Sabtu, 18 Mei 2013
SUJUD HATI DI UJUNG SUBUH BAG 2
Karya INDAH EL-HAFIDZ
MAS BINTANG,BINTANG HATIKU
21 April 1998
Kulihat 2 buah mobil mewah terparkir dihalaman depan.
"Sa,sepertinya itu bu
kan mobil Bunda Laras?" Ucapku sambil menunjukan salah satu mobil.
Belum sempat kuketuk pintu rumah tiba-tiba Mas Bintang ♈ªϞƍ masih memakai seragam sekolah memelukku sambil meneteskan air mata Ia berkata ," Kamu tetap adekku,Sampai kapanpun kamu tetap adekku,Aku akan terus menjagamu,aku akan terus bersamamu.Adekku Şaya♌Ǧ,adekku tercinta."
Semua orang menatap kami dg tatapan pilu,kulihat Ayah sempat meneteskan air mata sementara Bunda terus saja menundukan kepalanya.
"Aku sangat menyayangimu,Dek.Aku sudah janji §ª♏ª Bunda Fatimah bahwa Άkυ akan menjagamu sampai detak jantung ku berhenti.Kamu laksana Bulan ♈ªϞƍ menyinari gelapku,kamu laksana matahari dikala musim dingin tiba,kamu laksana awan cerah dikala musim dingin menjelang,kamu bidadari hidupku.Aku sayǍ♌Ǧ kamu,Dek," ucap Mas Bintang sambil terus memelukku.
"Aku Ĵμƍα sangat menyayangimu,Mas.Kita akan selalu bersama kan,Mas?"
"Sudahlah putraku,ayo ikut Abi dan Ummi.Hari ini Ĵμƍα kita harus berangkat ke Malaysia sebab saudara-saudaramu sudah menunggumu," potong wanita setengah baya ♈ªϞƍ berwajah elite sambil menahan air matanya.
"Tidak,Nyonya.Anda salah,Mas Bintang adalah putra kandung Ayah dan Bunda Fatimah.Jangan Bawa Masku pergi,Ia masku orang ♈ªϞƍ sangat berharga bagiku dan Ayah.Sampai kapanpun aku akan tetap bersama Masku," kataku sambil memandang wanita tersebut.
"Tenanglah Nak,mari Ayah jelaskan," kata Ayah mencoba menenangkan.
Mendengar Ayah ♈ªϞƍ seolah berpihak pada mereka aku semakin takut.
"Tuan dan Nyonya ♈ªϞƍ terhormat kumohon jangan bawa Masku pergi,tuan dan Nyonya ♈ªϞƍ berhati baik kumohon jangan pisahkan aku dg Masku,Aku membutuhkan Mas Bintang disampingku," kataku sambil berlutut didepan pria dan wanita ♈ªϞƍ hendak membawa Masku pergi.
"Maafkan Ummi,Nak.Ummi tetap harus membawa Masmu pergi," kata wanita tadi sambil mengelus-elus jilbabku.
"Pak Syadzly,Maaf karena kami sekeluarga selama ini telah menitipkan Hanafi padamu,kami harus segera terbang ke Malaysia.Masalah kepindahan sekolah Hanafi sudah saya serahkan kepada anak buah saya.Pak,terima kasih banyak telah bersedia mengasuh Hanafi hingga kini.Kebaikanmu tidak akan pernah kami lupakan hingga kapan pun," ucap pria berjas tersebut sambil bersalaman dg AYah.Kulihat Ayah hanya menganggukan kepala sambil menahan rasa sedih ♈ªϞƍ terpancar dari sorot matanya.
"Ayo kita pergi,Nak," ajak wanita berpenampilan elite tersebut sambil mengusap air matanya.
"Tidak,aku tidak ♏aƱ meninggalkan Ayah dan Adekku,aku sangat menyayangi mereka,Ibuku adalah Bunda Fatimah.Ayahku adalah Ayah Syadzily dan saudaraku adalah Hanifa asy-Syadzily," jawab Mas Bintang sambil mengandeng tanganku.
Tetapi dua orang pria ♈ªϞƍ tidak kukenal memisahkan genggaman tangan kami dan memaksa Masku masuk kedalam mobil.Ternyata mereka berdua adalah pengawal ♈ªϞƍ dibawa pria dan wanita ♈ªϞƍ ♏aƱ membawa Masku pergi.Masku berusaha melawan namun sia-sia saja sebab para pengawal itu berbadan kekar dan kuat.
"Jangan Bawa masku pergi...! Kumohon... Aku sayang Mas Bintang!" Teriaku berulang kali.
Namun para pengawal itu tidak memedulikan teriakanku dan malah membawa Masku pergi dari hadapanku.Sementara itu Ayah memegangi tubuhku dg kuat agar aku tidak mengikuti Mas Bintang tersayang.
"Adek...! Adek...! Ayah...! Ayah...!!!" Teriak Mas Bintang ♈ªϞƍ ada didalam mobil.Tangiskupun pecah,hatiku hancur berkeping-keping tatkala melihat mobil mewah tersebut membawa Masku pergi.Ayah menuntunku menuju rumah,Bunda menemani Sakura ♈ªϞƍ baru saja jatuh pingsan melihat Mas Bintang dibawa pergi.
"Kέ♌āPå mereka membawa Masku,Yah? Kέ♌āPå mereka memisahkanku dg Mas Bintang,Yah?" Tanyaku sambil sesenggukan.Ayah hanya mengelus kepalaku,wajahnya menampakkan kesedihan ♈ªϞƍ mendalam.
"Kέ♌aPå Ayah hanya diam saja ? Jawab,Yah.jawab...!" Aku mendesak Ayah sambil menangis tersendu-sendu.
"Yang membawa Masmu tadi adalah Pak Yoso sahabat lama Ayah sewaktu kuliah diSolo.Sebulan setelah Ayah dan Bunda Fatimah menikah,Pak Yoso datang kepada Ayah sambil mengajak ke 4 anaknya.Ke 2 putrinya berusia 4 dan 6 tahun sementara putra ♈ªϞƍ kembar berusia 10 bulan.Pak Yoso sengaja menitipkan salah satu putranya kepada Ayah sebab saat itu ia dalam keadaan sulit.Pak Yoso harus segera pergi ke Malaysia bersama keluarganya,Ia diterima sebagai dosen disebuah perguruan tinggi disana tetapi Ia tidak mungkin membawa kedua bayinya karena salah satunya sakit-sakitan,belum ƪάƍϊ istrinya sedang hamil muda.Ayah dan Bunda Fatimah tentu sangat senang menyambut kehadiran Hanafi.Satu tahun kemudian lahirlah kamu,Sayang."
Ayah berhenti mengelus kepalaku,setelah menarik nafas panjang Ayah kembali melanjutkan ceritanya." Sesuai dg perjanjian jika sudah sukses Pak Yoso hendak mengambil putranya kembali.Saat ini Pak Yoso sudah memiliki perusahaan di Malaysia.Beliau ingin menyekolahkan Masmu ke Mesir."
"Tidak mungkin,Yah.Aku tidak ♏aƱ kehilangan Masku.Mas Bintang tetap Masku,aku benci dg orang ♈ªϞƍ telah membawa Masku pergi," ucapku sambil terisak dipelukan Ayah.Cerita Ayah sebenarnya masuk akal tetapi tidak mampu mengubah kesedihan ♈ªϞƍ kurasakan karena kehilangan Masku.
***
22 April 1998
Malam ini aku tidak mengerti apa ♈ªϞƍ terjadi dg ku,pikiranku buntu hanya Mas Bintang ♈ªϞƍ ada diotakku.Bumi dan langit kurasakan sempit,hatiku tiada menjumpai cahaya.Kutangisi kepergian Mas Bintang.Berbagai pertanyaan muncul dihatiku.Apa ♈ªϞƍ Masku lakukan saat ini? Masihkan ia mengingatku?
Andaikan waktu dapat kuputar kembali cukup satu ♈ªϞƍ kupinta yaitu kebersamaan bersama Mas Bintang hingga ajal memisahakan namun aku hanyalah manusia biasa ♈ªϞƍ hanya dapat meminta, اَللّهُ ♈ªϞƍ menentukan.
Aku tertahan dg ingatan tentang Mas Bintang.Matahari ♈ªϞƍ terbit dan terbenam,angin ♈ªϞƍ berhembus kencang mengingatkanku kepada seorang ♈ªϞƍ kusayang,Mas Bintang.
