kasih Kak,tapi Kak Reihan tak perlu mengantarku.Aku dapat pulang dg bus," jawabku sambil menunduk.
"Aku telah menyiapkan itu untukmu," jawabnya sambil menunjuk sebuah mobil berwarna hitam ♈ªϞƍ telah terparkir tepat didepan pintu masuk menuju rumah sakit.
Kugelengkan kepala sambil berkata," kamu terlalu Baik,Kak."
"Terima ªåĴĴäª bantuan Kak Rei.Ia memang pria ♈ªϞƍ baik tapi ia tak pernah seperti itu kepada gadis mana pun kecuali padamu.Jangan kecewakan Kak Rei," bisik pegawai administrasi.
"Kumohon,izinkanlah aku mengantarkanmu,jika kamu tak ♏äƱ diantar dg mobil itu aku akan tetap mengikutimu sampai kupastikan kau baik-baik ªåĴĴäª ," ucap Kak Reihan.Aku tertunduk lesu bingung membuat keputusan.
Sementara itu Hpku berbunyi,sebuah sms dari Bunda Laras,beliau memintaku segera pulang sebab Sakura tidak sadarkan diri sejak tadi sore.Aku bingung dan panik sehingga akhirnya kuterima tawaran Kak Reihan.
***
Kak Reihan membukakan pintu mobilnya,aku diperlakukan istimewa bak putri raja.Sopirnya telah siap didepan untuk menyopir.
"Aku duduk didepan saja,Kak," jawabku.
"Mengapa demikian? Kamu dibelakang denganku,ya?" Tawarnya.
Kugelengkan kepala seraya berkata," Hal itu tidak pantas."
Kak Reihan memandangku,aku pun segera menundukan pandangan.
"Baiklah,aku mengerti maksudmu.Kamu memang gadis ♈ªϞƍ teramat istimewa,kamu tetap duduk dibelakang dan aku akan duduk didepan dg sopir," jelasnya.
"Tapi,Kak..."
"Kumohon," pintanya,aku pun memasuki mobil tersebut sebab sudah tidak ada pilihan lain dari pada harus berdebat ƪά̲̣ƍϊ.
***
"Hem... Kalau tidak salah namamu Hanifa asy-syadzily kamu lahir di Ngawi 10 Mei 1985.Kuliah di UMS mengambil jurusan pendidikan Islam,kamu Ĵμƍα menjadi pengelola kafe Asy-Syadzily ♈ªϞƍ ada dikawasan puncak.Benar kan,apa ♈ªϞƍ kukatakan?" Tanya Kak Reihan diperjalanan pulang.
Aku diam,aku tak mengerti dari mana Kak Reihan bisa tahu tentangku padahal aku tak memiliki facebook,twiter atau Priendster seperti teman-temanku ♈ªϞƍ lain.
"Hei princess,Kέ♌āPå kamu diam?" Ucapnya.Lagi-lagi aku tak mengerti mengapa Ia memanggilku Princess.
Beberapa kilometer kemudian mobil berhenti disebuah swalayan.
"Ayo kita masuk dan mencari oleh-oleh kesukaan Ayah,Bunda,dan adikmu," ajaknya namun aku menolak dg sopan.
"Baiklah jika Princess tak bersedia turun,aku sendiri ♈ªϞƍ akan mencari oleh-oleh," ucapnya lalu ia turun dan bergegas masuk swalayan.
"Aku tidak pernah melihat Den Reihan sebahagia ini," ucap sopir Kak Reihan.
"Apa maksud Bapak?" Tanyaku.
