Karya INDAH EL-HAFIDZ
KELAMKU
14 November 2006
Esok pagi adikku akan menjalani operasi namun sayangnya Mas Zacky belum Ĵμƍα berkenan menikah dg Sakura sebenarnya aku ingin sekali menjaga dan menemani adikku didetik-detik menjelang operasi namun hari ini aku bersama teman-teman kos harus mengantar Mbak Nay ke Yogyakarta untuk pembekalan sebelum berangkat ke Paris.
Aku lebih memilih mengantar Mbak Nay sebab setelah hari ini Mbak Nay tidak kembali ƪά̲̣ƍϊ ke Solo.Sewaktu-waktu Ia bisa segera dikirim ke Jakarta dan tanggal 3 Desember nanti Ia akan terbang ke Paris bersama rekan-rekannya sesama penerima beasiswa.
Perjalananku menuju Yogyakarta kurasakan tidak begitu indah,sepanjang perjalanan pikiranku dipenuhi tentang operasi ♈ªϞƍ akan dijalani adikku.
"Pak sopir,nanti pulangnya kita mampir ke Parang Tritis,ya," ajak Zorra penuh semangat.
"♧ȋγα ,Ra,Aku setuju denganmu," tambah teman ♈ªϞƍ lain.Aku hanya diam mendengar pembicaraan teman-temanku.
"Gimana kalau kita menginap? Pulangnya besok sore aja," Dahlia mengajukan ide.Hampir semua menyetujui ide Dahlia untuk menginap didaerah Parang Tritis kecuali Mbak Mirra ♈ªϞƍ sudah tidur lelap sejak tadi.
Aku bingung,apa ♈ªϞƍ harus kukatakan kepada teman-temanku? Kupandangi hamparan jalan raya ♈ªϞƍ dipenuhi kendaraan ♈ªϞƍ sedang lalu lalang.Aku belum pernah pergi kekota ini sendirian,aku tak punya sanak saudara ditempat ini namun aku harus tetap pulang malam ini Ĵμƍα sebab esok pagi adikku operasi.aku tidak mungkin memaksakan keinginan untuk mengajak rombongan pulang sebab sepertinya mereka sedang sangat ingin berlibur disini.
"Entar kita nginapnya dihotel tanteku aja,pasti diberi diskon," Susan menambahkan semangat teman-teman ♈ªϞƍ berkeinginan untuk menginap.
"Kamu minta gratisan wae,hahaha...," sambung Dahlia.
"Gile kamu.Emang listrik,air dan karyawan tanteku ƍ∂άк butuh duit kecuali kalau kamu statusnya calon mantu tanteku mungkin bisa dikasih gratisan.hahaha..." Tanggap sigokil Susan.
"♏äƱ dong,kayaknya tantemu kaya,tuh...." Kata Dahlia dg semangat.
"Hahaha...,tapi umur anaknya baru 5 §ª♏ª 3 tahun." Jelas Flora ♈ªϞƍ sudah berkenalan dg tantenya Susan.
Bus pun dipenuhi dg suasana tawa renyah sementara Dahlia memasang wajah cemberut begitu sadar kalau dirinya menjadi korban gurauan Susan.
"Kamu sakit?" Tanya Mbak Nay ♈ªϞƍ duduk disampingku,kugelengkan kepala dan aku pun menunduk lesu.
"Iffa,sudahlah hilangkan semua duka dan lara,hilangkan semua penat didada nanti kita akan have fun," sambung Lingga memberiku semangat.
"Sepertinya aku tidak ikut menginap di Parang Tritis," jelasku.
"Kέ♌āPå??" Tanya teman-teman hampir bersamaan.
"Tapi aku Ʊϑaђ booking hotel.Barusan aku nelpon tanteku," potong Susan.
"Kalian kan bisa tetap menginap,aku tidak bisa karena besok pagi adikku operasi.Aku harus menemaninya," jawabku sambil menahan sesak didada karena teringat Sakura.
Semua memandangku dg pilu,Mbak Nay memelukku sambil berkata," Kuatkan hatimu,Dik."
"Lalu gimana?" Tanya Susan ♈ªϞƍ bingung.
"Kalian tetap menginap dan aku akan pulang ke Ngawi naik bus," jelasku.
"Tidak,usai acara habis Magrib.Mbak nggak mungkin tega melepasmu malam-malam sendirian," cegah Mbak Nay.
"Sudahlah,Mbak.Insya اَللّهُ aku bisa jaga diri,kok.Aku nggak sendirian karena اَللّهُ selalu bersamaku."
***
Disebuah hotel bintang 5 bus pun berhenti.Aku bersama teman-teman berhamburan keluar bus menuju hotel.Sang pemandu telah menunggu kami didepan hotel.
"Disinilah acara perpisahan nanti akan dilaksanakan," jelas pemandu kepada kami."Tapi,kalian tidak bisa masuk semua.Nona Nay hanya bisa mengajak 2 orang ªåĴĴäª ," lanjut pemandu.
"Aku aja...., aku....," teman-teman berebut menawarkan diri.
Namun Mbak Nay malah memandangku.Kutundukan kepala berharap bukan aku ♈ªϞƍ dipilih sebab aku harus segera pulang untuk menemani Sakura.
"Pak tolong antar gadis ini menuju terminal," pinta Mbak Nay kepada pemandu.Mbak Nay seakan dapat membaca pikiranku.Semua kaget mendengar apa ♈ªϞƍ dikatakan Mbak Nay.
"Fa,terima kasih telah mengantar Mbak Nay sampai disini.Mbak Tahu saat ini kamu sangat khawatir dg keadaan adikmu lebih baik pulanglah.Temui adikmu beri ia semangat sampaikan salamku untuk adikmu.Sekali ƪά̲̣ƍϊ Mbak ucapkan terima kasih banyak telah mengantar hingga ke Yogya," ucap Mbak Nay sambil merangkulku.Aku pun menitikan air mata haru.
"Terima kasih,Mbak Nay,terima kasih banyak doaku selalu untukmu," ucapku.Kuambil syal cantik ♈ªϞƍ kurajut sendiri lalu kulilitkan dilehernya.
"Hanifa,aku sangat menyayangimu.Kamu adalah adikku," ucapnya dg sesenggukan.
"Nona Nay saya disini diminta untuk memandu Nona.Maaf saya tidak bisa mengantar sahabat Nona ke terminal sebab akan menyalahi aturan ♈ªϞƍ ada," jelas pemandu.
"Tidak apa-apa Pak,saya bisa naik angkot menuju terminal ƪά̲̣ƍϊ pula ini masih jam 4 jadi tidak masalah bagi saya untuk pulang sendirian," jawabku.
"Fa,aku akan menemanimu," jawab Dahlia
"Tidak usah terima kasih,Dahlia."
"Tapi Fa,paling tidak kami akan menemanimu sampai terminal," tambah Susan.
"Sudahlah,kalian masuk ªåĴĴäª dan istirahat," jawabku sambil beranjak meninggalkan mereka.
***
Dengan langkah ♈ªϞƍ terasa berat aku menuju pangkalan ankot.Kupilih angkot ♈ªϞƍ menuju terminal,mungkin karena aku sangat lelah dan perutku belum terisi makanan sehingga kepalaku terasa amat pusing.Kusandarkan kepalaku hingga aku sempat tertidur sebentar.
"Mabak,sudah sampai diterminal.Hati-hati,jaga barang berharga baik-baik apalagi Mbak sendirian," jelas sopir angkot.
"Terima kasih banyak,Pak," jawabku sambil membayar ongkos angkot.
Aku kembali berjalan menuju bus jurusan Surabaya saat mataku sedang mencari-cari bus jurusan Surabaya seorang pria bertato menarik tanganku dan menutup mulutku dg sapu tangan,aku ditariknya menuju belakang terminal,aku tak dapat berkutik,tubuhku gemetar karena takut.
"Serahkan semua uang dan Hpmu," paksanya.Aku hanya diam,air mataku meleleh,aku terus beristighfar menyebut sang Esa.
"Hei! Cepat serahkan uang dan Hpmu," Ia kembali memaksa kali ini sambil menarik jilbabku.
"Jangan tarik jilbabku dan jangan sentuh aku," ucapku lemah,ia pun tak ƪά̲̣ƍϊ menarik jilbabku dan ganti menarik tas ranselku,ia membongkar-bongkar isi tasku untuk mencari dompet.Salah seorang temannya datang memegang kuat kedua tanganku.
"Lepaskan....! Lepaskan...! Kamu bukan mahramku! Silahkan ambil semua uang dan hartaku tapi jangan pernah sentuh tubuhku!!" Bentakku.
"Dasar gadis sok suci,aku akan ambil semua hartamu biar kamu jadi gelandangan dan tak ada orang ♈ªϞƍ akan mengasihinimu," kata salah satu preman tersebut sambil melotot kearahku.
"Terserah kalian hendak berbicara apa,terserah kalian hendak mengambil uangku.Semua itu tak berarti bagiku tapi jangan pernah kalian sentuh aku.Ingatlah aku tidak akan jadi gelandangan,aku tidak akan sendirian karena اَللّهُ selalu bersamaku,اَللّهُ menemaniku,اَللّهُ melindungiku,اَللّهُ maha tahu apa ♈ªϞƍ kalian lakukan," ucapku.Kedua preman tersebut tertegun memandang kearahku,tidak lama kemudian mereka meninggalkanku tanpa mengambil sedikitpun uang milikku.Aku tak mengerti apa ♈ªϞƍ ada dipikiran kedua preman tersebut.
