Sabtu, 30 Maret 2013

NOVEL SANDIWARA LANGIT BAG 3


~::* SANDIWARA LANGIT *::~


BAG 3

~ Pemuda shalih,bernama Rizqaan ~

Pemuda tadi sesungguhnya adalah anak muda yg cukup langka dimasa sekarang.Saya mengenalnya semenjak suatu kali saya mengisi pengajian disebuah SMU dikota dimana saya tinggal,saat itu sebuah pengajian diadakan saat liburan sekolah tempatnya disekolah tersebut disebuah aula yg biasa digunakan untuk pertemuan2 umum seperti pertemuan wali murid atau yg semacam itu.

Saat beberapa kali memberikan cerama disekolah itu,Rizqaan termasuk siswa yg antusias mendengarkan dakwah yg saya sampaikan.Bermula dari mengikuti pengajian yg mungkin setahun 2-3 kali itu yakni saat ia masih duduk dikelas 1 akhirnya ia mengambil inisiatif mengikuti kajian2 saya dibeberapa tempat terutama saat ia libur sekolah,hari ahad atau bila ada pengajian sore atau malam hari termasuk pengajian tafsir yg hanya bisa ia ikuti satu pekan sekali saja dimasjid sebelah rumah saya.

Saya anggap ia tipe langka karena remaja diusia dia-khususnya dikota saya-,lebih banyak menghabiskan waktu untuk urusan muda-mudi.Kegiatan2 diluar sekolah yg berisi hura2 atau pelampiasan nafsu muda saja.

Diusianya yg penuh gejolak,Rizqaan justru sudah akrab dg dunia ilmu2 ke islaman,kegiatan2 keagamaan,ibadah dan upaya2 membina diri berbagai aktivitas yg bertujuan menumbuhkan iman dan ketakwaan.Saya jadi teringat ungkapan Imam Syafi'i "Sesungguhnya seorang remaja itu dinilai dg ilmu dan ketakwaannya."

Dipengajian-pengajian yg saya isi,sangat jarang saya dapati pemuda seusia dia kecuali yg datang sesekali untuk sekadar mampir atau mengisi kekosongan saja.Rizqaan secara serius dan sangat antusias,mengejar dimana saja saya mengajar dan memberi pelajaran keislaman kalau suatu saat ia tak bisa hadir,ia sering kali meminta agar ceramah saya direkam.Biasanya ia menitipkan kaset ke seorang peserta pengajian lalu hasil rekamannya ia dengar dan ia pelajari dirumah.Sebuah usaha hebat,untuk remaja seusia dia ditengah pergaulan metropolis,ditengah kehidupan hiruk pikuk.


Bukan di wilayah2 pedesaan dimana pesantren masih bertaburan.Dengan alasan itu saya mengaguminya dan betapa ingin saya menghadiah seluruh ilmu yg saya miliki kepadanya.Gayung bersambut ternyata ia selalu menerima usul saya untuk memberinya pengajaran privat mulai dari pelajaran ilmu Tauhid dan cabang2nya,Fiqih,hingga bahasa arab tak sampai setahun belajar hanya 2 kali sepekan-,ia bahkan sudah mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab dan membaca kitab gundul meski belum terlalu baik dan masih kurang lancar.Hasil yg biasanya dicapai seorang santri yg rajin dalam 2 tahun dipondok pesatren!!

"Islam dimulai dalam keadaan asing,dan akan kembali menjadi asing sebagai mana ia mulai,maka beruntunglah orang2 yg asing itu."(Diriwayatkan oleh Muslim)

Seorang sahabat bertanya,"Siapakah orang2 yg asing itu wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab, "Mereka adalah orang2 shalih yg hidup dilingkungan orang2 yg fasik yg para pembangkangnya lebih banyak dari yg taat kepada mereka."(Lihat musnad Imam Ahmad 11:177,222)

Rizqaan seperti tumbuh menjadi remaja shalih dilingkungan orang2 yg -kebanyakan-jauh dari keshalihan.Ia mengenal masjid,saat remaja2 lain lebih akrab dg bioskop,mall atau malah diskotik dan Night club.Ia sudah akrab membuka lembaran2 buku berbahasa Arab,membaca tafsir dan mempelajari bacaan Al Qur'an secara tartil saat anak2 muda seusianya sibuk membaca komik2,cerpen dan novel percintaan ala Schakespeare,atau mendengarkan lagu2 pop terbaru yg disenandungkan oleh para biduan dan biduanita bersuara emas.Ia menjadi sosok remaja yg langka,yg dalam bahasa hadist disebut gharib,asing.Namun keterasingannya itulah yg membuatnya menjadi unik dan karenanya saya tertarik mengajaknya menempuh jalan2 kemuliaan dari situlah,berbagi kisah nyata itu bermula dan saya ikut menjadi saksi dari setiap desah keceriaan dan kesedihan dibalik lembaran2 nya.

Bersambung...

Tidak ada komentar :

Posting Komentar