Kamis, 04 April 2013

NOVEL KEMUNING SENJA DIBERANDA MEKAH BAG 9


~:: KEMUNING SENJA DIBERANDA MEKAH ::~
Karya:Abu umar basyier
kisah nyata

BAG 9
KEHENDAK YANG MAHA KUASA

Segala perubahan yg terjadi di alam dunia ini selalu berada dibawah kehendak yang maha kuasa.

Denting yg terjatuh,akar2 halus yg baru tumbuh,kelopak bunga yg mulai mekar pagi ini kesemuanya selalu dalam kehendak Nya.Senantiasa diketahui detil-detilnya oleh Allah yg Maha Mengetahui segalanya.

"Dan pada sisi Allah lah kunci2 semua yg gaib: tak ada yg mengetahuinya kecuali Dia sendiri dan Dia mengetahui apa yg didaratan dan dilautan dan tiada sehelai daun pun yg gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula),dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yg basah atau yg kering,melainkan tertulis dalam kitab yg nyata (Lauhmahfuz)." (AL-AN'AM:59)

Subhanaallah! Maha suci Allah,dari segala cacat dan kekurangan dari segala pikiran buruk dan prasangka jelek sebagian hamba terhadap Nya.

Takdir dan ketetapan Allah terkadang memang diselubungi misteri kegelapan.Ada hal yg terjadi dan sudah diperkirakan sebelumnya namun kadang ada hal yg terjadi jauh dari prekdiksi siapa pun dimuka bumi ini.Allah berhak menetapkan dan menakdirkan segala sesuatu sesuai kehendak Nya,meski sebagian orang merintih kepedihan karena tak mengerti apa2 akan hikmah dibaliknya atau sebagian orang bergembira dan bersuka cita atas takdir itu padahal kepayahan hebat menanti dibelakangnya.

Semuanya diselimuti misteri dan misteri kegelapan itulah yg justru menunjukan kekuasaan Allah yg tak terbatas yg tak dapat dicapai oleh pikiran,otak dan kecerdasan siapapun diantara makhluk2 Nya.

Ruh kehidupan dalam rumah tangga Pram dan Rafiqah makin menghembuskan nafas kesegaran.Sifat2 sejati yg begitu peka yg dimiliki oleh Rafiqah dan budi pekerti yg halus dan santun dari seorang Pramono Agung Setia kini benar2 menyatu dalam keserasian yg menakjubkan.

Bagi Pram,Rafiqah bagai bidadari yg dikirim dari surga menemani,melayani dan membantunya meniti jalan hidug menuju keridhaan yg Maha Kuasa.Bagi Rafiqah sendiri kini Pram layaknya penghuni surga yg mampir sejenak didunia.


Ia melihat pada diri Pram perubahan kearah kebaikan secara begitu cermat,ia menyaksikan sendiri aksi seorang hamba yg berhati emas yg masih berselabut kotoran namun amat merindukan kebenaran hakiki.

Bagaimana si hamba memberontak begitu hebat dari kepungan ambisi,hasrat dan nafsu keduniaan juga ikatan kebiasaan,tradisi dari lingkungan yg memanjakannya dg segala kesenangan duniawi,untuk menuju sifat sejatinya sebagai Hamba Allah yg sebenar-benarnya.Yang hidup dan mati hanya untuk mengabdi kepada Nya.Sebuah kesadaran,yg secara teoritis nyaris setiap muslim mengetahuinya namun dalam praktik kehidugan justru lebih sering terabaikan begitu saja menuju ke titik itulah kini Pram berbenah diri.

Pagi itu Rafiqah melepas kepergian Pram seperti biasa namun kali ini Pram bergegas tanpa sempat menikmati sarapan pagi bersama istrinya.Saat itu pukul 06.00 pagi,Pram harus menghadiri pertemuan dg mitra bisnisnya dikerawang tepat jam 07.30 tak ada waktu lagi.

Perjalanan dikota jakarta dipagi hari tidak boleh dilakukan berlambat-lambat.Saat sudah bertemu dg kerumuan massa yg akan berangkat bekerja yg akan pergi ke sekolah untuk memulai belajar dan sisanya adalah orang2 yg akan mengais rezeki dg berbagai jenis usaha dan pekerjaan,waktu bisa seolah-olah berputar lebih cepat jarak tempuh menjadi semakin lambat dilalui.Bila sudah demikian tak ada lagi jadwal yg bisa diharapkan akan dipenuhi tepat waktu.Pram segera pamit,setelah sejenak berbual-bual dg istrinya.