Setelah kejadian itu tubuhku benar-benar lemas.Saat aku hendak kembali keterminal aku terjatuh dan kakiku terkilir,kusandarkan tubuhku dibawah sebuah pohon ♈ªϞƍ cukup besar kucoba untuk menahan sakit.
Seorang pria muda berseragam TNI menghentikan langkahnya didepanku,kuangkat kepalaku untuk memastikan jika pria itu bukan preman ♈ªϞƍ memakai seragam TNI.Ternyata pria itu adalah orang ♈ªϞƍ pernah memberi obat sakit kepala untukku.Tidak salah ƪά̲̣ƍϊ... Semoga ia berkenan menolongku kembali.
"Kamu...," ucapnya seolah mengenalku."Kamu Kέ♌āPå?" Tanyanya kembali.
"Kakiku terkilir,Kak," jawabku.
"Sini,kubantu," ucapnya.
"Jangan,cegahku ketika ia hendak memegang pergelangan kakiku.
"Kέ♌āPå?" Tanyanya seraya menghentikan tangannya ♈ªϞƍ belum sempat menyentuhku.
"Kamu bukan Mahramku,Jika memang hendak menolongku,tolong antarkan aku kepuskesmas terdekat," pintaku.Ia hanya terdiam.
"Kamu marah?' Tanyaku.
"Aku kagum padamu," jawabnya singkat.Kemudian ia menelepon seseorang,selama kurang lebih 2 menit ia dan aku duduk dibawah pohon.Kami sama-sama membisu tanpa kata.Hatiku berdesir,badanku panas dingin.Tak kuberanikan diri mengangkat kepala.
Akhirnya ♈ªϞƍ ditunggu pun datang seorang perawat mendatangiku dg kursi roda dibantu perawat tersebut aku duduk dikursi roda dan diantar menuju rumah sakit.
***
Tak berapa lama kemudian,sampailah aku di rumah sakit Aisyah.Perawat tersebut mengobati kakiku diruang perawatan,kutengok melalui jendela masih kulihat pria ♈ªϞƍ tadi menolongku.Dia sedang duduk sambil membaca buku diluar.
"Mbak pacarnya Kak Reihan,Ya? Sepertinya Kak Reihan sangat khawatirkan Mbak," sindir perawat tersebut sambil tersenyum.
"Bukan.Jadi nama pria tersebut Reihan?" Tanyaku.
"Masak,sih Mbak nggak tahu? Benar sekali namanya Reihan Prayoga,putra tunggal Dokter Prayoga.Tidak sedikit gadis ♈ªϞƍ berusaha mencuri hatinya namun ia selalu menutup hatinya rapat-rapat.Sebenarnya Dokter Prayoga menjodohkannya dg putri angkat Dokter Hilman tapi Kak Reihan menolak.Andaikan aku belum menikah mungkin aku Ĵμƍα sudah tergila-gila padanya," jelas perawat tersebut sambil cengengesan.Kutanggapi pembicaraannya dg senyum kecil disudut pipi.
Usai melaksanakan shalat,aku pun menuju ruang administrasi untuk melunasi pembayaran.
"Semua biaya sudah dilunasi oleh Reihan," jelas petugas Administrasi.Aku bingung dg apa ♈ªϞƍ dilakukan pria tersebut,mengapa ia begitu baik padaku? Padahal aku baru mengenalnya.
"Mbak,ada pesan dari Reihan.Lebih baik Mbak bermalam disini aja sebab tidak baik melakukan perjalanan sendirian.Apalagi Mbak seorang gadis." Sambung salah satu petugas administrasi.
"Aku tidak sendirian,اَللّهُ bersamaku.Aku harus tetap pulang,adikku membutuhkanku.O°˚˚˚°H,,,,ya mbak tolong serahkan uang ini dan ucapkan terima kasih pada Kak Reihan." Kataku sambil menitipkan uang pada petugas administrasi.
"Uang apa ini,Mbak?" Tanyanya.
"Ini utang saya pada Kak Reihan karena telah membayar biaya perawatan," jelasku.
"Demi اَللّهُ,aku ikhlas.Aku tidak mengharapkan imbalan apa pun,jika malam ini kamu tidak bisa bermalam disini izinkan aku untuk mengantarmu hingga kerumah," sambung Kak Reihan ♈ªϞƍ baru datang.
"Terima kasih Kak,tapi Kak Reihan tak perlu mengantarku.Aku dapat pulang dg bus," jawabku sambil menunduk.
"Aku telah menyiapkan itu untukmu," jawabnya sambil menunjuk sebuah mobil berwarna hitam ♈ªϞƍ telah terparkir tepat didepan pintu masuk menuju rumah sakit.
Kugelengkan kepala sambil berkata," kamu terlalu Baik,Kak."
"Terima ªåĴĴäª bantuan Kak Rei.Ia memang pria ♈ªϞƍ baik tapi ia tak pernah seperti itu kepada gadis mana pun kecuali padamu.Jangan kecewakan Kak Rei," bisik pegawai administrasi.
"Kumohon,izinkanlah aku mengantarkanmu,jika kamu tak ♏äƱ diantar dg mobil itu aku akan tetap mengikutimu sampai kupastikan kau baik-baik ªåĴĴäª ," ucap Kak Reihan.Aku tertunduk lesu bingung membuat keputusan.
Sementara itu Hpku berbunyi,sebuah sms dari Bunda Laras,beliau memintaku segera pulang sebab Sakura tidak sadarkan diri sejak tadi sore.Aku bingung dan panik sehingga akhirnya kuterima tawaran Kak Reihan.
***
Kak Reihan membukakan pintu mobilnya,aku diperlakukan istimewa bak putri raja.Sopirnya telah siap didepan untuk menyopir.
"Aku duduk didepan saja,Kak," jawabku.
"Mengapa demikian? Kamu dibelakang denganku,ya?" Tawarnya.
Kugelengkan kepala seraya berkata," Hal itu tidak pantas."
Kak Reihan memandangku,aku pun segera menundukan pandangan.
"Baiklah,aku mengerti maksudmu.Kamu memang gadis ♈ªϞƍ teramat istimewa,kamu tetap duduk dibelakang dan aku akan duduk didepan dg sopir," jelasnya.
"Tapi,Kak..."
"Kumohon," pintanya,aku pun memasuki mobil tersebut sebab sudah tidak ada pilihan lain dari pada harus berdebat ƪά̲̣ƍϊ.
***
"Hem... Kalau tidak salah namamu Hanifa asy-syadzily kamu lahir di Ngawi 10 Mei 1985.Kuliah di UMS mengambil jurusan pendidikan Islam,kamu Ĵμƍα menjadi pengelola kafe Asy-Syadzily ♈ªϞƍ ada dikawasan puncak.Benar kan,apa ♈ªϞƍ kukatakan?" Tanya Kak Reihan diperjalanan pulang.
Aku diam,aku tak mengerti dari mana Kak Reihan bisa tahu tentangku padahal aku tak memiliki facebook,twiter atau Priendster seperti teman-temanku ♈ªϞƍ lain.
"Hei princess,Kέ♌āPå kamu diam?" Ucapnya.Lagi-lagi aku tak mengerti mengapa Ia memanggilku Princess.
Beberapa kilometer kemudian mobil berhenti disebuah swalayan.
"Ayo kita masuk dan mencari oleh-oleh kesukaan Ayah,Bunda,dan adikmu," ajaknya namun aku menolak dg sopan.
"Baiklah jika Princess tak bersedia turun,aku sendiri ♈ªϞƍ akan mencari oleh-oleh," ucapnya lalu ia turun dan bergegas masuk swalayan.
"Aku tidak pernah melihat Den Reihan sebahagia ini," ucap sopir Kak Reihan.
"Apa maksud Bapak?" Tanyaku.
"Sebenarnya Den Reihan mempunyai seorang Kakak bernama Ridho mereka berdua begitu dekat namun sebulan setelah Den Ridho menikah Den Ridho meninggal karena diracun istrinya.Kemudian istrinya pergi membawa semua harta Den Ridho.Setelah kematian Den Ridho,Ibunya hilang ingatan dan 2 tahun ♈ªϞƍ lalu meninggal karena sakit.Semenjak kematian sang Kakak,Den Ridho nggak pernah jatuh cinta sebab Ia pikir semua cewek itu matre namun berbeda tatkala Den Reihan bertemu dg mu,Ia dapat tersenyum kepada seorang wanita tanpa sengaja Den Reihan pernah melihatmu memakain wewangian dan perhiasaan saat hendak melakukan shalat dan kamu melepaskan semua perhiasaanmu setelah shalat lalu Den Reihan menyuruh salah satu karyawan disana untuk menanyakan maksudmu dan jawabanmu,Kamu seperti itu karena hendak menghadap Sang Khaliq.Mulai saat itu Den Reihan aktif mempelajari ilmu agama dan sulit melupakanmu dari angannya," jelas sopir itu.
