BG 28
♥ SEMUA RASA HADIR DI BUMI KAIRO ♥
Tepat pukul 08.00 pagi aku sudah berada dibandara.Pesaw
Di dalam pesawat...
Kini sahabatku akan memulai hidup barunya dg membentuk sebuah keluarga kecil bersama dg imam hidupnya.Tiba2 aku kembali memikirkan masa depanku,masa depan jiwa dan hatiku.Ya Rabb,jika Engkau menciptakan malam yg berpasangan dg siang,bulang yg berpasangan dg matahari,gelap yg berpasangan dg terang,surga yg berpasangan dg neraka lalu siapakah insan yg Kau ciptakan untuk masa depanku,untuk petunjuk jalanku menggapai Surga Mu,Ya Rabb? Tiba2,teringat sebuah nama yg hampir tak pernah kuingat kembali dalam akalku,Muhammad
Tak terasa aku sudah tiba di Kairo,tempat kedua yg amat kurindukan setelah Kufah karena disini aku merasa kuat,disini aku merasa tak sendiri semua temanku satu figroh dg diriku.Walaupun
Dari kejauhan aku melihat seorang wanita melambaikan tangannya kepadaku,wanita
"Nida..." dia memanggilku.
"Najmi..."
Dan kini,aku sudah berada di hadapannya.
"Assalamu'alaik
"Wa'alaikum salam,Nida.Tak mungkin aku tega membiarkan sahabatku seorang diri di Mesir."
"Kau lupa? Aku pernah tinggal beberapa tahun di Mesir."
"Justru itu,aku khawatir jika kau sudah melupakan jalan2 di Mesir."
Tawa dan canda kami pun tertuang rasa rindu yg amat mendalam pada sahabatku karena hanya Najmilah sahabat terbaikku selain Maryam Muhsin.
Akhirnya kami berdua pun melangkah menuju kediaman Najmi dan sesampainya disana... Subhanallah...,
"Afwan Najmi,saat aku tiba di Kairo sepertinya semua persiapan kelengkapan pernikahanmu sudah tercukupi semuanya lalu apa yg bisa kubantu?"
Aku melihat senyum tersungging di wajah sahabatku itu.
"Tak perlu Nida,kedatangan
"Oh... Ya,hampir saja aku melupakannya.Ad
''Subhanallah,S
"Sama-sama."
"Oh ya...,ada yg ingin aku tunjukan kepadamu."
"Apa itu?"
"Tunggu sebentar."
Najmi membuka lemari pakainya dia mengambil sebuah gaun berwarna putih perak berbalut manik2 yg tersusun rapi dan sungguh sangat indah dan berkilau.Lalu dia mengeluarkan jilbab yg sangat indah,berhiaska
"Bagaimana? Bagus tidak? Ini adalah gaun pengantin yg akan kukenakan saat hari pernikahanku,ak
Aku tak mendengar apa yg dikatakan oleh Najmi.Saat ini aku jadi teringat sebuah gaun berwarna merah marun yg sungguh sangat indah,yg rencananya akan kukenakan saat pernikahanku dg Aziz nanti tapi ternyata Allah hanya mengizinkanku untuk mencobanya dalam waktu beberapa menit.Astaghfir
"Nida...,Nida..
Aku pun mulai tersadar dari lamunanku.
"Iya Najmi,ada apa? Gaun itu sungguh indah,indah sekali kau pasti terlihat cantik dihari pernikahanmu."
"Nida...,sebena
"Tidak Najmi,lukaku sudah sembuh aku hanya teringat kembali saat aku mencoba mengenakan gaun pengatinku lengkap dg jilbab dan sepatunya tapi ternyata skenario Allah berkehendak lain.Tenanglah Najmi,kau tak perlu mengkhawatirkan
"Benarkah?"
"Percayalah padaku,aku sudah baik2 saja,kau tak perlu memikirkanku yg harus kau pikirkan saat ini adalah kesiapan batinmu untuk pernikahanmu.Te
"Baiklah...,ter
Najmi... Maafkan aku sejujurnya hatiku memang perih sekali melihat semua ini aku kira lukaku telah sembuh tapi ternyata ia hanya terlupakan bukan sembuh dg sempurna dan aku yakin ingatan akan kegagalan pernikahanku itu tak akan pernah hilang dalam ingatanku.
Ya Rabb,tolong bantu aku memendam semua ini,aku tak ingin Najmi turut bersedih atas semua ini...
Akhirnya hari yg dinantikan pun tiba.Ya...,hari
Ya Allah,ridhailah
Ya Allah,berkahila
Ya Allah,berikan putra-putri yg shalih dan shalihah kepada sahabatku sehingga nantinya dapat meneruskan perjuangan ayah bundanya dalam agama ini.
Ya Allah,jagalah ikatan suci diantara keduanya ini sebagaimana Engkau menjaga pernikahan suci orang2 shalih dan shalihah sebelum kami.
Ya Allah,jadikan keluarga sahabatku menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah,sebagaim
Ijab Qabul pun terucap dari lisan Muhammad Zahid Syahdan Mubarrok yg kini sudah sah menjadi imam hidup bagi sahabatku.
Terlihat sujud syukur pada Sang Rabbul Izzati pun ditunaikan oleh Najmi dan Zahid.Sungguh pernikahan yg sangat mengharukan,per
Air mataku pun tak terhenti mengalir,perist
Tapi...,astaghf
***
"Nida... Nida...,kau sudah sadar?"
Ya Allah,sakit sekali kepalaku ini.Kelopak mataku masih begitu berat untuk membuka.
"Najmi..."
"Iya,Nida."
"Aku dimana,Najmi?"
"Kau berada di rumah sakit Nida,salah satu kerabatku mememukanmu tak sadarkan diri didekat toilet."
"Berapa lama aku tak sadarkan diri?"
" 2 hari,Nida.Sudah
"Kau tidak memberitahu abiku,kan?"
"Tidak Nida,aku juga sangat menyayangi abimu,aku juga tak ingin beliau khawatir jika mendengar kondisimu seperti ini."
"Syukron,Najmi.
"Tidak Nida,kau tak perlu memikirkan hal itu."
Kulihat mata Najmi berkaca-kaca,ak
"Najmi...,menga
Air mata yg telah lama dibendung oleh Najmi pun akhirnya jatuh juga tak pernah aku melihat dirinya sesedih ini.Ya Allah...
"Najmi,apa yg sebenarnya terjadi? Aku sakit apa?"
"Tidak,kau tidak sakit apa2,kau hanya terlalu lelah."
Air mata Najmi mengalir semakin deras.Ya Rahman,aku tahu ada hal buruk yg terjadi padaku,mungkin ini berkaitan dg sakit kepala yg sering kualami.
"Tidak Najmi,aku tahu kau tak jujur kepadaku.Aku mohon...,berita
"Kau mengindap kanker otak stadium 3.Nida,kondisim
Inna lillahi wa inna ilahi raji'un.... Ya Rahman,ternyata
"Nida...,mengap
"Betul,Najmi...
"Lalu,kau tak memeriksakannya
"Tidak."
"Astaghfirullah
Ya Rahman ya Rahim,wahai Rabb ku yg Maha pengasih lagi Maha penyayang tolong jadikan rasa sakit ini sebagai penebus dosa2 ku,ya Rabb.
Kumelihat sahabatku menangis begitu deras,aku yakin Najmi pasti sangat terpukul mendengar kabar ini,sekian lama aku tak bertemu dg dirinya tapi saat bertemu dia harus mengetahui bahwa aku mengindap kanker otak.Aku memang sedih dan sangat terpukul mendengarnya tapi aku tetap yakin bahwa dg kuasa Allah segala sesuatu dapat terjadi.
"Najmi...,sudah
"Tak apa bagaimana? Kau sahabatku yg sangat aku sayangi mengindap penyakit yg sangat ganas dan mematikan,aku takut."
"Apa yg kau takutkan,Najmi?
"Aku takut kehilangan kamu,Nida.Aku takut kehilangan sahabat terbaikku,tempa
"Najmi...,ingat
"Subhanallah,se
"Sebenarnya aku memang takut tapi aku mencoba mengiklaskan dan menyerahkan ini semua hanya kepada Sang Penggenggam Kehidupan dan Kematian."
Najmi pun memelukku dg diselimuti tangisan.
***
Hari ini,dokter menyampaikan sebuah pernyataannya bahwa aku harus menjalani kemoterapi,kare
Ya...,aku rasa ini adalah keputusan terbaik yg harus aku ambil,aku harus kembali ke Belanda secepatnya.Aku harus segera mengatakan ini kepada Najmi.
"Najmi...,aku ingin berbicara dg mu."
"Ada apa,Nida? Apa yg kau ingin bicarakan dg Ku?"
"Najmi...,aku tak bisa terlalu lama di Kairo,aku harus kembali ke Belanda,aku mau meminta bantuanmu tolong bantu aku mempersiapkan keberangkatanku
"Tapi,kondisimu
"Tidak,Najmi...
"Demi Allah Nida,tak sedikitpun aku merasa terbebani akan keberadaanmu disini justru aku sangat bahagia sekali dapat membantu sahabatku yg sangat kusayangi."
Kutatap mata sahabatku dalam2,mencoba meyakinkan dirinya bahwa aku akan baik2 saja walaupun aku tinggal seorang diri di Belanda.
"Najmi...,aku mohon kau tak perlu khawatir,Allah yg akan menjagaku.Bukan
"Baiklah... Insya Allah,besok aku akan mempersiapkan keberangkatanmu
"Insya Allah... Syukron,Najmi."
***
Di bandara...
"Najmi,terima kasih banyak atas semua bantuanmu,afwan
"Jangan bicara seperti itu,sudah kewajiban kita sebagai sesama muslim untuk saling membantu terlebih lagi kau sahabatku.Nida.
"Sudahlah,lebih
"Baiklah...,hat
"Baiklah,terima
Ternyata pesawat tujuan Belanda sudah tiba sepertinya aku harus pergi secepatnya,kupe
Pertemuan terakhirku dg nya.Ya Rabb,berikanlah
"Aku pergi dulu,Najmi.Assa
"Wa'alaikumsala
Aku melihat sahabatku melambaikan tangannya kepadaku.Ya Allah...,air mataku pun jatuh.
BERSAMBUNG....

Tidak ada komentar :
Posting Komentar