Kamis, 04 April 2013

NOVEL KEMUNING SENJA DIBERANDA MEKAH BAG 11


~:: KEMUNING SENJA DIBERANDA MEKAH ::~
Karya:Abu umar basyier
kisah nyata

BAG 11

MENGUBAH CATATAN HIDUP

''Aku nikahkan engkau dg saudariku,Rafiqah binti Broto Susilo dg mahar seperangkat alat shalat,tunai...." ungkap Hendra kakak kandung Rafiqah.

"Aku terima menikahi saudarimu Rafiqah binti Broto susilo dg mahar tersebut,tunai." lirih Aziz.

Pernikahan itu berlangsung 4 bulan 11 hari setelah wafatnya Pramono Agung setia mantan suami Rafiqah.

Papanya Pak Broto enggan menjadi wali pernikahannya tapi ia tidak menolak,ia memberi izin namun bukan restunya.Menghadiri walimah atau resepsi pernikahannya saja ia tak mau untuk menghalanginya ia tak punya jalan lagi mengajukan calon lain justru akan menenggelamkannya dalam trauma akhirnya Pak Broto memilih diam menggerutu.

Pernikahan dilangsungkan dirumah Pram yg kini sudah menjadi milik Rafiqah akhirnya kakak kandung Rafiqah Hendra bersedia menjadi walinya menggantikan posisi Papanya setelah dibujuk berkali-kali dan pernikahan itu pun berlangsung sederhana jauh lebih sederhana dari pernikahan pertama Rafiqah dg Pram mantan suami yg kini sudah berpindah alam kehidupan.

Aziz sendiri datang dg Pamannya,Ayahnya baru meninggal dunia 6 bulan yg lalu Ibunya bahkan sudah lebih dahulu wafat lebih dari satu tahun yg lalu sehingga ia meminta pamannya Pak Harsa untuk menemaninya dalam pernikahan tersebut.

1 minggu selepas kepergian suaminya Heryani kembali datang berkunjung kabar tentang wafatnya Pram baru ia dengar 2 hari yg lalu saat itu tanpa maksud apa2 Heryani mengirimkan sms kepadanya dan menanyakan kabarnya dan kabar Pram,saat itulah Rafiqah memberitahu semuanya...

Pagi itu Heryani datang seorang diri seperti sebelumnya rencana sore harinya ia akan pergi kesimpang matraman mengikuti kuliah sore.Pagi itu ia ingin berjumpa dg sahabat semasa kecilnya Rafiqah ia ingin mengajak sahabatnya itu menghibur diri selain itu ada tujuan spesial yg terselip dibenaknya.

Perjumpaan diawali dg peluk tangis Rafiqah menumpahkan segala kesedihan dipelukan sahabat dan teman bermain terbaik yg ia miliki semenjak kecil,Heryani.


Dari Ayah gadis inilah ia banyak menimba ilmu2 islam,gadis ini juga yg terus mendorongnya untuk berjilbab dan bersama gadis ini ia menghabiskan masa2 kecil dan masa remaja yg indah dalam suasa persahabatan bahkan persaudaraan keislaman yg kental.Hal yg tak dirasakan saat ia berada dirumah sekalipun bersama keluarganya.

"Tabahkan hatimu,Iqah." Heryani menyapa sahabatnya itu dg nickname yg akrab dg nya semenjak dulu,Iqah.

"Berharaplah pahala yg sebesar-besarnya dari Allah.Bersyukurlah Iqah kamu telah menjadi jalan bagi Pram untuk menemukan petunjuk Allah.Insya Allah,Ia husnul khatimah." hibur Heryani.

"Allahumma Aamiin (Ya Allah,kabulkanlah doa itu).Tumben kamu kemari Her.Waktu takziah (kunjungan kepada orang yg ditinggal mati keluarga untuk menghibur dan membesarkan hatinya.Hal ini termasuk dalam sunnah Rasulullah) kan cuma 3 hari." ujar Rafiqah.

"Pokoknya,aku rindu sama kamu selain itu juga ingin berbagi nasihat dan pengalaman seperti biasa dan yg tidak kalah penting aku ingin mengetahui kondisimu lalu memikirkan bersama masa depanmu."

"Maksudmu Her?"

"Sudahlah,Iqah kamu pasti sudah ngerti."

"Wallahi (Demi Allah),aku gak ngerti Her."

"Begini,Iqah kepergian suamimu adalah takdir yg tidak bisa kita tolak tak mungkin kita hindari tapi kehidupanmu akan terus berjalan sampai waktu yg ditentukan oleh Allah.Apa kamu berniat menjada seterusnya?"

