Kamis, 04 April 2013

NOVEL KEMUNING SENJA DIBERANDA MEKAH BAG 5


~:: KEMUNING SENJA DIBERANDA MEKAH ::~

Karya: Abu umar basyier
Kisah nyata

BAG 5

AWAL PRAHARA

Hidup ini Allah yg menciptakan,maka warna hidup,liku2,ruas2 perjalanannya,selalu sulit ditebak dan direka-reka.

Meski cinta kasih bersemi indah dalam kehidupan Rafiqah dan Pramono agung setia tapi cita2 hidup setiap orang selalu melahirkan gelombang bahkan ombak yg bergerak bersusun-susun.Bila 2 barisan ombak saling berhadapan dan bertubrukan dari arah berlawanan sulit dibayangkan apa yg terjadi.Bahtera semegah dan sebesar apapun akan ngeri membayangkan dihimpit terkaman 2 barisan ombak dari 2 arah yg berbeda.

Bahtera yg dilayarkan oleh Rafiqah dan Pramono memang amat megah dan full fasilitas.Tapi masing2 dari keduanya mengusung cita2 yg berbeda,Rafiqah mengidamkan sebuah rumah tangga yg terpadu secara ketat oleh ajaran syariat sehingga dapat membentuk taman keindahan surgawi yg memikat hati.Sementara Pram lebih menginginkan sebuah keluarga moderen yg dinamis dan responsif terhadap dinamika hidup kelas atas.Ia bukan anti agama tapi baginya religiusitas itu harus dibentuk secara lentur,tidak kaku dan fanatik.Kompleksitas pergaulan masa kini terutama dikalangan the have,memaksa penganut agama apa pun untuk membangun sikap toleransi yg tinggi.Bila tidak,siapa pun akan roboh diterjang arus besar kehidupannya.

Keshalihan wanita bagi Pram harus membentuk kepatuhan terhadap suami.Sifat taat,patuh dan nrimo baginya adalah ciri kental keshalihan wanita dan itu baginya adalah produk dari agama yg sangat tolerir terhadap perbedaan jangan karena berbeda paham kepada suami maka perintah suami diabaikan.

Prinsip Pram itu secara teoritis memuat kebenaran namun kebutaannya terhadap nilai2 agama islam dan detil2 ilmu syariat membuatnya tak mampu atau tak kuasa membedakan antara perintah yg benar dan salah bila diukur dg syariat islam yg sebenar-benarnya.Rafiqah berupaya mematuhi setiap perintahnya namun seringkali perintah itu berisi hal2 yg justru menurut islam adalah salah dan keliru.

Bahkan haram dan bahkan dosa besar namun itu ditanggapi oleh Pram secara sepihak saja bahwa istrinya tak menghormati pemahaman dirinya sebagai suami,terhadap ajaran islam yg dia ketahui dan dia yakini semenjak dahulu.

Kenapa ia berpendapat demikian? Bila diteliti,ada beberapa sebab,

1.Karena ia beranggapan bahwa berbuat Dosa besar adalah bila seseorang melakukannya dg dirinya sendiri.Orang yg menenggak minuman keras,itu dosa besar tapi orang yg menyediakan minuman keras dirumahnya bagi siapa saja yg menghendakinya asal kita dalam hati mengutukinya,tidaklah berdosa.

2.Bersikap kukuh pada komitmen terhadap syariat islam yg berlawanan dg kehendak banyak orang apalagi mereka adalah orang2 yg menentukan peruntungan kehidupan bisnis yg menjanjikan adalah kebodohan.Baginya tidak masalah mengorbankan sedikit dari kefanatikan itu demi kelancaran hidup.Menentang arus adalah bunuh diri.

3.Pram belum mengerti titik2 keharaman pada banyak perbuatan dan sikap keseharian.Ia menganut paham kau jawa kuno yg memandang dosa tak terampun itu hanya empat saja,mabuk minuman keras,mencuri,berzina dan berjudi.Selain itu hanya dosa2 kecil yg dg ibadah keseharian juga pasti terampuni.

Padahal para ulama telah menjelaskan tentang definisi dosa besar," Segala maksiat yg memgandung ancaman siksa,baik berupa hukuman dunia maupun ancaman akhirat berupa lafal ancaman,kemarahan,atau laknat terhadap pelakunya."

