Sabtu, 18 Mei 2013

SUJUD HATI DI UJUNG SUBUH

Karya INDAH EL-HAFIDZ
SEBUAH MEMORY
Ayah,sebuah nama ♈ªϞƍ tidak dapat terpisah dari memory otakku.Ayah,seseoran­g ♈ªϞƍ dapat membuatku merasa aman,nyaman dan tenteram jika berada disampingnya.Pahlawa­nku adalah Ayahku,masih melekat dimemory otakku
kala kecil dulu Ayah sering mengajakku dan Mas Bintang jalan-jalan PάGɪ̇.Setiap kali Bunda memarahiku Ayah akan datang sebagai pahlawan.
"Tenanglah Nak,Ayah akan selalu menjagamu." Itulah kata-kata ♈ªϞƍ sering diucapkan Ayah.
Jika Άk̅u dan Masku membuat kenakalan maka sikap ♈ªϞƍ Ayah tunjukan bukanlah kemarahan melainkan senyuman dan berkata " Ayah bangga pada kalian namun Ayah lebih bangga ƪά̲̣ƍϊ jika kalian tidak berbuat nakal." Jika Ayah telah berkata seperti itu kami akan tertunduk malu didepan Ayah.
Bunda,beliau berbeda dg Ayah ♈ªϞƍ selalu memanjakanku dan Mas Bintang.Jika aku dan Masku berbuat nakal maka Bunda akan menghukum kami tapi aku tahu hukuman Bunda adalah tanda sayang untukku dan Masku.Hukuman Dari Bunda bukanlah hukuman fisik ♈ªϞƍ berupa cubitan atau pukulan melainkan dg mewajibkan menghafal surat-surat di juz amma dalam waktu 1-2 hari.Jika dalam waktu ♈ªϞƍ sudah ditentukan kami belum Ĵμƍα hafal maka Bunda akan menambah hukuman yaitu menulis surat Yaasiin hingga selesai sebanyak 3 kali tergantung tingkat kenakalan ♈ªϞƍ kami buat namun semua hukuman ♈ªϞƍ Bunda berikan malah membawa manfaat besar untukku sebab Άkυ bisa hafal juz amma dan surat Yaasiin dg baik.Terima kasih,Bundaku tersayang.
****
Suatu Hari aku dan Masku membuat kenakalan ♈ªϞƍ benar-benar keterlaluan.akυ tidak ingat peristiwa itu terjadi pada tanggal berapa,tapi ♈ªϞƍ jelas sekitar tahun 1993.Kenakalan ♈ªϞƍ kami perbuat pada saat itu bukan sekadar bolos mengaji atau menyembunyikan sandal Pak Kyai.Aku dan Masku telah membuat geger orang-orang satu dusun.
Saat itu bulan Ramadhan,dibulan ♈ªϞƍ suci itu aku dan Masku sengaja pergi kemasjid sekitar jam 03.20 dini hari tujuannya bukan untuk bertadarus atau shalat malam melainkan untuk membuat semua orang panik.Kupukul beduk masjid sekuat tenaga lalu masku membunyikan spiker dan segera adzan subuh,tentu ªåĴĴäª orang-orang ♈ªϞƍ awalnya masih sahur langsung menghentikan makan sahur dan berbondong-bondong kemasjid untuk shalat subuh.Pak Kyai langsung mematikan spiker dan menggelengkan kepala tanpa berucap sepatah kata pun.
Kemudian Beliau mengambil sikap bijaksana dg mengisi ceramah sambil menunggu waktu adzan subuh.Bukan itu ªåĴĴäª ♈ªϞƍ kami lakukan.Saat warga sedang asyik mendengarkan ceramah aku dan Masku sengaja menukar sendal jamaah wanita dg sandal jamaah pria.
