Karya INDAH EL-HAFIDZ
PERTEMUAN YG MENYAKITKAN
Senin 28 Agustus 2006
PάGɪ̇ ini aku berencana kembali ke Solo namun sebelum berangkat
kupenuhi janjiku pada Moressa untuk menemuinya dipuskesmas sambil
melunasi semua biaya pengobatannya.Usai mengurusi administrasi dg
pegawai puskesmas aku berjalan menuju ruangan dimana Moressa dirawat.
"Maaf Mbak,nona Moressa telah pulang.Ia menitipkan ini untuk Mbak," jelas seorang perawat sambil memberiku sebuah surat.
Mengapa Moressa pergi tanpa mengucapkan salam perpisahan dg ku? Tapi
sudahlah itu artinya ia sudah baikan.Semoga keluarganya ♏äƱ menerimanya
kembali.Doaku dalam hati.
Dengan mengucap basmallah terlebih dulu kubuka surat tersebut,aku
terharu membaca isi surat tersebut,Isinya singkat,padat namun penuh
makna.
TERIMA KASIH
Selembar kertas tersebut kusimpan dan kumaksukkan kedalam tas
ransel.Kemudian aku keluar dari puskesmas dan menuju terminal Ngawi
untuk mencari bus jurusan Solo.
Penuh sekali bus ♈ªϞƍ kunaiki sarat dg penumpang.Sejak mendonorkan
darah kemaren aku sering merasa pusing seperti ♈ªϞƍ sedang kurasakan
saat ini.Ketika Bus baru berjalan kurang lebih 2 kilo tubuhku
terpontang-panting.Pandanganku mulai kabur,aku merasa seperti akan
pingsan.Semua penumpang berteriak ketika melihat tubuhku hampir
terjatuh.Seorang pria muda memakai seragam TNI beranjak dari tempat
duduknya ia mempersilahkanku duduk.Sebenarnya aku Ĵμƍα tidak enak
karena ia harus berdiri namun ♏äƱ gimana ƪάƍϊ aku tidak kuat menahan
pusing.
Baru duduk sekitar 15 menit seorang kakek-kakek ♈ªϞƍ tubuhnya sudah
renta naik bus ♈ªϞƍ kutumpangi,beliau berdiri dan hampir terjatuh karena
tubuhnya ♈ªϞƍ sudah tua renta.
"Kek,duduklah disini," ucapku sambil beranjak dari tempat duduk.
Aku kembali berdiri sambil mencoba menahan kepalaku ♈ªϞƍ teramat pusing.
"Anda pusing?" Tanya pria muda ♈ªϞƍ berseragam TNI ♈ªϞƍ tadi
memberikan tempat duduknya untukku.Kuanggukan kepala sambil tersenyum
kecil,sebuah senyum ♈ªϞƍ kupaksakan.Pria itu mengeluarkan obat sakit
kepala dari dalam tas ransel ♈ªϞƍ ada dipunggungnya.
"Ini obat sakit kepala semoga dapat meredakan sakit kepala anda," ucapnya sambil menyerahkan obat itu.
Aku terdiam sejenak,Kέ♌āPå pria ini baik sekali padahal aku belum
pernah bertemu dg nya.Jangan-jangan ia berniat jahat denganku.Ah,tidak
aku tak boleh berprasangka buruk.Maafkan aku,ya اَللّهُ 'batinku.
"Tenang saja,nona.Tidak usah khawatir saya tidak mungkin berbuat jahat pada anda," jelasnya seolah tahu apa ♈ªϞƍ kupikirkan.
"Sudahlah,minum saja kalau kamu pingsan malah menyusahkan
orang-orang dibus ini dari tadi kan kamu hampir jatuh," ucap seorang
wanita setengah baya dg judes.
Aku mencoba menepis pikiran buruk ♈ªϞƍ merasuk diotakku dg iringan senyum ramah kuterima pemberian obat TNI tersebut.
"Ini minumnya," kata TNI tersebut ia memberiku segelas aqua ♈ªϞƍ kemudian kugunakan untuk meminum obat.
"Terima kasih banyak," ucapku.Ia hanya tersenyum ramah dan menganggukan kepala.
***
Solo jawa tengah
Didepan pintu masuk gerbang kampus UMS,Kei telah menantiku.Wajahnya
♈ªϞƍ selalu ceria membuatku rindu pada Kei jika aku jauh dari sahabatku
♈ªϞƍ satu ini.
"Fa,bagaimana keadaan adikmu?" Tanya Kei dg penuh perhatian.
"Ia sudah jauh lebih baik tapi kesedihan masih terpancar dari
wajahnya," jelasku.Kemudian kuceritakan semua ♈ªϞƍ sebenarnya terjadi
pada Sakura.
Setelah itu aku dan Kei mencoba melupakan sejenak masalah ♈ªϞƍ
menggelayuti Sakura.Kami memfokuskan pikiran untuk menemui Mas Bintang
ku sayang.
Dengan semangat aku dan Kei berjalan menuju Fakultas Usluhudin untuk
menemui Mas Bintang.Baru berjalan beberapa langkah mataku tertuju ke
arah parkir mobil.Aku memperhatikan seorang pria ♈ªϞƍ berjas hitam.aku
merasa tidak asing dg pria itu.
"سُبْحَانَ اللّه
Ia pria paling tampan ♈ªϞƍ pernah kutemui,Ia Mas Hanafi,Fa," celoteh Kei seolah terbius dg pesona pria tersebut.
Tidak salah ƪάƍϊ pria tampan tersebut adalah Mas Bintang" pikirku
"Eit...,nggak boleh ada air mata," cegah Kei.Ucapannya membuatku tersenyum kearah sahabatku itu.
Tanpa berpikir panjang aku langsung berlari menghampiri pria tampan ♈ªϞƍ baru keluar dari mobil silver ♈ªϞƍ dinaikinya.
"Mas Bintang," ucapku sambil tersenyum bahagia.
"Maaf anti siapa?" Tanyanya dg tetap menjaga pandangan tanpa menatap kearahku ataupun kearah Kei.
"Mas,aku Bulan.Bulan,adikmu," jelasku"Nama ana bukan Bintang dan ana
tidak mempunyai adik bernama Bulan.Mungkin anti salah orang," jawabnya
halus sambil meninggalkanku.
Aku sangat kaget mendengar tanggapannya,mungkinkah ia sudah
melupakanku? Padahal aku yakin ia adalah Mas Bintang ♈ªϞƍ selama ini
kurindukan,Mas Bintang ♈ªϞƍ selama ini kusayangi.
"Aku adikmu,Mas.Aku adikmu.Tidaklah kau ingat dg ku? Dengan masa
kecil kita dulu? Mas bintang hampir dikeluarkan dari sekolah demi
membelaku,saat Pak RT dan Pak RW memarahiku,Mas selalu
melindungiku.Pernah dulu waktu pulang sekolah dan sepatuku rusak Mas
rela melepas sepatu Mas demi aku sampai2 kaki Mas Bintang menginjak paku
hingga berdarah.Begitu banyak suka dan duka kita lalui tetapi begitu
mudahnya kau melupakanku.Melupakan semua kenangan antara kita?" Ucapku
memcoba membuka memory Mas Bintang.
Namun Mas Bintang tidak memberi komentar apa-apa,selama mendengar
ucapanku Mas Bintang terus berjalan menuju gedung kuliah.Sepertinya
ucapanku tadi belum berhasil membuka memory nya terhadap kebersamaan
kami tetapi aku tidak menyerah begitu såĴa .
Dengan nafas ♈ªϞƍ mulai terengah-engah karena berusaha mengikuti
langkah kakinya kulanjutkan ucapanku," Apakah Mas lupa saat almarhum
Bunda Fatimah menangis karena tak kuat menghadapi kenakalan kita? Apakah
Mas sudah lupa dg Ayah orang ♈ªϞƍ selalu dapat membuat kita melupakan
semua kesedihan? Apakah Mas Ĵμƍα sudah lupa pada Kyai Ghozi guru ngaji
♈ªϞƍ selalu S̤̈ά̲Bά̲я̲я̲ menghadapi kenakalan kita? Mas masih ingat,kan?
Kita sudah menyembunyikan sandal Kyai Ghozi sebanyak 7 pasang tapi
beliau tidak pernah marah pada kita.Mas bilang,Mas mengagumi Kyai
Ghozi..Apa Mas tidak ingin bertemu dg beliau? ♈ªϞƍ terakhir apakah Mas
sudah lupa dg Bunda Laras dan Sakura? Mas harus tahu sakura
sakit,Mas.Ternyata selama ini Sakura mengindap tumor otak.Sudah 2 kali
ia melakukan operasi.Apakah Mas tidak ingin menjenguk Sakura?"
Mas Bintang menghentikan langkah dan membalikkan badannya.Tumbuhlah
harapanku jika ia akan mengingat semua masa lalunya dg ku namun hatiku
seolah teriris habis saat ia berkata,"Ana tidak mengenal anti dan
orang-orang ♈ªϞƍ anti sebut,Maafkan ana anti."
Mendengar jawaban Mas Bintang langkahku terhenti kepalaku seolah
ingin pecah aku tak dapat menyeka air mataku.Aku tidak dapat menutupi
kesedihanku.Sementara Mas Bintang berlalu meninggalkanku seolah ia tak
pernah mengenalku.Aku hanya terpaku menatap punggungnya ♈ªϞƍ semakin
menjauh.
"S̤̈ά̲Bά̲я̲я̲,Fa," ucap Kei sambil meneteskan air mata.
"Ia Masku,Ia Masku," kataku dg air mata ♈ªϞƍ masih meleleh.
"Iya,Fa.Kamu tenang saja kawan.Aku akan menyelidiki dimana ia
tinggal dan kita akan menemuinya dirumahnya," jelas Kei menenangkanku.
Aku mencoba untuk tetep tegak berdiri meski hati hancur tak
tertahankan.Hanya Mas Bintang ♈ªϞƍ ada dalam pikiranku saat ini,tubuhku
gemetar dan sulit kukendalikan namun aku tidak boleh berhenti disitu,aku
harus tetap meyakinkan Mas Bintang jika aku adalah adiknya.
***
Boyolali,Jawa tengah 29 Agustus 2006
Aku dan Kei berdiri disebuah rumah mewah ♈ªϞƍ bercat putih,menurut
informasi ♈ªϞƍ kami dapat dari Pak Fatir rumah itu adalah tempat tinggal
Mas Bintang.Sejak pagi aku dan Kei menunggu kedatangan Mas Bintang
didepan gerbang masuk.Satpam rumah tersebut menganjurkan kepada kami
untuk pulang sebab tuan rumahnya sedang ada acara akbar dipondok
pesantren Al-huda tetapi aku tetap bersikeras menunggu Mas Bintang.aku
tak peduli dg apa ♈ªϞƍ dikatakannya,aku akan menunggu,menunggu dan terus
menunggu.
"Kei,aku akan menunggu Masku hingga kapanpun," ucapku.
Kei menganggukan kepala dan berkata," Dan aku akan menemanimu sampai kapanpun."
Kami saling memandang dan tersenyum.Kei memang seorang sahabat ♈ªϞƍ selalu hadir dikala suka dan duka melanda.
"Kei,aku nggak tahu dg cara apa dapat kubalas semua kebaikanmu."
"Sudahlah,Fa,Jangan repot-repot balas jasa segala.Kamu cukup
membelikakku helikopter pribadi dan mengajakku jalan-jalan kegedung
putih,kok.hahaha...," jawab Kei diiringi canda.
"Ya,Θέëђђ insya اَللّهُ nanti kalau aku sudah jadi presiden RI ♈ªϞƍ ke 20,ya," tanggapku Ĵμƍα dg canda.
"Mimpi kali ye...," katanya ƪά̲̣ƍϊ.
Meski dalam keadaan seperti itu aku dan sahabatku tetap saja bercanda dan mengurai tawa bersama.
***
Aku dan Kei menggelar koran didepan pintu gerbang rumah mewah
tersebut,jika waktu shalat tiba kami melaksanakan shalat dimasjid ♈ªϞƍ
ada didepan rumah Mas Bintang.
"Fa,kalau tangan kita menadah mungkin saku kita Ʊϑaђ penuh
nih.Hahaha..." Kata Kei setelah beberapa kali melihat pandangan kasihan
dari orang ♈ªϞƍ melewati kami.
"Apa perlu kubuat tulisan 2 tahun belum makan mohon kebaikan hatinya," tambahku.
"Gile,mana ada ♈ªϞƍ percaya masak 2 tahun belum makan.Candamu ngga masuk akal," protes Kei.
"Maksudku belum makan daging manusia," jawabku seenaknya.
"Ketauan nih,masa lalumu suka makan daging manusia," ejeknya.
"Oleh sebab itU sekarang giliran makan kamu.cewek manja." Tanggapku.
"Neng ini ada2 aja," sahut satpam ♈ªϞƍ ternyata mendengar gurauanku dg Kei.
"Lebih baik kalian pulang saja disini tidak ada orang ♈ªϞƍ bernama
Bintang,♈ªϞƍ punya rumah ini adalah Mas Hasan al-izacky," kata satpam
♈ªϞƍ kelihatannya merasa kasihan kepada kami.
"Tidak Pak,aku akan tetap menunggu hingga bisa menemui pemilik rumah ini," jawabku dg memelas.
Usai melaksanakan shalat Isya aku kembali menggelar koran didepan
gerbang rumah Mas Bintang.Malam itu langit cerah terlihat banyak bintang
dan sebuah bulan ♈ªϞƍ menghiasi langit.Mereka seolah tersenyum dan
memberiku semangat.
Aku berharap jika kutemui Mas Bintang nanti hatiku akan secerah
langit malam ini.Angin malam ♈ªϞƍ menusuk tulang seolah tak kurasakan
demi bertemu dg seorang ♈ªϞƍ sangat kusayang.
Satu jam kemudian sebuah mobil ♈ªϞƍ pernah kulihat membunyikan
klakson berkali-kali sebagai tanda agar kami minggir.Satpam rumah
tersebut membukakan pintu gerbang.
Dari balik pintu gerbang kudengar," Mas,2 gadis tersebut mencari
orang ♈ªϞƍ bernama Bintang.Padahal saya sudah berkali-kali jelaskan jika
dirumah ini tidak ada ♈ªϞƍ bernama Bintang.Apakah perlu saya usir
mereka?"
"Jangan usir gadis2 itu,mereka adalah tamu ♈ªϞƍ harus dihormati
suruh mereka masuk.aku akan berbicara dg mereka," terdengar suara Mas
Bintang,aku merasa sangat lega mendengar jawaban Mas Bintang.
Dengan langkah penuh harapan kumasuki rumah mewah tersebut.
"Hei,rasanya kayak masuk gedung putih,ya." Bisik Kei.
"Ah kamu,masuk gedung putih aja belum pernah bisa-bisanya membandingkan," tanggapku.
Kei hanya nyengir dan menyahut,"Paling nggak Ʊϑaђ liat
gambarnya."Tatkala baru melangkahkan kaki diteras rumah kudengar suara
anak2 kecil sedang mengaji.Kurasa rumah ini bukan rumah pribadi sebab
diruang tamu kulihat sekitar 9 anak kecil sedang belajar mengaji
ditemani seorang wanita ayu.Ketika aku memasuki rumah wanita ayu ♈ªϞƍ
berjalan dg menggunakan kursi roda tersebut mempersilahkan ku duduk dan
mengajak anak2 kecil masuk keruang belakang.
"Ummi,Ummi,2 wanita itu temannya abi ya? Mengapa bertamu malam2?" Tanya seorang anak laki-laki.
"Iya,sayang kedua Mbak itu kemaleman," jawab wanita ayu ♈ªϞƍ baru saja menyalamiku.
Aku dan Kei saling berpandang,mana mungkin wanita semuda itu sudah mempunyai banyak anak.
Apa maksudnya memanggil Mas Bintang dg panggilan Abi dan wanita
tersebut dg panggilan Ummi? Tanyaku pada diri sendiri atau jangan-jangan
wanita tersebut adalah istri Mas Bintang.Jika benar alangkah jahatnya
Mas Bintang Ia tak memberikan kabar padaku dan Ayah ♈ªϞƍ selalu
merindukannya.
"Mbok,anak-anak kecil tadi siapa?" Kei mencoba memberanikan diri bertanya kepada seorang pembantu ♈ªϞƍ menyuguhkan minuman.
"Mereka semua anak yatim piatu ♈ªϞƍ diasuh oleh Mas Zacky.Mas Zacky
dan Mbak Maryam mendidik mereka dg dasar agama ♈ªϞƍ kuat.sebenarnya
orang tua mas Zacky ♈ªϞƍ tinggal di Malaysia berniat membangunkan panti
asuhan tetapi Mas Zacky menolaknya.Mas Zacky ingin anak-anak tersebut
tinggal dirumah ini agar mereka tidak merasa seperti orang lain tetapi
merasa seperti anggota keluarga rumah sendiri.Mbok benar-benar mengagumi
kepribadian Mas Zacky selain mempunyai anak asuh Mas Zacky Ĵμƍα aktif
dalam kegiatan tebar dakwah,sejak Mas Zacky tinggal disini masjid
didepan rumah menjadi ramai sebab Mas Zacky membuat warga sini dapat
membuka mata untuk tidak hanya mementingkan kehidupan duniawi saja,"
jelas pembantu tersebut panjang lebar.
سُبْحَانَ اللّه
Benar-benar mulia hati masku,jadi gaji ♈ªϞƍ diperolehnya dari
mengajar ia gunakan untuk membiayai anak-anak asuhnya belum sempat
kubertanya siapakah wanita ♈ªϞƍ bernama Maryam tersebut tiba-tiba Mas
Bintang turun dari lantai 2.Aku terus menatap Masku dg wajah
berseri-seri.OoHнн ,,,tidak.Aku baru ingat jika Mas Bintang bukanlah
kakak kandungku sehingga aku pun menepis pandanganku.Tidak dapat
kutampik jika hatiku berdesir kencang.
Mas Bintang tetap menundukan kepalanya seraya berkata," ukhty ♈ªϞƍ
berhati mulia,sekali ƪά̲̣ƍϊ ana tegaskan nama ana bukanlah Bintang nama
ana Hasan al-izacky."
"Aku tidak peduli dg namamu ♈ªϞƍ jelas kamu adalah Masku.Mas Bintangku," ucapku dg tetesan air mata rindu.
"Maaf,♈ªϞƍ dimaksud sahabatku,bukanlah nama anda Hanafi al-izacky?" Tegas Kei sambil terus menggemgam tanganku ♈ªϞƍ dingin.
Mendengar kata Hanafi pria tampan tersebut tercengang,matanya tampak sembab ingin meneteskan air mata.
"Jadi,ukhty ♈ªϞƍ bernama Hanifa?" Tanyanya padaku dan kujawab dg anggukan kepala.
"Syukur اَلْحَمْدُلِلّهِ ana dapat bertemu dg seseorang ♈ªϞƍ sangat
disayangi saudara kembar ana.Hanafi sering cerita tentang ukhty."
"Apa maksudmu?" Potong Kei
"Ana bukan Hanafi,ana Zacky saudara kembarnya.Hanafi telah pergi menghadap sang Khaliq," jawab Mas Zacky.
Mendengar jawaban Mas Zacky bak mendengar suara gledek ♈ªϞƍ sedang
menyambar.Seolah udara berhenti bergerak dan bumi terhenti
berputar,tubuhku kaku seketika.
Tidak...,berontakku dalam hati.
"Kamu berbohong,kan? Kamu Hanafi,kan?" Tanya Kei seolah tak percaya.
Sementara aku diam seribu bahasa,tubuhku terasa lemas dan tak berdaya,aku tak sanggup berpisah dg Masku.
Maryam sigadis ayu ♈ªϞƍ duduk dikursi roda tersebut ikut bergabung
diruang tamu dan menunjukan sebuah foto.Di foto tersebut kulihat seorang
wanita dan pria ♈ªϞƍ pernah membawa pergi Mas Bintang.Difoto tersebut
Ĵμƍα terdapat 3 gadis ayu salah satunya Maryam dan terdapat 2 pria
kembar yaitu Mas Hanafi dan Mas Zacky."Mas Zacky tidak berbohong pada
kalian,foto itu adalah foto keluarga kami,2 orang wanita ♈ªϞƍ ada difoto
tersebut adalah kakak perempuan kami,pria kembar tersebut adalah Mas
Hanafi dan Mas Zacky," sambung Maryam.
"Di ulang tahun ukhti Hanifa ♈ªϞƍ ke 18 saudara ana Hanafi hendak
berkunjung ke Ngawi untuk menemui anti dan ayahnya namun sayang dalam
perjalanan menuju bandara saudara ana mengalami kecelakaan.Hanafi harus
menghadap sang khaliq saat itu Ĵμƍα .Apakah ukhti tahu mengapa Dek
Maryam lumpuh? Itu karena Dek Maryam Ĵμƍα menumpangi mobil ♈ªϞƍ disetir
Hanafi.Sejak 5 bulan ♈ªϞƍ lalu ana dan Dek Maryam mencari ukhti untuk
menyerahkan kado dari Hanafi," kata Mas Zacky sambil menyerahkan sebuah
kado ♈ªϞƍ sudah rusak dan terdapat bercak darah ♈ªϞƍ telah kering.
"Bukalah,ini untukmu," jelas Maryam.
Tanganku gemetar dan panas dingin saat hendak membuka bungkusan kado
tersebut,sungguh aku belum percaya seratus persen dg apa ♈ªϞƍ diucapkan
Mas Zacky dan Maryam.Kulihat sebuah gelang cantik dan selembar surat
♈ªϞƍ ditunjukan untukku.Dengan penuh derai air mata kubaca isi surat
tersebut.
Untuk adikku,
Bulan ♈ªϞƍ selalu bersinar dihidupku.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sayangku dek Hanifa lewat selembar kertas ♈ªϞƍ pada akhirnya akan
jadi penghuni tempat sampah ini Mas hendak mengucapkan selamat ulang
tahun ♈ªϞƍ ke 18 padamu.Bunga jiwaku senyum indahmu adalah penghias duka
laraku.
Duhai bunga jiwaku,apa kabar imanmu hari ini? Semoga menegak maju.
Duhai dedekku ♈ªϞƍ kubanggakan,apa kabar cintamu hari ini? Semoga selalu berpeluh kepada Sang Ilahi Rabbi.
Duhai pelipur laraku,apa kabar hatimu hari ini? Semoga selalu bersih
dari debu dan kelabu.Tetaplah bersyukur meski derita kerap kali
menyapa.
Dedekku jadilah Siti Khadijah sebagai uswatun hasanah dalam hidupmu.
Wahai... dedekku sayang,dedekku tercinta bulan penghias malam
jadilah engkau wanita ♈ªϞƍ mempunyai kecantikan dari dalam bukan
kecantikan dari luar ♈ªϞƍ akan sirna dg seiring bertambahnya usia.Usiamu
kini telah 18 tahun.Mas Bintang Rasa engkau sudah cukup dewasa dalam
menyingkapi segala masalah.Janganlah mudah berputus asa,hidup adalah
perjuangan untuk masa depan masa abadi diakherat nanti jagalah
kehormatan Ayah dan Bunda ♈ªϞƍ harus kau mulai dari menjaga kehormatanmu
sendiri.
Satu hal ♈ªϞƍ Bulan harus selalu ingat kehidupan didunia hanyalah
sementara akherat adalah tujuan utama.Dedekku tetaplah menjadi seorang
muslimah ♈ªϞƍ selalu Istiqomah,teguhkan keimanan dan mantapkan tujuanmu
dijalan Ilahi Rabbi.Bersama kita akan mewujudkan mimpi kita untuk
mendidik generasi berkualitas di Negeri ini.
Mas mohon padamu jagalah AYah dg penuh kasih sayang,jangan
sekali-kali membuat hati beliau terluka.Turuti nasehat beliau sebab
Bulan adalah harta satu-satunya bagi Ayah.Dedek Ĵμƍα harus selalu
menyayangi Bunda laras,dialah orang ♈ªϞƍ selama ini selalu setia
mengasuh kita.
Bulan ♈ªϞƍ selalu kusayang,Mas akhiri surat ini dg penuh syukur kepada اَللّهُ .
Wassalamu'alaikum
Dari seorang Kakak
♈ªϞƍ sangat menyayangi.
Itulah surat ♈ªϞƍ ditulis Masku beberapa tahun ♈ªϞƍ lalu sebelum ia
menghadap sang Khaliq.Dari isi surat tersebut terlihat seolah Masku
telah mempunyai firasat jika ia hendak pergi sebelum sempat
menemuiku.Kertas surat tersebut basah dg air mataku,pupus sudah
harapanku untuk bertemu Masku.Aku tak kuasa menahan sesak didada,aku
terlalu lemah untuk menghadapi kenyataan ini,badanku terasa lemas
kepalaku terasa pusing akhirnya surat dan gelang tersebut terjatuh
kelantai.Tubuhku gemetar pandanganku terasa kabur lama-lama semua ♈ªϞƍ
ada dihadapanku menjadi hitam seketika.
Bruk!
Aku terjatuh dilantai,aku masih dapat mendengar apa ♈ªϞƍ dikatakan
orang-orang disampingku tetapi tubuhku sulit kugerakan sebab terlalu
lemah.Mataku tak dapat kubuka.Saat itu seolah aku terletak dalam 2 dunia
antara hidup dan mati.
Bayang2 Mas Bintang hadir dihadapanku seolah ia mengajakkku pergi
kedunia abadi,ia menarik tangan kananku dan hendak membawaku terbang
namun kulihat Ayah sendirian diujung jalan.Aku tak jadi ikut dg Mas
Bintang karena Ayah membutuhkanku.Pikiranku campur aduk antara kenyataan
dan mimpi.
"Fa,kamu Kέ♌āPå? Kamu Kέ♌āPå,Fa?" Teriak Kei namun aku tidak dapat menjawab,mulutku seolah terkunci rapat.
"Mbok Umah,Mbok Atul tolong bantu bawa gadis ini kedalam mobil.Ana
akan membawanya ketempat Dokter Grandy," kudengar suara Mas Zacky meski
mataku tak dapat kubuka.
"Kέ♌āPå harus menyuruh pembantumu? Kamu itu seorang laki-laki
seharusnya kamu ♈ªϞƍ mengangkat Hanifa kedalam mobil," berontak Kei dg
suara lantang seolah menyalahkan Mas Zacky.
"Ia bukan mahram ana," jawab Mas Zacky singkat.
Seorang pria sejati,ia §ª♏ª sekali tidak ♏äƱ menyentuh ♈ªϞƍ bukan
mahramnya.Bukan perasaan benci melainkan bangga dan kagum pada
sikapnya.Pria seperti itulah ♈ªϞƍ menjadikan dunia ini damai nan indah.
Namun tubuhku masih terasa sulit digerakan dan bibirku tetap
terkunci rapat.Ak̅u merasa seorang Dokter telah memeriksa dan
menginfusku.
"Bagaimana keadaan gadis ini,dok?" Suara Mas Zacky terdengar panik.
"Anda tidak usah khawatir,gadis ini akan baik-baik ªåĴĴäª ,Ia hanya
kecapaian dan kurang darah saya sudah memberinya obat sebentar ƪά̲̣ƍϊ ia
akan sadar," jelas suara ♈ªϞƍ tak kukenal sebelumnya.
Mungkin suara Dokter ♈ªϞƍ memeriksaku.
"Άk̅υ akan menelepon Ayah Hanifa," ucap Kei.
Άk̅υ benar-benar khawatir jika Kei menghubungi Ayahku,pasti Ayah akan sedih memikirkan keadaanku.
Jangan Kei,jangan beri †ɑhu Ayah,Άk̅υ tak apa-apa.Kata-kata itulah
♈ªϞƍ ingin kuucapkan pada Kei namun bibirku kelu tidak dapat kugerakan
§ª♏ª sekali.
"Ana rasa tidak perlu,ini sudah larut malam nanti Ayahnya malah akan
khawatir.Jika malam ini Hanifa tidak Ĵμƍα sadarkan diri maka ana
sendiri ♈ªϞƍ akan menjemput Ayahnya ♈ªϞƍ ada di Ngawi.Sekarang lebih
baik anti istirahat dulu ªåĴĴäª jangan sampai anti ikutan sakit.Ana
akan menunggu diluar," ucap Maa Zacky bijaksana.Untunglah Mas Zacky
mencegah Kei menghubungi Ayahku.
Suasana sempat hening sesaat setelah Mas Zacky pamit keluar,kei
mungkin sedang tertidur lelap memang rasanya tidak etis jika Mas Zacky
didalam kamar bersama 2 orang gadis meski tak melakukan apa pun.Kasihan
sahabatku Kei,Ia rela meninggalkan jam kuliah demi menemaniku,ia rela
kecapean demi menemaniku.
Kei,Άk̅υ tak akan pernah melupakan jasa baikmu,ucapku dalam hati.
Saat suasana hening samar-samar kudengar suara Mas Zacky ♈ªϞƍ
mungkin ada diluar kamar inap ♈ªϞƍ kutempati."Ya اَللّهُ ,ya Rahman
diantara sekian banyak umat Mu ♈ªϞƍ ada dimuka bumi,Ini lah hamba,Ya
اَللّهُ.Hamba ♈ªϞƍ merangkak menuju kepada Mu mengharap kasih
SayǍ♌Ǧ,maghfirah dan keridhaan Mu.Di malam. ♈ªϞƍ mencekam didetik ini
hamba memohon kepada Mu ya اَللّهُ agar senantiasa memberi kebaikan
kepada Hanifa.Ya Rahman,Hamba memohon dg sepenuh hati selamatkanlah
gadis shalihah tersebut jangan berikan rasa sakit ♈ªϞƍ membuatnya
tersiksa.Hamba bersyukur pada Mu ya اَللّهُ sebab Engkau telah
mengizinkan hamba bertemu dg sosok Hanifa gadis berhati lembut.Tidak
banyak ♈ªϞƍ hamba minta kecuali kesembuhan bagi Hanifa,hamba tidak
sanggup melihat gadis itu terbaring lemah dan sakit."
Setiap untaian kata ♈ªϞƍ keluar dari bibirnya mampu membuatku
menitikan air mata haru,bahagia dan syukur.Kata-katanya indah nan padat
makna.
Ya اَللّهُ betapa mulia hati Mas Zacky,sungguh beruntung gadis ♈ªϞƍ kelak mendapatkan cinta kasihnya' ucapku dalam hati.
Sepanjang malam kudengar suara Mas Zacky melantunkan ayat suci,Aku
mencoba meresapi apa ♈ªϞƍ kudengar.Tak kusangka aku dapat menggerakkan
bibirku."Laa ilaaha illallaah," suara tahlil tersebut dapat kuucapkan
lantang.Tubuhku pun dapat kugerakkan dg ringan.
Mas Zacky ♈ªϞƍ mendengar suaraku langsung masuk untuk melihat,dg
perlahan kucoba membuka kedua mataku.samar-samar kulihat Mas Zacky sujud
syukur.Kei ♈ªϞƍ semula tidur lelap terbangun dan memelukku dg wajah
bahagia.
***
Solo 05 November 2006
Semenjak kutahu Mas Bintang telah menyusul Bunda Fatimah,aku
berusaha menguatkan hati.Orang ♈ªϞƍ membuatku menjadi tegar dalam
menghadapi kepergian Mas Bintang adalah Ayahku.Ketika kuceritakan
perihal kematian Mas Bintang kesedihan menyelimuti Ayah.Melihat itu aku
berjanji dalam hati bahwa aku akan membahagiakan Ayah oleh sebab itu aku
harus tetap semangat dalam menjalani hidup ♈ªϞƍ terus berputar ini.
Untukmu,duhai Ayahku
Aku tetap kuat jalani beragam derita
Untukmu,wahai Ayahku,
Kulalui malam-malam panjang dg doa
Engkau kuatkan aku dari putus asa
Engkau beri aku semangat dalam menggapai indah masa depan.
Butir-butir cintaku hanya terpatri untukmu.
Doamu untukku adalah nafasku.
BERSAMBUNG....
Sabtu, 18 Mei 2013
SUJUD HATI DI UJUNG SUBUH BAG 3
Karya INDAH EL-HAFIDZ
KEPEDIHAN SAKURA
8 tahun kemudian
Diusiaku ♈ªϞƍ
ke 21 kini aku telah menjadi mahasiswa di Universitas Muhamadyah Surakarta (UMS) aku mengambil jurusan pendidikan agama Islam dan berharap jika sudah lulus nanti bisa menjadi seoarang Guru agama seperti sosok ♈ªϞƍ kukagumi Ayahku.Sedangkan Sakura kuliah di STTI ♈ªϞƍ terletak dipinggir selatan Kota Ngawi tepatnya dikecamatan Paron dg demikian Sakura tetap dapat tinggal di Ngawi bersama Ayah dan Bunda.Kak Rafli belum pernah pulang ke Indonesia sejak Ia sekolah di Mesir.Kata Bunda Kak Rafli tidak akan pulang sebelum menyelesaikan S2 nya.
Kota Ngawi tempat tinggalku kini telah berubah menjadi kota ♈ªϞƍ sangat panas lapisan ozon ♈ªϞƍ menyelimuti bumi semakin menipis sehingga sinar matahari ♈ªϞƍ memancar kebumi membuat ubun-ubun seperti terbakar namun meski pun waktu terus berputar dan mengubah dunia kasih sayangku pada Mas Bintang takan pernah berubah.Sejak perpisahanku dg Mas Bintang 8 tahun lalu aku belum pernah ketemu dg nya kembali.Aku selalu merindukannya,Mas Bintang adalah Bintang hatiku bintang ♈ªϞƍ selalu bersinar menghiasi hidupku.
Betapa panjang penantianku untuk bertemu Mas Bintang.
Betapa menakutkan,tetapi aku kan terus berjuang mencari Mas Bintang.
Takan pernah bosan,hingga kapanpun.
Air mata kasih SayǍ♌Ǧ mengalir,
Ya... Mengalir karena kerinduanku pada Mas Bintang.
Rupiah demi rupiah telah mulai kukumpulkan sejak 8 tahun ♈ªϞƍ lalu jika sudah cukup nanti aku ingin pergi ke Kuala lumpur untuk mencari Masku untuk menemui Masku.O...,Mas Bintang ŞayǍ♌Ǧ,Bintang hatiku aku merindukanmu.
***
Surakarta 26 Agustus 2006
"Aurel ♈ªϞƍ cantik kayak bidadari turun dari sawah cepetan dong," teriak Nadin sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.
"Bentar,Nona Galak," jawab Aurel
"Hei,aku boleh duluan ya? Sudah ada ♈ªϞƍ ♏äƱ jemput,nih," ucap Riana ♈ªϞƍ baru keluar dari kamarnya.
"Enak ªåĴĴäª ,salah sendiri dari tadi tidur mulu," sahut Candra ♈ªϞƍ sudah antri sejak tadi.
"Hoi...! Kamar bawah bisa diam nggak,sih?! Berisik tau!" Bentak penghuni kamar ♈ªϞƍ ada di lantai 2.
"Ah,gue nggak usah mandi aja,kalian lama ߪªngέ† sih keburu telat," kata Marisa sambil berlari menuju kamarnya.
Begitulah rutinitas anak-anak kos seperti kami setiap PaGɪ̇ dan sore kami harus antri kamar mandi maklumlah dilantai bawah hanya ada 2 kamar mandi ♈ªϞƍ digunakan untuk 16 orang tetapi aku dan Mbak Naiya tidak pernah antri karena setiap pagi kami bangun sebelum subuh dan segera mandi PάGɪ̇
Mbak Naiya adalah teman sekamar saat ini ia mengambil S2 jurusan hukum Ia seorang wanita ♈ªϞƍ ulet dan penuh mimpi waktunya selalu dihiasi dg buku diusianya ♈ªϞƍ ke 27 Mbak Nay belum berencana menikah.
Mbak Nay bilang akan menyelesaikan S3 di Paris setelah itu barulah Ia akan menikah.Mbak Nay begitu menyukai Novel Laskar pelangi karya Andrea hirata novel ♈ªϞƍ baru dibelinya beberapa waktu lalu tersebut sudah dibacanya lebih dari 3 kali.Pengorbanan Mbak Nay untuk terus kuliah patut diacungi jempol.Usai lulus SMA ia bekerja keras untuk biaya masuk kuliah.Syukur اَلْحَمْدُلِلّهِ kini Mbak Nay dapat kuliah dg beasiswa bahkan ia terpilih menjadi asisten dosen.
"Seorang juara sejati akan tetap tegak berdiri walau apa pun ♈ªϞƍ terjadi,gapailah mimpi,genggamlah harapan jangan berhenti sampai kau temukan apa ♈ªϞƍ kau cari meskipun jatuh bangkitlah kembali demi menggapai indah impian." Itulah kata-kata ♈ªϞƍ sering diucapkan Mbak Naiya untuk membangkitkan semangat dalam menggapai mimpi kami.
Mbak Nay mempunyai mimpi untuk menyelesaikan S3 di Paris sementara aku mempunyai mimpi untuk bisa bertemu Mas Bintang dan mendirikan panti asuhan setelah menyelesaikan S2 agar dapat mendidik bibit-bibit unggul untuk Negeri ini lebih tepatnya mendirikan panti asuhan tersebut adalah cita-citaku bersama Mas Bintang.
Pagi ini seperti biasa kulangkahkan kaki menuju kampus belum sampai pintu gerbang kampus Kevina atau ♈ªϞƍ biasa kupanggil Kei menarik tanganku,Ia menengok kekanan dan kekiri seolah mencari situasi aman.
"Fa,entah kamu percaya atau tidak kemarin aku bertemu dg Mas Bintang mu.Mas Bintang ♈ªϞƍ selama ini kau cari,ia sangat tampan begitu tampannya hingga aku hampir tak mengenalinya.Sorot matanya indah postur tubuhnya tinggi tegap dan kulitnya putih bersih.Demi اَللّهُ aku yakin ia adalah Masmu,Fa.Saat itu Ĵμƍα aku langsung tanya pada salah satu staf dan ternyata bener namanya Zacky.Bukankah Masmu bernama Hanafi Al-Izacky,Ia dosen baru di Fakultas Usluhudin," cerita Kei dg penuh semangat.
Aku tersentak kaget mendengar apa ♈ªϞƍ diucapkannya,aku sedikit ragu tapi aku mencoba menepis keraguanku.Kei adalah sahabatku sejak kecil jadi ia kenal Baik dg Masku.
Sewaktu kecil aku,Kei,Mas Bintang dan Tata dan Dekka merupakan teman sepermainan ♈ªϞƍ mempunyai hobi ♈ªϞƍ §ª♏ª yaitu membuat kerusuhan.Tata entah sekarang entah kemana sejak 8 tahun ♈ªϞƍ lalu aku tidak pernah mendapat berita tentang Tata sementara saat ini Dekka sudah tunangan dg adikku Sakura.Pernikahannya akan dilangsungkan 3 bulan ƪά̲̣ƍϊ ♈ªϞƍ masih setia bersama-sama dg ku adalah Kei walaupun kami tidak satu kos-kosan tapi kami satu kampus dan masih berhubungan baik dan baru ªåĴĴäª aku mendengar bahwa Kei melihat Mas Bintang dikampus ini,Hatiku berdegup kencang.
"Hei!" Bentaknya membuyarkan lamunanku.
"Kei,Kalau kamu yakin ia masku kamu harus mengantarku menemuinya saat ini Ĵμƍα ," ajakku.
"Tapu Fa,bukankah pagi ini kamu ada jam?" Tanya Kei.
"Aku nggak peduli ♈ªϞƍ terpenting bagiku saat ini adalah aku bisa bertemu dg Masku,aku rindu padanya," jawabku sambil menahan rindu.
"Beneran ƪά̲̣ƍϊ Fa,aku yakin ia itu adalah masmu,ia sangat tampan cocok ߪªngέ† ϑέëђђ §ª♏ª kamu.tapi...,jauh lebih cocok dg ku," ucap Kei seenaknya.
"Yang paling cocok ya wanita ♈ªϞƍ kelak menjadi istrinya.Ya Ʊϑaђ,yuk." Ajakku ƪά̲̣ƍϊ kali ini sambil menarik tangannya.
Dengan langkah penuh harapan aku dan Kei menuju Fakultas Usluhudin kami hendak menemui Pak Fatir salah satu dosen Usluhudin ♈ªϞƍ kenal baik dg Kei.Di UMS ini Kei memang seorang aktivis sehingga tidak mengherankan jika Kei mempunyai banyak kenalan dosen sebenarnya awal-awal masuk kuliah aku Ĵμƍα sempat mengikuti beberapa organisasi tetapi tidak bertahan lama sebab setiap seminggu sekali aku harus pulang ke Ngawi selain untuk urusan kafe ♈ªϞƍ sepenuhnya sudah diserahkan kepadaku Ĵμƍα untuk menemui Sakura ♈ªϞƍ semakin hari semakin lemah.
Setelah mengucapkan salam Kei langsung menyatakan malsud kedatangannya." Pak,maaf jika kedatangan kami mengganggu kami ingin menanyakan tentang dosen baru di Fakultas Usluhudin," ucap Kei dg sangat sopan.
"Hahaha...,♈ªϞƍ kamu tanyakan pasti Zacky sejak kedatangan Zacky gadis-gadis dikampus pada heboh tidak terkecuali para dosen wanita ♈ªϞƍ masih lajang,hahaha... Kalian tertarik padanya?" Tanya Pak Fatir sambil tertawa.
Ah,apa ♈ªϞƍ lucu ucapku'' dalam hati
"Tidak,Pak bukan itu masalahnya.Bapak punya fotonya?" Tanya Kei.
Sambil masih tertawa Pak Fatir membuka-buka laci meja kerjanya.
"Jangan-jangan kalian ♏äƱ main pelet,ini Zacky ♈ªϞƍ memakai jas biru," kata Pak Fatir ♈ªϞƍ kemudian menyerahkan foto ukuran 4R dan menunjukan pria ♈ªϞƍ benar-benar mirip dg Masku,aku tiada kuasa menahan air mata rinduku untuk Mas Bintang.
"Ah,Pak Fatir ada2 aja.Zacky mah nggak Άku pelet Ĵμƍα pasti Ʊϑaђ ngejar2 aku," ucap Kei dg pede.
"Ya,ngejar2 kamu karena kamu punya utang dengannya,hahaha..," canda Pak Fatir.
"Fa,aku yakin itu Mas Hanafi al-Izacky mungkin sekarang panggilannya berubah jadi Zacky," bisik Kei.Aku menganggukan kepala karena tak kuasa mengeluarkan kata-kata.
"Ia itu pria jenius,menempuh masa sekolah dan S1 dg percepatan,kini ia sudah lulus S2 dari Mesir jadi tidak heran jika diusianya ♈ªϞƍ baru 25 tahun ia sudah menjadi seorang dosen selain mengajar di UMS dan STAIN Zacky Ĵμƍα menjadi salah satu pengurus dipondok pesantren Al-Huda.Ia memang seorang ikhwan jempolan,jika sudah berdiri dimimbar semua orang akan terbius olehnya figur Zacky memang menebar sejuta pesona tapi kalian jangan banyak berharap karena bukan hal mudah untuk mendapatkan perhatian darinya," cerita Pak Fatir sambil merapikan buku-buku dimejanya.
"Ia Masku,Mas Bintangku," ucapku lirih sambil meneteskan air mata.
Mendengar ucapanku Pak Fatir mengerutkan keningnya lalu sambil menggeleng-gelengkan kepala ia berkata," kamu ada-ada aja Fa,sejak kecil ia sudah tinggal di Malaysia dan kuliah di Mesir mana mungkin ia Masmu.Jika kalian ingin menemuinya tunggu ªåĴĴäª disini tapi mungkin agak siang ia baru datang sebab ia harus mengajar dulu di STAIN," jelas Pak Fatir.
"Ya Pak,terima kasih.Kami akan menunggu didepan ªåĴĴäª ," kata Kei sambil berpamitan.
"Kei,aku yakin ia Mas Bintangku sorot matanya,hidungnya dan senyumnya tak pernah kulupa.Setelah Mas Bintang dibawa orang tuanya ia memang tinggal di Kuala lumpur,Malaysia.Aku rindu padanya,aku ingin bertemu dg nya," kataku sambil menahan rindu ♈ªϞƍ menggebu.
2 jam lebih kutunggu Mas Bintang namun ia tak Ĵμƍα menampakkan wajahnya.Aku dan Kei sampai tidak masuk kelas karena ingin menemuinya.
"Fa,seandainya aku belum mengenal Razif mungkin aku sudah jatuh cinta pada Mas Zacky," ucap Kei seenaknya.
"Bicara apa kamu ini,Razif melulu padahal kamu baru sekali bertemu dengannya."
"Aduh,itulah ♈ªϞƍ namanya cinta meski baru pertama kali bertemu tapi hatiku telah terpatri untuknya.Denger-denger kabar saat ini Razif sedang kuliah di Malaysia.Siapa tau Mas Bintang kenal §ª♏ª Razif," ucap Kei dg semangat.
"Jangan berlebihan seperti itu nanti malah merusak pikiranmu," nasehatku.
Razif adalah cucu kesayangan Kyai Ghozi sejak melihat fotonya dirumah Kyai Ghozi sahabatku Kei begitu mengaguminya setelah akhirnya dapat bertemu langsung 3 tahun ♈ªϞƍ lalu,Kei semakin terpesona dg Razif namun sejak pertemuan itu hingga saat ini Kei tak pernah bertemu ƪάƍϊ dg nya sebab Razif sedang menuntut ilmu di Kuala lumpur.
Kala kami sedang asyik ngobrol tiba-tiba hpku berbunyi.Ternyata sms dari Bunda,setelah kubaca wajahku pucat seketika,darahku seolah membeku.
"Sakura masuk rumah sakit," ucapku pilu
"Lalu bagaimana?" Tanya Kei dg ekspresi kaget.
"Aku harus segera pulang,Bunda memintaku pulang siang ini Ĵμƍα ."
"Tunggu sebentar mungkin sebentar ƪάƍϊ Masmu akan datang," kata Kei.
"Aku harus segera pulang,kata Bunda Sakura selalu menanyakanku.Aku sudah sangat mengetahui Masku baik-baik saja .Jika Hari ini aku tidak bisa menemui Masku mungkin besok atau lain waktu bisa.Kei tolong taruh buku ini dikamar kosku dan bilang pada Mbak Naiya jika hari ini aku pulang ke Ngawi." Kei menganggukan kepala dan berpesan agar hati-hati.
***
Dilorong rumah sakit umum Ngawi Bunda menyambutku dg deraian air mata,Ayah mencoba menenangkan Bunda dan menyuruhku menemui Sakura saat suasana hatiku sudah agak tenang.
"السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
ŞayǍ♌Ǧ," sapaku pada Sakura.
"وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاته
Kak," jawabnya.
"Mas Dekha,Kak.Mas Dekha jahat..." Ucapnya lemah.
"Kέ♌āPå,Sayang? apa ♈ªϞƍ terjadi?" Tanyaku sambil mengelus-elus jilbabnya.
"Aku tidak jadi menikah dg Mas Dekha sebab keluarganya tiba-tiba memutuskan pertunangan kami dan mengusir Mas Dekha," cerita Sakura sambil terisak.
"أَسْتَغفِرُاللهَ الْعَظيِمْ
Kataku tersentak.Aku tidak kuasa menahan air mata membayangkan betapa sakit hati adikku.Kupeluk tubuh lemah ♈ªϞƍ terbaring didepanku aku berusaha menghapus air matanya tetapi aku sendiri tidak kuasa menahan air mataku.
Dekha...,Dekha...,Kέ♌āPå engkau tega menyakiti adikku? Ucapku dalam hati.
" SayǍ♌Ǧ,mungkin اَللّهُ berkehendak lain jika Dekha memang bukan jodohmu Mbak percaya اَللّهُ akan mengirim pria ♈ªϞƍ jauh lebih baik untukmu diantara miliaran manusia ♈ªϞƍ ada dimuka bumi ini.Saat ini ♈ªϞƍ kuasa memilihmu untuk diuji itu artinya اَللّهُ masih menyayangimu tetaplah S̤̈ά̲Bά̲я̲я̲ adikku jangan terlalu berlarut-larut dalam kesedihan apa pun ♈ªϞƍ terjadi tetaplah bersyukur kepada ♈ªϞƍ Esa," kucoba memberinya nasehat.
Ingin rasanya aku bertanya mengapa pertunangan bisa sampai dibatalkan tetapi sudahlah kusimpan ªåĴĴäª pertanyaanku.Aku tidak ingin melihat Sakura bersedih dg menanyakan macam-macam.Saat ini tugasku untuk menghibur dan menemani Sakura.
"Iffa,kamu tebus resep ini ya,biar Bunda ♈ªϞƍ menemani Sakura.Ayah akan menemui dokter Maulana sebentar," pesan Ayah.
"Baiklah,Ayah," kataku ♈ªϞƍ kemudian pamit ke apotik.
Aku keluar dari rumah sakit dg perasaan tak karuan,memikirkan Sakura dan disisi lain memikirkan Mas Bintangku.Kuhampiri tukang ojek ♈ªϞƍ sedang mangkal didepan rumah sakit untuk mengantarku ke apotik.
***
Hanya beberapa langkah setelah keluar dari apotik mataku tertuju kepada seorang pria berkaos hitam dan berhelm putih,pria itu menaiki motor Tiger.Ia Ĵμƍα Baru keluar dari apotik.
"Dekha...,Dekha...!" Teriakku namun suaraku tak didengarnya.
"Pak tolong ikuti motor itu," pintaku kepada tukang ojek ♈ªϞƍ baru ªåĴĴäª mengantarku.Kuikuti Dekha dari belakang motornya melaju sangat kencang menuju pertigaan Jerubong-Ngawi dan terus melaju kearah utara jurusan Pandan sari.
"Dekha!" Teriakku tetapi ia tetap ªåĴĴäª tidak mendengarku motor ♈ªϞƍ dikendarainya memasuki gang kecil dan berhenti didepan sebuah rumah bercat putih.saat ingin mengetuk pintu tiba-tiba kudengar suara.
PRAK....
"Kamu memang wanita brengsek,gara-gara kamu ortuku membatalkan pernikahanku dg Sakura.Gara-gara kamu pula aku diusir dari rumah jika kamu diam ªåĴĴäª tentu aku sudah menikahi wanita penyakitan tersebut jadi ketika gadis itu mati nanti aku akan mendapatkan harta Ibunya!"
Kata-kata Dekha membuat hatiku tertusuk,setega itukah ia hingga menyebut Sakura sebagai wanita penyakitan.Aku berusaha menahan amarahku namun tetap ªåĴĴäª air mataku terus mengalir membasahi pipi membayangkan nasib adikku ♈ªϞƍ dipermainkan Dekha.
Tiada gunanya aku marah,aku harus bersyukur sebab Sakura tidak jadi menikah dg Dekha ♈ªϞƍ ternyata mempunyai niat Buruk dan aku harus segera menolong wanita malang ♈ªϞƍ ada didalam rumah tersebut," ucapku dalam hati.
"Aku hamil anakmu tetapi kau malah hendak menikahi orang lain,aku rela meninggalkan orang tuaku,meninggalkan saudara-saudaraku dan meninggalkan bangku SMA demi kamu.Demi kamu,Mas.Aku sangat mencintaimu tapi kamu malah menelantarkanku Kέ♌āPå,Mas? Kέ♌āPå kamu tega...?" Suara wanita itu tertengar memelas.
"Dulu memang aku mencintaimu karena kau anak orang kaya tapi sekarang kamu miskin,orang tuamu tak ♏äƱ mengakuimu maka aku Ĵμƍα tidak akan ♏äƱ mengakui bayi itu,minum obat ini biar bayimu mati," paksa Dekha.
Aku ♈ªϞƍ masih didepan pintu dan belum sempat mengetuk serasa ikut merasakan kepedihan wanita ♈ªϞƍ ada didalam rumah tersebut,aku sempat tidak percaya jika ♈ªϞƍ kudengar adalah suara Dekha namun kenyataannya itu memang suara Dekha ♈ªϞƍ sudah tidak asing ditelingaku.Sungguh tidak pernah kusangka jika Dekha ♈ªϞƍ kukenal bisa setega itu pada seorang wanita ♈ªϞƍ lemah.
"Jangan...,jangan bunuh bayiku.Sakit Mas,sakit... Jangan pukul perutku," berontak sang wanita sambil merintih kesakitan.aku ♈ªϞƍ tidak kuat mendengar rintihan wanita tersebut kemudian memberanikan diri mengetuk pintu.
"السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sapaku.
"Fa... Dari mana kamu tahu aku tinggal ditempat ini?" Tanya Dekha ♈ªϞƍ terlihat sangat kaget saat membukakan pintu.
"Itu tidak penting,aku hanya ingin berbicara dg mu," kataku.
"Tapi,Fa...," potongnya.
"Tolong aku,Mbak," ucap seorang wanita ♈ªϞƍ masih berusia belasan,banyak sekali darah dikakinya kemudian wanita itu terkapar dilantai.
"Dekha,Kita harus menolongnya," kataku gugup.Aku teringat masa-masa saat Bunda Fatimah menghembuskan nafas terakhirnya kala itu Bunda Fatimah mengeluarkan banyak darah karena keguguran dan mungkin wanita ini Ĵμƍα mengalami hal ♈ªϞƍ §ª♏ª.Aku harus segera bertindak.
"Biarkan ªåĴĴäª ,benalu itu sebaiknya biar mati sekalian," jawab Dekha cuek dan keluar dari rumah.
"Dekha,berbicara dg mu §ª♏ª halnya berbicara dg seorang ♈ªϞƍ mempunyai keterbetasan mental!" Ucapku ♈ªϞƍ kesal pada Dekha.
"Pak tolong...!" Teriakku pada tukang ojek ♈ªϞƍ mengantarku dan masih menungguku dihalaman.Bersama Bapak tukang ojeg kubawa wanita lemah tersebut kepukesmas terdekat.
Dipukesmas terdekat Jambangan Paron wanita tadi dirawat,para pegawai pukesmas bertindak cekatan.Aku terus menunggui wanita malang ♈ªϞƍ belum ku tahu namanya itu didepan ruangan tempat ia dirawat,aku pun terus berdoa untuk keselamatan wanita tersebut.
Beberapa saat kemudian aku teringat Sakura Ia membutuhkan obat ini sebelum sore.Kutemui tukang ojeg ♈ªϞƍ masih menungguku diparkiran.
"Pak,ini ongkos ojeg dan ini uang tambahan.Saya hendak meminta tolong kepada Bapak untuk mengantarkan obat ini kerumah sakit umum dikamar VIP no 7 dg nama pasien Sakura Alfiano.
Tolong segera antarkan karena obat ini harus segera diminum sebelum jam 4 sore," pintaku kepada tukang ojeg.
"Baiklah,Neng akan Bapak antar sekarang Ĵμƍα ," ucapnya sambil bergegas pergi.
Belum jauh tukang menjalankan motornya bu bidan memanggilku.
"Mbak,apakah anda Kakak wanita tadi?" Tanya Bu bidan.
"Bukan,Bu saya temannya.lalu bagaimanakah keadaannya?" Tanyaku
"Sebenarnya,ia akan baik-baik ªåĴĴäª jika segera mendapat darah masalahnya saat saya menghubungi rumah sakit tadi pihak rumah sakit bilang jika stok darah golongan O telah habis.Jadi tolong cari kerabatnya agar ia bisa segera diselamatkan," katanya dg serius.
"Ambil darah saya saja,kebetulan golongan darah saya," kataku.
"Syukur اَلْحَمْدُلِلّهِ tetapi siapa ♈ªϞƍ akan menanggung biaya perawatan wanita itu?" Tanya asisten bidan ♈ªϞƍ berdiri disamping Bu bidan.
Aku berpikir sejenak dari mana kudapatkan uang untuk biaya pengobatan wanita malang tersebut,kupandangi gelang ♈ªϞƍ kupakai mungkin gelang ini dapat kujual.Aku Ĵμƍα masih mempunyai simpanan dibank jika itu belum cukup aku akan menjual Hp ini ♈ªϞƍ penting wanita malang tersebut dapat selamat sebab berkat wanita itu adikku tidak terjerumus ketangan Dekha.Kalau saja wanita itu diam dan memberitahukan kepada orang tua Dekha mengenai kehamilannya maka adikku akan tetap menikah dg Dekha.
"Mbak,Bagaimana?" Tanya asisten bidan membuyarkan lamunanku.
"Saya akan menanggung biaya perawatannya," jawabku mantap.
***
Usai menyumbang darah kepalaku terasa pusing sekali tapi aku tidak peduli dg sakit kepala ini toh nanti Ĵμƍα akan sembuh.Saat ini aku harus kembali ke rumah sakit untuk menemani Sakura sebab Bunda Laras harus segera pulang untuk istirahat.Aku sengaja tidak menceritakan tentang wanita ♈ªϞƍ disakiti Dekha.Aku tidak ingin menambah kesedihan SakuRa maupun Ayah dan Bunda.
"Sakura besok pagi sudah boleh pulang," Ayah memberi kabar baik kepadaku dan Sakura.
"اَلْحَمْدُلِلّهِ
Sahutku,kulihat ekspresi Sakura biasa saja tidak ada senyum ♈ªϞƍ terpancar dari bibir tipisnya.Sakura adikku ia tiada seceria dulu.
Sakura sayang apa ♈ªϞƍ harus kulakukan agar engkau kembali ceria? Agar engkau menemukan kebahagiaanmu?" Ucapku dalam hati.
Semalaman aku menemani Sakura,diwajahnya terlihat kepedihan teramat dalam ♈ªϞƍ sedang dirasakannya tetapi meskipun sedang murung kecantikan adikku tetap memancar.Hingga pagi ini tatkala Sakura telah dibawa pulang kesedihan masih daja tersirat diwajahnya.
***
Ngawi 27 Agustus 2006
Hari ini aku belum bisa kembali ke solo,aku masih harus menemani Sakura dan menemui wanita ♈ªϞƍ kubawa kepuskesmas kemarin.Usai menemani Sakura pulang kerumah aku segera pergi kepuskesmas tetapi sebelumnya aku mampir ketoko emas untuk menjual gelang dan mampir ke bank untuk mengambil uang.Semua uang ♈ªϞƍ kudapat hendak kugunakan untuk membayar biaya pengobatan wanita malang tersebut.
"SєLaмάt siang,Dik," sapaku pada wanita ♈ªϞƍ terbaring lemah tampaknya usia gadis itu 2 atau 3 tahun lebih muda dariku.
"Siang.Mbak ♈ªϞƍ menolongku kemarin,kan?" Tanyanya.
Aku tersenyum kecil dan memperkenalkan diri.
"Namaku Hanifa,nama adik siapa?"
"Moressa," jawabnya singkat kemudian ia menundukan kepala.
"Moressa nama ♈ªϞƍ indah tapi Kέ♌āPå kamu bersedih?" Tanggapku.
"Aku berutang nyawa padamu,Mbak.Aku tidak tau apa ♈ªϞƍ harus kulakukan untuk membalas kebaikan Mbak," ucapnya dg pelan.
"Jangan pikirkan hal itu ♈ªϞƍ terpenting saat ini adik segera sembuh dan dapat segera pulang," kataku sambil mengupas apel untuknya.
"Terima kasih,Mbak tapi aku bingung harus pulang kemana,"
"Apa maksudmu?" Tanyaku heran.
Ia terdiam,suasana jadi hening sejenak sebelum ia menjelaskan apa ♈ªϞƍ terjadi.
"Rumah ♈ªϞƍ ada di gang Wibisono itu bukan rumahku melaikan rumah ♈ªϞƍ dikontrak Mas Dekha untuk tempat tinggal kami.Kira-kira setahun ♈ªϞƍ lalu aku meninggalkan keluargaku dan bangku sekolah untuk tinggal bersama Mas Dekha.Ia berjanji akan menikahiku jika telah mendapatkan pekerjaan tetapi hatiku benar-benar tertusuk saat tahu Mas Dekha hendak menikah dg seorang gadis ♈ªϞƍ bernama Sakura sementara aku sedang hamil 3 bulan.Aku ♈ªϞƍ ketakutan kehilangan Mas Dekha memutuskan menemui keluarganya dan menceritakan apa ♈ªϞƍ sebenarnya terjadi.Aku berharap keluarga Mas Dekha akan merestui hubungan kami namun sayangnya Mas Dekha malah diusir dari rumah.Hal itu membuat Mas Dekha membenciku,ia memaksaku mengugurkan kandungan ini.Aku bingung,Mbak aku bingung apa ♈ªϞƍ harus kulakukan? Mas Dekha sudah tidak peduli dg ku.Aku malu jika harus kembali kerumah,ibuku sampai sakit karena memikirkanku," cerita Moressa sambil terisak.
"أَسْتَغفِرُاللهَ الْعَظيِمْ
Kembalilah kejalan اَللّهُ,mintalah ampun atas segala dosa,اَللّهُ maha pengampun kepada orang-orang ♈ªϞƍ ♏äƱ bertaubat,اَللّهُ maha penyayang kepada hamba-hamba Nya.Menurut Mbak lebih baik kamu kembali pulang kerumah dan meminta maaf kepada Ayah dan Ibumu.Kita tidak pernah tahu kapan ajal akan datang menjemput jadi sebelum ajal memisahkanmu dari orang-orang ♈ªϞƍ kau SayǍ♌Ǧ segeralah minta maaf.Bukalah lembaran baru dan selalu Istiqomah," nasehatku.
Ia hanya diam dan terus menangis.Aku kembali membuka pembicaraan,"Dik,besok sebelum aku berangkat ke Solo,insya اَللّهُ aku akan menemui adik terlebih dahulu.Kamu jangan sedih ♈ªϞƍ penting saat ini adalah bertaubat kepada اَللّهُ dan meminta maaf kepada orang tuamu.Kalau boleh tahu kamu tinggal dimana?" Tanyaku.
"Di Madiun kota," jawabnya singkat sambil menyeka air mata.
Setelah itu aku masih menemaninya untuk beberapa lama.Kuceritakan padanya bahwa aku adalah kakak Sakura wanita ♈ªϞƍ hampir dinikahi Dekha hanya demi harta.Kuucap terima kasih karena berkat tindakannya adikku terselamatkan dari niat jahat Dekha.Ia tersenyum dan mengangguk.
Ketika gilirannya bercerita terlihat bahwa sebenarnya Moressa menyimpan rindu ♈ªϞƍ dalam kepada keluarganya,ia berkata sangat menyesal telah meninggalkan keluarganya demi seorang laki-laki kemudian ia kembali menangis.Usahaku untuk menenangkannya tak mampu merendam matanya ♈ªϞƍ terus mengalir hingga ia tertidur karena kelelahan.
BERSAMBUNG...
SUJUD HATI DI UJUNG SUBUH BAG 2
Karya INDAH EL-HAFIDZ
MAS BINTANG,BINTANG HATIKU
21 April 1998
Kulihat 2 buah mobil mewah terparkir dihalaman depan.
"Sa,sepertinya itu bu
kan mobil Bunda Laras?" Ucapku sambil menunjukan salah satu mobil.
Belum sempat kuketuk pintu rumah tiba-tiba Mas Bintang ♈ªϞƍ masih memakai seragam sekolah memelukku sambil meneteskan air mata Ia berkata ," Kamu tetap adekku,Sampai kapanpun kamu tetap adekku,Aku akan terus menjagamu,aku akan terus bersamamu.Adekku Şaya♌Ǧ,adekku tercinta."
Semua orang menatap kami dg tatapan pilu,kulihat Ayah sempat meneteskan air mata sementara Bunda terus saja menundukan kepalanya.
"Aku sangat menyayangimu,Dek.Aku sudah janji §ª♏ª Bunda Fatimah bahwa Άkυ akan menjagamu sampai detak jantung ku berhenti.Kamu laksana Bulan ♈ªϞƍ menyinari gelapku,kamu laksana matahari dikala musim dingin tiba,kamu laksana awan cerah dikala musim dingin menjelang,kamu bidadari hidupku.Aku sayǍ♌Ǧ kamu,Dek," ucap Mas Bintang sambil terus memelukku.
"Aku Ĵμƍα sangat menyayangimu,Mas.Kita akan selalu bersama kan,Mas?"
"Sudahlah putraku,ayo ikut Abi dan Ummi.Hari ini Ĵμƍα kita harus berangkat ke Malaysia sebab saudara-saudaramu sudah menunggumu," potong wanita setengah baya ♈ªϞƍ berwajah elite sambil menahan air matanya.
"Tidak,Nyonya.Anda salah,Mas Bintang adalah putra kandung Ayah dan Bunda Fatimah.Jangan Bawa Masku pergi,Ia masku orang ♈ªϞƍ sangat berharga bagiku dan Ayah.Sampai kapanpun aku akan tetap bersama Masku," kataku sambil memandang wanita tersebut.
"Tenanglah Nak,mari Ayah jelaskan," kata Ayah mencoba menenangkan.
Mendengar Ayah ♈ªϞƍ seolah berpihak pada mereka aku semakin takut.
"Tuan dan Nyonya ♈ªϞƍ terhormat kumohon jangan bawa Masku pergi,tuan dan Nyonya ♈ªϞƍ berhati baik kumohon jangan pisahkan aku dg Masku,Aku membutuhkan Mas Bintang disampingku," kataku sambil berlutut didepan pria dan wanita ♈ªϞƍ hendak membawa Masku pergi.
"Maafkan Ummi,Nak.Ummi tetap harus membawa Masmu pergi," kata wanita tadi sambil mengelus-elus jilbabku.
"Pak Syadzly,Maaf karena kami sekeluarga selama ini telah menitipkan Hanafi padamu,kami harus segera terbang ke Malaysia.Masalah kepindahan sekolah Hanafi sudah saya serahkan kepada anak buah saya.Pak,terima kasih banyak telah bersedia mengasuh Hanafi hingga kini.Kebaikanmu tidak akan pernah kami lupakan hingga kapan pun," ucap pria berjas tersebut sambil bersalaman dg AYah.Kulihat Ayah hanya menganggukan kepala sambil menahan rasa sedih ♈ªϞƍ terpancar dari sorot matanya.
"Ayo kita pergi,Nak," ajak wanita berpenampilan elite tersebut sambil mengusap air matanya.
"Tidak,aku tidak ♏aƱ meninggalkan Ayah dan Adekku,aku sangat menyayangi mereka,Ibuku adalah Bunda Fatimah.Ayahku adalah Ayah Syadzily dan saudaraku adalah Hanifa asy-Syadzily," jawab Mas Bintang sambil mengandeng tanganku.
Tetapi dua orang pria ♈ªϞƍ tidak kukenal memisahkan genggaman tangan kami dan memaksa Masku masuk kedalam mobil.Ternyata mereka berdua adalah pengawal ♈ªϞƍ dibawa pria dan wanita ♈ªϞƍ ♏aƱ membawa Masku pergi.Masku berusaha melawan namun sia-sia saja sebab para pengawal itu berbadan kekar dan kuat.
"Jangan Bawa masku pergi...! Kumohon... Aku sayang Mas Bintang!" Teriaku berulang kali.
Namun para pengawal itu tidak memedulikan teriakanku dan malah membawa Masku pergi dari hadapanku.Sementara itu Ayah memegangi tubuhku dg kuat agar aku tidak mengikuti Mas Bintang tersayang.
"Adek...! Adek...! Ayah...! Ayah...!!!" Teriak Mas Bintang ♈ªϞƍ ada didalam mobil.Tangiskupun pecah,hatiku hancur berkeping-keping tatkala melihat mobil mewah tersebut membawa Masku pergi.Ayah menuntunku menuju rumah,Bunda menemani Sakura ♈ªϞƍ baru saja jatuh pingsan melihat Mas Bintang dibawa pergi.
"Kέ♌āPå mereka membawa Masku,Yah? Kέ♌āPå mereka memisahkanku dg Mas Bintang,Yah?" Tanyaku sambil sesenggukan.Ayah hanya mengelus kepalaku,wajahnya menampakkan kesedihan ♈ªϞƍ mendalam.
"Kέ♌aPå Ayah hanya diam saja ? Jawab,Yah.jawab...!" Aku mendesak Ayah sambil menangis tersendu-sendu.
"Yang membawa Masmu tadi adalah Pak Yoso sahabat lama Ayah sewaktu kuliah diSolo.Sebulan setelah Ayah dan Bunda Fatimah menikah,Pak Yoso datang kepada Ayah sambil mengajak ke 4 anaknya.Ke 2 putrinya berusia 4 dan 6 tahun sementara putra ♈ªϞƍ kembar berusia 10 bulan.Pak Yoso sengaja menitipkan salah satu putranya kepada Ayah sebab saat itu ia dalam keadaan sulit.Pak Yoso harus segera pergi ke Malaysia bersama keluarganya,Ia diterima sebagai dosen disebuah perguruan tinggi disana tetapi Ia tidak mungkin membawa kedua bayinya karena salah satunya sakit-sakitan,belum ƪάƍϊ istrinya sedang hamil muda.Ayah dan Bunda Fatimah tentu sangat senang menyambut kehadiran Hanafi.Satu tahun kemudian lahirlah kamu,Sayang."
Ayah berhenti mengelus kepalaku,setelah menarik nafas panjang Ayah kembali melanjutkan ceritanya." Sesuai dg perjanjian jika sudah sukses Pak Yoso hendak mengambil putranya kembali.Saat ini Pak Yoso sudah memiliki perusahaan di Malaysia.Beliau ingin menyekolahkan Masmu ke Mesir."
"Tidak mungkin,Yah.Aku tidak ♏aƱ kehilangan Masku.Mas Bintang tetap Masku,aku benci dg orang ♈ªϞƍ telah membawa Masku pergi," ucapku sambil terisak dipelukan Ayah.Cerita Ayah sebenarnya masuk akal tetapi tidak mampu mengubah kesedihan ♈ªϞƍ kurasakan karena kehilangan Masku.
***
22 April 1998
Malam ini aku tidak mengerti apa ♈ªϞƍ terjadi dg ku,pikiranku buntu hanya Mas Bintang ♈ªϞƍ ada diotakku.Bumi dan langit kurasakan sempit,hatiku tiada menjumpai cahaya.Kutangisi kepergian Mas Bintang.Berbagai pertanyaan muncul dihatiku.Apa ♈ªϞƍ Masku lakukan saat ini? Masihkan ia mengingatku?
Andaikan waktu dapat kuputar kembali cukup satu ♈ªϞƍ kupinta yaitu kebersamaan bersama Mas Bintang hingga ajal memisahakan namun aku hanyalah manusia biasa ♈ªϞƍ hanya dapat meminta, اَللّهُ ♈ªϞƍ menentukan.
Aku tertahan dg ingatan tentang Mas Bintang.Matahari ♈ªϞƍ terbit dan terbenam,angin ♈ªϞƍ berhembus kencang mengingatkanku kepada seorang ♈ªϞƍ kusayang,Mas Bintang.
Ingatanku kembali kemasa lalu,saat aku masih bersama Masku.Kulalui musim penghujan dg bermain air dan membuat kapal-kapalan dari kulit jeruk.Kulalui musim kemarau dg bermain layang-layang disawah dan membantu nenek mencari rumput untuk kambing-kambing ♈ªϞƍ dipeliharanya.Jika saat liburan tiba aku dan Masku akan merayakan liburan bersama bukan dg jalan-jalan ketempat wisata melainkan berpetualang disungai dekat rumah nenek untuk memancing Ikan atau disawah untuk mencari belut.Meskipun saat itu ekonomi keluarga kami rasakan diatas jauh pas-pasan.Ayah selalu mengajarkan kami untuk hidup sederhana dan selalu bersyukur.
Jika musim panen tiba kami berdua tidak enggan terjun kesawah untuk membantu nenek memanen padi.
Tetapi itu dulu saat usiaku belum genap 10 tahun.Sebelum nenek menghadap Sang Khaliq,sebelum Masku dibawa pergi oleh orang-orang ♈ªϞƍ tak kukenal.
Aku dan Masku tinggal disebuah kota kecil yaitu kota Ngawi ♈ªϞƍ penuh sensasi.Hidupku dan Mas Bintang Ĵμƍα penuh sensasi dan warna.Jika Bersamanya hilanglah sudah kesedihan ♈ªϞƍ kurasakan.Dikota Ngawi tercinta,kuukir kenangan indah bersama Mas Bintang.
Untukmu Mas Bintang...
Aku rindu akan kasih sayǍ♌Ǧ tulus darimu.
Aku indu saat-saat kebersamaan kita.
Aku membutuhkan dirimu disisiku.
Untukmu Mas Bintang
Engkaulah Bintang hatiku
Engkaulah pelipur laraku
Air mata kasih Şaya♌Ǧ berlinang karenamu
Karena kamu Mas Bintang ku
Karena aku merindukanmu.
Mas Bintangku saya♌Ǧ
Engkaulah penghias hidupku
Tanpamu hidupku hampa
Karenamu hidupku berwarna
Kehadiranmu disisiku tak dapat terganti
Namamu telah terukir indah dijiwaku
Jiwamu telah terpatri dalam nadiku
***
10 Mei 1998
Hidupku tiada seindah dulu sejak aku ditinggal Mas Bintang tercinta,Hari ini ulang tahunku ♈ªϞƍ ke 13 ucapan ♈ªϞƍ datang hanya dari Ayah,Bunda,Sakura dan temen-temen tiada ucapan SєLάмάτ ulang tahun dari Masku.
"Hanifa,hari ini kan ulang tahunmu traktir kita ke kafe Bundamu,dong.Biar kayak orang-orang di TV ♈ªϞƍ merayakan ulang tahun di kafe," ajak Kei.
"Insya اَللّهُ,nanti malam aku bilang ke Bunda Laras dulu," jawabku.
"Terus,kapan? Emang nggak sekarang?" Tanya Tata.
"Fa,sekarang dong... Sambil ajak kami jalan-jalan kepuncak," desak Kei seraya merengek seperti anak kecil.
"Aduh....Kawan saat ini Bundaku sedang ke Malang bersama Ayah mereka berkunjung kerumah saudara ♈ªϞƍ sedang melahirkan.Minggu depan saja ,ya," jelasku pada Kedua sahabatku.
"Payah,sob.Itu sih masih lama,tau," celoteh Tata dg kecewa.
"Eh,ƪάƍϊ ada tamu,nih," sapa Sakura ♈ªϞƍ baru selesai Mandi.
"Iya,Sa.Sakura gabung saja sini," tawar Tata.
"Ngomong-ngomong sepeda motor Kak Kei kemarin hilang,Ya? Aku dengar dari Ayah tadi.Aku turut berduka cita,Kak," ucap Sakura.
"Ah,aku malah bersyukur kok," tanggap Kei.
"Maksudmu?" Tanyaku tak mengerti.
"Ya,iyalah sepeda motorku hilang waktu tak parkir didepan swalayan coba kalau nggak sedang tak parkir pastinya Άku Ĵμƍα ikut hilang,dong," jawab Kei seenakmya.
"Hahaha... Kak Kei ada-ada saja tapi benar segala sesuatu memang harus disyukuri.Ooo˚˚˚°Hнн,,,,ya,Kak kalian dari tadi kedengarannya seru ߪªngέ† ƪάƍϊ ngomongin apa nih?" Tanya Sakura.
"Kami minta Kakakmu mentraktir kami kekafe ♈ªϞƍ ada dipuncak tapi ia nggak ♏aƱ karena belum dapat izin dari Bunda," cerita Kei.
"Kak Iffa tenang saja ,Bunda tidak bakal marah kok.Kalian semua tidak usah sedih,ya hari ini Ĵμƍα kalian akan berangkat kepuncak," jelas Sakura memberi semangat kepada teman-temanku.
"Sakura,kamu bicara apa? Mobil Bunda kan nggak ada.ƪaƍϊ pula Bunda Ĵμƍα melarangmu keluar.Kamu baru saja sembuh,Dik," bantahku.
"Aku tidak ikut kok,aku akan dirumah saja sama mbok Tariyem dan Pak Agung.Aku sudah sms anak buah Bunda ♈ªϞƍ ada dipuncak Ia akan segera kesini untuk menjemput Kakak dan teman-teman."
"Tapi aku tidak mungkin meninggalkanmu sendiri,dik.Aku akan tetap menjagamu," bantahku kembali.
"Kak,hari ini adalah ulang tahun Kakak jika Kakak bahagia maka aku Ĵμƍα bahagia.Kumohon Kakak temani Mbak Tata dan Mbak Kei,ya.Kakak Ĵμƍα saya♌Ǧ §ª♏ª teman-teman Kakak.Ka Iffa bisa pulang sebelum Magrib ƪάƍϊ pula habis Isya kita Ĵμƍα ada pengajian dirumah Kyai Ghozi," ucap Sasa setengah memaksa.
Akhirnya aku mengalah dan mengantar kedua sahabat baikku kekafe,Tata dan Kei adalah sahabat dekatku.Aku kenal mereka saat kami bersama-sama mengaji ditempat Kyai Ghozi.Tata memang dasar jenius sudah khatam Al-Quran 2 kali sementara aku dan kevina Baru khatam 1 kali.
***
02 Juni 1998
Seorang wanita seusia Bunda ♈ªϞƍ berkulit putih bertamu kerumah,ia ditemani anak laki-laki seusia Mas Bintang.
"Silahkan duduk," kupersilahkan Mereka.Bunda langsung memeluk anak laki-laki tersebut sambil menangis.
" SayǍ♌Ǧ... Bunda rindu kepadamu," kata-kata itulah ♈ªϞƍ diucapkan Bunda.
"Hei,don't cry," jawab anak laki-laki itu dg tidak sopan.
"Mbak,saya datang kesini untuk mengantarkan Rafli,semoga Mbak dapat mendidik Rafli menjadi anak ♈ªϞƍ shalih dan berbakti kepada orang tua.Saya dan Mas Alfiano minta Maaf kepada Mbak jika selama ini tidak bisa mendidik Rafli dg baik," jelas wanita tersebut dg sangat santun.
"Terima kasih,Mbak telah bersedia menjaga Rafli selama ini lalu bagaimana dg Sakura?" Tanya Bunda dg gelisah.
"Not Sakura again,please... I'm getting bored," sela Kak Rafli.
"Mbak tenang saja Mas Alfiano tidak akan membawa Sakura.Kami tahu keadaan Sakura saat ini,Sakura sangat membutuhkan Mbak.Jika Mas Alfiano ada cuti beliau akan kesini untuk mengajak Sakura jalan-jalan," kata-kata ♈ªϞƍ diucapkan wanita tersebut membuat Bunda dapat bernafas lega.
Tidak berapa lama kemudian wanita tersebut pamitan kepada Bunda,wanita tersebut merupakan istri mantan suami Bunda.
"Mom,please don't leave me," teriak cowo berhidung mancung tersebut.
"O°˚˚˚°H,,,,Com on,don't be sad,You can still visit us in Germany on your holiday," kata wanita tersebut dg Bijak.
"I hate Bunda.Ilove you mom.I don't like to be here," teriak Kak Rafli ke arah wanita ♈ªϞƍ baru saja mengantarnya.
"You must study religion,don't be lazy.I'll see you soon.Bye...," kata wanita tersebut sambil bergegas meninggalkan Kak Rafli dan menaiki mobilnya.Aku hanya dapat menjadi penonton drama perpisahan antara Ibu dan anak tersebut.
"Kak,aku rindu padamu," kata Sakura sambil memeluk Kak Rafli.
"Hei,don't kiss me,I hate you!" Kak Rafli mendorong Sakura hingga terjatuh.
Άkυ kesal melihat sikap Kak Rafli,Ia tidak punya sopan santun kepada Bunda kandungnya sendiri dan Ia Ĵμƍα tidak mempunyai perasaan kasih sayang kepada Sakura,adiknya.Aku membantu Sakura ♈ªϞƍ terjatuh.
"Sakura jangan menangis,Nak.mungkin Kakakmu masih belum bisa melupakan masa lalu itu," nasehat Bunda sambil mencium kening Sakura ♈ªϞƍ sedang menangis.
"Iffa,antarkan Kakakmu kekamarnya," suruh Ayah.
Aku mengantar Kak Rafli menuju kamarnya sementara itu diotakku masih terdapat berjuta tanya mengapa Kak Rafli bersikap dingin kepada Bunda Laras dan Sakura.
"Ini kamar Kak Rafli.Tau nggak,Kak? Sejak kemaren Sakura membersihkan dan merapikan kamar ini untuk Kakak.Sakura seneng ߪªngέ† Kak Rafli ♏aƱ datang.Besok Pagi aku dan Sakura berencana mengajak Kak Rafli jalan-jalan ke alun-alun Ngawi.Ntar,kita beli bubur kacang hijau,Kak," ceritaku.
"Stupid girls! I am not interested in your story,Now just go!!!" Bentaknya.
Dengan perasaan sedikit kesal aku meninggalkan Kak Rafli dan menuju kamar Sakura ♈ªϞƍ ada disamping kamarku.
"السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Dik," kuucapkan salam sambil berdiri didepan pintu kamarnya.
"وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَات
,Kak."
"Kak Iffa boleh Masuk, Saya♌Ǧ?" Tanyaku masih berdiri didepan pintu,ia pun menganggukkan kepalanya sambil mengusap air mata.
"Ka Iffa...," ucapnya sambil merangkulku,"Kak Rafli benar-benar benci padaku," keluhnya.
"KaK Iffa sudah pernah bilang §ª♏ª kamu,seorang Kakak tidak mungkin membenci adiknya.Apalagi ia adalah kakak kandungmu.Kamu S̤̈ά̲Bά̲я̲я̲ ya, ŞayǍ♌Ǧ...," ucapku untuk menenangkannya.
"Dulu Kak Rafli memang ŞayǍ♌Ǧ padaku namun ketika Papa dan Bunda berpisah,pengadilan memutuskan aku bersama Papa dan Kak Rafli bersama Bunda lalu Bunda naik banding dan meminta agar aku Ĵμƍα diasuh Buda sebab sejak kecil aku mempunyai tumor otak.Papa mengizinkan tetapi dg syarat Kak Rafli bersama Papa akhirnya dg berat hati Bunda membiarkan Kak Rafli dibawa Papa.Mulai saat itu Kak Rafli berpikir jika Bunda hanya ŞayǍ♌Ǧ padaku.Bunda dan Papa memang sengaja menyembunyikan masalah penyakitku.Aku pun baru diberi tahu sekitar 3 bulan ♈ªϞƍ lalu," cerita Sakura sambil terisak.
Seketika itu air mataku pecah,dadaku terasa sesak sungguh tiada kusangka jika selama ini Sakura menderita tumor otak.
" ŞyǍ♌Ǧ,Kamu akan sembuh Kak Iffa akan menjagamu," kataku terbata-bata menahan tangis.
Keesokan paginya seusai shalat subuh dimasjid dekat rumah aku,Sakura,Kevina, dan Tata jalan-jalan ke alun2.Sebenarnya Kami berencana mengajak Kak Rafli namun Ia menolaknya.
"I don't want to be with you,and once again leave me alone!" Itulah jawaban ♈ªϞƍ kudapat dari Kak Rafli.Hati ini sebenarnya kesal Ĵμƍα tetapi apa boleh buat jika memang ia tidak ingin berteman dg ku.
Dengan langkah penuh semangat aku,Sakura,Kevina dan Tata tetap pergi ke alun-alun Ngawi untuk jalan-jalan PάGɪ̇ kami Ĵμƍα membawa peralatan badminton sebab bermain badminton adalah salah satu hobiku dan teman-teman.Sebelum bermain badminton terlebih dulu kami lari-lari kecil mengelilingi alun-alun untuk pemanasan.
"Eh,Fa nanti pulang dari sini kita langsung kesawah cari belut,yuk," ajak Tata ♈ªϞƍ sangat menyukai belut goreng.
"Sip,ϑέëђђ ," jawabku dg semangat.
"Nggak,ah mending kita mancing ikan saja ." Kata Kei sambil terus berlari kecil.Kei memang hobi memancing §ª♏ª seperti Mas Bintang.
Kami asyik mengobrol sambil berlari-lari kecil sementara itu kuperhatikan Sakura memegang kepalanya dg wajah ♈ªϞƍ sangat pucat.belum sempat kubertanya padanya Ia telah mengeluh sedang sakit kepala.
"Kak,aku pusing," keluh Sakura sambil memegang kepalanya,kami berhenti dibawah pohon beringin.Aku panik mendapati Sakura ♈ªϞƍ lemah,Ia merintih kesakitan.
"Sakura istirahat dulu,ya... "
"Kei,tolong beliin bubur buat Sakura,tadi adikku belum sarapan." Pintaku pada Kei sambil menuntun Sakura duduk.
"oke," jawabnya.Kei dan Tata bergegas pergi.
Kusuapi adikku dg bubur hangat namun keadaan Sakura tidak Ĵμƍα membaik.Ia tetap mengeluh sakit kepala.Akhirnya PάGɪ̇ itu kami tidak jadi melanjutkan jalan-jalan pagi.Kami justru pergi kerumah sakit Widodo Ngawi ♈ªϞƍ letaknya dekat alun-alun.
Setelah peristiwa itu,Sakura dirawat dirumah sakit selama 2 hari.Aku benar-benar merasa sangat bersalah,untung Ayah dan Bunda tidak memarahiku.
Setelah 2 hari,perlahan-lahan keadaan Sakura membaik.
"Sakura Şaya♌Ǧ,Kak Iffa janji akan melakukan apapun demi kebahagianmu," bisikku pada Sakura ♈ªϞƍ masih tergeletak. Lemah.
***
04 Juni 1998
Sore itu saat Άk̅υ berjalan menuju masjid,Kei berlari menemuiku sambil menangis.
"Ta...ta...,Tata per...gi...," katanya terbata-bata.
"Apa ♈ªϞƍ terjadi?" Tanyaku.
"Sejak kepergian Ayahnya,Tata dan ketiga adiknya terancam putus sekolah.Akhir-akhir ini Ibunya Ĵμƍα sakit mungkin karena terlalu banyak beban ♈ªϞƍ harus beliau tanggung oleh sebab itu Tata memilih berhenti sekolah dan pergi ke Yogyakarta untuk bekerja ." Setelah mendengar penjelasan Kei,aku tak kuasa menahan air mata.
"Gadis secantik dan sepandai Tata harus meninggalkan bangku sekolah demi menghidupi keluarga?! Mengapa Tata harus menanggung beban berat seperti itu,Kei?" Kataku pada Kei.
"Άkυ Ĵμƍα tidak tahu jika hidupnya begitu berat.Kamu tahu sendiri kan,ia selalu tampil ceria dihadapan kita.Ia tidak pernah menceritakan beban hidupnya," sahut Kei sambil berusaha mengusap air mata.
"Andaikan aku tahu aku akan meminta tolong pada Bunda agar memberi pekerjaan pada Tata dibutik atau dikafe Bunda sehingga Tata tidak perlu putus sekolah," kataku dg sedih.
"Iya,sayang sekali dan saat ini keluarganya Ĵμƍα tidak tahu dimana alamat Tata bekerja ♈ªϞƍ Ibunya tahu hanya Tata pergi ke Yogyakarta," ucap Kevina dg penuh penyesalan.Aku dan Kevina sungguh tidak menyangka jika kemaren adalah hari terakhir kami bersama Tata.
Usai mengaji,aku masih saja memikirkan bagaimana keadaan sahabatku disana.Apakah ia baik-baik saja ? Apakah ia mendapatkan pekerjaan? Apa pun ♈ªϞƍ ia lakukan saat ini,semoga ia sudah shalat ashar,ucapku dalam hati.
***
Bruuk...!!
Aku dan Kak Rafli bertabrakan saat aku hendak masuk rumah dan ia hendak keluar rumah.
"Watch your eye!" Ucapnya sambil berdiri.
"Maaf,Kak," jawabku.
"Stupid girl," katanya sambil meninggalkanku.
Baru berjalan 2 langkah tiba-tiba ia menginjak kulit pisang dan terpeleset diteras.Aku tidak kuat menahan tawa dan spontan aku berkata," Hei...,watch your eye."
Ucapanku itu membuatnya kesal dan pergi tanpa berkata apa-apa.Aku masih berdiri didepan pintu sambil cengengesan,Sampai. Dipagar depan rumah Kak Rafli membalikan badannya dan menghampiriku.
"Stupid girl,you must help me.I am getting bored here.I want to go back to Germany,but i don't have enough money.You must lend me some.When i get there,i will transfer it back to your account,Okay?" Katanya sambil berbisik ditelingaku.
"Aku gak ngerti kamu bicara apa,ngomong nih §ª♏ª tanganku," jawabku sambil mengangkat tangan.
"Stupid,I pinjam uang you," katanya dengan wajah kesal.
"Hahaha...,butuh uang ya,ternyata Kak Rafli ♈ªϞƍ cakep ƪάƍϊ nggak punya duwit," ejekku.
"Ih...," kata Kak Rafli kesal sambil menjitak kepalaku," I pinjam money because i will go to jeeman.I hate Bunda."
"Kέ♌āPå sih,Kak Rafli benci Bunda? Kak,jika Bunda pernah ada salah tolong maafkanlah beliau.Seorang Ibu pasti meyayangi anaknya jika dulu Bunda lebih memilih Sakura daripada Kak Rafli tentu Bunda mempunyai alasan ♈ªϞƍ tidak Kakak ketahui.Bunda itu tidak pernah pilih kasih antara Kakak dan Sakura jangan hanya melihat kesalahan Bunda tetapi lihat Ĵμƍα betapa baiknya Bunda.Begitu banyak jasa Bunda untuk Kakak,apakah Kakak sudah membalasnya?"
Karena Kak Rafli termangu saja ,aku pun melanjutkan ucapanku. "Kak,hidup itu hanya sebentar selagi masih ada nyawa berbuat baiklah kepada Bunda.Mungkin memberi maaf kepada orang ♈ªϞƍ pernah melukai hati kita memang berat tetapi hanya dg memberi maaf kita dapat mengobati hatu ♈ªϞƍ telah luka.Ingat Kak,nilai seorang pria bukan terletak pada badan ♈ªϞƍ tegap tetapi pada kebesaran jiwa dan tanggung jawabnya.Renungkanlah Kak,Bunda melahirkanmu dengan nyawa sebagai taruhan utama." Mendengar penjelasanku,Kak Rafli hanya diam dan pergi meninggalkanku.
***
23 Agustus 1998
Belum genap 3 bulan Kak Rafli tinggal di Ngawi tanpa menunggu tahun ajaran baru Bunda Laras memutuskan menyekolahkan Kak Rafli di Mesir.Bunda berharap Kak Rafli dapat pintar mengaji dan memperdalam ilmu agama.
Walaupun kadang aku kesal karena sikapnya ♈ªϞƍ seenaknya tapi sebenarnya ia sangat baik.Seperti ♈ªϞƍ pernah ia lakukan 2 hari ♈ªϞƍ lalu.
Waktu itu aku akan mengirim makanan ke masjid dekat rumah untuk acara pengajian karena makanan ♈ªϞƍ harus dibawa cukup banyak Ayah menyuruh Kak Rafli menemaniku walaupun berat Kak Rafli tetap mengantarku sebab Ia begitu menghormati Ayah.Aku dan Kak Rafli boncengan diatas sepeda mini Saya♌Ǧ sekali sampai sitengah jalan tiba-tiba sepeda kempes dan hujan gerimis akhirnya kami berteduh di bawah pohon beringin.
"Kak Rafli disini saja dulu,biar aku berjalan menuju masjid,sudah dekat kok.Nanti aku akan meminta bantuan pada muridnya Kyai Ghozi untuk menjemput Kakak," kataku pada Kak Rafli.
"Up to you," jawabnya cuek.
Aku bergegas membuka payung ♈ªϞƍ telah kusiapkan dari rumah.Cuaca saat itu terasa dingin sekali apalagi aku tidak membawa jaket.Aku menggigil kedinginan.
"Hei,wait," teriak Kak Rafli ♈ªϞƍ kemudian menghampiriku."Let's go together." Kak Rafli kemudian memakaikan jaketnya ditubuhku.
"Tapi Kak,nanti Kakak kedinginan."
"Nevermind," jawabnya sambil tersenyum,hari itu pertama kali kulihat Kak Rafli tersenyum untukku.Aku tak dapat melupakan senyumnya ♈ªϞƍ mempesona.
BERSAMBUNG....
SUJUD HATI DI UJUNG SUBUH
Karya INDAH EL-HAFIDZ
SEBUAH MEMORY
Ayah,sebuah nama ♈ªϞƍ tidak dapat terpisah dari memory otakku.Ayah,seseorang ♈ªϞƍ dapat membuatku merasa aman,nyaman dan tenteram jika berada disampingnya.Pahlawanku adalah Ayahku,masih melekat dimemory otakku
kala kecil dulu Ayah sering mengajakku dan Mas Bintang jalan-jalan PάGɪ̇.Setiap kali Bunda memarahiku Ayah akan datang sebagai pahlawan.
"Tenanglah Nak,Ayah akan selalu menjagamu." Itulah kata-kata ♈ªϞƍ sering diucapkan Ayah.
Jika Άk̅u dan Masku membuat kenakalan maka sikap ♈ªϞƍ Ayah tunjukan bukanlah kemarahan melainkan senyuman dan berkata " Ayah bangga pada kalian namun Ayah lebih bangga ƪά̲̣ƍϊ jika kalian tidak berbuat nakal." Jika Ayah telah berkata seperti itu kami akan tertunduk malu didepan Ayah.
Bunda,beliau berbeda dg Ayah ♈ªϞƍ selalu memanjakanku dan Mas Bintang.Jika aku dan Masku berbuat nakal maka Bunda akan menghukum kami tapi aku tahu hukuman Bunda adalah tanda sayang untukku dan Masku.Hukuman Dari Bunda bukanlah hukuman fisik ♈ªϞƍ berupa cubitan atau pukulan melainkan dg mewajibkan menghafal surat-surat di juz amma dalam waktu 1-2 hari.Jika dalam waktu ♈ªϞƍ sudah ditentukan kami belum Ĵμƍα hafal maka Bunda akan menambah hukuman yaitu menulis surat Yaasiin hingga selesai sebanyak 3 kali tergantung tingkat kenakalan ♈ªϞƍ kami buat namun semua hukuman ♈ªϞƍ Bunda berikan malah membawa manfaat besar untukku sebab Άkυ bisa hafal juz amma dan surat Yaasiin dg baik.Terima kasih,Bundaku tersayang.
****
Suatu Hari aku dan Masku membuat kenakalan ♈ªϞƍ benar-benar keterlaluan.akυ tidak ingat peristiwa itu terjadi pada tanggal berapa,tapi ♈ªϞƍ jelas sekitar tahun 1993.Kenakalan ♈ªϞƍ kami perbuat pada saat itu bukan sekadar bolos mengaji atau menyembunyikan sandal Pak Kyai.Aku dan Masku telah membuat geger orang-orang satu dusun.
Saat itu bulan Ramadhan,dibulan ♈ªϞƍ suci itu aku dan Masku sengaja pergi kemasjid sekitar jam 03.20 dini hari tujuannya bukan untuk bertadarus atau shalat malam melainkan untuk membuat semua orang panik.Kupukul beduk masjid sekuat tenaga lalu masku membunyikan spiker dan segera adzan subuh,tentu ªåĴĴäª orang-orang ♈ªϞƍ awalnya masih sahur langsung menghentikan makan sahur dan berbondong-bondong kemasjid untuk shalat subuh.Pak Kyai langsung mematikan spiker dan menggelengkan kepala tanpa berucap sepatah kata pun.
Kemudian Beliau mengambil sikap bijaksana dg mengisi ceramah sambil menunggu waktu adzan subuh.Bukan itu ªåĴĴäª ♈ªϞƍ kami lakukan.Saat warga sedang asyik mendengarkan ceramah aku dan Masku sengaja menukar sendal jamaah wanita dg sandal jamaah pria.
Uwiiih...,seru banget ϑέëђђ .Selesai shalat semua jamaah bingung mencari sandal masing-masing.Bolak-balik,kesana-kesini,mondar-mandir.Ada ♈ªϞƍ berkata "Sendalku kemana sih.." Ada pula ♈ªϞƍ berkata " Siapa ♈ªϞƍ tahu sandalku,warnanya hijau,"
"Sandalku Ĵμƍα warna hijau," " Sandalku warna merah," sahut ♈ªϞƍ lainnya.Disaat seperti itu ada pula ♈ªϞƍ sempat bercanda dg berkata " Barangsiapa ♈ªϞƍ menemukan sandalku,jika perempuan jadi istriku ♈ªϞƍ keseratus lima dan jika laki-laki jadi pembantuku"
Bahkan saking bingungnya ada ♈ªϞƍ memakai sandal ♈ªϞƍ kanan merah dan ♈ªϞƍ kiri biru.Yessa tetangga kami ♈ªϞƍ masih kecil samapai menangis karena tidak menemukan sandalnya.Sementara itu aku dan Masku tertawa cengengesan dari balik pagar.
Tak kusangka usai melaksanakan shalat subuh kami berdua dipanggil kerumah Pak RW.Betapa kagetnya saat kulihat Pak RT,Pak Rw dan beberapa warga menatapku dg tatapan ♈ªϞƍ menakutkan.Aku terus menundukan kepala dan berjalan dibelakang Masku.
"Tenanglah,adekku Ş̲ayǍ♌Ǧ ," bisik Masku.Kulirik Ayah ♈ªϞƍ sedang duduk disamping Kyai Ghozi.Tatapan Kyai Ghozi ♈ªϞƍ ramah membuatku lebih tenang.PάGɪ̇ itu aku dan Masku diadili habis-habisan.
"Jangan marahi adekku,adekku tidak salah," ucap Masku sambil mendekap erat tubuhku setiap kali Pak Rt dan Pak Rw memarahiku.
Setelah suasa agak tenang,Kyai Ghozi beranjak dari tempat duduknya lalu mendatangiku dan Masku.Beliau mengelus keningku dan Masku secara bergantian seraya berkata "Kalian adalah anak ♈ªϞƍ baik,kelak kebahagian akan menyertai kalian.Sekarang pulanglah dan jangan ulangi ƪά̲̣ƍϊ." Ucap Kyai Ghozi membuat semua orang ♈ªϞƍ mendengarnya tercengang.
***
"Ayah,adek tidak bersalah.Marahilah aku," ucap Masku sepanjang perjalanan pulang.
"Ayah ŞayǍ♌Ǧ §ª♏ª kalian,Ayah percaya kalian adalah anak-anak ♈ªϞƍ baik," kata Ayah bijaksana.Kami berdua terdiam mendengarkan perkataan Ayah.
"Sudahlah,jangan bersedih tapi jangan diulangi ƪά̲̣ƍϊ,yam" nasehat Ayah.
Aku dan Mas bintang menganggukkan kepala bersama-sama.Disepanjang perjalanan pulang Ayah mengendongku dipunggungnya sementara Masku berjalan disamping kiri Ayah.
Sesampai dipagar rumah kulihat Bunda didepan pintu telah memasang wajah garang seolah hendak memakanku dan Mas bintang.Kutatap wajah Masku ♈ªϞƍ menjadi pucat pasi,badannya gemetar.
"Pasti aku dan Mas bintang akan kena omelan dan hukuman berat" pikirku dalam hati.Namun ternyata dugaanku salah total.Bunda §ª♏ª sekali tidak memarahi kami,Beliau hanya diam ªåĴĴäª tiada omelan ♈ªϞƍ keluar dari bibir tipis Bunda.
"Bunda,Maafkan Hanafi mulai hari ini Hanafi janji tidak akan nakal ƪά̲̣ƍϊ dan Hanafi akan selalu menjaga adek," ucap Masku dg memelas.Akan tetapi Bunda tetap diam seribu bahasa.Bunda menundukan kepala sambil meneteskan air mata kesedihan.
"Bunda capek dg sikap kalian." Kata-kata ♈ªϞƍ keluar dari bibir Bunda memang singkat tetapi sungguh menyayat.
Bunda mengelus dadanya mungkin mencoba untuk tegar menghadapi kenakalan kami.Aku merasa sangat bersalah telah membuat bunda menangis.Masku langsung bersujud dikaki Bunda,aku pun mengikutinya.
"Bunda maafkan Hanafi ♈ªϞƍ tidak bisa memberi contoh untuk adek." Ucap Masku tidak dihiraukan Bunda.
"Demi اَللّهُ ,Hanafi janji tidak akan nakal ƪά̲̣ƍϊ.Hanafi akan selalu menjaga adek bukan malah mengajari adek ♈ªϞƍ tidak benar.Hanafi memang salah,Bunda tapi kumohon maafkanlah Hanafi." Ucap Masku kembali tidak dihiraukan Bunda.
"Hanafi sayang Bunda,Hanafi menyesal telah membuat Bunda sedih." Tetap tiada respons dari Bunda.
"Hanafi ŞayǍ♌Ǧ Bunda,Hanafi sayǍ♌Ǧ Bunda...." Ucap Masku berulangkali.Bunda pun merasa luluh melihat penyesalan Masku.
"Jangan ulangi ƪά̲̣ƍϊ ya,Nak.Bunda Ĵμƍα ŞayǍ♌Ǧ kepada Hanafi dan Hanifa," kata Bunda sambil memelukku dan Mas Bintang.
***
Sejak peristiwa itu aku dan Masku benar-benar kapok dan berjanji tidak akan membuat kenakalan ƪά̲̣ƍϊ.aKu tidak sanggup melihat Bunda menangis karena ulahku dan Mas Bintang.Aku ingin melihat Bunda meneteskan air mata karena bahagia dan bangga padaku bukan air mata kesedihan.
Bundaku adalah orang ♈ªϞƍ lembut selalu memberi kasih cinta ♈ªϞƍ tulus dan dapat menjadi teman kala suka dan duka.Jika aku nakal orang pertama ♈ªϞƍ memarahiku adalah Bunda.Jika Ά̲k̅υ sedih orang ♈ªϞƍ pertama menghiburku adalah Bunda.Jika ingin bermanja kudekati Bunda,Jika lapar Bunda senantiasa memasakkan makanan kesukaanku.Bunda betapa aku sangat menyayangimu.
Kutulis Bait puisi ini untukmu,Bunda.
Duhai Ibunda...
Engkau adalah wanita ♈ªϞƍ memberi wangi kesturi dihidupku.
Nasehat Bunda laksana alunan lagu terindah ditelingaku.
Hanya untuk Bunda seorang kusematkan kemuliaan.
Ibunda...
Ragam derita menyapa tatkala merawatku menyusuri hidup.
Engkau tatap derita demi kebahagiaan putrimu.
Wahai Ibunda ♈ªϞƍ mulia,
Engkaulah insan ♈ªϞƍ paling berharga.
Engkaulah cinta pertama dan cinta terakhirku.
***
Ngawi,07 April 1994
Dimalam ♈ªϞƍ mencekam,dimalam ♈ªϞƍ dingin hingga menusuk tulang sumsun.Hatiku seperti tertusuk menyaksikan hembusan nafas terakhir Bunda dipangkuan Ayah.
"Ayah,Kέ♌āPå Bunda diam aja? Kέ♌āPå Banyak darah dikaki Bunda?" Tanyaku sambil memeluk Bunda.Ayah hanYa diam dan mengelus-elus keningku.
"Bundamu sudah pergi,Nak" Kata Bu bidan ♈ªϞƍ tadi merawat Bunda.
"Tidak mungkin,Bundakan hanya terpeleset " jawabku sambil menatap Bunda ♈ªϞƍ terbujur ditempat tidur.
"Bunda,Bangunlah.Katanya Bunda ingin memberiku seorang adek laki-laki ♈ªϞƍ akan menemaniku dan Mas Bintang," ucapku pada Bunda ♈ªϞƍ sudah lemas tak bernyawa.Namun Bunda tak Ĵμƍα Bangun.Kupeluk erat dan kuciumi pipi Bunda berkali-kali.Aku merasakan pelukan ♈ªϞƍ masih hangat dari Bunda seolah Bunda membelaiku.
Bibi anna dan para tetangga berusaha membujuk agar aku melepaskan pelukanku pada Bunda tetapi usaha mereka sia-sia karena erat dan semakin erat aku memeluk Bunda.Aku tidak peduli dg ♈ªϞƍ mereka katakan,Hatiku teriris habis,hatiku terlanjur sakit,sakit sekali.Paman Ismail ♈ªϞƍ merupakan adik kandung Ayah Ĵμƍα berusaha melepaskan pelukanku pada Bunda.Tanpa sepatah kata pun kutendang perut Paman Ismail hingga ia merintih kesakitan.
"Bunda aku akan selalu ada untukmu,Bibi Anna dan Paman Ismail jahat padaku.Mereka ingin memisahkanku dari Bunda.Bunda bangunlah marahilah Paman dan Bibi," ucapku sambil menciumi Bunda.
Semua tetangga ♈ªϞƍ hadir saat itu ikut menangis karena sedih.Masku ♈ªϞƍ baru datang dari acara perkemahan disekolah langsung pingsan tatkala baru melangkahkan kaki dikamar dan melihat Bunda ♈ªϞƍ sudah tak bernyawa.
"Kέ♌āPå Bunda diam aja? Mas baru datang,Kέ♌āPå Bunda tidak menyambut Mas? Apakah Bunda tidak mengkhawatirkan Mas? Dan cobalah lihat Ayah ♈ªϞƍ sedang menangis,Bunda.Kέ♌āPå Bunda hanya diam aja? Apakah Bunda tidak menyayangi Ayah? Bunda,suruhlah Ayah agar tidak menangis karena Bunda akan baik-baik aja,bukan?!" Bisikku pada Bunda.
"Istighfar,Nak.Putriku Şaya♌Ǧ lepaskan pelukanmu.Bunda akan segera dimandikan," bujuk Bibi Anna sambil mengelus-elus jilbabku.
"Tidak,jika aku melepaskan Bundaku maka orang-orang itu akan membawanya pergi dan aku akan kehilangan Bundaku," jawabku sambil terus memeluk Bunda.
"Pak Kyai tolonglah aku,Bibiki,Pamanku dan orang-orang itu jahat padaku.Mereka ingin memisahkanku dari Bunda.Mereka jahat...." Kataku dg wajah memelas memandang Pak Kyai Ghozi sementara tanganku tetap erat memeluk Bunda.
"Tenanglah,Nak.Bundamu baik-baik ªåĴĴäª ,lihatlah Dia tersenyum padamu," kata Kyai Ghozi sambil mengelus keningku.
Ketika Ά̲k̶̲̅υ memandang Bunda untuk melihat senyumnya aku merasa seolah Bunda berkata,"jangan menangis anakku ŞayǍ♌Ǧ,Bunda akan pergi ketempat ♈ªϞƍ sangat indah." Dan entah mengapa setelah itu Ά̲k̲̅υ pun rela melepaskan Bundaku.
Kesedihan ♈ªϞƍ kurasakan karena kepergian Bunda sangat mendalam,Άkυ terhanyut dalam kesedihan,Άkυ terisak dipelukan Mas Bintang.SєLaмaτ jalan Bundaku tersayang,Engkau adalah orang ♈ªϞƍ sangat kucintai.
23 Juni 1994
Selain Ayah dan Bunda orang ♈ªϞƍ sangat berharga untukku adalah Mas Hanafi al-Izacky usianya lebih tua 2 tahun dariku.Ia lahir pada tanggal 15 Agustus 1983 sedangkan aku lahir pada tanggal 10 Mei 1985. Aku mempunyai panggilan tersendiri untuk Mas Hanafi yaitu Mas Bintang,Mas Bintang Ĵμƍα mempunyai panggilan sayǍ♌Ǧ untukku yaitu Dek Bulan.Mas ku bilang aku cantik seperti Bulan,Ah... Masku memang ada-ada saja.Dialah Mas Bintang orang ♈ªϞƍ selalu menjadi pelipur laraku.
Mas Bintang sering bilang jika ia rela melakukan apa pun demi aku dan ucapannya itu terbukti seperti ♈ªϞƍ pernah terjadi belum lama ini.
Badanku memang agak gendut sehingga teman-teman mengejekku 'si gendut' panggilan itu membuatku sedih dan sering menangis akan tetapi Masku tidak diam ªåĴĴäª .Ia membuat perhitungan dg siapa pun ♈ªϞƍ mengejekku.
Sejak Mas Bintang memukul Rama hingga masuk rumah sakit tidak ada ƪά̲̣ƍϊ ♈ªϞƍ berani mengejekku tentu ªåĴĴäª hal tersebut tidak hanya membuat kedua orang tua Rama marah-marah melainkan Ĵμƍα pihak sekolah hendak mengeluarkan Masku.Sementara Ayahku malah berkata ,"Itulah tugas seorang kakak,ia harus selalu melindungi adiknya."
Sehari setelah peristiwa pemukulan itu Άkυ dan Mas Bintang dipanggil keruang BK,badanku gemetar aku takut sekali tapi Masku selalu menguatkanku.
"Dedek jangan bersedih,jangan menangis," ucapnya sambil mengusap air mataku.♈ªϞƍ kukatakan saat itu adalah jika Masku sampai dikeluarkan dari sekolah.
"Seandainya Bapak diposisiku,apakah Bapak akan diam aja melihat adik perempuan Bapak disakiti orang lain? Tentunya tidak kan,Pak? Aku siap jika harus dikeluarkan dari sekolah ini namun Άkυ tidak akan meminta maaf pada Rama sampai ia berjanji dihadapan teman-temannya ia tidak akan mengejek dedekku ƪά̲̣ƍϊ," kata Masku kepada Pak Iskandar guru BK disekolahan kami.
"Hanafi,Bapak tau sebenarnya kamu adalah anak ♈ªϞƍ baik dan pintar,banyak prestasi ♈ªϞƍ telah kamu persembahkan untuk sekolah ini.Bapak akan mempertahankan agar kamu tidak dikeluarkan." Ucapan Pak Iskandar itu membuatku dapat bernafas lega.
"Tidak,Hanafi tetap harus dikeluarkan dari sekolah ini.Rama itukan putra Bapak pengawas sekolah tentunya saya sebagai wali kelas Rama akan sangat malu pada Pak pengawas," sahut Bu Anisa dg wajah garang.
"Ibu tidak boleh membedakan status sosial seseorang,ƪάƍi pula kenyataannya Rama memang anak ♈ªϞƍ nakal dan sok tahu jadi pantas kalau Hanafi memberinya pelajaran," Bela Bu Zahra wali kelas Mas Hanafi.
"Pak Iskandar,Bu Zahra dan Bu Anisa terima kasih banyak atas semuanya.Sekali ƪάƍϊ silahkan jika Bu Anisa memang ingin mengeluarkanku dari sekolah ini sebab aku rela mati demi dedekku.Aku tidak akan pernah diam melihat dedekku bersedih,kebahagiaannya adalah kebahagianku dan kepedihannya adalah kepedihanku.Seandainya Bu Anisa mempunyai dedek tentunya Bu Anisa Ĵμƍα akan berbuat sepertiku rela mengorbankan apa pun demi sang adik tercinta."
Ucap Mas Bintang sungguh membuatku tidak kuasa menahan air mata,Masku memang baru duduk dibangku kelas 5 SD tetapi gaya bicaranya seperti seorang pahlawan.
"Akυ saya♌Ǧ Mas Bintang," ucapku sambil terisak dibawah ketiaknya.
Mas Bintang menatapku dalam-dalam sebelum meneruskan bicaranya.
"Dedekku adalah udara bagiku ♈ªϞƍ selalu kubutuhkan setiap detik tanpa udara Akυ akan mati tanpa dedekku hidupku tiada berarti.Dedekku adalah bulan ♈ªϞƍ selalu menyinari setiap langkahku,dedekku adalah sumber kebahagiaan untukku,Ayah dan almarhum Bunda.Dedekku adalah segalanya untukku." Kulihat mata Bu Anisa dan Bu Zahra berkaca-kaca mendengar ucapan Masku.
"Nak,maafkan Bu Anisa.Jagalah Adikmu,ibu akan membantumu," kata Bu Anisa sambil menepuk punggung Masku.
"Terima kasih,Bu." Kataku dan Mas Bintang serentak.
***
02 Mei 1996
2 tahun setelah kepergiaan Bunda Fatimah,Ayah menikah dg Bunda Laras seorang janda pemilik Butik AS-Syifa meskipun demikian Ayah tetap rendah hati Ayah tetap berangkat mengajar pendidikan agama islam disebuah SMP swasta dg menggunakan sepeda tua ♈ªϞƍ dibelinya sewaktu masih bersama Bunda Fatimah.Walaupun sangat sibuk karena harus mengurus butiknya Bunda Laras selalu mengutamakan keluarga diatas segalanya.Kehadiran Bunda Laras mampu mengobati rinduku selepas kepergian Bunda Fatimah.
Sebenarnya Bunda Laras mempunyai 2 orang putra Rafli Alfiano dan Sakura Alfiano.Usia Sakura lebih muda satu tahun dariku.Putra pertama Bunda Laras ♈ªϞƍ seusia dg Mas Bintang tinggal dijerman dg mantan suami Bunda Laras ♈ªϞƍ telah menetap disana Bersama Istri Mudanya.Menurut cerita ♈ªϞƍ kudengar dari Sakura Bunda bercerai dg mantan suaminya karena mantan suami Bunda Laras menikah ƪά̲̣ƍϊ tanpa izin Bunda Laras meskipun demikian Bunda Laras dan keluarga mantan suaminya tetap menjalin tali silaturahmi dg baik.Bunda menyayangiku dan Mas Bintang seperti beliau menyayangi Sakura dan Kak Rafli.
Bersama Bunda Laras aku belajar banyak hal salah satu hal ♈ªϞƍ kusukai dari Bunda Laras adalah ketika beliau sedang melantunkan ayat suci Al-Quran.سُبْحَانَ اللّه
,suaranya bak alunan musik ♈ªϞƍ merdu dan menenangkan jiwa.Bersama Bunda Laras dan Dek sakura hidupku dan Mas Bintang jadi lebih indah.Meskipun kasih sayǍ♌Ǧ Bunda Laras tidak seindah kasih sayǍ♌Ǧ Bunda Fatimah tapi aku sangat bersyukur mempunyai seorang Bunda ♈ªϞƍ baik seperti beliau.
***
10 Mei 1996
Hari ini usiaku genap 11 tahun,sebagai hadiah ulang tahun Bunda mengajakku jalan-jalan kepuncak.Bunda Laras bilang beliau akan mengadakan peresmian kafe barunya.Ketika sampai dipuncak kami memasuki sebuah kafe ♈ªϞƍ tidak seperti kafe-kafe pada umumnya.
Sejak saat pertama menginjak kaki dikafe tersebut sudah terasa nuasa timur tengah ♈ªϞƍ kental.Mulai dari pintu masuk terlihat hiasan dinding ♈ªϞƍ berupa kaligrafi,potongan hadits dan kata mutiara ♈ªϞƍ ditulis dg huruf arab.Bunda Ĵμƍα menyediakan buku ♈ªϞƍ bisa dibaca pengunjung,buku ♈ªϞƍ disediakan bukan buku-buku romantis melainkan kumpulan hadits,kisah islami,kisah perjuangan Rasulullah,kisah para sahabat Rasulullah dan kisah-kisah teladan lainnya.Musik ♈ªϞƍ diputar pun bukan musik pop,dangdut atau jazz melainkan alunan nasyid ♈ªϞƍ dapat membuat hati damai.Camilan ♈ªϞƍ disediakan beraneka ragam bukan hanya makanan khas Indonesia tetapi ada Ĵμƍα kurma,kacang arab dan makanan-makanan lain ♈ªϞƍ berasal dari timur tengah.Bunda Ĵμƍα mewajibkan karyawan kafe ♈ªϞƍ perempuan untuk memakai jilbab.
Di kafe tersebut terdapat 2 ruang makan jika ♈ªϞƍ pertama bernuasa Timur tengah dg suasana formal maka ruang makan ♈ªϞƍ kedua bernuasa gurun pasir.Ketika akan memasuki ruang makan ♈ªϞƍ kedua kami diharuskan melepas sandal sebab kami tidak duduk dikursi melainkan hanya duduk dilantai ♈ªϞƍ karpetnya seperti pasir.Hiasan ♈ªϞƍ ada bukan ƪά̲̣ƍϊ kaligrafi melainkan pohon-pohon kurma ♈ªϞƍ meskipun terbuat dari gabus tetap terlihat seperti pohon kurma asli selain itu terdapat pula lukisan unta ♈ªϞƍ membuat suasana gurun pasir lebih hidup.
Jika diruang makan pertama lumayan nyaman tidak terlalu panas atau pun dingin diruang makan ♈ªϞƍ kedua ini suasananya dibuat sedikit panas meskipun demikian banyak pengunjung ♈ªϞƍ tertarik karena dapat makan sambil menghangatkan badan maklumlah kafe ini terletak dipuncak gunung tepatnya disamping telaga Sarangan kota Magetan.Plafonnya pun dibuat seolah seperti awan cerah lengkap dg gambar matahari ♈ªϞƍ seakan-akan dapat dirasakan cahayanya ♈ªϞƍ menyengat.
Dan ♈ªϞƍ membuatku lebih senang adalah saat kutahu bahwa Bunda mengundang anak-anak yatim piatu.Kulihat senyum bahagia terpancar dari wajah mereka sebab selain dapat makan sepuasnya mereka Ĵμƍα mendapatkan bingkisan untuk dibawa pulang.Aku turut senang melihat kebahagiaan ♈ªϞƍ mereka rasakan.
"Kafe ini akan kami beri nama Putri kami As-Syadzily of Cafe ♈ªϞƍ kami ambil dari nama putri kami Hanifa Asy-Syadzily.Kafe ini adalah hadiah dari Bunda untuk Hanifa,jika Hanifa telah berusia 20 tahun maka Hanifa sendiri ♈ªϞƍ akan mengelola kafe ini." Kata-kata ♈ªϞƍ diucapkan Bunda membuatku sangat kaget.
Kenapa Beliau menggunakan namaku? Bukan nama Sakura atau Rafli,putra kandung Bunda? Tanyaku dalam hati.
"Sebagai hadiah ulang tahun pita peresmian ini akan dipotong oleh putri kami Hanifa," kata Ayah sambil menyerahkan gunting.
Aku tertunduk,entah apa ♈ªϞƍ ada dibenakku saat iti senang ataukah sedih,Άkυ sendiri Ĵμƍα bingung.Aku hanya berfikir begitu cepatnya perubahan hidupku.Kemaren aku menangis karena kehilangan Bunda Fatimah dan sekarang...? Secepat inikah aku sudah senang-senang dg Bunda Laras?!
"Potong pitanya,Nak," bisik Bunda Laras membuyarkan lamunanku.
Dengan pikiran ♈ªϞƍ tak menentu aku tetap memotong pita tersebut demi membahagiakan Ayah dan Bunda Laras.Spontan para tamu ♈ªϞƍ hadir saat itu memberikan tepuk tangan untukku.
***
17 Mei 1996
Seminggu berlalu sejak Bunda meresmikan kafe namun aku masih bingung mengapa kafe tersebut diatas namakan namaku padahal modal kafe tersebut milik Bunda Laras bukan milik Ayah.
"Mas Bintang,tahu nggak mengapa Bunda Laras menghadiahkan kafe itu untukku?" Tanyaku pada Mas Bintang.Ketika itu kami sedang diteras rumah menyaksikan bintang-bintang dilangit.
"Mungkin karena Bunda sangat menyayangimu.Dedekku ♈ªϞƍ satu ini memang pantas disayangi," kata Mas Bintang sambil mencubit pipiku.
"Tapi Mas,aku kan bukan putri kandung Bunda Laras seharusnya Dik Sasa atau Mas Rafli ♈ªϞƍ berhak mendapat semua ini bukan aku."
"Tidak,Kak.Bunda sangat mengagumi pribadi Kak Iffa,aku dan Kak Rafli tidak pantas mendapat hadiah sebagus itu.Jika kafe diberikan kepada Kak Rafli maka uangnya hanya akan dihambur-hamburkan sedangkan aku mengurus diri sendiri ªåĴĴäª susuah apalagi harus mengurus kafe." Sahut Sakura ♈ªϞƍ kemudian duduk disampingku.
"Benar apa ♈ªϞƍ dikatakan Sakura,adekku sayǍ♌Ǧ.Oh ya,Bulan saya♌Ǧ,Besok Kei,Sania dan Tata mengajakmu menghadiri pengajian.Tadi sore mereka mencarimu tapi kamu sedang mandi." Mas Bintang mengalihkan pembicaraan.
"Tapi Mas menemaniku,kan?" Tanyaku.
"Tentu ªåĴĴäª ,Bunga jiwaku.Mas akan selalu menemaniku," jawab Masku tersayang sambil mencubit pipiku.
"Aku iri melihat kalian.Kak Rafli tidak pernah ŞayǍ♌Ǧ padaku,Ia hanya mementingkan kepentingannya.Aku benci Kak Rafli,Ia jahat padaku,Ia tidak pernah merindukanku.Jika Aku meneleponnya Ia selalu cuek dan tidak peduli padaku.Kak Hanafi,aku ingin disayang seperti Mas menyayangi Kak Iffa," kata Sakura sambil tertunduk mengurai air mata.
"Sakura Ĵμƍα adik kami,tentu kami akan menyayangi Sakura," jawabku.
"Sa,Mas percaya Kak Rafli sangat sayǍ♌Ǧ kepada Sakura mungkin cara mengungkapkannya ªåĴĴäª ♈ªϞƍ tidak seperti Mas Hanafi.Yang namanya Kakak pasti selalu menyayangi dan menjaga adiknya.Sasa cantik jangan sedih ƪά̲̣ƍϊ,ya.Sekarang Sakura punya Mas Hanafi dan Kak hanifa ♈ªϞƍ akan menyayangi Sakura." Nasehat Mas Bintang pada Sakura.Mas Bintang pun memeluk kami berdua dg penuh kasih Saya♌Ǧ.
BERSAMBUNG....

SEBUAH MEMORY
Ayah,sebuah nama ♈ªϞƍ tidak dapat terpisah dari memory otakku.Ayah,seseorang ♈ªϞƍ dapat membuatku merasa aman,nyaman dan tenteram jika berada disampingnya.Pahlawanku adalah Ayahku,masih melekat dimemory otakku
kala kecil dulu Ayah sering mengajakku dan Mas Bintang jalan-jalan PάGɪ̇.Setiap kali Bunda memarahiku Ayah akan datang sebagai pahlawan.
"Tenanglah Nak,Ayah akan selalu menjagamu." Itulah kata-kata ♈ªϞƍ sering diucapkan Ayah.
Jika Άk̅u dan Masku membuat kenakalan maka sikap ♈ªϞƍ Ayah tunjukan bukanlah kemarahan melainkan senyuman dan berkata " Ayah bangga pada kalian namun Ayah lebih bangga ƪά̲̣ƍϊ jika kalian tidak berbuat nakal." Jika Ayah telah berkata seperti itu kami akan tertunduk malu didepan Ayah.
Bunda,beliau berbeda dg Ayah ♈ªϞƍ selalu memanjakanku dan Mas Bintang.Jika aku dan Masku berbuat nakal maka Bunda akan menghukum kami tapi aku tahu hukuman Bunda adalah tanda sayang untukku dan Masku.Hukuman Dari Bunda bukanlah hukuman fisik ♈ªϞƍ berupa cubitan atau pukulan melainkan dg mewajibkan menghafal surat-surat di juz amma dalam waktu 1-2 hari.Jika dalam waktu ♈ªϞƍ sudah ditentukan kami belum Ĵμƍα hafal maka Bunda akan menambah hukuman yaitu menulis surat Yaasiin hingga selesai sebanyak 3 kali tergantung tingkat kenakalan ♈ªϞƍ kami buat namun semua hukuman ♈ªϞƍ Bunda berikan malah membawa manfaat besar untukku sebab Άkυ bisa hafal juz amma dan surat Yaasiin dg baik.Terima kasih,Bundaku tersayang.
****
Suatu Hari aku dan Masku membuat kenakalan ♈ªϞƍ benar-benar keterlaluan.akυ tidak ingat peristiwa itu terjadi pada tanggal berapa,tapi ♈ªϞƍ jelas sekitar tahun 1993.Kenakalan ♈ªϞƍ kami perbuat pada saat itu bukan sekadar bolos mengaji atau menyembunyikan sandal Pak Kyai.Aku dan Masku telah membuat geger orang-orang satu dusun.
Saat itu bulan Ramadhan,dibulan ♈ªϞƍ suci itu aku dan Masku sengaja pergi kemasjid sekitar jam 03.20 dini hari tujuannya bukan untuk bertadarus atau shalat malam melainkan untuk membuat semua orang panik.Kupukul beduk masjid sekuat tenaga lalu masku membunyikan spiker dan segera adzan subuh,tentu ªåĴĴäª orang-orang ♈ªϞƍ awalnya masih sahur langsung menghentikan makan sahur dan berbondong-bondong kemasjid untuk shalat subuh.Pak Kyai langsung mematikan spiker dan menggelengkan kepala tanpa berucap sepatah kata pun.
Kemudian Beliau mengambil sikap bijaksana dg mengisi ceramah sambil menunggu waktu adzan subuh.Bukan itu ªåĴĴäª ♈ªϞƍ kami lakukan.Saat warga sedang asyik mendengarkan ceramah aku dan Masku sengaja menukar sendal jamaah wanita dg sandal jamaah pria.
Uwiiih...,seru banget ϑέëђђ .Selesai shalat semua jamaah bingung mencari sandal masing-masing.Bolak-balik,kesana-kesini,mondar-mandir.Ada ♈ªϞƍ berkata "Sendalku kemana sih.." Ada pula ♈ªϞƍ berkata " Siapa ♈ªϞƍ tahu sandalku,warnanya hijau,"
"Sandalku Ĵμƍα warna hijau," " Sandalku warna merah," sahut ♈ªϞƍ lainnya.Disaat seperti itu ada pula ♈ªϞƍ sempat bercanda dg berkata " Barangsiapa ♈ªϞƍ menemukan sandalku,jika perempuan jadi istriku ♈ªϞƍ keseratus lima dan jika laki-laki jadi pembantuku"
Bahkan saking bingungnya ada ♈ªϞƍ memakai sandal ♈ªϞƍ kanan merah dan ♈ªϞƍ kiri biru.Yessa tetangga kami ♈ªϞƍ masih kecil samapai menangis karena tidak menemukan sandalnya.Sementara itu aku dan Masku tertawa cengengesan dari balik pagar.
Tak kusangka usai melaksanakan shalat subuh kami berdua dipanggil kerumah Pak RW.Betapa kagetnya saat kulihat Pak RT,Pak Rw dan beberapa warga menatapku dg tatapan ♈ªϞƍ menakutkan.Aku terus menundukan kepala dan berjalan dibelakang Masku.
"Tenanglah,adekku Ş̲ayǍ♌Ǧ ," bisik Masku.Kulirik Ayah ♈ªϞƍ sedang duduk disamping Kyai Ghozi.Tatapan Kyai Ghozi ♈ªϞƍ ramah membuatku lebih tenang.PάGɪ̇ itu aku dan Masku diadili habis-habisan.
"Jangan marahi adekku,adekku tidak salah," ucap Masku sambil mendekap erat tubuhku setiap kali Pak Rt dan Pak Rw memarahiku.
Setelah suasa agak tenang,Kyai Ghozi beranjak dari tempat duduknya lalu mendatangiku dan Masku.Beliau mengelus keningku dan Masku secara bergantian seraya berkata "Kalian adalah anak ♈ªϞƍ baik,kelak kebahagian akan menyertai kalian.Sekarang pulanglah dan jangan ulangi ƪά̲̣ƍϊ." Ucap Kyai Ghozi membuat semua orang ♈ªϞƍ mendengarnya tercengang.
***
"Ayah,adek tidak bersalah.Marahilah aku," ucap Masku sepanjang perjalanan pulang.
"Ayah ŞayǍ♌Ǧ §ª♏ª kalian,Ayah percaya kalian adalah anak-anak ♈ªϞƍ baik," kata Ayah bijaksana.Kami berdua terdiam mendengarkan perkataan Ayah.
"Sudahlah,jangan bersedih tapi jangan diulangi ƪά̲̣ƍϊ,yam" nasehat Ayah.
Aku dan Mas bintang menganggukkan kepala bersama-sama.Disepanjang perjalanan pulang Ayah mengendongku dipunggungnya sementara Masku berjalan disamping kiri Ayah.
Sesampai dipagar rumah kulihat Bunda didepan pintu telah memasang wajah garang seolah hendak memakanku dan Mas bintang.Kutatap wajah Masku ♈ªϞƍ menjadi pucat pasi,badannya gemetar.
"Pasti aku dan Mas bintang akan kena omelan dan hukuman berat" pikirku dalam hati.Namun ternyata dugaanku salah total.Bunda §ª♏ª sekali tidak memarahi kami,Beliau hanya diam ªåĴĴäª tiada omelan ♈ªϞƍ keluar dari bibir tipis Bunda.
"Bunda,Maafkan Hanafi mulai hari ini Hanafi janji tidak akan nakal ƪά̲̣ƍϊ dan Hanafi akan selalu menjaga adek," ucap Masku dg memelas.Akan tetapi Bunda tetap diam seribu bahasa.Bunda menundukan kepala sambil meneteskan air mata kesedihan.
"Bunda capek dg sikap kalian." Kata-kata ♈ªϞƍ keluar dari bibir Bunda memang singkat tetapi sungguh menyayat.
Bunda mengelus dadanya mungkin mencoba untuk tegar menghadapi kenakalan kami.Aku merasa sangat bersalah telah membuat bunda menangis.Masku langsung bersujud dikaki Bunda,aku pun mengikutinya.
"Bunda maafkan Hanafi ♈ªϞƍ tidak bisa memberi contoh untuk adek." Ucap Masku tidak dihiraukan Bunda.
"Demi اَللّهُ ,Hanafi janji tidak akan nakal ƪά̲̣ƍϊ.Hanafi akan selalu menjaga adek bukan malah mengajari adek ♈ªϞƍ tidak benar.Hanafi memang salah,Bunda tapi kumohon maafkanlah Hanafi." Ucap Masku kembali tidak dihiraukan Bunda.
"Hanafi sayang Bunda,Hanafi menyesal telah membuat Bunda sedih." Tetap tiada respons dari Bunda.
"Hanafi ŞayǍ♌Ǧ Bunda,Hanafi sayǍ♌Ǧ Bunda...." Ucap Masku berulangkali.Bunda pun merasa luluh melihat penyesalan Masku.
"Jangan ulangi ƪά̲̣ƍϊ ya,Nak.Bunda Ĵμƍα ŞayǍ♌Ǧ kepada Hanafi dan Hanifa," kata Bunda sambil memelukku dan Mas Bintang.
***
Sejak peristiwa itu aku dan Masku benar-benar kapok dan berjanji tidak akan membuat kenakalan ƪά̲̣ƍϊ.aKu tidak sanggup melihat Bunda menangis karena ulahku dan Mas Bintang.Aku ingin melihat Bunda meneteskan air mata karena bahagia dan bangga padaku bukan air mata kesedihan.
Bundaku adalah orang ♈ªϞƍ lembut selalu memberi kasih cinta ♈ªϞƍ tulus dan dapat menjadi teman kala suka dan duka.Jika aku nakal orang pertama ♈ªϞƍ memarahiku adalah Bunda.Jika Ά̲k̅υ sedih orang ♈ªϞƍ pertama menghiburku adalah Bunda.Jika ingin bermanja kudekati Bunda,Jika lapar Bunda senantiasa memasakkan makanan kesukaanku.Bunda betapa aku sangat menyayangimu.
Kutulis Bait puisi ini untukmu,Bunda.
Duhai Ibunda...
Engkau adalah wanita ♈ªϞƍ memberi wangi kesturi dihidupku.
Nasehat Bunda laksana alunan lagu terindah ditelingaku.
Hanya untuk Bunda seorang kusematkan kemuliaan.
Ibunda...
Ragam derita menyapa tatkala merawatku menyusuri hidup.
Engkau tatap derita demi kebahagiaan putrimu.
Wahai Ibunda ♈ªϞƍ mulia,
Engkaulah insan ♈ªϞƍ paling berharga.
Engkaulah cinta pertama dan cinta terakhirku.
***
Ngawi,07 April 1994
Dimalam ♈ªϞƍ mencekam,dimalam ♈ªϞƍ dingin hingga menusuk tulang sumsun.Hatiku seperti tertusuk menyaksikan hembusan nafas terakhir Bunda dipangkuan Ayah.