Jumlah dosa besar juga banyak,tidak hanya empat,lima atau tujuh macam saja.

Abdullah bin Abbas menjelaskan "Jumlahnya lebih dekat kepada 70 dari pada tujuh."


Diantara bentuk dosa2 besar misalnya,kemusyrikan atau menyekutukan Allah,sihir,membunuh,memakan harta anak yatin secara dzalim,memakan riba,kabur dari medan perang dan menuduh berzina kaum mukminah yg telah menikah,melakukan maksiat terus menerus,frustasi untuk mendapatkan rahmat Allah,merasa aman (tidak takut) terhadap siksa Allah,membuat persaksian palsu,berzina,berliwath (homoseksual),mencuri,berdusta,li'an (dosa akibat berani bersumpah dan tuduhan zina dg kedustaan),meminum khamar,takabbur,memutus hubungan silahturahmi,mengadu domba,berkhianat,menurunkan kain (jubah,gamis,sarung atau celana panjang) hingga bawah mata kaki,menyuap,lelaki menyerupai wanita atau wanita menyerupai laki2,bersikap jahat kepada tetangga,meninggalkan shalat berjamaah,demikian juga meninggalkan shalat jumat tanpa uzur yg dibolehkan dan masih banyak yg lainnya.

Selain itu orang yg shalih bukanlah orang yg hanya berusaha meninggalkan dosa2 besar saja tapi juga setiap dosa dan maksiat yg haram menurut islam.Dalam titik ini Pram terjebak dalam kekeliruan fatal,ia terlalu menyepelekan dosa dan maksiat sementara Rafiqah berusaha keras untuk tidak melanggar aturan Allah untuk menjauhi maksiat seberapa pun kecilnya.

Realita itu diperparah dg kerapuhan pada akidah dan keyakinan Pram.Sebagai penganut paham islam abangan Pram masih begitu akrab dg hal2 yg berbau takhayul dan klenik.Ia masih sering mendatangi guru spiritualnya diwilayah jawa tengah tepatnya disalah satu dusun kecil dikawasan sleman yogyakarta.Dari gurunya ia sering mendapat amalan berupa dzikir dan wirid2 khusus untuk memperlancar usahanya.Ia juga dibekali sejenis rajah atau isim yg dibungkus kain putih dan diletakkan ditempat khusus dirumahnya,ada juga yg diselipkan dilipatan ikat pinggangnya."untuk berjaga-jaga" ujarnya suatu saat.

Menurut Pram,itu bagian dari ikhtiar bahkan itu bagian dari bukti kedekatannya kepada agama.Ia hanya mendatangi orang yg dipandangnya sebagai kyai guru spiritual.

Baginya,gurunya bukanlah dukun bahkan musuh dukun,gurunya beraliran putih.Para dukun itu adalah pemuja setan,aliran ilmu mereka hitam dan menyesatkan.Dititik ini,Pram begitu kukuh ia tak sedikit pun mendengarkan peringatan dan penjelasan dari istrinya Rafiqah bahwa semua yg ia lakukan adalah kemusyrikan.

"Kalau Allah menimpakan bencana kepadamu maka tidak ada yg dapat mengatasinya selain Dia,dan kalau Allah menghendaki kebaikan untukmu maka tidak ada yg dapat menghalangi kebaikan yg diberikan oleh Nya kepada orang yg dikehendaki darc hamba2 Nya.Dia lah yg maha pengampun lagi maha penyayang."(YUNUS:107)

Nabi sudah menegaskan,

"Siapa saja yg memakai (mengalungkan) jimat,maka ia musyrik.''(Diriwayatkan oleh At Tirmidzi dlm kitab 2072,bab dilarangnya mengalungkan (jimat) diriwayatkan juga oleh Ahmad dan Al Hakim)

Sementara musyrik itu sudah keluar dari islam,bila tidak bertaubat ia akan mendekam dalam neraka selama-lamanya.

Saat itu dibincangkan Pram membantah keras ia bersikukuh bahwa apa yg dilakukannya itu sah dan banyak Kyai dan Ustadz mendukungnya.Segala penjelasan Rafiqah yg dipaparkan secara sederhana kadang dg membacakan sebuah buku saja dianggap kacangan.Dari dulu ia sudah sering berdebat dan berseteru dg teman2 nya soal itu dan ia begitu muak mendengar orang2 yg begitu mudah mengklaim perbuatannya itu sebagai syirik atau kemusyrikan.