Setelah ditinggal Pram,Rafiqah diserang kesepian yg tak lazim.Entah apa yg sebenarnya membuat hatinya diserang rasa sepi yg begitu menyengat.Semenjak Pram berubah aura kehidupan rumah tangganya memang selalu membiaskan keharmonisan dan romantisme yg mengigit jiwa.Sekarang setiap kali ditinggal sendirian oleh Pram karena harus berangkat kerja-sebuah rutinitas yg selama ini sudah terhapal diluar kepala- Rafiqah merasa kerinduan selalu membekap jiwanya lebih dalam.


Padahal Pram nyaris tak pernah bermalam diluar rumah,dihotel misalnya,saat ia sedang ada aktivitas diluar kota.Ia selalu menyempatkan diri pulang kerumah namun tetap saja waktu yg sebentar itu cukup memproduksi limbah kerinduan di dada Rafiqah.Hal yg selama ini nyaris tak pernah ia rasakan.

Dan hari ini rasa rindu itu telah menguliti kepasrahannya.Ia nyaris melonjak dan memutuskan menyusul mas Pram,ke lokasi kerjanya.Belasan SMS telah ia send ke Pram.Sebagian telah dijawab Pram dg sesingkat-singkatnya dan sebagian masih menanti jawaban.Ia segera sadar bahwa tindakannya itu bisa mengganggu konsentrasi Pram dalam bekerja tapi rasa rindu itu seperti tak henti2 meneror jiwanya,hatinya nelangsa tapi Rafiqah tak ingin tenggelam dalam perasaannya yg mengaduk-aduk bongkahan hatinya itu.Diambilnya mushaf dan beberapa saat kemudian ia larut dalam bacaan Al Quran yg begitu syahdu.

Ayat demi ayat dibacanya dan setiap huruf menghadiahkan kesegaran dalam batinnya.Rafiqah berusaha menenangkan jiwanya dg kalam Ilahi yg seratus persen mukjizat.Rongga2 perasaannya yg kini sedang terisi dg kerinduan terhadap Pram,Suami yg kini semakin dicintainya segera ia isi dg kenikmatan merenungi ayat2 Allah tanda kekuasaan dari Yg Maha Lembut yg telah menciptakan cinta dalam hatinya terhadap Pram.Kini ia ingin pemilik cinta itulah yg lebih ia rindukan.Sehingga segala rasa rindu terhadap sesama manusia menjadi tak berarti apa2.

"Sesungguhnya orang2 yg beriman itu adalah mereka yg apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat2 Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal...."(AL-ANFAL:2)


Ia begitu merindukan Pram karena ia sudah melihat sosok imam pada diri suaminya itu.Pram bahkan membuatnya semakin pasrah kepada Allah.Semakin bergairah menggali ajaran2 Suci yg bersumber dari kitab Nya dan sunnah2 Rasul Nya,ia ingin mengumandangkan doa Ibrahim bersama Pram,

"Ya Tuhan kami,jadikanlah kami berdua orang yg tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yg tunduk patuh kepada Engkau...."(AL-BAQARAH:128)

Setengah jam sudah Rafiqah membaca Al Quran dg bacaan tartil yg sedang-sedang saja kecepatannya,satu juz surat Al Baqarah sudah ia khatamkan,Hatinya sejuk pikirannya segar bagai tersiram air jernih pegunungan.Rasa rindu kepada Pram memang tidak serta merta lenyap namun kini tak lagi menggigit jiwanya menjadi sejenis rasa rindu yg menetramkan batin kerinduan kepada sesama manusia yg dilambari hasrat menggapai keridhaan Ilahi.Rindu berlapis rindu,cinta beralas cinta.

Beitulah tampaknya proses sederhana dari upaya mengubah setiap karunia menjadi sumber ibadah dan kepatuhan kepada Allah.Setiap karunia yg beraura keduniaan,dibaluri kepatuhan dan kecintaan kepada Yg Maha Pencipta sehingga terciptalah karunia sejati yg memberi keteduhan dg konsep sederhana itu orang yg kaya tak akan gila menatap tumpukan harta tapi justru selalu dibalut hasrat suci: apa saja yg bisa kulakun dg harta ini agar aku semakin dekat kepada Allah? Orang yg cantik jelita atau tampan rupawan tak akan menjadi besar kepala lalu menganggap segala sesuatu dan siapa pun dapat takluk,akibat pengaruh kecantikan atau ketampanannya.

