Karya INDAH EL-HAFIDZ
PERTEMUAN YG MENYAKITKAN
Senin 28 Agustus 2006
PάGɪ̇ ini aku berencana kembali ke Solo namun sebelum berangkat
kupenuhi janjiku pada Moressa untuk menemuinya dipuskesmas sambil
melunasi semua biaya pengobatannya.Usai mengurusi administrasi dg
pegawai puskesmas aku berjalan menuju ruangan dimana Moressa dirawat.
"Maaf Mbak,nona Moressa telah pulang.Ia menitipkan ini untuk Mbak," jelas seorang perawat sambil memberiku sebuah surat.
Mengapa Moressa pergi tanpa mengucapkan salam perpisahan dg ku? Tapi
sudahlah itu artinya ia sudah baikan.Semoga keluarganya ♏äƱ menerimanya
kembali.Doaku dalam hati.
Dengan mengucap basmallah terlebih dulu kubuka surat tersebut,aku
terharu membaca isi surat tersebut,Isinya singkat,padat namun penuh
makna.
TERIMA KASIH
Selembar kertas tersebut kusimpan dan kumaksukkan kedalam tas
ransel.Kemudian aku keluar dari puskesmas dan menuju terminal Ngawi
untuk mencari bus jurusan Solo.
Penuh sekali bus ♈ªϞƍ kunaiki sarat dg penumpang.Sejak mendonorkan
darah kemaren aku sering merasa pusing seperti ♈ªϞƍ sedang kurasakan
saat ini.Ketika Bus baru berjalan kurang lebih 2 kilo tubuhku
terpontang-panting.Pandanganku mulai kabur,aku merasa seperti akan
pingsan.Semua penumpang berteriak ketika melihat tubuhku hampir
terjatuh.Seorang pria muda memakai seragam TNI beranjak dari tempat
duduknya ia mempersilahkanku duduk.Sebenarnya aku Ĵμƍα tidak enak
karena ia harus berdiri namun ♏äƱ gimana ƪάƍϊ aku tidak kuat menahan
pusing.
Baru duduk sekitar 15 menit seorang kakek-kakek ♈ªϞƍ tubuhnya sudah
renta naik bus ♈ªϞƍ kutumpangi,beliau berdiri dan hampir terjatuh karena
tubuhnya ♈ªϞƍ sudah tua renta.
"Kek,duduklah disini," ucapku sambil beranjak dari tempat duduk.
Aku kembali berdiri sambil mencoba menahan kepalaku ♈ªϞƍ teramat pusing.
"Anda pusing?" Tanya pria muda ♈ªϞƍ berseragam TNI ♈ªϞƍ tadi
memberikan tempat duduknya untukku.Kuanggukan kepala sambil tersenyum
kecil,sebuah senyum ♈ªϞƍ kupaksakan.Pria itu mengeluarkan obat sakit
kepala dari dalam tas ransel ♈ªϞƍ ada dipunggungnya.
"Ini obat sakit kepala semoga dapat meredakan sakit kepala anda," ucapnya sambil menyerahkan obat itu.
Aku terdiam sejenak,Kέ♌āPå pria ini baik sekali padahal aku belum
pernah bertemu dg nya.Jangan-jangan ia berniat jahat denganku.Ah,tidak
aku tak boleh berprasangka buruk.Maafkan aku,ya اَللّهُ 'batinku.
"Tenang saja,nona.Tidak usah khawatir saya tidak mungkin berbuat jahat pada anda," jelasnya seolah tahu apa ♈ªϞƍ kupikirkan.
"Sudahlah,minum saja kalau kamu pingsan malah menyusahkan
orang-orang dibus ini dari tadi kan kamu hampir jatuh," ucap seorang
wanita setengah baya dg judes.
Aku mencoba menepis pikiran buruk ♈ªϞƍ merasuk diotakku dg iringan senyum ramah kuterima pemberian obat TNI tersebut.
"Ini minumnya," kata TNI tersebut ia memberiku segelas aqua ♈ªϞƍ kemudian kugunakan untuk meminum obat.
"Terima kasih banyak," ucapku.Ia hanya tersenyum ramah dan menganggukan kepala.