Meski masih miskin ilmu tapi landasan akidah yg dipelajari oleh Rafiqah lurus.Ustadz Qamaruddien dikenal ustadz yg bagus akidahnya,mahir membaca kitab2 gundul,rajin mempelajari dan mengajarkan Tafsir dan Al Hadits bersandar pada kitab2 rujukan yg dapat dipercaya.Darinya lah Rafiqah banyak menimba ilmu bersama Aziz,Heryani putri dari Ustadz Qamaruddien dan banyak teman2 lainnya.Sehingga rancunya keyakinan yg dimiliki oleh suaminya sungguh memberatkan jiwanya.Hatinya bagai ditekan godam berat bila memikirkan betapa ia harus hidup bersama pria yg masih lusuh dan kusut akibat budaya syirik padahal kemusyrikan itu sungguh mengerikan.

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yg selain dari (syirik) itu,bagi siapa yg dikehendaki Nya.Barang siapa yg mempersekutukan Allah maka sungguh ia telah berbuat dosa yg besar."(AN NISA:48)

Firman Allah,

"Sesungguhnya orang yg mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah,maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya ialah Neraka,tidaklah ada bagi orang2 zhalim itu seorang penolongpun."(AL MAIDAH:72)

Rasulullah juga bersabda,

"Barangsiapa yg meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dg sesuatu pun pasti akan masuk surga.Sebaliknya orang yg meninggal dunia dalam keadaan menyekutukan Allah dg sesuatu ia pasti masuk Neraka."(Lihat shahih Al Bukhari)

Hidup mereka menjadi penuh perdebatan yg sama sekali tidak sehat.Pram memang tipikal pria yg tidak mudah mengumbar emosi sehingga percekcokan hebat yg menyebabkan rumah layaknya kapal pecah seperti yg kerap terjadi pada banyak rumah tangga saat ini yg membuat Pram sebagai suami akhirnya menyakiti istrinya,menempeleng atau sekadar menamparnya alhamdulillah tidak pernah terjadi tapi itu bukan berarti kehidupan mereka menjadi nyaman.Kegalauan dalam hati Rafiqah dan ketidak nyamanan dalam jiwa Pram bisa diibaratkan seumpama api dalam sekam sementara waktu tampak aman dan terkendali namun suatu saat bisa saja berkobar dan membakari segala isi rumah saat itu tak ada lagi rasa aman terhadap bahaya yg akan menghanguskan ketentraman jiwa.

***

Suatu kali Rafiqah menemukan sebuah hard copy dari file2 penting milik Pram yg berserakan dimeja kerjanya.Saat itu Pram sedang berada dikantornya.

Pada mulanya Rafiqah tak berniat membaca isi tulisan pada kertas2 itu hanya menyusun kembali kertas2 yg berserakan itu dan meletakannya pada sebuah map besar diatas meja namun tanpa sengaja matanya tertumbuk sebaris tulisan pada bagian atas salah satu kertas tersebut PROYEK DIAMOND DISCOTIQUE.

Proyek apa itu? Rafiqah bertanya dalam hati.Ia tahu,bahwa salah satu bisnis yg ditekuni suaminya adalah bisnis properti termasuk pembuatan berbagai sarana perkotaan,mulai dari jembatan,shoping centre dan sejenisnya.Apa itu salah satu proyek yg sedah digarap oleh Pram? Rafiqah tak mau bertanya lebih jauh.Di hari2 selanjutnya itu tak lagi dipikirkan oleh Rafiqah sampai tiba hari itu...

Salah seorang rekan bisnis Pram,Pak Budi datang berkunjung.Kali ini kunjungannya dimalam hari bahkan nyaris ditengah malam pukul 23.00!!