Uwiiih...,seru banget ϑέëђђ .Selesai shalat semua jamaah bingung mencari sandal masing-masing.Bolak-­balik,kesana-kesini,­mondar-mandir.Ada ♈ªϞƍ berkata "Sendalku kemana sih.." Ada pula ♈ªϞƍ berkata " Siapa ♈ªϞƍ tahu sandalku,warnanya hijau,"
"Sandalku Ĵμƍα warna hijau," " Sandalku warna merah," sahut ♈ªϞƍ lainnya.Disaat seperti itu ada pula ♈ªϞƍ sempat bercanda dg berkata " Barangsiapa ♈ªϞƍ menemukan sandalku,jika perempuan jadi istriku ♈ªϞƍ keseratus lima dan jika laki-laki jadi pembantuku"
Bahkan saking bingungnya ada ♈ªϞƍ memakai sandal ♈ªϞƍ kanan merah dan ♈ªϞƍ kiri biru.Yessa tetangga kami ♈ªϞƍ masih kecil samapai menangis karena tidak menemukan sandalnya.Sementara itu aku dan Masku tertawa cengengesan dari balik pagar.
Tak kusangka usai melaksanakan shalat subuh kami berdua dipanggil kerumah Pak RW.Betapa kagetnya saat kulihat Pak RT,Pak Rw dan beberapa warga menatapku dg tatapan ♈ªϞƍ menakutkan.Aku terus menundukan kepala dan berjalan dibelakang Masku.
"Tenanglah,adekku Ş̲ayǍ♌Ǧ ," bisik Masku.Kulirik Ayah ♈ªϞƍ sedang duduk disamping Kyai Ghozi.Tatapan Kyai Ghozi ♈ªϞƍ ramah membuatku lebih tenang.PάGɪ̇ itu aku dan Masku diadili habis-habisan.
"Jangan marahi adekku,adekku tidak salah," ucap Masku sambil mendekap erat tubuhku setiap kali Pak Rt dan Pak Rw memarahiku.
Setelah suasa agak tenang,Kyai Ghozi beranjak dari tempat duduknya lalu mendatangiku dan Masku.Beliau mengelus keningku dan Masku secara bergantian seraya berkata "Kalian adalah anak ♈ªϞƍ baik,kelak kebahagian akan menyertai kalian.Sekarang pulanglah dan jangan ulangi ƪά̲̣ƍϊ." Ucap Kyai Ghozi membuat semua orang ♈ªϞƍ mendengarnya tercengang.
***
"Ayah,adek tidak bersalah.Marahilah aku," ucap Masku sepanjang perjalanan pulang.
"Ayah ŞayǍ♌Ǧ §ª♏ª kalian,Ayah percaya kalian adalah anak-anak ♈ªϞƍ baik," kata Ayah bijaksana.Kami berdua terdiam mendengarkan perkataan Ayah.
"Sudahlah,jangan bersedih tapi jangan diulangi ƪά̲̣ƍϊ,yam" nasehat Ayah.
Aku dan Mas bintang menganggukkan kepala bersama-sama.Disepan­jang perjalanan pulang Ayah mengendongku dipunggungnya sementara Masku berjalan disamping kiri Ayah.
Sesampai dipagar rumah kulihat Bunda didepan pintu telah memasang wajah garang seolah hendak memakanku dan Mas bintang.Kutatap wajah Masku ♈ªϞƍ menjadi pucat pasi,badannya gemetar.
"Pasti aku dan Mas bintang akan kena omelan dan hukuman berat" pikirku dalam hati.Namun ternyata dugaanku salah total.Bunda §ª♏ª sekali tidak memarahi kami,Beliau hanya diam ªåĴĴäª tiada omelan ♈ªϞƍ keluar dari bibir tipis Bunda.
"Bunda,Maafkan Hanafi mulai hari ini Hanafi janji tidak akan nakal ƪά̲̣ƍϊ dan Hanafi akan selalu menjaga adek," ucap Masku dg memelas.Akan tetapi Bunda tetap diam seribu bahasa.Bunda menundukan kepala sambil meneteskan air mata kesedihan.
