Minggu, 31 Maret 2013

NOVEL KERUDUNG MERAH DARI MAKKAH BAG 3

~::* KERUDUNG MERAH DARI MAKKAH *::~

Bag(3)

Yuk..yuk baca lagi....♥



Mila kembali merapikan bunga2 potong di ember dan buah yg tertata dirak.Sesekali ia menengok jam tangan yg melingkar ditangan kanannya.
Ia cemas,ia menunggu Faris untuk menggantikannya di kedai karena Mila harus segera bersiap untuk kuliah.

Sementara Lilis sudah pulang lebih dulu.Ferdian yg biasa menggantikan Mila siang itu sedang pulang kekediri.Terpaksa Faris yg harus menggantikannya.Sebenarnya Faris hanya bertugas menyortasi buah dan bunga yg layak jual,tetapi seringkali ia juga menemani Ferdian menjaga kedainya disore hari.

"Afwan,Ukhti.Tadi ada mahasiswa yg ingin bimbingan.Materinya agak rumit,jadi agak lama padahal semestinya,jadwal bimbingannya kemaren sabtu.

Kedatangan Faris yg tiba2 membuat Mila sedikit terkejut.
"Ah,nggak apa-apa.Belum telat kok"Jawab Mila sembari menundukan kepala, "Oh,ya tadi pagi,Ada Pak Herman kesini.Beliau ingin memesan 100 buah semangka untuk dihidangkan dipesta pernikahan putrinya."

"Oh,ya? Kapan?"
"Sekitar 2 minggu lagi.Beliau juga memesan beberapa macam bunga untuk dekorasi pelaminannya. Pesanan lengkapnya ada didalam laci,Mas."

"Baiklah.Segera saja akan kuhubungi Mahar untuk menyiapkan segalanya,semoga semua bisa terpenuhi."
"Oh,ya.Tadi pagi Mas Faris buru2 pergi,padahal ada brownies,"kata Mila sembari membuka kotak yg berisi brownies dan meletakannya dimeja samping Faris.

"Subhanallah! Jazakillah ya,ukh.Brownies coklat ya! Buatan sendiri,nih? Ah,sayang Ferdian nggak ada.Ia juga suka banget lho dg brownies buatanmu!"
Mila tak menjawab.Hanya tersenyum dg tetap menahan pandangannya.Sementara Faris segera mengambil tempat duduk.Kemudian langsung memotong brownies tersebut dan menyantapnya.

"Sekarang saya pulang dulu.Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam warahmatullah... Jazakillah ya,ukh" kata Faris dg mulut yg belepotan brownies.
"Mil... Mil... Sabtu depan kamu datang ke talk showkan?"

"Insya Allah..."
"Apa saya bisa minta tolong?"
"Apa ya,Mas?"
"Chessa... Kamu kenal dia kan? Insya Allah,Ia akan datang ke talk show jika memang jadi datang,tolong kamu temani dia ya... Bisa kan?"

"Mil... Mil... Sebentar Mil..." Mila yg telah ditepi jalan raya,hendak menyeberang,terpaksa harus kembali ke kedai.
"Iya,Mas.Ada apa?"
"Kalau Chessa menggunakan pakaian yg seronok,tolong minta dia ganti pakaian untuk itu,bawakan juga gamis panjang dan kerudung yg bagus dan sesuai untuknya.Jika ia tak mau ganti,bilang saja saya yg nyuruh!"

"Baik,Mas.Sudah Mas? Ada lagi?"
Faris hanya nyengir "Mil... Mil..."
"Apa lagi,Mas?!!" tanya Mila sewot tapi tetap menundukan kepala.
"Jazakillah ya..."
Mila tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala berkali-kali,"Mila pulang dulu,Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam warahmatullah..."

Faris segera mengambil daftar pesanan Pak Herman lalu menghubungi Mahardiansyah guna memastikan pesanan2 dapat terpenuhi semua.Mahardiansyah bekerja dikebun cangar,kebun penelitian milik Fakultas pertanian UNIBRAW.Dikebun yg luasnya berhektar-hektar tersebut,dikembangkan sebagai penelitian berbasis pertanian organik.Hampir semua tanaman yg dibudidayakan dikebun cangar adalah organik hanya beberapa lahan saja yg tidak menggunakan sistim pertanian organik.

Semua buah-buahan yg dijual dikedai Evergreen semua berasal dari kebun Cangar dan dapat dipastikan organik.Setiap pekan atau jika ada tambahan pesanan,Mahardiansyah selalu mengirimkan buah2 organik hasil dari kebun Cangar ke kedai Evergreen.

Pada awal perintisan kedai Evergreen oleh Faris dan Mahardiansyah dulu mereka sering belanja buah-buahan dipasar Dinoyo namun buah-buahan yg ada dipasar Dinoyo tidaklah organik seperti dari kebun Cangar.Harganya pun jauh lebih murah jika dibandingkan dg buah-buahan organik.

Tapi konsumen sekarang banyak memilih buah-buahan organik.Mereka tahu akan manfaat dan kandungan vitamin dalam buah organik lebih banyak daripada non organik



Selain buah terasa lebih segar karena perawatannya tanpa menggunakan bahan2 kimia.Meskipun para konsumen harus merogoh kocek lebih banyak ketimbang untuk membeli buah non organik.


"Kalau untuk 100 buah semangka kayaknya tidak ada dikebun mungkin hanya sekitar 70 buah saja tapi nanti aku carikan kekurangannya dipetani sekitar semoga saja bisa terpenuhi 100 buah!"kata Mahardiansyah via ponsel.