Ia datang ditemani 2 orang pria yg bila dilihat dari penampilannya sepertinya juga mitra bisnisnya.Minimal anak buah kepercayaannya karena Ia seperti juga Budi dan Pram mengenakan jas dan dasi.Seperti biasa saat mereka datang,Pram menyuruh Rafiqah duduk dibelakang Bar bisa dibelakang bar itu sudah menggantikan posisi dapur untuk pertemuan2 santai tapi serius seperti itu dan secara kebetulan Pak budi bukan tipikal pria yg doyan minuman keras meski jenis yg kurang memberi pria memabukan seperti wine dan vodca.Ia lebih menyukai coco blended bavarege selera uniknya adalah pada sentuhan lain diminuman nikmat tersebut.Ia suka bila coco blended bavarege itu dicampuri dg sedikit sirup strawberry jadi ada rasa coklat,strawberry,susu dan kopi arabica yg menyatu menciptakan nuasa rasa yg unik,sedap,legit dan segar apalagi minuman itu dikomsumsi dingin nikmat sekali.Pram sendiri ikut ketagihan menkonsumsinya jadi soal penyajian minuman bagi Rafiqah tidak ada masalah.Acara juga dibuat santai tidak ada hiburan atau sejenis pesta kecil karena ada hal serius yg akan dibicarakan.

Namun kejutan justru muncul dari isi pembicaraan mereka.Hard copy yg ditemukan Rafiqah dimeja kerja Pram beberapa hari yg lalu ternyata adalah master piece dari pembicaraan mereka malam itu.Mereka ternyata betul2 sedang mendiskusikan proyek pengadaan sebuah discotique yg menyatu dg sebuah proyek yg lebih besar Graha Shoping Centre (GSC).Discotique itu dibicarakan secara khusus karena menimbulkan pro kontra.Bangunan perbelanjaan itu didirikan diareal tanah bekas asrama pensiunan kepolisian.Disamping bangunan itu persis ada jalan kecil yg dikenal dg sebutan MHT.Muhammad Husni Tamrin.Diseberangan jalan itu bediri tegak sebuah masjid raya Masjid Al Amin,dimasjid itulah warga sekitar menjalankan shalat jumat dan shalat berjamaah setiap harinya.Di masjid itu juga berbagai kegiatan islam dilaksanakan termasuk pengajian untuk kalangan remaja dan TPA untuk anak2 kecil disamping masjid itu sudah puluhan tahun ini didirikan sejenis madrasah diniyyah atau juga dikenal dg sekolah sore.Sebuah lokasi belajar dimana anak2 usia SD mempelajari ilmu2 keislaman diwaktu petang.

Jadi letak persoalannya para nazhir masjid dan masyarat dikawasan perkampungan disebelah calon proyek itu tidak setuju apabila didirikan sebuah diskotik berdekatan dg masjid mereka.meskipun diskotik itu menyatu dg pusat perbelanjaan dan diletakan dilantai atas mereka merasa gerah dengan kehadiran tempat maksiat itu,dilingkungan orang2 beragama bahkan disamping masjid terbesai dikawasan itu.

Itulah topik yg dibicarakan oleh Pram,Budi dan 2 orang rekannya pada malam itu,diskusi berlangsung hangat.Pak Budi bersikeras menyelesaikan proyek bangunan diskotik itu karena selain konsepnya sudah menyatu dg shoping centre secara umum proyek itu juga mendapatkan dukungan penuh dari salah seorang putra mantan orang nomor satu dinegeri ini jadi soal kekisruhan warga yg dikhawatirkan akan terjadi tidak perlu terlalu dicemaskan.

Pram memiliki pendapat berbeda,ia menganggap bahwa diskotik itu bukanlah proyek unggulan.Urgensinya dalam shoping centre tersebut tidak begitu jelas artinya ia bisa saja didirikan disembarangan tempat tidak harus dipusat perbelanjaan.Ia berpendapat akan lebih menguntungkan bila diganti saja dg food centre kebetulan dipusat perbelanjaan itu belum diplanning selain tak akan mengundang pro kontra food centre dianggap lebih merakyat.

Diminati banyak orang dan terbukti disetiap pusat perbelanjaan dijakarta Area food centre ini tidak pernah sepi dikunjungi orang.

