Karya:Putri Indah Wulandari
AKANKAH AKU JADI PERMAISURINYA..
BAG 14
4 hari berikutnya...
Kriiing... Kriiing... Kriiing...
Suara telepon membangunkanku dari tidurku.Ternyat
"Assalamu'alaik
"Wa'alaikum salam,abi..."
"Nak,saat ini abi sedang berada dibandara untuk ke Belanda bersama Aziz dan keluarganya."
''Aziz itu siapa,Bi?"
"Insya Allah,beliaulah
"Jadi,nama calon suamiku adalah Aziz?"
"Betul,putriku.
"Tapi,aku ingin sekali menikah di Madinah bukan disini di Belanda."
"Nak...,mengert
"Tapi..."
"Anakku,kau bagaikan mutiara bagi kehidupan abi.Kini,hidup abi hanya tinggal berdua dg mu dan abi juga ingin sekali menepati janji abi pada ummi bahwa abi akan menjagamu dan mempertemukanmu
Tak bisa kutolak lagi keinginan abi,aku harus menerimanya.Ins
"Baiklah,Bi."
"Alhamdulillah,
"Na'am,Abi."
"Assalamu'alaik
"Wa'alaikum salam..."
Detik-detikku menegangkan,mun
Kriiing... Kriiing... Kriiing...
Mengapa abi menghubungiku lagi?
"Assalamu'alaik
"Halo,benarkah ini dg Shabrina Lailatun Nida?"
Sepertinya,ini bukan suara abi.
"Oh maaf,kupikir ayahku.Ya benar,saya Nida.Maaf ini siapa?"
"Saya Thomas,salah satu mahasiswa yg mengikuti pendalaman studi ilmu pengetahuan Barat di Amerika.Salam kenal,semoga kita dapat bekerja sama dg baik."
"Ya...,salam kenal juga,semoga kita bisa saling membantu disana."
"Tentu,Nida.Oh iya,aku hampir lupa pagi tadi aku sudah menghubungi Fatimah,Jenever
"Kapan?"
"Minggu pagi,kita bertemu ditaman sekitar pukul 07.00."
"Kalau boleh tahu,agenda pertemuannya apa ya?"
"Tentu kau boleh tahu karena kau bagian dari kami rencananya kami ingin pergi ke tempat2 wisata yg ada di Belanda tapi sebelumnya kami kebaktian terlebih dahulu di Gereja Santo mario bukankah gereja itu deket dg tempat tinggalku saat ini? Jadi kau langsung menuju gereja saja.Oh iya,tapi kita hanya pergi dg Jenever dan Fransisco saja karena Fatimah tak bisa ikut."
Ya Allah,gereja? Belum berangkat ke Amerika,aku sudah dihadapan dg keadaan seperti ini padahal aku harus Menempuh studi selama 6 bulan disana dg teman2 yg seperti ini? Apa aku kuat menghadapi ini semua,ya Rabb?
"Halo... Nida,bagaimana dg tawaranku tadi? Aku menunggu jawabanmu."
"Maaf,bukannya aku tak mau ikut tapi hari ini ayahku kesini dan kemungkinan beliau tinggal disini sampai keberangkatanku
"Oh,maaf Nida aku benar2 tak tahu jika kau seorang muslim.Maafkan aku,mungkin kita bisa merencanakan agenda lain yg cocok untuk kita semua.Baiklah,s
"Sampai jumpa."
Klik....
Kututup telepon dari Thomas yg telah membuat hatiku semakin takut.Kini,aku mulai paham mengapa abi bersikukuh untuk menikahkanku dg pemuda muslim yg shalih sebelum aku berangkat ke Amerika.Ternyat
Aku baru sadar bahwa persediaan kebutuhan sehari-hari telah habis padahal sebentar lagi akan ada banyak tamu yg datang kesini,kuputusk
Ya Rabbi...,sebent
Jika memang dialah jodohku,izinkan
Setelah beberapa saat terhanyut dalam tangis,sesegera
***
Tepat pukul tiga sore.
Tok....tok....t
"Assalamu'alaik
Kudengar suara orang yg mengucap salam di depan rumah.
"Wa'alaikum salam..."
Tak langsung kubuka pintu itu,perlu beberapa detik terlebih dahulu untuk mempersiapkan mentalku.Aku yakin yg mengetuk pintu tersebut adalah abi dan abi pasti datang dg Aziz dan keluarganya.Kua
"Assalamu'alaik
"Wa'alaikum salam,Abi."
