~::* SANDIWARA LANGIT *::~
By:ABU UMAR BASYIER
BAG 13
~ Kerikil-kerikil Tajam ~
"Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu,kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang2 yg beriman (dg orang2 kafir)..."(AL IMRAN:40).
Genap sudah 9 tahun menikahi Halimah.Putra mereka Nabhaan kini sudah berusia 7 tahun lebih.Ia sudah belajar di Madrasah Ibtidaiyah,SD plus atau As Salafiyyatul Ula,kelas 1.Ia anak yg cerdas,itu terlihat jelas dari prestasi nya semenjak belajar di TK dan saat sudah masuk sekolah dasar selalu mendapatkan ranking pertama dg nilai terbaik kini ia sudah hapal Al Qur'an juz 30 dan 29,mereka cukup bergembira dan berbangga dg hasil yg dicapai oleh anak mereka itu.
Disamping itu,usaha mereka berjalan baik setidaknya hingga saat ini.Setiap harinya pabrik bisa mengolah dan menjual belasan ribu potongan roti sangat konsisten,2 tahun terakhir ini meski belum lagi berkembang lebih jauh,tapi hasilnya sudah sangat memuaskan.Pabriknya sendiri sekarang sudah diperluas satu ruang masih berukuran seratus meter persegi tapi ada tambahan ruang lain dg besar yg hampir sama yg difungsikan untuk menyimpan bahan2 pembuat roti dan rak2 berisi roti2 yg sudah siap dipasarkan.Untuk itu Rizqaan terpaksa membeli lahan disebelah rumahnya seluas 200 meter persegi sehingga luas tanah yg dia miliki sekarang total 400 meter persegi.
Tidak luas tapi cukup lumayan.Rumahnya sendiri sudah dibuat bertingkat.Mengingat rumah itu hanya dibangun diatas tanah seluas 200 meter persegi saja namun dg dibuat bertingkat,rumah itu sudah terlihat begitu besar.Total ada 4 kamar tidur,ruang shalat,ruang makan,ruang tamu yg cukup luas tidak ada kolam renang atau fasilitas semewah yg dimiliki orang tua Halimah.Tapi bagi mereka itu sudah lebih dari cukup.Rizqaan sudah membeli sebuah mobil Honda Jazz baru berwarna merah muda metalik juga sebuah sepeda motor Nuvo untuk dipakai Halimah berpergian kelokasi-lokasi terdekat kewarung misalnya atau mengantar dan menjemput anaknya disekolah.Kondisi ekonomi keluarga mereka meningkat pesat dan Alhamdulillah mereka tetap rajin mengaji.Rizqaan juga sudah fasih mengajarkan banyak ilmu2 keislaman meski latar belakang akademisnya hanya lulusan SLTA saja tapi dg semangat belajar yg tinggi tanpa kepesantren,ia sudah bisa menjadi seorang guru pengajar agama,seorang Ustadz bukan Ustadz kecil2an 'Ustadz sungguhan karena ia memang belajar secara serius bukan saja dari SAYA tapi juga dari banyak Ustadz yg lain bukan hanya ilmu2 praktis seperti fikih ibadah amaliyah,dzikir atau tata cara thaharah dan shalat tapi ia juga mendalami ilmu nahwa,sharaf,balaaghab,ilmu 'aruudh,ilmu ushul fiqih beberapa madzhab,ilmu musthalahul hadits,ilmu qawaa'idut tafsir bahkan juga ilmu qawaa'idut takhrij wa diraasatul asaanid.Ilmu2 yg biasanya didalami dipondok2 pesantren atau diperguruan2 tinggi islam.
***
Pada awal-awal tahun ke 10 yakni setelah genap 9 tahun mereka menikah segalanya berjalan sangat normal.Menyenangkan dan membahagiakan meski hubungan keakraban antara mereka dg orang tua Halimah belum lagi terjalin baik namun pernah 2 kali orang tua Halimah datang dan melihat-lihat kondisi perusahaan sederhana milik Rizqaan.Ia sempat tersenyum sinis,tak ada komentar tapi semua tak sedikit pun menyusahkan hati Rizqaan atau Halimah.Kedua orangtua Halimah tak sempat menginap namun sempat singgah dirumah mereka dan duduk2 kurang lebih 2 jam setelah itu mereka pulang meski tak terlihat akrab tapi kesinisan mereka dibandingkan saat2 sebelumnya tampak sedikit berkurang.