Kedua orang yg hadir bersama Pak Budi justru setuju dg pendapat Budi mereka berpandangan bahwa diskotik itu bisa menjadi lambang kemoderenan sekaligus ciri khas yg diusung GSC.Pusat makanan siap saji sudah bertaburan dimana-mana setiap perbelanjaan sudah menyediakan divisi khusus untuk itu,berbeda dg diskotik.Selain unik secara komersial ia juga tidak kalah menguntungkan dibandingkan food centre bahkan disitu harga makanan dan minuman siap saji bisa dijual secara jauh lebih mahal keuntungan bisa berkali-kali lipat.

"Bagi saya,keresahan warga tetap harus diberi perhatian khusus.Kekerasan tak akan memberi dampak positif dalam menyelesaikan urusan ini.Mereka mungkin bisa ditakut-takuti tapi tak mungkin dibungkam sama sekali,mereka adalah salah satu potensi yg akan kita bidik,sebagian dari pengunjung pusat perbelanjaan itu adalah mereka.Mengabaikan potensi mereka jelas tidak benar,bila tidak suka mereka tak akan mau menjadi pengunjung setia pusat perbelanjaan kita juga jangan lupa bahwa mereka bisa saja memprovokasi massa sehingga enggan meramaikan shoping centre tersebut ini sungguh membahayakan" Pram menjelaskan alasan2 nya dg begitu lugas dan gamblang.

"Mas Pram ini terlalu berlebih-lebihan,seperti pula dg pengalaman2 sendiri bukankah setiap proyek yg kita tangani selalu menghadapi kasus semacam ini? Pihak pemukin yg enggan dialokalisasi lah.Pihak pengurus masjid yg tidak mau terima bila masjidnya dibongkar meski diganti dg masjid yg lebih mewah dilokasi lain juga para warga yg menuntut ganti rugi lebih tinggi dari yg kita tawarkan,itu kasus2 yg sudah sering kita hadapi dan selama ini kita tak pernah gagal bahkan tak pernah mengubah konsep,rancangan dan pemetaan yg sudah kita sepakati.

Sekarang yg kita hadapi hanya orang2 senewen,tak ada hak mereka yg kita rebut tanah milik kita sendiri lokasi juga kita yg bangun sendiri perihal mereka terganggu apa di Jakarta ini ada lokasi Sejenis diskotik yg dianggap tidak menganggu? Apa ada diskotik dibuat dilokasi terpencil jauh dari kepungan masyarakat beragama? Alasan mereka sama sekali tidak rasional.

Soal keberadaan mereka sebagai konsumen saya kok gak percaya2 amat Jakarta ini kota kosmopolit,kota metropolis dg penduduk belasan juta jiwa asal shoping centre kita berkualitas,konsumen dan pengunjung akan datang berduyun-duyun dari mana2.Provokasi mereka akan mandul gak akan menberi pengaruh apa2..." Secara panjang lebar Pak Budi mengemukakan bantahannya.

2 orang yg bersamanya hanya bisa mengamini saja tak ada tambahan ide dari mereka.Mereka termasuk jenis orang yg bisa setuju atau tidak setuju tanpa perlu tahu persoalan yg mereka amati.Keberadaan orang2 seperti mereka inilah yg membuat kondisi negara kita makin carut marut,pendapat mereka bisa dibeli,suara mereka juga bisa ditukar dg uang,kesetiaan mereka pun bisa digantungkan kepada siapa saja yg membuat perut mereka kenyang.

Perdebatan berjalan alot tapi akhirnya Pram mengalah,ia menunda menganggap upayanya untuk setidaknya menunda pengadaan diskotik itu tak mungkin membawa hasil,ia kalah suara selain itu ia secara moril tak memiliki beban apa2 dg didirikannya diskotik semacam itu.Ia hanya mencemaskan sebagian warga masyarakat sekitar yg obsesif menggagalkan usaha pembangunan itu.Ia semenjak dahulu memang anti keributan tapi dunia bisnis yg ia geluti menuntutnya untuk memiliki mental baja dan menyembunyikan sifat belas kasihnya sedalam mungkin,dilubuk hati yg tak terjamah ia harus rela menjadi raja tega.Sifat yg sesungguhnya berlawanan dg karakternya.

Dibalik bar dada Rafiqah bergemuruh ada kemarahan yg mengencet jiwanya dan nyaris meledak saat konklusi rapat suaminya malam itu diputuskan dg menggoalkan proyek pembuatan Diamond Discotique.Saat Pram terdiam Rafiqah nyaris berteriak minta banding tapi keberadaannya sebagai nyonya rumah yg baik dan tampilannya sebagai wanita muslimah yg menjaga adab dan etika mengharuskan dirinya diam mematung,hanya sudut hatinya yg mengumpat.

