~::* KERUDUNG MERAH DARI MAKKAH *::~
Bag(4)
Yuk baca lagi.....
Tepat jam 9 malam,semua penerangan didalam masjid telah mati tinggal beberapa lampu diserambi masjid yg masih dibiarkan benderang.Beberapa jamaah yg menghabiskan selepas isya tadi dg membaca Al-Qur'an dimasjid,kini telah pulang.Gorden telah tertutup rapat,begitu juga pintu dan jendela2.Faris segera mengunci pintu gerbang depan masjid rapat2 lalu Ia bergabung dg Sais dan Ferdian yg telah menunggunya dikamar ta'mir.
Ferdian baru saja kembali dari kediri ba'da Ashar tadi.Sekarang mereka bertiga sedang menikmati camilan yg dibawa Ferdian,sembari bercerita tentang kesehatan Ibu Ferdian yg sudah mulai membaik.
Sejak awal kuliah di DIII pertanian hingga transfer ke SI dan melanjutkan S2 Management UNIBRAW,Faris telah tinggal dimasjid tersebut jadi hampir 7tahun,Ia telah menjadi ta'mir masjid terbesar dikelurahan Ketawanggede tersebut.Baginya,sebuah keuntungan bisa mengabdikan diri di rumah Allah.Merawat,menjaga dan meramaikan masjid.
Tak saja berburu amal yg baik dg menjadi imam shalat berjamaah,adzan,iqamah,hin gga menyapu dan mengepel lantai serta membersihkan kaca jendela agar tak berdebu dan segala aktivitas lain.Dan yg terpenting shalat jamaah Faris selalu terjaga.
Seringkali Faris mendapat tawaran untuk kos,kontrakan bahkan ada teman yg rela menitipkan rumah disuatu perumahan untuk Faris tinggali tapi Ia menolaknya bukan karena tak mampu untuk sekadar cari kos atau ingin ngirit dg tinggal dimasjid.Gajinya sebagai dosen dan ditambah laba lain dibeberapa lini usaha yg dibangunnya dg beberapa temannya lebih dari cukup untuk cari kos atau rumah kontrakan.
Bagi Faris,tak ada yg lebih indah dibandingkan jika diingatkan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah.Saat didalam masjid tersebut,dada Faris selalu berdebaran tasbih dan gemuruh zikir.Selalu saja Ia ingin cepat2 memperbarui wudhunya,Shalat 2 rakaat lalu mengisi waktu dg membaca Al-Qur'an selalu saja Ia merasa berdesakan dg ribuan malaikat yg sedang bertasbih,lalu membangunkanmya disepertiga malam terakhir,saat tiba2 ia tertidur dalam i'tikafnya.selalu saja.
Sementara Ferdian sudah 2tahun tinggal dimasjid tersebut sedangkan Sais baru setahun yg lalu.Sais masih aktif dibangku S1 jurusan budidaya perikanan dan Ferdian sedang mengerjakan proposal untuk skripsinya dijurusan peternakan.Pendahulu mereka berdua sudah kembali ke daerah asal setelah menuntaskan S1 hanya Fasis yg masih bertahan dimasjid tersebut.Ia tak mungkin malu tinggal dirumah Allah malah sebuah kehormatan.
Meski tinggal dimasjid,Faris memiliki beberapa lini usaha yg bekerja sama dg teman atau instansi.Baik teman seketika S1 dulu atau saat S2 sekarang ini.Bahkan Faris juga terlibat beberapa proyek yg dikembangkan oleh beberapa dosen senior di UNIBRAW.
"Oh ya,Fer! Sebenarnya ide ini sudah aku endapkan selama berbulan-bulan.Aku ingin segera merealisasikannya aku butuh bantuanmu,Fer!"
"Bisnis atau bukan? Kalau bisnis it's oke-lah!"
"Kapan aku pernah bicara bukan soal bisnis? Selalu uang dan uang!"
Mereka tertawa bersama sementara Sais membuka jendela kamar tersebut.Sedetik kemudian angin malam merangsek masuk,menyelinap pada poster besar bergambar ka'bah dan masjidil haram didinding kamar.Poster tersebut sedikit mengembang karena berangin untung saja ada paku yg kuat menahannya.