Semua berjalan sangat normal namun menjanjikan prospek bagus hingga kemudian terjadi beberapa peristiwa biasa namun mengundang banyak tanya.
Salah satunya dibulan ke 4 tahun ke 10 berarti sekitar 8 bulan lagi berakhir kesepakatan mereka dg orang tua Halimah untuk dilihat apa yg terjadi-,secara aneh produksi roti menurun hingga 40 persen lebih itu berarti hampir setengah dari produksi biasanya itu terjadi secara tiba2 yakni bahwa para penjaja keliling mengaku roti2 nya gagal dibeli sebagian pemilik warung yg biasa mereka isi.Bila biasa pabrik memproduksi hingga 18 ribu potong roti yg memberi keuntungan bersih pada Rizqaan sekitar 3.600.000 rupiah per harinya'(1).
Sebuah pencapaian yg sangat fantastik bagi pengusaha roti lokal dikotanya.Kini hanya dalam beberapa hari saja produksi menurun hingga hanya mampu menghabiskan antara 9000 hingga 10.000 potong roti saja.Memang keuntungan masih cukup tinggi Rp 1.800.000-Rp 2.000.000,- masih cukup besar namun kenapa bisa terjadi penurunan begitu drastis dan tiba2 saja?
Beberapa pemilik warung pernah ditanya,kenapa tiba2 tidak lagi mengambil roti dari pabrik Rizqaan? Mereka diam.Tak memberi jawaban secuil pun namun kejadian yg berlangsung begitu cepat,dan keseragaman sikap banyak pemilik warung untuk tak lagi mengambil roti dari pabriknya membuat Rizqaan curiga.Ia memang tak berani mengira-ngira siapa yg membuat ulah hendak mengacaukan usahanya tapi ia yakin semua itu tak terjadi secara kebetulan saja.
Dari hasil jajak pertanyaan dan penyelidikan beberapa penjaja roti keliling Rizqaan mendapat kabar bahwa langganan2 mereka terutama warung2 direbut dg cara yg tidak jelas oleh pemilik merek roti baru 'T'.Katanya kualitasnya bagus namun harganya lebih murah dari roti buatan pabrik Rizqaan merek roti itu jelas bukan merek roti buatan pabrik dimana dahulu Rizqaan bekerja lagi pula Rizqaan hanya mengisi beberapa pelanggan yg dahulu memang mengambil roti darinya saat ia masih menjadi penjaja keliling.Pelanggan2 yg lain didapat melalui usaha para penjaja kelilingnya,tidak ada alasan bagi pemilik pabrik tempatnya bekerja dulu itu untuk mengambil alih paksa para pelanggannya lagi pula ia tahu pemilik pabrik roti itu sangat baik,taat beragama dan rajin beribadah,ia bukan tipe pedagang yg suka bermain curang.
Kota dimana Rizqaan tinggal adalah kota besar,biarpun puluhan pabrik roti baru didirikan tetap saja akan banyak pembelinya.Setiap hari warung2 baru,penjual2 makanan baru,bermunculan dikota itu jadi untuk mendapatkan pelanggan baru tak perlu menyerobot pelanggan orang lain dan kalaupun terjadi secara kebetulan bahwa ada pelanggan roti Rizqaan yg beralih keroti merek lain itu wajar saja yg tidak wajar kenapa hanya pelanggan2 roti Rizqaan saja yg direbut sementara para pelanggan roti merek lain dari pabrik lain tidak diberlakukan demikian? Dari jajak tanya diketahui nyaris seluruh pelanggan-terutama warung2 dan toko makanan yg biasa menjualkan roti2 Rizqaan sudah didatangi oleh para penjaja roti merek 'T' itu dan diajak untuk beralih membeli roti tersebut karena harganya lebih murah dan keuntungannya lebih besar.Tapi Alhamdulillah,masih lebih banyak yg menolak tawaran itu alasannya klasik karena roti buatan pabrik Rizqaan sudah teruji kualitasnya mereka sudah berlangganan lama hanya sebagian pelanggannya saja yg memilih beralih karena bahwa roti 'T' juga bagus dan ternyata juga laris untung penjualannya lebih besar wajar kalau mereka lebih memilihnya daripada buatan pabrik Rizqaan.