***

Sepulang para tetamunya,Pram melanjutkan debatnya dg Rafikah,kali ini Pram diposisi membela diri karena menerima keputusan rapat secara mengenaskan namun Rafiqah justru menyudutkan Pram pada konteks ini bukan soal kepantasan atau ketidakpantasan tapi soal prinsip hidup sebagai muslim.

Ia menegaskan bahwa diskotik itu adalah lumbung maksiat,segala jenis perbuatan dosa berkerumun disitu.Membuat sebuah proyek dg diskotik sebagai bagian darinya apalagi menempatkannya sebagai maskot proyek sungguh berlawanan dg sikap hidup seorang muslim.Hasil jerih payah dari usaha itu hanyalah uang haram dan betapa ngeri membayangkan uang haram itu akan mereka telan,mengendp dalam tubuh mereka lalu tumbuh menjadi daging yg akan dijilat api neraka.

"Daging yg tumbuh dari yg haram tidak akan masuk surga.Setiap daging yg tumbuh dari yg haram lebih layak untuk disentuh oleh api neraka."(Diriwayatkan oleh At Tirmidzi sunannya jus 3 hal 1 juga oleh Ahmad 28:468 dari hadits jabir bin abdillah dan Abu bakar ash-shiddiq)
Begitu sabda Nabi dalam sebuah hadits.

Pram tahu ia berada diposisi sulit tapi ia tak membayangkan sudut pandang yg kini dipaparkan istrinya.Ia berpendidikan jauh lebih tinggi dari Rafiqah.Ia lulusan S2 dilondon dibidang ilmu ekonomi namun menghadapi Rafiqah ia begitu kepayahan kadang hati kecilnya mengamini pendapat Rafiqah namun lebih sering egonya yg berbicara bila demikian perdebatannya dg istrinya akan semakin rumit,ia tetap ngotot namun sesungguhnya ia berbicara setengah hati terlebih saat ini ia memiliki final idea yg mirip dg istrinya dalam kasus ini bahwa proyek pembangunan discotik itu tidak benar meski ia dan istrinya memandang dari sudut pandang yg tidak sama.

"Tapi begitulah realitas bisnis Adinda,dalam berbisnis pikiran kita akan tersedot pada fokus mengejar keuntungan,meneliti penerimaan pasar,sisi2 penunjang dan kendala2 yg menghadang untuk memikirkan semua itu saja kemampuan otak kita sudah terkuras habis.Idealisme halal haram tak lagi memiliki tempat ideal dipertarungan bisnis moderen.


Kita hanya bisa menjaga asal jangan kelewat batas dan biasanya aku melihat pada sisi apakah bisnis atau proyekku ini menelantarkan atau menyakiti orang lain atau tidak? Selama bisnis itu aman,tak ada orang merasa dirugikan it's ok."

Sejenak,ia menanti komentar istrinya.Dari kedalaman hati,Rafiqah mengungkapkan tanggapannya,

"Bila kita berpikir dg logika umum segala persoalan akan terlihat rumit,Mas.Karena mata pandang umum seringkali terhalang oleh ambisi dan syahwat sehingga banyak sisi2 kebenaran yg tertutupi.Bayangkan untuk menghadapi masalah sepelik apapun kebanyakan kita tetap fight tapi kalau sudah berhadapan dg persoalan,'cara ini haram,harus dihindari' kita seolah-olah kehilangan akal.seakan Allah tak cukup menyediakan cara2 halal bagi manusia untuk mengais rezeki.

Kondisi itu hampir mirip dg orang yg sudah dilanda emosi hingga ke ujung kepala saat mendapatkan nasihat yg sejujur,setulus dan sesantun apapun akan merasa seperti dihujat habis-habisan.Ia akan berteriak bahwa semua orang membencinya.Tidak ada yg memperhatikannya lagi.Saat sadar baru ia tahu kalau semua yg ia ucapkan itu ngawur belaka bahwa semua ungkapannya itu berasal dari kepanikannya saja.