"Sungguh aku tak menginginkan orang lain melihatku berhias apalagi orang itu bukan mahramku karena aku berhias hanya untuk Nya dan untuk suamiku kelak.Pak,dimana Ia pernah melihat aku shalat?" Tanyaku.Aku tak ingin ƪά̲̣ƍϊ ada orang ♈ªϞƍ melihatku berhias saat hendak shalat.
"Satu tahun ♈ªϞƍ lalu,saat Den Reihan liburan di Puncak,Ia jalan-jalan kekafemu.Ia hampir memasuki semua sudut kafemu sebab Ia kagum dg desain Timur tengah disana.Saat itu tanpa sengaja Ia melihatmu sedang berwudhu.Setelah itu,Ia mengamatimu hingga engkau selesai shalat," jelasnya.Mendengar penjelasan itu aku pun segera beristighfar.
***
Ngawi,15 November 2006
Sekitar pukul 02.00 dini hari aku dirumah sakit umum tempat adikku dirawat.Kak Reihan memaksa menemui Ayah dan Bundaku.Aku pun tak mungkin menolak setelah begitu banyak kebaikan ♈ªϞƍ dilakukannya untukku.Seperti biasanya,Bunda Laras telah menantiku dilorong rumah sakit,kupeluk Bunda ♈ªϞƍ saat itu sedang menangis tersendu.
"Adikmu belum sadar Ĵμƍα ,sejak tadi ia selalu menyebut nama Zacky.Dokter tak akan melakukan operasi jika adikmu belum sadar," jelas Ayah dg tenang.
Kutengok adikku melalui sebuah celah kecil,Ia bernafas dg alat bantu bibirnya ♈ªϞƍ pucat bergerak menyebut sebuah nama,Hasan Al-Izacky.Disamping adikku kulihat Kak Rafli dan Paman Alfiano setia menjaga adikku.Ayah sedang mencoba menenangkan Bunda Laras.Dengan penuh deraian air mata aku memasuki ruang rawat.
Kutatap wajah pucat adikku,matanya tertutup,bibirnya terus ªåĴĴäª bergerak.Kucium keningnya dan kubisikan kalimat Ilahi ditelinganya.Kak Rafli menatapku dg deraian air mata,Ia terus menggenggam erat tangan Sakura.Paman Alfiano tampak lebih tegar menghadapi semua ini.
"Dek,Kέ♌āPå....? Kέ♌āPå ? Semua orang tak ♏äƱ cerita tentang keadaan Sakura ♈ªϞƍ sebenarnya.Aku benci diriku ♈ªϞƍ selalu menyakiti Sakura,aku sebenarnya sangat menyayangi Sakura,aku tak pernah membenci Sakura," ucap Kak Rafli.
"Maafkan Hanifa," jawabku singkat.
"Sudahlah Nak,saat ini ♈ªϞƍ harus kita lakukan adalah berdoa untuk kesembuhan Sakura,jangan sesali sesuatu ♈ªϞƍ telah berlalu," nasehat Paman Alfiano
"Paman,apakah Mas Zacky tak berkenan menengok Sakura?" Tanyaku sambil sesenggukan
"Sejak tadi sore keluarga besar Pak Yoso telah disini,namun mereka semua sudah pulang kecuali Zacky dan Maryam," jelas Paman Alfiano.
"Lalu,dimana dia,Paman?" Kak Reihan mendahuluiku bertanya.
Paman Alfiano menunjuk sebuah masjid ♈ªϞƍ ada dirumah sakit sambil menepuk pundak Kak Reihan,seolah-olah mereka telah kenal baik.
***
Dengan menahan tangis aku ditemani Kak Rafli dan Kak Reihan menemui Mas Zacky dan Maryam ♈ªϞƍ sedang hanyut dalam munajat.Kami Ĵμƍα segera mengambil air wudhu untuk shalat lail.
Usai shalat aku pun duduk berjajar dg Maryam,kutundukan kepalaku air mataku mengalir bagaikan derasnya aliran sungai.
"Maafkan aku,Kak Iffa.Aku tak dapat membujuk Mas Zacky untuk menikahi Sakura," ucap Maryam sambil merangkulku.
Mendengar ucapan Maryam kuyakinkan pada diriku sendiri jika aku pasti kuat menghadapi semua ini.Meskipun aku mencintai Mas Zacky aku harus memaksanya menikahi Sakura.
Disaat kami berlima hanya diam dan menunduk tanpa saling bicara,datanglah Ayahku.Aku dan Maryam tetap duduk berjajar,didepan kami Kak Rafli,Mas Zacky dan Kak Reihan Ĵμƍα duduk sejajr menghadap kearahku dan Maryam.Ayah berada ditengah,Ayah mulai membuka pembicaraan.
"Nak Zacky,Paman tahu jika hidup mati seseorang ada ditangan ♈ªϞƍ Esa akan tetapi kita tetap harus berusaha demi kesembuhan Sakura.Paman rasa kamulah orang ♈ªϞƍ bisa menyelamatkan Sakura,Paman tahu jika menyentuh dan membisikkan sesuatu pada Sakura haram bagimu karena kalian bukan Mahram oleh sebab itu Paman memintamu menikahi Sakura demi menyelamatkan nyawanya."
Ayahku menyerahkan selembar kertas ♈ªϞƍ berisi curahan hati Sakura,aku tidak tahu dari mana Ayah mendapat kertas tersebut akan tetapi aku berharap Mas Zacky akan luluh setelah membaca tulisan itu.
Dalam keadaan tetap menunduk aku berkata," Kumohon wahai Mas Zacky ♈ªϞƍ berhati lembut menikahlah dg adikku,Sakura.Ia gadis ♈ªϞƍ cantik nan elok matanya indah,senyumnya mempesona.Jika operasinya nanti berhasil berarti Mas Zacky telah menyelamatkan Sakura.Mas Zacky pahlawan bagi kami dan seumur hidup aku tak akan melupakan kebaikanmu.Dengan cara apapun aku akan membalas semua kebaikanmu namun jika hal buruk terjadi pada Sakura anggaplah pernikahanmu dg Sakura adalah hadiah terindah diakhir hayatnya," ucapku dg dada sesak.
"Afwan...,ana tahu jika Sakura adalah gadis ♈ªϞƍ cantik namun bukan kecantikan ♈ªϞƍ ana cari.Ana hendak menikahi seseorang karena keimanan.Sekali ƪά̲̣ƍϊ karena keimanan bukan karena kecantikan dan gadis itu adalah ukhti Hanifa tapi ana berjanji akan selalu mendoakan Sakura," jelasnya dg terbata-bata.
Mendengar ucapannya hatiku menangis.Aku tak sanggup ƪά̲̣ƍϊ memaksa Mas Zacky menikahi Sakura namun entah mengapa tanpa kusadari bibirku bergerak," Maafkan Hanifa,Mas hatiku telah bersandar pada Kak Reihan.Mungkin jalan kita berbeda."
Semua mata tertuju padaku,aku pun sangat kaget dg apa ♈ªϞƍ baru ªåĴĴäª kuucapkan.Semua itu keluar dari bibirku tanpa kusadari.
"Benar,kami saling mencintai dan kami akan membuktikan cinta kami," sambung Kak Reihan membuatku semakin tak mengerti.Ingin rasanya kuulang waktu dan mencabut ucapanku tapi sudahlah aku tak ingin menyaksikan Sakura ♈ªϞƍ kusayang mengalami keterpurukan.
Semua terdiam dalam suasana mencekam,rasa perih didadaku tiada kuasa kutahan.Aku benar-benar tak sanggup melihat Mas Zacky menikah dg orang lain tapi itu adalah jalan ♈ªϞƍ terbaik.
Ya Tuhanku,sang pemilik alam kuatkanlah diriku dari putus asa," doaku dalam hati
"Mas,sekarang sudah jelas jika hati Kak Iffa telah bersandar pada Kak Reihan jadi Kakak tak boleh mengharapkan Kak Iffa.Menikahlah dg Sakura,Ia membutuhkanmu,Mas," bujuk Maryam.
"Baiklah," jawab Mas Zacky singkat.
Semua orang seolah dapat bernafas lega mendengar jawaban Mas Zacky namun hatiku sangat kacau,pikiranku buntu tanpa sadar air mataku menetes dg sendirinya.Ayah merangkulku dan menghapus air mataku.
"Terima kasih," ucap Kak Rafli.
"Nyawa adikmu jauh lebih berharga,kuatkan hatimu,Nak," Ayah mencoba menasehatiku.Sementara kulihat Mas Zacky keluar masjid dg deraian air mata.Maryam mengikutinya dg kursi roda.
"Ayah,hubungi ªåĴĴäª Kei.Ayahnya seorang penghulu jadi Paman Arif bisa menikahkan Sakura dan Mas Zacky malam ini Ĵμƍα ," pintaku pada Ayah sambil menyerahkan Hpku,aku tak sanggup menghubungi Kei.
***
Satu jam kemudian Kei datang bersama Ayahnya,kedatangan Paman Arif membuat dadaku teramat sesak,meski perasaan sakit menggelayut dalam diri kucoba menghilangkan semua itu.Kucoba kuat menghadapi semua ini,kupalingkan badanku kearah Maryam dan Kei dua orang wanita cantik ♈ªϞƍ seakan mengerti perasaanku.
Kei menuntunku keluar ruangan,aku pun menangis sejadinya terisak dipangkuan sahabatku.