"Sebenarnya Den Reihan mempunyai seorang Kakak bernama Ridho mereka berdua begitu dekat namun sebulan setelah Den Ridho menikah Den Ridho meninggal karena diracun istrinya.Kemudian istrinya pergi membawa semua harta Den Ridho.Setelah kematian Den Ridho,Ibunya hilang ingatan dan 2 tahun ♈ªϞƍ lalu meninggal karena sakit.Semenjak kematian sang Kakak,Den Ridho nggak pernah jatuh cinta sebab Ia pikir semua cewek itu matre namun berbeda tatkala Den Reihan bertemu dg mu,Ia dapat tersenyum kepada seorang wanita tanpa sengaja Den Reihan pernah melihatmu memakain wewangian dan perhiasaan saat hendak melakukan shalat dan kamu melepaskan semua perhiasaanmu setelah shalat lalu Den Reihan menyuruh salah satu karyawan disana untuk menanyakan maksudmu dan jawabanmu,Kamu seperti itu karena hendak menghadap Sang Khaliq.Mulai saat itu Den Reihan aktif mempelajari ilmu agama dan sulit melupakanmu dari angannya," jelas sopir itu.
"Sungguh aku tak menginginkan orang lain melihatku berhias apalagi orang itu bukan mahramku karena aku berhias hanya untuk Nya dan untuk suamiku kelak.Pak,dimana Ia pernah melihat aku shalat?" Tanyaku.Aku tak ingin ƪά̲̣ƍϊ ada orang ♈ªϞƍ melihatku berhias saat hendak shalat.
"Satu tahun ♈ªϞƍ lalu,saat Den Reihan liburan di Puncak,Ia jalan-jalan kekafemu.Ia hampir memasuki semua sudut kafemu sebab Ia kagum dg desain Timur tengah disana.Saat itu tanpa sengaja Ia melihatmu sedang berwudhu.Setelah itu,Ia mengamatimu hingga engkau selesai shalat," jelasnya.Mendengar penjelasan itu aku pun segera beristighfar.
***
Ngawi,15 November 2006
Sekitar pukul 02.00 dini hari aku dirumah sakit umum tempat adikku dirawat.Kak Reihan memaksa menemui Ayah dan Bundaku.Aku pun tak mungkin menolak setelah begitu banyak kebaikan ♈ªϞƍ dilakukannya untukku.Seperti biasanya,Bunda Laras telah menantiku dilorong rumah sakit,kupeluk Bunda ♈ªϞƍ saat itu sedang menangis tersendu.
"Adikmu belum sadar Ĵμƍα ,sejak tadi ia selalu menyebut nama Zacky.Dokter tak akan melakukan operasi jika adikmu belum sadar," jelas Ayah dg tenang.
Kutengok adikku melalui sebuah celah kecil,Ia bernafas dg alat bantu bibirnya ♈ªϞƍ pucat bergerak menyebut sebuah nama,Hasan Al-Izacky.Disamping adikku kulihat Kak Rafli dan Paman Alfiano setia menjaga adikku.Ayah sedang mencoba menenangkan Bunda Laras.Dengan penuh deraian air mata aku memasuki ruang rawat.
Kutatap wajah pucat adikku,matanya tertutup,bibirnya terus ªåĴĴäª bergerak.Kucium keningnya dan kubisikan kalimat Ilahi ditelinganya.Kak Rafli menatapku dg deraian air mata,Ia terus menggenggam erat tangan Sakura.Paman Alfiano tampak lebih tegar menghadapi semua ini.
"Dek,Kέ♌āPå....? Kέ♌āPå ? Semua orang tak ♏äƱ cerita tentang keadaan Sakura ♈ªϞƍ sebenarnya.Aku benci diriku ♈ªϞƍ selalu menyakiti Sakura,aku sebenarnya sangat menyayangi Sakura,aku tak pernah membenci Sakura," ucap Kak Rafli.
"Maafkan Hanifa," jawabku singkat.
"Sudahlah Nak,saat ini ♈ªϞƍ harus kita lakukan adalah berdoa untuk kesembuhan Sakura,jangan sesali sesuatu ♈ªϞƍ telah berlalu," nasehat Paman Alfiano
"Paman,apakah Mas Zacky tak berkenan menengok Sakura?" Tanyaku sambil sesenggukan
"Sejak tadi sore keluarga besar Pak Yoso telah disini,namun mereka semua sudah pulang kecuali Zacky dan Maryam," jelas Paman Alfiano.