***
Solo jawa tengah
Didepan pintu masuk gerbang kampus UMS,Kei telah menantiku.Wajahnya
♈ªϞƍ selalu ceria membuatku rindu pada Kei jika aku jauh dari sahabatku
♈ªϞƍ satu ini.
"Fa,bagaimana keadaan adikmu?" Tanya Kei dg penuh perhatian.
"Ia sudah jauh lebih baik tapi kesedihan masih terpancar dari
wajahnya," jelasku.Kemudian kuceritakan semua ♈ªϞƍ sebenarnya terjadi
pada Sakura.
Setelah itu aku dan Kei mencoba melupakan sejenak masalah ♈ªϞƍ
menggelayuti Sakura.Kami memfokuskan pikiran untuk menemui Mas Bintang
ku sayang.
Dengan semangat aku dan Kei berjalan menuju Fakultas Usluhudin untuk
menemui Mas Bintang.Baru berjalan beberapa langkah mataku tertuju ke
arah parkir mobil.Aku memperhatikan seorang pria ♈ªϞƍ berjas hitam.aku
merasa tidak asing dg pria itu.
"سُبْحَانَ اللّه
Ia pria paling tampan ♈ªϞƍ pernah kutemui,Ia Mas Hanafi,Fa," celoteh Kei seolah terbius dg pesona pria tersebut.
Tidak salah ƪάƍϊ pria tampan tersebut adalah Mas Bintang" pikirku
"Eit...,nggak boleh ada air mata," cegah Kei.Ucapannya membuatku tersenyum kearah sahabatku itu.
Tanpa berpikir panjang aku langsung berlari menghampiri pria tampan ♈ªϞƍ baru keluar dari mobil silver ♈ªϞƍ dinaikinya.
"Mas Bintang," ucapku sambil tersenyum bahagia.
"Maaf anti siapa?" Tanyanya dg tetap menjaga pandangan tanpa menatap kearahku ataupun kearah Kei.
"Mas,aku Bulan.Bulan,adikmu," jelasku"Nama ana bukan Bintang dan ana
tidak mempunyai adik bernama Bulan.Mungkin anti salah orang," jawabnya
halus sambil meninggalkanku.
Aku sangat kaget mendengar tanggapannya,mungkinkah ia sudah
melupakanku? Padahal aku yakin ia adalah Mas Bintang ♈ªϞƍ selama ini
kurindukan,Mas Bintang ♈ªϞƍ selama ini kusayangi.
"Aku adikmu,Mas.Aku adikmu.Tidaklah kau ingat dg ku? Dengan masa
kecil kita dulu? Mas bintang hampir dikeluarkan dari sekolah demi
membelaku,saat Pak RT dan Pak RW memarahiku,Mas selalu
melindungiku.Pernah dulu waktu pulang sekolah dan sepatuku rusak Mas
rela melepas sepatu Mas demi aku sampai2 kaki Mas Bintang menginjak paku
hingga berdarah.Begitu banyak suka dan duka kita lalui tetapi begitu
mudahnya kau melupakanku.Melupakan semua kenangan antara kita?" Ucapku
memcoba membuka memory Mas Bintang.
Namun Mas Bintang tidak memberi komentar apa-apa,selama mendengar
ucapanku Mas Bintang terus berjalan menuju gedung kuliah.Sepertinya
ucapanku tadi belum berhasil membuka memory nya terhadap kebersamaan
kami tetapi aku tidak menyerah begitu såĴa .
Dengan nafas ♈ªϞƍ mulai terengah-engah karena berusaha mengikuti
langkah kakinya kulanjutkan ucapanku," Apakah Mas lupa saat almarhum
Bunda Fatimah menangis karena tak kuat menghadapi kenakalan kita? Apakah
Mas sudah lupa dg Ayah orang ♈ªϞƍ selalu dapat membuat kita melupakan
semua kesedihan? Apakah Mas Ĵμƍα sudah lupa pada Kyai Ghozi guru ngaji
♈ªϞƍ selalu S̤̈ά̲Bά̲я̲я̲ menghadapi kenakalan kita? Mas masih ingat,kan?
