Karya:Putri Indah Wulandari
BG 9
SEBESAR ITUKAH PENGORBANANNYA.
"Najmi,kau mau menemaniku ke toko buku? Masih banyak buku yg harus kubeli untuk keberangkatanku
"Kapan?"
"Sekarang... Kau ada waktu?"
"Ehmm... Baiklah...,Nida
"Ah,jangan begitu,aku juga sangat bangga dan bahagia memiliki seorang sahabat yg dapat mengerti diriku.Kalau boleh jujur hati ini masih sakit apabila mengingat rentetan peristiwa yg ada tapi Ustadz Abbas dan seluruh staf dosen Aleksandria sudah memberiku amanah untuk delegasi dari Kairo dibidang Ilmu kedokteran islam jadi aku harus berusaha semaksimal mungkin."
"Ya...,aku yakin aku pasti bisa memberikan yg terbaik."
"Aamiin...,oh ya Najmi nanti setelah dari toko buku kita shalat di Masjid Agung dulu bagaimana?"
"Baiklah...,aku
"Alhamdulillah,
"Ya Najmi,ini adalah kebahagiaan yg tak pernah luput dari benakku.Najmi coba lihat,tak biasanya ada ambulan datang ke Masjid Agung dan yg lebih aneh lagi banyak polisi memperketat penjagaan.Ada apa sebenarnya ini?"
"Na'am Nida,aku juga bingung hampir 5 tahun aku tinggal di Kairo tapi baru kali ini kulihat suasana seperti ini di Masjid Agung."
"Najmi,coba lihat disana.Bukannya
Sungguh aneh,pertama aku melihat ambulan dan sekawanan polisi dihalaman Masjid Agung,kedua mengapa rektor dan dekan fakultas dan seluruh staf dosen juga berkumpul dihalaman masjid dan yg ketiga ini yg lebih aneh lagi mengapa diantara kerumuan orang2 itu berdiri abi dan ummi Azhar.
Aku harus kesana untuk menemui kedua orang tua Azhar.
"Assalamu'alaik
Ya Allah,matanya sembab,pipinya basah,bahkan butiran bening air mata itu masih mengalir dari matanya,tak hanya Ammah Zakiyyah,Ustadz
"Wa'alaikum salam,Nida? Kau?"
"Na'am Ammah,ini aku... Nida."
Tangisnya semakin memecah saat Ammah melihatku.
"Ada apa,Ammah? Apa yg terjadi?"
"Azhar..."
"Ada apa dg Azhar? Kenapa Azhar,Ammah? Dimana dia sekarang?"
Tak dapat tertahankan lagi,tangisan Ammah Zakiyyah semakin menjadi saat nama Azhar terucap dari lisannya.Ya...,
"Ammah...,Azhar
Sepertinya,Amma
"Ustadz...,ada apa ini? Peristiwa apa yg membuat Ammah menangis sampai seperti ini?"
"Azhar...."
"Ya Ustadz,ada apa? Kenapa Azhar?"
"Azhar meninggal dunia."
"Inna lillahi wa ilaihi raji'un.... Ammah,benarkah yg baru saja kudengar itu?"
"Nida,tak mungkin Ammah dan Abah berbohong mengenai nyawa putra semata wayang kami.Azhar kecelakaan,Nida
"Kecelakaan? Kecelakaan apa? Hendak kemana dirinya?"
"Azhar kecelakaan pesawat saat dia berangkat ke Madinah."
"Apa? Madinah? Bukanya kediaman Ammah dan Abah di Syria?"
"Ya,tapi 2 hari yg lalu Azhar memberitahu Ammah bahwa dia akan berangkat ke Madinah untuk menemui seseorang tapi Ammah juga bingung setahu Ammah semua sahabat terdekat Azhar berada di Syria,entah siapa yg akan dia kunjungi walaupun memang ada beberapa kerabat kami yg tinggal di Madinah tapi tak biasanya Azhar pergi kesana seorang diri tanpa kami."
Ya Allah...,Madina
"Ammah...,jika boleh aku tahu siapa nama seseorang yg akan Azhar kunjungi di Madinah?"
"Entahlah Nak,Azhar hanya memberitahu Ammah bahwa dia pergi ke Madinah untuk berkunjung ke pesantren Al Firdaus,hanya itu."
Ya Rabbi...,jika hatiku terbuat dari kaca pasti sudah pecah mendengar kabar ini,jika hatiku terbua dari gading pasti akan retak mengetahui ini dan jika hatiku terbuat dari kelopak bunga pasti sudah gugur ditempa berita ini.
Rabbi...,ternya
Azhar aku yakin kau akan mendapatkan bidadari terbaik yg akan menemanimu disurga abadi,aamiin.
***
Menjelang satu minggu kepergian Azhar namun luka itu masih membekas dalam hatiku,perasaan
Muhammad...,and
Entah sampai kapan akan kupendam perasaan ini,perasaan yg kadang membuatku tersenyum dan kadang membuatku menangis.Tapi ya Rabb...,jika dia bukan jodohku mengapa Kau berikan keyakinan yg begitu kuat kepadaku.Demi nama Mu ya Rabb...,entah sampai kapan aku mencintainya,be
BERSAMBUNG...

Tidak ada komentar :
Posting Komentar