~::* SAANDIWARA LANGIT *::~
BAG 17
~ Lembaran Baru Kehidupan Rizqaan ~
Saat kebakaran terjadi kartu ATM milik Rizqaan ada dalam dompet kebetulan dompet itu terselip disaku celananya.Celana itu ditaruh dalam tumpukan pakaian dalam sebuah ember hitam didekat lemari.Diruang tamu,saat itu api meludeskan semua yg ia miliki tak ada alat2 rumah tangga,lemari,tempat ditidur atau apapun yg bisa dipakai termasuk surat2 penting,SIM,surat2 mobil hingga surat nikah termasuk seluruh pakaian mereka dan termasuk juga seluruh pakaian dalam ember hitam itu tapi ia sedikit beruntung 2 buah kartu ATM,KTP,dan beberapa kartu yg sudah dilaminating dalam dompet aman,dompetnya sudah sedikit terbakar tapi isinya masih utuh termasuk beberapa uang seratus ribu salah satu isi ATM itu berisi uang 10 juta rupiah dan sementara ATM lain berisi 35 juta rupiah jadi totalnya berjumlah 45 jutj rupiah,uang yg 10 juta ia kirimkan kepada Halimah ia sudah niatkan sebagai bantuan nafkah karena Halimah belum menikah lagi selain itu ia masih berkewajiban memenuhi nafkah anaknya Nabhaan.
Uang yg tersisa 35 juta akan ia anggarkan untuk memulai lagi usaha roti dari nol,ia memiliki tanah untuk membuat bangunan semi permanen dari gedeg dan sebuah tungku kecil minimal dibutuhkan 15 juta untuk alat pengadon bisa dibikin sendiri dari bahan sederhana mungkin membutuhkan 4 juta ia masih harus menyiapkan lempengan2 pembakar,beberapa alat lain dan juga modal awal seluruhnya membutuhkan minimal 25 juta ia masih memegang sisa uang 10 juta.Untuk sementara waktu ia akan mengontrak rumah tak jauh dari lokasi bekas rumahnya masih satu kampung dg lokasi tanahnya itu.
Dari modal seadanya usaha itu kembali dimulai tak terlalu sulit karena ia sudah memiliki banyak pelanggan tetap produksi dimulai dg jumlah 3000 potong roti saja itu sudah cukup banyak untuk orang yg baru bangkit dari kebangkrutan seperti dirinya.Sebenarnya ia masih bisa menjual diatas jumlah itu tapi ia hanya mampu merekrut sebagian pekerjaannya saja.Para penjaja rotinya kebanyakan sudah beralih kepabrik lain atau beralih mencari pekerjaan baru sebagian masih tersisa tapi dg budget 6 jutaan ia hanya bisa membuatkan gerobak sebanyak 8-9 buah saja dg kualitas sederhana sementara dulu ia memilih tak kurang dari 50 gerobak tapi semuanya sekarang ludes karena beberapa bulan terakhir ia melarang anak buahnya membawa gerobak pulang kerumah mereka karena pernah kedapatan salah seorang penjaja rotinya membawa lari gerobak tersebut akhirnya seluruh gernbak diletakan dalam sebuah ruangan khusus bersamaan dg bahan2 roti semuanya ikut terbakar habis saat kejadian itu.
Usahanya Alhamdulillah berjalan lancar,ia meminta ibunya untuk tetap tinggal bersamanya.Dirumah itulah sang ibu berbagi duka dg putranya berusaha sekuat mungkin mengubur kedukaan demi kedukaan yg mereka alami.
Setiap bulan Rizqaan sudah mampu mengirimkan sejumlah uang kepada Halimah dan putranya ia ingin menunjukan bahwa ia belum habis.Ia ingin menunjukan bahwa tantangan yg diajukan mantan mertuanya saat ia menikahi Halimah adalah sebuah kesalahan besar.Sebuah kesalahan yg akan ditanggung akibatnya bukan saja oleh dirinya dan istri tapi juga olek kedua orang tua Halimah.Membatasi kegagalan atau kesuksesan hidup seorang hanya dalam jangka waktu 10 tahun adalah kebodohan betapa banyak orang yg bangkrut dalam hitungan detik padahal sebelumnya ia hidup berlimpah harta berapa banyak orang yg menjadi kaya raya juga dalaw sekejab setelah sebelumnya hidup dalam belitan kemiskinan yg mengharukan.
"Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpaan dua orang laki2.Kami jadikan bagi seorang diantara keduanya (yg kafir) 2 buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dg pohon2 korma dan diantara kedua kebun itu,kami buatkan ladang.Kedua kebun itu menghasilkan buahnya dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikitpun,dan kami alirkan sungai di celah2 kedua kebun itu,dan dia mempunyai kekayaan besar,maka ia berkata kepada kawannya (yg mukmin ketika ia bercakap-cakap dg dia 'HARTAKU LEBIH BANYAK DARI PADA HARTAMU DAN PENGIKUT2 KU LEBIH KUAT..'
Dan dia memasuki kebunnya sedang ia zhalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata,'AKU KIRA KEBUN INI TIDAK AKAN BINASA SELAMA-LAMANYA,DAN AKU TIDAK MENGIRA HARI KIAMAT ITU AKAN DATANG,DAN JIKA SEKIRANYA AKU DIKEMBALIKAN KEPADA RABBKU,PASTI AKU AKAN MENDAPAT TEMPAT KEMBALI YG LEBIH BAIK DARIPADA KEBUN2 ITU..'
Kawannya (yg mukmin) berkata kepadanya sedang dia bercakap-cakap dgnya; 'Apakah kamu kafir kepada (Rabb) yg mdnciptakan kamu dari tanah,kemudian dari setetes air mani,lalu Dia menjadikan kamu seorang laki2 yg sempurna.'Tetapi aku (percaya bahwa):'Dia lah Allah Rabbku dan aku tidak mempersekutukan seorang pun dg Rabbku.'
Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu:'Masyaa Allah,laa quwwata illaa billah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud,tiada kekuatan kecuali dg pertolongan Allah).
Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,maka mudahan-mudahan Rabbu akan memberi kepadaku (kebun) yg lebih baik daripada kebunmu (ini): dan mudah-mudahan Dia mengirimkan ketentuan (petir) dari langit kepada kebunmu,hingga (kebun itu) tanah yg licin; atau airnya menjadi surut kedalam tanah,maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi."
Dan harta kekayaannya dibinasakan,lalu ia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yg ia telah belanjakan untuk itu,sedang pohon anggur itu roboh bersama para2 nya dan dia berkata: 'Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorang pun dg Rabbku.'
Dan tidak ada bagi dia segolongan pun yg menolongnya selain Allah;dan sekali-kali dia tidak dapat membela dirinya,disana pertolmgan itu hanya dari Allah yg Hak.Dia adalah sebaik-baik pemberi pahala dan sebaik-baik pemberi balasan..."(AL-KAHFI:32-44)
Pemilik kebun itu bersikap sombong dan takabur,Allah menghukumnya dg melenyapkan kebun yg ia miliki hanya dalam satu malam memang tidak setiap orang yg mendapatkan musibah berarti ia sombong dan berarti Allah sedang menghukumnya karena musibah itu datang sebagai cobaan,untuk mengangkat harkat seorang dihadapan Allah.
Rizqaan ingin mengubah tantangan yg diberikan mantan mertuanya dulu sebagai pelecut bagi dirinya untuk lebih maju meski segalanya telah terjadi meski ia harus berpisah dg orang yg dia kasihi namun masih sangat termotivasi untuk menunjukan kapasitas dirinya.Ia ingin membuktikan bahwa Allah tidak menelantarkan hambanya yg senantiasa taat kepada Nya.
Bersambung....

Tidak ada komentar :
Posting Komentar