~:: KEMUNING SENJA DIBERANDA MEKAH ::~
Karya:Abu umar basyier
kisah nyata
BAG 8
KEMURKAAN PAK BROTO
Pak Broto marah besar,2 bulan yg lalu putrinya menjadi penyebab kegagalan Pram mengambil tender pembangunan sebuah shoping centre.
Bulan lalu hal nyaris sama terjadi meski dg kapasitas lebih rendah dan kini proyek baru lokalisasi penampungan PSK yg cukup besar disebuah kota besar di Barat Indonesia gagal disabet.
"Kita bukan membuat lokasi pelacuran tapi memindahkan lokasi yg memang sudah ada lagi pula tanpa dilokali sasi para pelacuran itu justru lebih meresahkan masyarakat.Mereka akan menyebar dimana-mana upaya itu legal dan terprogram dg baik dan tujuannya adalah menempatkan para pelacur yg berserakan dan meresahkan warga sekitar ditempat2 khusus yg dijaga ketat dan diberi aturan serta jam kerja yg terbatas jadi bukan proyek haram!" Pak Broto memuntahkan rasa marahnya dihadapan Pram dan Rafiqah,siang itu pada hari Ahad dirumah Pram sepulang mereka dari pengajian mingguan.
"Dan kamu Pram,betapa malunya aku melihatmu sekarang.Aku mengharapkanmu untuk bisa mengatari cara berpikir putriku yg liar yg bisa membahayakan kelangsungan bisnis keluargaku tapi sekarang justru kamu menjadi laskarnya.Bagaimana bisa seorang suami terjerembab dibawah telapak kaki istrinya sendiri? Kamu kemanakan titelmu itu? Mana harga dirimu,Pram?"
Pram memandangi mertuanya yg memang ia tahu bertipikal keras.Bicaranya nyaris tak pernah perlahan untuk menawarkan minum saja kadang2 seperti orang marah.Bisa dibayangkan bila kini ia memang sedang marah betulan membuat bergidik saja namun karena mengerti karakternya,Pram justru menyingkapinya secara biasa2 saja.
"Justru selama ini,saya merasa tak memiliki harga diri Pak" ujar Pram halus,ia sangat menghormati pria tua itu apalagi pria tua yg kini menjadi mertuanya itu adalah yg paling berjasa bagi dirinya sehingga menemukan dambaan jiwa berhati emas seperti Rafiqah.
"Apa maksudmu?"
"Maaf Pak,kalau saya berbicara lancang.Selama ini saya berbisnis hanya mengandalkan kemampuan otak dan ego saya disisi lain saya mengabaikan aturan agama saya.Beruntung saya masih berkesempatan memperbaiki diri saya merasa selama ini justru saya tak memiliki harga diri,kenapa? Karena harga diri saya sebagai muslim bisa dibeli dg keuntungan dunia yg begitu murah."
"Perbaikan apa yg kamu maksudkan Nak? Apa dg mengikuti cara berpikir fanatik seperti yg ada diotak putriku ini?"
"Sekali lagi maaf pak,kenapa kita selama ini selalu membenci kata fanatik.apa salah dg kefanatikan kalau maknanya adalah berpegang teguh pada kebenaran? Menurut saya yg tidak dibenarkan adalah bersikap fanatik terhadap satu pendapat dalam satu kasus yg kontroversial dikalangan para ahli tanpa menghormati pendapat orang lain sementara yg sedang saya coba pelihara adalah kebenaran,berusaha meninggalkan hal2 yg haram dan syubhat adalah kebenaran yg tidak diperselisihkan oleh ulama manapun."
"Jadi,sekarang ini kamu merasa sedang berpegang teguh pada kebenaran.Ok,Pram kebenaran apakah itu? Adakah kebenaran yg ujung2 nya adalah kesengsaraan? Apa agama kita mengajarkan kita mengabaikan dunia? Mempersulit hal yg tanpa diatur-atur pun sudah sedemikian sulitnya? Setahuku,agama kita penuh toleransi."
"Setiap aturan islam pasti membuahkan kebahagiaan bukan kesengsaraan.Saat islam mengharamkan segala sesuatu tentu karena ada maslahat dibalik itu seperti orang tua melarang anaknya bermain api meski si anak tidak mengerti bahaya api orang tua tetap harus melarangnya manusia kadang tidak mengerti kenapa ini diharamkan dan itu tidak? Tapi setiap yg haram pasti berbahaya."