"Ya,enggaklah Her tapi suamiku baru saja pergi apa aku pantas memikirkan hal itu?"

"Apa yg membuatmu berpikir bahwa itu tidak pantas? Cintamu kepada Pram? Kenanganmu itu? Cintamu kepada Pram akan abadi,Iqah.Itu cinta antara 2 insan karena Allah,sebagai suami istri atau bukan bila kalian tulus saling mencintai dijalan Allah pasti kalian akan mendapatkan kebahagiaan diakhirat kelak sementara sebagai muslimah yg taat kamu harus menjalankan sunnah Nabi untuk menikah dan bersuami terlebih bagimu sebagai janda kamu tentu ingat sabda Nabi bahwa ada 3 hal yg harus dilakukan segera salah satunya menikah bagi seorang janda yg ingin menyelamatkan kehormatannya..."


"Hai Ali ! Ada 3 hal yg tidak boleh kalian tunda2 : shalat bila sudah masuk waktu,Jenazah bila sudah siap dikebumikan dan seorang janda bila sudah mendapatkan calon jodohnya..."(Lihat musnad Imam Ahmad II:293 dari hadits Ali bin Abi Thalib)

"Aku tahu itu Her,pendapatmu seperti juga pendapat suamiku.Aku memgakuinya sekarang pun aku sedang berusaha menguatkan hatiku untuk itu lalu menanti jodoh yg layak buatku dan aku layak buatnya."

Lalu Rafiqah menceritakan pesan terakhir Pram suaminya sebelum ia menghembuskan nafas terakhir pesan yg begitu berat baginya tapi tak mungkin ia abaikan apalagi itu selaras dg kehendak syariat.

"Masya Allah! Sungguh aku tak mengira hati Pram sejernih itu begitu hebat perubahan pada dirinya,keyakinanmu dulu terhadapnya itu sungguh beralasan,Iqah.Pram betul2 seperti yg engkau duga kalian berdua sama2 beruntung kalau engkau betul2 mencintainya,menghormati dan memuliakannya kamu harus menjalankan pesan itu dan aku datang juga untuk tujuan itu."

"Insya Allah,Her." lirih Rafiqah.

"Baiklah,Iqah kalau kamu sudah siap untuk itu sekarang sudah ada pria yg menantimu mewujudkan pesan itu."

"Maksudmu?"

"Aziz."

***

Jodoh adalah rahasia Allah.Ia,seperti juga rezeki bila datang dan pergi bisa lekas atau lambat terkandung suratan di Al-Lauh Al-Mahfuzh banyak orang salah didalam memprediksikannya,menduga-duga apalagi meramalkannya.

Semenjak kecil,Rafiqah mengidolakan Aziz,Ia membayangkan betapa bahagianya bila suatu saat menjadi istrinya.Harapan itu bukan hanya berasal dari hasrat sesaat atau apa yg orang bilang sebagai cinta monyet tapi hasrat yg tumbuh justru dari ketulusan cita2 nya.

Sejak mengenal hakikat islam menyelami dan mendalaminya dalam pengajian yg diasuh oleh Ustad Qamaruddien,Rafiqah sudah sangat mengharapkan sebuah kehidupan yg dihembusi nafas islam secara jernih itu tak ia dapatkan dalam keluarnya namun ia ingin mewujudkannya kelak bila ia berumah tangga itulah sebabnya ia begitu antusias dan menggebu-gebu mengemukakan prinsipnya kepada orang tua & saudara2 nya.


Ia mendapatkan penentangan keras dan akhirnya itulah yg berakibat ia harus menikah dg Pram tapi Allah sungguh memahami kebeningan hasratnya.Pram justru akhirnya menjadi karunia yg begitu indah baginya karena yg membuat hidupnya menjadi semakin indah memesona.

Hasrat itu,dulu ia harapkan dari Aziz karena baru dia Pria yg dikenal Rafiqah yg amat ia kagumi karena kehalusan budi pekertinya karena kedekatannya kepada Allah.Meski Aziz harus melewati banyak fase perubahan pemikirannya dalam memahami islam namun ia pria yg deket dg as sunnah nyaris seluruh perjalanan panjang itu,telah diketahui dan disaksikan sendiri oleh Rafiqah.Ia sangat mengaguminya.

Kekaguman itu semakin menjelma menjadi cinta,saat ia melihat Aziz sangat menjauhi pergaulan yg bisa merusak citra keislaman dan ketaatannya kepada Allah.Meski mengenal Rafiqah secara dekat sejak kecil ia slalu menjaga pandangan matanya agar tidak bertatapan lama dengannya.Bila berbicara tentang hal2 yg penting dg Rafiqah ia selalu menundukkan pandangannya bukan hanya terhadap Rafiqah tapi juga terhadap semua wanita.Sikap santun dan waranya itu tak menghalanginya untuk tetap menolong siapa pun yg membutuhkan pertolongan untuk tetap bersikap baik kepada siapapun.