Ingatanku kembali kemasa lalu,saat aku masih bersama Masku.Kulalui musim penghujan dg bermain air dan membuat kapal-kapalan dari kulit jeruk.Kulalui musim kemarau dg bermain layang-layang disawah dan membantu nenek mencari rumput untuk kambing-kambing ♈ªϞƍ dipeliharanya.Jika saat liburan tiba aku dan Masku akan merayakan liburan bersama bukan dg jalan-jalan ketempat wisata melainkan berpetualang disungai dekat rumah nenek untuk memancing Ikan atau disawah untuk mencari belut.Meskipun saat itu ekonomi keluarga kami rasakan diatas jauh pas-pasan.Ayah selalu mengajarkan kami untuk hidup sederhana dan selalu bersyukur.
Jika musim panen tiba kami berdua tidak enggan terjun kesawah untuk membantu nenek memanen padi.
Tetapi itu dulu saat usiaku belum genap 10 tahun.Sebelum nenek menghadap Sang Khaliq,sebelum Masku dibawa pergi oleh orang-orang ♈ªϞƍ tak kukenal.
Aku dan Masku tinggal disebuah kota kecil yaitu kota Ngawi ♈ªϞƍ penuh sensasi.Hidupku dan Mas Bintang Ĵμƍα penuh sensasi dan warna.Jika Bersamanya hilanglah sudah kesedihan ♈ªϞƍ kurasakan.Dikota Ngawi tercinta,kuukir kenangan indah bersama Mas Bintang.
Untukmu Mas Bintang...
Aku rindu akan kasih sayǍ♌Ǧ tulus darimu.
Aku indu saat-saat kebersamaan kita.
Aku membutuhkan dirimu disisiku.
Untukmu Mas Bintang
Engkaulah Bintang hatiku
Engkaulah pelipur laraku
Air mata kasih Şaya♌Ǧ berlinang karenamu
Karena kamu Mas Bintang ku
Karena aku merindukanmu.
Mas Bintangku saya♌Ǧ
Engkaulah penghias hidupku
Tanpamu hidupku hampa
Karenamu hidupku berwarna
Kehadiranmu disisiku tak dapat terganti
Namamu telah terukir indah dijiwaku
Jiwamu telah terpatri dalam nadiku
***
10 Mei 1998
Hidupku tiada seindah dulu sejak aku ditinggal Mas Bintang tercinta,Hari ini ulang tahunku ♈ªϞƍ ke 13 ucapan ♈ªϞƍ datang hanya dari Ayah,Bunda,Sakura dan temen-temen tiada ucapan SєLάмάτ ulang tahun dari Masku.
"Hanifa,hari ini kan ulang tahunmu traktir kita ke kafe Bundamu,dong.Biar kayak orang-orang di TV ♈ªϞƍ merayakan ulang tahun di kafe," ajak Kei.
"Insya اَللّهُ,nanti malam aku bilang ke Bunda Laras dulu," jawabku.
"Terus,kapan? Emang nggak sekarang?" Tanya Tata.
"Fa,sekarang dong... Sambil ajak kami jalan-jalan kepuncak," desak Kei seraya merengek seperti anak kecil.
"Aduh....Kawan saat ini Bundaku sedang ke Malang bersama Ayah mereka berkunjung kerumah saudara ♈ªϞƍ sedang melahirkan.Minggu depan saja ,ya," jelasku pada Kedua sahabatku.
"Payah,sob.Itu sih masih lama,tau," celoteh Tata dg kecewa.
"Eh,ƪάƍϊ ada tamu,nih," sapa Sakura ♈ªϞƍ baru selesai Mandi.
"Iya,Sa.Sakura gabung saja sini," tawar Tata.
"Ngomong-ngomong sepeda motor Kak Kei kemarin hilang,Ya? Aku dengar dari Ayah tadi.Aku turut berduka cita,Kak," ucap Sakura.
"Ah,aku malah bersyukur kok," tanggap Kei.
"Maksudmu?" Tanyaku tak mengerti.
"Ya,iyalah sepeda motorku hilang waktu tak parkir didepan swalayan coba kalau nggak sedang tak parkir pastinya Άku Ĵμƍα ikut hilang,dong," jawab Kei seenakmya.
"Hahaha... Kak Kei ada-ada saja tapi benar segala sesuatu memang harus disyukuri.Ooo˚˚˚°Hнн,,,,ya,Kak kalian dari tadi kedengarannya seru ߪªngέ† ƪάƍϊ ngomongin apa nih?" Tanya Sakura.
"Kami minta Kakakmu mentraktir kami kekafe ♈ªϞƍ ada dipuncak tapi ia nggak ♏aƱ karena belum dapat izin dari Bunda," cerita Kei.
"Kak Iffa tenang saja ,Bunda tidak bakal marah kok.Kalian semua tidak usah sedih,ya hari ini Ĵμƍα kalian akan berangkat kepuncak," jelas Sakura memberi semangat kepada teman-temanku.
"Sakura,kamu bicara apa? Mobil Bunda kan nggak ada.ƪaƍϊ pula Bunda Ĵμƍα melarangmu keluar.Kamu baru saja sembuh,Dik," bantahku.
"Aku tidak ikut kok,aku akan dirumah saja sama mbok Tariyem dan Pak Agung.Aku sudah sms anak buah Bunda ♈ªϞƍ ada dipuncak Ia akan segera kesini untuk menjemput Kakak dan teman-teman."
"Tapi aku tidak mungkin meninggalkanmu sendiri,dik.Aku akan tetap menjagamu," bantahku kembali.
"Kak,hari ini adalah ulang tahun Kakak jika Kakak bahagia maka aku Ĵμƍα bahagia.Kumohon Kakak temani Mbak Tata dan Mbak Kei,ya.Kakak Ĵμƍα saya♌Ǧ §ª♏ª teman-teman Kakak.Ka Iffa bisa pulang sebelum Magrib ƪάƍϊ pula habis Isya kita Ĵμƍα ada pengajian dirumah Kyai Ghozi," ucap Sasa setengah memaksa.
Akhirnya aku mengalah dan mengantar kedua sahabat baikku kekafe,Tata dan Kei adalah sahabat dekatku.Aku kenal mereka saat kami bersama-sama mengaji ditempat Kyai Ghozi.Tata memang dasar jenius sudah khatam Al-Quran 2 kali sementara aku dan kevina Baru khatam 1 kali.
***
02 Juni 1998
Seorang wanita seusia Bunda ♈ªϞƍ berkulit putih bertamu kerumah,ia ditemani anak laki-laki seusia Mas Bintang.
"Silahkan duduk," kupersilahkan Mereka.Bunda langsung memeluk anak laki-laki tersebut sambil menangis.
" SayǍ♌Ǧ... Bunda rindu kepadamu," kata-kata itulah ♈ªϞƍ diucapkan Bunda.
"Hei,don't cry," jawab anak laki-laki itu dg tidak sopan.
"Mbak,saya datang kesini untuk mengantarkan Rafli,semoga Mbak dapat mendidik Rafli menjadi anak ♈ªϞƍ shalih dan berbakti kepada orang tua.Saya dan Mas Alfiano minta Maaf kepada Mbak jika selama ini tidak bisa mendidik Rafli dg baik," jelas wanita tersebut dg sangat santun.
"Terima kasih,Mbak telah bersedia menjaga Rafli selama ini lalu bagaimana dg Sakura?" Tanya Bunda dg gelisah.
"Not Sakura again,please... I'm getting bored," sela Kak Rafli.
"Mbak tenang saja Mas Alfiano tidak akan membawa Sakura.Kami tahu keadaan Sakura saat ini,Sakura sangat membutuhkan Mbak.Jika Mas Alfiano ada cuti beliau akan kesini untuk mengajak Sakura jalan-jalan," kata-kata ♈ªϞƍ diucapkan wanita tersebut membuat Bunda dapat bernafas lega.
Tidak berapa lama kemudian wanita tersebut pamitan kepada Bunda,wanita tersebut merupakan istri mantan suami Bunda.
"Mom,please don't leave me," teriak cowo berhidung mancung tersebut.
"O°˚˚˚°H,,,,Com on,don't be sad,You can still visit us in Germany on your holiday," kata wanita tersebut dg Bijak.
"I hate Bunda.Ilove you mom.I don't like to be here," teriak Kak Rafli ke arah wanita ♈ªϞƍ baru saja mengantarnya.
"You must study religion,don't be lazy.I'll see you soon.Bye...," kata wanita tersebut sambil bergegas meninggalkan Kak Rafli dan menaiki mobilnya.Aku hanya dapat menjadi penonton drama perpisahan antara Ibu dan anak tersebut.
"Kak,aku rindu padamu," kata Sakura sambil memeluk Kak Rafli.
"Hei,don't kiss me,I hate you!" Kak Rafli mendorong Sakura hingga terjatuh.
Άkυ kesal melihat sikap Kak Rafli,Ia tidak punya sopan santun kepada Bunda kandungnya sendiri dan Ia Ĵμƍα tidak mempunyai perasaan kasih sayang kepada Sakura,adiknya.Aku membantu Sakura ♈ªϞƍ terjatuh.
"Sakura jangan menangis,Nak.mungkin Kakakmu masih belum bisa melupakan masa lalu itu," nasehat Bunda sambil mencium kening Sakura ♈ªϞƍ sedang menangis.
"Iffa,antarkan Kakakmu kekamarnya," suruh Ayah.
Aku mengantar Kak Rafli menuju kamarnya sementara itu diotakku masih terdapat berjuta tanya mengapa Kak Rafli bersikap dingin kepada Bunda Laras dan Sakura.
"Ini kamar Kak Rafli.Tau nggak,Kak? Sejak kemaren Sakura membersihkan dan merapikan kamar ini untuk Kakak.Sakura seneng ߪªngέ† Kak Rafli ♏aƱ datang.Besok Pagi aku dan Sakura berencana mengajak Kak Rafli jalan-jalan ke alun-alun Ngawi.Ntar,kita beli bubur kacang hijau,Kak," ceritaku.
"Stupid girls! I am not interested in your story,Now just go!!!" Bentaknya.
Dengan perasaan sedikit kesal aku meninggalkan Kak Rafli dan menuju kamar Sakura ♈ªϞƍ ada disamping kamarku.
"السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Dik," kuucapkan salam sambil berdiri didepan pintu kamarnya.
"وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات
,Kak."
"Kak Iffa boleh Masuk, Saya♌Ǧ?" Tanyaku masih berdiri didepan pintu,ia pun menganggukkan kepalanya sambil mengusap air mata.
"Ka Iffa...," ucapnya sambil merangkulku,"Kak Rafli benar-benar benci padaku," keluhnya.
"KaK Iffa sudah pernah bilang §ª♏ª kamu,seorang Kakak tidak mungkin membenci adiknya.Apalagi ia adalah kakak kandungmu.Kamu S̤̈ά̲Bά̲я̲я̲ ya, ŞayǍ♌Ǧ...," ucapku untuk menenangkannya.
"Dulu Kak Rafli memang ŞayǍ♌Ǧ padaku namun ketika Papa dan Bunda berpisah,pengadilan memutuskan aku bersama Papa dan Kak Rafli bersama Bunda lalu Bunda naik banding dan meminta agar aku Ĵμƍα diasuh Buda sebab sejak kecil aku mempunyai tumor otak.Papa mengizinkan tetapi dg syarat Kak Rafli bersama Papa akhirnya dg berat hati Bunda membiarkan Kak Rafli dibawa Papa.Mulai saat itu Kak Rafli berpikir jika Bunda hanya ŞayǍ♌Ǧ padaku.Bunda dan Papa memang sengaja menyembunyikan masalah penyakitku.Aku pun baru diberi tahu sekitar 3 bulan ♈ªϞƍ lalu," cerita Sakura sambil terisak.
Seketika itu air mataku pecah,dadaku terasa sesak sungguh tiada kusangka jika selama ini Sakura menderita tumor otak.
" ŞyǍ♌Ǧ,Kamu akan sembuh Kak Iffa akan menjagamu," kataku terbata-bata menahan tangis.
Keesokan paginya seusai shalat subuh dimasjid dekat rumah aku,Sakura,Kevina, dan Tata jalan-jalan ke alun2.Sebenarnya Kami berencana mengajak Kak Rafli namun Ia menolaknya.
"I don't want to be with you,and once again leave me alone!" Itulah jawaban ♈ªϞƍ kudapat dari Kak Rafli.Hati ini sebenarnya kesal Ĵμƍα tetapi apa boleh buat jika memang ia tidak ingin berteman dg ku.
Dengan langkah penuh semangat aku,Sakura,Kevina dan Tata tetap pergi ke alun-alun Ngawi untuk jalan-jalan PάGɪ̇ kami Ĵμƍα membawa peralatan badminton sebab bermain badminton adalah salah satu hobiku dan teman-teman.Sebelum bermain badminton terlebih dulu kami lari-lari kecil mengelilingi alun-alun untuk pemanasan.
"Eh,Fa nanti pulang dari sini kita langsung kesawah cari belut,yuk," ajak Tata ♈ªϞƍ sangat menyukai belut goreng.
"Sip,ϑέëђђ ," jawabku dg semangat.
"Nggak,ah mending kita mancing ikan saja ." Kata Kei sambil terus berlari kecil.Kei memang hobi memancing §ª♏ª seperti Mas Bintang.
Kami asyik mengobrol sambil berlari-lari kecil sementara itu kuperhatikan Sakura memegang kepalanya dg wajah ♈ªϞƍ sangat pucat.belum sempat kubertanya padanya Ia telah mengeluh sedang sakit kepala.
"Kak,aku pusing," keluh Sakura sambil memegang kepalanya,kami berhenti dibawah pohon beringin.Aku panik mendapati Sakura ♈ªϞƍ lemah,Ia merintih kesakitan.
"Sakura istirahat dulu,ya... "
"Kei,tolong beliin bubur buat Sakura,tadi adikku belum sarapan." Pintaku pada Kei sambil menuntun Sakura duduk.
"oke," jawabnya.Kei dan Tata bergegas pergi.
Kusuapi adikku dg bubur hangat namun keadaan Sakura tidak Ĵμƍα membaik.Ia tetap mengeluh sakit kepala.Akhirnya PάGɪ̇ itu kami tidak jadi melanjutkan jalan-jalan pagi.Kami justru pergi kerumah sakit Widodo Ngawi ♈ªϞƍ letaknya dekat alun-alun.
Setelah peristiwa itu,Sakura dirawat dirumah sakit selama 2 hari.Aku benar-benar merasa sangat bersalah,untung Ayah dan Bunda tidak memarahiku.
Setelah 2 hari,perlahan-lahan keadaan Sakura membaik.
"Sakura Şaya♌Ǧ,Kak Iffa janji akan melakukan apapun demi kebahagianmu," bisikku pada Sakura ♈ªϞƍ masih tergeletak. Lemah.
***
04 Juni 1998
Sore itu saat Άk̅υ berjalan menuju masjid,Kei berlari menemuiku sambil menangis.
"Ta...ta...,Tata per...gi...," katanya terbata-bata.
"Apa ♈ªϞƍ terjadi?" Tanyaku.
"Sejak kepergian Ayahnya,Tata dan ketiga adiknya terancam putus sekolah.Akhir-akhir ini Ibunya Ĵμƍα sakit mungkin karena terlalu banyak beban ♈ªϞƍ harus beliau tanggung oleh sebab itu Tata memilih berhenti sekolah dan pergi ke Yogyakarta untuk bekerja ." Setelah mendengar penjelasan Kei,aku tak kuasa menahan air mata.
"Gadis secantik dan sepandai Tata harus meninggalkan bangku sekolah demi menghidupi keluarga?! Mengapa Tata harus menanggung beban berat seperti itu,Kei?" Kataku pada Kei.
"Άkυ Ĵμƍα tidak tahu jika hidupnya begitu berat.Kamu tahu sendiri kan,ia selalu tampil ceria dihadapan kita.Ia tidak pernah menceritakan beban hidupnya," sahut Kei sambil berusaha mengusap air mata.
"Andaikan aku tahu aku akan meminta tolong pada Bunda agar memberi pekerjaan pada Tata dibutik atau dikafe Bunda sehingga Tata tidak perlu putus sekolah," kataku dg sedih.
"Iya,sayang sekali dan saat ini keluarganya Ĵμƍα tidak tahu dimana alamat Tata bekerja ♈ªϞƍ Ibunya tahu hanya Tata pergi ke Yogyakarta," ucap Kevina dg penuh penyesalan.Aku dan Kevina sungguh tidak menyangka jika kemaren adalah hari terakhir kami bersama Tata.
Usai mengaji,aku masih saja memikirkan bagaimana keadaan sahabatku disana.Apakah ia baik-baik saja ? Apakah ia mendapatkan pekerjaan? Apa pun ♈ªϞƍ ia lakukan saat ini,semoga ia sudah shalat ashar,ucapku dalam hati.
***
Bruuk...!!
Aku dan Kak Rafli bertabrakan saat aku hendak masuk rumah dan ia hendak keluar rumah.
"Watch your eye!" Ucapnya sambil berdiri.
"Maaf,Kak," jawabku.
"Stupid girl," katanya sambil meninggalkanku.
Baru berjalan 2 langkah tiba-tiba ia menginjak kulit pisang dan terpeleset diteras.Aku tidak kuat menahan tawa dan spontan aku berkata," Hei...,watch your eye."