Kita sudah menyembunyikan sandal Kyai Ghozi sebanyak 7 pasang tapi
beliau tidak pernah marah pada kita.Mas bilang,Mas mengagumi Kyai
Ghozi..Apa Mas tidak ingin bertemu dg beliau? ♈ªϞƍ terakhir apakah Mas
sudah lupa dg Bunda Laras dan Sakura? Mas harus tahu sakura
sakit,Mas.Ternyata selama ini Sakura mengindap tumor otak.Sudah 2 kali
ia melakukan operasi.Apakah Mas tidak ingin menjenguk Sakura?"
Mas Bintang menghentikan langkah dan membalikkan badannya.Tumbuhlah
harapanku jika ia akan mengingat semua masa lalunya dg ku namun hatiku
seolah teriris habis saat ia berkata,"Ana tidak mengenal anti dan
orang-orang ♈ªϞƍ anti sebut,Maafkan ana anti."
Mendengar jawaban Mas Bintang langkahku terhenti kepalaku seolah
ingin pecah aku tak dapat menyeka air mataku.Aku tidak dapat menutupi
kesedihanku.Sementara Mas Bintang berlalu meninggalkanku seolah ia tak
pernah mengenalku.Aku hanya terpaku menatap punggungnya ♈ªϞƍ semakin
menjauh.
"S̤̈ά̲Bά̲я̲я̲,Fa," ucap Kei sambil meneteskan air mata.
"Ia Masku,Ia Masku," kataku dg air mata ♈ªϞƍ masih meleleh.
"Iya,Fa.Kamu tenang saja kawan.Aku akan menyelidiki dimana ia
tinggal dan kita akan menemuinya dirumahnya," jelas Kei menenangkanku.
Aku mencoba untuk tetep tegak berdiri meski hati hancur tak
tertahankan.Hanya Mas Bintang ♈ªϞƍ ada dalam pikiranku saat ini,tubuhku
gemetar dan sulit kukendalikan namun aku tidak boleh berhenti disitu,aku
harus tetap meyakinkan Mas Bintang jika aku adalah adiknya.
***
Boyolali,Jawa tengah 29 Agustus 2006
Aku dan Kei berdiri disebuah rumah mewah ♈ªϞƍ bercat putih,menurut
informasi ♈ªϞƍ kami dapat dari Pak Fatir rumah itu adalah tempat tinggal
Mas Bintang.Sejak pagi aku dan Kei menunggu kedatangan Mas Bintang
didepan gerbang masuk.Satpam rumah tersebut menganjurkan kepada kami
untuk pulang sebab tuan rumahnya sedang ada acara akbar dipondok
pesantren Al-huda tetapi aku tetap bersikeras menunggu Mas Bintang.aku
tak peduli dg apa ♈ªϞƍ dikatakannya,aku akan menunggu,menunggu dan terus
menunggu.
"Kei,aku akan menunggu Masku hingga kapanpun," ucapku.
Kei menganggukan kepala dan berkata," Dan aku akan menemanimu sampai kapanpun."
Kami saling memandang dan tersenyum.Kei memang seorang sahabat ♈ªϞƍ selalu hadir dikala suka dan duka melanda.
"Kei,aku nggak tahu dg cara apa dapat kubalas semua kebaikanmu."
"Sudahlah,Fa,Jangan repot-repot balas jasa segala.Kamu cukup
membelikakku helikopter pribadi dan mengajakku jalan-jalan kegedung
putih,kok.hahaha...," jawab Kei diiringi canda.
"Ya,Θέëђђ insya اَللّهُ nanti kalau aku sudah jadi presiden RI ♈ªϞƍ ke 20,ya," tanggapku Ĵμƍα dg canda.
"Mimpi kali ye...," katanya ƪά̲̣ƍϊ.
Meski dalam keadaan seperti itu aku dan sahabatku tetap saja bercanda dan mengurai tawa bersama.
***
Aku dan Kei menggelar koran didepan pintu gerbang rumah mewah
tersebut,jika waktu shalat tiba kami melaksanakan shalat dimasjid ♈ªϞƍ
ada didepan rumah Mas Bintang.