"Apa proyek lokalisasi PSK ini menurutmu haram? Kamu menganggap pemerintah telah membuat peraturan haram?"
"Tidak,tidak begitu pak.Pemerintah tidak melarang perizinan pabrik minuman keras,apa lantas kita menganggap minuman keras itu halal? Apalagi,diantara yg halal dan yg haram ada juga perkara yg disebut syubhat belum jelas perkara halal dan haramnya.Saya menganggap proyek lokalisasi ini minimal syubhat.Padahal banyak proyek lain yg sehat dan dijamin tidak memuat syubhat dan kerancuan.Kenapa saya harus mempertahankan proyek yg remang2 ini padahal yg halal masih bertaburan?"
"Cara berpikirmu sudah sama persis dg Rafiqah,aku yakin kau sendiri yg akan menyesali segala sikapmu itu...."
"Insya Allah,saya tidak akan menyesal kehilangan yg tidak diridhai oleh Allah asal saya dapat menggapai segala sesuatu yg menuai keridhaan Nya...."
"Pram,saya hanya mengingatkan saja selama ini reputasimu sangat bagus kuakui posisiku terangkat juga karena banyak uluran tangan darimu semenjak dulu,aku mengagumimu sebagai entertainer muda berbakat yg sudah sukses di usia dini.Banyak kepercayaan diembankan kepundakmu.Kamu juga kukenal baik dan konsisten karena itu aku terobsesi menikahkanmu dg putriku tapi aku tak pernah membayangkan engkau akan menjadi pecundang seperti ini kamu tahu Pram berapa banyak peluang bisnis yg akan kamu buang sia2 hanya dg alasan masih remang2 atau malah haram.Padahal banyak pengusaha muslim juga terlibat dalam usaha2 dan proyek seperti itu."
"Terima kasih sudah mengingatkan pak,tapi saya juga punya prinsip yg tidak mungkin saya abaikan.Dahulu saya kurang bisa menelaah soal posisi halal dan haram karena kedangkalan pengetahuan saya terhadap ilmu2 keislaman apalagi yg disebut syubhat sungguh belum saya kenal sama sekali belum ditambah kerapuhan iman saya rendahnya komitmen saya pada ajaran syariat sekarang sebagai muslim saya mulai diperkenalkan dg aturan2 Al Quran dan sunnah Nabi termasuk dalam soal berdagang.Apakah salah bila saya lebih mengindahkan aturan agama ini ketimbang logika bisnis yg selama ini saya kuasai?
Saya yakin,setiap aturan islam pasti bermasalahat.Riba diharamkan karena ada mudharat dibaliknya.Saya yakin itu seharusnya Bapak juga sangat bersyukur karena yg mengetuk kesadaran saya untuk merujuk kepada aturan dan ajaran islam adalah Putri Bapak sendiri.Rafiqah...."
Sejenak,mereka berdua senyap dikesunyian tak ada suara2 keras tak ada perdebatan tapi bias marah diwajah Pak Broto masih terlihat jelas.Belum berkurang sedikitpun hanya semangatnya untuk memberi nasihat yg terlihat yg terlihat anjlog.Ia merasa seperti berhadapan dg kembaran putrinya dalam pemikiran menghadapi putrinya yg baru lulusan SMU itu saja ia sering kepayahan sekarang ia harus berhadapan,beradu argumentasi dg menantunya yg punya latar belakang akademis lebih baik dari putrinya.Ia bisa saja terus menghujat Pram menantunya itu tapi bila ia terpojok akibatnya akan sangat memalukan.
"Sebaiknya semangat keagamaanmu itu kamu curahkan untuk mengadakan acara2 keagamaan saja,Pram.Saat berbisnis cobalah berkonsentrasi pada satu titik yg pasti engkau lebih memahaminya dariku,mengubah setiap peluang menjadi uang kamu sudah terlalu banyak menyia-nyiakan peluang akhir2 ini.Sudahlah,kami pamit dulu aku harus mengejar waktu ke Bogor ada meeting 2 jam lagi disana.Hati2 dirumah,Pram.Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.Hati2 juga dijalan,Pak,Bu."
Mereka pun pergi,Bu Broto hanya bisa terdiam saja saat Pak Broto bangkit dari duduk,ia pun mengikuti suaminya itu keluar menuju mobil Corrola Altis yg diparkir dirumah Pram.
BERSAMBUNG....

Tidak ada komentar :
Posting Komentar