Kecintaan kepada manusia karena Allah akan bisa menciptakan ketundukan seperti saat Ibrahim diperintah oleh Allah agar menyembelih putra kesayangannya.Akan bisa menciptakan kepasrahan mutlak seperti sikap ismail saat menanggapi pertanyaan ayahnya,Ibrahim yg menerima titah dari Allah untuk menyembelihnya.

Berbeda dg cinta kasih yg hanya berbalut nafsu,hanya merasa cinta itu sejati bila dapat memberikan keuntungan.Cinta yg egois.

Cinta yg mengharuskan yg dicintai untuk tunduk kepada yg mencintai atau sebaliknya yg mencintai harus tunduk pada yg dicimtai.Cinta yg hanya berakhir pada pemuasan nafsu birahi.Yg akan menciptakan prahara dalam jiwa bila harus meninggalkan atau ditinggalkan orang yg dicinta.

Usai membaca Al Quran Rafiqah mulai menekuni pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga seperti biasanya.Mereka memang sepakat untuk tak mengaji pembantu karena Rafiqah masih bisa mengerjakannya semua tugas seorang sendiri.

Mereka belum dikaruniai momongan dan Rafiqah belum hamil.Sehingga tak banyak yg harus dilakukan selain membersihkan rumah menyapu dg vacum cleaner,mengepel dan memasak.

Terkadang Pram turun tangan membantunya Pram sendiri ternyata seorang koki yg handal.Pengalamannya belajar secara mandiri di negeri orang membuatnya terbiasa mengolah masakan sendiri karena saat tinggal dilondon.Apabila rindu ingin mencicipi masakan khas Indonesia terutama Makassar tempat Pram dilahirkan ia harus memasaknya sendiri.Masakan semacam coto,ikan bakar khas Makasar,bubur sayur pedas dan sejenisnya sudah dapat diolahnya sendiri.Hasilnya spektakuler,teman2 sesama mahasiswa Indonesia di Inggris amat menggemari masakannya.

Maka dirumah pun Pram secara bergantian masak dg istrinya Rafiqah.Berkuranglah sebagian dari jatah kesibukan sang Istri.Sehingga Rafiqah boleh tersenyum simpul,berbaring manis nyaris setiap pagi atau malam hari.

Steak buatan Pram adalah makanan malam paling spesial yg sangat diminati Rafiqah.Pram bisa membuat steak yg disajikan bersama roti yg dibuat sendiri dg kuah berwarna hijau.Green souce itu adalah hasil olahan dari daun seledri yg dimasak bersama bawang putih,merica,sedikit ketumbar dan jintan manis,daun kemangi,garam,kaldu sapi dan limonade lalu diblender halus diatas roti yg hangat diletakkan keju pipih lalu steak yg sudah dibakar matang baru disiram dg kuah hijau spesial.Rasanya sangat nikmat kata Pram,itu salah 1 jenis masakan khas dpedalaman Brazil.Pram mmpelajarinya dri salah seorang rekan blajarnya di Oxford University

Masakan itu terlihat sederhana namun untuk mengolahnya dibutuhkan ketelitian bila tidak sering kali bau bawang putih menyembur dan merusak aromanya.Seledri tidak boleh direbus terlalu lama karena cita rasanya akan berkurang banyak,saat masak lempengan keju juga tak boleh langsung diletakkan terutama jenis keju yg bertekstur lembut karena ia akan mencair dan merusak tampilan.

Khusus untuk ketumbar dan jintan manis atau jintan kasar (adas pulowaras),lebih sempurna bila disangrai atau digoreng tanpa minyak terlebih dahulu agar aroma lebih harum dan nendang.Saat bersantap dg hidangan itu,Rafiqah sendiri sering menghabiskan dua porsi sekaligus padahal rotinya dibuat sendiri dg menggunakan oven rumah dg campuran tepung terigu dan tepung gandum murni.Tekstur lebih keras dan kasar dibandingan roti biasa lebih padat dan lebih mengenyangkan.

Wuih,nikmatnya membayangkan bersantap malam seperti itu.Santap malam yg diselimuti suasana yg penuh keromantisan sungguh menggoda selera.