"Bunda capek dg sikap kalian." Kata-kata ♈ªϞƍ keluar dari bibir Bunda memang singkat tetapi sungguh menyayat.
Bunda mengelus dadanya mungkin mencoba untuk tegar menghadapi kenakalan kami.Aku merasa sangat bersalah telah membuat bunda menangis.Masku langsung bersujud dikaki Bunda,aku pun mengikutinya.
"Bunda maafkan Hanafi ♈ªϞƍ tidak bisa memberi contoh untuk adek." Ucap Masku tidak dihiraukan Bunda.
"Demi اَللّهُ ,Hanafi janji tidak akan nakal ƪά̲̣ƍϊ.Hanafi akan selalu menjaga adek bukan malah mengajari adek ♈ªϞƍ tidak benar.Hanafi memang salah,Bunda tapi kumohon maafkanlah Hanafi." Ucap Masku kembali tidak dihiraukan Bunda.
"Hanafi sayang Bunda,Hanafi menyesal telah membuat Bunda sedih." Tetap tiada respons dari Bunda.
"Hanafi ŞayǍ♌Ǧ Bunda,Hanafi sayǍ♌Ǧ Bunda...." Ucap Masku berulangkali.Bunda pun merasa luluh melihat penyesalan Masku.
"Jangan ulangi ƪά̲̣ƍϊ ya,Nak.Bunda Ĵμƍα ŞayǍ♌Ǧ kepada Hanafi dan Hanifa," kata Bunda sambil memelukku dan Mas Bintang.
***
Sejak peristiwa itu aku dan Masku benar-benar kapok dan berjanji tidak akan membuat kenakalan ƪά̲̣ƍϊ.aKu tidak sanggup melihat Bunda menangis karena ulahku dan Mas Bintang.Aku ingin melihat Bunda meneteskan air mata karena bahagia dan bangga padaku bukan air mata kesedihan.
Bundaku adalah orang ♈ªϞƍ lembut selalu memberi kasih cinta ♈ªϞƍ tulus dan dapat menjadi teman kala suka dan duka.Jika aku nakal orang pertama ♈ªϞƍ memarahiku adalah Bunda.Jika Ά̲k̅υ sedih orang ♈ªϞƍ pertama menghiburku adalah Bunda.Jika ingin bermanja kudekati Bunda,Jika lapar Bunda senantiasa memasakkan makanan kesukaanku.Bunda betapa aku sangat menyayangimu.
Kutulis Bait puisi ini untukmu,Bunda.
Duhai Ibunda...
Engkau adalah wanita ♈ªϞƍ memberi wangi kesturi dihidupku.
Nasehat Bunda laksana alunan lagu terindah ditelingaku.
Hanya untuk Bunda seorang kusematkan kemuliaan.
Ibunda...
Ragam derita menyapa tatkala merawatku menyusuri hidup.
Engkau tatap derita demi kebahagiaan putrimu.
Wahai Ibunda ♈ªϞƍ mulia,
Engkaulah insan ♈ªϞƍ paling berharga.
Engkaulah cinta pertama dan cinta terakhirku.
***
Ngawi,07 April 1994
Dimalam ♈ªϞƍ mencekam,dimalam ♈ªϞƍ dingin hingga menusuk tulang sumsun.Hatiku seperti tertusuk menyaksikan hembusan nafas terakhir Bunda dipangkuan Ayah.
"Ayah,Kέ♌āPå Bunda diam aja? Kέ♌āPå Banyak darah dikaki Bunda?" Tanyaku sambil memeluk Bunda.Ayah hanYa diam dan mengelus-elus keningku.
"Bundamu sudah pergi,Nak" Kata Bu bidan ♈ªϞƍ tadi merawat Bunda.