"Aku tahu perasaamu,aku tak akan melarangmu menangis," ucap sahabatku dg sesenggukan.
"Cobalah kuatkan hatimu,mungkin inilah ♈ªϞƍ terbaik semoga اَللّهُ mempertemukanmu dg seorang ikhwan ♈ªϞƍ jauh lebih baik darinya," lanjut Kei.
"Tatkala kita meminta sebuah bunga ♈ªϞƍ indah nan cantik اَللّهُ memberi kita sebuah kaktus ♈ªϞƍ berduri,tatkala kita meminta sebuah kupu-kupu ♈ªϞƍ indah nan mempesona اَللّهُ memberi kita seekor ulat ♈ªϞƍ berbulu seiring berjalannya waktu sebuah kaktus ♈ªϞƍ berduri akan berbunga indah nan cantik,seekor lat ♈ªϞƍ berbulu akan berubah menjadi kupu-kupu ♈ªϞƍ indah nan mempesona.اَللّهُ tidak memberi yg kita harapkan tapi اَللّهُ memberi ♈ªϞƍ kita butuhkan.adikku bersabarlah sebab اَللّهُ telah merajut ♈ªϞƍ terbaik untuk kehidupanmu," sahut Kak Rafli.
Benar sekali apa ♈ªϞƍ diucapakan Kak Rafli,aku sungguh tak menyangka waktu telah mengubah Kak Rafli.Kini Ia jauh lebih bijaksana,Ia jauh lebih dewasa.
"Kak Rafli percaya jika kelak engkau kan mendapatkan seorang ikhwan ♈ªϞƍ baik sebab kau laksana perhiasan ♈ªϞƍ paling berharga.Aku tak mampu menyamakanmu dg perhiasan terindah sekalipun," lanjutnya.Mendengar ucapannya ♈ªϞƍ menghibur,kuurai senyumku malam itu.
***
Tatkala itu terdengar suara Mas Zacky," Ana terima nikahnya Sakura binti Alfiano dg mas kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai."
"Sah....,sah..." Sambung Ayahku dan Paman Alfiano.
Mendengar ijab kabul tersebut hatiku kembali berantakan,hatiku laksana kayu bakar ♈ªϞƍ habis termakan api meskipun demikian saat itu cinta tulusku pada Mas Zacky tetap kuat dan kokoh.Tak ikut berguguran seperti dedauan ♈ªϞƍ kering tetapi kemudian aku pun ingat kembali kata-kata Kak Rafli.
Aku tak kan larut dalam kesedihan,aku percaya aku kuat menghadapi semua ini," gumanku dalam hati.
"Fa,kamu ♏äƱ kemana?" Tanya Kei saat melihatku beranjak dari tempat duduk.
Kei hendak mengikutiku dari belakang namun Kak Rafli mencegahnya.
Aku beranjak dari tempat duduk menuju daun pintu dimana Sakura dirawat.Kulihat Mas Zacky membisikkan sesuatu ditelingga adikku hingga adikku dapat membuka kedua bola matanya.Bibirnya ♈ªϞƍ pucat tersenyum manis laksana madu.Kakiku berhenti didaun pintu kamar inap Sakura,kuurungkan niatku untuk menemui Sakura.Biarlah Ia menikmati masa-masa indah bersama suaminya.Kubalikkan badan dan berjalan menghampiri Kei.
"Dimana Kak Reihan?" Tanyaku pada Kei.Aku hampir ªåĴĴäª melupakan Kak Reihan,aku belum sempat mengucapkan terima kasih padanya.
"Ia pergi," jawab Kak Rafli.
Aku tertunduk lesu,aku menyesal Kέ♌āPå tak segera kuucapkan terima kasih padanya paling tidak aku bisa mengantarnya hingga pintu keluar.Mungkin Ia belum jauh,aku segera berlari menuju tempat parkir.
Akan tetapi tak kutemukan mobil Kak Reihan,kusandarkan kepalaku disebuah tiang." Kak Reihan,maafkan aku," gumanku menyesal.
"Sudahlah adikku,aku percaya ia akan kembali untukmu," sahut Kak Rafli ♈ªϞƍ ternyata mengikutiku.
***
Pagi itu 2 jam setelah operasi adikku dinyatakan berhasil,Kak Reihan kembali dan menemuiku dilorng rumah sakit umum Ngawi.Ucapan Kak Rafli terbukti sangat tepat.
"السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Putri Hanifn" sapa Kak Reihan.
"وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاته
Jawabku sambil menoleh ke arah Kak Reihan,kulihat ia membawa sebuah kotak kecil berwarna merah muda dg hiasan pita kecil nan indah.
"Kak Rei,terima kasih banyak atas bantuan Kak Reian selama ini," kataku sebelum terlambat seperti kemarin.
"Never mind,My Princess," jawabnya santai.
"Kamu sudah kembali?" Tanya Kak Rafli seperti sudah akrab dg Kak Reihan.
"Iya,sob dan kedatanganku kesini untuk membuktikan kata-kata ♈ªϞƍ semalam keluar dari mulutku.Paman Syadzily ♈ªϞƍ sangat kuhormati izinkan saya Reihan meminang putri paman.Saya berjanji akan membahagiakan dan menyayangi putri Paman," kata Kak Reihan dg sangat sopan.
Mendengar apa ♈ªϞƍ baru diucapkannya badanku menjadi panas dingin.aku kalut dalam suasana hati ♈ªϞƍ tak menentu,perasaan ini rasanya berbeda dari ♈ªϞƍ kurasakan saat Mas Zacky hendak meminangku dulu.Aku diam terpatri dalam suasana mencekam,aku menunduk tubuhku kaku.Semua mata tertuju padaku.Kurasa bukan hanya aku ♈ªϞƍ kaget Ayah,Kak Rafli,Kei,Maryam,Bunda dan Mas Zacky Ĵμƍα terlihat heran dg apa ♈ªϞƍ baru diucapkan Kak Reihan.
"Nak,Paman baru mengenalmu.Paman tak bisa menjawabnya sekarang,Paman dan putri Paman butuh waktu untuk mengambil keputusan ♈ªϞƍ teramat berat ini.Bukannya Paman tak percaya dg mu hanya ªåĴĴäª Paman takut melangkah lebih jauh sebelum mengenalmu," jelas Ayahku dg bijaksana.
"Iya,Paman aku mengerti meski Paman baru mengenalku namun aku telah lama mengenal keluarga Paman," jawabnya dg tenang.
"Ayah,Bunda,dan adikku Iffa.Aku mengenal Reihan sejak kami masih duduk dibangku sekolah menengah kami sama-sama duduk di JHS santosca 033 Jerman.Aku tahu siapa Reihan.Percayalah Yah,Reihan adalah anak ♈ªϞƍ baik.Percayalah Reihan dapat membahagiakan Hanifa," sambung Kak Rafli ♈ªϞƍ ternyata sudah kenal dg Kak Reihan.
"Benar,Reihan dan Pak Prayoga telah kuanggap sebagai keluarga.Jika Hanifa putriku,sungguh bahagia dapat menjadi pilihan bagi Reihan." Lanjut Paman Alfiano.
Ucapan Paman Alfiano dan Kak Rafli membuat Ayah memandangku dg harapan aku akan menerima lamaran Kak Reihan.
"Paman aku tak menginginkan pernikahan dilakukan secepatnya,aku hanya ingin kepastian jika Paman merestui kami," kata Kak Reihan.
Ayah kembali memandangku,aku hanya tertunduk tanpa mengeluarkan satu kalimat pun.
"Putriku?" Tanya Ayah singkat.
"Hanifa terserah pada Ayah," jawabku Ĵμƍα singkat.
"Baiklah Nak,Paman merestui kalian tapi ingat jangan pernah kecewakan putriku,Ia adalah permata hatiku,ia adalah kebanggaanku." Mendengar jawaban Ayah,Kak Reihan langsung berlutut didepan Ayahku.
"Paman,3 bulan ƪά̲̣ƍϊ aku akan kemari bersama Ayahku namun sebelum itu kumohon Hanifa menerima cincin ini," pintanya.
Kugelenggkan kepala seraya berkata," Tidak,Kak. Aku belum pantas menerima pemberian Kak Reihan.Bawa dulu Ayahmu kemari,pinanglah aku dg rangkaiana khitbah baru aku bisa menerima cincin tersebut."
"Jangan sampai kau sakiti adikku atau kamu akan berhadapan dg ku," ucap Kak Rafli sambil menepuk pundak Kak Reihan
Entah perasaan apa ♈ªϞƍ melandaku kala itu,aku baru mengenal Kak Reihan.semudah itukah kuterima Ia? Tapi,Ia memang sosok pria ♈ªϞƍ baik dan menyenangkan. Dulu ia pernah menolongku sewaktu aku pusing dalam bus,ia Ĵμƍα ♈ªϞƍ menolongku sewaktu kakiku terkilir dan membayar semua biaya perawatan.Dalam perjalananku dari Yogyakarta hingga Ngawi ai ♈ªϞƍ mengantarku dan ♈ªϞƍ terakhir karena kehadirannya Mas Zacky ♏äƱ menikah dg Sakura sehingga nyawa adikku terselamatkan.
BERSAMBUNG.....

