Senin, 01 April 2013

NOVEL KERUDUNG MERAH DARI MEKKAH BAG 11

~:: KERUDUNG MERAH DARI MAKKAH ::~

Bag 11

Sementara itu dipavilium VIP RS.Dr.Saiful Anwar,Pak Burhan tengah berbaring,Ia terbenam dibalik koran yg sedang ia baca,alat bantu pernafasan sudah tak terpasang lagi tak ada yg menemaninya hanya beberapa perawat yg sedang tugas jaga.Ia sengaja ingin istirahat dan tak ingin diganggu kerabat yg menjenguk hanya putri semata wayangnya yg diperkenankan menemaninya.Gadis yg mengendarai Mobil Toyota New Alphard tadi datang membawa satu buket bunga mawar merah untuk Pak Burhan kemudian menaruhnya dalam Vas bunga yg tlah berisi air.

"Terima kasih,Na"gadis yg bernama lengkap Rasyida Husna itu hanya tersenyum sambil duduk disebelah Ayahnya. 


"Kenapa kamu hanya membeli satu?"

Husna hanya membenamkan kepalanya dekat dg kepala Ayahnya lalu mencium kening Ayahnya "Husna membeli 2,Ayah.1 untuk Ayah 1 untuk Ibu.Bukankah Ayah juga begitu."


"Alhamdulillah,berarti tadi kamu kemakam Ibu?"


"Kenapa Ayah masih memikirkan kepergiaan Ibu.Iklaskan,Yah.Ayah seperti ini pasti terlalu memikirkan Ibu"


"Ayah masih saja merasa bersalah seandainya Ayah menemani Ibumu saat Ketanah Suci tahun lalu mungkin Ibumu masih bisa menemani Ayah saat ini,dulu Ayah terlalu memikirkan perusahaan.Ibumu sering Ayah abaikan,keinginannya berhaji bersama Ayah tak Ayah wujudkan akhirnya Ia pergi haji sendiri,andai Ayah menyertainya saat itu mungkin Ayah bisa disampingnya saat Ia meninggal di Makkah.


Seketika mata Pak Burhan basah,Husna melepas kaca mata Pak Burhan dan mengusap airmatanya.


"Na,apa tadi kamu bertemu Faris dikedai bunga itu?"


"Sepertinya tidak,Ayah.Hanya beberapa gadis yg berada dikedai"


"Sayang sekali,Na.Faris itu pemilik kedai itu.Ia pemuda yg sangat bersemangat semua biaya kuliah dari S1 hingga sekarang Ia menempuh S2,Ia tanggung sendiri bahkan ia terobsesi ingin segera berhaji.Aku ingin punya menantu seperti dia!"


"Ah,Ayah.Sudahlah,Yah.Yang penting Ayah pulih dulu baru memikikan menantu.Hafalan Al Qur'an Husna juga belum lengkap 30 juz.Insya Allah tinggal 2 juz lagi"


Husna yg kini tinggal merampungkan skripsinya di jurusan Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang,juga berkonsentrasi untuk menyelesaikan hafalan Al Qur'an nya bersama ratusan santri dipesantri Ilmu Qur'an Singosari,disamping kesibukannya yg juga aktif di LSM pemberdayaan anak jalanan.Husna lebih memilih terjun kedunia kemasyarakatan daripada meneruskan bisnis properti Ayahnya.Pak Burhan tak bisa memaksa keinginan putri semata wayangnya itu.Bisnis properti miliknya pun jatuh ketangan salah satu adik Pak Burhan,Ir.Irham Adi Pratama.


"Alhamdulillah.
Kamu harus menjaga hafalanmu,Na.
Tapi,kata orang2 kena stroke itu tidak bisa pulih lagi."

"Astaghfirullah,setiap penyakit pasti ada obatnya.Apalagi Ayah hanya stroke ringan.Lagi pula Ayah juga sudah nggak merokok lagi,kan? Ayolah,Yah! Semangat dong! Kata dokter,hanya butuh sedikit terapi dan perawatan maka Ayah pasti akan sehat lagi."


"Ayah ingin melihat pernikahanmu sebelum Ayah menyusul Ibumu"


"Astaghfirullah,Ayah nggak boleh ngomong begitu.Iya,Iya.Husna akan segera menikah tapi Ayah harus sembuh dulu ya! Ayo,Yah kita makan melonnya!"Husna berkata begitu seraya menyembunyikan sebutir airmata dibalik kelopak matanya.


* * *


Bersambung....

Tidak ada komentar :

Posting Komentar