Demikian juga soal halal dan haram dalam berbisnis tak ada kamus yg membuktikan bahwa kejujuran,ketulusan dan pencarian yg halal dalam dunia usaha itu membangkrutkan dan tak terbukti bahwa setiap yg tidak peduli halal dan haram dalam bisnis juga pasti berhasil.

"Barangsiapa yg bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.Dan memberinya rezeki dari arah yg tiada disangka-sangkanya.Dan barang siapa yg bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yg dikehendaki) Nya.Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap2 sesuatu."(Ath-Thalaq:2-3)

Padahal,sebagai umat islam kita sudah diberi panduan yg jelas oleh Allah.Setiap yg diharamkan pasti berbahaya buat kita maka akibatnya akan kita rasakan didunia dan diakherat.

Setiap yg halal pasti berguna buat kita,manfaatnya juga akan kita kenyam selama didunia dan diakherat kelak.

Mas,tak ada satu persoalan pun termasuk dalam jual beli yg tidak dijelaskan dalam islam.Nabi sudah menegaskan,

"Tidak tersisa satu hal pun yg dapat mendekatkan seorang kepada surga dan menjauhkannya dari neraka kecuali telah dijelaskan kepada kalian."(Al Haitsami dalam majma'uz Zawa-id)

Aku memang tidak bisa menjelaskan panjang lebar tentang detilisasinya Mas.Ilmuku terbatas soal itu,tapi keyakinanku bulat bila kita menjadikan islam sebagai pemandu kita segala yg maslahat akan terpenuhi.Cepat atau lambat,soal kerugian dan keuntungan dalam bisnis pasti dialami semua orang.Baik yg berpijak pada aturan syariat ataupun yg bekerja semau syahwatnya...."

Panjang lebar,Rafiqah menjelaskan.Pram diam terpana semua kata Rafiqah menyemburkan bias2 cahaya kebenaran yg begitu jelas.Penjelasan seperti itu memang tidak pernah ia dapati dibangku kuliahnya dulu.Pola berpikir sekuler telah mengunci otaknya untuk dapat menyentuh sisi2 pemahaman yg sesungguhnya amat sederhana itu.Selama ini ia tahu bahwa istrinya adalah wanita yg shalihah namun setahunya sang istri tak pernah belajar dipesantren.Ia juga hanya lulusan SMU tapi logika dan cara memaparkan masalah yg diperagakan oleh Rafiqah menunjukan kematangan berpikirnya.Pemahaman keagamaan yg polos justru menciptakan kedewasaan yg menakjubkan pada diri istrinya,Pram terpukau dibuatnya.

Perbincangan itu membekas dalam diri Pram 'seniman kecil' dilubuk hatinya berusaha menggerakkan akal sehatnya untuk menerima saran2 Rafiqah tapi terutama dalam kasus ini ia merasa sudah terlambat.Bisa saja ia memberi ide susulan karena dalam proyek ini ia dan Pak Budi punya wewenang yg seimbang namun untuk mengajukan ide setelah terbukti sebelumnya ia menerima keputusan rapat,sungguh sangat sulit.Ia betul2 tak punya nyali untuk itu.


Berhari-hari Pram memikirkan hal itu,pro dan kontra itu kini justru berdesak-desakan dalam jiwanya mencari posisi.Otaknya bagai terbakar,pesan2 istrinya yg secara idealis telah ia akui kebenarannya berbenturan hebat dg endapan ambisi dan kecemasan mengalami kegagalan namun Alhamdulillah bisikan sang seniman kecil dipojok hatinya akhirnya menang.Ia memutuskan untuk menolak keputusan rapat dg Pak Budi namun sayang proposal sudah terlanjur ditandatangani oleh Pak Budi,sebagai representasi pihak kontraktor.Dia dan Pak Budi,Pram menjadi kalut sendiri akhirnya ia memilih mundur dari proyek tersebut dan secara otomatis posisinya digantikan oleh pihak lain.

Ia memang tak mengalami kerugian besar secara materi tapi keputusannya itu menutup jalan baginya untuk meraup keuntungan besar dari proyek tersebut secara keseluruhan.Pram tak menyesali keputusannya itu.Ia justru bangga bisa menjadi keshalihan seorang Rafiqah.Hal yg selama ini tak pernah ia rasakan ternyata kemuliaan wanita itu baru mulai dirasakan namun kehebohan justru muncul dari sisi lain...

