Senin, 01 April 2013

NOVEL AIR MATA DAN MUKENA KERINDUAN BAG 2


~::* AIR MATA DAN MUKENA KERINDUAN *::~

Bag (2)



Setelah lulus Madrasah Tsanawiyah Ngoro,Ummi belajar di pesantren Tambak Beras Jombang tepatnya dipesantren putri Al Fathimiyah sembari sekolah di Madrasah Aliyah Tambak Beras Ummi melewati masa remaja penuh dg kegembiraan bersama santriwati dipesantren dan teman2 sekolah hari2 Ummi lewati dg mengaji kitab2 salaf dg tenang Ummi belajar banyak hal tentang aklak,fiqih,bahasa arab,ilmu hadis,sharaf,nahwu dan lain sebagainya juga tentang kebersamaan dan kekeluargaan.

Ummi mendapat banyak teman tidak saja dipesantren tapi juga disekolah kami saling menyayangi hampir tidak ada konflik yg berujung dendam diantara kami hanya kasus ringan dan kesalahpahaman saja yg sering terjadi itu pun akan lebur dalam forum silahturrahim disetiap akhir pengajian ba'da isya kami berbicara dari hati ke hati tentang hal yg mengganjal dihati hingga semua masalah selerai pada hari itu juga lalu kami saling berpelukan dan meneruskan cerita2 kami diatas ranjang dalam kamar masing2.

Sebagian besar santriwati juga bersekolah baik di Madrasah Tsanawiyah,Madrasah Aliyah Maupun perguruan tingi.Saat sekolah Ummi mengenakan seragam putih2 disetiap hari senin dan selasa sedangkan hari rabu dan kamis kami mengunakan seragam batik kami kelihatan anggun sekaligus lucu karena pada awal kelas satu kerudung kami banyak yg penceng dan rok panjang kami kedodoran.



Akibatnya Ummi sering diminta maju kedepan kelas untuk membaca kitab dan menjelaskan maksudnya untuk itulah Ummi harus berjuang untuk tetap terjaga dan ekstra serius memerhatikan setiap penjelasan beliau hingga teman sekelas cemburu pada Ummi karenanya.

Sebenarnya Ummi telah selesai belajar di pesantrdn tepat 3 tahun seiring dg Ummi yg lulus dari Madrasah Aliyah beberapa teman santriwati telah meninggalkan pesantren setelah lulus sekolah tapi tidak Ummi.Ummi diminta untuk mengabdi di Ndalem romo Kyai selama setahun,Ummi senang sekali karena Ummi juga tak ingin kuliah atau kembali dirumah Ummi lebih tenang dan istiqamah ketika dipesantren.

Hingga suatu ketika malam itu Romo Kyai dan Bu Nyai meminta Ummi untuk segera menikah.Tahukah kamu,putriku? Mereka menjodohkan Ummi dg guru nahwu tersebut! Perasaan Ummi langsung melambung tingi mendengarkannya tak terbayang jika Ummi akan menjadi wanita yg paling bahagia jika Ummi bersuami beliau.Dua hari sebelumnya beliau dan ayahandanya menemui Romo Kyai dan mengutarakan keinginan untuk meminang Ummi.

Tapi terlalu cepat,putriku saat itu Ummi merasa belum siap untuk menikah Ummi masih ingusan kurang dewasa Ummi masih ingin belajar dipesantren Ummi tidak menolak lamaran tersebut Ummi beralasan ingin membicarakannya lebih dahulu pada keluarga Ummi namun Romo Kyai terus memaksa Ummi untuk menerima pinangan tersebut akhirnya Ummi memutuskan untuk memberikan jawabannya tahun depan itupun jika beliau masih bersedia menunggu.



Ternyata sikap egois dan kekanak-kanakan Ummi berbuntut penyesalan yg berkepanjangan dalam hidup Ummi seandainya Ummi langsung menerima pinangan tersebut Ummi tidak akan merasakan pahitnya jurang nista yg dalam.

Sejak peristiwa menggemparkan itu Ummi langsung demam dan jatuh sakit Ummi minta Izin untuk istirahat dirumah selama seminggu Ummi tidak pernah bercerita pad Ibu atau keluarga yg lain tentang pinangan itu,Ummi pikir mereka tak akan mau peduli dg Ummi tapi Ummi salah keluargalah yg harus kita percayai merekalah yg jelas menyayangi kita tanpa syarat bukan orang lain.

Setelah setahun mengabdi di Ndalem Ummi minta izin untuk kuliah di STKIP PGRI Jombang.Ummi berharap dg kuliah bisa membawa pada kehidupan selanjutnya yg lebih baik namun semua mimpi Ummi terbakar musnah oleh kebejatan dan nafsu lelaki!

Tapi tidak sekarang,putriku.Ummi akan menceritakan kisah Ummi besok malam seusai isya sekarang sudah larut putriku,mari kita pulang.

Ruqaiya membantu ibunya berdiri meninggalkan masjid,bulan pucat menggantung dilangit sana meski angin yg berhembus semakin kencang Ruqaiya dan Nusaiba terasa hangat dibalik mukena cinta.

Bersambung.
 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar