Senin, 01 April 2013

NOVEL AIR MATA DAN MUKENA KERINDUAN BAG 3


~::* AIR MATA DAN MUKENA KERINDUAN *::~

Bag (3)

Yuk baca lagi....


Setelah selesai mengabdi selama setahun di Ndalem Romo Kyai,Bapak memberikan izin Ummi untuk kuliah sebenarnya Ummi masih ingin dipesantren lagipula kakak Ummi banyak yg tidak kuliah kami yg 5 bersaudara hanya Ummi dan kakak perempuan Ummi yg kuliah tentu saja itu membuat yg lain cemburu.Dorongan Bapak untuk memaksa Ummi kuliah sangat kuat hingga Ummi pun mengiyakan permintaan Bapak.

Beberapa teman Ummi mengajak Ummi untuk ikut tes di STAN Malang padahal Bapak menginginkan Ummi kuliah di IKAHA Tebuireng.Bapak menuruti kemauan Ummi.Ummi berangkat dg beberapa teman untuk menjalani serangkaian tes di STAN Malang mungkin karena tanpa restu Bapak,Ummi pun gagal menembus STAN.

Setelah gagal masuk STAN Ummi sempat putus asa lagi2 atas dorongan yg kuat dari Bapak Ummi memilih kuliah disekolah STKIP PGRI Jombang jurusan pendidikan bahasa inggris.

Tak terlalu lama Ummi telah mendapatkan banyak teman meski Ummi sedikit pendiam tapi Ummi tak pernah memilih dalam berteman Ummi menikmati masa awal kuliah yg indah dg semangat yg menyala untuk menjadi seorang tenaga pendidik yg baik.

Pada pertengahan semester satu Ummi mendapat teman lelaki yg sangat akrab dg Ummi.Selama dipesantren Ummi tidak berteman dg lelaki secara langsung paling2 mereka mengirimi Ummi surat2 itu pun jarang sekali Ummi membalasnya.


Tapi Zaki lain,selain berkulit putih,tampan dan sedikit gondrong rambutnya ia banyak sekali membantu Ummi dikost kami sering jalan bersama ditaman Kebon Rojo alun2 kota atau nonton konser musik.Astaghfirullah!

Pertemanan kami memang kelewat batas Ummi dan Zaki sering boncengan motor bersama Ummi telah melalaikan akhlak seorang Muslimah untuk itu Ummi selalu mewanti-wanti pergaulanmu,putriku.Ummi tak ingin,Ruqaiya terjerumus seperti Ummi percayalah,putriku Allah slalu menyayangi setiap Muslimah yg menjaga aurat dan harga dirinya sebaliknya Allah sangat melaknat wanita yg mengobral harga dirinya dg alasan Ukhuwah sekalipun untuk menghalalkan pergaulan mereka.

"Katakanlah kepada wanita yg beriman'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakan perhiasaannya kecuali yg (biasa) nampak dirinya dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya...

Sayangnya keluarga Ummi hampir tak pernah mengingatkan Ummi.Ummi tak pernah mendapat teguran yg tegas hingga Ummi merasa tak ada yg peduli pada Ummi.Ummi menganggap Zakilah yg saat itu memberikan kasih sayang layaknya seorang kakak kepada adiknya namun Ummi selalu menepis perasaan sayang yg berlebih Ummi tak ingin hubungan kami berlanjut pada pacaran.


Meski Ummi saat itu telah mendapat isyarat hati bahwa Zaki mencintai Ummi lebih dari sekedar adik.Akhir semester satu Zaki mengenalkan Ummi dg Sani.Sani itulah yg telah menghancurkan hidup Ummi.Astaghfirullah! Meski sani juga teman sekelas Ummi tapi Ummi saat itu tak ingin akrab dg lelaki lain selain Zaki.

Sani tergolong aktif dalam kampus selain anak band ia juga aktif di pecinta alam dan teater kampus sosoknya yg sedikit angker gondrong dan acak-acakan membuat ngeri berteman dengannya tapi entahlah banyak teman kampus yg mengidolakannya.

Sani sering bersama Ifa yg juga teman sekelas Ummi.Ummi sangat akrab dg Ifa,pribadi Ifa yg lembut dan sopan jelas kontra dg Sani yg berandalan karena Ifalah Ummi menjadi semakin akrab dg Sani.Kami ber 4 menjadi sahabat yg akrab saat itu kami sering jalan bersama,kemana-mana bersama Zaki dan Sani sering berkunjung kekos Ummi begitu juga Ifa yg kos nya tak jauh dari kos Ummi.

Suatu ketika tiba2 Ifa menceritakan perasaannya terhadap Zaki pada Ummi diam2 Ifa sangat mencintai Zaki,Ummi kaget sekali waktu Ummi pikir Ifa telah pacaran dg Sani beberapa kemudian Ummi menceritakan kepada Zaki dan membujuk Zaki berpacaran dg Ifa.Ummi tidak tahu pasti motif sebenarnya dibalik Zaki berpacaran dg Ifa ingin membuat Ummi cemburu atau memang Zaki benar2 mencintai Ifa.


Saat Zaki mulai akrab dg Ifa itulah,Sani mendekati Ummi karena Ummi terlihat sering sendiri tanpa Zaki.Ummi pun menjadi sering bersama Sani semakin lama Ummi semakin akrab dg Sani tak terlihat kesan angker pada diri Sani lagi Ummi sering menemaninya latihan musik,teater atau bermain sepak bola.Sani juga sering mengantar Ummi pulang ke Ngoro.

Sekitar pertengahan semester 2 ada peristiwa yg sangat mengejutkan Ummi,Ba'da isya ketika itu Ummi dikejutkan oleh seorang tamu yg ingin bertemu dg Ummi dikosan dialah guru nahwu tersebut.Ummi coba menerka maksud kedatangan beliau,ternyata benar beliau meminta jawaban kepastian Ummi tentang pinangan beliau setahun yg lalu.Ummi malu,bingung sekali Ummi telah berjanji memberikan jawabannya Ummi tak menyangka beliau begitu setia menanti jawaban dari Ummi.Ummi menjadi kikuk dan salah tingkah membuat Ummi memilhn ujung kerudung hingga keriting kebiasaan buruk Ummi itu kambuh lagi jika sedang cemas.


Ummi belum membicarakan tentang pinangan tersebut pada orang tua Ummi.Apakah Ummi akan beralasan itu lagi? Rasanya tidak mungkin,putriku itu sama saja mempermainkan perasaan beliau padahal dari dalam hati Ummi ingin menerima pinangan beliau namun lagi2 sikap kekanak-kanakan dan egois mengalahkan cinta Ummi pada beliau.

Saat itu beliau juga bercerita tentang perjodohannya dg seorang ibu guru di SMA A Wahid Hasyim Tebuireng.Perjodohan tersebut sedikit tersendat karena beliau ingin menepati janji hati beliau untuk meminang Ummi,Beliau tak mau mengecewakan Ummi untuk itu beliau kembali menemui Ummi guna meminta kepastian janji Ummi.

Ummi hanya diam ditelan bimbang,kikuk Ummi tak pernah mengerti mengapa beliau tidak langsung saja meminang Ummi pada orang tua Ummi pastilah Ummi tak sebimbang saat itu.Beliau beralasan tak ingin menikahi Ummi tanpa cinta Beliau tak ingin menyakiti hati Ummi beliau takut Ummi menikah karna dijodohkan bukan karena cinta.

Beliau menangkap sikap Ummi yg masih ragu akhirnya beliau memutuskan untuk memberikan waktu seminggu lagi bagi Ummi untuk memberikan jawaban karena beliau juga harus memberi kepastian menolak atau menerima perjodohannya dg ibu guru tersebut lalu beliau memberi Ummi nomor ponselnya agar Ummi bisa segera memberitahukan keputusan yg Ummi ambil.


Untuk kedua kalinya Ummi telah menyakiti hati beliau Ummi tidak memberikan jawaban apapun entah kenapa,Ummi selalu merasa belum siap untuk menikah Ummi sangat bodoh,Ummi selalu kekanak-kanakan sifat egois ini sungguh membuahkan penyesalan tak terkira dalam hidup Ummi padahal Allah telah mengingatkan Ummi untuk kedua kalinya tapi Ummi tak mengindahkannya.

Ummi berulang kali meminta maaf pada beliau,Beliau malah tersenyum melihat tingkah Ummi yg aneh Ummi sungguh jatuh cinta pada beliau.

Putriku,mari kita pulang kita harus segera berada dirumah karna Abi masih minggu depan baru pulang dari pelatihan KTSP di Surabaya.Esok malam Ummi akan menceritakan bagaimana Ummi terperangkap dalam pergaulan yg keliru yg membuat Ummi harus melewati tahun2 kelam bersama Sani.

Bersambung...
 

NOVEL AIR MATA DAN MUKENA KERINDUAN BAG 2


~::* AIR MATA DAN MUKENA KERINDUAN *::~

Bag (2)



Setelah lulus Madrasah Tsanawiyah Ngoro,Ummi belajar di pesantren Tambak Beras Jombang tepatnya dipesantren putri Al Fathimiyah sembari sekolah di Madrasah Aliyah Tambak Beras Ummi melewati masa remaja penuh dg kegembiraan bersama santriwati dipesantren dan teman2 sekolah hari2 Ummi lewati dg mengaji kitab2 salaf dg tenang Ummi belajar banyak hal tentang aklak,fiqih,bahasa arab,ilmu hadis,sharaf,nahwu dan lain sebagainya juga tentang kebersamaan dan kekeluargaan.

Ummi mendapat banyak teman tidak saja dipesantren tapi juga disekolah kami saling menyayangi hampir tidak ada konflik yg berujung dendam diantara kami hanya kasus ringan dan kesalahpahaman saja yg sering terjadi itu pun akan lebur dalam forum silahturrahim disetiap akhir pengajian ba'da isya kami berbicara dari hati ke hati tentang hal yg mengganjal dihati hingga semua masalah selerai pada hari itu juga lalu kami saling berpelukan dan meneruskan cerita2 kami diatas ranjang dalam kamar masing2.

Sebagian besar santriwati juga bersekolah baik di Madrasah Tsanawiyah,Madrasah Aliyah Maupun perguruan tingi.Saat sekolah Ummi mengenakan seragam putih2 disetiap hari senin dan selasa sedangkan hari rabu dan kamis kami mengunakan seragam batik kami kelihatan anggun sekaligus lucu karena pada awal kelas satu kerudung kami banyak yg penceng dan rok panjang kami kedodoran.



Akibatnya Ummi sering diminta maju kedepan kelas untuk membaca kitab dan menjelaskan maksudnya untuk itulah Ummi harus berjuang untuk tetap terjaga dan ekstra serius memerhatikan setiap penjelasan beliau hingga teman sekelas cemburu pada Ummi karenanya.

Sebenarnya Ummi telah selesai belajar di pesantrdn tepat 3 tahun seiring dg Ummi yg lulus dari Madrasah Aliyah beberapa teman santriwati telah meninggalkan pesantren setelah lulus sekolah tapi tidak Ummi.Ummi diminta untuk mengabdi di Ndalem romo Kyai selama setahun,Ummi senang sekali karena Ummi juga tak ingin kuliah atau kembali dirumah Ummi lebih tenang dan istiqamah ketika dipesantren.

Hingga suatu ketika malam itu Romo Kyai dan Bu Nyai meminta Ummi untuk segera menikah.Tahukah kamu,putriku? Mereka menjodohkan Ummi dg guru nahwu tersebut! Perasaan Ummi langsung melambung tingi mendengarkannya tak terbayang jika Ummi akan menjadi wanita yg paling bahagia jika Ummi bersuami beliau.Dua hari sebelumnya beliau dan ayahandanya menemui Romo Kyai dan mengutarakan keinginan untuk meminang Ummi.

Tapi terlalu cepat,putriku saat itu Ummi merasa belum siap untuk menikah Ummi masih ingusan kurang dewasa Ummi masih ingin belajar dipesantren Ummi tidak menolak lamaran tersebut Ummi beralasan ingin membicarakannya lebih dahulu pada keluarga Ummi namun Romo Kyai terus memaksa Ummi untuk menerima pinangan tersebut akhirnya Ummi memutuskan untuk memberikan jawabannya tahun depan itupun jika beliau masih bersedia menunggu.



Ternyata sikap egois dan kekanak-kanakan Ummi berbuntut penyesalan yg berkepanjangan dalam hidup Ummi seandainya Ummi langsung menerima pinangan tersebut Ummi tidak akan merasakan pahitnya jurang nista yg dalam.

Sejak peristiwa menggemparkan itu Ummi langsung demam dan jatuh sakit Ummi minta Izin untuk istirahat dirumah selama seminggu Ummi tidak pernah bercerita pad Ibu atau keluarga yg lain tentang pinangan itu,Ummi pikir mereka tak akan mau peduli dg Ummi tapi Ummi salah keluargalah yg harus kita percayai merekalah yg jelas menyayangi kita tanpa syarat bukan orang lain.

Setelah setahun mengabdi di Ndalem Ummi minta izin untuk kuliah di STKIP PGRI Jombang.Ummi berharap dg kuliah bisa membawa pada kehidupan selanjutnya yg lebih baik namun semua mimpi Ummi terbakar musnah oleh kebejatan dan nafsu lelaki!

Tapi tidak sekarang,putriku.Ummi akan menceritakan kisah Ummi besok malam seusai isya sekarang sudah larut putriku,mari kita pulang.

Ruqaiya membantu ibunya berdiri meninggalkan masjid,bulan pucat menggantung dilangit sana meski angin yg berhembus semakin kencang Ruqaiya dan Nusaiba terasa hangat dibalik mukena cinta.

Bersambung.
 

NOVEL AIR MATA DAN MUKENA KERINDUAN

~::* AIR MATA DAN MUKENA KERINDUAN *::~


Karya;MUHAMMAD TAUFIQ

BAG(1)

Selepas isya,jamaah shalat isya meninggalkan masjid satu persatu sebagian lampu masjid telah padam pintu2 telah terkunci kesunyian mulai merayap angin bertasbih pada dedaunan pohon ketepeng dan diantara gemericik air,bulan bersaput awan tewaram,sayup2 terdengar tilawah Al Quran dari kamar ta'mir masjid suaranya mendayu-dayu terasa syahdu dalam kalbu.

Pada shaf putri seorang ibu terbalut mukena suci yg sedikit kusam jemari tuanya tak henti memilin biji tasbih sementara bibirnya berlumur tasbih dan tahmid memuja Rabb,Allah Azza Wajalla.

Sementara itu seorang remaja putri berada disampingnya dalam sujud panjangnya terdengar gemuruh doa dari kedalaman hati hingga sajadahnya bersimbah airmata seusai salam ia menepis airmatanya dg ujung mukena putihnya.

"Mengapa kamu menangis,putriku?"
Perempuan muda tersebut hanya menunduk dan menggeleng.sang ibu membelai putrinya dg hangat.

"Ummi,apakah Ruqaiyah harus menikah dg Mas Din?"


"Ya,putriku.Insya Allah,Syamsuddin adalah jodohmu meski ia hanya seorang guru di Madrasah aliyah ia memiliki bekal yg cukup untuk menjadi suami yg baik bagimu dan ayah yg santun untuk anak2mu kelak.Syamsuddin putra Pak Abdurrahman Badawi sahabat karib abi ketika dipesantren Al Fadholi Malang.Abi dan Ummi tahu betul kesehariannya kami telah mengenalnya sedari kecil bahkan kalian telah akrab seperti kakak dan adik meskipun sekarang ia masih kuliah di IKAHA Tebuireng sedangkan kamu telah menjadi dosen di STKIP PGRI Jombang tapi Ummi yakin Syamsuddin mampu membimbingmu kejalan yg lurus milik Allah"

"Selama ini,Ruqaiya menganggap Mas Din seperti kakak Ruqaiyah sendiri Ruqaiyah tidak berani mencintainya Ummi."


"Tapi Syamsuddin mencintaimu,putriku ia telah bicara banyak pada Ummi tentang perasaannya selama ini kepadamu karena itulah selama ini ia sangat menjaga jarak dg mu agar keakraban kalian tak melampui batas karena Syamsudin mencintaimu,putriku."

"Tapi Ummi,Ruqaiyah telah mencintai Mas Fahmi meskipun ia telah mencintai wanita lain Ruqaiyah mencintainya secara diamc agar konsentrari mengajar kami tidak terganggu.Ruqaiyah jatuh cinta pada Mas Fahmi,saat bimbingan skripsi dulu kebetulan dosen pembimbing kami sama Ruqaiyah tak pernah pacaran dg Mas Fahmi hanya mencintainya meski Mas Fahmi suka berganti-ganti pacar."

"Astaghfirullah! Putriku,pacaran adalah hal yg nista mendekati zina,haram hukumnya "Dan janganlah kamu mendekati zina,sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yg keji dan suatu jalan buruk" tinggalkan kesesatan putriku,menuju cahaya Nya" ibu tersebut meninggikan suaranya,bergetar seluruh tubuhnya keriput diwajahnya kian tegas sorot matanya menyala-nyala namun rona ayu wajahnya tetap terjaga.


"Ruqaiyah sudah berusaha melupakan Mas Fahmi tapi selalu gagal cinta Ruqaiyah terlalu besar tuk Mas Fahmi,Ummi."

"Berlindunglah pada Allah,putriku tak ada yg patut kita cintai kecuali Allah dan Rasul Nya percayalah Fahmi bukan lelaki baik2.Ummi paham sekali sifat Fahmi yg berandalan itu ia memang tampan,pintar dan kaya tapi Ummi tahu hatinya busuk! Percayalah pada Ummi,putriku."

"Ummi tidak boleh suudzon pada Mas Fahmi!"


"Apakah Ruqaiyah lebih memercayai Fahmi dari pada Ummi?"


"Bukan begitu,Ummi,"Ruqaiyah merajuk manja pada ibunya sementara Nusaiba membelai putri semata wayangnya dg cinta.

"Mungkin sudah saatnya Ummi bercerita kepadamu bagaimana Ummi menjalani kegetiran hidup terperosok ke jurang nista karena pergaulan keliru hari2 yg kelam penuh airmata dan penyesalan hingga Ummi menemukan cahaya cinta sejaji,cinta yg menuntun Ummi ke cahaya kebahagiaan surga. Insya Allah


"Astaghfirullah! Benarkah,Ummi? Mengapa Ummi selama ini menyembunyikannya?
Malam semakin pekat tanpa rembulan tak berbintang hanya angin malam yg semakin liar bertasbih,beradu dg lantunan ayat2 suci dari kamar ta'mir masjid hingga menembus langit.

Ruqaiyah menutup pintu masjid agar angin tak menerpa mereka dalam pelukan Nusaiba dalam balutan mukena penuh cinta Ruqaiyah mendengar Ummi berkisah untuknya.

Bersambung.

KARAKTER HAMBA AHLI DOA


~::* KARAKTER HAMBA AHLI DO'A *::~




Doa adalah sari pati ibadah.Doa akan memperjelas posisi kita sebagai hamba dan Allah sebagai Rabb yg menciptakan.Semakin mantap posisi ini akan semakin beruntung pula hidup kita."Tiada daya dan kekuatan hanyalah karena Allah yg maha tinggi" oleh karena itu,doa akan membawa orang pada perubahan menjadi lebih baik.Beberapa ciri seorang ahli doa

~:: Ia memiliki tujuan jelas dalam hidup.Doa adalah target kehidupan,orang yg bagus doanya akan terprogram hidupnya.Ia memiliki target dan perencaan untuk memenuhi target tersebut,ketika ia memohon x kepada Allah ia pun akan dituntut berikhtiar mendapatkan x tersebut.Konkretnya ketika meminta jodoh yg saleh misalnya kita pun dituntut untuk memprogram dan merencanakannya.

~:: Ia bersikap wara' (taat terhadap peraturan Allah).Seorang ahli doa tidak akan mau tersentuh barang haram,ia tahu bahwa doa akan terhalang ketika dalam tubuh kita terdapat barang haram.Rasulullah pernah menasehati Sa'ad bin Abi Waqash ketika Sa'ad meminta Rasulullah untuk mendoakannya agar menjadi orang yg doanya dikabulkan Allah. "Wahai,Sa'ad,"Sabda Nabi,"Perbaikilah makananmu (makanlah makanan yg halal) niscaya engkau akan menjadi orang yg slalu dikabulkan doanya.Demi jiwaku yg ada dalam gengaman Nya,sungguh jika ada seorang yg memasukkan makanan haram ke dalam perutnya,tidak akan diterima amal2nya selama 40 hari,dan seorang hamba yg dagingnya tumbuh dari hasil menipu serta riba (barang haram) maka neraka lebih layak baginya"(Hr at Thabrani)

~:: Seorang ahlh doa akan slalu berbaik sangka kepada Allah.Dalam hadist qudsi disebutkan bahwa Allah itu sesuai prasangka hamba Nya.Tidak enak,pahit atau menyengsarakan adalah persepsi kita,Allah tidak akan memberi ujian kecuali ada kebaikan dibalik ujian tersebut.Ketika Allah "tidak mengabulkan"doa kita,yakinlah ada yg lebih baik dibalik tidak dikabullannya doa tersebut dg kata lain,ilmu kita belum sampai pada hakikat


~:: Seorang ahli doa akan senang menolong dan tidak mempersulit orang,dia tahu bahwa Allah akan menolong dan mempermudah urusan hamba yg suka menolong dan mempermudah saudaranya.Yakinlah,semakin gemar kita menolong orang lain,akan semakin mudah pula doa kita dikabulkan.

Sangat utama pula kita menjadikan setiap momentum sebagai doa yg akan membawa kebaikan.Ketika turun hujan berdoalah,ketika akan sedang dan setelah turun kendaraan berdoalah,ketika berjalan berdoalah.Sebaik-baiknya doa yg dicontohkan Al qur'an dan Rasulullah

NONEL KERUDUNG MERAH DARI MAKKAH BAG 18


~::* KERUDUNG MERAH DARI MAKKAH *::~





BY:MUHAMMAD TAUFIQ

Alhamdulillah sahabat ini bagian terakhirnya......



Pak Burhan mempersilahkan Faris untuk meneguk tehnya.Faris mengambil cangkir tehnya tapi tertahan tiba2 ada beberapa orang yg datang dari samping taman.Dada Faris bergunjang hebat ia melihat seorang gadis berkerudung merah sedang mendorong sebuah kursi roda yg diduduki seorang gadis yg berkerudung merah.2 gadis kerudung merah ada didepan mata Faris dua-duanya sama anggunnya dalam balutan kerudung merah.

Tangan Faris gemetaran,Ia kaget gadis berkerudung merah yg mendorong kursi roda itu adalah gadis yg pernah dilihatnya 3tahun lalu gadis yg slalu mengganggu tidur dan aktivitasnya.Ya,gadis itu tak salah lagi' batin Faris.Sementara yg duduk dikursi roda adalah Mila.

Faris gemuruh dalam getaran dada.Ia letakkan kembali cangkir tehnya.Ia tenangkan dirinya sedemikian rupa.Sementara Ustadz Fatah langsung menyambut kedatangan mereka.Faris teringat kembali bagaimana ia berjumpa dg gadis berkerudung merah itu di Masjid Ketawanggede.Tapi mengapa Mila juga memiliki kerudung merah yg sama? Bukankah Mila juga mengaku jika seorang nenek tua mengambil mukenanya? Bagaimana mungkin 2 orang yg punya kerudung yg sama juga mengalami kejadian yg serupa? Subhanaallah! Seribu pertanyaan menyergap kedalam benak Faris.

Kini mereka berlima berada disatu Meja sementara itu Ferdian,Mahardiansyah dan Chessa yg juga mendapat undangan minum teh itu turut bersama mereka duduk dikursi yg lain.

"Bagaimana kabarmu,Nak?" tanya Pak Burhan kepada Mila.



"Alhamdulillah,Pak.Sudah sedikit membaik tapi masih perlu pakai kursi roda persendian dikaki yg belum sembuh benar.



"Sabarlah,Anakku" kata Pak Burhan membelai kepada Mila dg hangat.



"Nah,Ris! Ini adalah putriku yg pernah kuceritakan kepadamu tempo hari Namanya Rasyida Husna" kata Pak Burhan mengenalkan.Husna menangkupkan kedua tangannya didepan dadanya,senyum indahnya nyaris membekukan Faris.

"Sedangkan ini adalah Mila,Bapak yakin kamu telah mengenalnya,Ris.Kini Mila sudah Bapak anggap anak sendiri.Orang tua Mila sudah tiada kini Bapak tak hanya memiliki seorang anak gadis


Tapi 2 anak gadis yg sangat cantik! Kamu pasti ingin bertanya bagaimana Mila juga memiliki kerudung yg sama dg Husna sebenarnya kerudung mereka itu pemberiaan dari ibu mereka kerudung merah itu dari Makkah.Kebetulan ibu mereka menjadi sahabat yg dekat saat berhaji dulu.Ibu Mbak Mila ini juga yg menemani Ibunya Husna selama berbaring sakit menjelang kembali ke Indonesia hingga istri saya meninggal dunia" Pak Burhan tak sanggup meneruskan penjelasannya airmatanya membasahi kelopak matanya yg tlah keriput.

"Dan seorang istri imam Masjidil Haram di Makkah menghadiahi ibu mereka masing2 sebuah kerudung.Kerudung yg mereka sedang kenakan inilah kerudung itu" Ustadz Fatah melanjutkannya "Kamu juga telah tahu tentang peristiwa mukena milik mereka yg diambil seorang nenek tua.Mila telah menceritakannya pada kami'

"Nah,sekarang kamu tinggal milih nih,Ris! Kamu pilih mau nikah dg putriku yg mana? Mila atau Husna? Kamu boleh milih hanya satu lho,tak boleh dua-duanya" tanya Pak Burhan menggoda yg diiringi gelak tawa keluarga yg lain.Muka Faris memerah.

"Tapi Bapak harap kamu menikahi putriku bukan karena kerudung merah itu melainkan dalam rangka menghimpun belahan hati yg telah Allah ciptakan dalam rangka menyempurnakan ibadah agar kalian dapat bersama-sama meraih keberkahan hidup dalam naungan Cinta Nya" ujar Pak Burhan melanjutkan.

"Mila Yakin Mas Faris akan memilih Mbak Husna Yah! Mbak Husnalah yg selama ini yg Mas Faris cari,Mas Faris sangat mencintai Mbak Husna.Mila akan bahagia sekali jika mereka bersatu Mila akan memiliki 3 kakak yg akan menyayangi saya Mas Mahar,Mbak Husna dan Mas Faris" ujar Mila dg mata berbinar.Sementara Faris menatap jauh kedalam matanya 'Benarkah yg dikatakan Mila? Tapi buru2 mereka segera menundukan pandangan.

Faris tak bisa memungkiri perasaannya yg sangat mencintai Rasyida Husna gadis berkerudung merah yg selama ini selalu berkelebat dalam pikirannya.



"Iya,Pak.Dengan menyebut Nama Allah ijinkan saya menikah dg Rasyida Husna" kata Faris mantap.


"Barakallahu laka!" sambut Ustadz Fatah dg pelukan erat "Sebenarnya Husna Juga menyimpan hati padamu sejak pertemuan kalian di Masjid itu selama ini ia menyembunyikannya kepada kami.Benar begitu kan,Na?"

Husna hanya tertunduk dan tersipu malu lalu air matanya tumpah,ia langsung berhambur memeluk ayahnya dg erat.
"Iya.Sebenarnya ada hal yg selama ini Husna Sembunyikan dari Ayah mungkin saat inilah saat yg tepat untuk Husna menceritakannya sebenarnya jauh sebelum Husna bertemu dg Mas Faris di Masjid Ketawanggede kami telah bertemu sebelumnya mungkin Mas Faris tlah melupakan peristiwa itu"

Seketika Faris terperajat kaget wajahnya mengisyaratkan tanya.



"Saat itu Mas Faris masih menjadi asisten dosen Pak Sumeru Ashari suatu hari Pak Sumeru Ashari sedang mengisi seminar di Universitas Muhammadiyah Malang.Seminar yg bekerja sama dg Fakultas Kedokteran kalau Husna nggak salah ingat seminar tentang pertanian organik dan dampaknya bagi kesehatan manusia Husna masih semester satu ketika itu seusai seminar Husna dan teman2 langsung menuju tempat parkir untuk mengambil motor kebetulan Mas Faris juga berada ditempat parkir.Motor Husna berada disamping motor Mas Faris sedangkan Pak Sumeru telah pulang dg mobilnya.

"Husna dan teman2 tertawa geli melihat tingkah aneh Mas Faris bagaimana tidak,Yah! Padahal motor Mas Faris lumayan bagus lho tapi aneh nya Mas Faris malah menaruh 2 kantong bagor kumal disamping kanan dan kiri motornya.Kayak habis belanja dari pasar gitu! Padahal nggak ada isinya! Teman2 Husna menggoda Mas Faris,Mas Faris diam saja tapi wajah Mas Faris memerah"

Faris yg dari tadi diam tak berekspresi,kini mulai tersenyum malu mendengar tingkahnya dulu diceritakan kembali oleh Husna.Faris mulai teringat kembali dg kepingan peristiwa masa lalunya.



"Beberapa hari kemudian Husna baru tahu alasan mengapa Mas Faris menaruh bagor kumal dimotornya kebetulan ada seorang teman Husna yg menjadi adik kelas Mas Faris Di UNIBRAW.Namanya Dini mungkin Mas Faris kenal?


"Dini? Anak nganjuk itu?"



"Iya.Dini cerita banyak tentang keunikan Mas Faris pada Husna.Mas Faris memang sengaja menaruh bagor kumal itu agar nggak ada teman mahasiswi yg membonceng motornya.Bukanya Mas Faris pelit tapi karena Mas Faris sangat menjaga diri pada setiap yg bukan muhrimnya dg 2 kantong bagor kumal bau itu he... He... Afwan Mas,otomatis nggak ada yg mau membonceng motor Mas Faris sejak itulah diam2 Husna kagum pada pribadi Mas Faris.Husna terus mencari informasi tentang Mas Faris sehingga Husna semakin tahu tentang Mas Faris ini.. He... He... Semakin tahu banyak semakin bertambah pula kekaguman Husna pada Mas Faris.

"Ternyata Allah mempertemukan kembali Husna dg Mas Faris di Masjid Ketawanggede saat itu Husna taqu Mas Faris marah sekali dg Husna yg berdiplomasi tentang mukena itu.Lha wong,Husna hanya mau sedekah pada nenek itu kok! Tapi Husna malah jadi geli melihat Mas Faris marah.Mas Faris lucu sekali kalo lagi marah he... He... Afwan ya,Mas"

Kontan saja semua yg hadir ditaman itu tertawa terbahak mendengar cerita dari Husna,Faris jadi salah tingkah Faris hanya bisa tersenyum dg wajah memerah.

"Nah! Benar kan?! Kalian ini memang berjodoh! Barakallah laka!" ujar Pak Burhan bersemangat.Hingga membuat seluruh keluarga yg berada ditaman itu memancarkan cinta dan kebahagiaan.

Tapi tidak dg Mila meski Mila mencoba tersenyum tapi dari relung hatinya ingin rasanya menangis.Faris segera menangkap kesedihan yg dirasakan Mila.
"Oh ya,Mil! Sebenarnya ada yg selama ini ingin Mas sampaikan kepadamu."
Mata Mila sedikit terbelalak,bola matanya membundar penuh rasa ingin tahu.

"Bahwa selama ini ada seorang yg diam2 sangat mencintaimu lelaki itulah yg selama ini sebenarnya yg menjagamu bukan aku.Ia yg selalu berjalan dibelakangmu saat kamu pulang sendirian dari kuliah malam,ia slalu membawa 2 payung ditangannya jika tiba2 turun hujan lelaki itu langsung meminta seorang didekatnya untuk menghampirimu dan meminjamkan payung itu untukmu.


Ia juga yg paling suka menghabiskan brownies coklat buatanmu.

"Ia juga yg mendatangkan dokter setiap sebulan sekali ke kosmu sampai2 ia pingsan berulang kali saat mendengar kecelakaan kamu kemarin.Kamu mungkin jarang sekali melihatnya dirumah sakit karena memang ia nggak tega melihat langsung keadaanmu tapi setiap malam ia selalu tidur dirumah sakit menjagamu,Mil! Ia yg memanggilkan perawat dan dokter jika tiba2 kamu merasa sakit lelaki itu sangat mencintaimu.Insya Allah lelaki saleh,Ia Insya Allah lelaki yg terbaik untukmu..."

"Lelaki itu adalah Ferdian!" kata Mahardiansyah memotong cerita Faris sambil merangkul pundak Ferdian seketika mata Mila langsung tertuju Ferdian.Ferdian tertunduk.

Ternyata selama ini Mila telah keliru,ia mengira jika kebaikan2 yg seringkali datang kepadanya itu berasal dari Faris,Mila sama sekali tak menyangka jika selama ini yg slalu meminjaminya payung saat hujan turun ketika ia lupa membawa payung adalah Ferdian lalu Ferdian yg meminta Faris untuk mengambil payung yg ia pinjamkan di kos Mila.

Mila tertunduk,mata indahnya berkaca.
"Karena itulah aku sengaja untuk memisahkan kalian dari kedai agar Ferdian tetap terjaga dan meminta Ferdian menemaniku menjalankan program Town Clean dan Care juga dalam proyek2 lain agar Ferdian mempersiapkan terlebih dahuku maisyah sebelum melamarmu.Insya Allah tahun depan Ferdian telah benar2 siap untuk menikah denganmu" Faris melanjutkan penjelasannya.

Mila memandang Mahardiansyah seolah ingin meminta pertimbangan padanya.Mahardiansyah hanya mengangguk sekali seakan ingin meyakinkan kepada adiknya bahwa Ferdian memang jodoh yg terbaik untuk adiknya.

"Baiklah,Mila akan tunggu sampai tahun depan hingga Mas Ferdian siap meminang Mila"
"Subhanallah! Lirih Pak Burhan "Semoga keberkahan dari Allah tercurah pada kalian.Nah,sekarang secepatnya kita persiapkan tanggal pernikahan untuk Faris dan Husna"
"Secepat itu,Pak?" tanya Faris.
"Iya,Ris! Mau kapan lagi?!" Ustadz Fatah yg malah menjawabnya


"Tapi Ustadz,saya telah ber Azzam ingin berhaji terlebih dahulu!"
"Justru itulah,nanti kamu bisa berhaji bersama ibu dan istrimu!" jawab Pak Burhan.
"Tapi..."
"Nggak usah pakai tapi2... Kamu nggak perlu cemas dg biaya hajimu,Bapak akan menanggung biaya haji kalian hitung2 itulah kado yg Bapak bisa berikan setelah pernikahan kalian nanti dan kalau memungkinkan Bapak juga akan menyertai kalian ke Makkah!"

Faris langsung tersentak kaget,ia tak percaya dg apa yg baru saja ia dengar.
"Benarkah,Pak?"
"Iya,Ris! Saya menceritakan pada Mas Burhan tentang bagaimana usahamu membantu keluarga Pak Amin yg istrinya harus operasi karena menderita kanker rahim.Mengingatkan saya pada sebuah kisah tentang seorang ahli hadist ternama yg bernama Abdullah bin Al Mubarak yg hidup di Makkah pada suatu maktu setelah menyelesaikan ritual ibadah haji ia tertidur dan bermimpi melihat 2 malaikat yg turun dari langit.
"Berapa banyak yg datang tahun ini?' tanya malaikat pertama kepada malaikat kedua
'600.000" jawab malaikat kedua

"Berapa banyak mereka yg ibadah hajinya diterima?"
"Tidak satu pun!"
Percakapan ini membuat Abdullah bin Al Mubarak gemetar.
"Ada seorang tukang sepatu di Damakus dipanggil Ali bin Mowaffaq" kata malaikat yg pertama.

"Dia tidak datang menunaikan ibadah haji tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni."
Ketika Abdullah bin Al Mubarak mendengar hal ini,ia langsung terbangun dan memutuskan pergi menuju Damakus untuk mencari orang yg bernama Ali bin Mowaffaq akhirnya Abdullah Al Mubarak menemukan tempat dimana Ali bin Mowaffaq tinggal.Abdullah bin Al Mubarak menyapanya.

"Siapakah namamu dan pekerjaan apa yg kau lakukan" tanya Abdullah bin Al Mubarak.
"Aku Ali bin Mowaffaq,penjual sepatu.Siapakah namamu?"
Tiba2 Abdullah bin Al Mubarak menangis dan jatuh pingsan ketika ia sadar,Abdullah bin Al Mubarak memohon agar Ali bin Mowaffaq bercerita kepadanya amalan apa yg Ali bin Mowaffaq kerjakan hingga mencapai derajat setinggi itu.


Ali bin Mowaffaq mengatakan "Selama 40 tahun aku telah rindu untuk melakukan perjalanan haji.Aku tlah menyisihkan 350 dirham dari hasil berdagang sepatu.Tahun ini aku memutuskan untuk pergi ke Makkah,Sejak istriku mengandung.Suatu hari istriku mencium aroma makanan yg sedang dimasak oleh tetangga sebelah dan memohon kepadaku agar ia bisa mencicipinya sedikit.Aku pergi menuju tetangga sebelah mengetuk pintunya kemudian menjelaskan situasinya tetanggaku mendadak menangis "Sudah 3 hari ini anakku tidak makan apa2" katanya.
"Hari ini aku melihat keledai mati tergeletak dan memotongnya kemudian memasaknya untuk mereka"
"Hatiku serasa terbakar ketika aku mendengar ceritanya,aku mengambil 350 dirhamku dan memberikan kepadanya "Belajakan ini untuk anakmu" kata Ali bin Mowaffaq 'Inilah perjalanan hajiku."

Faris mendengar dg seksama apa yg diceritakan oleh Ustad Fatah.
"Keiklasan Ali bin Mowaffaq bersedekah pada tetangganya telah membuatnya mabrur sebelum berhaji" tegas Ustadz Fatah "Semoga begitu juga denganmu,Ris!"
"Amiin" kata Faris Lirih.
"Untuk itu,ijinkan Bapak membantumu mewujudkan Azzam mu berhaji.ijinkan,Mas Burhan berhaji bersama kalian" kata Ustadz Fattah mengakhiri kalimatnya.

Faris diam,ia tak sanggup melukiskan kebahagiaan hatinya dg kata2.Azzam yg selama ini ia teguhkan sebentar lagi akan terwujud ia akan berhaji dg orang2 yg dicintainya.

Kini saatnya matahari terbenam sempurna.Siluet senja masih menyisakan semburat memanjang diseparo bumi.Seiring adzan Magrib berkumandang,mereka merasakan hangat dalam keakraban keluarga dan limpahan rahmat dari Allah Ta'ala,Rabb penguasa alam.

TAMAT
 

NOVEL KERUDUNG MERAH DARI MAKKAH BAG 17



~::* KERUDUNG MERAH DARI MAKKAH *::~



Bag(17)

akhirnya tinggal satu lagi...Alhamdulillah


Sesampai di rumah Pak Burhan,Faris langsung disambut oleh pelayan rumah dan mempersilahkan Faris untuk duduk terlebih dahulu diruang foyer rumah itu.Meski hanya ruang foyer yg tak lebih ruang tunggu sebelum tamu dipersilahkan masuk keruang tamu,tapi foyer ruang tamu itu didesain sungguh indah.Sebuah kaca besar menjadi sekat dg ruang tamu dari atas kaca itu,berjatuhan butiran air yg merapat kesisi kaca dan jatuh kekolam kecil dibawahnya.


Tak lama kemudian Pak Burhan datang menghampiri Faris.Pak Burhan menyambut Faris dg senyum dan pelukan hangat.


"Ayo,Ris.Langsung saja kita ketaman belakang rumah."

Kemudian Pak Burhan mengajak Faris mengitari sisi rumah yg luas itu.Menuju sebuah taman indah tepat dibelakang rumah,ditengah taman itu ada sebuah kolam renang sederhana khusus untuk keluarga.


Ternyata ditaman itu beberapa anggota keluarga Pak Burhan telah menanti kehadiran Faris dan yg lebih mengejutkan lagi ada seorang yg sangat Faris kenal juga berdiri diantara mereka.


"Ustadz Fatah!"
Faris segera berhambur mendekati Ustadz Fatah,mereka bersalaman erat mata Faris berbinar bahagia.


"Ustadz ada disini?"


"Iya,Ris.Sebenarnya saya adalah adik kandung Pak Burhan.Beberapa bulan terakhir kakak saya itu sering sekali menceritakan tentangmu.Saya sudah menebak bahwa Faris yg dia maksud adalah kamu tapi saya benar2 yakin baru setelah kita bertemu kemarin."


Lalu salah satu mereka mempersilahkan Faris untuk duduk disebuah kursi kayu.Mereka duduk melingkar didepan sebuah meja kayu bundar.Ada 3 meja bundar yg dikelilingi masing2 4 kursi disana.Faris duduk bersama Pak Burhan dan Ustadz Fatah sementara keluarga lain duduk disekitar mereka.Ustadz Fatah menuangkan secangkir teh hangat untuk Faris.


Mereka menikmati sore yg hangat bersama matahari senja yg menyepuh seluas isi taman.Matahari tua yg menyuguhkan tarian indah diatas kolam renang.Gemulainya menghangatkan seisi alam raya.
Tak henti-hentinya Pak Burhan dan Ustadz Fatah bergantian menceritakan tentang Faris kepada keluarga yg lain.Bagaimana kegigihan Faris dalam menjalani hidupnya.Faris yg tak hanya membiayai studi kuliahnya hingga sekarang dapat menempuh program Magister,tapi juga membiayai 2 adiknya yg sedang duduk dibangku kuliah.
"Tapi,semua itu seakan sia2 jika saya tak bisa mewujudkan impian saya selama ini.Saya ingin berhaji,Pak! Ya,saya ingin ke Makkah bertemu Allah dirumah Nya.Mengunjungi Makam Rasulullah dan sahabat2nya" Faris menjelaskannya.



"Bukankah kamu pernah bilang kamu telah memastikan akan berhaji tahun depan bersama ibumu?" selidik Pak Burhan.
Faris terdiam,tertunduk.Ia membenarkan apa yg dikatakan oleh Pak Burhan.Faris memang telah memastikan berhaji tahun depan bersama ibunya untuk ONH telah cukup terkumpul.Keinginannya pun nyaris terwujud jika ia tak membantu pengobatan Mila dan Ibu Mirna yg menjalani operasi.Kini Faris harus menunda keinginan berhajinya hingga beberapa tahun berikutnya.Hingga uangnya terkumpul kembali.Ia sengaja tak mengambil program ONH dari bank karena kebutuhan untuk biaya pendidikan kedua adiknya cukup beragam belum lagi Faris juga harus menyisihkan uangnya untuk dikirim ke orangtuanya di Mojokerto.
Tiba2 mata Faris basah tapi ia menahan sebisa mungkin agar tangisnya tak tumpah.Ia tak ingin mengacaukan suasana sore itu.



" Iya,Pak.Mungkin belum jodoh saya untuk berhaji tahun depan masih ada tahun berikutnya.Saya pasti berhaji! Ini Azzam saya! Tolong ingatkan janji saya ini,Pak!" ujar Faris bersemangat matanya yg berbinar penuh harapan berkabur oleh tangis yg tertahan.Ustadz Fatah tahu betul alasan Faris menunda keberangkatan hajinya.


Bersambung..

NOVEL KERUDUNG MERAH DARI MAKKAH BAG 16

~::* KERUDUNG MERAH DARI MAKKAH *::~


Bag(16)


dilanjut lagi...


Sore itu,Faris memenuhi undangan dari Pak Burhan kerumahnya.Pak Burhan ingin mengucapkan terima kasih secara langsung pada Faris karena ekstrak tanaman pegagan yg dibawakan untuknya bereaksi positif ditubuhnya.Lambat laun kesehatan Pak Burhan membaik.Rumah pak Burhan berada di Singosari.
Saat Faris melintas depan Pesantren Ilmu Al Qur'an (PIQ) Singosari,ia memperlambat motornya banyak santri putra dan putri hilir mudik menyeberang jalan.Beberapa santri putra yg berkoko dan bersarung serta mengenakan peci beragam tengah asyik bercanda menikmati sore itu.Ada juga yg jajan makanan ringan.


Tiba2 Faris menghentikan motornya,ia melihat sekelebat seorang gadis yg berkerudung merah ditengah santri2 putri yg berkerudung putih.Faris segera memarkirkan motornya ditempat yg tepat lalu ia mencari gadis tersebut diantara kerumuan orang,kebetulan saat itu pengajian sore baru saja usai banyak orang kampung sekitar yg mengikuti pengajian itu.Faris terus mencari gadis itu,dadanya berdebar hebat ia ingin tahu pasti apa benar yg dilihatnya tadi atau hanya sekedar halusinasi hati.


Faris gagal menemukan gadis itu,ia beristighfar berkali-kali sembari mengatur nafasnxa yg tersengal setelah berlari-lari kecil.Ya Rabb Himpun jiwa kami yg berserakan,pertemukan kami dalam cinta Mu.
Untuk kesekian kalinya,Allah belum mempertemukan Faris dg Husna.Faris kembali kemotornya.


Bersambung...

NOVEL KERUDUNG MERAH DARI MAKKAH BAG 15


~::* KERUDUNG MERAH DARI MAKKAH *::~



bag(15)



Penasaran siapa gadis yg berkerudung merah ayoooo lanjut lagi



Beberapa hari kemudian disebuah pagi dg mentari yg terasa hangat menyapa,rumput disepanjang taman Rumah sakit Dr.Saiful Anwar Malang mulai meriap manja,sisa embun terakhir telah menjelma udara sejak bersama helaan nafas pepohonan rindang disekeliling rumah sakit.Beberapa perawat berpakaian putih nan anggun berjalan beriringan dg senyum menawan yg tergores dibibirnya.



"Pakailah,Mbak! Chessa mohon! Plis!" pinta Chessa kepada Mila sembari menyerahkan kerudung merah yg dulu pernah dipakai Mila.



"Tapi,Chess... Kerudung itu sudah Mbak berikan kepadamu!"



"Iya,Chessa tahu tapi nggak apa2 kan jika Mbak Mila memakainya lagi? Moga dg Mbak Mila memakai kerudung ini,Mas Faris ingat kembali"



Mila ragu2 menjawab ya tapi Chessa terus mendesak dan merayunya akhirnya Mila menuruti permintaan Chessa.
Kini untuk pertama kalinya setelah 3tahun lamanya,Mila memakai kembali kerudung merah itu.Chessa membantu memakainya merapikan rambut Mila dan membedaki tipis wajah Mila.Mila pun nampak anggun sekali.



"Ayo,Mbak! Sekarang kita jalan2 keluar!"



"Tapi Chess..."



"Pakai kursi roda,Mbak! Kemarin Pak Dokter sudah mengijinkan kok! Sudah seminggu Mbak berbaring disini,apa nggak bosen?"



Mila mengiyakan ajakan Chessa.Chessa membantu Mila duduk dikursi roda lalu menuntunnya keluar kesisi taman rumah sakit meski seringkali Mila mengaduh lantaran persendiaan kakinya belum sembuh total tapi ia nampak bahagia bisa menikmati sinar mentari langsung menerpa wajahnya sementara Chessa duduk dibangku panjang dekat dg Mila.



Tak lama kemudian seorang gadis yg juga berkerudung merah menuntun lelaki tua bertongkat,lelaki tua itu melepas syal tebal yg melingkar dilehernya.Ia ingin menikmati segarnya udara pagi tanpa syal yg menghalangi,ia meminta putrinya menuntunnya kebangku panjang.Lelaki itu adalah Pak Burhan bersama putrinya Rasyida Husna.
Sejenak setelah Husna membantu Ayahnya duduk dibangku panjang tatapan matanya terhenti saat menemukan seorang gadis dikursi roda yg mengenakan kerudung merah yg mirip dg kerudung yg sedang ia pakai.
Tatapan mereka bertemu,mereka terdiam beberapa detik tak bereaksi dan tak berkata apapun lalu mereka tersenyum dan bersalaman lalu menyebutkan nama.Padahal seribu tanya tengah berlompatan dalam dada mereka 'mengapa ia juga mempunyai kerudung merah yg sama dg ku? Begitulah yg mereka saling pikirkan.
Sementara itu Chessa dan Pak Burhan juga saling bertanya-tanya dalam hati mereka.Sejenak mereka berempat hanya terdiam ditelan oleh ribuan pertanyaan.



"Eh,Afwan.Kerudung kalian kok sama,ya? Padahal model dan motif kerudung kalian kan unik? Jarang ditemukan disini" kata Chessa melumerkan keadaan.



Husna dan Mila hanya tersenyum dan saling berpandangan.



"Ee..."



"Ee..."
Mereka saling berebut ingin menjelaskan.Mila mempersilahkan Husna untuk menjelaskan lebih dahulu.



"Sebenarnya kerudung merah ini adalah pemberiaan Almarhum Ibu saya"



"Iya,Benar.Ibu Ida Mendapat kerudung itu saat ia di Makkah," tambah Pak Burhan meyakinkan.
"Makkah?!!" Mila terperajat "Dari istri salah satu ulama di Makkah?"



"Iya.Syaikh Fattah namanya,Beliau salah satu imam di Masjidil Haram! Lho,Mbak kok tahu? Jangan2..." kata Husna.



"Subhanallah!" Mila memekik lirih "Kerudumg yg saya pakai ini juga dari Syaikh Fattah,istri beliau memberikan kerudung merah ini pada Ibu saya saat berhaji"



"Astafirullah! Ayah baru ingat,Na.Ibumu pernah bercerhta jika ada seorang wanita lain lagi yg diberi kerudung oleh istri ulama tersebut mungkin wanita itu adalah ibu nya Mbak Mila ini.Wanita itu bernama Ibu Fatimah,Ibumu selalu menceritakan jika Ibu Fatimah sangat baik kepadanya mereka bersahabat.Ibu Fatimah juga yg merawat ibumu saat ia sakit di Tanah Suci."



"Iya benar,Pak! Ibu saya bernama Fatimah" Mila membenarkan keterangan Pak Burhan.



"Benarkah,Yah?!"



Pak Burhan hanya mengangguk,Pak Burhan tiba2 matanya basah karena teringat akan istrinya sedangkan Husna mendekati Mila lalu menggenggam tangan Mila dg hangat.



"Jika Ibu kita bersahabat,maukah kamu juga bersahabat dg ku? Bahkan menjadi saudariku?" kata Husna
Mila mengangguk sekali sembari tersenyum,mereka pun berpelukan setelah mereka puas bercerita tentang banyak hal baik tentang ibu mereka atau tentang kesibukan mereka,Pak Burhan dan Husna mohon pamit untuk pulang agenda Pak Burhan hari itu dirumah sakit hanya Chek in kesehatan saja.



Ketika Pak Burhan dan Husna beranjak pergi tiba2 Mila berkata "Apakah aku boleh bertanya sesuatu padamu,Mbak Husna?" Mila ingin sekali melontarkan sebuah pertanyaan yg sejak awal Pertemuan tadi sudah mengganjal dalam pikiran.



"Apa ya,Mbak Mila?" tanya Husna sambil melingkarkan kembali Syal keleher Ayahnya.



"Apakah dulu kamu pernah kemasjid Ketawanggede?"



"Masjid Ketawanggede?!"



"Iya,Masjid Ketawanggede dekat komplek kampus UNIBRAW."



Husna terdiam sejenak,ia mencoba mengingat kembali lintasan yg pernah ia lewati.
"Oh,masjid besar dipojok itu,ya?"



Mila mengangguk.



"Iya,pernah mungkin sekali atau dua kali aku pernah shalat dimasjid tersebut.ada apa ya?
"Apa mukena mu pernah diambil nenek tua dimasjid itu?"



"Astaghfirullah? Iya,pernah! Saat itu ada seorang nenek tua yg mengambil mukena saya kebetulan saat itu aku dari kos seorang teman dijalan Watu Gong lalu shalat ashar dimasjid itu.Lho,kok kamu tahu tentang nenek itu,Mbak Mila? Saat itu memang ada seorang nenek tua yg mengaku ngaku sebagai pemilik mukena saya lalu ada seorang ta'mir yg menegur nenek tua itu.Ada apa,Mbak Mila? Kok kamu bisa tahu?" tanya Husna mendekati Mila.



"Ah,nggak apa2,Mbak Husna kebetulan ta'mir masjid itu adalah temanku" kata Mila singkat.



Setelah tak ada lagi yg Mila tanyakan,akhirnya Husna undur diri meninggalkan Mila dg sejuta perasaan yg berkecamuk dalam dadanya.Mila terpekur beberapa saat sebelum akhirnya Chessa menyadarkan.



"Mbak,apa mungkin yg saat itu kehilangan mukena tidak saja Mbak Mila tapi juga..."



Mila mengangguk berkali-kali,ia kembali memutar slide kenangan peristiwa ketika mukena miliknya diambil nenek tua diMasjid Ketawanggede.Ia tak pernah mengira Husna juga mengalami hal yg serupa dihari yg berbeda
Mila dan Husna sama2 memberikan mukena mereka pada nenek tua yg mengaku sebagai pemilik mukena.



"Berarti..."



"Iya,Benar Chess!" Mila memotongnya sebelum Chessa menyelesaikan Pertanyaannya.



"Subhanallah ya,Mbak.Allah mempertemukan Mbak Mila dan Mbak Husna kembali disi tapi Mbak.Mbak pernah cerita kalau ada seorang lelaki yg saat itu menegur nenek tua itu?"



"Iya,Tapi Mbak lupa wajah penjaga ta'mir itu lagipula Mbak benar2 jaga pandangan Mbak saat itu.Mungkin Mas Faris,mungkin juga bukan."



Keduanya terdiam,Mila meminta Chessa untuk membawanya kembali kedalam kamar.Mila membenamkan sebagian wajah nya pada sisi kerudung lebarnya 'jadi selama ini Mas Faris benar.Gadis itu bukan aku! Tapi Husna dan Mas Faris mencintai Husna' lirih Mila dalam hati kemudian hanyut dalam isak tangis,kerudung merahnya basah.