"Proyek ini memiliki konsep sebuah kepedulian lingkungan bernama Town Clean dan Care.Town Clean dan Care ini mempunyai tugas untuk membebaskan kawasan kita dari sampah.Kamu tahu sendirikan,Fer.Dilingkunga n koskosan elite di gang Watu Gong dan sekitarnya,banyak sampah yg masih berserakan dan kurang terkontrol kebersihannya memang telah disediakan banyak tong sampah tapi kebanyakan telah penuh hingga meluber dan mengotori jalan sehingga menyebabkan bau disana sini pemandanganpun jadi kurang nyaman.Kos elite pun jadi tanpak kumuh.
Itu mungkin karena sedikitnya jumlah personel kebersihan yg dikerahkan sedangkan area yg harus mereka tangani sangat luas sekali.Nah,kita nih nantinya atas nama Remaja Masjid peduli lingkungan berperan sebagai pihak swasta yg ikut membantu pemerintah dalam rangka membersihkan lingkungan kita ni dri sampah"
Faris berhenti sebentar,membiarkan Ferdian terlihat terbius dg perkataannya kemudian Faris melanjutkan kembali, "Lha bentuknya,Fer.Kita akan memberikan 2 kantong sampah yg berukuran sedang untuk kos-kosan atau rumah makan yg mau kita kelola sampahnya.2 kantong sampah itu maksudnya,satu untuk sampah kering dan satu lagi untuk sampah basah.2 kantong tersebut dapat diletakkan didalam atau disamping kos.Pemilik kos dan penghuni kos nya tak perlu repot2 membuang sampah keluar rumah jadi tong sampah didepan kosan mereka hanya akan jadi tong sampah buat sampah yg ada dijalan.
"Lha,kita Fer.Setiap sore atau sekitar bada Ashar,kita akan mengambil satu persatu kantong sampah dikos-kosan lalu mengangkutnya dg mobil pick up dan membawanya ketempat pembuangan sampah supit Urang kota Malang.Jika memungkinkan kedepan kita juga bisa bekerja sama dg pihak pengelola sampah organik,agar sampah2 itu diolah menjadi kompos atau mungkin bekerja sama dg pengrajin daur ulang dari sampah.
"Kita nanti bekerja secara profosional dan serapi mungkin,Fer.Jangan sampai terlihat kumuh dan jorok.Sampah boleh kotor tapi kita sebagai agen lingkungan yg sebenarnya nih,nggak boleh terlihat kotor.Harus bersih!
"Nah! Sekarang masuk itung-itungan bisnis! Dengarkan,Fer! Setiap kos-kosan atau rumah makan yg ikut dalam program kita nih,Fer.Wajib membayar infaq sebesar 1000 rupiah perhari untuk 2 katong sampahnya.Insya Allah,Ibu kos elite atau rumah makan banyak yg mau kok untuk membayar segitu agar lingkungannya terlihat bersih.Ia pun tak perlu repot2 gembar-gembor ke mahasiswa yg kos untuk buang sampah yg ada dikamarnya yg telah menggunung mereka cukup memasukkan sampah kekantong sampah yg kita sediakan didekat mereka.Mereka tak akan merasa jorok dg kantong sampah tersebut karena setiap hari kita mengambil kantong sampah2 tersebut lalu kita menggantinya dg kantong sampah yg bersih.
"Coba saja kamu itung sendiri,jika seandainya ada 100 saja kos-kosan atau rumah makan yg ikut program ini sehari saja,kita sudah mengumpulkan 100.000
Sebulan? Itung aja sendiri! Tapi tidak semua itu hak kija,Fer.Dari 1000 rupiah tersebut,500 rupiah saja menjadi milik kita sedangkan sisanya untuk beli bensin mobil pick up dan ongkos cuci kantong sampah selebihnya adalah sedekah kita kemasjid ini untuk mobil pick up nya nanti aku usahakan pinjam saja pada seorang teman di S2.Ia seorang kontraktor yg akrab sekali denganku jadi kita tak perlu keluarkan uang untuk sewa mobil."
Ferdian terlihat serius sekali mendengarkan penjelasan Faris.Seakan membenarkan apa yg baru saja didengarnya.
"Lha,masalahnya,Fer.Saat ini hanya kamu yg bisa mengemudikan mobil untuk itulah,aku meminta bantuanmu untuk mengemudikan mobil pick up yg akan kita gunakan nanti untuk mengangkut kantong sampah dari kos-kosan.Bagaimana,Fer? Aku yakin kamu pasti setuju!"
"Lalu bagaimana dg kedainya?"
"Beberapa bulan lalu,Mila bercerita bahwa sebenarnya Vika,adik kosnya ingin bekerja dikedai.Mungkin sekaranglah saat yg tepat untuk sementara membantu mereka saat sebelum kedai buka dan saat hendak tutup tapi untuk pagi dan sore hari biar Mila,Lilis dan Vika yg menjaganya kau tak perlu lagi menghabiskan waktu siangmu dikedai.Dengan program Town Clean dan Care,kau bisa bekerja sedikit waktu tapi dg hasil yg lumayan untuk sementara,biar aku saja yg menemanimu bekerja untuk 1 atau 2 bulan pertama.Untuk selanjutnya biar Sais atau lainnya saja yg menemanimu.Bagaimana,Is? Mau nggak?"
"Siap!!!" tiba2 Sais menyalak dg semangat.
"Baiklah.Aku bersedia ikut proyek ini "ujar Ferdian yg tak kalah semangat.
"Nah! Tinggal besok kita bicarakan ini lebih lanjut dg Pak H.Abidin,selaku ta'mir masjid ini kemudian kita buat proposal dan kita ajukan ke Pak RT pihak pengelola TPS dan lain2"kata Faris mengakhiri pembicaraan.
Faris akhirnya bernafas lega karena rencana untuk memisahkan Ferdian dan Mila untuk sementara waktu akan segera terwujud
Bag(4)
Yuk baca lagi.....
Tepat jam 9 malam,semua penerangan didalam masjid telah mati tinggal beberapa lampu diserambi masjid yg masih dibiarkan benderang.Beberapa jamaah yg menghabiskan selepas isya tadi dg membaca Al-Qur'an dimasjid,kini telah pulang.Gorden telah tertutup rapat,begitu juga pintu dan jendela2.Faris segera mengunci pintu gerbang depan masjid rapat2 lalu Ia bergabung dg Sais dan Ferdian yg telah menunggunya dikamar ta'mir.
Ferdian baru saja kembali dari kediri ba'da Ashar tadi.Sekarang mereka bertiga sedang menikmati camilan yg dibawa Ferdian,sembari bercerita tentang kesehatan Ibu Ferdian yg sudah mulai membaik.
Sejak awal kuliah di DIII pertanian hingga transfer ke SI dan melanjutkan S2 Management UNIBRAW,Faris telah tinggal dimasjid tersebut jadi hampir 7tahun,Ia telah menjadi ta'mir masjid terbesar dikelurahan Ketawanggede tersebut.Baginya,sebuah keuntungan bisa mengabdikan diri di rumah Allah.Merawat,menjaga dan meramaikan masjid.
Tak saja berburu amal yg baik dg menjadi imam shalat berjamaah,adzan,iqamah,hin
Seringkali Faris mendapat tawaran untuk kos,kontrakan bahkan ada teman yg rela menitipkan rumah disuatu perumahan untuk Faris tinggali tapi Ia menolaknya bukan karena tak mampu untuk sekadar cari kos atau ingin ngirit dg tinggal dimasjid.Gajinya sebagai dosen dan ditambah laba lain dibeberapa lini usaha yg dibangunnya dg beberapa temannya lebih dari cukup untuk cari kos atau rumah kontrakan.