Ucapanku itu membuatnya kesal dan pergi tanpa berkata apa-apa.Aku masih berdiri didepan pintu sambil cengengesan,Sampai. Dipagar depan rumah Kak Rafli membalikan badannya dan menghampiriku.
"Stupid girl,you must help me.I am getting bored here.I want to go back to Germany,but i don't have enough money.You must lend me some.When i get there,i will transfer it back to your account,Okay?" Katanya sambil berbisik ditelingaku.
"Aku gak ngerti kamu bicara apa,ngomong nih §ª♏ª tanganku," jawabku sambil mengangkat tangan.
"Stupid,I pinjam uang you," katanya dengan wajah kesal.
"Hahaha...,butuh uang ya,ternyata Kak Rafli ♈ªϞƍ cakep ƪάƍϊ nggak punya duwit," ejekku.
"Ih...," kata Kak Rafli kesal sambil menjitak kepalaku," I pinjam money because i will go to jeeman.I hate Bunda."
"Kέ♌āPå sih,Kak Rafli benci Bunda? Kak,jika Bunda pernah ada salah tolong maafkanlah beliau.Seorang Ibu pasti meyayangi anaknya jika dulu Bunda lebih memilih Sakura daripada Kak Rafli tentu Bunda mempunyai alasan ♈ªϞƍ tidak Kakak ketahui.Bunda itu tidak pernah pilih kasih antara Kakak dan Sakura jangan hanya melihat kesalahan Bunda tetapi lihat Ĵμƍα betapa baiknya Bunda.Begitu banyak jasa Bunda untuk Kakak,apakah Kakak sudah membalasnya?"
Karena Kak Rafli termangu saja ,aku pun melanjutkan ucapanku. "Kak,hidup itu hanya sebentar selagi masih ada nyawa berbuat baiklah kepada Bunda.Mungkin memberi maaf kepada orang ♈ªϞƍ pernah melukai hati kita memang berat tetapi hanya dg memberi maaf kita dapat mengobati hatu ♈ªϞƍ telah luka.Ingat Kak,nilai seorang pria bukan terletak pada badan ♈ªϞƍ tegap tetapi pada kebesaran jiwa dan tanggung jawabnya.Renungkanlah Kak,Bunda melahirkanmu dengan nyawa sebagai taruhan utama." Mendengar penjelasanku,Kak Rafli hanya diam dan pergi meninggalkanku.
***
23 Agustus 1998
Belum genap 3 bulan Kak Rafli tinggal di Ngawi tanpa menunggu tahun ajaran baru Bunda Laras memutuskan menyekolahkan Kak Rafli di Mesir.Bunda berharap Kak Rafli dapat pintar mengaji dan memperdalam ilmu agama.
Walaupun kadang aku kesal karena sikapnya ♈ªϞƍ seenaknya tapi sebenarnya ia sangat baik.Seperti ♈ªϞƍ pernah ia lakukan 2 hari ♈ªϞƍ lalu.
Waktu itu aku akan mengirim makanan ke masjid dekat rumah untuk acara pengajian karena makanan ♈ªϞƍ harus dibawa cukup banyak Ayah menyuruh Kak Rafli menemaniku walaupun berat Kak Rafli tetap mengantarku sebab Ia begitu menghormati Ayah.Aku dan Kak Rafli boncengan diatas sepeda mini Saya♌Ǧ sekali sampai sitengah jalan tiba-tiba sepeda kempes dan hujan gerimis akhirnya kami berteduh di bawah pohon beringin.
"Kak Rafli disini saja dulu,biar aku berjalan menuju masjid,sudah dekat kok.Nanti aku akan meminta bantuan pada muridnya Kyai Ghozi untuk menjemput Kakak," kataku pada Kak Rafli.
"Up to you," jawabnya cuek.
Aku bergegas membuka payung ♈ªϞƍ telah kusiapkan dari rumah.Cuaca saat itu terasa dingin sekali apalagi aku tidak membawa jaket.Aku menggigil kedinginan.
"Hei,wait," teriak Kak Rafli ♈ªϞƍ kemudian menghampiriku."Let's go together." Kak Rafli kemudian memakaikan jaketnya ditubuhku.
"Tapi Kak,nanti Kakak kedinginan."
"Nevermind," jawabnya sambil tersenyum,hari itu pertama kali kulihat Kak Rafli tersenyum untukku.Aku tak dapat melupakan senyumnya ♈ªϞƍ mempesona.
BERSAMBUNG....
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar