Bag (10)
Dilanjut lagi....
Dikedai Evergreen sore itu nampak sibuk sekali.Lilis dan Vika terlihat sibuk merapikan meja dan sebagainya karena kedai tersebut baru saja dibuat rapat oleh beberapa dosen tidak saja kalangan mahasiswa tapi juga para dosen seringkali memanfaatkan kedai Evergreen untuk acara pertemuan.Setting kedai yg lesehan dan dikelilingi pohon bambu yg sengaja ditanam dipinggir kedai menambah nyaman suasana.Sementara itu pohon asparagus dalam pot membelah lesehan sebagai hijabnya untuk memisahkan antara pengunjung putra dan putri.Kedai Evergreen tak menerima bagi muda mudi yg ingin berduaan dikedai kecuali bagi mereka yg telah berkeluarga.
Civitas akademika khususnya dari Universitas Brawijaya seringkali memilih kedai Evergreen karena memang suasana yg asri dan alami sebagai tempat diskusi hingga penyampaian materi kuliah oleh seorang dosen.Mereka bisa berdiskusi sambil menikmati jus buah organik yg segar tak hanya itu mereka juga bisa memesan tahu telur dan gorengan diwarung sebelah untuk dinikmati di kedai dan yg terpenting bagi mereka adalah kedai tersebut telah dilengkapi dg hot spot.Sehingga mereka bisa berlama lama surfing internetan dg laptop sembari menikmati jus buah dikedai.
Sebuah toyota New Alphard tepat berhenti didepan kedai.Seorang gadis cantik bergamis panjang warna biru dg kerudung yg berwarna biru muda keluar dari mobil tersebut.
"Assalamualaikum.Selamat datang..."sapa Lilis ramah.
"Waalaikumsalam"gadis itu menjawabnya lirih dg segaris senyum dibibirnya.Lilis memerhatikan mata gadis itu sembab.Lilis coba menebak dalam hati bahwa pengunjungnya itu baru saja menangis.
"Silahkan duduk,Mbak.Mbak ingin menikmati apa?"
"Oh,terima kasih.Saya hanya ingin membeli 2 buah melon.Masih adakan?"
"Oh,masih ada,Mbak"Lilis segera meminta Vika untuk mengambilkan 2 buah melon.
"Ayah saya sering kesini.Beliau biasanya membeli 2 buah melon dan satu buket mawar merah."
"Oh,ya? Benarkah? Siapa ya?"Lilis nampak sedang coba mengingat ingat semua pelanggan kedai tapi karena banyaknya pelanggan,Lilis kesulitan menemukan ayah Yg dimaksud gadis itu.
"Biasanya Ayah saya diantar Pak Ridwan sopir taxi biru langganan Ayah"gadis itu menambahkan keterangan.
"Subhanallah! Pak Burhan ya? Pengusaha properti?! Ya! Ya! Kalau Pak Burhan memang sering kesini,Mbak! Tiap akhir pekan sekali beliau selalu membeli 2 buah melon dan 2 buket mawar"akhirnya Lilis menemukan kecocokan dg Ayah yg dimaksud gadis itu.
"Bukan 2 tapi Ayah saya hanya membeli 1 buket mawar"
"Iya,benar Mbak.Tiap akhir pekan,kedai kami memberikan bonus 1 buket bumga bagi yg setiap pelanggan yg membelikan bunga untuk diberikan pada istri atau Ibu jadi meski Ayah Mbak membeli satu tapi mendapat 2 buket mawar"
"Oh! Lho tapi Ayah hanya memberi satu buket bunga kepada saya lalu satu buket bunga untuk siapa?"
"Pak Burhan pernah bilang akan memberikan buket bunga itu untuk istrinya! Jadi satu untuk Mbak satu lagi untuk Ibu.Tapi... Mbak kok sampai ggak tahu ya?!
"Astaghfirullah! Ibu saya telah meninggal,Mbak.Apa mungkin..."perempuan itu tak meneruskan kalimatnya.Ia coba memikirkan sesuatu "Apa benar Ayah saya bilang begitu?"
"Iya,Mbak.Beliau menceritakan bahwa istrinya itu senang sekali menanam mawar dihalaman rumah tapi Ayah Mbak sama sekali tak pernah memberikan setangkai bunga mawar pun untuk Ibu.Untuk itu,sekarang Pak Burhan ingin menebusnya begitulah yg pernah dikatakan oleh Pak Burhan.Apa mungkin mawar itu dibawa ke..."