Bagi Faris,tak ada yg lebih indah dibandingkan jika diingatkan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah.Saat didalam masjid tersebut,dada Faris selalu berdebaran tasbih dan gemuruh zikir.Selalu saja Ia ingin cepat2 memperbarui wudhunya,Shalat 2 rakaat lalu mengisi waktu dg membaca Al-Qur'an selalu saja Ia merasa berdesakan dg ribuan malaikat yg sedang bertasbih,lalu membangunkanmya disepertiga malam terakhir,saat tiba2 ia tertidur dalam i'tikafnya.selalu saja.
Sementara Ferdian sudah 2tahun tinggal dimasjid tersebut sedangkan Sais baru setahun yg lalu.Sais masih aktif dibangku S1 jurusan budidaya perikanan dan Ferdian sedang mengerjakan proposal untuk skripsinya dijurusan peternakan.Pendahulu mereka berdua sudah kembali ke daerah asal setelah menuntaskan S1 hanya Fasis yg masih bertahan dimasjid tersebut.Ia tak mungkin malu tinggal dirumah Allah malah sebuah kehormatan.
Meski tinggal dimasjid,Faris memiliki beberapa lini usaha yg bekerja sama dg teman atau instansi.Baik teman seketika S1 dulu atau saat S2 sekarang ini.Bahkan Faris juga terlibat beberapa proyek yg dikembangkan oleh beberapa dosen senior di UNIBRAW.
"Oh ya,Fer! Sebenarnya ide ini sudah aku endapkan selama berbulan-bulan.Aku ingin segera merealisasikannya aku butuh bantuanmu,Fer!"
"Bisnis atau bukan? Kalau bisnis it's oke-lah!"
"Kapan aku pernah bicara bukan soal bisnis? Selalu uang dan uang!"
Mereka tertawa bersama sementara Sais membuka jendela kamar tersebut.Sedetik kemudian angin malam merangsek masuk,menyelinap pada poster besar bergambar ka'bah dan masjidil haram didinding kamar.Poster tersebut sedikit mengembang karena berangin untung saja ada paku yg kuat menahannya.
"Proyek ini memiliki konsep sebuah kepedulian lingkungan bernama Town Clean dan Care.Town Clean dan Care ini mempunyai tugas untuk membebaskan kawasan kita dari sampah.Kamu tahu sendirikan,Fer.Dilingkunga
Itu mungkin karena sedikitnya jumlah personel kebersihan yg dikerahkan sedangkan area yg harus mereka tangani sangat luas sekali.Nah,kita nih nantinya atas nama Remaja Masjid peduli lingkungan berperan sebagai pihak swasta yg ikut membantu pemerintah dalam rangka membersihkan lingkungan kita ni dri sampah"
Faris berhenti sebentar,membiarkan Ferdian terlihat terbius dg perkataannya kemudian Faris melanjutkan kembali, "Lha bentuknya,Fer.Kita akan memberikan 2 kantong sampah yg berukuran sedang untuk kos-kosan atau rumah makan yg mau kita kelola sampahnya.2 kantong sampah itu maksudnya,satu untuk sampah kering dan satu lagi untuk sampah basah.2 kantong tersebut dapat diletakkan didalam atau disamping kos.Pemilik kos dan penghuni kos nya tak perlu repot2 membuang sampah keluar rumah jadi tong sampah didepan kosan mereka hanya akan jadi tong sampah buat sampah yg ada dijalan.
"Lha,kita Fer.Setiap sore atau sekitar bada Ashar,kita akan mengambil satu persatu kantong sampah dikos-kosan lalu mengangkutnya dg mobil pick up dan membawanya ketempat pembuangan sampah supit Urang kota Malang.Jika memungkinkan kedepan kita juga bisa bekerja sama dg pihak pengelola sampah organik,agar sampah2 itu diolah menjadi kompos atau mungkin bekerja sama dg pengrajin daur ulang dari sampah.
"Kita nanti bekerja secara profosional dan serapi mungkin,Fer.Jangan sampai terlihat kumuh dan jorok.Sampah boleh kotor tapi kita sebagai agen lingkungan yg sebenarnya nih,nggak boleh terlihat kotor.Harus bersih!