KELAMKU
14 November 2006
Esok pagi adikku akan menjalani operasi namun sayangnya Mas Zacky belum Ĵμƍα berkenan menikah dg Sakura sebenarnya aku ingin sekali menjaga dan menemani adikku didetik-detik menjelang operasi namun hari ini aku bersama teman-teman kos harus mengantar Mbak Nay ke Yogyakarta untuk pembekalan sebelum berangkat ke Paris.
Aku lebih memilih mengantar Mbak Nay sebab setelah hari ini Mbak Nay tidak kembali ƪά̲̣ƍϊ ke Solo.Sewaktu-waktu Ia bisa segera dikirim ke Jakarta dan tanggal 3 Desember nanti Ia akan terbang ke Paris bersama rekan-rekannya sesama penerima beasiswa.
Perjalananku menuju Yogyakarta kurasakan tidak begitu indah,sepanjang perjalanan pikiranku dipenuhi tentang operasi ♈ªϞƍ akan dijalani adikku.
"Pak sopir,nanti pulangnya kita mampir ke Parang Tritis,ya," ajak Zorra penuh semangat.
"♧ȋγα ,Ra,Aku setuju denganmu," tambah teman ♈ªϞƍ lain.Aku hanya diam mendengar pembicaraan teman-temanku.
"Gimana kalau kita menginap? Pulangnya besok sore aja," Dahlia mengajukan ide.Hampir semua menyetujui ide Dahlia untuk menginap didaerah Parang Tritis kecuali Mbak Mirra ♈ªϞƍ sudah tidur lelap sejak tadi.
Aku bingung,apa ♈ªϞƍ harus kukatakan kepada teman-temanku? Kupandangi hamparan jalan raya ♈ªϞƍ dipenuhi kendaraan ♈ªϞƍ sedang lalu lalang.Aku belum pernah pergi kekota ini sendirian,aku tak punya sanak saudara ditempat ini namun aku harus tetap pulang malam ini Ĵμƍα sebab esok pagi adikku operasi.aku tidak mungkin memaksakan keinginan untuk mengajak rombongan pulang sebab sepertinya mereka sedang sangat ingin berlibur disini.
"Entar kita nginapnya dihotel tanteku aja,pasti diberi diskon," Susan menambahkan semangat teman-teman ♈ªϞƍ berkeinginan untuk menginap.
"Kamu minta gratisan wae,hahaha...," sambung Dahlia.
"Gile kamu.Emang listrik,air dan karyawan tanteku ƍ∂άк butuh duit kecuali kalau kamu statusnya calon mantu tanteku mungkin bisa dikasih gratisan.hahaha..." Tanggap sigokil Susan.
"♏äƱ dong,kayaknya tantemu kaya,tuh...." Kata Dahlia dg semangat.
"Hahaha...,tapi umur anaknya baru 5 §ª♏ª 3 tahun." Jelas Flora ♈ªϞƍ sudah berkenalan dg tantenya Susan.
Bus pun dipenuhi dg suasana tawa renyah sementara Dahlia memasang wajah cemberut begitu sadar kalau dirinya menjadi korban gurauan Susan.
"Kamu sakit?" Tanya Mbak Nay ♈ªϞƍ duduk disampingku,kugelengkan kepala dan aku pun menunduk lesu.
"Iffa,sudahlah hilangkan semua duka dan lara,hilangkan semua penat didada nanti kita akan have fun," sambung Lingga memberiku semangat.
"Sepertinya aku tidak ikut menginap di Parang Tritis," jelasku.
"Kέ♌āPå??" Tanya teman-teman hampir bersamaan.
"Tapi aku Ʊϑaђ booking hotel.Barusan aku nelpon tanteku," potong Susan.
"Kalian kan bisa tetap menginap,aku tidak bisa karena besok pagi adikku operasi.Aku harus menemaninya," jawabku sambil menahan sesak didada karena teringat Sakura.
Semua memandangku dg pilu,Mbak Nay memelukku sambil berkata," Kuatkan hatimu,Dik."
"Lalu gimana?" Tanya Susan ♈ªϞƍ bingung.
"Kalian tetap menginap dan aku akan pulang ke Ngawi naik bus," jelasku.
"Tidak,usai acara habis Magrib.Mbak nggak mungkin tega melepasmu malam-malam sendirian," cegah Mbak Nay.
"Sudahlah,Mbak.Insya اَللّهُ aku bisa jaga diri,kok.Aku nggak sendirian karena اَللّهُ selalu bersamaku."
***
Disebuah hotel bintang 5 bus pun berhenti.Aku bersama teman-teman berhamburan keluar bus menuju hotel.Sang pemandu telah menunggu kami didepan hotel.
"Disinilah acara perpisahan nanti akan dilaksanakan," jelas pemandu kepada kami."Tapi,kalian tidak bisa masuk semua.Nona Nay hanya bisa mengajak 2 orang ªåĴĴäª ," lanjut pemandu.
"Aku aja...., aku....," teman-teman berebut menawarkan diri.
Namun Mbak Nay malah memandangku.Kutundukan kepala berharap bukan aku ♈ªϞƍ dipilih sebab aku harus segera pulang untuk menemani Sakura.
"Pak tolong antar gadis ini menuju terminal," pinta Mbak Nay kepada pemandu.Mbak Nay seakan dapat membaca pikiranku.Semua kaget mendengar apa ♈ªϞƍ dikatakan Mbak Nay.
"Fa,terima kasih telah mengantar Mbak Nay sampai disini.Mbak Tahu saat ini kamu sangat khawatir dg keadaan adikmu lebih baik pulanglah.Temui adikmu beri ia semangat sampaikan salamku untuk adikmu.Sekali ƪά̲̣ƍϊ Mbak ucapkan terima kasih banyak telah mengantar hingga ke Yogya," ucap Mbak Nay sambil merangkulku.Aku pun menitikan air mata haru.
"Terima kasih,Mbak Nay,terima kasih banyak doaku selalu untukmu," ucapku.Kuambil syal cantik ♈ªϞƍ kurajut sendiri lalu kulilitkan dilehernya.
"Hanifa,aku sangat menyayangimu.Kamu adalah adikku," ucapnya dg sesenggukan.
"Nona Nay saya disini diminta untuk memandu Nona.Maaf saya tidak bisa mengantar sahabat Nona ke terminal sebab akan menyalahi aturan ♈ªϞƍ ada," jelas pemandu.
"Tidak apa-apa Pak,saya bisa naik angkot menuju terminal ƪά̲̣ƍϊ pula ini masih jam 4 jadi tidak masalah bagi saya untuk pulang sendirian," jawabku.
"Fa,aku akan menemanimu," jawab Dahlia
"Tidak usah terima kasih,Dahlia."
"Tapi Fa,paling tidak kami akan menemanimu sampai terminal," tambah Susan.
"Sudahlah,kalian masuk ªåĴĴäª dan istirahat," jawabku sambil beranjak meninggalkan mereka.
***
Dengan langkah ♈ªϞƍ terasa berat aku menuju pangkalan ankot.Kupilih angkot ♈ªϞƍ menuju terminal,mungkin karena aku sangat lelah dan perutku belum terisi makanan sehingga kepalaku terasa amat pusing.Kusandarkan kepalaku hingga aku sempat tertidur sebentar.
"Mabak,sudah sampai diterminal.Hati-hati,jaga barang berharga baik-baik apalagi Mbak sendirian," jelas sopir angkot.
"Terima kasih banyak,Pak," jawabku sambil membayar ongkos angkot.
Aku kembali berjalan menuju bus jurusan Surabaya saat mataku sedang mencari-cari bus jurusan Surabaya seorang pria bertato menarik tanganku dan menutup mulutku dg sapu tangan,aku ditariknya menuju belakang terminal,aku tak dapat berkutik,tubuhku gemetar karena takut.
"Serahkan semua uang dan Hpmu," paksanya.Aku hanya diam,air mataku meleleh,aku terus beristighfar menyebut sang Esa.
"Hei! Cepat serahkan uang dan Hpmu," Ia kembali memaksa kali ini sambil menarik jilbabku.
"Jangan tarik jilbabku dan jangan sentuh aku," ucapku lemah,ia pun tak ƪά̲̣ƍϊ menarik jilbabku dan ganti menarik tas ranselku,ia membongkar-bongkar isi tasku untuk mencari dompet.Salah seorang temannya datang memegang kuat kedua tanganku.
"Lepaskan....! Lepaskan...! Kamu bukan mahramku! Silahkan ambil semua uang dan hartaku tapi jangan pernah sentuh tubuhku!!" Bentakku.
"Dasar gadis sok suci,aku akan ambil semua hartamu biar kamu jadi gelandangan dan tak ada orang ♈ªϞƍ akan mengasihinimu," kata salah satu preman tersebut sambil melotot kearahku.
"Terserah kalian hendak berbicara apa,terserah kalian hendak mengambil uangku.Semua itu tak berarti bagiku tapi jangan pernah kalian sentuh aku.Ingatlah aku tidak akan jadi gelandangan,aku tidak akan sendirian karena اَللّهُ selalu bersamaku,اَللّهُ menemaniku,اَللّهُ melindungiku,اَللّهُ maha tahu apa ♈ªϞƍ kalian lakukan," ucapku.Kedua preman tersebut tertegun memandang kearahku,tidak lama kemudian mereka meninggalkanku tanpa mengambil sedikitpun uang milikku.Aku tak mengerti apa ♈ªϞƍ ada dipikiran kedua preman tersebut.