Satu minggu setelah kejadian itu saat Pram sedang diluar kota,Pak Broto bersama Bu Broto datang ia mendengar bahwa Pram menggagalkan eksekusi sebuah proyek besar hanya karena menuruti kemauan Rafiqah.Betapa anehnya! Mereka datang kerumah putrinya dan menantu mereka itu dg kemarahan meluap-luap.Rencananya Pak Broto juga ingin menegur Pram,ia sangat menyayangkan sikap Pram yg justru loyo dihadapan Rafiqah,padahal Ia adalah kepala rumah tangga disini seharusnya ia punya sikap tegas dan itu yg diharapkan Pak Broto darinya semenjak pernikahannya dg putrinya Rafiqah.Kenyatbn ini sedikit melukai kepercayaannya pada Pram.

Sayang,Pram tak ada dirumah akhirnya kemarahan itu dilampiaskan kepada Rafiqah.Pak Broto membentak-bentak putri kesayangannya itu,memarahinya habis-habisan,mencerca dan menuding-nudingkan telunjuknya kewajah putrinya tersebut. Mengecamnya dg kata2 kasar yg selama ini tak pernah keluar dari mulutnya.


Mendapatkan serangan bertubi-tubi seperti itu,apalagi tak mendapatkan pembelaan secuil pun dari ibunya atau dari Pram karena kebetulan suaminya itu sedang tak ada dirumah membuat Rafiqah terpukul hebat,ia menangis mendengar tangisan Rafiqah,Pak Broto justru semakin kesal.


"Kamu ini anak yg tidak tahu diuntung,kamu tidak tahu betapa sulitnya mencari kesuksesan dimasa sekarang ini.Kamu pikir dg berbuat demikian,kamu menjadi pahlawan dirumah ini? Tidak! Kamu sekarang ini justru menjadi musuh dalam selimut kalau kamu tetap bersikap seperti itu,Pram pasti akan bangkrut tak ada orang yg mau bekerja sama dg Pram lagi,sudah beruntung kami menikahkanmu dg Pram.Pintu kesenangan didepan mata sekarang kamu berlagak Nabi dan menutup pintu kenikmatan itu rapat2.Ini yg pertama dan terakhir kali kami mau mendengar kamu merocoki bisnis Pram bila kami dengar yg kedua kali kami tak akan mengakuimu lagi sebagai anak.Mengerti kamu hah!!"

Air mata Rafiqah makin deras mengalir,kata2 papanya itu ibarat tikaman pedang dilubuk jantungnya.Ia tak pernah menduga bahwa konflik pemikiran antara dia dg papanya bisa berakibat serunyam itu.

Saat ia tenggelam dalam tangisan itulah Pak Broto keluar rumah dg membanting pintu,dada Rafiqah makin sesak tangisnya makin sendu sedan.Payahnya ia beku dalam kesendirian saat itu ia amat membutuhkan kehadiran Pram lebih dari yg ia butuhkan pada hari2 sebelumnya.

Malam itu,ia habiskan dg bersimpuh dihadapan Allah memohon kekuatan dari yg maha perkasa sungguh hanya kepada Nya ia bertawakal seutuhnya.

2 hari kemudian Pram pulang Rafiqah tak berani menceritakan kejadian dg orangtuanya kepada Pram.Ia tak ingin hati suaminya itu ternodai kesedihan.Saat tubuh dan pikirannya sudah terkuras untuk mengurus link2 bisnisnya diluar kota Rafiqah cukup tau diri.Saat itu Pram pulang jan sudah menunjukan pukul 21.00 malam mereka hanya sempat berbincang-bincang sejdnak kelembutan tutur kata Pram semakin terasa Rafiqah merasakan perubahan itu secara nyata,kepekaan hati wanita memang mampu menangkap sinyal romantisme yg betapa pun halusnya.Usai mengobrol sejenak Rafiqah menemani suaminya beristirahat.

Malam itu Pram tidur begitu nyenyak,otaknya dibelai kelembutan yg begitu memanjakan jiwa.

BERSAMBUNG...

Tidak ada komentar :

Posting Komentar