***


Saat itu,semua pekerjaan rumah selesai dikerjakan oleh Rafikah.Ia masih duduk diatas ranjang kamarnya membayangkan suasana indah bersama suaminya.Membayangkan tingkah kocak suaminya yg belakangan ini makin terasa auranya.Teringat akan gaya suaminya yg bila mengolah masakan,membuat akrobat membolak-balikkan makanan khas cheff profesional.Hmm,indahnya.Kringgg!! Tiba2 telepon rumah berdering,Rafiqah memang senang menyetting telepon rumahnya dg suara klasik seperti itu.Lebih mudah didengar bila kebetulan ia sedang berada didapur atau kamar mandi.

Rafiqah bergegas keruang tamu.Pesawat telepon memang diletakkan disana diatas meja bar.Bar yg kini sepi dari minuman beralkohol tapi masih setia menemani Rafiqah untuk menjamu tamu2 Pram.

"Maaf,benar ini rumah pak Pramono Agung Setia," jerit suara diseberang.

"Benar,saya istrinya.Pram sedang tidak dirumah."

"Ya,kami tahu.Kami justru sedang ingin mengabarkan tentang dia."

Dukkk.... Jantung Rafiqah berdegup kencang...

"Memangnya ada apa dg Dia? Dia kecelakaan?"


"Tidak bu,ia tidak mengalami kecelakaan sedikit pun tapi ia baru dibawa oleh temannya dari lokasi kerjanya dikerawangan baru 5 menit yg lalu sekarang ia dirawat di Rumah sakit Karawaci...."

Degub jantung Rafiqah makin kencang.

"Ia tidak apa2 kan? Ada apa sebenarnya?" tanya Rafiqah resah.

"Tenang Bu,tadi saat sedang meeting dg beberapa rekannya.Pak Pram tiba2 merasa pusing,mau muntah,dada dan lambungnya terasa sakit suhu tubuhnya dingin sekali.Ia nyaris pingsan tapi Alhamdulillah Ia masih kuat bertahan tapi meeting dibubarkan.Seorang temannya Indra segera melarikannya kerumah sakit khawatir kalau terjadi apa2 dengannya."

"Saya diminta datang kesana?"

"Pak Pram tidak bilang begitu tapi ada baiknya Ibu datang kemari biar segalanya jelas."

"Ya,saya segera kesana."

Rafiqah bergegas kekamarnya,Ia mengganti baju terusan biasa yg ia kenakan dg jubah panjang,jilbab lebar hingga kebawah lututnya lalu ia beranjak kegarasi mengeluarkan mobil avanza yg biasanya hanya sesekali digunakan.Pram lebih menyukai sedan BMW terbaru yg ia punya untuk mengantarnya kemana ia perlu.Ini mobil yg teronggok sedih karena dianak tirikan sekarang ia boleh tersenyum karena tugas penting menantinya didepan.

***

"Mas,kamu baik2 saja kan?" sapa Rafiqah saat masuk kekamar dimana suaminya dirawat.

"Rafiqah,jangan bercanda dong.Aku berbaring disini tentu karena tidak baik2 saja." seloroh Pram,sambil tersenyum.

"Mas,aku serius.Mas gak kenapa napa kan?" cemas Rafiqah.

"Sementara ini belum ada kepastian aku hanya merasa perutku kembung dan ada rasa nyeri menggigit didadaku mungkin masuk angin tapi tadi sesampainya dirumah sakit selesai diperiksa tensi darah,aku dirontgen lalu aku diberi obat penenang karena sakit di dadaku semakin menghebat baru 5 menit,Aku terjaga."

"Ya,mudah-mudahan tidak ada apa2."

"Insya Allah tak ada apa2.Kamu kok jadi cemas gitu sih,gak biasa2 nya."

"Mas,kapan sih aku tidak cemas kalau melihatmu sakit?"

"Tapi kecemasanmu terlihat kebih kentara sekarang...''


Pembicaraan mereka terhenti karena seorang pria berusia 30 an tampaknya seorang dokter dirumah sakit itu meminta izin masuk.Rafiqah mempersilahkannya.

"Bisa bicara sebentar Pak Pram?"

"Silahkan Dok,ada apa?"

"Tapi saya perlu berbicara pribadi,Pak.Mungkin nyonya bisa keluar sebentar..."

"Tak perlu..." Cegah Pram.

"Dia istriku,Dok.Bicara saja disini tak apa2"

"Ok,kalau Bapak maunya begitu.Begini Pak,sebelumnya saya mohon maaf..."

Dahi Rafiqah berkerenyut sementara Pram terlihat biasa saja.

"Apa Pak Pram sering melakukan check up secara rutin?"

"Setahu saya cukup jarang tapi terakhir kali saya check up 4 bulan yg lalu belum terlalu lama."

