Karya:Putri Indah Wulandari
BG 13
DEGUP KENCANG IRAMA JANTUNGKU
Setelah kepulangan abi ke Kufah,aku kembali menjalani hari2 ku yg penuh kesibukan tumpukan buku yg harus kubaca dan kukuasai isinya,tugas2 yg selalu harus dikumpulkan sesuai deadline,jurnal
Hingga akhirnya aku benar2 melupakan bayangan tentang Muhammad Muhsin yg biasanya selalu menari-nari dalam anganku.Kini semua cerita tentang dirinya mulai sirna mungkin lebih tepatnya cerita tentang dirinya telah tenggelam sebelum terbit karena sebenarnya semua yg terjadi hanyalah mimpi dan angan belaka bukan hal nyata yg sudah sepantasnya dikenang dalam hati.
Akhirnya satu semester telah berlalu,hari ini seluruh mahasiswa dan mahasiswi dikumpulkan di Graha Edvant Morvly suatu gedung yg sangat megah dan modern.Hatiku berdebar kencang,gelisah
Perasaanku tak karuan karena kali ini aku tak hanya membawa nama baikku tapi juga membawa nama baik Universitas Aleksandria Kairo jika tahun ini indeks prestasi terbaik tidak diraih oleh Universitas Aleksandria Kairo,aku akan sangat merasa bersalah.Rabbi.
Sudah 5 tahun belakangan ini Universitas Aleksandria Kairo selalu mendapatkan indeks prestasi terbaik dalam acara ini.Berbagai penghargaan telah banyak diraih oleh alumni Universitas Al Azhar Kairo dapat dibayangkan betapa cerdasnya alumni2 Al Azhar Kairo.
Rektor Utrecht University memasuki ruangan Graha Edvant Morvly.Masa2 menegangkan sudah hampir dimulai.
"Goedemorgen...
Kata pembuka mulai terucap terdengar menggema diseluruh penjuru ruangan,jantung
Rabbi...,tunjuk
"Hadirin yg berbahagia...."
Rektor Utrecht University mulai memberikan sambutannya,ber
"Mahasiswa dg indeks prestasi terbaik adalah Thomas Sleverined Bernedt,Enginee
Aku tak mendengar semua yg diucapkan oleh Rektor Utrecht University tapi tiba2 terdengar gemuruh tepuk tangan menggema diseise ruangan dan semua orang memberikan ucapan selamat kepada diriku.Aku mulai bingung dan belum mengerti mengapa mereka semua memberikan selamat kepadaku namun tiba2 Rektor Utrecht University memanggil namaku.
"Sabrina Lailatun Nida..."
"Hah?"
Ya Rabbi,benarkah ini yg terjadi... Bahkan,aku sendiri hampir tak mempercayai apa yg terjadi hari ini.Perlahan tapi pasti kulangkahkan kakiku menuju podium.
Setelah sampai dihadapan ribuan orang,gemuruh tepuk tangan menyambutku penuh dg kekaguman seakan-akan aku menjadi putri bangsa yg patut untuk diberi penghargaan lalu sebuah piagam,piala,me
Lalu seseorang yg entah tak kuketahui namanya tiba2 memberikan mikrofon kepadaku dari situlah kumulai prakataku.
"Assalamu'alaik
"Ba'da tahmid wa shalawat muhasyarah,Alha
Ya...,semuanya hanya karena Tuhanku,Allah.T
"Selanjutnya,uc
"Selanjutnya,uc
"Dan pada hari ini,semua kenikmatan itu terasa berkeliaran dihadapanku hingga tak sanggup aku melihat dan membayangkan miliaran rahmat dan cinta Allah,kepadaku dan tak bisa lagi kuucapkan kata selain alhamdulillah segala puji bagi Allah."
