Kamis, 04 April 2013

NOVEL KEMUNING SENJA DIBERANDA MEKAH BAG 10


~:: KEMUNING SENJA DIBERANDA MEKAH ::~
Karya:Abu umar basyier
kisah nyata

BAG 10

LABBAIKALLAHUMMA LABBAIK !

Usia pernikahan Rafiqah dan Pram sudah 4,5 bulan.Itu masa2 dimana sekian banyak hal2 tak terduga terjadi.

Hari ini adalah puncak ketidakterdugaan itu.Pram dipastikan telah mengindap salah satu penyakit paling berbahaya didunia saat ini,kanker.Betapa ngerinya dan yg lebih mengerikan sudah sampai stadium 3 dan itu sama sekali belum pernah terdeteksi sebelumnya.

Saat dokter keluar dari kamar tersebut Rafiqah menangis tersedu-sedu kemerjap rindu dari awal pagi hari ini ternyata beralasan.Ia tak hanya merasa rindu terhadap Pram karena sosoknya kian hari kian berbeda makin baik perilakunya makin dekat kepada Allah namun kerinduan itu makin bergemuruh akibat firasat akan terjadinya musibah dan cobaan ini.Betapa sedih hatinya.

Justru Pram yg lebih dahulu membelai kepala Rafiqah yg tertutup jilbab tebal.Ia menyabarkan istrinya,alih2 dari sang istri yg seharusnya lebih dahulu menyabarkannya.


Ia meminta Rafiqah menenangkan jiwanya,menyerahkan segalanya kepada Allah.

Lalu Pram memflashback kisah hidupnya kepada Rafiqah.Tampaknya meski sangat mengagetkan,munculnya penyakit itu dalam dadanya bukanlah suatu hal yg aneh.Pram seolah pasrah menerima itu sebagai teguran dari Rabb nya.

5 tahun yg lalu saat Pram masih kuliah di Oxford ia mulai mengenal minuman keras,ia memang dari keluarga moderen namun jangankan minuman keras merokok pun ia tidak pernah.Ya,baru dinegeri itu dinegeri seberang godaan pergaulan ia rasakan begitu hebat.Beruntung Pram tak terjebak kehidupan free sex khas kaum Eropa dan Barat.

Namun untuk menghindari menenggak minuman keras meski secawan 2 cawan setiap kali ada pertemuan sungguh nyaris mustahil.Sekali 2 kali ia memang bisa menolak tapi lucu bila terus terusan begitu akhirnya ia mulai terbiasa mengkonsumsinya tak hanya terbiasa ia bahkan kecanduan tak sekadar kecanduan ia bahkan akhirnya dikenal sebagai druken master,raja pemabuk.Teman2 dari Indonesia bahkan sempat jijik bergaul akrab dengannya.

Kesukaannya pada minuman keras dianggap sudah menyentuh level menggelisahkan.Bagi orang indonesia ia sudah rajanya pemabuk karena sehari ia setidaknya 2-3 kali mengalami mabuk itu berlangsung terus hingga 2 tahun ditahun terakhirnya ia bahkan sempat mencicipi dan ketagihan mengkonsumsi ganja dan opium.Kehidupannya pun berantakan.Ia lulus dg prestasi bagus tapi jauh dibawah standar yg seharusnya bisa ia capai.Hanya 2 bulan sebelum pulang ketanah air ia tersadar,ia merasa seolah-olah baru bangun dari tidur.

Secara tidak sengaja salah seorang rekannya mengajaknya shalat jumat disebuah masjid di islamic centre dilondon.DIsitu untuk pertama kali semenjak beberapa tahun terakhir ia kembali shalat.Sebelum shalat ia mendengarkan ceramah dalam bahasa inggris yg begitu memikat,temanya sangat sederhana dan tidak mengejutkan:kematian.Tapi bahasanya mengalun syahdu,penyitiran ayat2 dan haditsnya yg pas,penerjemahannya sempurna membuat hatinya bagai teraduk-aduk sejuta haru menyesak rongga dadanya.

Ia menangis.

Semenjak itu,Pram berhenti mengkonsumsi miras dan sampai kembali ketanah air dan hingga pernikahannya dg Rafiqah,ia sudah betul2 terbebas dari mengkonsumsi miras atau narkoba.Ia merasa setelah berhenti segalanya usai tapi waktu 2 tahun bercengkerama dg miras dan sedikit narkoba ternyata cukup untuk mengobrak-abrik sel2 paru2 nya.Penyakit kanker itu nyaris dipastikan akibat kecanduan mengkonsumsi miras mengingat itu Pram kembali menitikan air mata.

"Ya Allah,ampunilah dosa2 hamba Mu ini...."