"Nak,perkenalka
Subhanallah,sek
"Dan perkenalkan ini adalah Ahmad,Fatimah,N
"Assalamu'alaik
Tapi aneh...,abi belum memperkenalkan seorang wanita yg amat cantik yg berdiri disamping Aziz.
"Abi,lalu siapa yg berdiri disamping Aziz itu? Sepertinya,abi belum memperkenalkann
"Oh,na'am hampir saja Abi lupa Dia adalah Aisyah."
"Assalamu'alaik
"Wa'alaikum salam,Nida."
"Silahkan masuk...."
Aku memang kagum terhadap Aziz,cahaya keimanan itu memang terpancar dari dalam hatinya,baik,sa
"Nak...,bagaima
"Bagaimana dg apa,Abi?"
Aku sengaja berpura-pura tak mengerti.
"Bagaimana dg Aziz? Apa kau menyukainya?"
Pertanyaan berat yg harus kujawab dg jujur.
''Dia baik."
"Jadi kau menyukainya,Nak
"Abi,setiap wanita pasti menginginkan laki2 baik yg akan menuntunnya menuju rahmat Allah.Aku akui Aziz memang pria baik,cahaya keimanannya terpancar dari dalam hatinya,dia juga tampan tapi untuk sementara ini aku hanya sebatas mengaguminya rasa cinta belum tumbuh sedikit pun."
"Itu wajar,Nak.Kau kan baru saja mengenalnya tapi abi yakin seiring berjalannya waktu Allah akan menumbuhkan rasa cinta itu dalam hati kalian berdua."
"Aamiin...,abi.
"Apa yg ingin kau tanyakan?"
"Mengapa orang tua Aziz tidak ikut?"
"Ibunda Aziz sudah meninggal sejak dia berusia 10 tahun sedangkan ayahnya meninggal dunia saa Aziz berusia 19 tahun."
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un,semoga Allah telah memberikan tempat terbaik untuk keduanya.Aamiin
"Ahmad adalah kakak kandung dari Aziz,sedangkan Fatimah adalah kakak ipar Aziz istri dari Ahmad dan Naila adik kandung dari Aziz keluarga terdekatnya hanya mereka.Aziz diasuh oleh kakaknya sejak kedua orang tuanya meninggal dunia."
"Subhanallah,be
"Nak...,abi lelah sekali abi ingin beristirahat terlebih dahulu sebaiknya kau juga menyiapkan makanan untuk Aziz dan keluarganya."
"Tapi pertanyaanku yg terakhir belum abi jawab..."
"Anakku..."
"Baiklah,Abi...
Kutinggalkan abi yg sedang beristirahat,di
Tok... Tok... Tok...
Aneh...,siapa yg menangis didalam? Suara tangis itu terdengar semakin nyata dan tak kunjung reda.
"Siapa di dalam?"
Tak ada jawaban apapun,aku semakin heran.
"Keluarlah,siap
Kutunggu selama 5 menit,tapi tetap tak ada jawaban dan perlahan isak tangis yg kudengar dari dalam toilet pun menghilang dan tak lama kemudian suara pintu toilet mulai terbuka.Dan....
"Astaghfirullah
Dia hanya menatapku tajam dan dalam sekali,tapi tak mengatakan sepatah apa pun matanya sembab,tubuhnya
"Aisyah...''
Aku mendekat beberapa meter ke arahnya tapi saat kakiku langkahkan dia pergi dan berlari meninggalkanku dg menyisakan beribu pertanyaan dalam hatiku.Ada apa sebenarnya ini? Apa yg terjadi dg dirinya? Mengapa dia menangis,seharu
***
Keesokan harinya,seusai shalat subuh berjamaah...
Aisyah... Siapa dirinya? Abi tak menjawab pertanyaanku tentang siapa sebenarnya Aisyah dan aku juga tak mungkin menanyakan kepada Aziz.Walaupun kami akan menikah tapi tetap saja hijabku dg dirinya tetap harus dijaga sebelum ijab qabul itu terucap.Akhirny
Tok... Tok... Tok...
"Assalamu'alaik
"Wa'alaikum salam... Siapa?"
"Aku Nida,bisa aku berbicara dg Bibi sebentar?"