Setelah kejadian itu tubuhku benar-benar lemas.Saat aku hendak kembali keterminal aku terjatuh dan kakiku terkilir,kusandarkan tubuhku dibawah sebuah pohon ♈ªϞƍ cukup besar kucoba untuk menahan sakit.
Seorang pria muda berseragam TNI menghentikan langkahnya didepanku,kuangkat kepalaku untuk memastikan jika pria itu bukan preman ♈ªϞƍ memakai seragam TNI.Ternyata pria itu adalah orang ♈ªϞƍ pernah memberi obat sakit kepala untukku.Tidak salah ƪά̲̣ƍϊ... Semoga ia berkenan menolongku kembali.
"Kamu...," ucapnya seolah mengenalku."Kamu Kέ♌āPå?" Tanyanya kembali.
"Kakiku terkilir,Kak," jawabku.
"Sini,kubantu," ucapnya.
"Jangan,cegahku ketika ia hendak memegang pergelangan kakiku.
"Kέ♌āPå?" Tanyanya seraya menghentikan tangannya ♈ªϞƍ belum sempat menyentuhku.
"Kamu bukan Mahramku,Jika memang hendak menolongku,tolong antarkan aku kepuskesmas terdekat," pintaku.Ia hanya terdiam.
"Kamu marah?' Tanyaku.
"Aku kagum padamu," jawabnya singkat.Kemudian ia menelepon seseorang,selama kurang lebih 2 menit ia dan aku duduk dibawah pohon.Kami sama-sama membisu tanpa kata.Hatiku berdesir,badanku panas dingin.Tak kuberanikan diri mengangkat kepala.
Akhirnya ♈ªϞƍ ditunggu pun datang seorang perawat mendatangiku dg kursi roda dibantu perawat tersebut aku duduk dikursi roda dan diantar menuju rumah sakit.
***
Tak berapa lama kemudian,sampailah aku di rumah sakit Aisyah.Perawat tersebut mengobati kakiku diruang perawatan,kutengok melalui jendela masih kulihat pria ♈ªϞƍ tadi menolongku.Dia sedang duduk sambil membaca buku diluar.
"Mbak pacarnya Kak Reihan,Ya? Sepertinya Kak Reihan sangat khawatirkan Mbak," sindir perawat tersebut sambil tersenyum.
"Bukan.Jadi nama pria tersebut Reihan?" Tanyaku.
"Masak,sih Mbak nggak tahu? Benar sekali namanya Reihan Prayoga,putra tunggal Dokter Prayoga.Tidak sedikit gadis ♈ªϞƍ berusaha mencuri hatinya namun ia selalu menutup hatinya rapat-rapat.Sebenarnya Dokter Prayoga menjodohkannya dg putri angkat Dokter Hilman tapi Kak Reihan menolak.Andaikan aku belum menikah mungkin aku Ĵμƍα sudah tergila-gila padanya," jelas perawat tersebut sambil cengengesan.Kutanggapi pembicaraannya dg senyum kecil disudut pipi.
Usai melaksanakan shalat,aku pun menuju ruang administrasi untuk melunasi pembayaran.
"Semua biaya sudah dilunasi oleh Reihan," jelas petugas Administrasi.Aku bingung dg apa ♈ªϞƍ dilakukan pria tersebut,mengapa ia begitu baik padaku? Padahal aku baru mengenalnya.
"Mbak,ada pesan dari Reihan.Lebih baik Mbak bermalam disini aja sebab tidak baik melakukan perjalanan sendirian.Apalagi Mbak seorang gadis." Sambung salah satu petugas administrasi.
"Aku tidak sendirian,اَللّهُ bersamaku.Aku harus tetap pulang,adikku membutuhkanku.O°˚˚˚°H,,,,ya mbak tolong serahkan uang ini dan ucapkan terima kasih pada Kak Reihan." Kataku sambil menitipkan uang pada petugas administrasi.
"Uang apa ini,Mbak?" Tanyanya.
"Ini utang saya pada Kak Reihan karena telah membayar biaya perawatan," jelasku.
"Demi اَللّهُ,aku ikhlas.Aku tidak mengharapkan imbalan apa pun,jika malam ini kamu tidak bisa bermalam disini izinkan aku untuk mengantarmu hingga kerumah," sambung Kak Reihan ♈ªϞƍ baru datang.
"Terima kasih Kak,tapi Kak Reihan tak perlu mengantarku.Aku dapat pulang dg bus," jawabku sambil menunduk.
"Aku telah menyiapkan itu untukmu," jawabnya sambil menunjuk sebuah mobil berwarna hitam ♈ªϞƍ telah terparkir tepat didepan pintu masuk menuju rumah sakit.
Kugelengkan kepala sambil berkata," kamu terlalu Baik,Kak."
"Terima ªåĴĴäª bantuan Kak Rei.Ia memang pria ♈ªϞƍ baik tapi ia tak pernah seperti itu kepada gadis mana pun kecuali padamu.Jangan kecewakan Kak Rei," bisik pegawai administrasi.
"Kumohon,izinkanlah aku mengantarkanmu,jika kamu tak ♏äƱ diantar dg mobil itu aku akan tetap mengikutimu sampai kupastikan kau baik-baik ªåĴĴäª ," ucap Kak Reihan.Aku tertunduk lesu bingung membuat keputusan.
Sementara itu Hpku berbunyi,sebuah sms dari Bunda Laras,beliau memintaku segera pulang sebab Sakura tidak sadarkan diri sejak tadi sore.Aku bingung dan panik sehingga akhirnya kuterima tawaran Kak Reihan.
***
Kak Reihan membukakan pintu mobilnya,aku diperlakukan istimewa bak putri raja.Sopirnya telah siap didepan untuk menyopir.
"Aku duduk didepan saja,Kak," jawabku.
"Mengapa demikian? Kamu dibelakang denganku,ya?" Tawarnya.
Kugelengkan kepala seraya berkata," Hal itu tidak pantas."
Kak Reihan memandangku,aku pun segera menundukan pandangan.
"Baiklah,aku mengerti maksudmu.Kamu memang gadis ♈ªϞƍ teramat istimewa,kamu tetap duduk dibelakang dan aku akan duduk didepan dg sopir," jelasnya.
"Tapi,Kak..."
"Kumohon," pintanya,aku pun memasuki mobil tersebut sebab sudah tidak ada pilihan lain dari pada harus berdebat ƪά̲̣ƍϊ.
***
"Hem... Kalau tidak salah namamu Hanifa asy-syadzily kamu lahir di Ngawi 10 Mei 1985.Kuliah di UMS mengambil jurusan pendidikan Islam,kamu Ĵμƍα menjadi pengelola kafe Asy-Syadzily ♈ªϞƍ ada dikawasan puncak.Benar kan,apa ♈ªϞƍ kukatakan?" Tanya Kak Reihan diperjalanan pulang.
Aku diam,aku tak mengerti dari mana Kak Reihan bisa tahu tentangku padahal aku tak memiliki facebook,twiter atau Priendster seperti teman-temanku ♈ªϞƍ lain.
"Hei princess,Kέ♌āPå kamu diam?" Ucapnya.Lagi-lagi aku tak mengerti mengapa Ia memanggilku Princess.
Beberapa kilometer kemudian mobil berhenti disebuah swalayan.
"Ayo kita masuk dan mencari oleh-oleh kesukaan Ayah,Bunda,dan adikmu," ajaknya namun aku menolak dg sopan.
"Baiklah jika Princess tak bersedia turun,aku sendiri ♈ªϞƍ akan mencari oleh-oleh," ucapnya lalu ia turun dan bergegas masuk swalayan.
"Aku tidak pernah melihat Den Reihan sebahagia ini," ucap sopir Kak Reihan.
"Apa maksud Bapak?" Tanyaku.
"Sebenarnya Den Reihan mempunyai seorang Kakak bernama Ridho mereka berdua begitu dekat namun sebulan setelah Den Ridho menikah Den Ridho meninggal karena diracun istrinya.Kemudian istrinya pergi membawa semua harta Den Ridho.Setelah kematian Den Ridho,Ibunya hilang ingatan dan 2 tahun ♈ªϞƍ lalu meninggal karena sakit.Semenjak kematian sang Kakak,Den Ridho nggak pernah jatuh cinta sebab Ia pikir semua cewek itu matre namun berbeda tatkala Den Reihan bertemu dg mu,Ia dapat tersenyum kepada seorang wanita tanpa sengaja Den Reihan pernah melihatmu memakain wewangian dan perhiasaan saat hendak melakukan shalat dan kamu melepaskan semua perhiasaanmu setelah shalat lalu Den Reihan menyuruh salah satu karyawan disana untuk menanyakan maksudmu dan jawabanmu,Kamu seperti itu karena hendak menghadap Sang Khaliq.Mulai saat itu Den Reihan aktif mempelajari ilmu agama dan sulit melupakanmu dari angannya," jelas sopir itu.