"Bersyukurlah Mas,Allah masih berkenan memberimu kesempatan bertobat,betapa banyak orang yg terjebak maksiat dan mati dalam genggaman maksiat tersebut...."

"Yang terpenting,jagalah ketulusan Mas,karena sebagian ulama bijak menyatakan,

"Barang siapa yg berkeinginan menutup usianya dg kebajikan hendaknya ia memperbaiki niatnya."(JAMI'UL 'ULUM WAL HIKAM 1:13)

Tapi juga mitra bisnis yg amat ia sukai,semenjak hubungan bisnisnya dg beberapa rekan dekat termasuk Pak Budi terputus tanpa ampun.Ya,semua akibat perubahan2 itu namun Pram tak secuil pun menyesalinya.

Setelah itu Pram dirawat dirumah itu pun hanya beberapa hari,ia kembali menjalankan roda bisnisnya meski hanya dilokasi2 dalam kota saja dan itu pun tidak lama2.

Hingga setengah bulan kemudian satu bulan setelah Pram dilarikan ke rumah sakit Pram kembali tumbang,ia nyaris pingsan ditengah jalan beruntung Indra yg mengemudikan mobilnya.Pram kebetulan belum memiliki sopir karena ia sendiri gemar mengemudikan mobil seorang diri tapi sekarang ia terpaksa menyerahkan posisi menyenangkan itu kepada Indra karena kondisi darurat Pram dibawa pulang karena jarak kerumahnya hanya tinggal 500 meter.Dokter segera dipanggil,Pram tidak jatuh pingsan ia masih sadar namun kesadarannya terlihat sayup2 karena pandangan matanya kuyu tak bersemangat.Saat itulah ia meminta Rafiqah tetap menemaninya.Disisinya persis.


"Adinda,maukah engkau mendengarkan pesanku? Sedikit saja."

"Tentu mau,Mas.ada apakah?"

"Adinda,betulkah adinda mencintaiku?"

"Aduh,Mas.perlukah itu ditanyakan? Cintaku kepadamu sekarang berlipat-lipat ganda setelah Mas mengubah gaya hidup mas aku sudah seratus persen membaktikan diriku kepadamu sebagai istri yg siap mematuhimu selama itu dalam kepatuhan kepada Allah dan Rasul Nya."

"Jawab saja Adinda,apakah engkau mencintaiku?"

"Aku sangat mencintaimu,Mas karena Nya cintaku padamu berlabuh dalam hati ini..."

"Tuluskah cintamu itu,Adinda?"

"Cinta yg tulus adalah yg dilambari rasa cinta kepada Allah selain itu tak lebih dari cinta berbalut nafsu.Cintaku,Insya Allah tulus Mas."

"Seperti apakah,aku ini dimatamu?"

"Kamu seperti pria angkuh yg berganti kulit menjadi pemuda paling santun yg pernah aku kenal,yg paling aku kagumi."

"Menyesalkah engkau pernah aku nikahi,Adinda."

"Ya,Mas."

"Engkau menyesal,Adinda?"

"Ya,aku menyesal kenapa tidak dari sebelumnya engkau menikahiku...."

Pram,tersenyum renyah senyum terindah yg pernah dilihat oleh Rafiqah dari suaminya itu.

"Alhamdulillah,aku juga sangat mencintaimu Adinda.Bagiku engkau bukan hanya istri tapi juga teman,kekasih,pacar,pendamping,teman memasak...."

"Sudahlah Mas,jangan membuatku bersedih...."

"Aku jujur Adinda."

"Mas,beristirahatlah."

"Tidak Adinda,selama aku masih bisa berbicara..." Pram diam sejenak lalu melanjutkan bicaranya.

"Kalau engkau betul2 menciktaiku maukah engkau mengabulkan permohonanku bila aku sudah tiada.Satu permohonan saja"

"Jangan berkata begitu,Mas.Mas membuatku merinding saja."

"Adinda,tolonglah jawab pertanyaanku tadi,maukah engkau mengabulkan permohonanku bila aku sudah tiada...."

"Selama itu tidak melanggar syariat tentu aku mau,Mas."

"Tidak,ini permohonan yg sepenuhnya bersendi syariat,Adinda.Bila aku tiada aku mohon engkau mau segera menikah dg pria yg kamu sukai,yg kamu cintai karena agama dan keluhuran akhlaknya..."

"Mas,sudahlah.Pria itu adalah kamu Mas.Aku menbintaimu sepenuh hati...."


"Aku tahu itu Adinda,tapi aku manusia adakah manusia yg dapat menolak datangnya kematian? Bila aku mati,lekaslah menikah dg pria lain selain diriku ini yg kamu sukai karena agamanya...."

"Haruskah itu Mas?"

