Karya:Muhammad Taufiq
Bag(1)
selepas subuh sekitar jalan MT.Haryono masih terlihat lengang.Jalan utama yg menghubungkan kota Batu dg kota Malang yg biasa padat dan memenatkan itu,kini masih terasa nyaman.Udara pagi pun masih terasa segar,terlebih ini adalah hari minggu.
Tampak beberapa mahasiswa dan warga sekitar sekedar menyempatkan untuk jogging atau sekedar jalan2.Hanya angkutan umum LDG dan ADL sudah berlarian keladungsari.
Tapi tidak disebuah kedai buah dan bunga ditepi jalan MT.Haryono,meski kedai tersebut belum buka tapi aktifitas didalamnya sudah mulai.Seorang lelaki tengah disibukkan menyortasi buah-buahan.Memilih buah yg terbaik untuk disajikan hari ini dikedai mereka.Diantaranya ada semangka,melon,apel,keleng
Tak jarang,mahasiswa maupun dosen yg memanfaatkan lesehan kedai itu untuk tempat diskusi bahkan kuliah.Terlebih,lesehan kedai itu telah dilengkapi hot spot area,sehingga memudahkan bagi pengunjung yg ingin surfing kedunia maya dg laptop mereka.
Kedua lelaki itu juga disibukkan dg perlakuan sortasi untuk bunga potong yakni dg memisahkan antara bunga yg masih segar dan telah layu kemudian memotong batangnya yg terlalu panjang atau mungkin telah busuk.Juga menyiapkan kertas pembungkus untuk bunga potong jika pembeli menginginkannya dalam bentuk buket.Ada banyak jenis bunga potong dikedai tersebut diantaranya ada krisan,garberra,mawar,aste
"Assalamualaikum....Selama
Kedua lelaki itu dikejutkan oleh suara dari luar pintu masuk.Seorang lelaki setengah baya yg memakai kaos putih dan handuk yg terlingkar dilehernya
"Waalaikumsalam warahmatullah...Selamat pagi juga Pak Ali.Sedang lari pagi nih?"
"Iya,Ris.Mumpung ni hari libur.Hari biasanya kamukan tahu sendiri,pagi hari seperti ini saya sudah sibuk menyapu kebun,menyiram,sampai memotong rumput.Nggak sempat olahraga! Harusnya kamu juga,Ris! Sempatkanlah olahraga.Meskipun hanya sekali dalam seminggu masak nggak ada bedanya hari libur dg hari biasa,Ris? Payah kamu,Ris!"
Lelaki yg bernama lengkap Faris Afero itu hanya tersenyum.Sementara Pak Ali tengah sibuk merenggangkan tangannya kekanan dan kekiri,kebawah dan keatas lalu memperagakan yoga asana yg tak sempurna dg perutnya yg buncit.
"Lho,biasanya ada Ferdian yg membantumu? Kemana dia?"
"Ferdian sedang mudik ke kediri.Ibunya sedang sakit.Jadi saya hanya dg Sais saja pagi ini.Bukankah kita nggak boleh mensia-siakan rezeki yg telah Allah hamparkan dipagi hari seperti ini? Lagi pula ini juga dalam rangka nambah bekal untuk ke makkah."
"Subhanallah! Kamu serius ingin segera pergi haji,Ris?"
"Insya Allah,Pak.Doa restunya.Sendirian saja nih,Pak? Biasanya ada Chessa yg ikut lari-lari dihari minggu."
"Iya,sendiri.Chessa lagi ngambek!"
"Ngambek? Kenapa,Pak?
"Harusnya kamu yg lebih tahu,Ris! Ia ngambek ya gara2 kamu."
"Gara2 saya? Maaf,pak.Saya nggak ngerti."
"Apa kamu tidak memerhatikan,sudah hampir 2 pekan inikan,Ia nggak beli bunga aster dikedaimu ini."
"Iya,Pak.Padahal paling tidak biasa Chessa akan kesini 2 hari sekali untuk beli bunga aster.Saya juga sempat khawatir.Apa Chessa sedang sakit."
"Chessa memang sedang sakit.Sakit hati!"
"Astafirullahal'adzim...Ke
"Kamu itu,Ris...Ris...Kamu yg lebih tahu kenapa Chessa sampai ngambek seperti itu! Kenapa kamu menolak saat ia mengajakmu kepesta perpisahan disekolahnya?"
"Oh,maksud Pak Ali,prom night itu? Ya,jelas saja saya tidak mau.Apa saya harus menghadiri perta aneh yg mengumbar aurat seperti itu? Yg lelaki sih memakai setelan jas yg sopan tapi yg perempuan? Gaun malam yg aneh!"