*Bersambung....
 

NOVEL KERUDUNG MERAH DARI MAKKAH BAG 14

~::* KERUDUNG MERAH DARI MAKKAH *::~

Bag(14)

hayo sahabat baca lagi....

Selepas isya di Masjid Ketawanggede,Faris masih menyelesaikan beberapa halaman lagi ditalawah Al Qur'an.Sesekali ia merintih sedih teringat kejadian tadi di Rumah sakit,ia jadi malu pada Allah.Beberapa jamaah meninggalkan masjid,sementara Ferdian dan Faris berada dalam kamarnya sesekali Faris memejamkan matanya ada kesedihan yg tiba2 menyelinap direlung hatinya kebimbangan untuk memutuskan suatu pilihan.Ia coba mengingat lagi wajah gadis yg berkerudung merah,memang Faris tidak ingat sepenuhnya wajah gadis itu karena memang Faris sengaja ingin melupakannya.Ia tak ingin hari2 nya setelah pertemuan itu terganggu oleh bayangan wajah gadis itu.

Faris berusaha menjaga hatinya agar tetap bersih tapi entah mengapa debaran didada Faris selalu terjadi manakala ia mengingatnya.Disisi lain hatinya terus saja terlontar tanya 'haruskah ia menyakiti Mila yg sangat mencintainya? Faris menangis lirih,Faris segera beristiqhfar dan mengingat Allah Azza Wajalla karena hanya dg mengingat Allah hati menjadi tenteram,Ia kembali teringat dg Firman Allah "(yaitu) orang2 yg beriman dan hati mereka menjadi tenteram dg mengingat Allah.Ingatlah hanya dg mengingat Allahlah hati menjadi tenteram"
Saat hening kembali,tiba2 Faris mendengar sesenggukan tepat dibelakangnya memaksa Faris menoleh kebelakang Ia melihat lelaki yg berumur sekitar 30 tahun menangis disujud panjangnya.
"Pak Amin!" pekik Faris lirih,Faris menunggu hingga lelaki itu merampungkan shalat sunnahnya setelah selesai Faris menghampirinya.


"Assalamualaikum,Pak Amin."


"Waalaikumsalam," jawabnya masih sesenggukan.


"Ada apa,Pak?"


Lelaki itu diam sejenak "Istri saya sakit,Mas! Sekarang ia sedang merintih dirumah"


"Sakit apa,Pak? Kenapa nggak dibawa kerumah sakit.


"Kanker mulut rahim,harusnya operasi tapi kami tidak punya biaya.Seminggu lalu mertua saya juga baru keluar dari rumah sakit,saya sudah pinjam uang kesana kemari tapi belum cukup juga untuk biaya operasi akhirnya istri saya memilih dirumah,ia putus asa saya nggak tahu harus berbuat apalagi,Mas!"


"Astaqhfirullah! Kalau begitu,ayo sekarang kita bawa istri Bapak kerumah sakit,langsung kerumah sakit Saiful Anwar saja"


"Tapi,Mas!"


"Nggak usah tapi2,Pak yg penting istri Bapak selamat! Saya akan meminjam mobil teman saya untuk membawa istri Bapak kerumah sakit.


Faris langsung memencet ponselnya,Ia menghubungi Ibu Dian ibunya Chessa untuk meminjam Avanzanya beruntung Pak Ali mau menyopirinya jadi Ferdian tak perlu menjemput mobilnya.
Faris,Ferdian dan Pak Ali segera berlari kerumah Pak Amin mereka melihat istri Pak Amin sedang merintih kesakitan.Ditemani beberapa kerabat dekat disampingnya.Faris menjelaskan secukupnya maksudnya ia meminta semua perlengkapan dipersiapkan.


Tak lama kemudian Pak Ali datang dg mobil Chessa tak diijinkan ikut,Ia terlalu capek seharian menemani Mila dirumah sakit.Mereka langsung membawa istri Pak Amin masuk kemudian langsung melaju dg kecepatan tinggi.Ferdian ada disamping Pak Ali sementara Faris coba menguatkan hati Pak Amin yg berada sisi istrinya.Mobil terus melaju Pak Ali cukup mahir mengendarai mobil,Ia dapat melewati beberapa mobil yg berada didepannya untuk kesekian kalinya Faris dan Ferdian harus berada di RS.Saiful Anwar kembali.


Setengah jam kemudian,mereka telah sampai di RS.Dr.Saiful Anwar waktu menunjukan hampir jam 9 malam mereka segera membawa istri Pak Amin keruang perawatan.Ferdian dan seorang adik dari istri Pak Amin ikut bersama Pak Amin membawanya keruang medis sedangkan Faris menuju ruang adminitrasi,seorang adminitrasi sedang berbincang dg seorang gadis.Gadis itu tak lain adalah gadis berkerudung merah yg slama ini telah bersemayam dihati Faris sayangnya,tiba2 gadis itu minta ijin untuk pulang gadis itu keluar dari ruang adminitrasi tepat saat Faris masuk dari pintu yg lain.


Jika sekian detik Faris lebih cepat sampai diruangan itu pastilah mereka akan bertemu tapi ternyata Allah tidak menghendaki pertemuan mereka.


Faris mengucapkan salam saat memasuki ruangan adminitrasi.kepala adminitrasi tersebut berada disisi pintu lain sedang mengantar kepergian gadis
Berkerudung merah itu.Ia membalikkan tubuhnya sembari menjawab salam,sesaat pandangan mereka bertemu.


"Ustadz Fatah?!!"


"Faris!!"


"Subhanallah!"


Mereka saling menjawab tangan lalu berpelukan dg erat.


"Apa kabar,akhi?' sapa orang yg Faris memangilnya dg Ustadz Fatah.


"Alhamdulillah,Ustadz.Ustadz dinas disini? Tidak lagi di Mojokerto.


"Iya,sudah tahun ini saya dipindahtugaskan disini.Bagaimana dg halaqahmu,Ris.Masih istiqomahkan?"


"Alhamdulillah,masih.Mohon doanya Ustadz"


Ustadz Fatah adalah Ustadz pembimbing halaqah saat Faris menghabiskan libur panjangnya di Mojokerto,rumah Asal Faris meski hanya beberapa pekan saja pertemuan mereka tapi hubungan cukup erat.Ustadz Fatah juga dekat dg keluarga Faris dimojokerto.


Kemudian Faris menceritakan keberadaannya di RS Dr.Saiful Anwar pada Ustadz Fatah.


"Sebenarnya,Ibu Mirna memang seharusnya segera dioperasi jika tidak keselamatan Ibu Mirna akan terancam tapi ia menolaknya dan memaksa ingin pulang.Kami telah membujuk mereka agar membuat surat keterangan tak mampu dari kelurahan agar mereka dapat keringanan biaya operasi dan perawatan tapi mereka tetap saja ngeyel ingin pulang memang biaya operasi dan perawatan pasca operasi tergolong cukup besar sekitar lebih dari 30 juta"kata lelaki paro baya itu.


"Baiklah kalau begitu,biar saya saja yg menanggung semua biaya operasi dan perawatan pasca operasi Ibu Mirna.Tapi tolong Bapak rahasiakan tentang hal ini pada Pak Amin dan keluarga bilang saja dana ini adalah bantuan pemerintah bagi masyarakat yg tak mampu"


"Lho,apa kamu masih ada kerabat dg mereka?"


"Tidak,Pak.Pak Amin adalah salah satu jamaah shalat satu masjid dg saya.Pak Amin orang yg paling semangat memakmurkan masjid bukankah sesama muslim adalah saudara?"


"Mulia sekali hatimu,Ris.Semoga Allah memberi keberkahan pada hidupmu."


"Amiin,Semoga Allah juga memberikan keberkahan pada hidup Ustadz!"

Bersambung...