"Fa,kalau tangan kita menadah mungkin saku kita Ʊϑaђ penuh
nih.Hahaha..." Kata Kei setelah beberapa kali melihat pandangan kasihan
dari orang ♈ªϞƍ melewati kami.
"Apa perlu kubuat tulisan 2 tahun belum makan mohon kebaikan hatinya," tambahku.
"Gile,mana ada ♈ªϞƍ percaya masak 2 tahun belum makan.Candamu ngga masuk akal," protes Kei.
"Maksudku belum makan daging manusia," jawabku seenaknya.
"Ketauan nih,masa lalumu suka makan daging manusia," ejeknya.
"Oleh sebab itU sekarang giliran makan kamu.cewek manja." Tanggapku.
"Neng ini ada2 aja," sahut satpam ♈ªϞƍ ternyata mendengar gurauanku dg Kei.
"Lebih baik kalian pulang saja disini tidak ada orang ♈ªϞƍ bernama
Bintang,♈ªϞƍ punya rumah ini adalah Mas Hasan al-izacky," kata satpam
♈ªϞƍ kelihatannya merasa kasihan kepada kami.
"Tidak Pak,aku akan tetap menunggu hingga bisa menemui pemilik rumah ini," jawabku dg memelas.
Usai melaksanakan shalat Isya aku kembali menggelar koran didepan
gerbang rumah Mas Bintang.Malam itu langit cerah terlihat banyak bintang
dan sebuah bulan ♈ªϞƍ menghiasi langit.Mereka seolah tersenyum dan
memberiku semangat.
Aku berharap jika kutemui Mas Bintang nanti hatiku akan secerah
langit malam ini.Angin malam ♈ªϞƍ menusuk tulang seolah tak kurasakan
demi bertemu dg seorang ♈ªϞƍ sangat kusayang.
Satu jam kemudian sebuah mobil ♈ªϞƍ pernah kulihat membunyikan
klakson berkali-kali sebagai tanda agar kami minggir.Satpam rumah
tersebut membukakan pintu gerbang.
Dari balik pintu gerbang kudengar," Mas,2 gadis tersebut mencari
orang ♈ªϞƍ bernama Bintang.Padahal saya sudah berkali-kali jelaskan jika
dirumah ini tidak ada ♈ªϞƍ bernama Bintang.Apakah perlu saya usir
mereka?"
"Jangan usir gadis2 itu,mereka adalah tamu ♈ªϞƍ harus dihormati
suruh mereka masuk.aku akan berbicara dg mereka," terdengar suara Mas
Bintang,aku merasa sangat lega mendengar jawaban Mas Bintang.
Dengan langkah penuh harapan kumasuki rumah mewah tersebut.
"Hei,rasanya kayak masuk gedung putih,ya." Bisik Kei.
"Ah kamu,masuk gedung putih aja belum pernah bisa-bisanya membandingkan," tanggapku.
Kei hanya nyengir dan menyahut,"Paling nggak Ʊϑaђ liat
gambarnya."Tatkala baru melangkahkan kaki diteras rumah kudengar suara
anak2 kecil sedang mengaji.Kurasa rumah ini bukan rumah pribadi sebab
diruang tamu kulihat sekitar 9 anak kecil sedang belajar mengaji
ditemani seorang wanita ayu.Ketika aku memasuki rumah wanita ayu ♈ªϞƍ
berjalan dg menggunakan kursi roda tersebut mempersilahkan ku duduk dan
mengajak anak2 kecil masuk keruang belakang.
"Ummi,Ummi,2 wanita itu temannya abi ya? Mengapa bertamu malam2?" Tanya seorang anak laki-laki.
"Iya,sayang kedua Mbak itu kemaleman," jawab wanita ayu ♈ªϞƍ baru saja menyalamiku.
Aku dan Kei saling berpandang,mana mungkin wanita semuda itu sudah mempunyai banyak anak.
Apa maksudnya memanggil Mas Bintang dg panggilan Abi dan wanita
tersebut dg panggilan Ummi? Tanyaku pada diri sendiri atau jangan-jangan
wanita tersebut adalah istri Mas Bintang.Jika benar alangkah jahatnya
Mas Bintang Ia tak memberikan kabar padaku dan Ayah ♈ªϞƍ selalu
merindukannya.
