BAG 17
♥ AIR MATA SEBAGAI SAKSI HATI KEESOKAN HARINYA♥
"Assalamu'alaik
Ternyata abi dan keluarga Aisyah sudah datang? Termasuk suami Aisyah.Ya Aziz... Suaminya yg entah akan menjadi suamiku atau tidak.
"Wa'alaikum salam..." jawabku.
"Bagaimana keadaanmu,Aisya
"Permisi,aku izin ketoilet sebentar." ucapku pada semuanya.
"Ya,silahkan." jawab Aziz.
Aku berlari,berlari
"Assalamu'alaik
Ah...,suara siapakah itu sepertinya aku mengenalnya dg ragu aku terbangun dari sujud panjangku.
"Wa'alaikum salam..."
Ternyata abi dan siapa yg berdiri dibelakangnya..
"Apa yg kulakukan disini,Nak?" tanya abi kepadaku.
"Tidak abi...,aku sedang shalat dan berdoa untuk kesembuhan Aisyah."
''Nida...,abi adalah ayahmu,abi tahu tentang dirimu,abi paham mengapa kau berada disini oleh karena itu abi langsung menghampirimu ke sini."
"Na'am,abi... Aku hanya menenangkan diriku."
"Iya,abi mengerti perasaanmu.Abi paham dg kondisi yg kau rasakan sekarang.Sekara
"Maafkan aku Nida,yg telah menyakiti hati dan perasaanmu sebelum engkau sah menjadi istriku," ucap Aziz.
"Tak apa Aziz,ini bukan sepenuhnya kesalahanmu."
"Sungguh,kau memang wanita yg berhati mulia," ucap Aziz lagi.
Pujian yg keluar dari lisan Aziz tak sedikit pun membuat diriku bahagia bahkan hatiku makin perih mendengar tutur katanya.Ya Allah,dahulu aku sempat kehilangan Azhar,apakah kini aku harus kehilangan sosok sebaik Aziz yg kuharapkan dia menjadi pembimbing kehidupanku hingga aku sampai kepada Dzat Mu yg maha suci tapi kini aku mulai bisa menerima semua kenyataan yg ada,aku harus tegas untuk menentukan pilihan hidupku.Kuhapus
''Abi...,boleh aku bicara?"
"Silahkan,Nak.K
"Tapi,aku ingin bukan hanya abi dan Aziz saja yg mendengarkan kata2 yg akan kuucapkan ini,aku ingin semuanya mendengar keputusanku,ter
"Apa yg akan kau katakan Shabrina?" tanya Aziz.
"Afwan Aziz,kau bisa mengetahuinya nanti saat aku katakan keputusan yg kubuat kepada semuanya."
"Boleh aku mengetahuinya sekarang karena aku sungguh khawatir dg keadaan Aisyah,aku takut hal buruk akan terjadi pada kesehatannya saat mendengar keputusan yg engkau buat."
Ya Allah...,perih sekali,calon suamiku membela wanita lain dan itu bukan aku,ingin kuteteskan kembali air mata yg sudah susah payah kuhapus.Apalagi
"Aziz...,insya Allah kata2 ku tak akan menyakiti hati Aisyah jadi kau tak perlu khawatir."
"Baiklah Nida,terima kasih."
Kami bertiga berjalan melewati bangsal2 rumah sakit kami berlalu diantara para pasien dan petugas kesehatan lainnya.Kurasak
"Assalamu'alaik
"Alhamdulillah,
Tersenyum... Ya...,Aisyah tersenyum kepadaku tak seperti biasanya sebelumnya tak pernah kulihat senyum Aisyah setulus itu kepadaku.Aku heran dan tak menyangka sama sekali mungkin karena semua rahasia yg telah dia pendam selama ini telah dia katakan semuanya tapi bagaimana dg aku? Siapa yg mengerti keadaanku? Kapan senyumku akan kembali seperti sedia kala?
"Nida,mengapa kau termenung saja? Kau sedang ada masalah?"
Rabbi...,mengap
"Oh... Tidak,tak ada masalah apa pun Aisyah...,ada yg ingin kukatakan kepadamu.Sebena
"Keputusan apa,Nida?" tanya bibi Fatimah.
"Aku yakin,semua yg hadir disini menyimpan sebuah rahasia besar yg tak kuketahui tapi ketahuilah kini aku telah mengetahui semuanya aku telah menemukan jawaban atas pertanyaanku dahulu dan kali ini aku ingin semuanya yg berada disini mengetahui keputusan akhirku yg tak bisa kuubah lagi,kubuat keputusan ini dg istikharahku dan petunjuk dari Allah.Bibi Fatimah,paman Ahmad,Naila dan semuanya yg berada disini aku telah mengetahui bahwa sebenarnya Aziz seseorang yg beberapa hari lagi akan menikah dg ku ternyata beliau adalah suami sah dari Aisyah."
Aku melihat semua mata terbelalak mendengar penuturanku dan aku pun sama tangisku pecah tak kuasa kubendung lagi air mata ini.
"Sudah Nida...,jangan bicara seperti itu," jawab Aisyah.