"Tentu saja,tunggu sebentar."
Tak lama,perempuan berjilbab biru panjang keluar dari kamar.
"Ada apa,Nida? Apa yg ingin kau bicarakan?" tanya Bibi Fatimah.
"Na'am,ada yg ingin kubicarakan tapi aku tak ingin ada seorang pun yg mengetahuinya."
"Baiklah kalau begitu,masuklah
Bibi Fatimah mempersilakanku
"Bibi,maaf jika kedatanganku mengganggu."
"Tidak Nida,lagi pula sebentar lagi kau akan menjadi bagian dari keluarga kami tak perlu sungkan,katakan
"Sebelumnya aku minta maaf dg sangat jika pertanyaanku menyinggung hati Bibi karena mungkin ini adalah privasi yg harus dijaga.Bibi,sia
Ada apa ini sebenarnya? Apa ada yg disembunyikan dariku? Sungguh,aku tak ingin satu orang pun ada yg tersakiti saat pernikahanku dg Aziz berlangsung."
Saat itu,ekspresi wajah bibi langsung berubah seakan bingung apa yg harus dikatakan kepadaku,ia pun terdiam selama beberapa saat.
"Bibi,tolonglah
Bibi Fatimah hanya tertunduk.
"Nida...,sebena
Kriiing... Kriiing... Kriiing...
Terdengar telepon genggam Bibi Fatimah berdering.
"Sebentar Nida,Bibi angkat telepon terlebih dahulu."
"Baiklah,silahk
Aku menunggu sekitar 5 menit.
"Nida,sepertiny
"Tapi,Bibi berikan aku jawaban itu sebelum pergi..."
"Maaf,Nida Bibi dan Paman harus segera kesana."
"Bibi... Aku mohon hanya 5 menit saja."
"Nida sayang,kau pasti akan mengetahuinya disaat yg tepat bukan saat ini.Maafkan kami,kami harus pergi,Assalamu'
"Wa'alaikum salam..."
"Aku hanya bisa menatap Bibi meninggalkanku sendiri dalam perasaan ingin tahu yg makin memuncak.Siapa Aisyah? Apakah Aisyah adalah? Tapi tak mungking.Mungki
***
Seminggu sebelum pernikahanku...
Tak terasa,rumahku tepatnya rumah yg diberikan oleh pemerintahan Belanda untuk kujadikan tempat tinggalku selama kutempuh studi di Belanda kini sudah penuh dg berbagai keperluan perlengkapan pernikahan.Kate
Itu telah menjadi kebahagiaan terbesar yg kualami.Alhamdu
"Abi..."
"Ya Nida,ada apa?"
"Apa yg sedang abi lakukan? Mengapa abi merenung sendiri dikamarku sambil memandangi foto2 kecilku?"
"Tidak,Nak.Abi hanya merasa bahagia karena hampir saja abi telah usai menjalankan kewajiban abi dg mendidikmu menjadi wanita shalihah,kau seorang hafizhah dan abi juga telah berhasil mendapatkan pria shalih untuk menggantikan posisi abi dalam menjagamu,Nak."
Kulihat abi menatapku penuh cinta dan kasih sayang seakan abi takut akan kehilanganku dan sepertinya abi tak rela melepasku.
"Abi,aku sayang abi..."
Kupeluk erat tubuh ayahku yg ternyata sudah tak sekuat dulu kulitnya kini mulai keriput,tulang belulangnya sudah dapat kurasakan saat aku memeluknya matanya kini tak sejernih dahulu.Ya Allah,berikan usia yg panjang dg disertai keberkahan,kese
"Abi adalah orang tua terbaik yg pernah aku temui,sosok Abi begitu kukagumi,terima
Keadaan penuh haru biru itu tak berlangsung lama,kuputuskan
"Abi...,boleh aku meminta sesuatu pada Abi?"
"Apa,Nak?"
"Izinkan aku ke Kufah,Bi.Aku ingin pergi kepemakaman ummi,aku rindu sekali padanya izinkan aku ke sana sebelum hari pernikahanku."
"Tapi Nak,waktunya terlalu sempit,pernikah
"Na'am Bi,aku tahu tapi aku mohon Bi..."
Abi menghela nafas sejenak dan tersenyum ke arahku.
"Baiklah,Nak.Ab
Tersungging senyum dibibirku "Terima kasih,Bi.''