"Mbok,anak-anak kecil tadi siapa?" Kei mencoba memberanikan diri bertanya kepada seorang pembantu ♈ªϞƍ menyuguhkan minuman.
"Mereka semua anak yatim piatu ♈ªϞƍ diasuh oleh Mas Zacky.Mas Zacky
dan Mbak Maryam mendidik mereka dg dasar agama ♈ªϞƍ kuat.sebenarnya
orang tua mas Zacky ♈ªϞƍ tinggal di Malaysia berniat membangunkan panti
asuhan tetapi Mas Zacky menolaknya.Mas Zacky ingin anak-anak tersebut
tinggal dirumah ini agar mereka tidak merasa seperti orang lain tetapi
merasa seperti anggota keluarga rumah sendiri.Mbok benar-benar mengagumi
kepribadian Mas Zacky selain mempunyai anak asuh Mas Zacky Ĵμƍα aktif
dalam kegiatan tebar dakwah,sejak Mas Zacky tinggal disini masjid
didepan rumah menjadi ramai sebab Mas Zacky membuat warga sini dapat
membuka mata untuk tidak hanya mementingkan kehidupan duniawi saja,"
jelas pembantu tersebut panjang lebar.
سُبْحَانَ اللّه
Benar-benar mulia hati masku,jadi gaji ♈ªϞƍ diperolehnya dari
mengajar ia gunakan untuk membiayai anak-anak asuhnya belum sempat
kubertanya siapakah wanita ♈ªϞƍ bernama Maryam tersebut tiba-tiba Mas
Bintang turun dari lantai 2.Aku terus menatap Masku dg wajah
berseri-seri.OoHнн ,,,tidak.Aku baru ingat jika Mas Bintang bukanlah
kakak kandungku sehingga aku pun menepis pandanganku.Tidak dapat
kutampik jika hatiku berdesir kencang.
Mas Bintang tetap menundukan kepalanya seraya berkata," ukhty ♈ªϞƍ
berhati mulia,sekali ƪά̲̣ƍϊ ana tegaskan nama ana bukanlah Bintang nama
ana Hasan al-izacky."
"Aku tidak peduli dg namamu ♈ªϞƍ jelas kamu adalah Masku.Mas Bintangku," ucapku dg tetesan air mata rindu.
"Maaf,♈ªϞƍ dimaksud sahabatku,bukanlah nama anda Hanafi al-izacky?" Tegas Kei sambil terus menggemgam tanganku ♈ªϞƍ dingin.
Mendengar kata Hanafi pria tampan tersebut tercengang,matanya tampak sembab ingin meneteskan air mata.
"Jadi,ukhty ♈ªϞƍ bernama Hanifa?" Tanyanya padaku dan kujawab dg anggukan kepala.
"Syukur اَلْحَمْدُلِلّهِ ana dapat bertemu dg seseorang ♈ªϞƍ sangat
disayangi saudara kembar ana.Hanafi sering cerita tentang ukhty."
"Apa maksudmu?" Potong Kei
"Ana bukan Hanafi,ana Zacky saudara kembarnya.Hanafi telah pergi menghadap sang Khaliq," jawab Mas Zacky.
Mendengar jawaban Mas Zacky bak mendengar suara gledek ♈ªϞƍ sedang
menyambar.Seolah udara berhenti bergerak dan bumi terhenti
berputar,tubuhku kaku seketika.
Tidak...,berontakku dalam hati.
"Kamu berbohong,kan? Kamu Hanafi,kan?" Tanya Kei seolah tak percaya.
Sementara aku diam seribu bahasa,tubuhku terasa lemas dan tak berdaya,aku tak sanggup berpisah dg Masku.
Maryam sigadis ayu ♈ªϞƍ duduk dikursi roda tersebut ikut bergabung
diruang tamu dan menunjukan sebuah foto.Di foto tersebut kulihat seorang
wanita dan pria ♈ªϞƍ pernah membawa pergi Mas Bintang.Difoto tersebut
Ĵμƍα terdapat 3 gadis ayu salah satunya Maryam dan terdapat 2 pria
kembar yaitu Mas Hanafi dan Mas Zacky."Mas Zacky tidak berbohong pada
kalian,foto itu adalah foto keluarga kami,2 orang wanita ♈ªϞƍ ada difoto
tersebut adalah kakak perempuan kami,pria kembar tersebut adalah Mas
Hanafi dan Mas Zacky," sambung Maryam.
"Di ulang tahun ukhti Hanifa ♈ªϞƍ ke 18 saudara ana Hanafi hendak
berkunjung ke Ngawi untuk menemui anti dan ayahnya namun sayang dalam
perjalanan menuju bandara saudara ana mengalami kecelakaan.Hanafi harus
menghadap sang khaliq saat itu Ĵμƍα .Apakah ukhti tahu mengapa Dek
Maryam lumpuh? Itu karena Dek Maryam Ĵμƍα menumpangi mobil ♈ªϞƍ disetir
Hanafi.Sejak 5 bulan ♈ªϞƍ lalu ana dan Dek Maryam mencari ukhti untuk
menyerahkan kado dari Hanafi," kata Mas Zacky sambil menyerahkan sebuah
kado ♈ªϞƍ sudah rusak dan terdapat bercak darah ♈ªϞƍ telah kering.
"Bukalah,ini untukmu," jelas Maryam.
Tanganku gemetar dan panas dingin saat hendak membuka bungkusan kado
tersebut,sungguh aku belum percaya seratus persen dg apa ♈ªϞƍ diucapkan
Mas Zacky dan Maryam.Kulihat sebuah gelang cantik dan selembar surat
♈ªϞƍ ditunjukan untukku.Dengan penuh derai air mata kubaca isi surat
tersebut.
Untuk adikku,
Bulan ♈ªϞƍ selalu bersinar dihidupku.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sayangku dek Hanifa lewat selembar kertas ♈ªϞƍ pada akhirnya akan
jadi penghuni tempat sampah ini Mas hendak mengucapkan selamat ulang
tahun ♈ªϞƍ ke 18 padamu.Bunga jiwaku senyum indahmu adalah penghias duka
laraku.
Duhai bunga jiwaku,apa kabar imanmu hari ini? Semoga menegak maju.
Duhai dedekku ♈ªϞƍ kubanggakan,apa kabar cintamu hari ini? Semoga selalu berpeluh kepada Sang Ilahi Rabbi.
Duhai pelipur laraku,apa kabar hatimu hari ini? Semoga selalu bersih
dari debu dan kelabu.Tetaplah bersyukur meski derita kerap kali
menyapa.
Dedekku jadilah Siti Khadijah sebagai uswatun hasanah dalam hidupmu.
Wahai... dedekku sayang,dedekku tercinta bulan penghias malam
jadilah engkau wanita ♈ªϞƍ mempunyai kecantikan dari dalam bukan
kecantikan dari luar ♈ªϞƍ akan sirna dg seiring bertambahnya usia.Usiamu
kini telah 18 tahun.Mas Bintang Rasa engkau sudah cukup dewasa dalam
menyingkapi segala masalah.Janganlah mudah berputus asa,hidup adalah
perjuangan untuk masa depan masa abadi diakherat nanti jagalah
kehormatan Ayah dan Bunda ♈ªϞƍ harus kau mulai dari menjaga kehormatanmu
sendiri.
Satu hal ♈ªϞƍ Bulan harus selalu ingat kehidupan didunia hanyalah
sementara akherat adalah tujuan utama.Dedekku tetaplah menjadi seorang
muslimah ♈ªϞƍ selalu Istiqomah,teguhkan keimanan dan mantapkan tujuanmu
dijalan Ilahi Rabbi.Bersama kita akan mewujudkan mimpi kita untuk
mendidik generasi berkualitas di Negeri ini.
Mas mohon padamu jagalah AYah dg penuh kasih sayang,jangan
sekali-kali membuat hati beliau terluka.Turuti nasehat beliau sebab
Bulan adalah harta satu-satunya bagi Ayah.Dedek Ĵμƍα harus selalu
menyayangi Bunda laras,dialah orang ♈ªϞƍ selama ini selalu setia
mengasuh kita.