"Tapi kan tidak semuanya,Ris! Chessa sendiri kan sekarang sudah berkerudung.Ya,meskipun berkerudung modis.Padahal dulu,Ia paling fobi dg kerudung dan pakaian muslimah.Kamu tentu ingat,dulu Chessa berseragam sekolah masih dg rok diatas lutut.Tapi setelah sering kamu nasehati,kini ia sedikit berubah.Ia memakai hem dan rok panjang serta berkerudung saat pergi kesekolah.Saat keluar rumah pun,ia kini sering berkerudung."
"Alhamdulillah jika Chessa banyak perubahan sekarang.Tapi soal prom night,saya benar2 melarangnya untuk ikut apalagi ia malah mengajak saya.Meski saya telah menganggap Chessa adalah adik saya sendiri,bukan berarti status Chessa berubah menjadi muhrim bagi saya."
"Iya,Ris.Ia memang nggak jadi ikut prom night.Tapi ngambeknya itu lho,Ris! Nggak ketulungan! Cemberut melulu setiap hari! Cobalah hiburlah dia! Sepertinya nasihatmu kemarin soal prom night itu nyinggung perasaannya!"
Faris hanya diam dan mengangguk sembari meneruskan pekerjaannya menyortasi bunga potong.Semua harus telah siap sebelum kedainya buka tepat jam 7.Setelah itu,giliran Mila dan Lilis yg menjaga kedai buah dan bunga yg bernama Evergreen itu.Mila adalah Muslimah yg tak lain adalah adik Mahardiansyah seorang sahabat Faris yg dulu bersama merintis Evergreen.
Mila masih kuliah di DIII Kesekretaritan Universitas Brawijaya.Kebetulan kuliahnya hanya berlangsung siang dan malam hari jadi dipagi hari ia bisa membantu Faris menjaga kedai.Faris harus mengajar beberapa mata kuliah di Fakultas pertanian UNIBRAW.Kedai Evergreen nya tidak mengenal hari libur dihari minggu.Sedangkan Lilis adalah teman satu pesantren mahasiswa dg Mila yg masih kuliah di SI Perikanan UNIBRAW.
"Lalu bagaimana caranya agar Chessa nggak ngambek lagi,Pak?"
"Itulah yg sedang saya pikirkan!" Pak Ali segera memutar otaknya untuk berpikir keras.Wajahnya terlihat aneh saat ia berpikir,"Nah! Itu,Ris! Coba lihat bunga ada yg dikeranjang sebelahmu itu! Itukan aster! Bukankah Chessa sangat suka dg aster warna merah muda?"
Aster merupakan bunga yg bentuk dan ukurannya mirip dg bunga Matahari.Bunga Aster berbentuk melingkar atau seperti bintang dg kelopak dan mahkota bunga yg banyak dan terpisah.Mahkota bunga pada bunga ini ada yg panjang dan ada yg kecil,bermekaran mengelilingi bunga2 kecil yg ada ditengahnya.Bunga ini juga harum sekali karena bentuk yg sederhana dan indah sering diidentikan dg simbol kesederhanaan,keriangan dan kegembiraan.
"Iya,Pak! Tapi Aster itu sudah sedikit layu sebenarnya Aster itu sengaja saya simpan untuk Chessa tapi ia malah ngambek dan nggak kesini!"
"Sedikit layu nggak apa2.Sudahlah! Bungkus saja! Nanti saya akan memberikannya pada Chessa agar ia nggak ngambek lagi."
"Baiklah kalau begitu." Kemudian Faris membungkus Aster yg berwarna merah muda dg selembar kertas, "Pak Ali tak perlu membayarnya ini sudah tak layak jual.Sampaikan juga permintaan maaf saya padanya jika kata2 saya kemarin kurang nyaman baginya."
"Oke!" Pak Ali segera beranjak pergi.
"Tunggu,Pak! Ada yg mau saya titipkan untuk Chessa."
"Apa,Ris?"
"Sebentar,Pak.Biar saya ambilkan dulu dikantong jaket saya dibelakang."
Tak lama kemudian,Faris telah kembali dg menyerahkan selembar kertas pada Pak Ali.
"Ini adalah tiket masuk acara talk show minggu depan di Samantha Krida untuk Chessa.Semoga Chessa bisa menemani saya diacara tersebut."
"Baiklah.sampai nanti,Ris!"...
BERSAMBUNG...

Tidak ada komentar :
Posting Komentar