"Ayah,Kέ♌āPå Bunda diam aja? Kέ♌āPå Banyak darah dikaki Bunda?" Tanyaku sambil memeluk Bunda.Ayah hanYa diam dan mengelus-elus keningku.
"Bundamu sudah pergi,Nak" Kata Bu bidan ♈ªϞƍ tadi merawat Bunda.
"Tidak mungkin,Bundakan hanya terpeleset " jawabku sambil menatap Bunda ♈ªϞƍ terbujur ditempat tidur.
"Bunda,Bangunlah.Katanya Bunda ingin memberiku seorang adek laki-laki ♈ªϞƍ akan menemaniku dan Mas Bintang," ucapku pada Bunda ♈ªϞƍ sudah lemas tak bernyawa.Namun Bunda tak Ĵμƍα Bangun.Kupeluk erat dan kuciumi pipi Bunda berkali-kali.Aku merasakan pelukan ♈ªϞƍ masih hangat dari Bunda seolah Bunda membelaiku.
Bibi anna dan para tetangga berusaha membujuk agar aku melepaskan pelukanku pada Bunda tetapi usaha mereka sia-sia karena erat dan semakin erat aku memeluk Bunda.Aku tidak peduli dg ♈ªϞƍ mereka katakan,Hatiku teriris habis,hatiku terlanjur sakit,sakit sekali.Paman Ismail ♈ªϞƍ merupakan adik kandung Ayah Ĵμƍα berusaha melepaskan pelukanku pada Bunda.Tanpa sepatah kata pun kutendang perut Paman Ismail hingga ia merintih kesakitan.
"Bunda aku akan selalu ada untukmu,Bibi Anna dan Paman Ismail jahat padaku.Mereka ingin memisahkanku dari Bunda.Bunda bangunlah marahilah Paman dan Bibi," ucapku sambil menciumi Bunda.
Semua tetangga ♈ªϞƍ hadir saat itu ikut menangis karena sedih.Masku ♈ªϞƍ baru datang dari acara perkemahan disekolah langsung pingsan tatkala baru melangkahkan kaki dikamar dan melihat Bunda ♈ªϞƍ sudah tak bernyawa.
"Kέ♌āPå Bunda diam aja? Mas baru datang,Kέ♌āPå Bunda tidak menyambut Mas? Apakah Bunda tidak mengkhawatirkan Mas? Dan cobalah lihat Ayah ♈ªϞƍ sedang menangis,Bunda.Kέ♌āPå Bunda hanya diam aja? Apakah Bunda tidak menyayangi Ayah? Bunda,suruhlah Ayah agar tidak menangis karena Bunda akan baik-baik aja,bukan?!" Bisikku pada Bunda.
"Istighfar,Nak.Putriku Şaya♌Ǧ lepaskan pelukanmu.Bunda akan segera dimandikan," bujuk Bibi Anna sambil mengelus-elus jilbabku.
"Tidak,jika aku melepaskan Bundaku maka orang-orang itu akan membawanya pergi dan aku akan kehilangan Bundaku," jawabku sambil terus memeluk Bunda.
"Pak Kyai tolonglah aku,Bibiki,Pamanku dan orang-orang itu jahat padaku.Mereka ingin memisahkanku dari Bunda.Mereka jahat...." Kataku dg wajah memelas memandang Pak Kyai Ghozi sementara tanganku tetap erat memeluk Bunda.
"Tenanglah,Nak.Bundamu baik-baik ªåĴĴäª ,lihatlah Dia tersenyum padamu," kata Kyai Ghozi sambil mengelus keningku.
Ketika Ά̲k̶̲̅υ memandang Bunda untuk melihat senyumnya aku merasa seolah Bunda berkata,"jangan menangis anakku ŞayǍ♌Ǧ,Bunda akan pergi ketempat ♈ªϞƍ sangat indah." Dan entah mengapa setelah itu Ά̲k̲̅υ pun rela melepaskan Bundaku.
Kesedihan ♈ªϞƍ kurasakan karena kepergian Bunda sangat mendalam,Άkυ terhanyut dalam kesedihan,Άkυ terisak dipelukan Mas Bintang.SєLaмaτ jalan Bundaku tersayang,Engkau adalah orang ♈ªϞƍ sangat kucintai.
23 Juni 1994
Selain Ayah dan Bunda orang ♈ªϞƍ sangat berharga untukku adalah Mas Hanafi al-Izacky usianya lebih tua 2 tahun dariku.Ia lahir pada tanggal 15 Agustus 1983 sedangkan aku lahir pada tanggal 10 Mei 1985. Aku mempunyai panggilan tersendiri untuk Mas Hanafi yaitu Mas Bintang,Mas Bintang Ĵμƍα mempunyai panggilan sayǍ♌Ǧ untukku yaitu Dek Bulan.Mas ku bilang aku cantik seperti Bulan,Ah... Masku memang ada-ada saja.Dialah Mas Bintang orang ♈ªϞƍ selalu menjadi pelipur laraku.
Mas Bintang sering bilang jika ia rela melakukan apa pun demi aku dan ucapannya itu terbukti seperti ♈ªϞƍ pernah terjadi belum lama ini.
Badanku memang agak gendut sehingga teman-teman mengejekku 'si gendut' panggilan itu membuatku sedih dan sering menangis akan tetapi Masku tidak diam ªåĴĴäª .Ia membuat perhitungan dg siapa pun ♈ªϞƍ mengejekku.
Sejak Mas Bintang memukul Rama hingga masuk rumah sakit tidak ada ƪά̲̣ƍϊ ♈ªϞƍ berani mengejekku tentu ªåĴĴäª hal tersebut tidak hanya membuat kedua orang tua Rama marah-marah melainkan Ĵμƍα pihak sekolah hendak mengeluarkan Masku.Sementara Ayahku malah berkata ,"Itulah tugas seorang kakak,ia harus selalu melindungi adiknya."
Sehari setelah peristiwa pemukulan itu Άkυ dan Mas Bintang dipanggil keruang BK,badanku gemetar aku takut sekali tapi Masku selalu menguatkanku.
"Dedek jangan bersedih,jangan menangis," ucapnya sambil mengusap air mataku.♈ªϞƍ kukatakan saat itu adalah jika Masku sampai dikeluarkan dari sekolah.
"Seandainya Bapak diposisiku,apakah Bapak akan diam aja melihat adik perempuan Bapak disakiti orang lain? Tentunya tidak kan,Pak? Aku siap jika harus dikeluarkan dari sekolah ini namun Άkυ tidak akan meminta maaf pada Rama sampai ia berjanji dihadapan teman-temannya ia tidak akan mengejek dedekku ƪά̲̣ƍϊ," kata Masku kepada Pak Iskandar guru BK disekolahan kami.
"Hanafi,Bapak tau sebenarnya kamu adalah anak ♈ªϞƍ baik dan pintar,banyak prestasi ♈ªϞƍ telah kamu persembahkan untuk sekolah ini.Bapak akan mempertahankan agar kamu tidak dikeluarkan." Ucapan Pak Iskandar itu membuatku dapat bernafas lega.
"Tidak,Hanafi tetap harus dikeluarkan dari sekolah ini.Rama itukan putra Bapak pengawas sekolah tentunya saya sebagai wali kelas Rama akan sangat malu pada Pak pengawas," sahut Bu Anisa dg wajah garang.
"Ibu tidak boleh membedakan status sosial seseorang,ƪάƍi pula kenyataannya Rama memang anak ♈ªϞƍ nakal dan sok tahu jadi pantas kalau Hanafi memberinya pelajaran," Bela Bu Zahra wali kelas Mas Hanafi.
"Pak Iskandar,Bu Zahra dan Bu Anisa terima kasih banyak atas semuanya.Sekali ƪάƍϊ silahkan jika Bu Anisa memang ingin mengeluarkanku dari sekolah ini sebab aku rela mati demi dedekku.Aku tidak akan pernah diam melihat dedekku bersedih,kebahagiaannya adalah kebahagianku dan kepedihannya adalah kepedihanku.Seandainya Bu Anisa mempunyai dedek tentunya Bu Anisa Ĵμƍα akan berbuat sepertiku rela mengorbankan apa pun demi sang adik tercinta."
Ucap Mas Bintang sungguh membuatku tidak kuasa menahan air mata,Masku memang baru duduk dibangku kelas 5 SD tetapi gaya bicaranya seperti seorang pahlawan.
"Akυ saya♌Ǧ Mas Bintang," ucapku sambil terisak dibawah ketiaknya.
Mas Bintang menatapku dalam-dalam sebelum meneruskan bicaranya.
"Dedekku adalah udara bagiku ♈ªϞƍ selalu kubutuhkan setiap detik tanpa udara Akυ akan mati tanpa dedekku hidupku tiada berarti.Dedekku adalah bulan ♈ªϞƍ selalu menyinari setiap langkahku,dedekku adalah sumber kebahagiaan untukku,Ayah dan almarhum Bunda.Dedekku adalah segalanya untukku." Kulihat mata Bu Anisa dan Bu Zahra berkaca-kaca mendengar ucapan Masku.
"Nak,maafkan Bu Anisa.Jagalah Adikmu,ibu akan membantumu," kata Bu Anisa sambil menepuk punggung Masku.
"Terima kasih,Bu." Kataku dan Mas Bintang serentak.
***
02 Mei 1996
2 tahun setelah kepergiaan Bunda Fatimah,Ayah menikah dg Bunda Laras seorang janda pemilik Butik AS-Syifa meskipun demikian Ayah tetap rendah hati Ayah tetap berangkat mengajar pendidikan agama islam disebuah SMP swasta dg menggunakan sepeda tua ♈ªϞƍ dibelinya sewaktu masih bersama Bunda Fatimah.Walaupun sangat sibuk karena harus mengurus butiknya Bunda Laras selalu mengutamakan keluarga diatas segalanya.Kehadiran Bunda Laras mampu mengobati rinduku selepas kepergian Bunda Fatimah.
Sebenarnya Bunda Laras mempunyai 2 orang putra Rafli Alfiano dan Sakura Alfiano.Usia Sakura lebih muda satu tahun dariku.Putra pertama Bunda Laras ♈ªϞƍ seusia dg Mas Bintang tinggal dijerman dg mantan suami Bunda Laras ♈ªϞƍ telah menetap disana Bersama Istri Mudanya.Menurut cerita ♈ªϞƍ kudengar dari Sakura Bunda bercerai dg mantan suaminya karena mantan suami Bunda Laras menikah ƪά̲̣ƍϊ tanpa izin Bunda Laras meskipun demikian Bunda Laras dan keluarga mantan suaminya tetap menjalin tali silaturahmi dg baik.Bunda menyayangiku dan Mas Bintang seperti beliau menyayangi Sakura dan Kak Rafli.
Bersama Bunda Laras aku belajar banyak hal salah satu hal ♈ªϞƍ kusukai dari Bunda Laras adalah ketika beliau sedang melantunkan ayat suci Al-Quran.سُبْحَانَ اللّه
,suaranya bak alunan musik ♈ªϞƍ merdu dan menenangkan jiwa.Bersama Bunda Laras dan Dek sakura hidupku dan Mas Bintang jadi lebih indah.Meskipun kasih sayǍ♌Ǧ Bunda Laras tidak seindah kasih sayǍ♌Ǧ Bunda Fatimah tapi aku sangat bersyukur mempunyai seorang Bunda ♈ªϞƍ baik seperti beliau.
***
10 Mei 1996
Hari ini usiaku genap 11 tahun,sebagai hadiah ulang tahun Bunda mengajakku jalan-jalan kepuncak.Bunda Laras bilang beliau akan mengadakan peresmian kafe barunya.Ketika sampai dipuncak kami memasuki sebuah kafe ♈ªϞƍ tidak seperti kafe-kafe pada umumnya.
Sejak saat pertama menginjak kaki dikafe tersebut sudah terasa nuasa timur tengah ♈ªϞƍ kental.Mulai dari pintu masuk terlihat hiasan dinding ♈ªϞƍ berupa kaligrafi,potongan hadits dan kata mutiara ♈ªϞƍ ditulis dg huruf arab.Bunda Ĵμƍα menyediakan buku ♈ªϞƍ bisa dibaca pengunjung,buku ♈ªϞƍ disediakan bukan buku-buku romantis melainkan kumpulan hadits,kisah islami,kisah perjuangan Rasulullah,kisah para sahabat Rasulullah dan kisah-kisah teladan lainnya.Musik ♈ªϞƍ diputar pun bukan musik pop,dangdut atau jazz melainkan alunan nasyid ♈ªϞƍ dapat membuat hati damai.Camilan ♈ªϞƍ disediakan beraneka ragam bukan hanya makanan khas Indonesia tetapi ada Ĵμƍα kurma,kacang arab dan makanan-makanan lain ♈ªϞƍ berasal dari timur tengah.Bunda Ĵμƍα mewajibkan karyawan kafe ♈ªϞƍ perempuan untuk memakai jilbab.
Di kafe tersebut terdapat 2 ruang makan jika ♈ªϞƍ pertama bernuasa Timur tengah dg suasana formal maka ruang makan ♈ªϞƍ kedua bernuasa gurun pasir.Ketika akan memasuki ruang makan ♈ªϞƍ kedua kami diharuskan melepas sandal sebab kami tidak duduk dikursi melainkan hanya duduk dilantai ♈ªϞƍ karpetnya seperti pasir.Hiasan ♈ªϞƍ ada bukan ƪά̲̣ƍϊ kaligrafi melainkan pohon-pohon kurma ♈ªϞƍ meskipun terbuat dari gabus tetap terlihat seperti pohon kurma asli selain itu terdapat pula lukisan unta ♈ªϞƍ membuat suasana gurun pasir lebih hidup.
Jika diruang makan pertama lumayan nyaman tidak terlalu panas atau pun dingin diruang makan ♈ªϞƍ kedua ini suasananya dibuat sedikit panas meskipun demikian banyak pengunjung ♈ªϞƍ tertarik karena dapat makan sambil menghangatkan badan maklumlah kafe ini terletak dipuncak gunung tepatnya disamping telaga Sarangan kota Magetan.Plafonnya pun dibuat seolah seperti awan cerah lengkap dg gambar matahari ♈ªϞƍ seakan-akan dapat dirasakan cahayanya ♈ªϞƍ menyengat.
Dan ♈ªϞƍ membuatku lebih senang adalah saat kutahu bahwa Bunda mengundang anak-anak yatim piatu.Kulihat senyum bahagia terpancar dari wajah mereka sebab selain dapat makan sepuasnya mereka Ĵμƍα mendapatkan bingkisan untuk dibawa pulang.Aku turut senang melihat kebahagiaan ♈ªϞƍ mereka rasakan.
"Kafe ini akan kami beri nama Putri kami As-Syadzily of Cafe ♈ªϞƍ kami ambil dari nama putri kami Hanifa Asy-Syadzily.Kafe ini adalah hadiah dari Bunda untuk Hanifa,jika Hanifa telah berusia 20 tahun maka Hanifa sendiri ♈ªϞƍ akan mengelola kafe ini." Kata-kata ♈ªϞƍ diucapkan Bunda membuatku sangat kaget.
Kenapa Beliau menggunakan namaku? Bukan nama Sakura atau Rafli,putra kandung Bunda? Tanyaku dalam hati.
"Sebagai hadiah ulang tahun pita peresmian ini akan dipotong oleh putri kami Hanifa," kata Ayah sambil menyerahkan gunting.
Aku tertunduk,entah apa ♈ªϞƍ ada dibenakku saat iti senang ataukah sedih,Άkυ sendiri Ĵμƍα bingung.Aku hanya berfikir begitu cepatnya perubahan hidupku.Kemaren aku menangis karena kehilangan Bunda Fatimah dan sekarang...? Secepat inikah aku sudah senang-senang dg Bunda Laras?!
"Potong pitanya,Nak," bisik Bunda Laras membuyarkan lamunanku.
Dengan pikiran ♈ªϞƍ tak menentu aku tetap memotong pita tersebut demi membahagiakan Ayah dan Bunda Laras.Spontan para tamu ♈ªϞƍ hadir saat itu memberikan tepuk tangan untukku.
***
17 Mei 1996
Seminggu berlalu sejak Bunda meresmikan kafe namun aku masih bingung mengapa kafe tersebut diatas namakan namaku padahal modal kafe tersebut milik Bunda Laras bukan milik Ayah.
"Mas Bintang,tahu nggak mengapa Bunda Laras menghadiahkan kafe itu untukku?" Tanyaku pada Mas Bintang.Ketika itu kami sedang diteras rumah menyaksikan bintang-bintang dilangit.
"Mungkin karena Bunda sangat menyayangimu.Dedekku ♈ªϞƍ satu ini memang pantas disayangi," kata Mas Bintang sambil mencubit pipiku.
"Tapi Mas,aku kan bukan putri kandung Bunda Laras seharusnya Dik Sasa atau Mas Rafli ♈ªϞƍ berhak mendapat semua ini bukan aku."
"Tidak,Kak.Bunda sangat mengagumi pribadi Kak Iffa,aku dan Kak Rafli tidak pantas mendapat hadiah sebagus itu.Jika kafe diberikan kepada Kak Rafli maka uangnya hanya akan dihambur-hamburkan sedangkan aku mengurus diri sendiri ªåĴĴäª susuah apalagi harus mengurus kafe." Sahut Sakura ♈ªϞƍ kemudian duduk disampingku.
"Benar apa ♈ªϞƍ dikatakan Sakura,adekku sayǍ♌Ǧ.Oh ya,Bulan saya♌Ǧ,Besok Kei,Sania dan Tata mengajakmu menghadiri pengajian.Tadi sore mereka mencarimu tapi kamu sedang mandi." Mas Bintang mengalihkan pembicaraan.
"Tapi Mas menemaniku,kan?" Tanyaku.
"Tentu ªåĴĴäª ,Bunga jiwaku.Mas akan selalu menemaniku," jawab Masku tersayang sambil mencubit pipiku.
"Aku iri melihat kalian.Kak Rafli tidak pernah ŞayǍ♌Ǧ padaku,Ia hanya mementingkan kepentingannya.Aku benci Kak Rafli,Ia jahat padaku,Ia tidak pernah merindukanku.Jika Aku meneleponnya Ia selalu cuek dan tidak peduli padaku.Kak Hanafi,aku ingin disayang seperti Mas menyayangi Kak Iffa," kata Sakura sambil tertunduk mengurai air mata.
"Sakura Ĵμƍα adik kami,tentu kami akan menyayangi Sakura," jawabku.
"Sa,Mas percaya Kak Rafli sangat sayǍ♌Ǧ kepada Sakura mungkin cara mengungkapkannya ªåĴĴäª ♈ªϞƍ tidak seperti Mas Hanafi.Yang namanya Kakak pasti selalu menyayangi dan menjaga adiknya.Sasa cantik jangan sedih ƪά̲̣ƍϊ,ya.Sekarang Sakura punya Mas Hanafi dan Kak hanifa ♈ªϞƍ akan menyayangi Sakura." Nasehat Mas Bintang pada Sakura.Mas Bintang pun memeluk kami berdua dg penuh kasih Saya♌Ǧ.
BERSAMBUNG....

Langganan:
Postingan
(
Atom
)