Awalnya Rizqaan berniat menurunkan harga pasaran roti tapi itu sungguh tidak lazim.Beberapa pekerja dipabriknya juga istrinya Halimah menyarankan agar harga roti jangan diturunkan.Selain itu tidak wajar didunia bisnis roti-bahwa ada harga roti tiba2 turun-juga sama sekali tidak menguntungkan kalau ada orang berniat jahat menjual roti dg keuntungan tipis agar mampu menyainginya secara tidak fair pasti akhirnya akan keok juga.Siapa yg mau membuat pabrik roti dg keuntungan mepet? Apa untungnya bagi pemiliknya? Lagi pula pasar masih luas masih bisa mencari para pelanggan baru,strategi menjual roti dg harga semurah-murahnya sungguh tak masuk akal.
Hanya saja masih tersimpan sebuah pertanyaan:Dari mana mereka tahu para pelanggan roti dari pabrik Rizqaan secara satu persatu? Ini aneh sekali.
Rizqaan sesungguhnya tidak tertarik untuk menyelidiki sebab musabab terjadinya 'kebetulan2' aneh yg tidaklah layak disebut kebetulan itu namun ia menganggap hal itu terlalu berlebihan.Dan justru khawatir sikapnya itu akan menimbulkan prasangka dan dugaan2 yg tidak dibenarkan dalam syariat karena Allah sudah mengingatkan,
"Hai orang2 yg beriman,jauhilah kebanyakan dari prasangka,sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa..."(AL-HUJURAT:12)
Baginda Nabi kita juga pernah mengingatkan,"Hindarilah prasangka karena sesungguhnya prasangka itu adalah ucapan yg paling dusta."(Riwayat Bukhari-Muslim)
Seharusnya ia membuang jauh2 segala celah yg membuatkan terjebak dalam prasangka buruk karena akan banyak saja nama yg dia ingat atau dia bayangkan yg baginya berkemungkinan melakukan makar itu sementara salah seorang ulama As-Salaf pernah mengajarkan.
"Sesungguhnya aku biasa mencarikan alasan untuk kesalahan saudaraku,dari satu alasan hingga 70 alasan kemudian setelah itu aku berkata dalam hati,'Mungkin ia masih memiliki alasan lain yg tidak aku ketahui."
Selanjutnya,Allah juga mengingatkan, " Dan janganlah kamu mengikuti apa yg kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.Sesungguhnya pendengaran,penglihatan dan hati,semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya."(AL-ISRA:36)
Maka akhirnya Rizqaan menempuh cara lain yg baginya akan lebih aman.Ia memilih membuat inovasi kecil pada produk roti yg akan ia jual kepasaran.
Pertama,ia mempelajari kembali bagaimana rotinya bisa tahan lebih lama tanpa menggunakan pengawet berbahaya atau menggunakan bahan2 haram seperti minyak babi atau sejenis itu.Roti yg lebih tahan lama dalam kondisi tidak rusak dan juga tidak mengeras akan lebih diminati pasar.
Kedua,ia akan membungkus roti2 nya dg plastik.Waktu itu kebanyakan roti dikotanya dijual dg tanpa penutup plastik,cara kedua ini mungkin mudah ditiru tapi sebagai pendahulu ia tentu punya nilai plus tersendiri dimata pelanggan.
Hal kedua sangat mudah direalisasikan justru hal pertama yg ternyata tidak mudah.Ia membuat berbagai percobaan.Termasuk menambah bahan campuran lain ke dalam adonan rotinya sebelum dibakar atau diolesi bahan tertentu sebagai tambahan dari mentega dibagian atas roti2 nya usai dikeluarkan dari tungku pembakaran.Ia juga menggunaka media internet untuk mencari kiat2 mutakhir,yg canggih namun mubah dan halal untuk membuat bagaimana roti basah bisa tahan lama tanpa dihangatkan dan tanpa diletakkan ditempat khusus.Selama ini roti2 nya hanya tahan dalam kondisi terbaik selama 3 hari saja itu sebenarnya sudah bagus banyak roti di kotanya yg hanya bisa tahan bagus dalam 2 hari 2 malam saja bahkan ada yg dihari ke 2 saja sudah mengeras tapi ia ingin minimal 1 minggu rotinya bisa tetap enak dan nikmat disantap.