"Nah! Sekarang masuk itung-itungan bisnis! Dengarkan,Fer! Setiap kos-kosan atau rumah makan yg ikut dalam program kita nih,Fer.Wajib membayar infaq sebesar 1000 rupiah perhari untuk 2 katong sampahnya.Insya Allah,Ibu kos elite atau rumah makan banyak yg mau kok untuk membayar segitu agar lingkungannya terlihat bersih.Ia pun tak perlu repot2 gembar-gembor ke mahasiswa yg kos untuk buang sampah yg ada dikamarnya yg telah menggunung mereka cukup memasukkan sampah kekantong sampah yg kita sediakan didekat mereka.Mereka tak akan merasa jorok dg kantong sampah tersebut karena setiap hari kita mengambil kantong sampah2 tersebut lalu kita menggantinya dg kantong sampah yg bersih.
"Coba saja kamu itung sendiri,jika seandainya ada 100 saja kos-kosan atau rumah makan yg ikut program ini sehari saja,kita sudah mengumpulkan 100.000
Sebulan? Itung aja sendiri! Tapi tidak semua itu hak kija,Fer.Dari 1000 rupiah tersebut,500 rupiah saja menjadi milik kita sedangkan sisanya untuk beli bensin mobil pick up dan ongkos cuci kantong sampah selebihnya adalah sedekah kita kemasjid ini untuk mobil pick up nya nanti aku usahakan pinjam saja pada seorang teman di S2.Ia seorang kontraktor yg akrab sekali denganku jadi kita tak perlu keluarkan uang untuk sewa mobil."
Ferdian terlihat serius sekali mendengarkan penjelasan Faris.Seakan membenarkan apa yg baru saja didengarnya.
"Lha,masalahnya,Fer.Saat ini hanya kamu yg bisa mengemudikan mobil untuk itulah,aku meminta bantuanmu untuk mengemudikan mobil pick up yg akan kita gunakan nanti untuk mengangkut kantong sampah dari kos-kosan.Bagaimana,Fer? Aku yakin kamu pasti setuju!"
"Lalu bagaimana dg kedainya?"
"Beberapa bulan lalu,Mila bercerita bahwa sebenarnya Vika,adik kosnya ingin bekerja dikedai.Mungkin sekaranglah saat yg tepat untuk sementara membantu mereka saat sebelum kedai buka dan saat hendak tutup tapi untuk pagi dan sore hari biar Mila,Lilis dan Vika yg menjaganya kau tak perlu lagi menghabiskan waktu siangmu dikedai.Dengan program Town Clean dan Care,kau bisa bekerja sedikit waktu tapi dg hasil yg lumayan untuk sementara,biar aku saja yg menemanimu bekerja untuk 1 atau 2 bulan pertama.Untuk selanjutnya biar Sais atau lainnya saja yg menemanimu.Bagaimana,Is? Mau nggak?"
"Siap!!!" tiba2 Sais menyalak dg semangat.
"Baiklah.Aku bersedia ikut proyek ini "ujar Ferdian yg tak kalah semangat.
"Nah! Tinggal besok kita bicarakan ini lebih lanjut dg Pak H.Abidin,selaku ta'mir masjid ini kemudian kita buat proposal dan kita ajukan ke Pak RT pihak pengelola TPS dan lain2"kata Faris mengakhiri pembicaraan.
Faris akhirnya bernafas lega karena rencana untuk memisahkan Ferdian dan Mila untuk sementara waktu akan segera terwujud
Dalam pikiran Faris,jika Ferdian tetap dibiarkan bekerja dikedai dan tiap hari ketemu dg Mila,maka rentan sekali tumbuh virus Merah Jambu yg mengkhawatirkan apalagi Faris teringat dg pembicaraan dg Mahardiansyah siang tadi bahwa jika Mila ingin segera menikah dg lelaki.Sementara lelaki itu belum siap untuk menikah dalam benak Faris,ketidaksiapan Ferdian untuk menikah mungkin karena faktor ekonomi untuk itu,Faris ingin membantu Ferdian untuk berwirausaha dalam bentuk program Town Clean dan Care tersebut selain nantinya,Faris juga akan melibatkan Ferdian kebeberapa lini usaha yg telah Faris kelola.
*bersambung....

Tidak ada komentar :
Posting Komentar