"Tapi,kau tak boleh pergi kesana sendiri,bagaima
"Apa tidak merepotkan,Bi?"
"Lebih merepotkan lagi jika kau pergi kesana seorang diri karena Abi khawatir ada sesuatu yg terjadi dg mu.Abi tak rela jika mutiara Abi pergi seorang diri tanpa didampingi oleh siapa pun."
Aku tersenyum."Baik
Malam harinya...
"Nida..." Bibi Fatimah memanggilku.
"Ya Bibi,ada apa?"
"Tadi,abimu berkata tiket pesawat telah dipesan esok pagi kita berangkat kebandara."
"Benarkah? Aku bahagia mendengarnya aku akan segera bersiap-siap."
Aku langsung terburu-buru meninggalkan Bibi Fatimah dan bergegas ke kamarku,tapi...
"Nida,tunggu dulu..."
"Ada apa?"
"Nanti saja kau mempersiapankan
Aku duduk disamping Bibi Fatimah sedangkan abi,Naila,Aisya
"Nida,tadi sore salah seorang karyawan butik kemari,dia mengantarkan gaun pengantin yg akan kau pakai nanti saat pernikahanmu."
"Benarkah? Aku tak sabar ingin segera melihatnya."
"Nak... Kau bukan hanya boleh melihatnya tapi kau juga boleh mencobanya." ucap abi kepadaku.
Abi memberikan sebuah kotak merah yg didalamnya terdapat gaun pengantinku.
"Kau boleh mencobanya dikamarmu,ambil
"Terima kasih,Abi."
Aku masuk kedalam kamarku,kubuka kotak merah yg diberikan oleh abi tadi.Subhanalla
''Nida,kaukah Nida? Putri mungil abi...?"
Abi memandangku dan menatapku dalam sekali,seakan tak mempercayai bahwa aku adalah putrinya,yg dahulu masih digendongnya ditaman bunga yg dahulu masihdiajaknya bermain tapi kini aku sudah tumbuh dewasa bahkan sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan.
''Na'am Abi,ini aku Nida."
"Nida,Aziz beruntung memilihmu menjadi calon pendamping hidupnya,kau sungguh cantik sekali,laksana bidadari yg Allah turunkan dari surga." puji paman Ahmad.
"Betul Nida,Bibi kagum sekali padamu selain cantik kau juga seorang hafizhah dan cerdas juga beruntung sekali abimu memiliki putri sepertimu." ucap bibi Fatimah.
"Benar,Kak.Kaka
Semuanya memandangku dg penuh tatapan bahagia semuanya melihatku dg rona kekaguman tapi Aisyah justru tak memberikan reaksi apa pun bahkan dia pun tak melihatku sama sekali apakah mungkin dia membenciku tapi mengapa? Kemudian tak lama setelah aku memandangnya ku melihat Aisyah pergi dg wajah yg kurang menyenangkan
Aku menjadi semakin penasaran,menga
4 hari pra pernikahanku...
Hari ini adalah hari yg amat kutunggu karena pada hari ini aku akan berangkat ke Kufah kekota kelahiran ku untuk berziarah ke pemakaman ummi.Semoga perjalanan ini mendapat keridhaan Mu ya Rabb,hingga aku dan bibi Fatimah sampai dg selamat.Semua barang kukemasi dalam koper,semua persiapan telah matang.
"Nida..."
Terdengar suara bibi Fatimah memanggilku.
"Na'am,sebentar
Semua perlengkapan kubawa.Bismilla
"Nak...,hati2 dijalan,jangan lupa berdoa terlebih dahulu." pesan abi.
"Na'am Abi,doakan aku semoga bisa sampai di Kufah dg selamat."
"Fatimah,tolong
"Insya Allah..." jawab bibi Fatimah.
"Hati-hati,Shab
Aku terkejut ternyata itu suara Aziz,Dia berbicara kepadaku entah mengapa dan dimulai sejak kapan kali ini aku benar2 merasa bahagia saat mendengarkan tutur kata Aziz terhadapku hampir saja aku salah tingkah dan tanpa memandangnya kuucapkan terima kasih kepadanya tak berapa lama taksi yg akan mengantarkanku dan bibi Fatimah kebandara datang.Aku pun pergi meninggalkan rumah dg diiringi kebahagiaan.
BERSAMBUNG.....

Tidak ada komentar :
Posting Komentar