"Tidak mungkin,Bundakan hanya terpeleset " jawabku sambil menatap Bunda ♈ªϞƍ terbujur ditempat tidur.
"Bunda,Bangunlah.Kat­anya Bunda ingin memberiku seorang adek laki-laki ♈ªϞƍ akan menemaniku dan Mas Bintang," ucapku pada Bunda ♈ªϞƍ sudah lemas tak bernyawa.Namun Bunda tak Ĵμƍα Bangun.Kupeluk erat dan kuciumi pipi Bunda berkali-kali.Aku merasakan pelukan ♈ªϞƍ masih hangat dari Bunda seolah Bunda membelaiku.
Bibi anna dan para tetangga berusaha membujuk agar aku melepaskan pelukanku pada Bunda tetapi usaha mereka sia-sia karena erat dan semakin erat aku memeluk Bunda.Aku tidak peduli dg ♈ªϞƍ mereka katakan,Hatiku teriris habis,hatiku terlanjur sakit,sakit sekali.Paman Ismail ♈ªϞƍ merupakan adik kandung Ayah Ĵμƍα berusaha melepaskan pelukanku pada Bunda.Tanpa sepatah kata pun kutendang perut Paman Ismail hingga ia merintih kesakitan.
"Bunda aku akan selalu ada untukmu,Bibi Anna dan Paman Ismail jahat padaku.Mereka ingin memisahkanku dari Bunda.Bunda bangunlah marahilah Paman dan Bibi," ucapku sambil menciumi Bunda.
Semua tetangga ♈ªϞƍ hadir saat itu ikut menangis karena sedih.Masku ♈ªϞƍ baru datang dari acara perkemahan disekolah langsung pingsan tatkala baru melangkahkan kaki dikamar dan melihat Bunda ♈ªϞƍ sudah tak bernyawa.
"Kέ♌āPå Bunda diam aja? Mas baru datang,Kέ♌āPå Bunda tidak menyambut Mas? Apakah Bunda tidak mengkhawatirkan Mas? Dan cobalah lihat Ayah ♈ªϞƍ sedang menangis,Bunda.Kέ♌āPå Bunda hanya diam aja? Apakah Bunda tidak menyayangi Ayah? Bunda,suruhlah Ayah agar tidak menangis karena Bunda akan baik-baik aja,bukan?!" Bisikku pada Bunda.
"Istighfar,Nak.Putri­ku Şaya♌Ǧ lepaskan pelukanmu.Bunda akan segera dimandikan," bujuk Bibi Anna sambil mengelus-elus jilbabku.
"Tidak,jika aku melepaskan Bundaku maka orang-orang itu akan membawanya pergi dan aku akan kehilangan Bundaku," jawabku sambil terus memeluk Bunda.
"Pak Kyai tolonglah aku,Bibiki,Pamanku dan orang-orang itu jahat padaku.Mereka ingin memisahkanku dari Bunda.Mereka jahat...." Kataku dg wajah memelas memandang Pak Kyai Ghozi sementara tanganku tetap erat memeluk Bunda.
"Tenanglah,Nak.Bunda­mu baik-baik ªåĴĴäª ,lihatlah Dia tersenyum padamu," kata Kyai Ghozi sambil mengelus keningku.
Ketika Ά̲k̶̲̅υ memandang Bunda untuk melihat senyumnya aku merasa seolah Bunda berkata,"jangan menangis anakku ŞayǍ♌Ǧ,Bunda akan pergi ketempat ♈ªϞƍ sangat indah." Dan entah mengapa setelah itu Ά̲k̲̅υ pun rela melepaskan Bundaku.
Kesedihan ♈ªϞƍ kurasakan karena kepergian Bunda sangat mendalam,Άkυ terhanyut dalam kesedihan,Άkυ terisak dipelukan Mas Bintang.SєLaмaτ jalan Bundaku tersayang,Engkau adalah orang ♈ªϞƍ sangat kucintai.
23 Juni 1994
Selain Ayah dan Bunda orang ♈ªϞƍ sangat berharga untukku adalah Mas Hanafi al-Izacky usianya lebih tua 2 tahun dariku.Ia lahir pada tanggal 15 Agustus 1983 sedangkan aku lahir pada tanggal 10 Mei 1985. Aku mempunyai panggilan tersendiri untuk Mas Hanafi yaitu Mas Bintang,Mas Bintang Ĵμƍα mempunyai panggilan sayǍ♌Ǧ untukku yaitu Dek Bulan.Mas ku bilang aku cantik seperti Bulan,Ah... Masku memang ada-ada saja.Dialah Mas Bintang orang ♈ªϞƍ selalu menjadi pelipur laraku.
Mas Bintang sering bilang jika ia rela melakukan apa pun demi aku dan ucapannya itu terbukti seperti ♈ªϞƍ pernah terjadi belum lama ini.
Badanku memang agak gendut sehingga teman-teman mengejekku 'si gendut' panggilan itu membuatku sedih dan sering menangis akan tetapi Masku tidak diam ªåĴĴäª .Ia membuat perhitungan dg siapa pun ♈ªϞƍ mengejekku.
Sejak Mas Bintang memukul Rama hingga masuk rumah sakit tidak ada ƪά̲̣ƍϊ ♈ªϞƍ berani mengejekku tentu ªåĴĴäª hal tersebut tidak hanya membuat kedua orang tua Rama marah-marah melainkan Ĵμƍα pihak sekolah hendak mengeluarkan Masku.Sementara Ayahku malah berkata ,"Itulah tugas seorang kakak,ia harus selalu melindungi adiknya."
Sehari setelah peristiwa pemukulan itu Άkυ dan Mas Bintang dipanggil keruang BK,badanku gemetar aku takut sekali tapi Masku selalu menguatkanku.
"Dedek jangan bersedih,jangan menangis," ucapnya sambil mengusap air mataku.♈ªϞƍ kukatakan saat itu adalah jika Masku sampai dikeluarkan dari sekolah.
"Seandainya Bapak diposisiku,apakah Bapak akan diam aja melihat adik perempuan Bapak disakiti orang lain? Tentunya tidak kan,Pak? Aku siap jika harus dikeluarkan dari sekolah ini namun Άkυ tidak akan meminta maaf pada Rama sampai ia berjanji dihadapan teman-temannya ia tidak akan mengejek dedekku ƪά̲̣ƍϊ," kata Masku kepada Pak Iskandar guru BK disekolahan kami.
"Hanafi,Bapak tau sebenarnya kamu adalah anak ♈ªϞƍ baik dan pintar,banyak prestasi ♈ªϞƍ telah kamu persembahkan untuk sekolah ini.Bapak akan mempertahankan agar kamu tidak dikeluarkan." Ucapan Pak Iskandar itu membuatku dapat bernafas lega.
"Tidak,Hanafi tetap harus dikeluarkan dari sekolah ini.Rama itukan putra Bapak pengawas sekolah tentunya saya sebagai wali kelas Rama akan sangat malu pada Pak pengawas," sahut Bu Anisa dg wajah garang.
"Ibu tidak boleh membedakan status sosial seseorang,ƪάƍi pula kenyataannya Rama memang anak ♈ªϞƍ nakal dan sok tahu jadi pantas kalau Hanafi memberinya pelajaran," Bela Bu Zahra wali kelas Mas Hanafi.
"Pak Iskandar,Bu Zahra dan Bu Anisa terima kasih banyak atas semuanya.Sekali ƪάƍϊ silahkan jika Bu Anisa memang ingin mengeluarkanku dari sekolah ini sebab aku rela mati demi dedekku.Aku tidak akan pernah diam melihat dedekku bersedih,kebahagiaan­nya adalah kebahagianku dan kepedihannya adalah kepedihanku.Seandain­ya Bu Anisa mempunyai dedek tentunya Bu Anisa Ĵμƍα akan berbuat sepertiku rela mengorbankan apa pun demi sang adik tercinta."