"Sungguh aku tak menginginkan orang lain melihatku berhias apalagi orang itu bukan mahramku karena aku berhias hanya untuk Nya dan untuk suamiku kelak.Pak,dimana Ia pernah melihat aku shalat?" Tanyaku.Aku tak ingin ƪά̲̣ƍϊ ada orang ♈ªϞƍ melihatku berhias saat hendak shalat.
"Satu tahun ♈ªϞƍ lalu,saat Den Reihan liburan di Puncak,Ia jalan-jalan kekafemu.Ia hampir memasuki semua sudut kafemu sebab Ia kagum dg desain Timur tengah disana.Saat itu tanpa sengaja Ia melihatmu sedang berwudhu.Setelah itu,Ia mengamatimu hingga engkau selesai shalat," jelasnya.Mendengar penjelasan itu aku pun segera beristighfar.
***
Ngawi,15 November 2006
Sekitar pukul 02.00 dini hari aku dirumah sakit umum tempat adikku dirawat.Kak Reihan memaksa menemui Ayah dan Bundaku.Aku pun tak mungkin menolak setelah begitu banyak kebaikan ♈ªϞƍ dilakukannya untukku.Seperti biasanya,Bunda Laras telah menantiku dilorong rumah sakit,kupeluk Bunda ♈ªϞƍ saat itu sedang menangis tersendu.
"Adikmu belum sadar Ĵμƍα ,sejak tadi ia selalu menyebut nama Zacky.Dokter tak akan melakukan operasi jika adikmu belum sadar," jelas Ayah dg tenang.
Kutengok adikku melalui sebuah celah kecil,Ia bernafas dg alat bantu bibirnya ♈ªϞƍ pucat bergerak menyebut sebuah nama,Hasan Al-Izacky.Disamping adikku kulihat Kak Rafli dan Paman Alfiano setia menjaga adikku.Ayah sedang mencoba menenangkan Bunda Laras.Dengan penuh deraian air mata aku memasuki ruang rawat.
Kutatap wajah pucat adikku,matanya tertutup,bibirnya terus ªåĴĴäª bergerak.Kucium keningnya dan kubisikan kalimat Ilahi ditelinganya.Kak Rafli menatapku dg deraian air mata,Ia terus menggenggam erat tangan Sakura.Paman Alfiano tampak lebih tegar menghadapi semua ini.
"Dek,Kέ♌āPå....? Kέ♌āPå ? Semua orang tak ♏äƱ cerita tentang keadaan Sakura ♈ªϞƍ sebenarnya.Aku benci diriku ♈ªϞƍ selalu menyakiti Sakura,aku sebenarnya sangat menyayangi Sakura,aku tak pernah membenci Sakura," ucap Kak Rafli.
"Maafkan Hanifa," jawabku singkat.
"Sudahlah Nak,saat ini ♈ªϞƍ harus kita lakukan adalah berdoa untuk kesembuhan Sakura,jangan sesali sesuatu ♈ªϞƍ telah berlalu," nasehat Paman Alfiano
"Paman,apakah Mas Zacky tak berkenan menengok Sakura?" Tanyaku sambil sesenggukan
"Sejak tadi sore keluarga besar Pak Yoso telah disini,namun mereka semua sudah pulang kecuali Zacky dan Maryam," jelas Paman Alfiano.
"Lalu,dimana dia,Paman?" Kak Reihan mendahuluiku bertanya.
Paman Alfiano menunjuk sebuah masjid ♈ªϞƍ ada dirumah sakit sambil menepuk pundak Kak Reihan,seolah-olah mereka telah kenal baik.
***
Dengan menahan tangis aku ditemani Kak Rafli dan Kak Reihan menemui Mas Zacky dan Maryam ♈ªϞƍ sedang hanyut dalam munajat.Kami Ĵμƍα segera mengambil air wudhu untuk shalat lail.
Usai shalat aku pun duduk berjajar dg Maryam,kutundukan kepalaku air mataku mengalir bagaikan derasnya aliran sungai.
"Maafkan aku,Kak Iffa.Aku tak dapat membujuk Mas Zacky untuk menikahi Sakura," ucap Maryam sambil merangkulku.
Mendengar ucapan Maryam kuyakinkan pada diriku sendiri jika aku pasti kuat menghadapi semua ini.Meskipun aku mencintai Mas Zacky aku harus memaksanya menikahi Sakura.
Disaat kami berlima hanya diam dan menunduk tanpa saling bicara,datanglah Ayahku.Aku dan Maryam tetap duduk berjajar,didepan kami Kak Rafli,Mas Zacky dan Kak Reihan Ĵμƍα duduk sejajr menghadap kearahku dan Maryam.Ayah berada ditengah,Ayah mulai membuka pembicaraan.
"Nak Zacky,Paman tahu jika hidup mati seseorang ada ditangan ♈ªϞƍ Esa akan tetapi kita tetap harus berusaha demi kesembuhan Sakura.Paman rasa kamulah orang ♈ªϞƍ bisa menyelamatkan Sakura,Paman tahu jika menyentuh dan membisikkan sesuatu pada Sakura haram bagimu karena kalian bukan Mahram oleh sebab itu Paman memintamu menikahi Sakura demi menyelamatkan nyawanya."
Ayahku menyerahkan selembar kertas ♈ªϞƍ berisi curahan hati Sakura,aku tidak tahu dari mana Ayah mendapat kertas tersebut akan tetapi aku berharap Mas Zacky akan luluh setelah membaca tulisan itu.
Dalam keadaan tetap menunduk aku berkata," Kumohon wahai Mas Zacky ♈ªϞƍ berhati lembut menikahlah dg adikku,Sakura.Ia gadis ♈ªϞƍ cantik nan elok matanya indah,senyumnya mempesona.Jika operasinya nanti berhasil berarti Mas Zacky telah menyelamatkan Sakura.Mas Zacky pahlawan bagi kami dan seumur hidup aku tak akan melupakan kebaikanmu.Dengan cara apapun aku akan membalas semua kebaikanmu namun jika hal buruk terjadi pada Sakura anggaplah pernikahanmu dg Sakura adalah hadiah terindah diakhir hayatnya," ucapku dg dada sesak.
"Afwan...,ana tahu jika Sakura adalah gadis ♈ªϞƍ cantik namun bukan kecantikan ♈ªϞƍ ana cari.Ana hendak menikahi seseorang karena keimanan.Sekali ƪά̲̣ƍϊ karena keimanan bukan karena kecantikan dan gadis itu adalah ukhti Hanifa tapi ana berjanji akan selalu mendoakan Sakura," jelasnya dg terbata-bata.
Mendengar ucapannya hatiku menangis.Aku tak sanggup ƪά̲̣ƍϊ memaksa Mas Zacky menikahi Sakura namun entah mengapa tanpa kusadari bibirku bergerak," Maafkan Hanifa,Mas hatiku telah bersandar pada Kak Reihan.Mungkin jalan kita berbeda."
Semua mata tertuju padaku,aku pun sangat kaget dg apa ♈ªϞƍ baru ªåĴĴäª kuucapkan.Semua itu keluar dari bibirku tanpa kusadari.
"Benar,kami saling mencintai dan kami akan membuktikan cinta kami," sambung Kak Reihan membuatku semakin tak mengerti.Ingin rasanya kuulang waktu dan mencabut ucapanku tapi sudahlah aku tak ingin menyaksikan Sakura ♈ªϞƍ kusayang mengalami keterpurukan.
Semua terdiam dalam suasana mencekam,rasa perih didadaku tiada kuasa kutahan.Aku benar-benar tak sanggup melihat Mas Zacky menikah dg orang lain tapi itu adalah jalan ♈ªϞƍ terbaik.
Ya Tuhanku,sang pemilik alam kuatkanlah diriku dari putus asa," doaku dalam hati
"Mas,sekarang sudah jelas jika hati Kak Iffa telah bersandar pada Kak Reihan jadi Kakak tak boleh mengharapkan Kak Iffa.Menikahlah dg Sakura,Ia membutuhkanmu,Mas," bujuk Maryam.
"Baiklah," jawab Mas Zacky singkat.
Semua orang seolah dapat bernafas lega mendengar jawaban Mas Zacky namun hatiku sangat kacau,pikiranku buntu tanpa sadar air mataku menetes dg sendirinya.Ayah merangkulku dan menghapus air mataku.
"Terima kasih," ucap Kak Rafli.
"Nyawa adikmu jauh lebih berharga,kuatkan hatimu,Nak," Ayah mencoba menasehatiku.Sementara kulihat Mas Zacky keluar masjid dg deraian air mata.Maryam mengikutinya dg kursi roda.
"Ayah,hubungi ªåĴĴäª Kei.Ayahnya seorang penghulu jadi Paman Arif bisa menikahkan Sakura dan Mas Zacky malam ini Ĵμƍα ," pintaku pada Ayah sambil menyerahkan Hpku,aku tak sanggup menghubungi Kei.
***
Satu jam kemudian Kei datang bersama Ayahnya,kedatangan Paman Arif membuat dadaku teramat sesak,meski perasaan sakit menggelayut dalam diri kucoba menghilangkan semua itu.Kucoba kuat menghadapi semua ini,kupalingkan badanku kearah Maryam dan Kei dua orang wanita cantik ♈ªϞƍ seakan mengerti perasaanku.
Kei menuntunku keluar ruangan,aku pun menangis sejadinya terisak dipangkuan sahabatku.