"Iya! Itu sangat mungkin jika Ayah sedang rindu,Ayah memang sering mengunjungi makam Ibu.Ibu telah meninggal setahun yg lalu di Tanah suci saat menunaikan ibadah haji.Ayah sangat tertekan kehilangan Ibu"
Gadis itu diam sejenak lalu mengusap air yg mengambang dimatanya dg selembar tissue ditangannya.
"Sekarang Ayah dirawat di RS.Dr.Saiful Anwar Malang.Beliau terkena serangan stroke ringan mungkin karena terlalu banyak memikirkan Ibu.Setiap akhir pekan Ayah memang sering membeli buah melon dan bunga mawar untuk saya karena itulah giliran saya sekarang yg membelikan buah melon untuk beliau."
"Semoga Pak Burhan lekas sembuh,Mbak"kata Lilis sambil menyerahkan tas berisi 2 buah melon dan 1 buket bunga mawar merah setelah menerimanya gadis itu langsung bergegas kembali kemobilnya dan segera meninggalkan kedai.
Selisih sekian detik kemudian datangnya Faris dg motornya.Faris hanya dapat sekilas melihat gadis itu sedang memasuki mobilnya.
"Tadi siapa,Lis?"
"Oh,itu Mas putri Pak Burhan.Ia beli melon dan bunga untuk Ayahnya yg sedang sakit."
"Sakit?! Pak Burhan sakit?! Inalillahiwaina ilahirajiun.Pak Burhan sakit apa,Lis?"
"Katanya sih stroke ringan sekarang masih dirawat di RS.Dr.Saiful Anwar."
"Stroke ringan?!"
Lilis juga iku tersentak kaget.Lilis hanya mengangguk pelan tapi dg tetap menjaga pandangan.
"Baiklah.Besok aku akan menjenguk Pak Burhan."
Belum tuntas keterkejutan Faris tiba2 sebuah motor matic diparkir disebelah motor Faris.Faris lebih terkejut lagi saat sipengendara membuka helmnya.
"Chessa!"
Chessa melangkah anggun dari motornya gamis panjangnya berkelebat tersapu angin.Faris memerhatikan terus perubahan yg tiba2 pada diri Chessa terutama pada kerudung merah yg dikenakan Chessa seketika Faris tersadar jika kerudung yg dipakai Chessa itu sama persis dg kerudung yg dipakai gadis yg pernah Faris temui dimasjid Ketawanggede.Apakah kerudung itu milik gadis yg sama? Apakah gadis yg dimasjid itu sebenarnya adalah Chessa? Faris berkata dalam hati.Ah,tidak mungkin Chessa dulu tak pernah memakai kerudung!
"Assalamualaikum,"Chessa memberi salam
Faris belum sempat menjawabnya tiba2 Laila datang tergopoh-gopoh setengah berlari, "Mas Faris! Mila kecelakaan,Mas! Mila Mas!"
"Apa?! Mika?! Mila kenapa?!"
"Mila kecelakaan,Mas! Sekarang di RS.Dr.Saiful Anwar! Cepat kesana,Mas!"
Seketika seisi kedai langsumg tersentak mendengar kabar dari Laika yg tak lain adalah teman satu pesantren mahasiswa dg Mila.
"Ayo cepat sekarang kita kesana! Chess,tolong kamu boncengan dg Laila.Lis,hubungi Mahardiansyah! Tutup saja kedainya!"
Faris langsung menyalakan motornya dan segera melesat sementara Chessa dan Laila mengikuti dibelakangnya.Motor mereka berlari dg kecepatan tinggi menyalip beberapa kendaraan.Terkadang terjebak kemacetan karena sore hari umumnya orang pulang dari kantor.Tetapi mereka cukup lihai untuk melintas di sela2 yg kosong diantara kendaraan yg berlarian.
Mereka masuk ketempat parkir di RS.Dr.Saiful Anwar bersamaan dg datangnya Mobil Toyota New Alphard yg dikendarai putri Pak Burhan.Faris memasuki bagian parkir khusus roda 2 sementara mobil tersebut dibagian parkir mobil.Faris tak memperhatikannya,ia segera berlari menuju ruang UGD dan bertanya pada seorang perawat.Merekapun akhirnya menemukan tempat dimana Mila mendapat penanganan.Sayangnya,merek
Sementara Faris berjalan mondar mandir didepan pintu ruang operasi.Gelisah menunggu seseorang keluar dari pintu dan memberi keterangan tentang Mila.Lalu bertanya tentang kecelakaan yg menimpa Mila pada orang2 yg membawa Mila kerumah sakit ternyata motor Mila tidak menabrak atau ditabrak kendaraan lain.Ia terjatuh dg sendirinya entah mengantuk atau pingsan memang Mila yg memiliki gejala darah rendah beberapa kali sering jatuh pingsan.
*Bersambung....