"Hasilnya bagaimana waktu itu?"

"Ya normal2 saja,Dok.Kebetulan saya bukan perokok."

"Begini Pak..." Dokter muda itu tak segera melanjutkan ucapannya.Ia memandang Rafiqah dan Pram secara bergantian seolah-olah meminta izin mereka untuk menyampaikan maksudnya.

"Dari hasil rontgen dan test lainnya tadi diduga keras (bahasa halus dari diyakini) bahwa anda mengindap kanker paru2 stadium 3....."

Rafiqah kaget bukan kepalang,mata Pram mendelik ia belum percaya dg apa yg baru saja didengarnya.

"Ulangi lagi,Dok? Kurang jelas." pintanya.

"Dari hasil rontgen dan test lainnya tad4 diduga keras bahwa anda sudah mengindap kanker paru-paru stadium 3..." tegasnya dg suara lebih keras.

Rafiqah terhenyak,Pram tak kalah kagetnya.

"Tak mungkin... Tak mungkin,Dok.Bagaimana bisa demikian? Hasil check up 4 bulan yg lalu saya sehat2 saja?"

"Saya tak menyalahkan hasil test itu tapi bisa jadi ada kekurang telitian dalam menganalisa hasil rontgen anda kami sudah periksa dan analisa secara saksama hasilnya anda positif mengindap kanker yg membuat kami heran stadiumnya sudah begitu tinggi dan kenapa baru diketahui sekarang? Bapak orang kaya dan bisa melakukan check up bila perlu seminggu sekali...."

"Dan,tidak itu saja," lanjut dokter tersebut.

"Penyakit kanker Bapak sudah menyebabkan komplikasi pada lambung dan usus.Apa selama ini Bapak tidak merasakan kejanggalan pada tubuh Bapak?"


"Entahlah,Dok saya bingung." Pram mengurut-urut bagian atas hidungnya dilekukan tulang antara kedua biji matanya tiba2 ia merasa pusing bukan main.

"Sesak dibagian dada memang sering saya rasakan tapi tidak terlalu mengganggu prediksi kanker bagi saya terlalu jauh kalau hanya karena gejala2 seperti itu...."

"Seharusnya tidak begitu,ada orang yg hanya sering merasakan nyeri ringan dibagian belakang ternyata ada tumor mendekam disitu,ada orang yg merasakan pusing hebat sekali saja dan beberapa hari kemudian mengalami kebutaan total dikedua belah matanya.Gejala sekecil apapun,harus diwaspadai." jelas dokter itu dg wajah berkerut.

"Lalu,gimana Dok?" apa kondisi saya sudah sangat berbahaya?"

"Bahaya kanker tak hanya diperhitungkan pada stadiumnya saja tapi juga pada efek komplikatif yg ditimbulkan pada organ2 selain paru2 yg mengindap kanker saya juga mengkhawatirkan lambung dan usus besar Bapak.Bapak harus Bedrest minimal satu bulan untuk mengatasi luka lambung dan usus sambil kita pantau apakah penyakit dilambung itu murni efek atau justru akibat penyebaran sel2 kankernya tapi tenang saja,Pak asal Bapak kooperatif semua akan baik2 saja...."

"Rafiqah dan Pram tiba2 saja lemas gemuruh bahagia selama 2 bulan ini seolah-olah menuntut endingnya sekarang juga mereka dipaksa untuk kembali bermuram durja....

***

"Adinda,maafkan aku..."

"Tak ada yg perlu dimaafkan,Mas."

"Heran,kenapa selama ini penyakit itu tidak terdeteksi sama sekali? Mungkinkah penyakit kanker baru diketahui sedemikian parah?"

"Segalanya mungkin saja,Mas.Sabar,mungkin Allah baru hendak membuka kenyataan itu dihadapanmu setelah engkau siap menerimanya..." lirih Rafiqah.

"Mas,ujian itu datang selaras dg pertumbuhan imam didadamu..."

"Cobaan terhadap seseorang hamba akan terus mengalir deras hingga ia dibiarkan berjalan diatas bumi dan tanpa kesalahan sedikitpun pada dirinya."(Sanadnya shahih ditakhrij At-Tirmidzi,)

"Akahkan aku keluar dri dunia ini sebagai Hamba yg terhapus sgala dosa2 nya? Ya,Rabb,betapa aku merindukan itu.." ungkap Pram sendu

BERSAMBUNG...

Tidak ada komentar :

Posting Komentar