"Aku tahu perasaamu,aku tak akan melarangmu menangis," ucap sahabatku dg sesenggukan.
"Cobalah kuatkan hatimu,mungkin inilah ♈ªϞƍ terbaik semoga اَللّهُ mempertemukanmu dg seorang ikhwan ♈ªϞƍ jauh lebih baik darinya," lanjut Kei.
"Tatkala kita meminta sebuah bunga ♈ªϞƍ indah nan cantik اَللّهُ memberi kita sebuah kaktus ♈ªϞƍ berduri,tatkala kita meminta sebuah kupu-kupu ♈ªϞƍ indah nan mempesona اَللّهُ memberi kita seekor ulat ♈ªϞƍ berbulu seiring berjalannya waktu sebuah kaktus ♈ªϞƍ berduri akan berbunga indah nan cantik,seekor lat ♈ªϞƍ berbulu akan berubah menjadi kupu-kupu ♈ªϞƍ indah nan mempesona.اَللّهُ tidak memberi yg kita harapkan tapi اَللّهُ memberi ♈ªϞƍ kita butuhkan.adikku bersabarlah sebab اَللّهُ telah merajut ♈ªϞƍ terbaik untuk kehidupanmu," sahut Kak Rafli.
Benar sekali apa ♈ªϞƍ diucapakan Kak Rafli,aku sungguh tak menyangka waktu telah mengubah Kak Rafli.Kini Ia jauh lebih bijaksana,Ia jauh lebih dewasa.
"Kak Rafli percaya jika kelak engkau kan mendapatkan seorang ikhwan ♈ªϞƍ baik sebab kau laksana perhiasan ♈ªϞƍ paling berharga.Aku tak mampu menyamakanmu dg perhiasan terindah sekalipun," lanjutnya.Mendengar ucapannya ♈ªϞƍ menghibur,kuurai senyumku malam itu.
***
Tatkala itu terdengar suara Mas Zacky," Ana terima nikahnya Sakura binti Alfiano dg mas kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai."
"Sah....,sah..." Sambung Ayahku dan Paman Alfiano.
Mendengar ijab kabul tersebut hatiku kembali berantakan,hatiku laksana kayu bakar ♈ªϞƍ habis termakan api meskipun demikian saat itu cinta tulusku pada Mas Zacky tetap kuat dan kokoh.Tak ikut berguguran seperti dedauan ♈ªϞƍ kering tetapi kemudian aku pun ingat kembali kata-kata Kak Rafli.
Aku tak kan larut dalam kesedihan,aku percaya aku kuat menghadapi semua ini," gumanku dalam hati.
"Fa,kamu ♏äƱ kemana?" Tanya Kei saat melihatku beranjak dari tempat duduk.
Kei hendak mengikutiku dari belakang namun Kak Rafli mencegahnya.
Aku beranjak dari tempat duduk menuju daun pintu dimana Sakura dirawat.Kulihat Mas Zacky membisikkan sesuatu ditelingga adikku hingga adikku dapat membuka kedua bola matanya.Bibirnya ♈ªϞƍ pucat tersenyum manis laksana madu.Kakiku berhenti didaun pintu kamar inap Sakura,kuurungkan niatku untuk menemui Sakura.Biarlah Ia menikmati masa-masa indah bersama suaminya.Kubalikkan badan dan berjalan menghampiri Kei.
"Dimana Kak Reihan?" Tanyaku pada Kei.Aku hampir ªåĴĴäª melupakan Kak Reihan,aku belum sempat mengucapkan terima kasih padanya.
"Ia pergi," jawab Kak Rafli.
Aku tertunduk lesu,aku menyesal Kέ♌āPå tak segera kuucapkan terima kasih padanya paling tidak aku bisa mengantarnya hingga pintu keluar.Mungkin Ia belum jauh,aku segera berlari menuju tempat parkir.
Akan tetapi tak kutemukan mobil Kak Reihan,kusandarkan kepalaku disebuah tiang." Kak Reihan,maafkan aku," gumanku menyesal.
"Sudahlah adikku,aku percaya ia akan kembali untukmu," sahut Kak Rafli ♈ªϞƍ ternyata mengikutiku.
***
Pagi itu 2 jam setelah operasi adikku dinyatakan berhasil,Kak Reihan kembali dan menemuiku dilorng rumah sakit umum Ngawi.Ucapan Kak Rafli terbukti sangat tepat.
"السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Putri Hanifn" sapa Kak Reihan.
"وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاته
Jawabku sambil menoleh ke arah Kak Reihan,kulihat ia membawa sebuah kotak kecil berwarna merah muda dg hiasan pita kecil nan indah.
"Kak Rei,terima kasih banyak atas bantuan Kak Reian selama ini," kataku sebelum terlambat seperti kemarin.
"Never mind,My Princess," jawabnya santai.
"Kamu sudah kembali?" Tanya Kak Rafli seperti sudah akrab dg Kak Reihan.
"Iya,sob dan kedatanganku kesini untuk membuktikan kata-kata ♈ªϞƍ semalam keluar dari mulutku.Paman Syadzily ♈ªϞƍ sangat kuhormati izinkan saya Reihan meminang putri paman.Saya berjanji akan membahagiakan dan menyayangi putri Paman," kata Kak Reihan dg sangat sopan.
Mendengar apa ♈ªϞƍ baru diucapkannya badanku menjadi panas dingin.aku kalut dalam suasana hati ♈ªϞƍ tak menentu,perasaan ini rasanya berbeda dari ♈ªϞƍ kurasakan saat Mas Zacky hendak meminangku dulu.Aku diam terpatri dalam suasana mencekam,aku menunduk tubuhku kaku.Semua mata tertuju padaku.Kurasa bukan hanya aku ♈ªϞƍ kaget Ayah,Kak Rafli,Kei,Maryam,Bunda dan Mas Zacky Ĵμƍα terlihat heran dg apa ♈ªϞƍ baru diucapkan Kak Reihan.
"Nak,Paman baru mengenalmu.Paman tak bisa menjawabnya sekarang,Paman dan putri Paman butuh waktu untuk mengambil keputusan ♈ªϞƍ teramat berat ini.Bukannya Paman tak percaya dg mu hanya ªåĴĴäª Paman takut melangkah lebih jauh sebelum mengenalmu," jelas Ayahku dg bijaksana.
"Iya,Paman aku mengerti meski Paman baru mengenalku namun aku telah lama mengenal keluarga Paman," jawabnya dg tenang.
"Ayah,Bunda,dan adikku Iffa.Aku mengenal Reihan sejak kami masih duduk dibangku sekolah menengah kami sama-sama duduk di JHS santosca 033 Jerman.Aku tahu siapa Reihan.Percayalah Yah,Reihan adalah anak ♈ªϞƍ baik.Percayalah Reihan dapat membahagiakan Hanifa," sambung Kak Rafli ♈ªϞƍ ternyata sudah kenal dg Kak Reihan.
"Benar,Reihan dan Pak Prayoga telah kuanggap sebagai keluarga.Jika Hanifa putriku,sungguh bahagia dapat menjadi pilihan bagi Reihan." Lanjut Paman Alfiano.
Ucapan Paman Alfiano dan Kak Rafli membuat Ayah memandangku dg harapan aku akan menerima lamaran Kak Reihan.
"Paman aku tak menginginkan pernikahan dilakukan secepatnya,aku hanya ingin kepastian jika Paman merestui kami," kata Kak Reihan.
Ayah kembali memandangku,aku hanya tertunduk tanpa mengeluarkan satu kalimat pun.
"Putriku?" Tanya Ayah singkat.
"Hanifa terserah pada Ayah," jawabku Ĵμƍα singkat.
"Baiklah Nak,Paman merestui kalian tapi ingat jangan pernah kecewakan putriku,Ia adalah permata hatiku,ia adalah kebanggaanku." Mendengar jawaban Ayah,Kak Reihan langsung berlutut didepan Ayahku.
"Paman,3 bulan ƪά̲̣ƍϊ aku akan kemari bersama Ayahku namun sebelum itu kumohon Hanifa menerima cincin ini," pintanya.
Kugelenggkan kepala seraya berkata," Tidak,Kak. Aku belum pantas menerima pemberian Kak Reihan.Bawa dulu Ayahmu kemari,pinanglah aku dg rangkaiana khitbah baru aku bisa menerima cincin tersebut."
"Jangan sampai kau sakiti adikku atau kamu akan berhadapan dg ku," ucap Kak Rafli sambil menepuk pundak Kak Reihan
Entah perasaan apa ♈ªϞƍ melandaku kala itu,aku baru mengenal Kak Reihan.semudah itukah kuterima Ia? Tapi,Ia memang sosok pria ♈ªϞƍ baik dan menyenangkan. Dulu ia pernah menolongku sewaktu aku pusing dalam bus,ia Ĵμƍα ♈ªϞƍ menolongku sewaktu kakiku terkilir dan membayar semua biaya perawatan.Dalam perjalananku dari Yogyakarta hingga Ngawi ai ♈ªϞƍ mengantarku dan ♈ªϞƍ terakhir karena kehadirannya Mas Zacky ♏äƱ menikah dg Sakura sehingga nyawa adikku terselamatkan.
BERSAMBUNG.....

Tidak ada komentar :
Posting Komentar