"Adinda,berpikirlah dg jernih engkau masih muda setahuku belum genap 20 tahun kalau aku tiada tente engkau tak mungkin menjanda seumur hidupmu,bukan? Kita tidak tahu pasti akan usiamu bisa saja engkau sampai berusia 70 atau bahkan lebih.Apakah selama itu engkau tetap menjanda? Itu tidak benar menurut agama karena itu artinya engkau mengabaikan kebutuhanmu sebagai manusia itu rahbaaniyyah,hidup kependetaan yg dikecam dalam islam...."

Rafiqah terharu mendengarnya,Pram sudah tak ubahnya seorang Ustadz.Tidak,Ia memang seorang Ustadz hatinya memang hati seorang Ustadz hati seorang juru dakwah.

"Dan aku ingin,engkau tidak usah menunda-nunda menikah sesudah kematianku..."

"Apakah harus begitu,Mas?"

"Ya,Engkau tak boleh terbawa emosi dan kesedihanku.Tak boleh terlalu sentimentil bila engkau bisa melakukan kebajikan dg lekas untuk apa pula engkau menundanya? Kecuali bila belum ada pria muslim yg engkau minati yg menurutmu sangat baik agamanya dan sebagai janda engkau memiliki hak pilih lebih kuat daripada saat posisimu masih sebagai gadis dahulu..."

"Aku tak tega membicarakan hal ini,Mas.Seolah-olah kematianmu sudah pasti segera datang,usia itu di tangan Allah,Mas."

"Betul,Adinda tapi aku toh boleh saja berpesan kepadamu dan kumohon anggukkanlah kepalamu sebagai tanda setuju.Jangan memohon kepadaku untuk engkau menolaknya."

Rafiqah terdiam sesaat lalu menganggukkan kepalanya tampaknya Pram tahu bahwa ia tak akan mungkin sanggup mengiyakan permohonannya itu secara lisan.

Cairan bening mengalir deras dari ujung sepasang matanya,Rafiqah terisak.

"Alhamdulillah.Adinda,tolong ambilkan mushaf Al Quran aku ingin berlatih membacanya lagi bacaan Quranku masih payah sekali...."

Rafiqah mengambil mushaf yg memang selalu diletakkan disamping kanan suaminya disamping pembaringannya.


Pram begitu tergila-gila membaca Al Quran,ia membacanya seperti orang kehausan dan menyedot habis isi segelas minuman dingin ditengah terik matahari.Itulah yg paling disukainya akhir2 ini bahkan disaat kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan seperti sekarang ini.

Alunan syahdu itu melantun indah.Tak benar,bila bacaannya masih payah 2 bulan setengah belajar membaca Al Quran betul2 telah menyulapnya menjadi Qari itu hasil yg fantastic.Bacaannya syahdu meski suaranya pelan dan kadang terbata-bata tajwidnya bagus makhraj hurufnya pas suaranya juga tergolong merdu empuk dan renyah suara dan irama tartil yg dipilihnya adalah milik Syaikh Al Mahtrud lembut dan memanjakan hati apalagi ditengah kesyahduan ini begitu menyentil hati menggugah jiwa.

5 menit berlalu dokter belum juga datang lantunan ayat2 suci itu kian lama kian melemah.Rafiqah memintanya berhenti tapi Pram menggelengkan kepala ia tetap membaca ayat2 yg dicintainya itu hingga suaranya melemah hingga bacaan Al Quran itu tiba2 menjadi tahlil,LAA ILAAHA ILALLAH hingga tahlil itu terulang berkali-kali lalu tanpa kata lain suara itu terhenti dikeheningan kamar yg begitu teduh,Pram betul2 telah pergi.Tangis Rafiqah meledak.

Dokter datang namun tak ada lagi yg bisa ia lakukan selain menatapi seorang wanita muda yg menangis tersedu-sedu melepas kepergian suaminya.Saat rasa cinta berbalut kasih sedang membuncah terhadapnya.Saat Pram betul2 telah hadir sebagai suami yg semenjak dahulu ia idam2 kan.Sayang waktunya begitu singkat tapi yg singkat itu telah meninggalkan kesan indah yg sulit untuk dilupakan begitu saja.

Pram telah pergi.Itu yg kini menjadi 'keyakinan (dalam bahasa agama kadang bermakna mati 'beribadahlah kepada Rabb mu hingga datang kepadamu keyakinan yakni kematian'' yg tak terbantahkan.Ia telah menyambut panggilan yg Maha kuasa.LABBAIKALLAHUMMA LABBAIK.....

"Maka apabila telah tiba waktu (ajal yg ditentukan) bagi mereka,tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya."(AN-NAHL:61)

BERSAMBUNG....

Tidak ada komentar :

Posting Komentar