Bulan ♈ªϞƍ selalu kusayang,Mas akhiri surat ini dg penuh syukur kepada اَللّهُ .
Wassalamu'alaikum
Dari seorang Kakak
♈ªϞƍ sangat menyayangi.
Itulah surat ♈ªϞƍ ditulis Masku beberapa tahun ♈ªϞƍ lalu sebelum ia
menghadap sang Khaliq.Dari isi surat tersebut terlihat seolah Masku
telah mempunyai firasat jika ia hendak pergi sebelum sempat
menemuiku.Kertas surat tersebut basah dg air mataku,pupus sudah
harapanku untuk bertemu Masku.Aku tak kuasa menahan sesak didada,aku
terlalu lemah untuk menghadapi kenyataan ini,badanku terasa lemas
kepalaku terasa pusing akhirnya surat dan gelang tersebut terjatuh
kelantai.Tubuhku gemetar pandanganku terasa kabur lama-lama semua ♈ªϞƍ
ada dihadapanku menjadi hitam seketika.
Bruk!
Aku terjatuh dilantai,aku masih dapat mendengar apa ♈ªϞƍ dikatakan
orang-orang disampingku tetapi tubuhku sulit kugerakan sebab terlalu
lemah.Mataku tak dapat kubuka.Saat itu seolah aku terletak dalam 2 dunia
antara hidup dan mati.
Bayang2 Mas Bintang hadir dihadapanku seolah ia mengajakkku pergi
kedunia abadi,ia menarik tangan kananku dan hendak membawaku terbang
namun kulihat Ayah sendirian diujung jalan.Aku tak jadi ikut dg Mas
Bintang karena Ayah membutuhkanku.Pikiranku campur aduk antara kenyataan
dan mimpi.
"Fa,kamu Kέ♌āPå? Kamu Kέ♌āPå,Fa?" Teriak Kei namun aku tidak dapat menjawab,mulutku seolah terkunci rapat.
"Mbok Umah,Mbok Atul tolong bantu bawa gadis ini kedalam mobil.Ana
akan membawanya ketempat Dokter Grandy," kudengar suara Mas Zacky meski
mataku tak dapat kubuka.
"Kέ♌āPå harus menyuruh pembantumu? Kamu itu seorang laki-laki
seharusnya kamu ♈ªϞƍ mengangkat Hanifa kedalam mobil," berontak Kei dg
suara lantang seolah menyalahkan Mas Zacky.
"Ia bukan mahram ana," jawab Mas Zacky singkat.
Seorang pria sejati,ia §ª♏ª sekali tidak ♏äƱ menyentuh ♈ªϞƍ bukan
mahramnya.Bukan perasaan benci melainkan bangga dan kagum pada
sikapnya.Pria seperti itulah ♈ªϞƍ menjadikan dunia ini damai nan indah.
Namun tubuhku masih terasa sulit digerakan dan bibirku tetap
terkunci rapat.Ak̅u merasa seorang Dokter telah memeriksa dan
menginfusku.
"Bagaimana keadaan gadis ini,dok?" Suara Mas Zacky terdengar panik.
"Anda tidak usah khawatir,gadis ini akan baik-baik ªåĴĴäª ,Ia hanya
kecapaian dan kurang darah saya sudah memberinya obat sebentar ƪά̲̣ƍϊ ia
akan sadar," jelas suara ♈ªϞƍ tak kukenal sebelumnya.
Mungkin suara Dokter ♈ªϞƍ memeriksaku.
"Άk̅υ akan menelepon Ayah Hanifa," ucap Kei.
Άk̅υ benar-benar khawatir jika Kei menghubungi Ayahku,pasti Ayah akan sedih memikirkan keadaanku.
Jangan Kei,jangan beri †ɑhu Ayah,Άk̅υ tak apa-apa.Kata-kata itulah
♈ªϞƍ ingin kuucapkan pada Kei namun bibirku kelu tidak dapat kugerakan
§ª♏ª sekali.
