Karya:Putri Indah Wulandari
RABBI...,SALAHK
BG 6
"Sebaiknya abi istirahat,pasti
"Ya...,abi memang sangat lelah."
"Baiklah,aku akan membeli makanan dan minuman untuk kita makan nanti."
"Hati2 dijalan,Anakku.
"Tentu abi,assalamu'al
"Wa'alaikum salam..."
Setelah membeli makanan dan minuman aku langsung kembali kerumah namun dalam perjalanan pulang,aku kembali terbayang tentang pinangan Azhar.Haruskah aku menerima lamarannya ataukah aku harus tetap egois mempertahankan sesuatu yg tak pasti.Istikhara
''Nak...,tolong
Pikiranku tentang pinangan Azhar menghilang saat terdengar rintihan seorang wanita tua dg pakaian kumal menatapku penuh harap akhirnya kuberikan sepotong roti yg baru saja kubeli ditoko milik abi A'la.
"Terima kasih Nak,semoga Allah memberikan kenikmatan yg jauh lebih banyak dari apa yg kau harapan.Nak,kem
"Terima kasih atas nasihatnya."
Aneh...,mengapa
***
"Najmi...,apa kau didalam?"
"Ya,aku didalam.Tunggu sebentar,Nida."
"Ada apa?"
"Najmi...,aku takut jika Azhar memenuhi janjinya yg telah tertulis dalam suratnya maka hari ini dia dan ke 2 orang tuanya akan datang untuk meminangku."
"Masuk,dan duduklah terlebih dahulu.Tenangka
"Syukron,Najmi.
Rabbi...,bantu hamba menenangkan hati ini,jadikan semua ini baik2 saja.Tak lama kemudian Najmi kembali ke kamar dg wajah panik.
"Nida,ternyata itu memang benar2 Azhar beserta kedua orang tuanya tapi aneh...,kelihat
"Mereka hanya datang bertiga?"
"Ya...,mereka hanya datang bertiga."
Tak lama kemudian,abi memanggilku.
"Nida...! Nida...! Kemari sebentar."
"Baik,Abi."
Langkahku berat,hatiku kelam,jiwaku gelap,ketakutan
"Na'am Abi,limadza?"
"Duduklah,anakk
Saat ini,dia sudah menjadi direktur di salah satu perusahaan pertambangan dipusat kota Kairo,dia juga menjadi asisten dosen di Aleksandri."
Rupanya,abi telah mengenal baik kedua orang tua Azhar jadi tak heran jika Azhar mengetahui bahwa hari ini abi tiba di Kairo dan... Aneh,mengapa abi menyebutkan kelebihan Azhar satu per satu?
"Na'am abi,aku sudah mengenalnya."
Rabbi...,apa yg harus kujawab saat kedua orang tua Azhar menanyakan perihal tentang pinangan tersebut.
"Nida...,kami rasa sudah saatnya kami sebagai orang tua Azhar menjelaskan maksud dan tujuan kami kemari." tutur Ustadz Alfash.
Detuk jantungku semakin tak menentu,apa yg harus kukatakan kepada kedua orang tua Azhar.Bagaimana
"Nida...,kami rasa kau sudah mengerti maksud kami.Kami datang kemari ingin meminangmu untuk putra semata wayang kami."
Akhirnya...,kat
"Nida...,apa kau bersedia menjadi pendamping hidup bagi putra kami?"
Aku hanya terdiam,terdiam
"Anakku Nida,mengapa kau hanya terdiam? Biasanya diamnya seorang wanita adalah pertanda setuju atas setiap perkara yg dihadapinya."
"Tidak,abi... Maafkan aku...,Ustadz Alfash...,Ammah
"Anakku...,apa kau yakin dg keputusanmu?"
"Na'am,Abi.Jawa
Akhirnya,semuan
***
Pagi ini...,kulihat mentari dg penuh harapan,harapan
"Nida...,apa kau menyesali keputusanmu menolak pinangan Azhar?"
"Entahlah Najmi,apabila kuingat kejadian itu,sempat terbesit dalam benakku sebuah penyesalan namun kuteguhkan kembali keyakinanku bahwa Allah tak mungkin salah memilihkan jodoh untukku."
"Nida...,sebena
"Tapi,ini bukan suatu kesia-siaan Najmi,ini adalah keyakinan yg merupakan jawaban dari istikharahku."
"Baiklah,Nida..
"Ya...,memang mempertahankan cinta yg tak nyata sangatlah sulit sama sulitnya dg mengarahkan busur anak panah pada kijang yg berlari bahkan lebih sulit dari itu tapi semua ini Allah yg memberikannya & Allah pula yg akan menjaga & mengambilnya dari hatiku."
***
Hari2 ku kembali indah seperti dulu,kucoba melupakan dan menganggap tidak pernah mengalami kejadian dihari itu saat Azhar dan kedua orang tuanya datang untuk meminangku.Tapi
"Assalamu'alaik
Kuarahkan pandanganku pada seseorang yg mengucapkan salam padaku.Ah...,te
"Wa'alaikum salam,Azhar....
"Nida...,selama
"Selama? Sungguh...,buka
"Tanpa kau minta dan pastinya tanpa kau sadari jauh sebelum detik ini namamu selalu terucap dalam doa tulusku kepada Sang Khaliq."
"Syukron,Azhar.
"Tentu saja boleh,katakanla
"Azhar...,apaka
"Demi Allah Nida,tak pernah terbesit sedikit pun dalam hatiku untuk membenci seorang muslimah yg dicintai oleh Allah seperti dirimu.Entah mengapa,cinta dalam hatiku semakin bersemi saat kau menolak cintaku...,wala
Aku terdiam,tubuhku
"Nida...,jika kau mengizinkan aku ingin kau menjawab semua pertanyaanku."
"Pertanyaan apa,Azhar? Katakanlah,Insy
"Sebenarnya,sia
"Mengapa kau tanyakan itu,Azhar? Apa kau tak menerima keputusanku?"
"Sungguh...,dem
"Lantas...?"
"Aku hanya ingin mengetahuinya saja dan ingin mengambil banyak pelajaran darinya."
"Tak mungkin,kau tak mungkin dapat mengenalnya,apa
"Mengapa?"
"Karena..."
"Karena apa,Nida...? Tolong jawab pertanyaanku."
Tiba2 dari arah yg berlawanan Najmi memanggilku.
"Nida...! Nida...! Ustadz Abbas memanggilmu dikantor."
"Na'am..."
Akhirnya aku tak membuka jati diri Muhammad Muhsin kepada Azhar tapi aku yakin dilain waktu dia pasti akan menanyakan hal ini kembali kepadaku.Ah...,
"Afwan,Azhar...
"Assalamu'alaik
"Wa'alaikum salam..."
BERSAMBUNG....

Tidak ada komentar :
Posting Komentar