"Baiklah.Jazakkallah,Har!"
"Bagaimana kabar Mila,Ris?"
"Alhamdulillah,Insya Allah adikmu baik2 saja.Baru saja ia pulang."
"Tolong jaga dia ya,Ris.Jangan sampai ia kena virus merah jambu! Aku ingin ia konsen kuliah dulu!"
"Mila jatuh cinta? Kamu nggak salah,Har? Ia terlihat baik2 saja lagipula jika Mila ingin segera menikah bukankah itu hal yg bagus? Kamu sendiri nikah saat semester 4.

"Nggak semudah itu,Ris! Mauku juga begitu,ketika ia dah mantep ingin cepat menikah,aku memilihkan suami yg saleh dan cocok untuknya.Tapi masalahnya..."
"Masalahnya apa,Har?"

"Ah,sudahlah Ris! Yg jelas tolong jaga Mila untukku jika Ia sedikit saja salah jalan,tegur saja dia.Ngerti kan maksudku?"
"Baiklah,Har! Besok akan kusampaikan salam dan nasihat darimu untuk Mila"
Setelah mengakhiri pembicaraan.Faris bertanya-tanya dalam hati.Apakah memang benar jika Mila segera ingin menikah? Dengan siapa? Subhanallah! Jangan2 lelaki yg dimaksud adalah Ferdian? Bisik Faris dalam hati.Ia teringat beberapa hari yg lalu,Ferdian bercerita banyak tentang perasaannya kepada Mila.
Wah! Gawat nih! Mereka harus segera dikarantina! Agar nggak salah arah! Faris berpikir keras mencari jalan keluar bagaimana caranya agar mereka tidak saling berdekatan.

Bagaimanapun,virus merah jambu sangat canggih dan ganas dalam penularannya tapi virus merah jambu akan terasa semanis madu setelah pernikahan yg penuh berkah terjadi.

Saat Faris tengah berpikir menemukan cara untuk menetralisir virus merah jambu yg terjadi diantara Ferdian dan Mila,sebuah taxi biru berhenti tepat didepan kedainya.



Seorang lelaki yg berusia sekitar 60 tahun keluar dari mobil dg sebuah tongkat ditangannya.Meski menggunakan tongkat,lelaki tua tersebut terlihat masih tegap dalam berjalan.Sementara sopir taxi berjalan mengiringnya.Faris mengucapkan salam terlebih dahulu sembari melemparkan senyuman kepada mereka.Lelaki tua bernama Pak Burhan,pengusaha bisnis properti dikota Malang.

"Kamu benar,Ris! Buah organik memang terasa beda.Sekarang saya ingin melon organik itu lagi" ucap Pak Burhan semangat
"Selain lebih segar,buah organik memang lebih menyehatkan karena memang tanpa residu bahan kimia didalamnya,"kata Faris sambil memilih melon terbaik untuk pelanggannya tersebut.

"Begitukah caramu memilih melon?"
"Iya,Pak.Melon yg manis biasanya ditandai dg patahan tangkainya atau butterspotnya terlihat mekar dan berwarna kekuningan.Selain itu,melon yg guratan uratnya banyak dan tebal seperti ini adalah tanda buah sudah matang sewaktu dipanen dan yg paling mudah,tanda melon itu bagus adalah baunya wangi"

Sementara itu Pak Burhan hanya mengangguk -angguk sembari memerhatikan ember yg berisi mawar merah.
"Mawar merah ini cocok untuk ibu"kata Faris saat memberikan setangkai mawar merah pada Pak Burhan tetapi Pak Burhan malah tertawa berbahak sampai terbatuk-batuk



"Itukan bagi kalian yg muda-muda masak sudah kaki-kaki seperti ini mau berikan gituan pada istrinya ngawur kamu,Ris!"
"Eh,jangan salah,Pak.Justru kedai ini melarang kerar jika untuk muda-mudi yg beli bunga dikedai ini untuk pacarnya! Tapi jika untuk istri,suami,keluarga maka kami akan berikan potongan harga atau bonus bunga! Lha seperti promo ini,Pak!"jelas Faris sembari menunjukan promo didinding kedai,"UMMI DAY:Hari Bunga Untuk Ibu".
Maksudnya disetiap hari sabtu dan minggu,kedai kami akan memberikan bonus 1 buket bunga bagi pelanggan yg membelikan bunga untuk Ibu atau Istrinya! Jadi beli satu buket dapat 2 buket bunga!"

Lelaki tua itu tetap tertawa meski Faris telah menjelaskannya dg panjang lebar.
"Tapi aku malu,Ris! Selama ini,aku tak pernah memberikan bunga untuk Istriku jangankan bunga,kata cinta saja tak pernah aku ucapkan setelah kami menikah"

"Makanya,Pak.Inilah saat yg tepat untuk menyatakan cinta dan sayang Bapak pada Ibu.Ibu pasti akan bahagia sekali menerima bunga ini terkadang memang ada hal tertentu yg tak bisa diucapkan dg kata2.Lha,dg bunga inilah,Bapak bisa menyelipkan kata cinta untuk Ibu"

Tiba-tiba mata lelaki tua itu berkaca-kaca,"Terserah kamulah,Ris! Bungkuskan mawar itu untukku!"
"Baik,Pak.Karena hari ini program spesial UMMI DAY,maka Bapak mendapat 2 buket mawar merah dg cukup membayar 1 buket saja."

"Terima kasih,Ris.Tapi jangan lupa bungkuskan juga 2 melon yg kau pilihkan tadi"
"Siap,Pak!"
Faris dg cekatan membungkus pesanan Pak Burhan

Bersambung...

Tidak ada komentar :

Posting Komentar