"Ana rasa tidak perlu,ini sudah larut malam nanti Ayahnya malah akan
khawatir.Jika malam ini Hanifa tidak Ĵμƍα sadarkan diri maka ana
sendiri ♈ªϞƍ akan menjemput Ayahnya ♈ªϞƍ ada di Ngawi.Sekarang lebih
baik anti istirahat dulu ªåĴĴäª jangan sampai anti ikutan sakit.Ana
akan menunggu diluar," ucap Maa Zacky bijaksana.Untunglah Mas Zacky
mencegah Kei menghubungi Ayahku.
Suasana sempat hening sesaat setelah Mas Zacky pamit keluar,kei
mungkin sedang tertidur lelap memang rasanya tidak etis jika Mas Zacky
didalam kamar bersama 2 orang gadis meski tak melakukan apa pun.Kasihan
sahabatku Kei,Ia rela meninggalkan jam kuliah demi menemaniku,ia rela
kecapean demi menemaniku.
Kei,Άk̅υ tak akan pernah melupakan jasa baikmu,ucapku dalam hati.
Saat suasana hening samar-samar kudengar suara Mas Zacky ♈ªϞƍ
mungkin ada diluar kamar inap ♈ªϞƍ kutempati."Ya اَللّهُ ,ya Rahman
diantara sekian banyak umat Mu ♈ªϞƍ ada dimuka bumi,Ini lah hamba,Ya
اَللّهُ.Hamba ♈ªϞƍ merangkak menuju kepada Mu mengharap kasih
SayǍ♌Ǧ,maghfirah dan keridhaan Mu.Di malam. ♈ªϞƍ mencekam didetik ini
hamba memohon kepada Mu ya اَللّهُ agar senantiasa memberi kebaikan
kepada Hanifa.Ya Rahman,Hamba memohon dg sepenuh hati selamatkanlah
gadis shalihah tersebut jangan berikan rasa sakit ♈ªϞƍ membuatnya
tersiksa.Hamba bersyukur pada Mu ya اَللّهُ sebab Engkau telah
mengizinkan hamba bertemu dg sosok Hanifa gadis berhati lembut.Tidak
banyak ♈ªϞƍ hamba minta kecuali kesembuhan bagi Hanifa,hamba tidak
sanggup melihat gadis itu terbaring lemah dan sakit."
Setiap untaian kata ♈ªϞƍ keluar dari bibirnya mampu membuatku
menitikan air mata haru,bahagia dan syukur.Kata-katanya indah nan padat
makna.
Ya اَللّهُ betapa mulia hati Mas Zacky,sungguh beruntung gadis ♈ªϞƍ kelak mendapatkan cinta kasihnya' ucapku dalam hati.
Sepanjang malam kudengar suara Mas Zacky melantunkan ayat suci,Aku
mencoba meresapi apa ♈ªϞƍ kudengar.Tak kusangka aku dapat menggerakkan
bibirku."Laa ilaaha illallaah," suara tahlil tersebut dapat kuucapkan
lantang.Tubuhku pun dapat kugerakkan dg ringan.
Mas Zacky ♈ªϞƍ mendengar suaraku langsung masuk untuk melihat,dg
perlahan kucoba membuka kedua mataku.samar-samar kulihat Mas Zacky sujud
syukur.Kei ♈ªϞƍ semula tidur lelap terbangun dan memelukku dg wajah
bahagia.
***
Solo 05 November 2006
Semenjak kutahu Mas Bintang telah menyusul Bunda Fatimah,aku
berusaha menguatkan hati.Orang ♈ªϞƍ membuatku menjadi tegar dalam
menghadapi kepergian Mas Bintang adalah Ayahku.Ketika kuceritakan
perihal kematian Mas Bintang kesedihan menyelimuti Ayah.Melihat itu aku
berjanji dalam hati bahwa aku akan membahagiakan Ayah oleh sebab itu aku
harus tetap semangat dalam menjalani hidup ♈ªϞƍ terus berputar ini.
Untukmu,duhai Ayahku
Aku tetap kuat jalani beragam derita
Untukmu,wahai Ayahku,
Kulalui malam-malam panjang dg doa
Engkau kuatkan aku dari putus asa
Engkau beri aku semangat dalam menggapai indah masa depan.
Butir-butir cintaku hanya terpatri untukmu.
Doamu untukku adalah nafasku.
BERSAMBUNG....

Tidak ada komentar :
Posting Komentar