"Lalu,dimana dia,Paman?" Kak Reihan mendahuluiku bertanya.
Paman Alfiano menunjuk sebuah masjid ♈ªϞƍ ada dirumah sakit sambil menepuk pundak Kak Reihan,seolah-olah mereka telah kenal baik.
***
Dengan menahan tangis aku ditemani Kak Rafli dan Kak Reihan menemui Mas Zacky dan Maryam ♈ªϞƍ sedang hanyut dalam munajat.Kami Ĵμƍα segera mengambil air wudhu untuk shalat lail.
Usai shalat aku pun duduk berjajar dg Maryam,kutundukan kepalaku air mataku mengalir bagaikan derasnya aliran sungai.
"Maafkan aku,Kak Iffa.Aku tak dapat membujuk Mas Zacky untuk menikahi Sakura," ucap Maryam sambil merangkulku.
Mendengar ucapan Maryam kuyakinkan pada diriku sendiri jika aku pasti kuat menghadapi semua ini.Meskipun aku mencintai Mas Zacky aku harus memaksanya menikahi Sakura.
Disaat kami berlima hanya diam dan menunduk tanpa saling bicara,datanglah Ayahku.Aku dan Maryam tetap duduk berjajar,didepan kami Kak Rafli,Mas Zacky dan Kak Reihan Ĵμƍα duduk sejajr menghadap kearahku dan Maryam.Ayah berada ditengah,Ayah mulai membuka pembicaraan.
"Nak Zacky,Paman tahu jika hidup mati seseorang ada ditangan ♈ªϞƍ Esa akan tetapi kita tetap harus berusaha demi kesembuhan Sakura.Paman rasa kamulah orang ♈ªϞƍ bisa menyelamatkan Sakura,Paman tahu jika menyentuh dan membisikkan sesuatu pada Sakura haram bagimu karena kalian bukan Mahram oleh sebab itu Paman memintamu menikahi Sakura demi menyelamatkan nyawanya."
Ayahku menyerahkan selembar kertas ♈ªϞƍ berisi curahan hati Sakura,aku tidak tahu dari mana Ayah mendapat kertas tersebut akan tetapi aku berharap Mas Zacky akan luluh setelah membaca tulisan itu.
Dalam keadaan tetap menunduk aku berkata," Kumohon wahai Mas Zacky ♈ªϞƍ berhati lembut menikahlah dg adikku,Sakura.Ia gadis ♈ªϞƍ cantik nan elok matanya indah,senyumnya mempesona.Jika operasinya nanti berhasil berarti Mas Zacky telah menyelamatkan Sakura.Mas Zacky pahlawan bagi kami dan seumur hidup aku tak akan melupakan kebaikanmu.Dengan cara apapun aku akan membalas semua kebaikanmu namun jika hal buruk terjadi pada Sakura anggaplah pernikahanmu dg Sakura adalah hadiah terindah diakhir hayatnya," ucapku dg dada sesak.
"Afwan...,ana tahu jika Sakura adalah gadis ♈ªϞƍ cantik namun bukan kecantikan ♈ªϞƍ ana cari.Ana hendak menikahi seseorang karena keimanan.Sekali ƪά̲̣ƍϊ karena keimanan bukan karena kecantikan dan gadis itu adalah ukhti Hanifa tapi ana berjanji akan selalu mendoakan Sakura," jelasnya dg terbata-bata.
Mendengar ucapannya hatiku menangis.Aku tak sanggup ƪά̲̣ƍϊ memaksa Mas Zacky menikahi Sakura namun entah mengapa tanpa kusadari bibirku bergerak," Maafkan Hanifa,Mas hatiku telah bersandar pada Kak Reihan.Mungkin jalan kita berbeda."
Semua mata tertuju padaku,aku pun sangat kaget dg apa ♈ªϞƍ baru ªåĴĴäª kuucapkan.Semua itu keluar dari bibirku tanpa kusadari.