Ucap Mas Bintang sungguh membuatku tidak kuasa menahan air mata,Masku memang baru duduk dibangku kelas 5 SD tetapi gaya bicaranya seperti seorang pahlawan.
"Akυ saya♌Ǧ Mas Bintang," ucapku sambil terisak dibawah ketiaknya.
Mas Bintang menatapku dalam-dalam sebelum meneruskan bicaranya.
"Dedekku adalah udara bagiku ♈ªϞƍ selalu kubutuhkan setiap detik tanpa udara Akυ akan mati tanpa dedekku hidupku tiada berarti.Dedekku adalah bulan ♈ªϞƍ selalu menyinari setiap langkahku,dedekku adalah sumber kebahagiaan untukku,Ayah dan almarhum Bunda.Dedekku adalah segalanya untukku." Kulihat mata Bu Anisa dan Bu Zahra berkaca-kaca mendengar ucapan Masku.
"Nak,maafkan Bu Anisa.Jagalah Adikmu,ibu akan membantumu," kata Bu Anisa sambil menepuk punggung Masku.
"Terima kasih,Bu." Kataku dan Mas Bintang serentak.
***
02 Mei 1996
2 tahun setelah kepergiaan Bunda Fatimah,Ayah menikah dg Bunda Laras seorang janda pemilik Butik AS-Syifa meskipun demikian Ayah tetap rendah hati Ayah tetap berangkat mengajar pendidikan agama islam disebuah SMP swasta dg menggunakan sepeda tua ♈ªϞƍ dibelinya sewaktu masih bersama Bunda Fatimah.Walaupun sangat sibuk karena harus mengurus butiknya Bunda Laras selalu mengutamakan keluarga diatas segalanya.Kehadiran Bunda Laras mampu mengobati rinduku selepas kepergian Bunda Fatimah.
Sebenarnya Bunda Laras mempunyai 2 orang putra Rafli Alfiano dan Sakura Alfiano.Usia Sakura lebih muda satu tahun dariku.Putra pertama Bunda Laras ♈ªϞƍ seusia dg Mas Bintang tinggal dijerman dg mantan suami Bunda Laras ♈ªϞƍ telah menetap disana Bersama Istri Mudanya.Menurut cerita ♈ªϞƍ kudengar dari Sakura Bunda bercerai dg mantan suaminya karena mantan suami Bunda Laras menikah ƪά̲̣ƍϊ tanpa izin Bunda Laras meskipun demikian Bunda Laras dan keluarga mantan suaminya tetap menjalin tali silaturahmi dg baik.Bunda menyayangiku dan Mas Bintang seperti beliau menyayangi Sakura dan Kak Rafli.
Bersama Bunda Laras aku belajar banyak hal salah satu hal ♈ªϞƍ kusukai dari Bunda Laras adalah ketika beliau sedang melantunkan ayat suci Al-Quran.سُبْحَانَ اللّه
,suaranya bak alunan musik ♈ªϞƍ merdu dan menenangkan jiwa.Bersama Bunda Laras dan Dek sakura hidupku dan Mas Bintang jadi lebih indah.Meskipun kasih sayǍ♌Ǧ Bunda Laras tidak seindah kasih sayǍ♌Ǧ Bunda Fatimah tapi aku sangat bersyukur mempunyai seorang Bunda ♈ªϞƍ baik seperti beliau.
***
10 Mei 1996
Hari ini usiaku genap 11 tahun,sebagai hadiah ulang tahun Bunda mengajakku jalan-jalan kepuncak.Bunda Laras bilang beliau akan mengadakan peresmian kafe barunya.Ketika sampai dipuncak kami memasuki sebuah kafe ♈ªϞƍ tidak seperti kafe-kafe pada umumnya.