"Tidak Aisyah,ini adalah kenyataan yg harus kuterima dan ini merupakan salah satu hal yg harus kuungkapkan,tol
"Baiklah..."
"Awalnya,aku memang sangat terpukul mendengar kabar itu.Dahulu,aku sempat kehilangan sesosok insan yg sangat shalih,Azhar namanya tapi mungkin Allah belum mengizinkan aku menikah dg dirinya dan pada saat itu aku sangat berharap dalam doa dan sujud panjang tahajudku untuk dapat dipertemukan dg jodohku yg telah Allah persiapkan dan terus terang saat aku bertemu dg Aziz aku merasa bahagia,Aziz insan yg baik sama seperti Azhar tapi sayangnya aku harus mengalami kejadian seperti ini dan engkau Aisyah kau sangat cocok menjadi pendamping hidug bagi Aziz.Aziz sangat mencintaimu,dia
"Tapi kau juga akan menjadi istrinya dan kita berdua akan bersama-sama membangun surga dirumah kita.Aku yakin,Aziz adalah imam yg adil bagi kehidupan rumah tangga kita," ucap Aisyah
"Tidak Aisyah...,aku tahu bagaimana perasaanmu,aku tahu perihnya hatimu,aku mengerti betapa beratnya dirimu menerima keputusan ini.Aku sudah memutuskan untuk membatalkan pernikahanku dg Aziz,aku sudah memikirkan hal ini dg matang.Semua biaya pernikahan yg telah disiapkan akan kusumbangkan untuk orang2 yg membutuhkan."
"Nak...,apa yg kau lakukan?" tanya abi.
"Maafkan aku,tapi aku tak ingin melihat air mata kesedihan bercucuran dalam pernikahanku nanti,aku tak ingin tersenyum sementara Aisyah menangis di kamar aku bisa merasakan ini semua,abi.Aku mohon,tolong terimalah keputusanku aku menginginkan sebuah kebahagiaan abadi antara aku dan suamiku,serta semua orang yg menyaksikan pernikahanku.Ak
"Baiklah,Nak...
Ya Allah... Air mata abi mengalir,ampuni
"Abi..."
Aku mendekat kearahnya,kupel
"Nak...,maafkan
Ya Rahman,ya Rahim ini bukan salah abi...
"Tidak abi,ini salahku,ini bukan salah abi.Aku mengerti bahwa abi akan selalu berusaha melindungiku tapi aku yg selalu mengecewakan abi tapi aku tak bisa merubah keputusanku,aku
"Abi mengerti dan abi selalu yakin pangeran yg Allah siapkan untukmu akan hadir diwaktu yg tepat.Jangan bersedih Nak,Allah selalu bersama kita."
"Na'am Abi...,terima kasih banyak aku sangat menyayangi Abi."
Keesokan harinya,tepatny
Suara handphoneku membuyarkan lamunanku dan menghentikan tangisku.Kuliha
"Assalamu'alaik
Aku hanya terdiam,berusah
"Halo Nida...,kau mendengarku?"
Tak berani kukeluarkan seucap kata pun.Aku tak ingin sahabatku mengetahui bahwa aku tengah bersedih bahwa sebenarnya hatiku hancur sekali.
"Nida...,ada apa dg mu?"
"Wa'alaikum salam,maaf aku belum menjawab salammu."
"Apa yg terjadi dg dirimu?"
"Tidak,aku tak apa2," ucapku kepada Najmi.
"Lalu,mengapa kau lebih sering terdiam? Seakan kau tak mendengarkan ucapanku,apa kau sedang ada masalah? Ceritakan kepadaku."
"Tidak,tak ada masalah apa pun yg menimpaku,aku baik2 saja."
"Tapi kau tampak berbeda,aku ini sahabatmu,aku mengetahui tingkah lakumu,aku paham karaktermu.Tolo
"Pernikahanku..
Tak kuasa kulanjutkan kata2 ku,hingga akhirnya Najmi pun bisa mendengar isak tangisku.
"Nida...,kau menangis?"
"Pernikahanku batal,kau tak perlu pergi ke Belanda."
"Apa? Kau jangan mempermainkan sebuah acara yg sangat sakral,apa maksudmu pernikahanmu gagal?"
"Ceritanya panjang,sangat panjang tapi yg jelas pernikahanku batal karena sebenarnya Aziz telah memiliki seorang istri yg bernama Aisyah,seorang istri sah yg mungkin sangat dia cintai,aku baru mengetahui 3 hari yg lalu,aku tak kuasa menerima kenyataan ini.Aku yakin,Aisyah pasti sangat sedih dan tak rela harus membagi kasih dan cinta suaminya dg diriku,aku ingin tak ada seorang pun yg bersedih saat pernikahanku nanti,aku tak rela kebahagiaanku diwarnai dg air mata,tak ingin kurasakan kebahagiaan diatas penderitaan Aisyah,hingga akhirnya kuputuskan untuk membatalkan pernikahanku."