"Benar,kami saling mencintai dan kami akan membuktikan cinta kami," sambung Kak Reihan membuatku semakin tak mengerti.Ingin rasanya kuulang waktu dan mencabut ucapanku tapi sudahlah aku tak ingin menyaksikan Sakura ♈ªϞƍ kusayang mengalami keterpurukan.
Semua terdiam dalam suasana mencekam,rasa perih didadaku tiada kuasa kutahan.Aku benar-benar tak sanggup melihat Mas Zacky menikah dg orang lain tapi itu adalah jalan ♈ªϞƍ terbaik.
Ya Tuhanku,sang pemilik alam kuatkanlah diriku dari putus asa," doaku dalam hati
"Mas,sekarang sudah jelas jika hati Kak Iffa telah bersandar pada Kak Reihan jadi Kakak tak boleh mengharapkan Kak Iffa.Menikahlah dg Sakura,Ia membutuhkanmu,Mas," bujuk Maryam.
"Baiklah," jawab Mas Zacky singkat.
Semua orang seolah dapat bernafas lega mendengar jawaban Mas Zacky namun hatiku sangat kacau,pikiranku buntu tanpa sadar air mataku menetes dg sendirinya.Ayah merangkulku dan menghapus air mataku.
"Terima kasih," ucap Kak Rafli.
"Nyawa adikmu jauh lebih berharga,kuatkan hatimu,Nak," Ayah mencoba menasehatiku.Sementara kulihat Mas Zacky keluar masjid dg deraian air mata.Maryam mengikutinya dg kursi roda.
"Ayah,hubungi ªåĴĴäª Kei.Ayahnya seorang penghulu jadi Paman Arif bisa menikahkan Sakura dan Mas Zacky malam ini Ĵμƍα ," pintaku pada Ayah sambil menyerahkan Hpku,aku tak sanggup menghubungi Kei.
***
Satu jam kemudian Kei datang bersama Ayahnya,kedatangan Paman Arif membuat dadaku teramat sesak,meski perasaan sakit menggelayut dalam diri kucoba menghilangkan semua itu.Kucoba kuat menghadapi semua ini,kupalingkan badanku kearah Maryam dan Kei dua orang wanita cantik ♈ªϞƍ seakan mengerti perasaanku.
Kei menuntunku keluar ruangan,aku pun menangis sejadinya terisak dipangkuan sahabatku.
"Aku tahu perasaamu,aku tak akan melarangmu menangis," ucap sahabatku dg sesenggukan.
"Cobalah kuatkan hatimu,mungkin inilah ♈ªϞƍ terbaik semoga اَللّهُ mempertemukanmu dg seorang ikhwan ♈ªϞƍ jauh lebih baik darinya," lanjut Kei.
"Tatkala kita meminta sebuah bunga ♈ªϞƍ indah nan cantik اَللّهُ memberi kita sebuah kaktus ♈ªϞƍ berduri,tatkala kita meminta sebuah kupu-kupu ♈ªϞƍ indah nan mempesona اَللّهُ memberi kita seekor ulat ♈ªϞƍ berbulu seiring berjalannya waktu sebuah kaktus ♈ªϞƍ berduri akan berbunga indah nan cantik,seekor lat ♈ªϞƍ berbulu akan berubah menjadi kupu-kupu ♈ªϞƍ indah nan mempesona.اَللّهُ tidak memberi yg kita harapkan tapi اَللّهُ memberi ♈ªϞƍ kita butuhkan.adikku bersabarlah sebab اَللّهُ telah merajut ♈ªϞƍ terbaik untuk kehidupanmu," sahut Kak Rafli.
Benar sekali apa ♈ªϞƍ diucapakan Kak Rafli,aku sungguh tak menyangka waktu telah mengubah Kak Rafli.Kini Ia jauh lebih bijaksana,Ia jauh lebih dewasa.
