~::* KERUDUNG MERAH DARI MAKKAH *::~
Bag(8)
Semakin seru.....
Sementara itu,disebuah kamar kos.Ada 2 orang gadis sedang bercanda sesekali terdengar gelak tawa yg pecah dalam kamar itu.
"Ah,Mbak Mila bisa saja.Chesa kan jadi malu"kata salah satu gadis itu dg manja sembari memutar-mutar tubuhnya didepan cermin.Gamis panjangnya pun mengembang sering tergerai rambut panjangnya yg indah.
"Mana mungkin Mas Faris mencintai Chessa?"
"Sangat mungkin,Chess! Selama ini Mas Faris selalu memerhatikanmu yg pertama kali ia tanyakan saat ia ke kedai sore hari adalah kamu,Chess!"
"Mbak Mila cemburu ya?"
"Ih,nggak lah! Siapa yg cemburu?!"
"Tapi kok muka Mbak Mila jadi merah?! He....he..."
Seketika Mila langsung menutup mukanya dg bantal,gelak tawapun kembali pecah lalu Chessa mendekdp manja tubuh Mila dari belakang.Mereka bersenandung lirih sambil melenggang kekanan dan kekiri.
"Biar Chessa sisir rambut Mbak Mila ya? Kusut banget! Kebanyakan pake kerudung sih! Sampai lupa nyisir rambut kalau sering pakai kerudung juga harus rajin2 nyisir rambut dong,Mbak!"
Mila pun menuruti kemauan Chessa.Chessa langsung membawa Mila duduk didepan cermin lalu Chessa mengambil sebuah sisir rambut dari laci kemudian menyisir rambut Mila dg perlahan.Rambut Mila yg sedikit ikal mulai tertata rapi kembali.Hingga terbentuklah kecantikan yg tergambar jelas dicermin.
"Tuh kan! Mbak Mila terlihat cuantik banget! Huh! Chessa sampai minder!"
"Bisa saja kamu,Chess! Jelas kamu yg lebih cantik dari Mbak.Mbak nggak pandai merawat diri sepertimu."
"Tapi Mbak mencintai Mas Faris,kan?"
"Astaghfirullahal'adzim.Bi
"Bener nih? Nggak bohong? Kalau gitu biar Chessa saja yg mencintai Mas Faris.Boleh nggak,Mbak?"
Mila diam dan langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan kearah jendela dimana sebuah vas bunga berisi garberra berwarna kuning tertata rapi atas meja dekat jendela Mila menata kembali garberra tersebut.Angin malam menyibak rambutnya bulan tak sempurna tersaput awan dilangit Chessa mendekati Mila.
"Afwan,Mbak.Meski Mbak nggak cerita pada Chessa,tapi Chessa tahu kalau Mbak Mila diam2 mencintai Mas Faris jujur Chessa juga simpati pada Mas Faris tapi mungkin hanya sekedar simpati biasa saya kagum pada Mas Faris yg penuh semangat dan optimis dalam menjalani hidup.Chessa dapat belajar banyak dari Mas Faris tapi mungkin simpati itu hanya sekedar simpati biasa bukan cinta terlalu buru2 jika Chessa menyebut cinta tapi Chessa sangat setuju jika Mbak Mila nantinya menikah dg Mas Faris..."Chessa tak meneruskan kata2nya.Ia melihat mata Mila yg mulai basah akhirnya Mila menangis sesenggukan Chessa memeluk erat Mila.
"Mbak memang sangat mencintai Mas Faris,Chess"lirih Mila dalam dekapan Chessa.
"Iya,Mbak.Chessa tahu itu Chessa akan bantu Mbak."sahut Chessa dg airmata yg mulai tumpah.
Seketika Mila langsung melepaskan pelukanya dan menatap Chessa dalam2 dg airmata yg masih berlingan.
"Tak perlu,Chess! Jangan melakukan tindakan bodoh!"Hanya Allah yg berhak atas jodoh atau tidaknya kami"kata Mila meyakinkan.
Chessa hanya mengangguk Chessa melihat air yg mengambang dimata Mila lalu Chessa kembali memeluk Mila,Dada Mila bergemuruh Mila tak mengira Chessa bisa memahami perasaan yg selama ini ia pendam.Mila berpikir saat itulah saat yg tepat untuk meluapkan tentang perasaannya pada Faris
Mila pun mulai becerita sejak pertama kali kakaknya Mahardiansyah memperkenalnya dg Faris,Mila langsung menaruh simpati pada Faris lalu menceritakan kebaikan2 Faris saat Mila membutuhkan pertolongan.Bagaimana Faris tergeletak dirumah sakit lantaran gejala sakit Typus,Milalah yg seringkali menjenguknya juga tentang brownies coklat yg sengaja ia buat untuk Faris.
Menjelang separo malam,Mila dan Chessa masih bercerita banyak hal.
"Oh ya,Chess ada sesuatu yg Mbak ingin berikan untukmu"
"Apa Mbak?"tanya Chessa penasaran sementara Mila melompat dari ranjang menuju almari pakaiannya.Mila mengambil sesuatu dari dalam almari.
"Ini adalah kerudung yg Mbak paling sering pakai dulu karena ribet cara makainya,Mbak jarang memakainya sekarang Mbak harap kamu mau memakainya"
"Wah! Indah sekali,Mbak?! Warna merah marun warna kesukaan Chessa!"
"Coba sini.Mbak akan beritahu cara memakainya"
Chessa mendekat kemudian Mila memakaikan kerudung merah yg lebar itu pada Chessa.
"Memang sedikit ribet harus dililitkan lebih dahulu melingkar kepundak hingga menutupi hampir seluruh tangan lalu dijepit dg bros,Nah selesai!"
Chessa langsung berlari kearah cermin.Ia perhatikan dg seksama kerudungnya,Ia putar tubuhnya kekanan kekiri lalu tersenyum pada Mila.
"Kamu terlihat anggun sekali memakai kerudung itu,Chess!"
"Terima kasih,Mbak.Chessa akan memakai kerudung ini terima kasih juga telah menemani Chessa seharian jalan2 sampai Chessa juga boleh bubuk disini."
"Iya,sama2.Kapan pun Chessa boleh kesini"
Mila dan Chessa yg telah lelah karena hampir seharian penuh berkeliling dipasar besar Malang,membeli gamis panjang dan kerudung yg cocok untuk Chessa akhirnya mereka memutuskan untuk segera merapikan kamar dan langsung tidur sementara itu Mila mengambil air wudhu dan shalat 2 rakaat sunnah kemudian membaca Al Qur'an hingga matanya tak sanggup lagi menahan kantuk.Mila pun tertidur dalam balutan mukena putih diatas sajadahnya.
Bersambung..

Tidak ada komentar :
Posting Komentar