Sungguh jarang pria muslim seperti itu dimasa sekarang ini karena itulah benih2 cinta tulus bersemi dalam dirinya namun seperti juga Aziz,Rafiqah berusaha menjaga diri dari maksiat.Ia hanya berharap bila memang jodohnya,ia ingin menjadi istri Aziz.Atau pria yg taat dan shalih seperti Aziz,ia mengungkapkan cita2nya itu kepada orangtua agar mereka siap bila suatu saat ia memilih jodoh pria muslim yg shalih dan senantiasa taat pada hukum dan syariat Allah namun kedua orangtuanya justru resah karenanya.Bagi mereka rumah tangga yg dibayangkan oleh Rafiqah adalah neraka bagi keluarga Broto susilo membayangkan bahwa segala yg terjadi dilingkungan keluarga besar itu akan dihujat,dikritik dan disorot karena dipandang haram,syubhat atau melanggari aturan islam,sungguh sebuah ketakutan luar biasa.


Lebih dari rasa takut rasa menghadapi ancaman perampok atau pencuri yg nyelonong kedalam rumah mereka.

Akhirnya,Allah menetapkan hal yg diluar prasangka.Ia menikah dan hidup sesaat dg Pram sosok pria yg jauh dari yg ia idamkan selama ini namun ternyata takdir pun berkehendak lain Pram berbalik arah menuju keshalihan.Ia lebur dalam ketabahan Rafiqah mengajak dan memotivasi dirinya untuk semakin dekat kepada ajaran islam.

Hatinya luluh,Ia akhirnya menjelma menjadi suami bertanggung jawab atas keselamatan dirinya dan istrinya dari kemurkaan Allah diakherat kelak.Ia mengubah gaya hidupnya,ia semakin tekun beribadah semakin rajin menuntut ilmu agama dan semakin berupaya menjauh dari segala bentuk maksiat sikap itu ia pertahankan hingga ajal memjemputnya.

Kini takdir menggiringnya seolah-olah menuju pusaran waktu dimasa lalu tanpa diduga Aziz datang melamarnya justru setelah ia hidup menjanda dan dg restu suaminya melalui pesan mulia yg ia sampaikan sebelum wafat.Aziz sungguh sosok pria yg dikehendaki Pram untuk menjadi suaminya yg ia tak boleh -menurut pesan suaminya- untuk menunda-nunda menikah dg nya.

Rencana lamaran itu disampaikam melalui Heryani sahabat dekatnya itu dan akhirnya dipagi yg cerah itu akad diberlangsungkan dg khidmat.Hendra saudara kandung Rafiqah yg bertindak sebagai walinya.

Beragam rasa berkecamuk dalam jiwa Rafiqah,Ia tak tahu apakah saat itu ia sedang berbahagia atau sedang diamuk duka.Sangat sulit dijabarkan dg kata2 ada keharuan dan kesedihan yg menyatu dalam kalbu karena ia harus segera melupakan Pram dan mengalihkan segala kepatuhannya sebagai istri kepada suami barunya Aziz.

Kecintaannya terhadap Pram menyisakan romansa indah yg terus membayang-bayang namun juga ada kebahagiaan dan keharuan yg juga menyatu dalam jiwanya karena ia akan menikah dg pria yg dahulu sangat dicintainya.Dicintai karena keluhuran akhlak dan kebagusan agamanya.

Menjadi istri Aziz adalah angan-angannya sejak lama.Right man in the wrong time? Tidak.Aziz adalah suami yg pas sesuai idamannya.


Hanya hatinya yg masih terlalu rapuh meski ia berharap akan dapat menatanya selekas mungkin.

Maka Rafiqah tak bisa lagi menyimpulkan apa yg sesungguhnya berkerumun dalam hatinya sekaran ini.Mungkin mirip dg nuasa perasaan gadis pingitan yg amat dekat dg ibu bapaknya namun ia sejak lama ingin menikah saat akhirnya ia harus menikah betulan.Ia berbahagia karena menikah tapi bersedih karena harus berpisah tidak tinggal bersama lagi dg ke 2 orang tuanya...

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun dibumi melainkan Allah-lah yg bemberi rezekinya dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya.Semua tertulis dalam kitab yg nyata (Lauh Mahfudz)."(HUD:6)

Jodoh adalah rezeki,Allah yg berhak menetapkannya....

BERSAMBUNG....

Tidak ada komentar :

Posting Komentar