Ada beberapa merek roti yg mampu memenuhi standar itu,melalui upaya yg tidak mudah selama 10 hari akhirnya cara itu ditemukan tetapi tentu cara itu memerlukan pembuktian maka sebagian roti2 yg lain tetap diproduksi seperti biasa namun 1000 diantaranya sengaja ia beri bahan tambahan agar lebih awet,tahan lama dan tidak mudah apek.Satu pekan kemudian hasilnya terlihat.Sisa roti2 yg lain dikembalikan dalam kondisi berubah rasanya karena ia mengambil setelah satu pekan jumlah yg tersisa memang tidak banyak hanya ratusan potong roti saja sementara dari yg seribu masih tersisa 60 potong ternyata seluruhnya masih bagus masih sama cita rasanya dan juga teksturnya,aromanya juga tidak berubah sama sekali sengaja roti 2 dibuka bungkus plastiknya dan diperlihatkan kepada para pelanggan yg ikut menjualkan roti2 tersebut.Rata2 mereka agak terkejut dan terkagum-kagum karena roti Rizqaan bukanlah roti mahal.Kualitas itu memikat hati banyak pelanggan.
***
Dibulan berikutnya,produksi rotinya kembali meningkat meski belum mencapai titik omset penjualan tertingi sebelumnya,18 ribu potong perhari namun sudah cukup baik.Rizqaan masih mampu menjual habis 16 ribu potong perharinya lalu dihari2 sesudahnya kembali mengalami peningkatan sedikit demi sedikit dalam waktu sebentar saja,kondisi penjualan kembali seperti semula.Rizqaan amat bersyukur.
Bahkan tak lama kemudian ia mendengar berita bahwa merek 'T' Juga mulai membungkusi roti2 produksinya dg plastik namun karena daya tahannya hanya 3 hari itupun sudah berubah baunya menjadi agak apek maka ia kalah bersaing.Para pelanggan roti buatan Rizqaan yg sempat beralih ke merek 'T' banyak kembali menjadi pelanggan setia roti Rizqaan.ALHAMDULILLAH,ALLADZI BINI'MATIHI TATIMMUSH SHAALIHAT(segala puji bagi Allah yg dg limpahan karunia Nya segala kemaslahatan terpenuhi dg sempurna.
Usia pernikahan Rizqaan dg Halimah sudah memasuki 9 tahun 5 bulan,7 bulan lagi adalah masa yg akan menentukan kelanjutan dari pernikahan mereka berdua.Usaha mereka semakin mengalami kemajuan.
Sebuah 'kemapanan materi' yg menjadi syarat keutuhan rumah tangga mereka sesuai kesepakatan pada saat akad,jelas sudah mereka miliki tinggal mereka pertahankan hingga akhir masa perjanjian karena tak mungkin kehidupan ekonomi itu disebut mapan bila tak mampu bertahan lama.Cita2 itu tampaknya tak begitu sulit dg catatan orangtua Halimah tidak memberikan sebuah standar kemapanan yg tidak lumrah,standar kesuksesan yg diukur oleh mata kaum konglomerat dimana tanpa memiliki rumah super mewah,vila diwilayah pegunungan wisata,mobil2 sedan keluaran terbaru,simpanan di bank hingga ratusan milyar tanpa itu semua,ia tidaklah dianggap sukses dan mapan karena bila demikian kesepakatan itu sungguh tidak fair tapi Rizqaan yakin bukan itu yg diinginkan oleh mertuanya tersebut.Ia sangat yakin akan hal itu,sang mertua sesungguhnya hanya menginginkan kebahagian mereka semata meski dg cara yg tergolong gila2 an seperti itu.
Diatas ada (1)~per potong roti,Rizqaan mendapat keuntungan bersih kira2 Rp 200,-saja keuntungan yg diperoleh penjaja keliling per potong rotinya malah lebih besar.Diatas 400 rupiah tapi itu sudah lazim dalam bisnis roti bahkan juga dalam bisnis lain seperti bisnis buku.pengecer atau retailer biasanya mendapatkan keuntungan terbesar perbuku yg dijual tapi tentu seimbang dg penjualan mereka yg tidak besar berbeda dg grosir yg bisa menjual buku dalam jumlah banyak setiap harinya demikian juga penerbit setiap kali terbit buku baru.
Wallahu A'lam
Bersambung....
Tidak ada komentar :
Posting Komentar