"Kak Rafli percaya jika kelak engkau kan mendapatkan seorang ikhwan ♈ªϞƍ baik sebab kau laksana perhiasan ♈ªϞƍ paling berharga.Aku tak mampu menyamakanmu dg perhiasan terindah sekalipun," lanjutnya.Mendengar ucapannya ♈ªϞƍ menghibur,kuurai senyumku malam itu.
***
Tatkala itu terdengar suara Mas Zacky," Ana terima nikahnya Sakura binti Alfiano dg mas kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai."
"Sah....,sah..." Sambung Ayahku dan Paman Alfiano.
Mendengar ijab kabul tersebut hatiku kembali berantakan,hatiku laksana kayu bakar ♈ªϞƍ habis termakan api meskipun demikian saat itu cinta tulusku pada Mas Zacky tetap kuat dan kokoh.Tak ikut berguguran seperti dedauan ♈ªϞƍ kering tetapi kemudian aku pun ingat kembali kata-kata Kak Rafli.
Aku tak kan larut dalam kesedihan,aku percaya aku kuat menghadapi semua ini," gumanku dalam hati.
"Fa,kamu ♏äƱ kemana?" Tanya Kei saat melihatku beranjak dari tempat duduk.
Kei hendak mengikutiku dari belakang namun Kak Rafli mencegahnya.
Aku beranjak dari tempat duduk menuju daun pintu dimana Sakura dirawat.Kulihat Mas Zacky membisikkan sesuatu ditelingga adikku hingga adikku dapat membuka kedua bola matanya.Bibirnya ♈ªϞƍ pucat tersenyum manis laksana madu.Kakiku berhenti didaun pintu kamar inap Sakura,kuurungkan niatku untuk menemui Sakura.Biarlah Ia menikmati masa-masa indah bersama suaminya.Kubalikkan badan dan berjalan menghampiri Kei.
"Dimana Kak Reihan?" Tanyaku pada Kei.Aku hampir ªåĴĴäª melupakan Kak Reihan,aku belum sempat mengucapkan terima kasih padanya.
"Ia pergi," jawab Kak Rafli.
Aku tertunduk lesu,aku menyesal Kέ♌āPå tak segera kuucapkan terima kasih padanya paling tidak aku bisa mengantarnya hingga pintu keluar.Mungkin Ia belum jauh,aku segera berlari menuju tempat parkir.
Akan tetapi tak kutemukan mobil Kak Reihan,kusandarkan kepalaku disebuah tiang." Kak Reihan,maafkan aku," gumanku menyesal.
"Sudahlah adikku,aku percaya ia akan kembali untukmu," sahut Kak Rafli ♈ªϞƍ ternyata mengikutiku.
***
Pagi itu 2 jam setelah operasi adikku dinyatakan berhasil,Kak Reihan kembali dan menemuiku dilorng rumah sakit umum Ngawi.Ucapan Kak Rafli terbukti sangat tepat.
"السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Putri Hanifn" sapa Kak Reihan.
"وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاته
Jawabku sambil menoleh ke arah Kak Reihan,kulihat ia membawa sebuah kotak kecil berwarna merah muda dg hiasan pita kecil nan indah.
"Kak Rei,terima kasih banyak atas bantuan Kak Reian selama ini," kataku sebelum terlambat seperti kemarin.
"Never mind,My Princess," jawabnya santai.
"Kamu sudah kembali?" Tanya Kak Rafli seperti sudah akrab dg Kak Reihan.
"Iya,sob dan kedatanganku kesini untuk membuktikan kata-kata ♈ªϞƍ semalam keluar dari mulutku.Paman Syadzily ♈ªϞƍ sangat kuhormati izinkan saya Reihan meminang putri paman.Saya berjanji akan membahagiakan dan menyayangi putri Paman," kata Kak Reihan dg sangat sopan.
Mendengar apa ♈ªϞƍ baru diucapkannya badanku menjadi panas dingin.aku kalut dalam suasana hati ♈ªϞƍ tak menentu,perasaan ini rasanya berbeda dari ♈ªϞƍ kurasakan saat Mas Zacky hendak meminangku dulu.Aku diam terpatri dalam suasana mencekam,aku menunduk tubuhku kaku.Semua mata tertuju padaku.Kurasa bukan hanya aku ♈ªϞƍ kaget Ayah,Kak Rafli,Kei,Maryam,Bunda dan Mas Zacky Ĵμƍα terlihat heran dg apa ♈ªϞƍ baru diucapkan Kak Reihan.
"Nak,Paman baru mengenalmu.Paman tak bisa menjawabnya sekarang,Paman dan putri Paman butuh waktu untuk mengambil keputusan ♈ªϞƍ teramat berat ini.Bukannya Paman tak percaya dg mu hanya ªåĴĴäª Paman takut melangkah lebih jauh sebelum mengenalmu," jelas Ayahku dg bijaksana.
"Iya,Paman aku mengerti meski Paman baru mengenalku namun aku telah lama mengenal keluarga Paman," jawabnya dg tenang.
"Ayah,Bunda,dan adikku Iffa.Aku mengenal Reihan sejak kami masih duduk dibangku sekolah menengah kami sama-sama duduk di JHS santosca 033 Jerman.Aku tahu siapa Reihan.Percayalah Yah,Reihan adalah anak ♈ªϞƍ baik.Percayalah Reihan dapat membahagiakan Hanifa," sambung Kak Rafli ♈ªϞƍ ternyata sudah kenal dg Kak Reihan.
"Benar,Reihan dan Pak Prayoga telah kuanggap sebagai keluarga.Jika Hanifa putriku,sungguh bahagia dapat menjadi pilihan bagi Reihan." Lanjut Paman Alfiano.
Ucapan Paman Alfiano dan Kak Rafli membuat Ayah memandangku dg harapan aku akan menerima lamaran Kak Reihan.
"Paman aku tak menginginkan pernikahan dilakukan secepatnya,aku hanya ingin kepastian jika Paman merestui kami," kata Kak Reihan.
Ayah kembali memandangku,aku hanya tertunduk tanpa mengeluarkan satu kalimat pun.
"Putriku?" Tanya Ayah singkat.
"Hanifa terserah pada Ayah," jawabku Ĵμƍα singkat.
"Baiklah Nak,Paman merestui kalian tapi ingat jangan pernah kecewakan putriku,Ia adalah permata hatiku,ia adalah kebanggaanku." Mendengar jawaban Ayah,Kak Reihan langsung berlutut didepan Ayahku.
"Paman,3 bulan ƪά̲̣ƍϊ aku akan kemari bersama Ayahku namun sebelum itu kumohon Hanifa menerima cincin ini," pintanya.
Kugelenggkan kepala seraya berkata," Tidak,Kak. Aku belum pantas menerima pemberian Kak Reihan.Bawa dulu Ayahmu kemari,pinanglah aku dg rangkaiana khitbah baru aku bisa menerima cincin tersebut."
"Jangan sampai kau sakiti adikku atau kamu akan berhadapan dg ku," ucap Kak Rafli sambil menepuk pundak Kak Reihan
Entah perasaan apa ♈ªϞƍ melandaku kala itu,aku baru mengenal Kak Reihan.semudah itukah kuterima Ia? Tapi,Ia memang sosok pria ♈ªϞƍ baik dan menyenangkan. Dulu ia pernah menolongku sewaktu aku pusing dalam bus,ia Ĵμƍα ♈ªϞƍ menolongku sewaktu kakiku terkilir dan membayar semua biaya perawatan.Dalam perjalananku dari Yogyakarta hingga Ngawi ai ♈ªϞƍ mengantarku dan ♈ªϞƍ terakhir karena kehadirannya Mas Zacky ♏äƱ menikah dg Sakura sehingga nyawa adikku terselamatkan.
BERSAMBUNG.....

Langganan:
Postingan
(
Atom
)