"Inna lillahi... Ya Rabb,aku harap kau bersabar.Sunggu
"Betul Najmi,meski pikiranku penat,mataku lelah untuk menangis namun hatiku tetap terilhami bahwa ini adalah ujian Allah yg harus kulewati."
"Nida... Tenanglah,kau tahu semakin berat perjuanganmu untuk bertemu dg jodohmu,semakin
"Aamiin...,teri
"Tentu saja,sekarang hapus air matamu jangan lagi kau menangis,kau harus kuat dan percaya segala alur hidup yg kita jalani telah ditentukan oleh Nya dan itu pasti yg terbaik."
"Insya Allah,aku ikhlas menerima semuanya.Terima
"Sama2,baiklah jika kau membutuhkan teman untuk mendengarkan seluruh keluh kesah yg kau rasakan hubungi aku kapan pun kau mau,aku siap jadi sahabatmu."
"Syukron,Najmi.
"Assalamu'alaik
"Wa'alaikum salam..."
Usai kututup telepon Najmi,kuberanik
"Nak..." kudengar suara abi menyapaku.
"Abi..."
"Dari mana kau? Mengapa semalam tak kembali kerumah? Abi mengkhawatirkan
"Aku baik2 saja.Maafkan aku,aku tak bermaksud membuat abi khawatir,aku hanya perlu menenangkan diriku,aku ingin berpikir sejenak,aku ingin menghilangkan semua pikiran buruk dihatiku,aku tak ingin hidup dg air mata yg terus mengalir oleh karena itu kuputuskan untuk menenangkan diriku sejenak."
"Baiklah,abi mengerti,sekara
"Baiklah..."
Kutundukan wajahku,tak berani kutatap semua yg hadir disitu...
"Nida...,bagaim
"Aku baik2 saja..."
"Kau sakit?" paman Ahmad pun menanyakan kondisiku.
"Tidak..."
Entah mengapa,lidah ini kelu tuk bicara...
"Nida...,boleh aku berbicara kepadamu?" pinta Aziz.
"Silahkan...," jawabku dg singkat.
"Maafkan aku Nida...,aku tahu aku telah menyakiti hati dan perasaanmu,aku telah menyakiti hati wanita sebelum ia sah menjadi istriku,sungguh
"Aku juga meminta maaf kepadamu,aku telah mengambil keputusan sepihak,aku membatalkan pernikahan ini tanpa meminta persetujuanmu,a
"Aku mengerti Nida,sangat mengerti... Aku pun tak kuasa berbuat apa pun karena itu adalah hakmu untuk menikah dg ku atau tidak tapi aku bahagia bisa mengenal wanita sepertimu,aku pun bahagia bisa mengenal keluargamu yg sungguh berbudi luhur.Perlu kuberitahukan kepadamu,aku sudah mengurus semuanya,kateri
"Terima kasih Aziz,maaf aku tak bisa membantumu..."
"Tidak apa2,Nida."
"Nida..." Aisyah menyapaku "Bukan maksudku untuk menggagalkan rencana pernikahanmu dg suamiku."
"Apa? Aisyah bilang bahwa Aziz adalah suaminya.Ya Rahman,ini sungguh mengiris hatiku,seharusn
"Aku mengerti kondisimu,pasti
"Aku merasa bersalah padamu Nida,aku telah menghancurkan hatimu."
"Sudahlah Aisyah...,Allah
pulalah yg akan memberikan penawar dari sakitku,doakan aku agar dapat seorang pendamping hidup yg terbaik."
"Aamiin...,aku pasti berdoa untukmu.Nida...
"Baiklah,semoga
Kuantarkan keluarga Aziz hingga halaman rumah.Tak berapa lama,sebuah taksi datang untuk mengantarkan mereka menuju bandara.Ya Allah,mengapa hati ini berat sekali melepaskan Aziz pergi,apakah hamba telah mencintainya,ap
"Nak...,kau sedih akan kepergian dia?"
"Dia siapa,Bi?"
"Abi yakin kau mengerti maksud Abi.Apa kau sedih akan kepergian Aziz?"
"Sejujurnya memang begitu tapi,aku tak berhak bersedih untuknya,aku tak berhak menangis untuk dirinya karena dia belum halal untuk diriku."
"Bersabarlah Nak,kau harus percaya setelah gemuruh yg hebat kam muncul hujan yg deras tapi kau tak perlu khawatir sebab usai hujan tiba pelangi nan indah akan muncul membahagiakan dirimu,yakinlah
"Terima kasih,abi... Doa tadi dapat menenteramkan jiwaku,aku malu tak tegar hadapi ini semua."
"Tidak,Nak.Tete
"Na'am,abi... Aku percaya bahwasanya Allah Azza wa Jalla takkan pernah memberikan cobaan diluar batas kemampuan hamba Nya,aku harus semangat dalam menjalani hidup.Terima kasih,Abi."
"Nak...,tak perlu kau ucapkan terima kasih kepada abi,sudah kewajiban abi sebagai orang tua memberikan nasihat kepada putrinya."
BERSAMBUNG..,

Tidak ada komentar :
Posting Komentar