~::* KERUDUNG MERAH DARI MAKKAH *::~
Bag(7)
Dilanjut yuk.....
Menjelang separo malam,Faris dan Mahardiansyah masih diasyikkan oleh perbincangan diberanda vila mereka.2 cangkir kopi telah mereka habiskan sementara Ustadz Fauzan dan yg lain telah beristirahat agar sepertiga malam nanti dapat qiyamul lail bersama.Dari balik jaket tebal mereka berdua berlindung dari dingin yg menghujam.
"Jadi kamu masih semangat ya,Ris ingin segera berhaji muda?"
"Iya,Har.Kamu tahu sendiri sejak aku kuliah disini dan berteman denganmu aku telah menyimpan keinginan itu tepatnya sejak kelas 3 SMA.Aku ingin meneruskan niatan ayah yg telah meninggal dunia saat hendak pergi haji.Rencananya,ayah berhaji bersama Ibu saat itu,ayah semangat sekali untuk berhaji sering kali ia berdogeng tentang Makkah dan Madinah lengkap dg cerita sejarah tentang Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail meski hanya berdasar buku tapi ayah mendongeng dg sangat menarik menjelang sepekan keberangkatan tiba2 ayah sakit kondisi fisik ayah yg telah renta membuatnya lemah,ayah meninggal.Sejak saat itulah,aku ber Azzam akan berhaji selagi masih muda.
"Kamu kan juga tahu sendiri,Har.Aku mati-matian kerja sejak awal kuliah dulu.Siang dan malam selain aku harus membiayai kuliahku sendiri dan ke 2 adikku,aku juga harus menyisihkan uang untuk ONH nanti semakin hari Azzam itu semakin kuat.Terlebih,hampir setiap hari aku memutar film dokumenter tentang Makkah,Ka'bah,Masjidil Haram,Madinah dg keajaiban2 yg Allah karuniakan,membuatku semakin ingin untuk segera berhaji.Aku selalu menangis saat mendengar kalimah talbiyah dikumandangkan"
Faris terdiam,tiba2 matanya basah semakin dingin terasa saat ingin menyentuh airmata dipipinya,lalu Mahardiansyah memeluk sahabat yg selayak saudara itu.
"Semoga Allah memberi keberkahan pada hidupmu,Ris.Semoga Allah memudahkan jalanmu untuk segera berhaji"
"Amiin"
"Lalu bagaimana dg kabar adikku,Mila,Ris?"
"Alhamdulillah.Insya Allah,Mila baik2 saja.Sekarang mereka sedikit aku jauhkan agar sedikit meredam jebakan2 Virus Merah Jambu.Caranya?"
"Sebentar,Ris! Mereka? Siapa maksudmu mereka?"
"Ya,Mila dan Ferdian! Kamu sendirikan yg bilang ditelepon kemarin bahwa mereka saling jatuh cinta.Sehingga Mila ingin segera menikah sementara Ferdian belum siap terutama kesiapan materi.Lha,sekarang aku sedang membantu Ferdian untuk menyiapkan"
"Astafirullahaladzim! Yang aku maksud kemaren bukan Ferdian,Ris! Tapi kau,Ris!"
"Apa?! Aku?! Aku?!" Faris terperajat hingga ia tak mampu meloloskan kata2 dari mulutnya lalu mereka beristiqfar bersama.
"Jadi lelaki yg kamu maksud kemaren adalah..."
Mahardiansyah hanya mengangguk sekali lalu berkata, "Mila diam2 mencintaimu,Ris karenanya ia ingin segera menikah sedangkan aku tahu kamu tak ingin menikah sebelum berhaji,kan? Makanya aku ingin Mila konsen dulu pada kuliahnnya"
Faris tak berkata apa2 mulutnya membentuk hurup O.
"Lalu apa menurutmu Ferdian mencintai Mila?"
"Iya,Har.Tapi... Sebentar dulu,Har! Kenapa harus aku? Mila itu seperti adikku sendiri,Har! Bahkan,selama ini aku tak menangkap yg mencurigakan dari sikap Mila.Ia biasa2 saja tuh.Nggak ada yg aneh!"
"Jelas saja kamu nggak bisa merasakan,lha wong hanya ada Makkah dimatamu! Lagipula,sebenarnya ia sering membuat brownies coklat untukmu tapi kamu hanya memakannya sedikit selebihnya malah kamu berikan kepada Ferdi dan yg lain terkadang Mila kecewa tapi ia terus saja membuat brownies"
Faris tertegun sejenak
"Afwan,Har.Aku suka sekali dg brownies buatan adikmu karena saudaraku yg dimasjid juga banyak jadi aku harus membaginya rata agar semuanya bisa merasakan brownies itu"
"Tadi kamu bilang Ferdian..."
"Iya,Har.Ferdi memang mencintai Mila.Ferdi sering bercerita padaku tentang perasaannya kepada Mila.Aku pikir,Ferdianlah yg kamu maksud lelaki yg akan menikah dg Mila makanya aku sengaja sedikit menjauhkan mereka"
"Dengan cara apa?"
Kemudian Faris menjelaskan panjang lebar tentang jasa pengambilan sampah yg telah ia rintis bersama Ferdian.
"Sementara ini aku dan Ferdian sendiri yg menangani program Town Clean dan Care jadi aku dan Ferdian tak lagi dikedai kecuali saat kedai hendak buka dan tutup.Program Town Clean dan Care ini sudah berjalan sejak 3hari yg lalu.Tanggapan masyarakat cukup baik sekarang lebih dari 100 rumah yg menjadi anggota program ini dan jumlah pelanggan terus bertambah jadi kami harus menambah personil nanti setelah berjalan sebulan aku akan menyerahkan sepenuhnya program ini pada Ferdian.
Aku yakin jika setahun program ini berjalan dg baik,maka Maisyah yg Ferdian miliki telah cukup untuk meminang Mila.
"Aku sangat percaya dg Ferdian.Ia teman terbaikku setelah kamu,Har.Makanya aku sangat setuju jika Ferdian nantinya bersama Mila tetapi jika Ferdian dibiarkan terus bertemu Mila dikedai aku khawatir terjadi hal2 yg kurang baik untuk itu aku sengaja mengajak Ferdian untuk program Town Clean dan Clear ini"
"Tapi dugaanmu salah,Ris! Kamulah yg Mila cintai bukan Ferdian!"
"Ah,itu soal gampang,Har! Nanti kamu yg coba jelaskan pada Mila tentang ini aku yakin Mila bisa menerima Ferdian."
"Apa menurutmu semudah itu?!"
"Iya,kenapa tidak?"
"Entahlah,Ris.Tapi Mila sangat mencintaimu,Ris!"
"Ah,itu hanya soal waktu,Har!"
Mereka lalu berdiam sejenak memandang bunga2 bougenvile merah muda yg berguguran karena angin telah menamparnya.
"Apa kamu telah mencintai perempuan lain,Ris?"
Faris tersentak kaget,Diam.Hanya menghela nafas panjang.
"Benarkah kamu telah mencintai perempuan lain,Ris?"
Faris masih terdiam
*Bersambung..

Tidak ada komentar :
Posting Komentar