"Wasalamu'alaik
Kutapaki karpet merah yg terhampar panjang menuju tempat dudukku,aku tak peduli apakah semua audien mengerti apa yg kusampaikan atau tidak tapi disini aku hanya ingin menunjukan betapa besar kekuasaan Tuhanku,betapa mulia dan tingginya derajat Tuhanku dalam hatiku dan betapa agungnya segala ciptaan yg diciptakan Nya.Subhanallah
***
Perjalanan hidupku menjadi semakin panjang,hingga akhirnya aku tak tahu berapa besar lagi pikiran yg harus kukerahkan untuk mencari insan yg dapat kujadikan imam bagi kehidupanku.
Alhamdulillah,s
Alhamdulillah,d
Tapi ini semua sungguh tak pernah lepas dari bimbingan dan kekuasaan Mu ya Rabb...
Minggu ini adalah hari terakhirku mengukir pengalaman di Belanda...
Kriiing... Kriiing...
Dering telepon menyadarkanku dari sebuah lamunan panjang,kulihat
"Assalamu'alaik
"Wa'alaikum salam,abi... Alhamdulillah ana bi khair.Bagaimana
"Alhamdulillah,
"Alhamdulillah kudapatkan prestasi terbaik itu abi dan alhamdulillah aku dapat memenuhi janjiku pada abi."
"Alhamdulillah,
"Ya,aku percaya iringan doa abi sangat berpengaruh dalam keberhasilan hidupku,aku tidak kembali ke Kairo abi,ada bimbingan untuk memperdalam ilmu kedokteran Barat di Amerika abi dan insya Allah aku akan diberangkatkan ke sana 2 pekan yg akan datang."
"Amerika? Kau harus berhati-hati,Na
"Na'am,abi.Insy
"Sampaikan juga salam abi untuknya.Oh iya,Nak bersama siapa saja kau pergi ke Amerika serikat?"
"Aku ditemani 5 temanku dari berbagai negara,Bi.Sedan
"Kelima temanmu seorang muslim?"
"Itulah yg selalu mengganggu pikiranku saat ini dari ke 5 temanku hanya 1 yg muslim lainnya beragama Nasrani.Aku takut,Abi."
"Astaghfirullah
"Awalnya aku juga berpikir seperti itu tapi setiap peserta tak boleh ditemani oleh 1 pun sanak saudaranya kecuali apabila telah memiliki suami maka diperbolehkan tinggal bersama suaminya selama Menempuh studi disana.Semua sistim dan peraturannya berbeda dg saat di Belanda,aku tak mengerti ada apa dibalik semua ini."
Aku yakin,abi juga bingung memikirkan hal ini hingga akhirnya pembicaraan kami berhenti sejenak,setelah
"Nak...,apa tidak sebaiknya kau pergi kesana bersama mahrammu?"
"Apa maksud,abi? Aku kan belum menikah sedangkan yg diperbolehkan menemaniku disana hanyalah seorang suami."
"Ya Nak,itu maksud abi.Bagaimana jika kau menikah sebelum berangkat ke Amerika serikat?"
"Subhanallah,Ab
"Calon yg benar2 nyata? Maksudmu?"
Apa yg kubicarakan tadi? Masihkan Muhammad melekat dalam hatiku tapi aku yakin tidak karena aku memang sudah berusaha melupakan dirinya.
"Nak...,mengapa
"Tidak abi,aku hanya bingung saja bagaimana menanggapi usulan yg baru saja abi kemukakan."
"Kenapa harus bingung? Kau hanya perlu menjawab ya atau tidak? Masalah calonnya biar abi yg mencarikan,maaf
Aku jadi bingung,aku tak ingin mengecewakan dan membuat abi khawatir,apa yg harus kujawab,Rabbi..
"Baiklah,kusera
"Itu artinya kau setuju,Nak?"
"Na'am,Abi."
"Alhamdulillah,
"Wa'alaikum salam,abi...."
Seusai kututup telepon dari abi aku termenung dan segera kuambil air wudhu kunikmati buliran2 air itu membasuh keningku,wajahk
BERSAMBUNG....

Tidak ada komentar :
Posting Komentar