Sejak saat pertama menginjak kaki dikafe tersebut sudah terasa nuasa timur tengah ♈ªϞƍ kental.Mulai dari pintu masuk terlihat hiasan dinding ♈ªϞƍ berupa kaligrafi,potongan hadits dan kata mutiara ♈ªϞƍ ditulis dg huruf arab.Bunda Ĵμƍα menyediakan buku ♈ªϞƍ bisa dibaca pengunjung,buku ♈ªϞƍ disediakan bukan buku-buku romantis melainkan kumpulan hadits,kisah islami,kisah perjuangan Rasulullah,kisah para sahabat Rasulullah dan kisah-kisah teladan lainnya.Musik ♈ªϞƍ diputar pun bukan musik pop,dangdut atau jazz melainkan alunan nasyid ♈ªϞƍ dapat membuat hati damai.Camilan ♈ªϞƍ disediakan beraneka ragam bukan hanya makanan khas Indonesia tetapi ada Ĵμƍα kurma,kacang arab dan makanan-makanan lain ♈ªϞƍ berasal dari timur tengah.Bunda Ĵμƍα mewajibkan karyawan kafe ♈ªϞƍ perempuan untuk memakai jilbab.
Di kafe tersebut terdapat 2 ruang makan jika ♈ªϞƍ pertama bernuasa Timur tengah dg suasana formal maka ruang makan ♈ªϞƍ kedua bernuasa gurun pasir.Ketika akan memasuki ruang makan ♈ªϞƍ kedua kami diharuskan melepas sandal sebab kami tidak duduk dikursi melainkan hanya duduk dilantai ♈ªϞƍ karpetnya seperti pasir.Hiasan ♈ªϞƍ ada bukan ƪά̲̣ƍϊ kaligrafi melainkan pohon-pohon kurma ♈ªϞƍ meskipun terbuat dari gabus tetap terlihat seperti pohon kurma asli selain itu terdapat pula lukisan unta ♈ªϞƍ membuat suasana gurun pasir lebih hidup.
Jika diruang makan pertama lumayan nyaman tidak terlalu panas atau pun dingin diruang makan ♈ªϞƍ kedua ini suasananya dibuat sedikit panas meskipun demikian banyak pengunjung ♈ªϞƍ tertarik karena dapat makan sambil menghangatkan badan maklumlah kafe ini terletak dipuncak gunung tepatnya disamping telaga Sarangan kota Magetan.Plafonnya pun dibuat seolah seperti awan cerah lengkap dg gambar matahari ♈ªϞƍ seakan-akan dapat dirasakan cahayanya ♈ªϞƍ menyengat.
Dan ♈ªϞƍ membuatku lebih senang adalah saat kutahu bahwa Bunda mengundang anak-anak yatim piatu.Kulihat senyum bahagia terpancar dari wajah mereka sebab selain dapat makan sepuasnya mereka Ĵμƍα mendapatkan bingkisan untuk dibawa pulang.Aku turut senang melihat kebahagiaan ♈ªϞƍ mereka rasakan.
"Kafe ini akan kami beri nama Putri kami As-Syadzily of Cafe ♈ªϞƍ kami ambil dari nama putri kami Hanifa Asy-Syadzily.Kafe ini adalah hadiah dari Bunda untuk Hanifa,jika Hanifa telah berusia 20 tahun maka Hanifa sendiri ♈ªϞƍ akan mengelola kafe ini." Kata-kata ♈ªϞƍ diucapkan Bunda membuatku sangat kaget.
Kenapa Beliau menggunakan namaku? Bukan nama Sakura atau Rafli,putra kandung Bunda? Tanyaku dalam hati.
"Sebagai hadiah ulang tahun pita peresmian ini akan dipotong oleh putri kami Hanifa," kata Ayah sambil menyerahkan gunting.
Aku tertunduk,entah apa ♈ªϞƍ ada dibenakku saat iti senang ataukah sedih,Άkυ sendiri Ĵμƍα bingung.Aku hanya berfikir begitu cepatnya perubahan hidupku.Kemaren aku menangis karena kehilangan Bunda Fatimah dan sekarang...? Secepat inikah aku sudah senang-senang dg Bunda Laras?!
"Potong pitanya,Nak," bisik Bunda Laras membuyarkan lamunanku.
Dengan pikiran ♈ªϞƍ tak menentu aku tetap memotong pita tersebut demi membahagiakan Ayah dan Bunda Laras.Spontan para tamu ♈ªϞƍ hadir saat itu memberikan tepuk tangan untukku.
***
17 Mei 1996
Seminggu berlalu sejak Bunda meresmikan kafe namun aku masih bingung mengapa kafe tersebut diatas namakan namaku padahal modal kafe tersebut milik Bunda Laras bukan milik Ayah.
"Mas Bintang,tahu nggak mengapa Bunda Laras menghadiahkan kafe itu untukku?" Tanyaku pada Mas Bintang.Ketika itu kami sedang diteras rumah menyaksikan bintang-bintang dilangit.
"Mungkin karena Bunda sangat menyayangimu.Dedekku­ ♈ªϞƍ satu ini memang pantas disayangi," kata Mas Bintang sambil mencubit pipiku.
"Tapi Mas,aku kan bukan putri kandung Bunda Laras seharusnya Dik Sasa atau Mas Rafli ♈ªϞƍ berhak mendapat semua ini bukan aku."
"Tidak,Kak.Bunda sangat mengagumi pribadi Kak Iffa,aku dan Kak Rafli tidak pantas mendapat hadiah sebagus itu.Jika kafe diberikan kepada Kak Rafli maka uangnya hanya akan dihambur-hamburkan sedangkan aku mengurus diri sendiri ªåĴĴäª susuah apalagi harus mengurus kafe." Sahut Sakura ♈ªϞƍ kemudian duduk disampingku.
"Benar apa ♈ªϞƍ dikatakan Sakura,adekku sayǍ♌Ǧ.Oh ya,Bulan saya♌Ǧ,Besok Kei,Sania dan Tata mengajakmu menghadiri pengajian.Tadi sore mereka mencarimu tapi kamu sedang mandi." Mas Bintang mengalihkan pembicaraan.
"Tapi Mas menemaniku,kan?" Tanyaku.
"Tentu ªåĴĴäª ,Bunga jiwaku.Mas akan selalu menemaniku," jawab Masku tersayang sambil mencubit pipiku.
"Aku iri melihat kalian.Kak Rafli tidak pernah ŞayǍ♌Ǧ padaku,Ia hanya mementingkan kepentingannya.Aku benci Kak Rafli,Ia jahat padaku,Ia tidak pernah merindukanku.Jika Aku meneleponnya Ia selalu cuek dan tidak peduli padaku.Kak Hanafi,aku ingin disayang seperti Mas menyayangi Kak Iffa," kata Sakura sambil tertunduk mengurai air mata.
"Sakura Ĵμƍα adik kami,tentu kami akan menyayangi Sakura," jawabku.
"Sa,Mas percaya Kak Rafli sangat sayǍ♌Ǧ kepada Sakura mungkin cara mengungkapkannya ªåĴĴäª ♈ªϞƍ tidak seperti Mas Hanafi.Yang namanya Kakak pasti selalu menyayangi dan menjaga adiknya.Sasa cantik jangan sedih ƪά̲̣ƍϊ,ya.Sekarang Sakura punya Mas Hanafi dan Kak hanifa ♈ªϞƍ akan menyayangi Sakura." Nasehat Mas Bintang pada Sakura.Mas Bintang pun memeluk kami berdua dg penuh kasih Saya♌Ǧ.

BERSAMBUNG....

Tidak ada komentar :

Posting Komentar